Anda di halaman 1dari 16

SOAL II

ESTIMASI DATA HUJAN YANG HILANG


DAN UJI KONSISTENSI DATA

A. Estimasi data hujan

Data hujan seperti yang diperoleh dan dikumpulkan dari institusi


pengelolaannya perlu mendapatkan perhatian secukupnya. Beberapa kemungkinan
kesalahan dapat terjadi. Kesalahan atau kekurangan yang paling banyak di jumpai
adalah tidak lengkapnya data, banyaknya bagian-bagian data yang hilang atau rusak.
Keadaan ini untuk kepentingan tertentu dapat mengganggu. Misalnya pada suatu saat
terjadi banjir, sedangkan data hujan pada satu atau beberapa stasiun pada saat yang
bersamaan tidak tersedia (karena berbagai sebab).
Data hujan yang hilang dapat di estimasi apabila disekitarnya ada stasiun
penakar hujan minimal (2 stasiun hujan) yang lengkap datanya atau stasiun penakar
yang datanya hilang diketahui hujan rata-rata tahunannya. (Limantara : 2010)

Apabila data hujan yang hilang benar-benar diperlukan untuk waktu dan
kepentingan tertentu, maka data hujan yang hilang dapat di estimasi/dihitung melalui
metode-metode yang ada. Metode yang banyak digunakan yaitu metode perbandingan
normal ( Normal Ratio Method ).

Rumus “Normal Ratio Method” untuk menghitung data yang hilang :

n
1 Anx
Dx= ∑ d i
n i=1 Ani

Dimana :
Dx = data tinggi hujan harian maksimum di stasiun x
n = jumlah stasiun di sekitar x untuk mencari data di x
di = data tinggi hujan harian maksimumdi stasiun i
Anx = tinggi hujan rata-rata tahunan di stasiun x
Ani = tinggi hujan rata-rata tahunan di stasiun sekitar x
B. Uji konsistensi data

Uji konsistensi data dilakukan untuk mengetahui hasil perhitungan estimasi hujan
harian yang hilang dapat terkoreksi kekonsistensiannya, sehingga data hujan tahunan
dari stasiun yang ada memiliki keterkaitan yang kuat.

Uji konsistensi data dapat dilakukan dengan membandingkan data komulatif


hujan dengan nilai komulatif rata-rata stasiun hujan dari stasiun yang bersesuaian .
perhitungan tersebut kemudian disajikan dalam bentuk Lengkung Massa Ganda (
Double Mass Curve ) dengan melihat lengkung massa ganda, apabila garis kurva lurus
dan tidak terjadi patahan maka data hujan tersebut konsisten. Sebaliknya, apabila garis
kurva terjadi patahan maka data tersebut tidak konsisten. Data yang tidak konsisten
dapat disebabkan oleh perubahan lingkungan atau perubahan cara menakar.

Apabila terjadi data hujan yang tidak konsisten, maka dapat dilakukan koreksi
dengan menggunakan rumus berikut :

tg α
Yz = Y
tg α 0

Dengan : Yz = Hujan yang dikoreksi (mm)


Y = Hujan Pengamatan (mm)
tg α = kemiringan sebelum perubahan
tg α 0 = kemiringan sesudah perubahan
Gambar 2.1
Lengkung Massa Ganda

Sumber : Materi Kuliah Presipitasi


C. Analisa perhitungan

Tabel 2.1

DATA CURAH HUJAN MAKSIMUM


YANG TERJADI PADA HARI YANG SAMA

Stasiun Stasiun Stasiun


No. Tahun Stasiun Hujan D
Hujan A Hujan B Hujan C
1 2004 289 274,6 260,1 245,7
2 2005 246 233,7 221,4 209,1
3 2006 332 315,4 282,2
4 2007 279 265,1 251,1 237,2
5 2008 243 230,9 218,7 206,6
6 2009 211 200,5 189,9 179,4
7 2010 309 293,6 278,1 262,7
8 2011 271 257,5 243,9 230,4
9 2012 176,7 167,4 158,1
10 2013 270 256,5 243
11 2014 329 312,6 296,1 279,7
12 2015 319 303,1 283,5 271,2

