Anda di halaman 1dari 100

1.1.

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Akuntansi sektor publik memiliki kaitan yang erat dengan penerapan dan perlakuanakuntansi pada
domain publik.Domain publik sendiri memiliki wilayah yang lebih luas dan kompleks dibandingkan
dengan sektor swasta. Keluasan wilayah publik tidak hanya disebabkan luasnya jenis dan

bentuk organisasi yang berada di dalamnya, akan tetapi juga karena kompleksnya lingkungan yang
mempengaruhi lembaga-lembaga publik tersebut.

Secara kelembagaan, domain publik antara lain : badan-badan pemerintahan (pusat dan daerah), BUMN
dan BUMD, yayasan, organisasi politik, LSM, Universitas dan organisasi nirlaba lainnya.

Istilah “Sektor Publik” sendiri memiliki pengertian yang bermacam-macam. Dari sudut pandang ilmu
ekonomi, sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas yang aktivitasnya berhubungan dengan
usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak
publik.

Beberapa tugas dan fungsi sektor publik dapat juga dilakukan oleh sektor swasta, misalnya : layanan
komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik dan sebagainya. Adapun beberapa tugas
sektor publik yang tidak bisa digantikan oleh sektor swasta, misalnya : fungsi birokrasi perintahan.
Seabagi konsekuensinya, akuntansi sektor publik dalam beberapa hal berbeda dengan akuntansi sektor
swasta.

1.2. SIFAT DAN KARATERISTIK AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK


Akuntansi merupakan suatu aktivitas yang memilki tujuan untuk mencapai hasil tertentu dan hasil
tersebut harus memiliki manfaat. Dalam beberapa hal, akuntansi sektor publik berbeda dengan
akuntansi pada sektor swasta. Perbedaan sifat dan karakteristik akuntansi tersebut disebabkan karena
adanya perbedaan lingkungan yang mempengaruhi. Komponen lingkungan yang mempengaruhi
organisasi sektor publik meliputi:

Faktor ekonomi meliputi antara lain :

 Pertumbuhan ekonomi
 Tingkat inflasi
 Tenaga kerja
 Nilai tukar mata uang
 Infrastruktur
 Pertumbuhan pendapatan per kapita (GNP/GDP)

Faktor politik meliputi antara lain :

 Hubungan negara dan masyarakat


 Legitimasi pemerintah
 Tipe rezim yang berkuasa
 Ideologi negara
 Elit politik dan massa
 Jaringan Internasional
 Kelembagaan

Faktor kultural meliputi antara lain :

 Keragaman suku, ras, agama, bahasa dan budaya


 Sistem nilai di masyarakat
 Historis
 Sosiologi masyarakat
 Karakteristik masyarakat
 Tingkat pendidikan

Faktor demografi meliputi antara lain :

 Pertumbuhan penduduk
 Struktur usia penduduk
 Migrasi
 Tingkat kesehatan
1.3. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR SWASTA

Perbedaan sifat dan karakteristik sektor publik dengan sektor swasta dapat dilihat dengan
membandingkan beberapa hal, yaitu: tujuan organisasi, sumber pembiayaan, pola pertanggungjawaban,
struktur organisasi, karakteristik anggaran, stakeholder yang dipengaruhi, dan sistem akuntansi yang
digunakan.

1. Tujuan organisasi

Dilihat dari tujuannya, organisasi sektor publik berbeda dengan sektor swasta. Perbedaan menonjol
terletak pada tujuan memperoleh laba. Pada sektor swasta terdapat tujuan untuk memaksimumkan laba
(profit motive), sedangkan pada sektor publik adalah pemberian pelayanan publik, dan penyediaan
pelayanan publik. Tetapi meskipun tujuan utama sektor publik adalah pemberian pelayanan publik, tidak
berarti organisasi sektor publik sama sekali tidak memiliki tujuan yang bersifat finansial. Organisasi
sektor publik juga memiliki tujuan finansial, akan tetapi hal tersebut berbeda baik secara filosofis,
konseptual, dan operasionalnya dengan tujuan profitabilitas sektor swasta.

2. Sumber pembiayaan

Perbedaan sektor publik dengan sektor swasta dapat dilihat dari sumber pendanaan organisasi atau
dalam istilah manajemen keuangan disebut struktur modal atau sumber pembiayaan. Sumber
pembiayaan sektor publik berbeda dengan sektor swasta dalam hal bentuk, jenis dan tingkat risiko. Pada
sektor publik sumber pendanaan berasal dari pajak dan retribusi, charging for service, laba perusahaan
milik negara, pinjaman pemerintah berupa utang luar negeri dan obligasi pemerintah, dan pendapatan
lain-lain yang sah dan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang ditetapkan. Sedangkan
untuk sektor swasta sumber pembiayaan dipisahkan menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Sumber
pembiayaan internal terdiri atas bagian laba yang diinvestasikan kembali ke perusahaan (retained
earnings) dan modal pemilik. Sumber pembiayaan eksternal misalnya utang bank, penerbitan obligasi,
dan penerbitan saham baru untuk mendapatkan dana dari publik.
3. Pola pertanggungjawaban

Manajemen pada sektor swasta bertanggungjawab kepada pemilik perusahaan (pemegang saham) dan
kreditor atas dana yang diberikan. Pada sektor publik manajemen bertanggung jawab kepada
masyarakat karena sumber dana yang digunakan organisasi sektor publik dalam rangka pemberian
pelayanan publik berasal dari masyarakat (public funds). Pola pertanggungjawaban di sektor publik
bersifat vertikal dan horisontal. Pertanggungjawaban vertikal (vertical accountability) adalah
pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada ototritas yang lebih tinggi, misalnya
pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada pemerintah pusat. Pertanggungjawaban horisontal
(horisontal accountability) adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas.

4. Struktur organisasi

Secara kelembagaan, organisasi sektor publik juga berbeda dengan sektor swasta. Struktur organisasi
pada sektor publik bersifat birokratis, kaku, dan hirarkis, sedangkan struktur organisasi pada sektor
swasta lebih fleksibel. Salah satu faktor utama yang membedakan sektor publik dengan sektor swasta
adalah adanya pengaruh politik yang sangat tinggi pada organisasi sektor publik. Tipologi pemimpin,
termasuk pilihan dan orientasi kebijakan politik, akan sangat berpengaruh terhadap pilihan struktur
birokrasi pada sektor publik. Sektor publik memiliki fungsi yang lebih kompleks dibandingkan dengan
sektor swasta. Kompleksitas organisasi akan berpengaruh terhadap struktur organisasi.

5. Karakteristik anggaran dan stakeholder

Jika dilihat dari karakteristik anggaran, pada sektor publik rencana anggaran dipublkasikan kepada
masyarakat secara terbuka untuk dikritisi dan didiskusikan. Anggaran bukan sebagai rahasia negara.
Sementara itu, anggaran pada sektor swasta bersifat tertutup bagi publik karena anggaran merupakan
rahasia perusahaan. Dari sisi stakeholder, pada sektor publik stakeholder dibagi menjadi dua yaitu
internal dan eksternal, pada stakeholder internal antara lain adalah lembaga negara (kabinet, MPR, DPR,
dan sebagainya), Kelompok politik (partai politik), manajer publik (gubernur BUMN, BUMD), pegawai
pemerintah. Stakeholder eksternal pada sektor publik seperti masyarakat pengguna jasa publik,
masyarakat pembayar pajak, perusahaan dan organisasi sosial ekonomi yang menggunakan pelayanan
publik sebagai input atas aktivitas organisasi, Bank sebagai kreditor pemerintah, Badan-badan
internasional (IMF, ADB, PBB, dan sebagainya), investor asing, dan generasi yang akan datang. Pada
sektor swasta, stakeholder internal terdiri dari manajemen, karyawan, dan pemegang saham.
Sedangkan stakeholder eksternal terdiri dari bank, serikat buruh, pemerintah, pemasok, distributor,
pelanggan, masyarakat, serikat dagang dan pasar modal.
6. Sistem akuntansi yang digunakan

Perbedaan yang lain adalah sistem akuntansi yang digunakan. Pada sektor swasta sistem akuntansi yang
biasa digunakan adalah akuntansi yang berbasis akrual (accrual accounting). Sedangkan pada sektor
publik lebih banyak menggunakan sistem akuntansi berbasis kas (cash basis accounting).

