Anda di halaman 1dari 72

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –


Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Jalan merupakan salah satu dari prasarana transportasi yang


mempunyai fungsi vital dalam usaha pengembangan kehidupan masyarakat.
Dalam hal ini jalan berperan penting untuk pemerataan pembangunan,
pertumbuhan ekonomi dan penunjang ketahanan nasional. Sebagai bagian
dari sistem transportasi nasional, jalan mempunyai peranan penting terutama
dalam mendukung ekonomi, sosial budaya, lingkungan, politik, serta
pertahanan keamanan.

Jalan juga mempunyai umur yang direncanakan dalam melayani lalu


lintas yang melewatinya, sehingga seiring berjalannya waktu jalan akan
mengalami penurunan kondisi yang juga akan berpengaruh terhadap
menurunnya kemampuan jalan untuk melayani lalu lintas yang melewatinya.
Hal ini akan menghambat kelancaran perjalanan dan otomatis fungsi dari
jalan tersebut sulit dicapai.

Khususnya pada jalan raya, jalan raya merupakan prasarana


transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk
melakukan mobilisasi keseharian sehingga volume kendaraan yang melewati
suatu ruas jalan mempengaruhi kapasitas dan kemampuan dukung pada ruas
jalan tersebut.Kesediaan jalan sangat berguna bagi masyarakat untuk
melakukan semua aktifitas. Sehingga volume lalu lintas akan semakin padat
tanpa ada pelebaran jalan yang sebanding dengan banyaknya volume lalu
lintas. Mengakibatkan meningkatnya beban yang harus diterima oleh struktur
jalan yang akan memicu terjadi kerusakan pada struktur perkerasan jalan.

Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Departemen Pekerjaan


Umum Direktorat Jendral Bina Marga mengadakan pelebaran jalan. Dalam
melaksanakan suatu proyek pekerjaan jalan, maka dibutuhkan penanganan

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 1
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

yang profesional dan tenaga-tenaga yang memiliki semangat yang tinggi dan
keahlian dibidang pekerjaan jalan,

Oleh karena itu, mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang


khususnya Teknik Sipil pada kurikulum semester V (lima) mengadakan
praktek kerja lapangan. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa mendapatkan
pengalaman dan pengetahuan tambahan tentang teknik pelaksanaan suatu
proyek di lapangan.Sehingga mahasiswa nantinya dapat menyeimbangkan
teori yang didapatkan diperkuliahan dan praktek yang telah di ikuti di
lapangan.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dan Tujuan dari pelaksanaan praktik kerja yang dilakukan,


yaitu untuk mengetahui dan menguasai jalannya pelaksanaan suatu proyek
pembangunan baik secara teknis maupun nonteknis serta menambah
pengetahuan dan pengalaman mahasiswa mengenai pengetahuan di lapangan
yang merupakan aplikasi dari teori yang didapat dari bangku kuliah.
Laporan ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan persoalan yang
perlu diperhatikan dalam pembangunan secara umum. Sehingga akan
diperoleh pertimbangan baru dalam proses pembangunan yang optimal pada
proyek yang serupa.

C. Batasan Masalah
Praktik kerja yang penulis laksanakan, yaitu selama 5 pekan terhitung
mulai tanggal 18 Agustus 2020 sampai dengan 19 September 2020, berdasarkan
hasil kesepakatan dari Ketua Jurusan Teknik Sipil atas nama Pembantu Direktur
1 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Karena keterbatasan waktu, maka praktik
kerja yang dilaksanakan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh, dan oleh
sebab itu penulis membatasi masalah-masalah yang akan dibahas, yaitu pada
bagian-bagian pekerjaan yang berlangsung selama kurun waktu praktik kerja
saja, antara lain :

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 2
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

1. Tinjauan Umum
Mengenai gambaran umum Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae –
Pangkajene Sidrap – Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

2. Tinjauan Khusus
Membahas mengenai pekerjaan yang diamati selama masa praktik
kerja, yaitu pekerjaan pelebaran jalan menuju standar = 3,775 KM –
Rehabilitas jalan dan pemeliharaan rutin jalan menggunakan alat CMM –
pengaspalan lapis antara (AC BC)

D. Metode Praktek Kerja Lapangan


Dalam penulisan ini laporan kerja praktek ini mengambil data yang
dilakukan dengan dua metode, yaitu :

1. Pengambilan Data Primer


a. Metode Pengamatan Langsung (Observasi)
Berupa peninjauan dan pengamatan pada setiap item pekerjaan
yang sedang berlangsung pada Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan
Bangkae – Pangkajene Sidrap – Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu
b. Metode Diskusi
pengambilan data dengan cara berdiskusi dengan berbagai
pihak yang ada lapangan pada saat proyek sedang berlangsung.

2. Pengambilan Data Sekunder


Berupa pengambilan data langsung mengenai proyek tersebut di
kantor, baik gambar, schedule dan administrasi.
Pengambilan data kedua diatas juga termasuk mekanisme survey, adapun
hal-hal yang termasuk mekanisme, yaitu :

Pengumpulan data sekunder :


a. Data dan gambar-gambar desain
b. Data Kontrak

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 3
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

BAB II

GAMBARAN UMUM PROYEK

A. Tinjauan Umum Proyek

Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae–Pangkajene Sidrap


Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu merupakan pembangunan sarana transportasi
yang dapat memberikan pelayanan bagi kegiatan masyarakat dimasa sekarang
dan dimasa yang akan datang, dimana pekerjaan ini terletak di dua kabupaten
yaitu Kabupaten Sidenreng Rappang dan Kabupaten Wajo paket ini KM Awal
177+895 – KM Akhir 286+920
Melalui Proyek Preservasi ini memberikan kontribusi yang sangat besar
bagi masyarakat, yaitu memperlancar arus mobilitas kendaraan dan manusia
yang menggunakannya sebagai sarana transportasi sehari-hari maupun sebagai
sarana penghubung antar-daerah. Pada umumnya rehabilitasi jalan
dimaksudkan untuk memperlancar dan meningkatkan percepatan pembangunan
bidang kehidupan masyarakat lainnya. Dengan terpenuhinya sarana
transportasi ini artinya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat
karena lancarnya arus informasi, transportasi dan komunikasi.
Berdasarkan pertimbangan dan pengamatan, maka pemerintah
menganggap perlu untuk mengadakan Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae–
Pangkajene Sidrap Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu. Mengingat kondisi jalan
yang sempit dan berlubang-lubang, membuat masyarakat kesulitan dalam
beraktifitas sehari-hari. Maka diperlukan adanya perbaikan berupa pelebaran
dan perkerasan aspal baru untuk meningkatkan mutu konstruksi jalan yang
lebih baik dari segi konstruksi dan perkembangan mobilitas kendaraan.
1. Disamping itu proyek dari jalan ini bertujuan untuk :
a. Meningkatkan pelayanan sehingga memberikan kenyamanan dan
keamanan bagi para pemakai jalan.
b. Dengan selesainya pembangunan jalan ini, dapat memperlancar
perjalanan bagi pengguna prasarana jalan.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 4
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

2. Berikut ini adalah tinjauan umum dari proyek :


a. Nama Proyek
Adapun nama proyek yang dimaksud adalah Preservasi Jalan
dan Jembatan Bangkae–Pangkajene Sidrap Tarumpakkae – Bts. Kab
Luwu
b. Lokasi Proyek
Proyek berlokasi di Bangkae-Pangkajene Sidrap Tarumpakkae
-Bts. Kab Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.
c. Biaya Proyek
Biaya proyek sebesar Rp. 57.541.733.276 - (Lima Puluh Tujuh
Milyar Lima Ratus Empat Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh
Tiga Ribu Dua Ratus Tujuh Puluh Enam Rupiah).
d. Nomor Kontrak
HK.02.03/PJN.WIL-I/PPK1.5/01-JLN/I/2020
e. Jangka Waktu Pelaksanaan Proyek
Berdasarkan persetujuan kontrak maka jangka waktu
pelaksanaan proyek dimulai 365 hari kalender dan masa pemeliharaan
365 hari kalender. Berdasarkan kontrak proyek ini termasuk proyek
Reguler, dimana proyek Reguler adalah kontrak pelaksanaan yang
mengikat dana anggaran untuk masa enam sampai delapan bulan dan
dilakukan atas persetujuan Menteri Keuangan untuk pengadaan yang
dibiayai APBN, Gubernur untuk pengadaan yang dibiayai APBN.

B. Pihak-Pihak yang Terlibat Dalam Pelaksanaan Proyek

1. Owner
Owner atau pemilik proyek adalah perorangan atau suatu badan/
instansi atau perusahaan yang menanamkan modal dalam pelaksanaan
proyek. Dalam hal ini yang menjadi pemilik proyek adalah Pemerintah
Republik Indonesia, Pejabat Pembuat Komitmen yang diwakili oleh

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 5
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

M. Husni Arafat, ST.,MT dan Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi


Selatan.

2. Konsultan
Konsultan adalah perorangan atau badan / instansi yang diberikan
kepercayaaan untuk mengawasi dan memeriksa pekerjaan kontraktor serta
memberikan arahan kepada kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan.
Konsultan yang bersangkutan yaitu Konsultan Pengawas. Konsultan
pengawas adalah orang perorangan atau suatu badan / instansi yang
bertugas mengawasi pelaksanaan suatu proyek. Pihak yang bertindak
sebagai konsultan pengawas pada pelaksanaan proyek ini adalah PT.
ARISTA CIPTA Jo. CV.NURITAMA MANDIRI
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan yaitu :
a. Ketua Tim (Site Engineer)
b. Quality Engineer
c. Inspector
d. Material Technician
e. Surveyor
f. Operator Computer

3. Kontraktor
Kontraktor atau pelaksana adalah suatu badan / instansi perusahaan
yang bergerak dalam pelaksanaan proyek. Pelaksanaan dapat berupa
swasta atau perusahaan negara (BUMN). Pihak yang bertindak sebagai
kontraktor atau pelaksana pada proyek ini adalah PT. MARERAYA
MULTIPRATAMA JAYA yang kantor pusatnya beralamat di jalan A.P
Pettarani Ruko Diamond No. 39 Makassar
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan ini yaitu
a. General Superintendent
b. Drafter
c. Surveyor

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 6
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

d. Quantity / Adm. Teknik


e. Quality
f. Administrasi dan Keuangan
g. Pelaksana
h. Logistik dan Gudang
i. K3

C. Hubungan Antar Proyek


Adapun hubungan kerja antara pihak-pihak yang bersangkutan dalam hal
ini Owner diwakili oleh Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal
Bina Marga yang mempercayakan pelaksanaan konstruksi kepada pihak
pelaksana (Kontraktor) yakni PT. Mareraya Multipratama Jaya dalam setiap
kegiatan pelaksanaan.
Owner juga dibantu oleh pihak Konsultan dalam hal pengawasan
(Monitoring) seluruh kegiatan pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh
Kontraktor dimana masing-masing pihak (Konsultan dan Kontraktor)
melaporkan hasil kegiatan yang telah berlangsung setiap bulannya atau pada
waktu yang telah ditentukan sebelumnya untuk dilaporkan kepada pihak
Owner. Konsultan yang ditunjuk oleh pihak Owner yaitu PT. Arista Cipta Jo.
CV.Nuritama Mandiri
Berikut merupakan bagan hubungan kerjasama antara Owner, Konsultan
dan Kontraktor:

OWNER
DINAS BINA MARGA

KONTRAKTOR
KONSULTAN PT. Mareraya Multipratama Jaya
PT. ARISTA CIPTA

Keterangan: Garis Komando

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 7
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

Garis Koordinasi

D. Organisasi Proyek
1. Owner

Perwakilan Owner
M.Husni Arafat, ST.,MT

Pengawas Lapangan
Imran Majid,ST
Owner atau pemilik proyek adalah seseorang atau perusahaan yang
mempunyai dana, memberikan tugas kepada seseorang atau perusahaaan
yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan agar
hasil proyek sesuai sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam hal ini owner
diwakili oleh M.Husni Arafat,ST.,MT dan Dinas Bina Marga Provinsi
Sulawesi Selatan
2. Kontraktor (PT. MARERAYA MULTIPRATAMA JAYA)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 8
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