Keterangan :
Data yang hilang pada stasiun A
Data yang hilang pada stasiun C
Data yang hilang pada stasiun D

a) Perhitungan Perkiraan Data Hujan yang Hilang


1. Mencari Data yang hilang Tahun 2013 pada Stasiun D

Tabel 2.2
Mencari Data yang Hilang Pada Tahun 2013 di Stasiun D
Stasiun Stasiun Stasiun Stasiun
No. Tahun
Hujan A Hujan B Hujan C Hujan D
10 2013 270,0 256,5 243,0
11 2014 329,0 312,6 296,1 279,7
12 2015 319,0 303,1 283,5 271,2
Rata-rata 324,0 307,9 289,8 275,5
Sumber:Hasil perhitungan
Tabel 2.3
Mencari Data yang Hilang Pada Tahun 2013 di Stasiun D
Pos Hujan Tinggi Hujan (mm) Jumlah Hujan Tahunan (mm)
A 270,0 324,0
B 256,5 307,9
C 243,0 289,8
D 275,5
Sumber:Hasil perhitungan

Perhitungan :
n
1 A nx
dx =
n ∑ di A¿
i=1

1 Ax Ax Ax
dx = ((d A × ) + (d B × ) + (d C × ))
3 AA AB AC

1 275,5 275,5 275,5


dx = (( 270 × ) + (256,5 × ) + ( 243 × ))
3 324 307,9 289,8
= 230,00mm

2. Mencari Data yang hilang Tahun 2006 pada Stasiun C

Tabel 2.4
Mencari Data yang hilang Tahun 2006 pada Stasiun C
Tahun Stasiun Stasiun Stasiun Stasiun
No.
Hujan A Hujan B Hujan C Hujan D
7 2006 332 315,4 282,2
8 2007 279 265,1 251,1 237,2
9 2008 243 230,9 218,7 206,6
10 2009 211 200,5 189,9 179,4
11 2010 309 293,6 278,1 262,7
12 2011 271 257,5 243,9 230,4
Rata-rata 262,6 249,5 236,3 223,3
Sumber:Hasil perhitungan
Tabel 2.5
Mencari Data yang hilang Tahun 2006 pada Stasiun C
Pos Hujan Tinggi Hujan (mm) Jumlah Hujan Tahunan (mm)
A 332,0 262,6
B 315,4 249,5
C 236,3
D 282,2 223,3
Sumber:Hasil perhitungan

Perhitungan :
n
1 A nx
dx =
n ∑ di A¿
i=1

1 Ax Ax Ax
dx = ((d A × ) + (d B × ) + (d C × ))
3 AA AB AC

1 236,3 236,3 236,3


dx = (( 332 × ) + (315,4 × ) + ( 282,2 × ))
3 262,6 249,5 223,3
= 298,76mm

3. Mencari Data yang hilang Tahun 2012 pada Stasiun A

Tabel 2.6
Mencari Data yang hilang Tahun 2012 pada Stasiun A
Stasiun Stasiun Stasiun
No. Tahun Stasiun Hujan D
Hujan A Hujan B Hujan C
1 2004 289 274,6 260,1 245,7
2 2005 246 233,7 221,4 209,1
3 2006 332 315,4 298,76 282,2
4 2007 279 265,1 251,1 237,2
5 2008 243 230,9 218,7 206,6
6 2009 211 200,5 189,9 179,4
7 2010 309 293,6 278,1 262,7
8 2011 271 257,5 243,9 230,4
9 2012 176,7 167,4 158,1
10 2013 270 256,5 243 230,00
11 2014 329 312,6 296,1 279,7
12 2015 319 303,1 283,5 271,2
Rata-rata 281,6 260,0 246,0 232,7
Sumber:Hasil perhitungan
Tabel 2.7
Mencari Data yang hilang Tahun 2012 pada Stasiun A
Pos Hujan Jumlah Hujan Tahunan (mm)
Tinggi Hujan (mm)
A 281,6
B 176,7 260,0
C 167,4 246,0
D 158,1 232,7
Sumber: Hasil perhitungan
Perhitungan :
n
1 A nx
dx =
n ∑ di A¿
i=1