Meskipun sektor publik memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda dengan sektor swasta, akan tetapi
dalam beberapa hal terdapat persamaan, yaitu:

1. Kedua sektor tersebut, yaitu sektor publik dan sektor swasta merupakan bagian integral dari sistem
ekonomi di suatu negara dan keduanya menggunakan sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan
organisasi.

2. Keduanya menghadapi masalah yang sama, yaitu masalah kelangkaan sumber daya (scarcity of
resources), sehingga baik sektor publik maupun sektor swasta dituntut untuk menggunakan sumber
daya organisasi secara ekonomis, efektif dan efisien.

3. Proses pengendalian manajemen, termasuk manajemen keuangan, pada dasarnya sama di kedua
sektor. Kedua sektor sama-sama membutuhkan informasi yang handal dan relevan untuk melaksanakan
fungsi manajemen, yaitu: Perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian.

4. Pada beberapa hal, kedua sektor menghasilkan produk yang sama, misalnya: baik pemerintah
maupun swasta sama-sama bergerak di bidang transportasi massa, pendidikan, kesehatan, penyediaan
energi, dan sebagainya.

5. Kedua sektor terikat pada peraturan perundangan dan ketentuan hukum lain yang disyaratkan.

1.4. TUJUAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK


American Accounting Association (1970) dalam Glynn (1993) menyatakan bahwa tujuan akuntansi pada
organisasi sektor publik adalah untuk :

 Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisiensi dan ekonomis
atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini
terkait dengan pengendalian manajemen (management control).
 Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan
tanggungjawab mengelola secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumber daya yang
menjadi wewenangnya dan memungkinkan bagi pegawai pemerintah untuk melaporkan kepada
publik atas hasil operasi pemerintah dan penggunaan dana publik. Tujuan ini terkait dengan
akuntanbilitas (Accountability)

Akuntansi sektor publik terkait dengan tiga hal pokok yaitu, penyediaan informasi pengadilan
manajemen dan akuntansibilitas. Akuntansi sektor publik merupakan alat informasi baik bagi peerintah
sebagai manajemen mapun alat informasi bagi publik. Baik pemerintah, informasi akuntansi digunakan
bagi pengadilan manajemen mulai dari perencanaan strategik, pembuatan program, penganggaran,
avaluasi, kinerja, dan pelaporan kinerja.

Informasi akuntansi bermanfaat untuk pengambilan keputusan, terutama untuk embantu manejer
dalam melakukan alokasi sumber daya. Informasi akuntansi dapat digunakan untuk menentukan biaya
sesuatu program, proyek atau aktivitas serta kelayakannya baik secara ekonomis dan teknis. Dengan
informasi akuntansi, pemerintah dapat menentukan pelayanan (cost of services) yang diberikan pada
publik, menetapkan biaya standar, dan harga yang akan dibebankan kepada publim atas suatu
pelayanan (charging of sevices).

Informasi akuntansi dapat digunakan untuk membantu dalam pemilihan program yang efektif dan
ekonomis serta penilaian infestasi. Untuk melakukan pengukurn kinerja, pemerintah melakukan
informasi akuntansi terutama untuk menentukan indikator kinerja (perfomance indicator) sebagai dasar
penilaian kinerja.

Pada tahap akhir dari proses pengadilan manajemen akuntansi digunakan untuk mebuat laporan
keuangan sektor publik berupa laporan surplus/defisit pada pemerintah, laporan rugi/laba dan aliran kas
pada BUMN/BUMD, laporan pelaksanaan anggaran, laporan alokasi sumber dana, dan neraca.
Kuntansibilitas publik hendaknya dipahami bukan sekedar akuntansibilitas finansial saja, akan tetapi juga
akuntabilitas value for money, akuntansibilitas manajerial, akuntansibilatas hukum, dan akuntabsibilitas
politik.
1.5. PERKEMBANGAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Berbagai kritik mengenai peran organisasi sektor publik dalam pembangunan telah mengalami
perubahan yang dramatis. Pada tahun 1950-an dan 1960-an sektor publik memainkan peran utama
sebagai pembuat dan pelaksana strategi pembangunan. Istilah “sektor publik” mulai dipakai pada tahun
1952.

Pada tahun 1970-an adanya kritikan dan serangan dari pendukung teori pembangunan radikal
menunjukkan kesan ingin mempertanyakan kembali peran sektor publik dalam pembangunan. Sektor
publik dianggap lebih rendah kedudukannya dibanding dengan sektor swasta dan bahkan dianggap
mengganggu pembangunan ekonomi dan sosial itu sendiri, dengan alasan sektor publik sering dijdikan
sebagai sarang pemborosan dan inefisiensi ekonomi. Kedudukan sektor publik bertambah lemah karena
orientasi pembangunan lebih diarahkan pada pembangunan sektor swasta dan cenderung mengabaikan
pembangunan sektor publik.

Baru pada tahun 1980-an reformasi sektor publik dilakukan dinegara-negara industri maju sebagai
jawaban atas berbagai kritikan yang ada. Berbgai perubahan dilakukan. Untuk memperbaiki kinerja
sektor publik, perlu di adopsi beberapa praktik dan teknik manajemen yang diterapkan di sekor swasta
ke dlam sektor publik.

Dengan adanya perubahan pada sektor publi tersebut, terjadi pula perubahan pada akuntansi sektor
publik. Akuntansi sektor publik keudian mengikuti dan menyesuaikan diri dengan perubahan perubahan
yang terjadi. Pemerintah New Zaeland yang dianggap paling maju dan sukses dalam menerapkan
akuntansi berbasis akrual telah mengadosi sistem akuntansi tersebut sejak tahun 1991 yang kemudian
diikuti oleh Jepang, Itali, dan negara-negara Eropa lainya, meskipun di Itali sistem tersebut kurang efektif
dan kurang sukses. Tujuan memperkenalkan sistem akuntansi akrual adalah untuk membantu
meningkatkan transparasi dan memperbaiki evektifitas sektor publik.

Kini muncul isu bahwa akuntansi sektor publik di negara berkembang mengalami kebangkrutan. Namun
hal tersebut dapat disangkal dengan negara-negara yang memiliki kepercayaan publik tinggi seperti
Malaysia, Taiwan, Thailand dan Korea Selatan.

Kontribusi sektor publik dapat memantu pembangunan nasional dan stabilitas publik. Oleh karena itu
perbaikan kinerja sektor publik terus dilakukan agar dapat tercipta good publik and corporate
govermance. Seiring dengan perbaikan sektor publik, akuntansi publik pun ikut berkembang dengan
pesat. Hal ini tampak pada dua dasawarsa terakhir, istilah "akuntabilitas publik, value for money,
reformasi sektor publik, privatisasi, good publik governance." yang begitu cepat masuk ke kamus sektor
publik.

Isu-isu sektor publik masih terus bermunculan misalnya isu perlunya dilakukan reformasi akuntansi,
auditing, sistem anajemen keuangan pubik, privatisasi perusahaan-perusahaan publik, dan tuntutan
dibuatnya laporan laporan keungan eksternal.

1.6. VALUE FOR MONEY

Tuntutan baru muncul agar organisasi sektor publik memperhatikan value of money dalam menjalankan
aktivitasnya, dimana value of money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang
mendasarkan pada 3 elemen utama, yaitu :

1. Ekonomi : pemerolehan input dengan kualitas tertentu pada harga yang terendah.

2. Efisiensi : pencapaian output yang maksimum dengan input tertentu atau penggunaan input yang
terendah untuk mencapai output tertentu.

3. Efektivitas : tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan atau perbandingan
outcome dengan ouput.

Ketiga hal tersebut merupakan pokok value of money, namun beberapa pihak berpendapat perlu
ditambah 2 elemen yaitu keadilan (equity) mengacu pada adanya kesempatan sosial yang sama untuk
mendapatkan pelayan publik yang berkualitas dan kesejahteraan ekonomi. Pemerataan (equality)
penggunaan uang publik tidak terkonsentrasi pada kelompok tertentu melainkan secara merata.

