Anda di halaman 1dari 2

Catat, Ini 9 Langkah Pertolongan Pertama

Cedera Olahraga

Ilustrasi cedera olahraga. (Shutterstock)

Suara.com - Saat kita melakukan aktivitas fisik, risiko cedera pasti akan selalu ada. Entah itu
kram, keseleo, luka infeksi, hingga yang terparah patah tulang. Sayangnya, masih sedikit
orang yang paham bagaimana pertolongan pertama saat cedera olahraga atau aktivitas fisik
terjadi.

"Cedera terjadi akibat gerakan berulang yang terlalu banyak atau terlalu cepat. Cedera juga
dapat berupa trauma karena benturan atau gerakan melebihi kemampuan," ujar Dokter
Spesialis Bedah Ortopedi, Konsultan Sports Injury dan Arthroskopi, dr. Andi Nusawarta,
M.Kes, Sp.OT (K) dalam webinar virtual RS Pondok Indah group beberapa waktu lalu.

Berikut penanganan pertama cedera olahraga yang bisa dilakukan masyarakat awam, menurut
dr. Andi.

1. Memberikan perlindungan
Segera hentikan aktivitas olahraga, pindah dari lokasi cedera (atau dibantu oleh orang lain
yang menolong untuk dipindahkan dari lokasi cedera). Misalnya cedera saat jogging, segera
dipindahkan ke tempat yang aman dan menjauhi jalanan dan keramaian.

2. Mengistirahatkan bagian yang cedera


Mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera, segera berhenti olahraga dan jangan melakukan
gerakan apapun pada bagian tubuh yang cedera, serta hindari memberi beban pada daerah
yang cedera.
"Atau jika cedera kaki, bisa menggunakan tongkat atau kruk untuk berjalan," ungkap dr.
Andi.

3. Pemberian es
Es bisa mengurangi pendarahan atau pembengkakan. Caranya ambil dan letakkan ice pack
atau es batu yang dibungkus handuk pada tubuh yang mengalami cedera. Kompres selama 15
hingga 20 menit selama 2 jam sekali.

Proses ini bisa juga dilakukan 5 hingga 8 kali sehari, khususnya di 2 hari pertama cedera
terjadi.

"Tapi ingat jangan langsung ke kulit, sebaiknya dialasi handuk atau diberikan di atas elastis
perban yang sudah kita balut," tutur dr. Andi.

4. Kompresi atau pembalutan


Lakukan pembalutan dengan perban elastis pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Tekan
luka dengan menebalkan penggunaan kassa di atas luka agar tidak terjadi pembengkakan.

"Jangan lupa kalau ada lukanya, kita bisa menebalkannya kassa di atas luka, sehingga tidak
terjadi pertambahan bengkak," katanya.

5. Tinggikan posisi cedera


Hal ini bertujuan agar transportasi atau aliran darah kembali lancar. dr. Andi mengingatkan
posisi cedera sebaiknya lebih tinggi dari dada saat berbaring.

6. Datangi dokter
Apabila ragu dan khawatir dengan cedera yang Anda alami atau nyeri dan bengkak yang
bertambah, atau nyeri dan bengkak tidak berkurang dalam 2 hari.

7. Hindari pemijatan
Tindakan ini dapat menyebabkan meningkatnya perdarahan dan bengkak pada daerah yang
cedera, memperberat cedera, dan mengakibatkan lambatnya masa penyembuhan. Hindari
pemijatan khususnya saat 3 hari pertama cedera terjadi, karena itu masa krusial.

8. Hindari pemberian air panas atau alkohol


Air panas dan alkohol juga akan meningkatkan perdarahan dan bengkak pada daerah yang
cedera. Alih-alih air panas, lebih baik mencari air es atau es batu untuk dikompres.

9. Hentikan kegiatan olaharaga sementara


Jangan lakukan atau kembali berolahraga terutama dalam 3 hari pertama cedera kecuali jika
dokter memberikan izin. Hal ini karena akan menambah beratnya cedera yang ada.