1 Ax Ax Ax
dx = ((d A × ) + (d B × ) + (d C × ))
3 AA AB AC

1 281,6 281,6 281,6


dx = (( 176,7× ) + (167,4 × ) + ( 158,1× ))
3 260 246 232,7
= 191,47mm

b) Data Hujan Baru


Tabel 2.8
Data Hujan Stasiun A, B, C dan D pada Tahun 2004-2015
Stasiun Stasiun Stasiun
No. Tahun Stasiun Hujan D
Hujan A Hujan B Hujan C
1 2004 289 274,6 260,1 245,7
2 2005 246 233,7 221,4 209,1
3 2006 332 315,4 298,76 282,2
4 2007 279 265,1 251,1 237,2
5 2008 243 230,9 218,7 206,6
6 2009 211 200,5 189,9 179,4
7 2010 309 293,6 278,1 262,7
8 2011 271 257,5 243,9 230,4
9 2012 191,47 176,7 167,4 158,1
10 2013 270 256,5 243 230,0
11 2014 329 312,6 296,1 279,7
12 2015 319 303,1 283,5 271,2
Rata-rata 274,1 260,0 246,0 232,7
Sumber: Hasil perhitungan
c) Perhitungan Uji Konsistensi
Perhitungan Rerata Pada Stasiun B,C,D , Stasiun A, C, D , Stasiun A, B, D , dan
Stasiun A, B, C.

Tabel 2.9
Rerata Stasiun Hujan B, C, dan D
Stasiun Stasiun Stasiun
No. Tahun Rerata B,C,D
Hujan B Hujan C Hujan D
1 2004 274,6 260,1 245,7 260,1
2 2005 233,7 221,4 209,1 221,4
3 2006 315,4 298,8 282,2 298,8
4 2007 265,1 251,1 237,2 251,1
5 2008 230,9 218,7 206,6 218,7
6 2009 200,5 189,9 179,4 189,9
7 2010 293,6 278,1 262,7 278,1
8 2011 257,5 243,9 230,4 243,9
9 2012 176,7 167,4 158,1 167,4
10 2013 256,5 243,0 230,0 243,2
11 2014 312,6 296,1 279,7 296,1
12 2015 303,1 283,5 271,2 285,9
Sumber: Hasil perhitungan
Tabel 2.10
Rerata Stasiun Hujan A, C, dan D
Stasiun Stasiun Stasiun
No. Tahun Rerata A,C,D
Hujan A Hujan C Hujan D
1 2004 289,0 260,1 245,7 264,9
2 2005 246,0 221,4 209,1 225,5
3 2006 332,0 298,8 282,2 304,3
4 2007 279,0 251,1 237,2 255,8
5 2008 243,0 218,7 206,6 222,8
6 2009 211,0 189,9 179,4 193,4
7 2010 309,0 278,1 262,7 283,3
8 2011 271,0 243,9 230,4 248,4
9 2012 191,5 167,4 158,1 172,3
10 2013 270,0 243,0 230,0 247,7
11 2014 329,0 296,1 279,7 301,6
12 2015 319,0 283,5 271,2 291,2
Sumber: Hasil perhitungan
Tabel 2.11
Rerata Stasiun Hujan A, B, dan D
Stasiun Stasiun Stasiun
No. Tahun Rerata A,B,D
Hujan A Hujan B Hujan D
1 2004 289,0 274,6 245,7 269,8
2 2005 246,0 233,7 209,1 229,6
3 2006 332,0 315,4 282,2 309,9
4 2007 279,0 265,1 237,2 260,4
5 2008 243,0 230,9 206,6 226,8
6 2009 211,0 200,5 179,4 197,0
7 2010 309,0 293,6 262,7 288,4
8 2011 271,0 257,5 230,4 253,0
9 2012 191,5 176,7 158,1 175,4
10 2013 270,0 256,5 230,0 252,2
11 2014 329,0 312,6 279,7 307,1
12 2015 319,0 303,1 271,2 297,8
Sumber: Hasil perhitungan
Tabel 2.12
Rerata Stasiun Hujan A, B, dan C
Stasiun Stasiun Stasiun
No. Tahun Rerata A,B,C
Hujan A Hujan B Hujan C
1 2004 289,0 274,6 260,1 274,6
2 2005 246,0 233,7 221,4 233,7
3 2006 332,0 315,4 298,8 315,4
4 2007 279,0 265,1 251,1 265,1
5 2008 243,0 230,9 218,7 230,9
6 2009 211,0 200,5 189,9 200,5
7 2010 309,0 293,6 278,1 293,6
8 2011 271,0 257,5 243,9 257,5
9 2012 191,5 176,7 167,4 178,5
10 2013 270,0 256,5 243,0 256,5
11 2014 329,0 312,6 296,1 312,6
12 2015 319,0 303,1 283,5 301,9
Sumber: Hasil perhitungan
Tabel 2.13
Rekapitulasi Rerata
Rerata Rerata Rerata Rerata
No.
B,C,D A,C,D A,B,D A,B,C
1 260,1 264,9 269,8 274,6
2 221,4 225,5 229,6 233,7
3 298,8 304,3 309,9 315,4
4 251,1 255,8 260,4 265,1
5 218,7 222,8 226,8 230,9
6 189,9 193,4 197,0 200,5
7 278,1 283,3 288,4 293,6
8 243,9 248,4 253,0 257,5
9 167,4 172,3 175,4 178,5
10 243,2 247,7 252,2 256,5
11 296,1 301,6 307,1 312,6
12 285,9 291,2 297,8 301,9
Sumber: Hasil perhitungan
1. Perhitungan Uji Konsistensi Data di Stasiun A
Tabel 2.14
Uji Konsistensi Data di Stasiun A terhadap B, C, D
Stasiun Komulatif Rerata Komulatif
No. Tahun
Hujan A A B,C,D B,C,D
1 2004 289,0 289,0 260,1 260,1
2 2005 246,0 535,0 221,4 481,5
3 2006 332,0 867,0 298,8 780,3
4 2007 279,0 1146,0 251,1 1031,5
5 2008 243,0 1389,0 218,7 1250,2
6 2009 211,0 1600,0 189,9 1440,1
7 2010 309,0 1909,0 278,1 1718,3
8 2011 271,0 2180,0 243,9 1962,2
9 2012 191,5 2371,5 167,4 2129,6
10 2013 270,0 2641,5 243,2 2372,8
11 2014 329,0 2970,5 296,1 2668,9
12 2015 319,0 3289,5 285,9 2954,8
Sumber: Hasil perhitungan
Gambar 2.2
Grafik Uji Konsistensi Stasiun A terhadap B, C, dan D