3. Konsultan ( PT.ARISTA CIPTA Jo. CV.NURITAMA MANDIRI )

E. Aktifitas Proyek

1. Aktifitas Kontraktor
PT. MARERAYA MULTIPRATAMA JAYA
 Divisi I. Umum
1.Mobilisasi
2. Pengujian PH
3. Pengujian Oksigen Terlarut (DO)
4. Pengujian Zat Padat Terlarut (TDS)
5. Pengujian Zat Padat Tersuspensi (TSS)
6. Pengujian Biological Oxygen Demand (BOD)
7. Pengujian Chemical Oxygen Demand (COD)
8. Pengujian Coliform
9. Pengujian E.Coli
10. Pengujian Destruksi
11. Pengujian Temperatur (Suhu)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 9
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

12. Pengujian Vibrasi Lingkungan Untuk Kenyamanan dan Kesehatan


13. Pengujian Tingkat Getaran Kendaraan Bermotor
14. Pengujian Nox
15. Pengujian Sulfurdioksida (SO2)
16. Pengujian Karbondioksida (CO2)
17. Pengujian Hidro Carbon (HC)-CH4
18. Pengujian Total Partikulat (TSP) – Debu
19. Pengujian Timah Hitam (PB)
20. Relokasi Tiang Telepon Yang Ada
21. Relokasi Tiang Listrik Yang Ada, Tegangan Rendah
22. Relokasi Utilitas Pipa Yang Ada
23. Relokasi Tiang Lampu Penerangan Jalan
24. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
25. Manajemen Mutu

 Divisi II. Drainase


1. Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
2. Pasangan Batu Dengan Mortar
3. Gorong - Gorong Pipa Beton Bertulang, Diameter Dalam 95-105 Cm
4. Beton Fc'20 Untuk Struktur Saluran Beton Minor
5. Baja Tulangan Untuk Struktur Saluran Beton Minor

 Divisi III. Pekerjaan Tanah


1. Galian Biasa
2. Galian Perkerasan Beraspal Dengan Cold Milling Machine
3. Galian Perkerasan Beraspal Tanpa Cold Milling Machine
4. Galian Perkerasan Berbutir
5. Timbunan Biasa dari Sumber Galian
6. Timbunan Biasa dari Galian
7. Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
8. Penyiapan Badan Jalan

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 10
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

9. Pemotongan Pohon Pilihan Diameter 30 - 50 Cm

 Divisi IV. Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan


1.Penghamparan Lapis Penutup Bubur Aspal Emulsi, Tipe 2, CSS-
1H/SS-1H

 Divisi V. Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton Semen


1. Lapis Pondasi Agregat Kelas A
2. Lapis Pondasi Agregat Kelas B
3. Lapis Pondasi Agregat Kelas S

 Divisi VI. Perkerasan Aspal


1. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair / Emulsi
2. Lapis Perekat - Aspal Cair / Emulsi
3. Bahan Anti Pengelupasan
4. Laston Lapis Aus Asbuton (AC-WC ASB)
5. Laston Lapis Antara Asbuton (AC-BC ASB)
6. Laston Lapis Pondasi Asbuton (AC-BASE ASB)

 Divisi VII. Struktur


1. Beton Struktur F’c = 20 Mpa
2. Beton Mutu Rendah F’c = 10 Mpa
3. Baja Tulangan Polos BJTP 280
4. Baja Tulangan Sirip BJTS 280
5. Baja Tulangan Sirip BJTS 480A
6. Pasangan Batu

 Divisi VIII. Pengembalian Kondisi dan Pekerjaan Minor

 Divisi IX. Pekerjaan Harian

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 11
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

1. Mandor
2. Pekerja Biasa
3. Truk Bak Datar 3 - 4 M
4. Alat Penggali (Excavator) 80 - 140 PK
5. Pompa Air 70 - 100 mm
6. Marka Jalan Termoplastik
7. Rambu Jalan Tunggal Dengan Permukaan Pemantul Engineer
Grade
8. Kerb Pracetak Jenis 1 (Peninggi/Mountable)
9. Kerb Pracetak Jenis 4 (Penghalang Berparit/Barrier Gutter) T = 20
cm
10. Kerb Pracetak Jenis 6 (Kerb Dengan Bukaan)
11. Kerb Pracetak Jenis 7 (Kerb Pada Pelandaian Trotoar)

 Divisi X. Pekerjaan Pemeliharaan Rutin


1. Timbunan Pilihan Untuk Lereng Tepi Saluran
2. Pasangan Batu Dengan Mortar
3. Campuran Aspal Panas
4. Penetrasi Macadam Tanpa Atau Dengan Asbuton
5. Perbaikan Pasangan Batu
6. Pengecatan Kerb dan Median
7. Pengendalian Tanaman
8. Pembersihan Drainase
9. Pembersihan Patok/Rambu
10. Pembersihan Jembatan
11. Pengecatan Sederhana

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 12
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

2. Aktifitas Konsultan
PT. VIRAMA KARYA
 Mengawasi pelaksanaan baik dari segi kualitas maupun kuantitas
pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor pelaksana
 Membuat dan menyusun format laporan
 Memberikan masukan tentang solusi pada masalah/hambatan dalam
pekerjaan proyek.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 13
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

BAB III

METODE PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

A. Tinjauan Umum Pelaksanaan Proyek


Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan
Bangkae – Pangkajene Sidrap – Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu dilaksanakan
pada tanggal 14 Januari - 31 Desember. Proyek ini dilaksanakan karena tidak
memungkinkannya kondisi jalan poros propinsi yang sering dilalui masyarakat
yang berlubang, maka Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan memutuskan
untuk melaksanakan preservasi dan pelebaran jalan.
Perkerasan jalan yang digunakan pada proyek ini adalah Flexible Pavement
sebagai bahan perekat.Secara umum keadaan jalan yang dikerjakan merupakan
jalan yang sudah mengalami perkerasan jalan sebelumnya.
Oleh karena ruas jalan ini merupakan jalan propinsi maka perkembangan
ekonomi masyarakat bergantung pada kelancaran arus barang dan manusia
sehingga dengan terlaksananya proyek ini diharapkan dapat meningkatkan
kegiatan ekonomi Sulawesi Selatan pada masa sekarang ataupun masa yang akan
datang..

B. Lingkup Pekerjaan
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts.Kab Luwu merupakan proyek yang dilaksanakan untuk
meningkatkan mutu dan kelancaran pelayanan bagi pemakai jalan dimana jarak
untuk Pelebaran 3,755 km, Rekonstruksi/Rehabilitasi 8,05 km, Pemeliharaan
Rutin Jalan 102.18 km, Preservasi Jembatan 0.89 km dan Preservasi Rutin
Jembatan 0.45 km. Berdasarkan tanggal kontrak, proyek ini berjalan sejak
tanggal 14 Januari 2020 hingga 31 Desember 2020

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 14
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

Adapun pelaksanaan pada pekerjaan ini, meliputi:

DIVISI 1, UMUM

1.2 Mobilisasi
1.8.(1) Manajemen Dan Keselamatan Lalu Lintas
1.17.(1a) Pengujian PH
1.17.(1b) Pengujian Oksigen Terlarut (DO)
1.17.(1c) Pengujian Zat Padat Terlarut (TDS)
1.17.(1d) Pengujian Zat Padat Tersuspensi (TSS)
1.17.(1e) Pengujian Biological Oxygen Demand (BOD)
1.17.(1f) Pengujian Chemical Oxygen Demand (COD)
1.17.(3b) Pengujian Sulfurdioksida (SO2)
1.17.(3c) Pengujian Karbondioksida
1.17.(3e) Pengujian Total Partikulat (TSP) – Debu
1.17.(3f) Pengujian Timah Hitam (Pb)
1.17.(3g) Pengujian Parameter Udara Emisi dan Ambien Lainnya
1.19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1.21 Manajemen Mutu

DIVISI 2, DRAINASE
2.1.(1) Galian Untuk Drainase Selokan Dan Saluran Air
2.2.(1) Pasangan Batu Dengan Mortar

DIVISI 3, PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK


3.1.(1) Galian Biasa
3.1.(4) Galian Struktur Dengan Kedalaman 0-2 Meter
3.1.(7) Galian Perkerasan Beraspal Dengan Cold Milling Machine
3.1.(8) Galian Perkerasan Beraspal Tanpa Cold Milling Machine
3.1.(9) Galian Perkerasan Berbutir
3.2.(1a) Timbunan Biasa Dari Sumber Galian
3.2.(1b) Timbunan Biasa Dari Hasil Galian
3.2.(2a) Timbunan Pilihan Dari Sumber Galian

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 15
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

3.3.(1) Penyiapan Badan Jalan


3.4.(2) Pemotongan Pohon Pilihan Diameter 15 – 30 Cm
3.4.(3) Pemotongan Pohon Pilihan Diameter > 30 – 50 Cm
3.4.(4) Pemotongan Pohon Pilihan Diameter > 50 – 75 Cm
Skh-1.3.8.(1) Geomembrane Jenis HDPE Halus (t-1,00 mm)

DIVISI 5, PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN


5.1.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
5.1.(3) Lapis Pondasi Agregat Kelas S

DIVISI 6, PERKERASAN ASPAL


6.1.(1) Lapis Resap Pengikat – Aspal Cair / Emulsi
6.1.(2a) Lapis Perekat – Aspal Cair / Emulsi
6.3.(5a) Laston Lapis Aus (AC – WC)
6.3.(6a) Laston Lapis Antara (AC – BC)
6.3.(7a) Laston Lapis Pondasi (AC – Base)
6.3.(8) Bahan Anti Pengelupasan
6.5.(1) Laston Lapis Aus Asbuton (AC – WC Asb)
6.5.(2) Laston Lapis Antara Asbuton (AC – BC Asb)
6.5.(3) Laston Lapis Pondasi Asbuton (AC – Base Asb)

DIVISI 7, STRUKTUR
7.1.(5a) Beton Struktur, fc’ 30 MPa
7.1.(7a) Beton Struktur, fc’ 20 MPa
7.1.(10) Beton, fc’ 10 MPa
7.3.(1) Baja Tulangan Polos BjTP 280
7.3.(2) Baja Tulangan Sirip BjTP 280
7.4.(1b) Penyediaan Baja Struktur Grade 345 (Kuat Leleh 345 MPa)
7.4.(2) Pemasangan Baja Struktur
7.6.(10b) Penyediaan Tiang Pancang Beton Bertulang Pracetak Ukuran 300 mm
x 300 mm

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 16
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

7.6.(16b) Pemancangan Tiang Pancang Beton Bertulang Pracetak Ukuran


300mm x 300mm
7.7.(1) Dinding Sumuran Silinder Terpasang, Diameter …..
7.9.(1) Pasangan Batu
7.11.(1a) Sambungan Siar Muai Tipe Asphaltic Plug Fixed
7.12.(3) Landasan Elastomerik Sintetis Ukuran 450 mm x 450 mm x 80 mm
7.13.(1) Sandaran (Railing)
7.14.(1) Papan Nama Jembatan
7.16.(3a) Pipa Drainase PVC Diameter 75 mm

DIVISI 9, PEKERJAAN HARIAN DAN PEKERJAAN LAIN-LAIN


9.2.(1) Marka Jalan Thermoplastik
9.2.(5) Patok Pengarah
9.2.(6b) Patok Hektometer
9.2.(24) Pohon Jenis Mahoni

DIVISI 10, PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA


10.1.(4) Perbaikan Lapis Pondasi Agregat Kelas A
10.1.(6) Perbaikan Lapis Pondasi Agregat Kelas S
10.1.(9) Perbaikan Campuran Aspal Panas
10.1.(21) Pembersihan Drainase
10.1.(22) Pengendalian Tanaman
10.2.(1) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Tarumpakkae I Bentang 61,20 M
10.2.(2) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Cinaga Bentang 7,60 M
10.2.(3) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Sakkoli Bentang 11,30 M
10.2.(4) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Teppoe Bentang 7,40 M
10.2.(5) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Mareppi Bentang 10,50 M
10.2.(6) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Bulo Bentang 16,00 M
10.2.(7) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Lalengpatae Bentang 11,60 M
10.2.(8) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Kulampu II Bentang 8,90 M
10.2.(9) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Laminanga Bentang 12,10 M

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 17
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

10.2.(10) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Wesue Bentang 10,40 M


