Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN CCSA (COMPREHENSIVE CLINIKAL SKILL ASSESMENT)

1 RW 01 RT 01 KELURAHAN AGROWISATA KECAMATAN RUMBAI


PROVINSI RIAU

OLEH
ASTI WINDA WATI
NIM. 163010056

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES PAYUNG NEGERI
PEKANBARU
2019
LAPORAN PENDAHULUAN

GANGUAN CITRA TUBUH

A. Citra Tubuh
Citra tubuh adalah bagaimana cara individu mempersepsikan tubuhnya,
baik secara sadar maupun tidak sadar yang meliputi ukuran, fungsi, penampilan,
dan potensi tubuh berikut bagian-bagiannya. Dengan kata lain, citra tubuh adalah
kumpulan sikap individu, baik yang disadari ataupun tidak yang ditujukan
terhadap dirinya. Beberapa hal terkait citra tubuh antara lain:
1. Fokus individu terhadap bentuk fisiknya.
2. Cara individu memandang dirinya berdampak penting terhadap aspek
psikologis individu tersebut.
3. Citra tubuh seseorang sebagian dipengaruhi oleh sikap dan respon orang lain
terhadap dirinya, dan sebagian lagi oleh eksplorasi individu terhadap dirinya.
4. Gambaran yang realistis tentang menerima dan menyukai bagian tubuh akan
memberi rasa aman serta mencegah kecemasan dan meningkatkan harga diri.
5. Individu yang stabil, realistis dan konsisten terhadap citra tubuhnya dapat
mencapai kesuksesan dalam hidup (Mubarak, Wahit & Chayatin, 2008).

Faktor lain yang berpengaruhi terhadap citra tubuh adalah sosiokultural,


jenis kelamin, status hubungan, agama, dan kondisi fisik. Stressor yang dapat
menyebabkan perubahan /terjadinya gangguan citra tubuh adalah stroke,
amputasi, buta, tua, hamil mastektomi, DM, obesitas, perubahan fisik pada
remaja, dan lain lain (Farida dan Yudi : 2010).
B. Gangguan Citra Tubuh
Gangguan citra tubuh biasanya melibatkan distorsi dan persepsi negatif
tentang penampilan fisik mereka. Perasaan malu yang kuat, kesadaran diri
dan ketidaknyamanan sosial sering menyertai penafsiran ini. Sejumlah
perilaku menghindar sering digunakan untuk menekan emosi dan pikiran
negatif, seperti visual menghindari kontak dengan sisa ekstremitas,
mengabaikan kebutuhan perawatan diri dari sisa ekstremitas dan
menyembunyikan sisa ekstremitas lain. Pada akhirnya reaksi negatif ini dapat

1
mengganggu proses rehabilitasi dan berkontribusi untuk meningkatkan isolasi
sosial (Wald & Alvaro, 2004).
Individu yang mempunyai gangguan bentuk tubuh bisa tersembunyi atau
tidak kelihatan atau dapat juga meliputi suatu bagian tubuh yang berubah secara
signifikan dalam bentuk struktur yang disebabkan oleh rasa trauma atau
penyakit. Beberapa individu boleh juga menyatakan perasaan ketidakberdayaan,
keputusasaan, dan kelemahan, dan boleh juga menunjukkan perilaku yang
bersifat merusak terhadap dirinya sendiri, seperti penurunan pola makan atau
usaha bunuh diri. (Kozier, 2004).
C. Penyebab Gangguan Citra Tubuh
Beberapa penyebab gangguan citra tubuh adalah tindakan invasif
(pemasangan infuse, cateter, mag slang, oksigen), operasi, perubahan fungsi
(lumpuh, sesak nafas, buta dan tuli).
Faktor predisposisi gangguan citra tubuh menurut Suliswati, (2005)
adalah:
1. Kehilangan/kerusakan bagian tubuh (anatomi dan fungsi)
2. Perubahan ukuran, bentuk, dan penampilan tubuh (akibat pertumbuhan dan
perkembangan atau penyakit)
3. Proses patologik penyakit dan dampaknya terhadap struktur maupun
fungsi tubuh.
4. Pengobatan seperti radiasi, kemoterapi, transplantasi.

D. Tanda dan gejala


Tanda dan gejala yang dapat diobservasi pada gangguan citra tubuh
adalah:
1. Hilangnya bagian tubuh
2. Perubahan anggota tubuh baik bentuk maupun fungsi
3. Menyembunyikan atau memamerkan bagian tubuh yang terganggu
4. Menolak melihat bagian tubuh
5. Menolak menyentuh bagian tubuh
6. Aktivitas sosial menurun

2
Riyadi dan Purwanto, (2010) mengemukakan ciri-ciri gangguan citra
tubuh adalah:
a) Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang telah berubah
b) Tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi atau akan terjadi
c) Menolak penjelasan perubahan tubuh
d) Persepsi negatif terhadap tubuh
e) Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang
f) Mengungkapkan keputusasaan dan ketakutan

Anda mungkin juga menyukai