Kesimpulan: Dari grafik uji konsistensi statasiun A terhadap stasiun B, C dan D


diatas menghasilkan garis kurva lurus (linier) atau tidak terjadi patahan , yang mana hal ini
dapat ditarik kesimpulan bahwa data pada stasiun tersebut konsisten.

2. Perhitungan Uji Konsistensi Data di Stasiun B

Tabel 2.15
Uji Konsistensi Data di Stasiun B terhadap A, C, D
Stasiun Komulatif Rerata Komulatif
No. Tahun
Hujan B B A,C,D A,C,D
1 2004 274,6 274,6 264,9 264,9
2 2005 233,7 508,3 225,5 490,4
3 2006 315,4 823,7 304,3 794,8
4 2007 265,1 1088,8 255,8 1050,5
5 2008 230,9 1319,7 222,8 1273,3
6 2009 200,5 1520,2 193,4 1466,7
7 2010 293,6 1813,8 283,3 1750,0
8 2011 257,5 2071,3 248,4 1998,4
9 2012 176,7 2248,0 172,3 2170,7
10 2013 256,5 2504,5 247,7 2418,4
11 2014 312,6 2817,1 301,6 2720,0
12 2015 303,1 3120,2 291,2 3011,2
Sumber: Hasil perhitungan

Gambar 2.3
Grafik Uji Konsistensi Stasiun B terhadap A, C, dan D
Kesimpulan: Dari grafik uji konsistensi statasiun B terhadap stasiun A, C dan D
diatas menghasilkan gari kurva lurus atau tidak terjadi patahan , yang mana hal ini dapat
ditarik kesimpulan bahwa data pada stasiun tersebut konsisten.