10.2.(11) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Maccipiurange Bentang 12,50 M
10.2.(12) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Kampuasa Bentang 8,50 M
10.2.(13) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Lapareppa Bentang 9,00 M
10.2.(14) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Kera Bentang 41,00 M
10.2.(15) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Bulolabawang II Bentang 15,80 M
10.2.(16) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Labawang Bentang 24,40 M
10.2.(17) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Polewali Bentang 23,10 M
10.2.(18) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Bulete Bentang 52,00 M
10.2.(19) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Pabelli III Bentang 10,30 M
10.2.(20) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Pabelli IV Bentang 11,00 M
10.2.(21) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Siwa Bentang 56,30 M
10.2.(22) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. T. Pangkajene Bentang 9,90 M
10.2.(23) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Empagae I Bentang 7,00 M
10.2.(24) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Empagae II Bentang 25,40 M
10.2.(25) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Metti / S. Galuah Bentang
6,00 / 5,70 M
10.2.(26) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Padange Bentang 25,40 M
10.2.(27) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Tengngah Bentang 14,70 M
10.2.(28) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Lancirang Bentang 25,40 M
10.2.(29) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Pannyila Bentang 8,00 M
10.2.(30) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Nase I Bentang 14,60 M
10.2.(31) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Jampu Bentang 26,20 M
10.2.(32) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Tanru Tedong Bentang 83,00 M
10.2.(33) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Pokko Bentang 25,40 M
10.2.(34) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Bali Bellae Bentang 25,40 M
10.2.(35) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Kalosi I Bentang 9,80 M
10.2.(36) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Kalosi II Bentang 6,20 M
10.2.(37) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Awakaluku Bentang 12,00 M
10.2.(38) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Awotarae II Bentang 8,00 10.2.(39)
Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Galung Bentang 10,00 M

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 18
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

10.2.(40) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Pallae Bentang 6,50 M


10.2.(41) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Pengairam Bila Bentang 8,40 M
10.2.(42) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Sappewalie Bentang 14,00 M
10.2.(43) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Calaccu Bentang 8,20 M
10.2.(44) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Kae Bentang 9,50 M
10.2.(45) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Dua Bentang 13,20 M
10.2.(46) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Lamata Bentang 8,50 M
10.2.(47) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Congki Bentang 36,50 M
10.2.(48) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Lumpue Bentang 14,00 M
10.2.(49) Pemeliharaan Kinerja Jembatan S. Mate Bentang 11,80 M

C. Sumber Daya
1. Bahan-bahan
a. Asphalt
b. As. Buton Lawele
c. Batu
d. Semen Portland
e. Pasir
f. Baja Tulangan
g. Material Pilihan
h. Bahan Timbunan Biasa
i. Bahan Timbunan Pilihan
j. Agregat Kelas S
k. Agregat Kelas A
l. Aspal Prime Coat Emulsi
m. Aspal Tack Coat Emulsi
n. Agregat 2-3
o. Agregat 1-2
p. Agregat 0,5-1
q. Zat Aditif Anti Pengelupasan
r. Abu Batu

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 19
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

2. Tenaga Kerja
3. Alat-alat yang digunakan
a. Wheel Loader berfungsi untuk memuat material

b. Stone Crusher berfungsi untuk memecahkan batu.

c. Asphalt Mixing Plan (AMP) berfungsi untuk mencampur aspal

d. Excavator berfungsi untuk menggali / cutting

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 20
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

e. Dump Truck berfungsi mengangkut material

f. Motor grader berfungsi membentuk bdaln jalan meratakan dan


menghampar agregat.

g. Asphalt Finisher berfungsi menghampar campuran Aspal

h. Asphalt Sparayer berfungsi menyiramkan aspal.


i. Vibrator Roller berfungsi memadatkan lahan.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 21
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

j. Pneumatic Tire Roller berfungsi memadatkan lahan.

k. Compressor berfungsi membersihkan lahan


l. Water Truck berfungsi untuk mengangkut, ,menyiram, dan mengisi.
m.Tandem Roller berfungsi untuk memedatkan lahan

n. Generator Set berfungsi sebagai sumber listrik.

o. Core Drill berfungsi untuk menentukan atau mengambil sampel


perkerasan dilapangan sehingga bisa diketahui karakteristik campuran
perkerasan.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 22
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

p. Jack Hammer adalah alat Pneumatic atau electromechancial yang


menggabungkan palu langsung dengan pahat.berfungsi untuk mengebor
memecahkan aspal, beton dan batu.

q. Concrete Mixer berfungsi untuk mengaduk campuran.


r. Cold Miling Mechine (CMM) adalah alat untuk mengupas lapis
perkerasan aspal yang lama.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 23
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

D. Metode Pelaksanaan Pekerjaan

1. Pemotongan Pohon Pilihan diameter 30 – 50 cm


a. Uraian :
Pemotongan pohon yang dipilih harus terdiri dari pemotongan
semua pohon yang ditunjukkan dalam Gambar atau ditetapkan oleh
Direksi Pekerjaan dengan diameter Dia. 30 – 50 cm yang diukur satu
meter di atas permukaan tanah. Pekerjaan ini harus termasuk tidak
hanya penyingkiran dan pembuangan sampai dapat diterima oleh
Direksi Pekerjaan atas setiap pohon tetapi juga tunggul dan akar-
akarnya. Ilustrasi Pemotongan Pohon Pilihan tersebut dapat dilihat
pada Gambar 3.1.
b. Material yang digunakan :
Tidak ada material yang digunakan
c. Peralatan yang digunakan :
1) Chainsaw
2) Dump Truck
3) Alat Bantu
d. Urutan Pelaksanaan :
1) Pemotongan pohon
2) Penimbunan bekas lubang akar pohon yang ditebang
3) Membersihkan sisa – sisa penebangan pohon dan membuangnya
ke lokasi yang telah ditentukan menggunakan Dump Truck

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 24
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

e. Metode Pelaksanaan :
1) Menetapkan pohon yang akan ditebang
2) Pohon yang telah ditetapkan untuk ditebang harus dipotong mulai
dari atas ke bawah menggunakan alat Chainsaw. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Ilustrasi pekerjaan pemotongan pohon pilihan


3) Setelah penebangan selesai selanjutnya menimbun kembali
lubang – lubang yang disebabkan oleh tunggul dan akar-akarnya
dengan bahan yang cocok dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
4) Membersihkan atau membuang sisa – sisa penebangan pohon
menggunakan Dump Truck yang di kerjakan oleh beberapa
pekerja, pembongkaran tunggul, akar dan sampah lainnya pada
lokasi pembuangan yang telah ditentukan oleh direksi pekerjaan.
Catatan :
Sebelum bekerja kontraktor harus menerima gambar
penampang melintang Kontrak maupun mengajukan kepada Direksi
Pekerjaan sebelum memulai pekerjaan, perbaikan¬ - perbaikan
terperinci terhadap gambar penampang melintang yang menunjukkan

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 25
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

titik – titik lokasi pohon yang akan ditebang sebelum pemotongan


pohon akan dilaksanakan.

2. Lapis Pondasi Aggregat Kelas A


a. Uraian :
Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pengangkutan,
penghamparan dan pemadatan bahan untuk pelaksanaan Perkerasan
Berbutir Tanpa Penutup Aspal (Lapis Permukaan Agregat dan Lapis
Pondasi Agregat) diatas permukan yang telah disiapkan dan diterima
sesuai dengan ketentuan dan detail yang ditunjukkan dalam gambar
atau sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan. Pemasokan bahan akan
mencakup, jika perlu, pemecahan, pengayakan, pencampuran dan
operasi-operasi lainnya yang diperlukan, untuk memperoleh bahan
yang memenuhi ketentuan dari Spesifikasi ini. Untuk lebih jelasnya
metode Ii Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A dapat dilihat pada
Gambar 3.2.

Gambar 3.2 Ilustrasi pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A

b. Material yang digunakan :


1) Agregat

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 26
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

2) Kelas A
c. Peralatan yang digunakan untuk hampar padat :
1) Wheel Loader
2) Dump Truck
3) Motor Grader
4) Vibrator Roller
5) Water Tanker
6) Alat bantu
d. Urutan Pelaksanaan :
1) Penyiapan material aggregat kelas A.
2) Material diangkut ke lapangan menggunakan Dump Truck
3) Penghamparan dengan Motor Grader
4) Pemadatan dengan Vibrator Roller
5) Penyiraman dengan Water Tanker
e. Metode Pelaksanaan :
1) Pencampuran material dengan komposisi sesuai kebutuhan dan
pengangkutan material ke lapangan.
2) Material dihampar menggunakan Motor Grader dengan ketebalan
sesuai dengan gambar. Jarak pendropan diperhitungkan dengan
rencana ketebalan agar proses penghamparan dengan Motor
Grader bisa berjalan efektif dan efisien.
3) Pemadatan dilakukan menggunakan Vibrator Roller dengan
lintasan yang di isyaratkan atau sesuai hasil trial pemadatan yang
telah disetujui, dan hanya dilakukan pada saat kadar air berada
dalam rentang 3% dibawah dan 1% di atas kadar air optimum.
Pemadatan mulai dilakukan dari pinggir sisi kiri dan kanan dan
mengarah ketengah untuk mempertahankan lebar hamparan yang
diinginkan. Hasil pemadatan harus mencapai minimal 100 % dari
kepadatan kering. Jika perlu, pemadatan akhir dilakukan dengan
mesin gilas roda karet jika terdapat hasil pemadatan dengan
degradasi berlebihan.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 27
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

4) Hasil pengujian kepadatan dan kadar air diserahkan ke Direksi.


5) Pembersihan dan perapihan akan dilakukan kemudian dengan
menggunakan tenaga pekerja.

Catatan :

1) Pada permukaan semua Lapis Pondasi Agregat tidak boleh


terdapat ketidakrataan yang dapat menampung air dan semua
punggung (camber) permukaan itu harus sesuai dengan yang
ditunjukkan dalam Gambar.
2) Tebal minimum Lapis Pondasi Agregat Kelas A tidak boleh
kurang dari tebal yang disyaratkan.
3) Pada permukaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A yang disiapkan
untuk lapisan resap pengikat atau pelaburan permukaan, bilamana
semua bahan yang terlepas harus dibuang dengan sikat yang
keras, maka penyimpangan maksimum pada kerataan permukaan
yang diukur dengan mistar lurus sepanjang 3 m, diletakkan sejajar
atau melintang sumbu jalan, maksimum satu sentimeter.

3. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair


a. Uraian :
Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penghamparan bahan
aspal pada permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk
pemasangan lapisan beraspal berikutnya. Lapis resap pengikat
dihampar di atas permukaan lapis pondasi agregat yang telah
dikerjakan.
b. Material yang digunakan :
1) Aspal
2) Kerosene
c. Peralatan yang digunakan :
1) Asphalt Distributor
2) Compressor

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 28
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

d. Metode Pelaksanaan :
1) Sebelum penyemprotan asphalt dimulai, permukaan harus
dibersihkan dengan memakai alat pembersih mekanis Compressor
2) Bilamana peralatan ini belum dapat memberikan permukaan yang
benar-benar bersih, penyapuan tambahan harus dikerjakan manual
dengan sikat yang kaku.
3) Asphalt Emulsi untuk Prime Coat dituang ke dalam Tangki aspal
distributor untuk selanjutnya diangkut ke lapangan
4) Campuran Prime Coat tersebut disemprotkan ke atas permukaan
yang akan dilapis dengan menggunakan Asphalt Distributor.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.3.