Manfaat implementasi value of money :


1. Meningkatkan pelyanan publik

2. Meningkatkan efektifitas pelayan publik, pelayan tepat sasaran.

3. Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan penghematan dalam
penggunaan input

1.7. AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DAN GOOD GOVERNANCE

Pengertian governance dapat diartikan sebagai cara mengelola urusan-urusan public. World Bank
memberikan definisi governance sebagai "te way state power is used in managing economic and social
resources for development of society". Sementara itu, United Nation Development Program (UNDP)
mendefinisikan Governance sebagai "the exercise of political, economic, and administrative authority to
manage a nation's affair at all levels".

Dalam hal ini World Bank lebih menenakankan pada cara pemerintah mengelola sumber daya social dan
ekonomi untuk kepentingan pembangunan masyarakat sedangkan UNDP lebih menekankan aspek
ekonomi, politik dan administrative dalam pengelolaan Negara.

Political governance mengacu pada proses pembuatan kebijakan (policy/ strategy formulation).
Economic governance mengacu pada proses pembuatan keputusan di bidang ekonomi yang berimplikasi
pada masalah pemerataan, penurunan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup. Administrative
governance mengacu pada sistem implementasi kebijakan.

Jika mengacu pada program World Bank dan UNDP, orientasi pembangunan sektor publik adalah untuk
menciptakan good governance. Pengertian Good governance sering diartikan sebagai tata kelola
pemerintahan yang baik. Sementara itu World Bank mendefinisikan Good Governance sebagai suatu
penyelenggaraan manejemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab sejalan dengan prinsip
demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi, dan pencegahan korupsi
baik secara politik maupun administatif, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and
political framework bagi tumbuhnya, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political
framework bagi tumbuhnya akencegahan korupsi baik secara politik maupun administatif, menjalankan
disiplin anggaran serta penciptaan legal and political framework bagi tumbuhnya akifias usaha.

Karakteristik Good Governance menurut UNDP,yaitu:


1. Participation merupakan keterlibatan masyarakat dalam pembuatan keputusan baik secara
langsung maupun tidak langsung melalui lembaga perwakilan yang dapat menyalurkan aspirasinya.
Partisipasi tersebut dibangun atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara
konstruktif.

2. Rule of law merupakan kerangka hukum yang adil dan dilaksanakan tanpa pandang bulu.

3. Transparency dibangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi. Informasi yang berkaitan
dengan kepentingan public secara langsung dapat diperoleh yang membutuhkan.

4. Responsiveness meerupakan lembaga-lembaga publik harus cepat dan tanggap dalam melayani
stakeholders.

5. Consensus orientation berada pada kepentingan masyarakat yang lebih luas.

6. Equity merupakan setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh
kesejahteraan dan keadilan.

7. Efficiency and effectivenessadalah pengelolaan sumber daya public harus dilakukan secara berdaya
guna (efisien) dan berhasil guna (efektif).

8. Accountability merupakan tanggungjawaban kepada public atas setiap aktifitas yang dilakukan.

9. Strategic vision merupakan penyelenggaraan pemerintahan dan masyarakat harus memiliki visi jauh
ke depan.
Dari sembilan karakter tersebut, paling tidak terdapat 3 hal yang dapat diperankan oleh akuntansi sektor
publik yaitu pencipttaan transportasi, akuntanbilitas publik dan value for money (economiy, efficiency
dan effectiveness)

Untuk mewujudkan good public and corporate governance dalam rangka menciptakan kesejahteraan
masyarakat, maka diperlukan serangkaian revormasi di sektor publik. Dimensi reforamsi sektor publik
tersebut tidak saja sekedar perubahan format lembaga, akan tetapi mencangkup pembaharuan alat-alat
yang digunakan untuk mendukung berjalannya lembaga-lembaga publik tersebut secara ekonomis,
efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.

Untuk mewujudkan good governance diperlukan reformasi kelembagaan dan reformasi manajemen
publik. Reformasi kelembagaan menyangkut pembenahan seluruh alat-alat pemerintah di daerah baik
struktur maupun instruktur. Diperlukan juga reformasi lanjutan terutama yang terkait dengan sistem
pengelolaan keuangan pemerintah daerah, yaittu:

1. Reformasi sistem penganggaran(budgeting reform)

2. Reformasi sistem akuntansi (accounting reform)

3. Reformasi sistem pemeriksaan (audit reform)

4. Reformasi sistem manajemen daerah (financial management reform)

1.8. AKUNTABILITAS PUBLIK

Akuntabilitas publik adalah kewajiban pihak pemegang amanah untuk memberikan


pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang
menjadi tanggungjawabnya kepada pihak yang memberikan amanah.
Akuntabilitas publik terdiri atas dua macam, yaitu:

a. Vertical accountability adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang
lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja (dinas) kepada pemerintah daerah, kemudian
pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR.

b. Horizontal accountability adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas.

Tuntunan akuntabilitas publik lebih menekankan pada akuntabilitas horisontal, tidak hanya
akuntabilitas vertikal.

Akuntabilitas merupakan konsep yang lebih luas dari stewardship. Stewardship mengacu pada
pengelolaan atas suatu aktivitas secara ekonomis dan efisien tanpa dibebani kewajiban untuk
melaporkan, sedangkan accountability mengacu pada pertanggungjawaban oleh seorang steward
kepada pemberi tanggung jawab.

Akuntabilitas publik yang dilakukan organisasi sektor publik terdiri atas empat dimensi akuntabilitas
yang mesti dipenuhi organisasi sektor publik (Ellwood, 1993).

1. Accountability for probity and legality, akuntabilitas kejujuran dan hukum. Akuntabilitas hukum
terkait dengan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang diterapkan.

2. Process accountability, akuntabilitas proses. Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur
yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan sistem informasi
akuntansi, sistem informasi manajemen, dan prosedur administrasi. Akuntabilitas ini diterjemahkan
melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif, dan murah biaya. Pengawasan dan
pemeriksaan dapat dilakukan terhadap akuntabilitas proses, untuk dapat menghindari kolusi, korupsi
dan nepotisme.
3. Program accountability, akuntabilitas program, untuk pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan
dapat tercapai, dan apakah ada alternatif program lain yang memberikan hasil maksimal dengan biaya
minimal.

4. Policy accountability, akuntabilitas kebijakan, terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah atas


kebijakan yang diambil terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas.

1.9. PRIVATISASI

Di Indonesia sendiri, masih banyak perusahaan milik negara (BUMN dan BUMD) yang dijalankan secara
tidak efisien. Inefisiensi yan di alami oleh BUMN dan BUMD antara lain disebabkan adanya intervensi
politik, sentralisasi, rent seeking behaviour, dan manajeen yang buruk.

BUMN dan BUMD dalam era globalisasi akan menghadapi beberapa tekanan dan tuntutan, yaitu:

1. Regulation & political pressure, BUMN dan BUMD dituntuk untuk memberikan bagian laba
perusahaan kepada pemerintah.

2. Social pressure, BUMN dan BUMD akan menghadapi tekanan yang semakin besar dari masyarakat
(konsumen) untuk menghasilkan produk yang murah dan berkualitas.

3. Rent seeking behaviour, BUMN dan BUMD akan berhadapan dengan orang-orang yang mencoba
melakukan rent seeking, korupsi, kolusi, dan nepotisme.

4. Economic & efficiency, BUMN dan BUMD disisi lain dituntuk untuk ekonomi dan efisien agar menjadi
entitas bisnis yang profesional.

1.10. KESIMPULAN
Demikanlah pemaparan materi diatas dengan lengkap terkait pengertian akuntansi sektor publik beserta
karakteristik, tujuan, ,ruang lingkupnya,dan akuntabilitas . Pemaparan di atas, sangat jelas bahwa
laporan pengelolaan keuangan dari akuntansi untuk sektor publik sangat penting untuk publik. Laporan
dari akuntansi ini dapat digunakan untuk melihat transparansi anggaran, pertanggungjawaban, dan
melihat bagaimana kinerja lembaga publik.