3. Perhitungan Uji Konsistensi Data di Stasiun C

Tabel 2.16
Uji Konsistensi Data di Stasiun C terhadap A, B, D
Stasiun Komulatif Rerata Komulatif
No. Tahun
Hujan C C A,B,D A,B,D
1 2004 260,1 260,1 269,8 269,8
2 2005 221,4 481,5 229,6 499,4
3 2006 298,8 780,3 309,9 809,2
4 2007 251,1 1031,4 260,4 1069,7
5 2008 218,7 1250,1 226,8 1296,5
6 2009 189,9 1440,0 197,0 1493,5
7 2010 278,1 1718,1 288,4 1781,9
8 2011 243,9 1962,0 253,0 2034,9
9 2012 167,4 2129,4 175,4 2210,3
10 2013 243,0 2372,4 252,2 2462,5
11 2014 296,1 2668,5 307,1 2769,6
12 2015 283,5 2952,0 297,8 3067,3
Sumber: Hasil perhitungan

Gambar 2.4
Grafik Uji Konsistensi Stasiun C terhadap A, B, dan D
Kesimpulan: Dari grafik uji konsistensi statasiun C terhadap stasiun A, B dan D
diatas menghasilkan gari kurva lurus atau tidak terjadi patahan , yang mana hal ini dapat
ditarik kesimpulan bahwa data pada stasiun tersebut konsisten.

4. Perhitungan Uji Konsistensi Data di Stasiun D

Tabel 2.17
Uji Konsistensi Data di Stasiun D terhadap A, B, C
Stasiun Komulatif Rerata Komulatif
No. Tahun
Hujan D D A,B,C A,B,C
1 2004 245,7 245,7 274,6 274,6
2 2005 209,1 454,8 233,7 508,3
3 2006 282,2 737,0 315,4 823,7
4 2007 237,2 974,2 265,1 1088,7
5 2008 206,6 1180,8 230,9 1319,6
6 2009 179,4 1360,2 200,5 1520,1
7 2010 262,7 1622,9 293,6 1813,6
8 2011 230,4 1853,3 257,5 2071,1
9 2012 158,1 2011,4 178,5 2249,6
10 2013 230,0 2241,4 256,5 2506,1
11 2014 279,7 2521,1 312,6 2818,7
12 2015 271,2 2792,3 301,9 3120,5
Sumber: Hasil perhitungan
Gambar 2.5
Grafik Uji Konsistensi Stasiun D terhadap A, B, dan C

Kesimpulan: Dari grafik uji konsistensi statasiun D terhadap stasiun A, B dan C


diatas menghasilkan gari kurva lurus atau tidak terjadi patahan , yang mana hal ini dapat
ditarik kesimpulan bahwa data pada stasiun tersebut konsisten.
D. Kesimpulan

Setelah dilakukan perhitungan untuk menentukan estimasi data hujan yang hilang
melalui Normar Ratio Method didapat :
 Data Hilang di Stasiun A pada tahun 2012 adalah 191,47mm;
 Data Hilang di Stasiun C pada tahun 2006 adalah 298,76mm; dan
 Data Hilang di Stasiun D pada tahun 2013 adalah 230,00mm.

Setelah dilakukan uji konsistensi didapat grafik uji konsistensi data :


 Grafik uji konsistensi data A terhadap B, C dan D didapat kurva garis linier/ tidak
terjadi patahan sehingga disimpulkan uji data tersebut adalah konsisten.
 Grafik uji konsistensi data B terhadap A, C dan D didapat kurva garis linier/ tidak
terjadi patahan sehingga disimpulkan uji data tersebut adalah konsisten.
 Grafik uji konsistensi data C terhadap A, B dan D didapat kurva garis linier/ tidak
terjadi patahan sehingga disimpulkan uji data tersebut adalah konsisten.
 Grafik uji konsistensi data D terhadap A, B dan C didapat kurva garis linier/ tidak
terjadi patahan sehingga disimpulkan uji data tersebut adalah konsisten.