Gambar 3.3 Ilustrasi pekerjaan lapis resap pengikat – aspal cair

4. Lapis Perekat - Aspal Cair


a. Uraian
Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penghamparan bahan
aspal pada permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk
pemasangan lapisan beraspal berikutnya. Lapis perekat harus
dihampar di atas permukaan lapis pondasi.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 29
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

b. Material yang digunakan :


1) Aspal
2) Kerosene
c. Peralatan yang digunakan :
1) Asphalt Distributor
2) Compressor
d. Metode Pelaksanaan :
1) Sebelum penyemprotan asphalt dimulai, permukaan harus
dibersihkan dengan memakai alat pembersih mekanis Compressor
2) Bilamana peralatan ini belum dapat memberikan permukaan yang
benar-benar bersih, penyapuan tambahan harus dikerjakan manual
dengan sikat yang kaku.
3) Asphalt Emulsi untuk Tack Coat dituang ke dalam Tangki aspal
distributor untuk selanjutnya diangkut ke lapangan
4) Campuran Tack Coat tersebut disemprotkan ke atas permukaan
yang akan dilapis dengan menggunakan Asphalt Distributor.
Untuk lebih jelasnya dapat Dilihat Pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4 Ilustrasi pekerjaan lapis perekat – aspal cair

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 30
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

5. Laston – Lapis Aus (AC-WC)


a. Uraian :
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet
berupa lapis perata, lapis pondasi atau lapis aus campuran beraspal
panas yang terdiri dari agregat dan bahan aspal yang dicampur secara
panas di AMP, serta menghampar dan memadatkan campuran tersebut
di atas pondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan sesuai
garis, ketinggian dan potongan memanjang yang ditunjukkan dalam
Gambar Rencana dengan asumsi rancangan yang berkenaan dengan
kadar aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan keawetan sesuai
dengan lalu-lintas rencana. Adapun tebal rencana ialah 4 cm dengan
lebar rencana 7 m.
b. Material yang digunakan :
1) Lolos screen2 ukuran ( 9.5 - 19,0)
2) Lolos screen2 ukuran ( 0 - 5)
3) Semen
4) Aspal
c. Peralatan yang digunakan :
1) Wheel Loader
2) AMP
3) Genzet
4) Dump Truck
5) Asphalt Finisher
6) Tandem Roller
7) P. Tyre Roller
8) Alat bantu
d. Urutan Pelaksanaan :
1) Pencampuran komponen-komponen material sesuai prosentase di
atas dengan alat AMP (Asphalt Mixing Plant) yang dibantu
dengan alat Wheel Loader dan Genzet.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 31
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

2) Material yang telah dicampur dalam keadaan panas, diangkut ke


lapangan.
3) Penghamparan dengan Asphalt Finisher
4) Pemadatan awal dengan Tandem Roller
5) Pemadatan lanjutan dengan P. Tyre Roller
6) Pemadatan Final dengan Tandem Roller
e. Metode Pelaksanaan :
Untuk persiapan pekerjaan perkerasan aspal dilakukan tahapan
sebagai berikut :
1) Menyerahkan contoh bahan yang disetujui penggunaannya
kepada direksi Pekerjaan untuk disimpan selama periode kontrak
sebagai pedoman atau rujukan.
2) Menyerahkan kepada direksi, bahan aspal yang diusulkan berikut
keterangan asal sumbernya, data-data pengujian sifat-sifatnya
baik sebelum maupun sesudah pengujian, kehilangan berat aspal
sesuai prosedur diisyaratkan.
3) Menyerahkan kepada direksi pekerjaan data-data hasil pengujian
seluruh bahan secara tertulis.
4) Menyerahkan kepada direksi, laporan tertulis setiap pemasokan
aspal beserta data sifat-sifat bahan sesuai yang diisyaratkan.
5) Menyerahkan kepada direksi, rumus perbandingan campuran
beserta data-data hasil pengujian yang mendukung sesuai dengan
yang disyaratkan secara tertulis.
6) Sebelum pekerjaan pengaspalan dimulai, harus dilaksanakan
percobaan pemadatan (trial compaction).
7) Gambar – gambar kerja ( Shop Drawing ) dan Pengukuran.
Gambar – gambar kerja dipelajari, koordinat BM (x,y,z) yaitu
elevasi dan koordinat (x, y) dipindahkan ke lokasi terdekat
dengan lokasi kerja, dengan dibuat Titik Ikat ( Titik Bantu ) yang
terlindungi (tidak mudah rusak).

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 32
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

8) Dilaksanakan stake out yaitu pemasangan patok-patok di center


line badan landasan sesuai dengan STA tiap jarak 10 meter. Dari
Patok center line off set posisi tepi inner perkerasan aspal dan
posisi tepi luar perkerasan aspal. Kemudian dilakukan joint
survey dengan Konsultan pengawas.
9) Persiapan lain yaitu pengecekan kondisi AMP, Dump Truck,
Tandem Roller, P. Tyre Roller, harus dalam kondisi siap
beroperasi dan alat-alat bantu harus bersih dari material bitumen
yang melekat. Tersedia selalu penutup atau terpal, untuk keadaan
darurat seperti hujan, angin dingin.
10) Dilakukan pengecekan kebutuhan personil yang terlibat
( Pelaksana, Operator, teknisi Laborat, Mekanik, tenaga Kerja dan
lain-lain ).
11) Periksa kondisi cuaca apakah memenuhi syarat untuk
dilaksanakan pengaspalan.
f. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan:
1) Pencampuran material sesuai dengan JMF yang telah disepakati
sebelumnya menggunakan Asphalt Mixing Plant(AMP) dengan
suhu hingga 160°C yang dibantu dengan wheel loader.
2) Pengangkutan aspal dengan Dump Truck. Setiap Dump Truck
harus ditimbang setelah dimuati dan harus ada catatan mengenai
berat kotor, berat bersih, berat kendaraan, dan waktu operasi
pengangkutan.
3) Sebelum aspal dihampar dicek suhunya dengan Thermometer.
4) Hotmix dihampar pada permukaan yang telah disetujui.
Permukaan yang akan dihampar harus dibersihkan sebelum
penghamparan dari bahan yang lepas dengan menggunakan sapu
mekanis yang disetujui direksi pekerjaan dibantu dengan cara
manual bila diperlukan.
5) Setelah lahan pengaspalan siap dan telah disetujui Konsultan
Pengawas dilakukan pengaspalan dengan urutan sebagai berikut :

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 33
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

 Dibuat garis lurus dari kapur, pertama garis lurus untuk


screed plate, kedua garis kapur untuk rantai Waktu
pengaspalan harus lurus dengan garis kapur yang ada.
Material aspal beton boleh dihampar setelah mendapat
persetujuan dari teknisi laboratorium dan Konsultan
Pengawas.
 Harus diperhatikan kelurusan Asphalt Finisher menurut garis
kapur yang ada. Jika sudah jalan, ternyata aspal lebih tebal
dari yang dibutuhkan, maka thickness harus dicek lagi sampai
didapat tebal yang dibutuhkan, baru diberi tanda pada garis
yang ada untuk pekerjaan selanjutnya.
 Sebelum memulai penghamparan sepatu (screed) alat
penghampar harus dipanaskan. Campuran aspal dihampar dan
diratakan sesuai dengan kelandaian, elevasi, serta bentuk
penampang melintang yang disyaratkan.
 Penghamparan dimulai dari elevasi permukaan yang lebih
rendah menuju elevasi permukaan yang lebih tinggi.
 Waktu Dump Truck satu sudah selesai, dan ternyata aspal di
dalam hopper akan habis, maka hopper cepat ditutup, untuk
menjatuhkan aspal yang dipinggir hopper. Kemudian dibuka
lagi dan baru Dump Truck yang kedua, demikian seterusnya.
 Dump Truck tidak boleh membentur Asphalt Finisher dan
Asphalt Finisher yang boleh membentur dan mendorong
Dump Truck pada saat pengisian. Crawler atau roda Asphalt
Finisher tidak boleh menginjak ceceran campuran.
 Waktu bekerja hopper harus selalu penuh, jika Dump
Truck terlambat terpaksa Asphalt Finisher berhenti dan
maju beberapa meter untuk dipadatkan. Setelah Dump
Truck datang, Asphalt Finisher mundur lagi untuk
meneruskan kelanjutannya. Temperatur sisa campuran
aspal yang belum dihampar dijaga agar tidak kurang dari

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 34
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

temperatur yang disyaratkan. siklus pengisian aspal dari


Dump Truck ke Asphalt Finisher tidak boleh terlambat.
 Alat penghampar dioperasikan dengan kecepatan yang
disetujui oleh direksi pekerjaan dan dijaga agar tetap
stabil selama penghamparan dan pembentukan.
 Bila terjadi segregasi, koyakan atau alur pada
permukaan, maka alat penghampar dihentikan dan
dijalankan lagi setelah diketahui penyebab dari
terjadinya hal tersebut serta dilakukan perbaikan.
 Sambungan longitudinal pada satu lapisan harus
menggeser dari sambungan pada lapisan dibawahnya
kira-kira 15 cm. Namun sambungan pada lapisan teratas
harus pada sumbu (center line) mempunyai lebih dari 2
lajur, kecuali ditentukan lain.
6) Setelah campuran aspal dihampar, maka harus dipadatkan
dengan digilas. Penggilasan harus 3 tahap sebagai berikut :
 Penggilasan awal (break down rolling)
→ Tandem Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.5 Point 2)
 Penggilasan sekunder (intermediate rolling)
→ P. Tyre Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.5 Point 3)
 Penggilasan akhir (finishing rolling)
→ Tandem Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.5 Point 4)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 35
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

Gambar 3.5 Ilustrasi pekerjaan laston lapis aus (AC-WC)

7) Penggilasan awal atau pemadatan awal dengan Tandem Roller


pada suhu hotmix 125oC - 160oC, untuk itu harus dijaga suhu
hotmix dari Plant dan saat perjalanan dari AMP ke lokasi
penghamparan.
8) Pertama-tama penggilasan dilakukan pada sambungan
melintang yang telah dipasang kasau, dengan ketebalan yang
diperlukan untuk menahan campuran aspal akibat penggilasan.
Bila sambungan melintang dibuat untuk menyambung lajur
yang dikerjakan sebelumnya maka lintasan awal harus
dilakukan sepanjang sambungan memanjang untuk jarak yang
pendek.
9) Penggilasan dimulai dari tempat sambungan memanjang dan
kemudian dari tepi luar. Penggilasan dilanjutkan sejajar
dengan sumbu jalan berurutan menuju ke arah sumbu jalan.
Pada super elevasi tikungan penggilasan dimulai dari tempat
yang rendah ke tempat yang tinggi, lintasan berurutan harus
saling tumpang tindih (overlap) minimum setengah lebar roda

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 36
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

dan lintasan-lintasan tersebut tidak boleh berakhir pada titik


yang kurang dari meter dari lintasan sebelumnya. Pemadatan
bagian tepi jalan harus dilakukan sampai daerah diluar
pengaspalan selebar 3 – 5 cm.
10) Penggilasan pada sambungan memanjang dimulai dengan
menggilas lajur yang telah dihampar sebelumnya sehingga
tidak lebih dari lebar roda penggilas yang menggilas tepi
sambungan yang belum dipadatkan. Selanjutnya alat pemadat
digeser sedikit demi sedikit melewati sambungan sampai
diperoleh sambungan yang dipadatkan dengan rapi
6. Laston – Lapis Antara (AC-BC)
a. Uraian
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet
berupa lapis perata, Lapis antara,lapis pondasi atau lapis campuran
beraspal panas yang terdiri dari agregat dan bahan aspal yang
dicampur secara panas di AMP, serta menghampar dan memadatkan
campuran tersebut di atas pondasi atau permukaan jalan yang telah
disiapkan sesuai garis, ketinggian dan potongan memanjang yang
ditunjukkan dalam Gambar Rencana dengan asumsi rancangan yang
berkenaan dengan kadar aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan
keawetan sesuai dengan lalu-lintas rencana. Adapun tebal rencana
ialah 6 cm dengan lebar rencana 7,1 m.
b. Material yang digunakan :
1) Lolos screen2 ukuran ( 9.5 - 19,0)
2) Lolos screen2 ukuran ( 0 - 5)
3) Semen
4) Aspal
c. Peralatan yang digunakan :
1) Wheel Loader
2) AMP
3) Genzet

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 37
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

4) Dump Truck
5) Asphalt Finisher
6) Tandem Roller
7) P. Tyre Roller
8) Alat bantu
d. Urutan Pelaksanaan :
1) Pencampuran komponen-komponen material sesuai presentase di
atas dengan alat AMP (Asphalt Mixing Plant) yang dibantu
dengan alat Wheel Loader dan Genzet.
2) Material yang telah dicampur dalam keadaan panas, diangkut ke
lapangan.
3) Penghamparan dengan Asphalt Finisher
4) Pemadatan awal dengan Tandem Roller
5) Pemadatan lanjutan dengan P. Tyre Roller
6) Pemadatan Final dengan Tandem Roller

e. Metode Pelaksanaan :
Untuk persiapan pekerjaan perkerasan aspal dilakukan tahapan
sebagai berikut :
1) Menyerahkan contoh bahan yang disetujui penggunaannya
kepada direksi Pekerjaan untuk disimpan selama periode kontrak
sebagai pedoman atau rujukan.
2) Menyerahkan kepada direksi, bahan aspal yang diusulkan berikut
keterangan asal sumbernya, data-data pengujian sifat-sifatnya
baik sebelum maupun sesudah pengujian, kehilangan berat aspal
sesuai prosedur diisyaratkan.
3) Menyerahkan kepada direksi pekerjaan data-data hasil pengujian
seluruh bahan secara tertulis.
4) Menyerahkan kepada direksi, laporan tertulis setiap pemasokan
aspal beserta data sifat-sifat bahan sesuai yang diisyaratkan.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 38
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