Begitupun jika kita sedang membagun sebuah bisnis. Akuntansi dan pembukuan adalah hal yang peting
untuk memastikan seluruh urusan keuangan bisnis terpantau secara transparan dan tidak ada informasi
keuangan sedikitpun yang kita lewatkan.

Sistem akuntansi sektor publik lebih banyak menggunakan sistem akuntansi berbasis kas (cash basis
accounting).

Salah satu perbedaan akuntansi sektor publik dengan sektor swasta dilihat dari faktor lingkungan.

Salah jenis Akuntabilitas publik , yaitu:

Horizontal accountability adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih
tinggi, misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja (dinas) kepada pemerintah daerah, kemudian
pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR.

Pilih salah satu:

Salah satu persamaan akuntansi sektor publik dan sektor swasta, yaitu:

Proses pengendalian manajemen, termasuk manajemen keuangan, pada dasarnya sama di kedua sektor.
Kedua sektor sama-sama membutuhkan informasi yang handal dan relevan untuk melaksanakan fungsi
manajemen, yaitu: Perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian.

Tiga komponen utama dalam value of money adalah efisiensi, efektivitas dan ekonomi

Pilih salah satu:

Benar
Pilih salah satu

Topik 2

2.1.PENDAHULUAN

Peran utama akuntansi manajemen sektor publik adalah menyediakan informasi akuntansi yang akan
digunakan oleh manajer publik dalam menyediakan informasi akuntansi yang akan digunakan oleh
manajer publik dalam melakukan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Informasi akuntansi
diberikan sebagai alat atau sarana untuk membantu manajer menjalankan fungsi-fungsi manajemen
sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Akuntansi manajemen didefinisikan oleh Institute of Management Accountants (1981) sebagai satu
proses pengidentifikasian, pengukuran, pengakumulasian, penganalisaan, penyiapan,
penginterpretasian, dan pengkomunikasian informasi finansial yang digunakan oleh manajemen untuk
perencanaan, evaluasi, dan pengendalian organisasi serta untuk menjamin bahwa sumber daya
digunakan secara tepat dan akuntabel.

Sedangkan Chartered Institute of Management Accountants mendefinisikan akuntansi manajemen


sebagai suatu bagian integral dari manajemen yang terkait dengan pengidentifikasian, penyajian, dan
penginterpretasian informasi yang digunakan untuk :

a. Perumusan Strategi

b. Perencanaan dan Pengendalian aktivitas

c. Pengambilan keputusan

d. Pengoptimalan penggunaan sumber daya

e. Pengungkapan ( disclosure ) kepada stakeholders dan pihak luar organisasi

f. Pengungkapan kepada karyawan

g. Perlindungan aset

2.2. AKUNTANSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN ORGANISASI

Perencanaan organisasi sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi keadaan di masa yang akan
datang. Bagi tiap-tiap jenis organisasi, sistem perencanaan berbeda-beda tergantung pada tingkat
ketidakpastian dan kestabilan lingkungan yang mempengaruhi. Dalam organisasi sektor publik,
lingkungan yang mempengaruhi sangat heterogen. Faktor politik dan ekonomi sangat dominan dalam
mempengruhi tingkat kestabilan organisasi. Informasi akuntansi diperlukan untuk membuat prediksi dan
estimasi mengenai kejadian ekonomi yang akan datang dikaitkan dengan keadaan ekonomi dan politik
saat ini.

Informasi akuntansi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok,
yaitu:

1.Informasi sifatnya rutin ataukah ad hoc

2.Informasi kuantitatif ataukah kualitatif

3.Informasi disampaikan melalui saluran formal ataukah informal

2.3. AKUNTANSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN ORGANISASI

Untuk menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara ekonomis, efisien,
dan efektif, maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang efektif. Pola pengendalian tiap organisasi
berbeda-beda tergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. Alat pengendalian organisasi bisnis
lebih bertumpu pada mekanisme negosiasi (negotiated bargain), sedangkan alat pengendalian
organisasi sektor publik berupa peraturan birokrasi.

Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah pengendalian. Informasi akuntansi merupakan
alat pengendalian yang vital bagi organisasi karena akuntansi memberikan informasi yang bersifat
kuantitatif.

Dalam memahami akuntansi sebagai alat pengendalian perlu dibedakan penggunaan informasi
akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan akuntansi sebagai alat
pengendalian organisasi (organizational control).

Pengendalian keuangan terkait dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi. Sedangkan
pengendalian organisasi terkait dengan pengintegrasian aktivitas fungsional ke dalam sistem organisasi
secara keseluruhan.
2.4. PROSES PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MANAJERIAL ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

Perencanaan dan pengendalian pada dasarnya merupakan dua sisi mata uang, sehingga harus
dipertimbangkan secara bersama-sama. Tanpa ada pengendalian, perencanaan tidak akan berarti
karena tidak ada follow-up, demikian sebaliknya. Perencanaan dan pengendalian merupakan suatu
proses yang membentuk suatu siklus sehingga satu tahap akan terkait dengan tahap yang lain dan
terintegrasi di dalam suatu organisasi. Jones dan Pendlebury (1996) membagi proses perencanaan
dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima tahap, yaitu:

1. perencanaan tujuan dan sasaran dasar;

2. perencanaan operasional;

3. penganggaran;

4. pengendalian& pengukuran;

5. pelaporan, analisis, dan umpan balik.

2.5. PERAN AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK

Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi :

Ø Perencanaan Strategik
Akuntansi manajemen dibutuhkan sejak tahap perencanaan strategik, manajemen organisasi membuat
alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategik organisasi. Peran akuntansi manajemen
adalah memberikan informasi untuk menentukan biaya program (cost of program) dan biaya suatu
aktivitas (cost of activity), sehingga manajer dapat menentukan anggaran yang dibutuhkan dikaitkan
dengan sumber daya yang dimiliki.

Akuntansi manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan utama, yaitu efisiensi
biaya, kualitas produk, dan pelayanan (cost, quality, and service). Untuk dapat menghasilkan kualitas
pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah, pemerintah harus mengadopsi sistem informasi
akuntansi manajemen yang modern. Karena sebagian besar biaya yang terjadi di sektor publik
merupakan discretionary costs, maka peran manajer publik sangat penting dalam mengendalikan biaya.

Ø Pemberian Informasi Biaya

Biaya (cost) dalam konteks organisasi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:

a. Biaya input, yaitu sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. Bisa berupa
biaya tenaga kerja dan biaya bahan baku.

b. Biaya output, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga sampai ke tangan
pelanggan.

c. Biaya proses, dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. Biaya ini sendiri diukur dengan
mempertimbangkan fungsi organisasi.

Akuntansi manajemen sektor publik memiliki peran yang strategis dalam perencanaan finansial terkait
dengan identifikasi biaya-biaya yang terjadi. Juga berperan untuk memberikan informasi mengenai
pengeluaran publik yang dapat digunakan oleh pihak internal (pemerintah) dan pihak eksternal
(masyarakat, LSM, DPRD, universitas, dll) untuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan
keputusan.
Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas, yaitu :

1. Cost Finding, pemerintah mengakumulasi data mengenai biaya yang dibutuhkan untuk
menghasilkan produk/ jasa pelayanan.

2. Cost Recording, meliputi kegiatan pencatatan data ke dalam sistem akuntansi organisasi.

3. Cost Analyzing, mengidentifikasi jenis dan perilaku biaya, perubahan biaya, dan volume kegiatan.

4. Strategic Cost Management, menentukan strategi penghematan biaya agar tercapai value for
money. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya (manajemen biaya strategik) memiliki
karakteristik, yaitu berjangka panjang, berdasarkan kultur perbaikkan berkelanjutan (continuous
improvement) dan berfokus pada pelayanan masyarakat, manajemen harus bersifat proaktif dalam
melakukan penghematan biaya, keseriusan manajemen puncak merupakan penentu efektivitas program
pengurangan biaya.

5. Cost Reporting, memberikan informasi biaya secara lengkap kepada pimpinan dalam bentuk
internal report yang kemudian diagregasikan ke dalam satu laporan yang akan disampaikan kepada
pihak eksternal.