5) Menyerahkan kepada direksi, rumus perbandingan campuran


beserta data-data hasil pengujian yang mendukung sesuai dengan
yang disyaratkan secara tertulis.
6) Sebelum pekerjaan pengaspalan dimulai, harus dilaksanakan
percobaan pemadatan (trial compaction).
7) Gambar – gambar kerja ( Shop Drawing ) dan Pengukuran.
Gambar – gambar kerja dipelajari, koordinat BM (x,y,z) yaitu
elevasi dan koordinat (x, y) dipindahkan ke lokasi terdekat
dengan lokasi kerja, dengan dibuat Titik Ikat ( Titik Bantu ) yang
terlindungi (tidak mudah rusak).
8) Dilaksanakan stake out yaitu pemasangan patok-patok di center
line badan landasan sesuai dengan STA tiap jarak 10 meter. Dari
Patok center line off set posisi tepi inner perkerasan aspal dan
posisi tepi luar perkerasan aspal. Kemudian dilakukan joint
survey dengan Konsultan pengawas.
9) Persiapan lain yaitu pengecekan kondisi AMP, Dump Truck,
Tandem Roller, P. Tyre Roller, harus dalam kondisi siap
beroperasi dan alat-alat bantu harus bersih dari material bitumen
yang melekat. Tersedia selalu penutup atau terpal, untuk keadaan
darurat seperti hujan, angin dingin.
10) Dilakukan pengecekan kebutuhan personil yang terlibat
( Pelaksana, Operator, teknisi Laborat, Mekanik, tenaga Kerja dan
lain-lain ).
11) Periksa kondisi cuaca apakah memenuhi syarat untuk
dilaksanakan pengaspalan.

f. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan :


1) Pencampuran material sesuai dengan JMF yang telah disepakati
sebelumnya menggunakan Asphalt Mixing Plant (AMP) dengan
suhu hingga 160°C yang dibantu dengan wheel loader.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 39
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

2) Pengangkutan aspal dengan Dump Truck. Setiap Dump Truck


harus ditimbang setelah dimuati dan harus ada catatan mengenai
berat kotor, berat bersih, berat kendaraan, dan waktu operasi
pengangkutan.
3) Sebelum aspal dihampar dicek suhunya dengan Thermometer.
4) Hotmix dihampar pada permukaan yang telah disetujui.
Permukaan yang akan dihampar harus dibersihkan sebelum
penghamparan dari bahan yang lepas dengan menggunakan sapu
mekanis yang disetujui direksi pekerjaan dibantu dengan cara
manual bila diperlukan.
5) Setelah lahan pengaspalan siap dan telah disetujui
Konsultan.Pengawas dilakukan pengaspalan dengan urutan
sebagai berikut:
 Dibuat garis lurus dari kapur, pertama garis lurus untuk
screed plate, kedua garis kapur untuk rantai . Waktu
pengaspalan harus lurus dengan garis kapur yang ada.
Material aspal beton boleh dihampar setelah mendapat
persetujuan dari teknisi laboratorium dan Konsultan
Pengawas.
 Harus diperhatikan kelurusan Asphalt Finisher menurut
garis kapur yang ada. Jika sudah jalan, ternyata aspal lebih
tebal dari yang dibutuhkan, maka thickness harus dicek
lagi sampai didapat tebal yang dibutuhkan, baru diberi
tanda pada garis yang ada untuk pekerjaan selanjutnya.
 Sebelum memulai penghamparan sepatu (screed) alat
penghampar harus dipanaskan. Campuran aspal dihampar
dan diratakan sesuai dengan kelandaian, elevasi, serta
bentuk penampang melintang yang disyaratkan.
 Penghamparan dimulai dari elevasi permukaan yang lebih
rendah menuju elevasi permukaan yang lebih tinggi.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 40
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

 Waktu Dump Truck satu sudah selesai, dan ternyata


aspal di dalam hopper akan habis, maka hopper cepat
ditutup, untuk menjatuhkan aspal yang dipinggir
hopper. Kemudian dibuka lagi dan baru Dump Truck
yang kedua, demikian seterusnya.
 Dump Truck tidak boleh membentur Asphalt Finisher
dan Asphalt Finisher yang boleh membentur dan
mendorong Dump Truck pada saat pengisian. Crawler
atau roda Asphalt Finisher tidak boleh menginjak
ceceran campuran.
 Waktu bekerja hopper harus selalu penuh, jika Dump
Truck terlambat terpaksa Asphalt Finisher berhenti
dan maju beberapa meter untuk dipadatkan. Setelah
Dump Truck datang, Asphalt Finisher mundur lagi
untuk meneruskan kelanjutannya. Temperatur sisa
campuran aspal yang belum dihampar dijaga agar
tidak kurang dari temperatur yang disyaratkan. siklus
pengisian aspal dari Dump Truck ke Asphalt Finisher
tidak boleh terlambat.
 Alat penghampar dioperasikan dengan kecepatan
yang disetujui oleh direksi pekerjaan dan dijaga agar
tetap stabil selama penghamparan dan pembentukan.
 Bila terjadi segregasi, koyakan atau alur pada
permukaan, maka alat penghampar dihentikan dan
dijalankan lagi setelah diketahui penyebab dari
terjadinya hal tersebut serta dilakukan perbaikan.
 Sambungan longitudinal pada satu lapisan harus
menggeser dari sambungan pada lapisan dibawahnya
kira-kira 15 cm. Namun sambungan pada lapisan
teratas harus pada sumbu (center line) mempunyai
lebih dari 2 lajur, kecuali ditentukan lain.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 41
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

6) Setelah campuran aspal dihampar, maka harus dipadatkan dengan


digilas. Penggilasan harus 3 tahap sebagai berikut :
 Penggilasan awal (break down rolling)
→ Tandem Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.6 Point 2)
 Penggilasan sekunder (intermediate rolling)
→ P. Tyre Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.6 Point 3)
 Penggilasan akhir (finishing rolling)
→ Tandem Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.6 Point 4)

Gambar 3.6 Ilustrasi pekerjaan laston lapis antara (AC-BC)


7) Penggilasan awal atau pemadatan awal dengan Tandem Roller
pada suhu hotmix 125oC - 160oC, untuk itu harus dijaga suhu
hotmix dari Plant dan saat perjalanan dari AMP ke lokasi
penghamparan.
8) Pertama-tama penggilasan dilakukan pada sambungan melintang
yang telah dipasang kasau, dengan ketebalan yang diperlukan
untuk menahan campuran aspal akibat penggilasan. Bila
sambungan melintang dibuat untuk menyambung lajur yang

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 42
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

dikerjakan sebelumnya maka lintasan awal harus dilakukan


sepanjang sambungan memanjang untuk jarak yang pendek.
9) Penggilasan dimulai dari tempat sambungan memanjang dan
kemudian dari tepi luar. Penggilasan dilanjutkan sejajar dengan
sumbu jalan berurutan menuju ke arah sumbu jalan. Pada super
elevasi tikungan penggilasan dimulai dari tempat yang rendah ke
tempat yang tinggi, lintasan berurutan harus saling tumpang tindih
(overlap) minimum setengah lebar roda dan lintasan-lintasan
tersebut tidak boleh berakhir pada titik yang kurang dari meter dari
lintasan sebelumnya. Pemadatan bagian tepi jalan harus dilakukan
sampai daerah diluar pengaspalan selebar 3 – 5 cm.
10) Penggilasan pada sambungan memanjang dimulai dengan
menggilas lajur yang telah dihampar sebelumnya sehingga tidak
lebih dari 15 cm dari lebar roda penggilas yang menggilas tepi
sambungan yang belum dipadatkan. Selanjutnya alat pemadat
digeser sedikit demi sedikit melewati sambungan sampai diperoleh
sambungan yang dipadatkan dengan rapi.

7. Laston – Lapis Pondasi (AC-Base)


a. Uraian
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet
berupa lapis perata, Lapis antara,lapis pondasi atau lapis campuran
beraspal panas yang terdiri dari agregat dan bahan aspal yang
dicampur secara panas di AMP, serta menghampar dan memadatkan
campuran tersebut di atas pondasi atau permukaan jalan yang telah
disiapkan sesuai garis, ketinggian dan potongan memanjang yang
ditunjukkan dalam Gambar Rencana dengan asumsi rancangan yang
berkenaan dengan kadar aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan
keawetan sesuai dengan lalu-lintas rencana. Adapun tebal rencana
ialah 8 cm dan lebar rencana 7,2 m.
b. Material yang digunakan :

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 43
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

1) Lolos screen2 ukuran ( 9.5 - 19,0)


2) Lolos screen2 ukuran ( 0 - 5)
3) Semen
4) Aspal
c. Peralatan yang digunakan :
1) Wheel Loader
2) AMP
3) Genzet
4) Dump Truck
5) Asphalt Finisher
6) Tandem Roller
7) P. Tyre Roller
8) Alat bantu
d. Urutan Pelaksanaan :
1) Pencampuran komponen-komponen material sesuai prosentase di
atas dengan alat AMP (Asphalt Mixing Plant) yang dibantu
dengan alat Wheel Loader dan Genzet.
2) Material yang telah dicampur dalam keadaan panas, diangkut ke
lapangan.
3) Penghamparan dengan Asphalt Finisher
4) Pemadatan awal dengan Tandem Roller
5) Pemadatan lanjutan dengan P. Tyre Roller
6) Pemadatan Final dengan Tandem Roller

e. Metode Pelaksanaan :
Untuk persiapan pekerjaan perkerasan aspal dilakukan tahapan
sebagai berikut :
1) Menyerahkan contoh bahan yang disetujui penggunaannya
kepada direksi Pekerjaan untuk disimpan selama periode kontrak
sebagai pedoman atau rujukan.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 44
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

2) Menyerahkan kepada direksi, bahan aspal yang diusulkan berikut


keterangan asal sumbernya, data-data pengujian sifat-sifatnya
baik sebelum maupun sesudah pengujian, kehilangan berat aspal
sesuai prosedur diisyaratkan.
3) Menyerahkan kepada direksi pekerjaan data-data hasil pengujian
seluruh bahan secara tertulis.
4) Menyerahkan kepada direksi, laporan tertulis setiap pemasokan
aspal beserta data sifat-sifat bahan sesuai yang diisyaratkan.
5) Menyerahkan kepada direksi, rumus perbandingan campuran
beserta data-data hasil pengujian yang mendukung sesuai dengan
yang disyaratkan secara tertulis.
6) Sebelum pekerjaan pengaspalan dimulai, harus dilaksanakan
percobaan pemadatan (trial compaction).
7) Gambar – gambar kerja ( Shop Drawing ) dan Pengukuran.
Gambar – gambar kerja dipelajari, koordinat BM (x,y,z) yaitu
elevasi dan koordinat (x, y) dipindahkan ke lokasi terdekat
dengan lokasi kerja, dengan dibuat Titik Ikat ( Titik Bantu ) yang
terlindungi (tidak mudah rusak).
8) Dilaksanakan stake out yaitu pemasangan patok-patok di center
line badan landasan sesuai dengan STA tiap jarak 10 meter. Dari
Patok center line off set posisi tepi inner perkerasan aspal dan
posisi tepi luar perkerasan aspal. Kemudian dilakukan joint
survey dengan Konsultan pengawas.
9) Persiapan lain yaitu pengecekan kondisi AMP, Dump Truck,
Tandem Roller, P. Tyre Roller, harus dalam kondisi siap
beroperasi dan alat-alat bantu harus bersih dari material bitumen
yang melekat. Tersedia selalu penutup atau terpal, untuk keadaan
darurat seperti hujan, angin dingin.
10) Dilakukan pengecekan kebutuhan personil yang terlibat
( Pelaksana, Operator, teknisi Laborat, Mekanik, tenaga Kerja dan
lain-lain ).