Ø Penilaian Investasi

Faktor-faktor yang harus diperhatikan oleh akuntan manajemen untuk melakukan penilaian suatu
investasi, yaitu tingkat diskonto, tingkat inflasi, tingkat resiko dan ketidakpastian, sumber pendanaan
untuk investasi yang akan dilakukan.

Perbedaan penilaian investasi pada sektor publik dan swasta terletak pada tekniknya. Pada sector
swasta, terdapat beberapa teknik investasi diantaranya Net Present Value (NVP), Internal Rate of Return
(IRR), Accounting Rate of Return (ARR), Payback Period (PP), dan sebagainya. Sementara penilaian
investasi dalam organisasi sektor publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya-manfaat (cost
benefit analysis).
Ø Penganggaran

Akuntansi manajemen memainkan peran yang vital dalam proses pemilihan program, penentuan biaya
program, dan penganggaran. Akuntansi manajemen membahas tentang perencanaan dan pengendalian
yang sangat erat hubungannya dengan penganggaran. Akuntansi manajemen berperan untuk
memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. Tiga fungsi anggaran, yaitu alat alokasi sumber
daya publik, alat distribusi, stabilisasi.

Akuntansi manajemen ini perlu didukung dengan manajemen sumber daya manusia yang handal, sebab
akuntansi manajemen hanya merupakan alat manajemen untuk perencanaan dan pengendalian.

Ø Penentuan Biaya Pelayanan (Cost of Services) dan Penentuan Tarif Pelayanan (Charging for Services)

Akuntansi manajemen digunakan untuk menentukan biaya yang dikeluarkan untuk memberikan
pelayanan tertentu dan tarif yang akan dibebankan kepada pemakai jasa pelayanan publik. Penentuan
biaya pelayanan dan penentuan tarif pelayanan merupakan satu rangkaian yang keduanya sama-sama
membutuhkan informasi akuntansi. Contohnya, pemerintah daerah harus dapat menentukan berapa
biaya untuk membuat jalur bebas hambatan yang baik, aman, nyaman, serta berapa biaya
operasionalnya. Dengan adanya informasi akuntansi manajemen, sumber-sumber inefisiensi di
organisasi dapat dideteksi dan dihilangkan.

Ø Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat
efisiensi dan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Akuntansi manajemen
berperan dalam pembuatan indikator kinerja kunci dan satuan ukur untuk masing-masing aktivitas yang
dilakukan.

Kesimpulan
Akuntansi manajemen sektor publik memiliki kaitan erat dengan sistem pengendalian manajemen
sektor publik. Sistem pengendalian manajemen sektor publik memiliki dua komponen, yaitu proses
pengendalian manajemen dan struktur pengendalian manajemen. Proses pengendalian manajememn
melibatkan beberapa aktivitas, yaitu perencanaan,

koordinasi, komunikasi informasi, pengembalian keputusan, motivasi, pengendalian, dan penilaian


kinerja. Struktur pengendalian manajemen terkait dengan desain struktur organisasi yang tercermin
dalam bentuk pusat-pusat pertanggung jawaban. Akuntansi manajemen sektor publik berfungsi sebagai
penyedia informasi untuk pengambilan keputusan ekonomi, sosial dan politik. Akuntansi manajemen
juga berfungsi membantu memberi informasi untuk perencanaan dan pengendalian bagi manajer
publik. Akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik berperan untuk merencanakan strategi,
memberikan informasi biaya (cost of services) dan tarif pelayanan (charging for services).

Topik 3

3.1 Pendahuluan

√ 9 Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen Menurut Para Ahli

Organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannya


strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Pengendalian
manajemen meliputi perencanaa, koordinasi, komunikasi informasi, pengambilan keputusan, motivasi,
pengendalian, dan penilaian kinerja.

3.2 TIPE PENGENDALIAN MANAJEMEN

Sistem Pengendalian Manajemen : Pengertian, Manfaat & Tujuannya


Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok, yaitu:

1. Pengendalian preventif (preventive control) merupakan pengendalian manajemen terkait


dengan perumusan strategi dan perencanaan strategik yang dijabarkan dalam bentuk program-program.

2. Pengendalian operasional (operational control) merupakan pengendalian manajemen terkait


dengan pengawasan pelaksanaan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran.
Anggaran digunakan untuk menghubungkan perencanaan dengan pengendalian.

3. Pengendalian kinerja merupakan pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja


berdasarkan tolok ukur kinerja yang telah ditetapkan.

3.3 STRUKTUR PENGENDALIAN MANAJEMEN

Sistem pengendalian manajemen: Definisi, faktor, unsur, proses

Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk struktur pusat pertanggungjawaban (responsibility


centers). Pusat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang
bertanggungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Tujuan dibuatnya
pusat-pusat pertanggungjawaban tersebut adalah:

1. Sebagai basis perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja manajer dan unit organisasi yang
dipimpinnya

2. Untuk memudahkan mencapai tujuan organisasi

3. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence


4. Mendelegasikan tugas dan wewenang ke unit-unit yang memiliki kompetensi sehingga
mengurangi beban tugas manajer pusat

5. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan

6. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien

7. Sebagai alat pengendalian anggaran

3.4 Pusat Pertanggungjawaban

Tanggung jawab manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal
antara sumber daya input yang digunakan dengan output yang dihasilkan dikaitkan dengan target
kinerja.
Pusat–Pusat Pertanggungjawaban

1. Pusat Biaya (expense center), merupakan pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya
dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Suatu unit organisasi dikatakan sebagai pusat biaya
apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan (bukan nilai output yang
dihasilkan). Contohnya yaitu Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Departemen Produksi.

2. Pusat Pendapatan (revenue center), merupakan pusat pertanggungjawaban yang prestasi


manajernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan. Contohnya yaitu Dinas Pendapatan Daerah
dan Departemen Pemasaran.

3. Pusat Laba (profit center), merupakan pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input
dengan output. Kinerja manajer dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. Contohnya yaitu BUMN dan
BUMD, bandara, pelabuhan.

4. Pusat Investasi (investment center), merupakan pusat pertanggungjawaban yang prestasi


manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada
pusat pertanggungjawaban yang dipimpin. Contohnya yaitu Departemen Riset, Pengembangan dan
Balitbang.

3.5 PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK

Proses Pengendalian Manajemen - Fahmy Zone

Sistem pengendalian manajemen dapat menjadi jembatan dalam mewujudkan goal congruence yaitu
keselarasan antara tujuan organisasi dengan tujuan personal. Goal congruence ini dipengaruhi faktor
pengendalian formal ( sistem pengendalian manajemen, sistem aturan / rules of the game, dan reward
dan punishment system) dan faktor informalyang bersifat eksternal (etos kerja dan loyalitas karyawan)
sedangkan yang bersifat internal (kultur organisasi, gaya manajemen, dan gaya komunikasi. Saluran
komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang meliputi :

1. Perumusan Strategi (Strategy Formulation)

Perumusan strategi adalah proses penentuan visi, misi, tujuan, sasaran, target (outcome), arah dan
kebijakan, serta strategi organisasi. Perumusan strategi menghasilkan strategi global (makro) atau
disebut corporate level strategy. Salah satu metode penentuan strategi adalah analilis SWOT (Strength,
Weakness, Opportuniy, Threat).

Proses Perumusan Strategi menurut Olsen dan Eadie (1982), yaitu (1) Pernyataan misi dan tujuan
organisasi yang disrumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan memberikan kerangka
pengembangan strategi serta target yang akan dicapai, (2) Analisis atau scanning lingkungan, terdiri dari
pengidentifikasian dan pengukuran (assessment) faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi
dan kondisi yang harus dipertimbangkan pada saat merumuskan strategi organisasi, (3) Profil internal
dan audit sumber daya, yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi
dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dengan perencanaan strategik, (4) Perumusan,
evaluasi, dan pemilihan strategi, (5) Implementasi dan pengendalian rencana strategik.

2. Perencanaan Strategik (Strategic Planning)

Perencanaan strategik adalah proses penentuan program-program, aktivitas, atau proyek yang akan
dilaksanakan oleh suatu organisasi dan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan.