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 45
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

11) Periksa kondisi cuaca apakah memenuhi syarat untuk


dilaksanakan pengaspalan.
f. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan :
1) Pencampuran material sesuai dengan JMF yang telah disepakati
sebelumnya menggunakan Asphalt Mixing Plant (AMP) dengan
suhu hingga 160°C yang dibantu dengan wheel loader.
2) Pengangkutan aspal dengan Dump Truck. Setiap Dump Truck
harus ditimbang setelah dimuati dan harus ada catatan mengenai
berat kotor, berat bersih, berat kendaraan, dan waktu operasi
pengangkutan.
3) Sebelum aspal dihampar dicek suhunya dengan Thermometer.
4) Hotmix dihampar pada permukaan yang telah disetujui.
Permukaan yang akan dihampar harus dibersihkan sebelum
penghamparan dari bahan yang lepas dengan menggunakan sapu
mekanis yang disetujui direksi pekerjaan dibantu dengan cara
manual bila diperlukan.
5) Setelah lahan pengaspalan siap dan telah disetujui Konsultan
Pengawas dilakukan pengaspalan dengan urutan sebagai berikut :
 Dibuat garis lurus dari kapur, pertama garis lurus untuk
screed plate, kedua garis kapur untuk rantai . Waktu
pengaspalan harus lurus dengan garis kapur yang ada.
Material aspal beton boleh dihampar setelah mendapat
persetujuan dari teknisi laboratorium dan Konsultan
Pengawas.
 Harus diperhatikan kelurusan Asphalt Finisher menurut garis
kapur yang ada. Jika sudah jalan, ternyata aspal lebih tebal
dari yang dibutuhkan, maka thickness harus dicek lagi sampai
didapat tebal yang dibutuhkan, baru diberi tanda pada garis
yang ada untuk pekerjaan selanjutnya.
 Sebelum memulai penghamparan sepatu (screed) alat
penghampar harus dipanaskan. Campuran aspal dihampar dan

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 46
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

diratakan sesuai dengan kelandaian, elevasi, serta bentuk


penampang melintang yang disyaratkan.
 Penghamparan dimulai dari elevasi permukaan yang lebih
rendah menuju elevasi permukaan yang lebih tinggi.
 Waktu Dump Truck satu sudah selesai, dan ternyata
aspal di dalam hopper akan habis, maka hopper cepat
ditutup, untuk menjatuhkan aspal yang dipinggir hopper.
Kemudian dibuka lagi dan baru Dump Truck yang
kedua, demikian seterusnya.
 Dump Truck tidak boleh membentur Asphalt Finisher
dan Asphalt Finisher yang boleh membentur dan
mendorong Dump Truck pada saat pengisian. Crawler
atau roda Asphalt Finisher tidak boleh menginjak
ceceran campuran.
 Waktu bekerja hopper harus selalu penuh, jika Dump
Truck terlambat terpaksa Asphalt Finisher berhenti dan
maju beberapa meter untuk dipadatkan. Setelah Dump
Truck datang, Asphalt Finisher mundur lagi untuk
meneruskan kelanjutannya. Temperatur sisa campuran
aspal yang belum dihampar dijaga agar tidak kurang dari
temperatur yang disyaratkan. siklus pengisian aspal dari
Dump Truck ke Asphalt Finisher tidak boleh terlambat.
 Alat penghampar dioperasikan dengan kecepatan yang
disetujui oleh direksi pekerjaan dan dijaga agar tetap
stabil selama penghamparan dan pembentukan.
 Bila terjadi segregasi, koyakan atau alur pada
permukaan, maka alat penghampar dihentikan dan
dijalankan lagi setelah diketahui penyebab dari
terjadinya hal tersebut serta dilakukan perbaikan.
 Sambungan longitudinal pada satu lapisan harus
menggeser dari sambungan pada lapisan dibawahnya

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 47
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

kira-kira 15 cm. Namun sambungan pada lapisan teratas


harus pada sumbu (center line) mempunyai lebih dari 2
lajur, kecuali ditentukan lain.
6) Setelah campuran aspal dihampar, maka harus dipadatkan
dengan digilas. Penggilasan harus 3 tahap sebagai berikut :
 Penggilasan awal (break down rolling)
→ Tandem Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.7 Point 2)
 Penggilasan sekunder (intermediate rolling)
→ P. Tyre Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.7 Point 3)
 Penggilasan akhir (finishing rolling)
→ Tandem Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.7 Point 4)

Gambar 3.7 Ilustrasi pekerjaan laston lapis pondasi (AC-Base)

7) Penggilasan awal atau pemadatan awal dengan Tandem Roller


pada suhu hotmix 125˚C - 160˚C, untuk itu harus dijaga suhu
hotmix dari Plant dan saat perjalanan dari AMP ke lokasi
penghamparan.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 48
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

8) Pertama-tama penggilasan dilakukan pada sambungan


melintang yang telah dipasang kasau, dengan ketebalan yang
diperlukan untuk menahan campuran aspal akibat penggilasan.
Bila sambungan melintang dibuat untuk menyambung lajur
yang dikerjakan sebelumnya maka lintasan awal harus
dilakukan sepanjang sambungan memanjang untuk jarak yang
pendek.
9) Penggilasan dimulai dari tempat sambungan memanjang dan
kemudian dari tepi luar. Penggilasan dilanjutkan sejajar
dengan sumbu jalan berurutan menuju ke arah sumbu jalan.
Pada super elevasi tikungan penggilasan dimulai dari tempat
yang rendah ke tempat yang tinggi, lintasan berurutan harus
saling tumpang tindih (overlap) minimum setengah lebar roda
dan lintasan-lintasan tersebut tidak boleh berakhir pada titik
yang kurang dari meter dari lintasan sebelumnya. Pemadatan
bagian tepi jalan harus dilakukan sampai daerah diluar
pengaspalan selebar 3 – 5 cm.
10) Penggilasan pada sambungan memanjang dimulai dengan
menggilas lajur yang telah dihampar sebelumnya sehingga
tidak lebih dari 15 cm dari lebar roda penggilas yang
menggilas tepi sambungan yang belum dipadatkan.
Selanjutnya alat pemadat digeser sedikit demi sedikit melewati
sambungan sampai diperoleh sambungan yang dipadatkan
dengan rapi.
8. CBA - AsbLawele Lapis Aus (AC-WC AsbLawele), CBA - AsbLawele
Lapis Antara Perata (AC-BC AsbLawele), dan CBA - AsbLawele
Lapis Base Antara (AC-Base AsbLawele)
a. Uraian :
1) Yang dimaksud dengan campuran beraspal panas dengan
ashbuton lawale atau CBA-AsbLawele adalah campuran antara
agregat dengan bahan pengikat jenis Asbuton Lawele granular

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 49
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

maksimum sebanyak 15% dan aspal keras pen 60 sebanyak


minimum 1,5% dari berat campuran, yang dicampur di Unit
Pencampur Aspal (UPA), dihampar dan dipadatkan dalam
keadaan panas pada temperatur tertentu. Pekerjaan yang diatur
dalam spesifikasi khusus ini mencakup pembuatan lapisan CBA-
ASBLawele untuk lapis perata, lapis pondasi, lapis permukaan
antara, atau lapis aus, yang dihampar dan dipadatkan di atas lapis
pondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan sesuai dengan
Spesifikasi ini dan Gambar Rencana.
2) Semua jenis CBA-AsbLawele dirancang menggunakan prosedur
khusus yang diberikan di dalam Spesifikasi ini, untuk menjamin
bahwa pada pelaksanaan yang berkenaan dengan kadar
aspal/bitumen, rongga udara, stabilitas, kelenturan, dan keawetan
sesuai dengan rancangannya.
3) Spesifikasi Khusus ini mengacu pada Spesifikasi Umum Bina
Marga edisi 2010.
4) Jenis CBA-AsbLawele Campuran beraspal panas yang
menggunakan AsbLawele dapat digunakan untuk lapis
permukaan dan lapis pondasi dan lapis perata. Selanjutnya disebut
CBA-AsbLawele Lapis Aus (AC-WC AsbLawele), CBA-
AsbLawele Lapis Antara (AC-BC AsbLawele), dan CBA
AsbLawele Lapis Pondasi (AC-Base AsbLawele), serta
menghampar dan memadatkan campuran tersebut di atas pondasi
atau permukaan jalan yang telah disiapkan sesuai garis,
ketinggian dan potongan memanjang yang ditunjukkan dalam
Gambar Rencana dengan asumsi rancangan yang berkenaan
dengan kadar aspal, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan
keawetan sesuai dengan lalu-lintas rencana.
b. Material yang digunakan :
1) Agr. Kasar
2) Agr. Halus, pasir

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 50
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

c. Peralatan yang digunakan :


1) Wheel Loader
2) AMP
3) Genzet
4) Dump Truck
5) Asphalt Finisher
6) Tandem Roller
7) P. Tyre Roller
8) Alat bantu
d. Urutan Pelaksanaan :
1) Pencampuran komponen-komponen material sesuai prosentase di
atas dengan alat AMP (Asphalt Mixing Plant) yang dibantu
dengan alat Wheel Loader dan Genzet.
2) Material yang telah dicampur dalam keadaan panas, diangkut ke
lapangan.
3) Penghamparan dengan Asphalt Finisher
4) Pemadatan awal dengan Tandem Roller
5) Pemadatan lanjutan dengan P. Tyre Roller
6) Pemadatan Final dengan Tandem Roller
e. Metode Pelaksanaan :
Untuk persiapan pekerjaan perkerasan aspal dilakukan tahapan
sebagai berikut :
1) Menyerahkan contoh bahan yang disetujui penggunaannya
kepada direksi Pekerjaan untuk disimpan selama periode kontrak
sebagai pedoman atau rujukan.
2) Menyerahkan kepada direksi, bahan aspal yang diusulkan berikut
keterangan asal sumbernya, data-data pengujian sifat-sifatnya
baik sebelum maupun sesudah pengujian, kehilangan berat aspal
sesuai prosedur diisyaratkan.
3) Menyerahkan kepada direksi pekerjaan data-data hasil pengujian
seluruh bahan secara tertulis.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 51
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

4) Menyerahkan kepada direksi, laporan tertulis setiap pemasokan


aspal beserta data sifat-sifat bahan sesuai yang diisyaratkan.
5) Menyerahkan kepada direksi, rumus perbandingan campuran
beserta data-data hasil pengujian yang mendukung sesuai dengan
yang disyaratkan secara tertulis.
6) Sebelum pekerjaan pengaspalan dimulai, harus dilaksanakan
percobaan pemadatan (trial compaction).
7) Gambar – gambar kerja ( Shop Drawing ) dan Pengukuran.
Gambar – gambar kerja dipelajari, koordinat BM (x,y,z) yaitu
elevasi dan koordinat (x, y) dipindahkan ke lokasi terdekat
dengan lokasi kerja, dengan dibuat Titik Ikat ( Titik Bantu ) yang
terlindungi (tidak mudah rusak).
8) Dilaksanakan stake out yaitu pemasangan patok-patok di center
line badan landasan sesuai dengan STA tiap jarak 10 meter. Dari
Patok center line off set posisi tepi inner perkerasan aspal dan
posisi tepi luar perkerasan aspal. Kemudian dilakukan joint
survey dengan Konsultan pengawas.
9) Persiapan lain yaitu pengecekan kondisi AMP, Dump Truck,
Tandem Roller, P. Tyre Roller, harus dalam kondisi siap
beroperasi dan alat-alat bantu harus bersih dari material bitumen
yang melekat. Tersedia selalu penutup atau terpal, untuk keadaan
darurat seperti hujan, angin dingin.
10) Dilakukan pengecekan kebutuhan personil yang terlibat
( Pelaksana, Operator, teknisi Laborat, Mekanik, tenaga Kerja dan
lain-lain ).
11) Periksa kondisi cuaca apakah memenuhi syarat untuk
dilaksanakan pengaspalan.
f. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan :
1) Pencampuran material sesuai dengan JMF Yang mengacu pada
Spesifikasi Umum Bina Marga 2010. Sesuai dengan spesifikasi
teknik yang telah disepakati sebelumnya menggunakan Asphalt

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 52
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