Manfaat Perencanaan Strategik Bagi Organisasi, adalah (1) Sebagai sarana untuk memfasiltasi
terciptanya anggaran yang efektif, (2) Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer ada pelaksanaan
strategi yang telah ditetapkan, (3) Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya
yang optima (efektif dan efisien), (4) Sebagai kerangka untuk pelaksanaan tindakan jangka pendek (short
term action), (5) Sebagai sarana bagi manajemen untuk dapat memahami strategi organisasi secara
lebih jelas, (6) Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi.

Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan komunikasi antara manajer puncak
dengan manajer level bawahnya.
Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi. Perlu adanya restrukturisasi dan
reorganisasi (institutional reform) agar selaras dengan strategi dan desain sistem pengendalian
manajemen. Prinsip-Prinsip Restrukturisasi, yaitu perubahan struktur organisasi hendaknya
meningkatkan kapasitas untuk mencapai strategi yang efektif, pimpinan eksekutif bertanggung jawab
untuk melaksanakan strategi dan arahan kebijakan hingga level bawah, dewan bertanggung jawab
secara kolektif untuk merancang strategi, kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya, dan menilai
kinerja manajemen (eksekutif)

3. Penganggaran

Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen merupakan tahap dominan yang memiliki
karakteristik yang berbeda dengan penganggaran pada sektor swasta terutama adalah adanya pengaruh
politik dalam proses penganggaran.

4. Penilaian Kinerja

Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinarja dilakukan dengan cara menciptakan
mekanisme reward dan punishment. Insentif positif bagi pencapaian tujuan disebut penghargaan
(reward) dan insentif negatif jika tujuan tidak dicapai disebut hukuman (punishment). Reward dapat
mendorong tercapainya tujuan organisasi dan menciptakan kepuasan bagi setiap individu.

Pemberian reward dapat berupa finansial (kenaikan gaji, bonus, dan tunjangan) dan nonfinansial
seperti pshycological reward dan social reward (promosi jabatan, penambahan tanggung jawab, dan
kepercayaan, otonomi yang lebih besar, penempatan kerja di lokasi yang lebih baik, dan pengakuan.
Orientasi penilaian kinerja lebih diarahkan pada pemberian penghargaan (reward oriented).
Topik 4

4.1Pengertian Anggaran dan Penganggaran sektor Publik

Little Star: “KONSEP PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK”

A. KONSEP ANGGARAN SEKTOR PUBLIK

Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapaiselama periode waktu
tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial, sedangkan penganggaran adalah proses atau metoda
untuk mempersiapkan suatu anggaran. Dalamorganisasi sektor publik, penganggaran merupakan suatu
proses politik. Pada sektor swasta, anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup
untuk publik,sebaliknya pada sektor publik anggaran justru harus diinformasikan kepada publik untuk
dikritik, didiskusikan, dan diberi masukan.Penganggaran sektor publik terkait dengan proses penentuan
jumlah alokasi danauntuk tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter. Proses
penganggaranorganisasi sektor publik dimulai ketika perumusan strategi dan perencanaan strategictelah
selesai dilakukan. Anggaran merupakan managerial plan for action untuk memfasilitasi tercapainya
tujuan organisasi.Aspek-aspek yang harus tercakup dalam anggaran sektor publik meliputi :

Aspek perencanaan;

1. Aspek pengendalian; dan

2. Aspek akuntabilitas publik.Penganggaran sektor publik harus diawasi mulai tahap perencanaan,
pelaksanaan,serta pelaporan dan akan lebih efektif jika diawasi oleh lembaga pengawas khusus
(oversight body).

B. PENGERTIAN ANGGARAN SEKTOR PUBLIK


Anggaran publik adalah rencana kegiatan dalam bentuk perolehan pendapatandan belanja dalam satuan
moneter.Secara singkat dapat dinyatakan bahwa anggaran publik merupakan suaturencana finansial
yang menyatakan :

1. Berapa biaya atas rencana-rencana yang dibuat (pengeluaran/belanja);

2. Berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk mendanairencana tersebut
(pendapatan).

C. PENTINGNYA ANGGARAN SEKTOR PUBLIK

Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat kebutuhanmasyarakat, seperti
listrik, air bersih, kualitas kesehatan, pendidikan, dan sebagainyaagar terjamin secara layak. Anggaran
merupakan blue print keberadaan sebuah negaradan merupakan arahan di masa yang akan datang.

Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah

Kebijakan fiskal adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi keadaanekonomi
melalui sistem pengeluaran atau sistem perpajakan untuk mencapai tujuantertentu. Alat utama
kebijakan fiskal adalah anggaran. Angaran sektor publik harus dapatmemenuhi kriteria berikut :

Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat

Menentukan penerimaan dan pengeluaran departemen-departemen pemerintah, pemerintah propinsi


atau pemerintah daerah.Anggaran sektor publik penting karena beberapa alasan, yaitu:

1. Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunansosial-ekonomi,


menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualititas hidupmasyarakat.
2. Anggaran diperlukan karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yangtak terbatas dan
terus berkembang, sedangkan sumber daya yang ada terbatas.Anggaran diperlukan karena adanya
masalah keterbatasan sumber daya ( Scarcity of resources), pilihan (choice), dantrade offs.

3. Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggung jawab terhadap
rakyat. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrument pelaksanaan akuntabilitas publik oleh
lembaga-lembaga publik yang ada.

4.2 Fungsi Anggaran Sektor Publik

BUDGETING (PENGANGGARAN) -COST - Creative and Addictive Education


FUNGSI ANGGARAN SEKTOR PUBLIK

Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama, yaitu:

(1) Sebagai alat perencanaan,

(2) alat pengendalian,

(3) alat kebijakan fiskal,

(4) alat politik,

(5) alat koordinasi dan komunikasi,

(6) alat penilaian kinerja,

(7) alat motivasi,

(8) alat menciptakan ruang publik.

Anggaran Sebagai Alat Perencanaan (Planning Tool)

Anggaran sektor publik dibuat untuk merencakan tindakan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah,
berupa biaya yang dibutuhkan, dan berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerintah
tersebut.Anggaran sebagai alat perencanaan digunakan untuk:
1. merumuskan tujuan serta sasaran kebijakan agar sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan,

2. merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi


sertamerencanakan alternatif sumber pembiayaannya,

3. mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah disusun,

4. menentukan indikator kinerja dan tingkat pencapian strategi.

Anggaran Sebagai Alat Pengendalian (Control Tool)

Sebagai alat pengendalian, anggaran memberikan rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran
pemerintah agar pembelanjaan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.Anggaran sebagai
instrumen pengendalian digunakan untuk menghindari adanya overspending, underspending dan salah
sasaran (misappropriation) dalam pengalokasian anggaran dalam bidang lain yang bukan merupakan
prioritas.Pengendalian anggaran public dapat dilakukan dengan 4 cara, yaitu:

1. Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan;

2. Menghitung selisih anggaran (favourable dan unfavourable variances

3. Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan (controllable) dan tak dapatdikendalikan


(uncontrollable) atas suatu varians;

4. Merevisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya.

Anggaran Sebagai Alat Kebijakan Fiskal (Fiscal Tool)


Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal pemerintah digunakan untuk menstabilkanekonomi dan
mendorong pertumbuhan ekonomi. Anggaran dapat digunakan untuk mendorong, memfasilitasi, dan
mengkoordinasikan kegiatan ekonomi masyarakatsehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Anggaran Sebagai Alat Politik (Political Tool)

Pada sektor publik, anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmeneksekutif dan
kesepakatan legislative atas penggunaan dana publik untuk kepentingantertentu. Oleh karena itu
pembuatan anggaran publik membutuhkan political skill,coalition building, keahlian bernegosiasi, dan
pemahaman tentang prinsip manajemenkeuangan publik oleh para manajer publik.

Anggaran Sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi (Coordination and Communication Tool)

Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintahan. Anggaran publik yang
disusun dengan baik mampu mendeteksi inkonsistensi suatu unir kerja dan juga berfungsi sebagai alat
komunikasi antar unit kerja dalam lingkungan eksekutif.

Anggaran Sebagai Alat Penilaian Kinerja (Performance Measurement Tool)

Anggaran merupakan wujud komitmen dari budget holder (eksekutif ) kepada pemberiwewenang
(legislatif)

Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian targetanggaran dan efisiensi pelaksanaan
anggaran.