Mixing Plant (AMP) dengan suhu sesuai dengan spesifikasi


teknik dalam kontrak ini yang dibantu dengan wheel loader.
2) Komposisi Umum Campuran CBA-AsbLawele terdiri dari
agregat, frller, Asbuton Lawele Butir, aspal keras dan bahan
aditif.
3) Kadar Aspal Keras dalam Campuran Persentase aspal keras yang
ditambahkan ke dalam campuran minimal 1,5% dari berat
campuran.
4) Kadar Asbuton Lawele dalam Campuran Persentase Asbuton
Lawele Butir yang digunakan dalam campuran akan bergantung
pada gradasi yang digunakan dan kadar aspal dari Asbuton
Lawele Butir itu sendiri. Persentase Asbuton Lawele Butir aktual
ditambahkan ke dalam campuran ditentukan berdasarkan
percobaan laboratorium dan lapangan sebagaimana tertuang
dalam Rencana Campuran Kerja (JMF).
Tabel 3.1 Toleransi Campuran

5) Prosedur Rancangan Campuran. Ketentuan mengenai Prosedur


Rancangan Campuran mengacu pada ketentuan dalam pasal
6.3.3.3) spesifikasi Umum Bina Marga 2010 dengan ketentuan.
6) Adapun Percobaan produksi dan penghamparan serta persetujuan
terhadap Rumusan Campuran Kerja (Job Mix Formula, JMF).
JMF adalah suatu dokumen yang menyatakan bahwa rancangan
campuran laboratorium yang tertera dalam DMF dapat diproduksi
dengan instalasi pencampur aspal (Asphalt Mixing Plant, AMP),

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 53
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

dihampar dan dipadatkan di lapangan dengan peralatan yang telah


ditetapkan dan memenuhi derajat kepadatan lapangan terhadap
kepadatan laboratorium hasil pengujian Marshall dari benda uji
yang CBA-AsbLawele-nya diambil dari AMP. Dan Brikut table
ketentuan sifat sifat Untuk Lalu lintas.
Tabel 3.2 Ketentuan sifat-sifat CBA Asb.Lawele

7) Pengangkutan aspal dengan Dump Truck. Setiap Dump Truck


harus ditimbang setelah dimuati dan harus ada catatan mengenai
berat kotor, berat bersih, berat kendaraan, dan waktu operasi
pengangkutan.
8) Sebelum aspal dihampar dicek suhunya dengan Thermometer.
Dan adapun ketentuan suhu Temperatur CBA-AsbLawele saat
dikeluarkan dari alat pencampur harus dalam rentang absolut

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 54
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

seperti yang dijelaskan dalam Tabel SKh-6.6.3.1-6. Tidak ada


CBA-AsbLawele yang diterima dalam Pekerjaan bilamana
temperatur pencampuran melampaui temperatur pencampuran
maksimum yang disyaratkan. Temperatur Pembuatan dan
Penghamparan Campuran Direksi Pekerjaan dapat
memerintahkan atau menyetujui rentang temperatur untuk aspal
berdasarkan pengujian viskositas aktual aspal keras dan bitumen
AsbLawele yang digunakan pada proyek tersebut, dalam rentang
viskositas seperti diberikan pada Tabel SKh-6.6.3.1-6 dengan
melihat sifat-sifat campuran di lapangan saat penghamparan,
selama pemadatan dan hasil pengujian kepadatan pada ruas
percobaan. CBA-AsbLawele yang tidak memenuhi batas
temperatur yang disyaratkan pada saat pencurahan dari AMP
kedalam truk, atau pada saat pengiriman ke alat penghampar,
tidak boleh diterima untuk digunakan pada pekerjaan yang
permanen.
Tabel 3.3 Ketentuan viskositas & temperatur aspal untuk
pencampuran &pemadatan

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 55
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

9) Material dihampar pada permukaan yang telah disetujui.


Permukaan yang akan dihampar harus dibersihkan sebelum
penghamparan dari bahan yang lepas dengan menggunakan sapu
mekanis yang disetujui direksi pekerjaan dibantu dengan cara
manual bila diperlukan.
Setelah lahan pengaspalan siap dan telah disetujui Konsultan
Pengawas dilakukan pengaspalan dengan urutan sebagai berikut :
 Dibuat garis lurus dari kapur, pertama garis lurus untuk
screed plate, kedua garis kapur untuk rantai Waktu
pengaspalan harus lurus dengan garis kapur yang ada.
Material aspal beton boleh dihampar setelah mendapat
persetujuan dari teknisi laboratorium dan Konsultan
Pengawas.
 Harus diperhatikan kelurusan Asphalt Finisher menurut garis
kapur yang ada. Jika sudah jalan, ternyata aspal lebih tebal
dari yang dibutuhkan, maka thickness harus dicek lagi sampai
didapat tebal yang dibutuhkan, baru diberi tanda pada garis
yang ada untuk pekerjaan selanjutnya.
 Sebelum memulai penghamparan sepatu (screed) alat
penghampar harus dipanaskan. Campuran aspal dihampar dan
diratakan sesuai dengan kelandaian, elevasi, serta bentuk
penampang melintang yang disyaratkan.
 Penghamparan dimulai dari elevasi permukaan yang lebih
rendah menuju elevasi permukaan yang lebih tinggi.
 Waktu Dump Truck satu sudah selesai, dan ternyata aspal di
dalam hopper akan habis, maka hopper cepat ditutup, untuk
menjatuhkan aspal yang dipinggir hopper. Kemudian dibuka
lagi dan baru Dump Truck yang kedua, demikian seterusnya.
 Dump Truck tidak boleh membentur Asphalt Finisher dan
Asphalt Finisher yang boleh membentur dan mendorong

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 56
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

Dump Truck pada saat pengisian. Crawler atau roda Asphalt


Finisher tidak boleh menginjak ceceran campuran.
 Waktu bekerja hopper harus selalu penuh, jika Dump
Truck terlambat terpaksa Asphalt Finisher berhenti dan
maju beberapa meter untuk dipadatkan. Setelah Dump
Truck datang, Asphalt Finisher mundur lagi untuk
meneruskan kelanjutannya. Temperatur sisa campuran
aspal yang belum dihampar dijaga agar tidak kurang dari
temperatur yang disyaratkan. siklus pengisian aspal dari
Dump Truck ke Asphalt Finisher tidak boleh terlambat.
 Alat penghampar dioperasikan dengan kecepatan yang
disetujui oleh direksi pekerjaan dan dijaga agar tetap
stabil selama penghamparan dan pembentukan.
 Bila terjadi segregasi, koyakan atau alur pada
permukaan, maka alat penghampar dihentikan dan
dijalankan lagi setelah diketahui penyebab dari
terjadinya hal tersebut serta dilakukan perbaikan.
 Sambungan longitudinal pada satu lapisan harus
menggeser dari sambungan pada lapisan dibawahnya
kira-kira 15 cm. Namun sambungan pada lapisan teratas
harus pada sumbu (center line) mempunyai lebih dari 2
lajur, kecuali ditentukan lain.
10) Setelah campuran aspal dihampar, maka harus dipadatkan
dengan digilas. Penggilasan harus 3 tahap sebagai berikut :
 Penggilasan awal (break down rolling)
→ Tandem Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.8 Point 2)
 Penggilasan sekunder (intermediate rolling)
→ P. Tyre Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.8 Point 3

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 57
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

 Penggilasan akhir (finishing rolling)


→ Tandem Roller (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 3.8 Point 4)

Gambar 3.8 Ilustrasi pekerjaan CBA Asb.Lawele

Tabel 3.4 Ketentuan kepadatan

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 58
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

Tabel 3.5 Tebal nominal minimumlapisan CBA Asb.Lawele


dan toleransi

11) Penggilasan awal atau pemadatan awal dengan Tandem Roller


pada suhu Sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak
untuk itu harus dijaga suhu dari Plant dan saat perjalanan dari
AMP ke lokasi penghamparan.
12) Pertama-tama penggilasan dilakukan pada sambungan
melintang yang telah dipasang kasau, dengan ketebalan yang

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 59
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

diperlukan untuk menahan campuran aspal akibat penggilasan.


Bila sambungan melintang dibuat untuk menyambung lajur
yang dikerjakan sebelumnya maka lintasan awal harus
dilakukan sepanjang sambungan memanjang untuk jarak yang
pendek
13) Penggilasan dimulai dari tempat sambungan memanjang dan
kemudian dari tepi luar. Penggilasan dilanjutkan sejajar
dengan sumbu jalan berurutan menuju ke arah sumbu jalan.
Pada super elevasi tikungan penggilasan dimulai dari tempat
yang rendah ke tempat yang tinggi, lintasan berurutan harus
saling tumpang tindih (overlap) minimum setengah lebar roda
dan lintasan-lintasan tersebut tidak boleh berakhir pada titik
yang kurang dari meter dari lintasan sebelumnya. Pemadatan
bagian tepi jalan harus dilakukan sampai daerah diluar
pengaspalan selebar 3 – 5 cm.
14) Penggilasan pada sambungan memanjang dimulai dengan
menggilas lajur yang telah dihampar sebelumnya sehingga
tidak lebih dari lebar roda penggilas yang menggilas tepi
sambungan yang belum dipadatkan. Selanjutnya alat pemadat
digeser sedikit demi sedikit melewati sambungan sampai
diperoleh sambungan yang dipadatkan dengan rapi.
9. Aspal Keras
a. Uraian :
Aspal dan Asbuton Lawele Butir
1) Aspal keras yang digunakan untuk CBA-AsbLawele harus aspal
keras pen 60, sesuai dengan ketentuan-ketentuan untuk aspal
keras pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2010, Tabel 6.3.2.5
dan minimum penggunaannya adalah 1,5% berat total campuran.
2) Asbuton Lawele Butir yang digunakan harus memenuhi
persyaratan pada Tabel SKh-6.6.3.1-3

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 60
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

3) Proporsi penggunaan Asbuton Lawele Butir harus


mempertimbangkan gradasi agregat campuran dan maksimum
penggunaannya adalah 15% berat total campuran.
4) Asbuton Lawele Butir harus dikirim dalam kemasan kantong atau
kemasan lain yang kedap air serta mudah penanganannya (tidak
lengket antar butirannya) saat dicampur di ruang pencampur
(pugmill). Asbuton Lawele Butir tersebut harus ditempatkan pada
tempat yang kering dan beratap sehingga Asbuton Lawele Butir
terlindung dari hujan atau sinar matahari langsung. Tinggi
penimbunan Asbuton Lawele Butir tidak boleh lebih dari 2 meter.
5) Kemasan Asbuton Lawele Butir harus memiliki label yang jelas
dan memuat informasi berikut:
 logo pabrik;
 kode pengenal, antara lain tipe, berat, penetrasi bitumen, dan
ukuran butir maksimum.
 Pengambilan Contoh aspal dan Asbuton Lawele Butir
 Pengambilan contoh Aspal harus dilaksanakan sesuai dengan
SNI 03-63992000. Pengambilan contoh aspal keras dari tiap
truk tangki harus dilaksanakan pada bagian atas, tengah, dan
bawah.
10. Asbuton Lawele Berbutir
Tabel 3.6 Persyaratan Asbuton Lawele

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 61
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

a. Contoh bahan aspal harus diekstraksi dari benda uji sesuai dengan
cara SNI 03-36401994 (metoda soklet) atau SNI 03-6894-2002
(metoda sentrifus) atau AASHTO T 164 - 06 (metoda tungku
pengapian). Jika metoda sentrifitus digunakan, setelah konsentrasi
larutan aspal yang terekstraksi mencapai 200 mm, partikel mineral
yang terkandung harus dipindahkan ke dalam suatu alat sentrifugal.
Pemindahan ini dianggap memenuhi bilamana kadar abu dalam bahan
aspal yang diperoleh kembali tidak melebihi 1 % (dengan pengapian).
Jika bahan aspal diperlukan untuk pengujian lebih lanjut maka bahan
aspal itu harus diperoleh kembali dari larutan sesuai dengan prosedur
SNI 03-6894-2002
b. Aspal Keras harus diuji pada setiap kedatangan dan sebelum
dituangkan ke tangki penyimpan AMP untuk penetrasi pada 25 °C,
100 grm, 5 detik (SNI 06-2456-1991) dan Titik Lembek (SNI 06-
24341991).

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 62
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

BAB IV
MASALAH-MASALAH DALAM TEKNIK PELAKSANAAN
DAN PEMECAHANNYA

Masalah-masalah yang timbul saat kami melaksanakan Praktek Kerja Lapangan


pada Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts.Kab Luwu adalah :
A. Faktor Teknis
1. Pelebaran jalan yang mengalami keterlambatan dikarenakan Excavator rusak
Pemecahan Masalah:
Melakukan perbaikan segera pada excavator tersebut agar penyelesaian
pekerjaan dapat selesai tepat waktu.
2. Terbaliknya Alat berat Tandem Roller di pekerjaan pelebaran jalan
Pemecahan Masalah:
Mengangkat Tandem roller yang terbalik dengan menggunakan baki
Excavator
3. Terdapat banyak robekan pada Geomembran
Pemecahan Masalah :
Menambal geomembran yang robek dengan menggunakan lembrane atau
solatip geomembran
4. Membekunya Aspal akibat terlalu lama di jalan
Pemecahan Masalah :
Aspal yang membeku dibuang oleh PPK

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 63
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

B. Faktor Non-Teknis
1. Masalah internal yang terjadi pada saat pertengahan proyek dimana beberapa
sub-kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaannya akibat dana yang tidak
kunjung diberikan oleh pihak kontraktor.
Pemecahan Masalah:
Sub-kontraktor yang tersisa dipercayakan oleh pihak kontraktor untuk
melanjutkan pekerjaan yang tertinggal hingga mendapatkan sub-kontraktor
yang baru dan masalah pendanaan pada sub-kontraktor yang kabur dapat
diselesaikan.

2. Masalah yang berasal dari lingkungan setempat dimana beberapa warga


resah akibat banyaknya debu yang bertebaran di depan rumah maupun pada
saat mereka berkendara.
Pemecahan Masalah:
Melakukan penyiraman rutin pada LPA untuk mengurangi debu yang
bertebaran.
3. Masalah warga setempat yang mengeluh dikarenakan lahan mereka
diambil/digunakan untuk pelebaran jalan.
Pemecahan Masalah:
Pihak Kontraktor melakukan mediasi kepada aparat desa sebagai perantara
untuk memberikan pemahaman kepada warga setempat

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 64
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah melaksanakan Praktek Kerja Lapangan pada Proyek
Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap – Tarumpakkae
– Bts. Kab Luwu, dapat kami simpulkan bahwa:
1. Dalam pelaksanaan suatu proyek, kerjasama dan koordinasi antara pihak
kontraktor, konsultan maupun direksi PU harus terjalin dengan baik.
2. Semua pekerjaan pengaspalan baik pelebaran maupun pemeliharaan jalan
menggunakan aspal buton lawele sebagai filler yang dicampur dengan
aspal minyak PEN 60/70.
3. Koordinasi dan komunikasi yang baik antara pihak-pihak yang terlibat
dalam proyek sangat menentukan keberhasilan dan kelancaran pekerjaan
proyek. Berdasarkan pengamatan kami ada beberapa peristiwa dimana
terjadi kurangnya komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam
proyek ini. Seperti terjadinya perbedaan pendapat antara kontraktor
dengan konsultan mengenai metode pelaksanaan yang akan digunakan.
4. Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam sebuah proyek sangat
diutamakan. Namun, untuk keselamatan kerja masih perlu diperhatikan
dalam proyek ini. Masih ada beberapa pekerja belum menggunakan helm,
sepatu safety, rompi saftey, dan kaos tangan pada saat pelaksanaan
pekerjaan sehingga dikhawatirkan tidak sesuai dengan pedoman K3.

B. Saran
Dari hasil pengamatan kami selama melaksanakan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) di Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae –
Pangkajene Sidrap – Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu, Sulawesi Selatan ada
beberapa hal yang dapat kami sarankan antara lain :
1. Sebelum melakukan suatu pekerjaan proyek, terlebih dahulu dilakukan
persiapan yang dibutuhkan seperti penyediaan alat berat, material dan

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 65
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

survei kondisi lapangan sehingga tidak menghambat proses pekerjaan


proyek nantinya.
2. Masalah – masalah yang terjadi selama proyek berlangsung harus
diselesaikan dengan cepat dan tepat antar pihak kontraktor, konsultan
maupun direksi PU.
3. Keselamatan dan kesehatan tenaga kerja perlu lebih diperhatikan dan
ditingkatkan karena tenaga kerja merupakan faktor produksi yang sangat
menentukan kualitas proyek tersebut.
4. Waktu pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) sebaiknya dapat
ditambah agar dapat memberi kesempatan lebih lama kepada mahasiswa
untuk lebih banyak mempelajari hal-hal kompleks yang terjadi dalam
sebuah proyek atau lapangan kerja.

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 66
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

LAMPIRAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 67
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

Dokumentasi Kegiatan

Pengaspalan Penghamparan Aspal


Dengan Finisher

Penarikan Geo-Membran

Pengukuran Segmen
Jalan Perapian Sirtu dan

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 68
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

GeoMembran Bahu Jalan

Pengukuran Leveling Pengukuran Panjang Segmen


Bahu Jalan

Pengukuran Beda Tinggi


Bahu Jalan

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 69
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap –
Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

Pengukuran Bahu Jalan Tandem Roller

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 70
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap – Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

Lingkup Pekerjaan Cash Flow Per Bulan


Jumlah Harga
No. Uraian Pekerjaan Preservasi Preservasi 2020
Pekerjaan Total Pelebaran Jalan Preservasi Rutin
Rekonstruksi, Pemeliharaan Rutin Preservasi Jembatan
Menuju Standar Jembatan
Rehabilitasi Jalan Jalan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

Penerimaan [Cash In]

- Pembayaran Uang Muka 20% 10,462,133,323.03 3,067,468,067.09 5,491,415,639.37 1,160,935,340.73 582,280,757.43 160,033,518.41 5,231,066,661.51 5,231,066,661.51 - - - - - - - - - -

- Pembayaran MC 50% 15,693,199,984.54 4,601,202,100.63 8,237,123,459.05 1,741,403,011.10 873,421,136.14 240,050,277.62 - - 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 - - - - -

- Pembayaran MC 100% 26,155,333,307.57 7,668,670,167.71 13,728,539,098.42 2,902,338,351.83 1,455,701,893.57 400,083,796.04 - - - - - - - 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21

a Jumlah Penerimaan 52,310,666,615.14 15,337,340,335.43 27,457,078,196.84 5,804,676,703.66 2,911,403,787.15 800,167,592.07 5,231,066,661.51 5,231,066,661.51 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21 4,184,853,329.21

b PPN 10 % 5,231,066,661.51 1,533,734,033.54 2,745,707,819.68 580,467,670.37 291,140,378.71 80,016,759.21 523,106,666.15 523,106,666.15 418,485,332.92 418,485,332.92 418,485,332.92 418,485,332.92 418,485,332.92 418,485,332.92 418,485,332.92 418,485,332.92 418,485,332.92 418,485,332.92

c Total Penerimaan (+PPN 10%) 57,541,733,276.65 16,871,074,368.97 30,202,786,016.52 6,385,144,374.03 3,202,544,165.86 880,184,351.28 5,754,173,327.67 5,754,173,327.67 4,603,338,662.13 4,603,338,662.13 4,603,338,662.13 4,603,338,662.13 4,603,338,662.13 4,603,338,662.13 4,603,338,662.13 4,603,338,662.13 4,603,338,662.13 4,603,338,662.13

Σ Jumlah Kumulatif Penerimaan 57,541,733,276.65 16,871,074,368.97 30,202,786,016.52 6,385,144,374.03 3,202,544,165.86 880,184,351.28 5,754,173,327.67 11,508,346,655.33 16,111,685,317.46 20,715,023,979.59 25,318,362,641.73 29,921,701,303.86 34,525,039,965.99 39,128,378,628.12 43,731,717,290.26 48,335,055,952.39 52,938,394,614.52 57,541,733,276.65

Pengeluaran [Cash Out]

- Divisi 1 - Umum 452,400,000.00 94,700,000.00 357,700,000.00 - - - 56,550,000.00 56,550,000.00 56,550,000.00 56,550,000.00 56,550,000.00 56,550,000.00 56,550,000.00 56,550,000.00 - - - -

- Divisi 2 - Drainase 2,972,519,863.83 17,054,128.82 2,955,465,735.01 - - - 743,129,965.96 743,129,965.96 743,129,965.96 743,129,965.96 - - - - - - - -

- Divisi 3 - Pekerjaan Tanah 5,782,205,899.01 3,372,280,850.97 1,516,590,677.06 600,862,465.64 292,471,905.35 - 1,156,441,179.80 1,156,441,179.80 1,156,441,179.80 1,156,441,179.80 - - 1,156,441,179.80 - - - - -

- Divisi 5 - Perkerasan Berbutir 3,202,047,988.32 1,163,314,183.80 2,012,475,156.63 - 26,258,647.89 - - - 800,511,997.08 800,511,997.08 - - 800,511,997.08 800,511,997.08 - - - -

- Divisi 6 - Perkerasan Aspal 25,263,258,021.72 9,396,336,123.51 15,772,684,262.81 - 94,237,635.40 - - - - 5,052,651,604.34 5,052,651,604.34 5,052,651,604.34 5,052,651,604.34 5,052,651,604.34 - - - -

- Divisi 7 - Struktur 6,214,677,012.29 1,083,093,860.93 2,655,163,181.85 - 2,476,419,969.50 - - 1,035,779,502.05 1,035,779,502.05 1,035,779,502.05 1,035,779,502.05 1,035,779,502.05 1,035,779,502.05 - - - - -

- Divisi 9 - Pekerjaan Harian 828,701,100.49 210,561,187.39 400,842,536.09 195,281,748.00 22,015,629.00 - - - - 276,233,700.16 - - 276,233,700.16 276,233,700.16 - - - -

- Divisi 10 - Pekerjaan Pemeliharaan Kinerja 7,594,856,729.47 - 1,786,156,647.38 5,008,532,490.02 - 800,167,592.07 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46

a Jumlah Pengeluaran 52,310,666,615.14 15,337,340,335.43 27,457,078,196.84 5,804,676,703.66 2,911,403,787.15 800,167,592.07 2,589,025,873.22 3,624,805,375.26 4,425,317,372.35 9,754,202,676.85 6,777,885,833.85 6,777,885,833.85 9,011,072,710.89 6,818,852,029.04 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46 632,904,727.46

b PPN 10 % 5,231,066,661.51 1,533,734,033.54 2,745,707,819.68 580,467,670.37 291,140,378.71 80,016,759.21 258,902,587.32 362,480,537.53 442,531,737.23 975,420,267.69 677,788,583.38 677,788,583.38 901,107,271.09 681,885,202.90 63,290,472.75 63,290,472.75 63,290,472.75 63,290,472.75

c Total Pengeluaran (+PPN 10%) 57,541,733,276.65 16,871,074,368.97 30,202,786,016.52 6,385,144,374.03 3,202,544,165.86 880,184,351.28 2,847,928,460.54 3,987,285,912.79 4,867,849,109.58 10,729,622,944.54 7,455,674,417.23 7,455,674,417.23 9,912,179,981.98 7,500,737,231.95 696,195,200.20 696,195,200.20 696,195,200.20 696,195,200.20

Σ Jumlah Kumulatif Pengeluaran 57,541,733,276.65 16,871,074,368.97 30,202,786,016.52 6,385,144,374.03 3,202,544,165.86 880,184,351.28 2,847,928,460.54 6,835,214,373.33 11,703,063,482.91 22,432,686,427.45 29,888,360,844.68 37,344,035,261.91 47,256,215,243.90 54,756,952,475.84 55,453,147,676.05 56,149,342,876.25 56,845,538,076.45 57,541,733,276.65

Balance Cash Flow


- - - - - - 2,906,244,867.13 4,673,132,282.00 4,408,621,834.55 (1,717,662,447.85) (4,569,998,202.95) (7,422,333,958.05) (12,731,175,277.91) (15,628,573,847.72) (11,721,430,385.79) (7,814,286,923.86) (3,907,143,461.93) -
= (Σ Pemasukan - Σ Pengeluaran)

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 71
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN
Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Bangkae – Pangkajene Sidrap – Tarumpakkae – Bts. Kab Luwu

JURUSAN TEKNIK SIPIL


D3 TEKNIK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG 72