Anggaran Sebagai Alat Motivasi (Motivation Tool)


Agar dapat memotivasi pegawai, anggaran hendaknya bersifal challenging but attainableatau
demanding but achieveable.

Maksudnya adalah target anggaran hendaknya janganterlalu tinggi hingga tidak dapat dipenuhi, namun
juga jangan terlalu rendah hinggaterlalu mudah dicapai.

Anggaran Sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik (Public Share)

Masyarakat, LSM, Perguruan Tinggi dan berbagai organisasi kemasyarakatan harusterlibat dalam proses
penganggaran publik.

Kelompok masyarakat yang terorganisir akanmencoba mempengaruhi anggaran pemerintah, kelompok


lain yang kurang terorganisir akan mempercayakan aspirasinya melaluiproses politik yang ada.

4.3 Jenis Anggaran Sektor Publik

Politisasi Anggaran Sektor Publik

Anggaran sektor publik dibagi menjadi dua, yaitu :


1. Anggaran operasional,

2. Anggaran modal

Anggaran Operasional (operation/recurrent budget)

Anggaran Operasional diguanakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalammenjalankan


pemerintahan. Misalnya adalah belanja rutin (recurrent expenditure) yaitu pengeluaran yang
manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran dan tidak dapatmenambah aset atau kekayaan bagi
pemerintah.Secara umum pengeluaran yang masuk kategori anggaran operasional antara lain

Belanja Administrasi Umum dan Belanja Operasi dan Pemeliharaan. Anggaran Modal
(capital/investment budget)

Anggaran modal menunjukkan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aktivatetap seperti
gedung, peralatan, kendaraan, perabot, dan sebagainya. Pada dasarnya pemerintah tidak mempunyai
uang yang dimiliki sendiri, sebab seluruhnya adalah milik publik.

Pendekatan Anggaran Sektor Publik

1. PENDEKATAN ANGGARAN TRADISIONAL

Anggaran tradisional merupakan pendekatan yang banyak digunakan di negara berkembang dewasa ini.
Terdapat dua cirri utama dalam pendekatan ini yaitu:

1. Cara penyusunan anggaran didasarkan atas pendekatan incrementalism

2. Struktur dan susunan anggaran yang bersifat line-item


.Cirri lain yang melekat pada pendekatan anggaran tradisional tersebut adalah:

1. Cenderung sentralistis

2. Bersifat spesifikasi

3. Tahunan

4. Mengggunakan prinsip anggaran bruto

Incrementalism

Penekanan dan tujuan utama pendekatan tradisional adalah pada pengawasan dan
pertanggungjawaban yang terpusat. Anggaran tradisional bersifat incrementalism yaitu hanya
menambah/mengurangi jumlah rupiah pada item anggaran yang ada sebelumnyadengan menggunakan
data tahun sebelumnya sebagai dasar menyesuaikan besarnya penambahan atau pengurangan tanpa
dilakukan kajian yang mendalam.

Masalah utama anggaran tradisional adalah berkaitan dengan tidak adanya perhatian terhadap konsep
value for money.

Konsep ekonomi, efesiensi dan efektivitassering tidak dijadikan pertimbangan dalam penyusunan
anggaran tradisional. Denganketiadaan perhatian pada konsep value for money ini, sering kali pada akhir
tahunanggaran terjadi kelebihan anggaran yang pengalokasiannya kemudian dipaksakan padaaktivitas-
aktivitas yang sebenarnya kurang penting untuk dilaksanakan.Anggaran tradisional cenderung
menggunakan konsep historic cost of service
Akibat digunakannya harga pokok pelayanan historis tersebut adalah suatu item, program, atau kegiatan
akan muncul lagi dalam anggaran tahun berikutnya meski itemtersebut sudah tidak dibutuhkan.
Perubahan anggaran hanya menyentuh jumlah nominalrupiah yang disesuaikan dengan tingkat inflasi,
jumlah penduduk, dan lainnya.

Line-item

Ciri lain anggaran tradisional adalah struktur anggaran bersifat line-item yang didasarkan atas dasar sifat
(nature) dari penerimaan dan pengeluaran.

Metode line-item budget tidak memungkinkan untuk menghilangkan item-item penerimaan atau
pengeluaran yang telah ada dalam struktur anggaran, walaupun sebenarnya secara riilitem tertentu
sudah tidak relevan lagi untuk digunakan dalam periode sekarang.Penyusunan anggaran dengan
menggunakan struktur line-item dilandasi alasanadanya orientasi sistem anggaran yang dimaksudkan
untuk mengontrol pengeluaran.

Berdasarkan hal tersebut, anggaran tradisional disusun atas dasar sifat penerimaan dan pengeluaran,
seperti misalnya pendapatan dari pemerintah atasan, pendapatan dari pajak,atau pengeluaran untuk
gaji, pengeluaran untuk belanja barang, dan sebagainya, bukan berdasar pada tujuan yang ingin dicapai
dengan pengeluaran yang dilakukan.

Kelemahan Anggaran Tradisional

Beberapa kelemahan anggaran tradisional antara lain:

1. Hubungan yang tidak memadai (terputus) antara anggaran tahunan denganrencana pembangunan
jangka panjang.

2. Pendekatan incremental menyebabkan sejumlah besar pengeluaran tidak pernahditeliti secara


menyeluruh efektivitasnya.
3. Lebih berorientasi pada input daripada output. Hal tersebut menyebabkananggaran tradisional
tidak dapat dijadikan sebagai alat untuk membuat kebijakandan pilihan sumberdaya, atau memonitor
kinerja.

4. Sekat-sekat antar departemen yang kaku membuat tujuan nasional secarakeseluruhan sulit dicapai.

Proses anggaran terpisah untuk pengeluaran rutin dan pengeluaran modal/investasi.

1. Anggaran tradisional bersifat tahunan

2. Sentralisasi penyiapan anggaran, ditambah dengan informasi yang tidak memadai menyebabkan
lemahnya perencanaan anggaran. Sebagai akibatnya adalah munculnya budget padding atau budgetary
slack.

3. Persetujuan anggaran yang terlambat, sehingga gagal memberikan mekanisme pengendalian untuk
pengeluaran yang sesuai, seperti seringnya dilakukan revisi anggaran dan manipulasi anggaran.

4. Aliran informasi (sistem informasi financial yang tdak memadai yang menjadi dasar mekanisme
pengendalian rutin, mengidentifikasi masalah dan tindakan.

B. PENDEKATAN NPM

Era New Publik Management

New Public Management berfokus pada manajemen sector public yang berorientasi padakinerja, bukan
berorientasi kebijakan. Penggunaan paradigma

New Publik Management tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi bagi pemerintah diantaranya
adalah tuntutanuntuk melakukan efisiensi, pemangkasan biaya, dan kompetensi tender. Salah satu
model pemerintah di era New Publik Management adalah model pemerintahyang diajukan oleh Osbone
dan Gaebler (1992) yang tertuang dalam pandangannya yangdikenal dengan konsep “reinventing
government”. Perspektif baru pemerintah menurutOborne dan Gaebler tersebut adalah :

1. Pemerintah katalisPemerintah sebagai pemberi arahan dan berfokus pada pemberian pengarahan
bukan produksi pelayanan public.

2. Pemerintah milik masyarakatPemerintah memberikan wewenang kepada masyarakat,


memberdayakanmasyarakat daripada melayani.

3. Pemerintah yang kompetitif Menyuntikan semangat kompetisi dalam pemberian pelayanan


public.Kompetisia dalah satu-satunya cara untuk menghemat biaya sekaligus meningkatkankualitas
pelayanan.

4. Pemerintah yang digerakan oleh misi

5. Mengubah organisasi yang digerakan oleh peraturan menjadi organisasi yangdigerakan oleh misi.
Pemerintah digerakan oleh misi bukan peraturan. Pemerintah yang berorientasi hasil Pemerintah yang
berorientasi hasil berusaha mengubah bentuk penghargaan daninsentif, yaitu membiayai hasil dan
bukan masukan.

6. Pemerintah berorientasi pada pelanggan : memenuhi kebutuhan pelanggan, bukan


birokrasi.Pemerintah tradisional seringkali salah dalam mengidentifikasikan pelanggannya.Penerimaan
pajak memang dari masyarakat dan dunia usaha, tetapi pemanfaatannyaharus disetujui oleh DPR/DPRD.
Akibatnya, pemerintah seringkali menganggap bahwaDPR/DPRD dan semua pejabat yang ikut dalam
pembahasan anggaran adalah pelanggannya padahal pelanggan yang sebenarnya adalah
masyarakat.Pemerintah wirausaha tidak akan seperti itu. Ia akan mengidentifikasikan pelangganyang
sesungguhnya.

Maka, tidak berarti bahwa pemerintah tidak bertanggungjawab padadewan legislatif, tetapi sebaliknya,
ia menciptakan sistem pertanggungjawaban ganda : kepada legislatif dan masyarakat. Dengan cara
seperti itu, maka pemerintah tidak akanarogan tetapi terus menerus akan berupaya untuk lebih
memuaskan masyarakat.
1. Pemerintah wirausaha : mampu menciptakan pendapatan dan tidak sekedar
membelanjakan.Pemerintah daerah wirausaha dapat mengembangkan beberapa pusat pendapatan,
misalnya: BPS dan Bappeda, yang dapat menjual informasi tentang daerahnya kepada pusat-pusat
penelitian;BUMN, BUMD; pemberian hak guna yang menarik kepada para pengusaha dan masyarakat;
penyertaan modal; dll.

2. Pemerintah antisipatif : berupaya mencegah daripada mengobati.Pemerintah tradisional yang


birokratis memusatkan diri pada produksi pelayanan publik untuk memecahkan masalah
publik.Pemerintah birokratis cenderung bersifat reaktif: seperti suatu satuan pemadam kebakaran,
apabila tidak ada kebakaran maka tidak akan ada upaya pemecahan.Pemerintah wirausaha bersifat
proaktif. Ia tidak hanya mencoba untuk mencegah masalah, tapi juga berupaya keras untuk
mengantisipasi masa depan. Ia menggunakan perencanaan strategis untuk menciptakan visi.

3. Pemerintah desentralisasi : dari hierarki menuju partisipatif dan tim kerja.Lima puluh tahun yang
lalu, pemerintahan yang sentralis dan hierarkis sangat diperlukankarena pengambilan keputusan harus
dari pusat. Pada saat itu, sistem tersebut masihsangat cocok karena teknologi informasi masih sangat
primitif, komunikasi antar berbagai lokasi masih lamban, dan aparatur pemerintah masih relatif belum
terdidik. Tapisekarang, perkembangan teknologi sudah sangat maju, kebutuhan masyarakat dan
bisnissudah semakin kompleks, staf pemerintah sudah berpendidikan tinggi, maka pengambilan
keputusan harus digeser ke tangan masyarakat, asosiasi, pelanggan, danlembaga swadaya masyarakat.

4. Pemerintah berorientasi pada (mekanisme) pasar: mengadakan perubahanmekanisme pasar


( sistem insentif) dan bukan dengan mekanisme administratif (sistem prosedur dan pemaksaan) Ada dua
cara alokasi sumberdaya, yaitu mekanisme pasar dan mekanisme administratif.Pemerintah tradisional
menggunakan mekanisme administratif, sedangkan pemerintahwirausaha menggunakan mekanisme
pasar. Pemerintah tradisional menggunakan perintah dan pengendalian, mengeluarkan prosedur dan
definisi baku dan kemudianmemerintahkan orang untuk melaksanakannya. Pemerintah wirausaha tidak
memerintahdan mengawasi tapi mengembangkan dan menggunakan sistem insentif agar orang tidak
melakukan kegiatan yang merugikan masyarakat.

Perbandingan Anggaran Tradisional dengan Anggaran Berbasis Pendekatan NPM

ANGGARAN TRADISIONAL
NEW PUBLIC MANAGEMENT

Senralis

Desentralis & devolved management

Berorientasi pada input

Berorientasi pada input, output, danoutcome (value for money)

Tidak terkait dengan perencanaan jangka panjang

Utuh dan komprehensif dengan perencanaan jangka panjang

Line-item da incrementalism

Berdasarkan sasaran kinerja

Batasan departemen yang kaku (rigid department)

Lintas departeman (crossdepartment)

Menggunakan aturan klasik:vote accounting


Zero-basebudgeting, planning programming budgeting system

Prinsip anggaran bruto

Sistematik dan Rasional

Bersifat Tahunan

Bottom-up budgeting

Spesifik

PERUBAHAN PENDEKATAN ANGGARAN

Dengan munculnya era New Public Management telah mendorong usaha untuk mengembangkan
pendekatan yang lebih sistematis dalam perencanaan anggaran sector publik. Seiring dengan
perkembangan tersebut, muncul beberapa teknik pengnggaransector publik, misalnya teknik anggaran
kinerja ( performance budgeting ), zero based budgeting (ZBB), dan planning, programming, and
budgeting system (PPBS). Pendekatan baru ini memiliki karakteristik:

1. Komprehensif/komparatif

2. Terintegrasi dan lintas departemen

3. Proses pengambilan keputusan yang rasional

4. Berjangka panjang
5. Spesifikasi tujuan dan perangkingan prioritas

6. Analisis total cost dan benefit (termasuk opportunitycost)

7. Berorientasi input, output, dan outcome, bukan sekedar input

8. Adanya pengawasan kinerja

1 ANGGARAN KINERJA

Pendekatan kinerja disusun untuk mengatasi berbagai kelemahan yang terdapatdalam anggaran
tradisional, khususnya yang disebabkan oleh ketiadaan tolok ukur yang bisa digunakan untuk mengukur
kinerja dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayanan publik. Anggaran dengan pendekatan kinerja
sangat menekankan pada konsep value for money dan pengawasan kinerja output. Pendekatan ini juga
mengutamakan mekanisme penentuan dan pembuatan prioritas tujuan serta pendekatan yang
sistematik dan rasional dalam proses pengambilan keputusan. Pendekatan ini cenderung menolak
pandangan anggaran tradisional yang menganggap bahwa tanpa adanya arahan dan campur tangan,
pemerintah akan menyalah gunakan kedudukan mereka dan cenderung boros.

Menurut pendekatan anggaran kinerja,dominasi pemerintah dapat diawasi dan dikendalikan melalui
penerapaninternal cost awareness, audit keuangan danaudit kinerja, serta evaluasi kinerja
eksternal.Dengan kata lain, pemerintah dipaksa bertindak berdasarkan cost minded, harus efisien,
memakai dana secara ekonomis, dan dituntut mampu mencapai tujuan yang ditetapkan.

2. ZERO BASED BUDGETING (ZBB)

Konsep ini dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang ada pada system anggarantradisional.
Penyusunan anggaran dengan menggunakan konsep ini dapat menghilangkan incrementalism dan line-
item karena anggaran diasumsikan mulai dari nol (zero-base).Proses Implementasi ZBB Terdiri dari 3
tahap, yaitu:
1. Identifikasi unit-unit keputusanStruktur organisasi pada dasarnya terdiri dari pusat-pusat
pertanggungjawaban.Setiap pusat pertanggungjawaban merupakan unit pembuat keputusan yang
salahsatu fungsinya adalah untuk menyiapkan anggaran. ZBB merupakan systemanggaran yang berbasis
pusat pertanggungjawaban sebagai dasar perencanan dan pengendalian anggaran.

2. Penentuan paket-paket keputusanTahap selanjutnya adalah menyiapkan dokumen yang berisi


tujuan unit keputusandan tindakan yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Dokumeninilah yang disebut paket keputusan. Paket keputusan merupakan gambarankomprehensif
mengenai bagian dari aktivitas organisasi atau fungsi yang dapatdievaluasi secara individual. Ada 2 jenis
paket keputusan :

3. Paket keputusan mutually-exclusive Merupakan paket keputusan yang memiliki fungsi yang sama

4. Paket keputusan incremental Merefleksikan level usaha berbeda dalam melakukan kegiatan
tertentu.

Keunggulan ZBB :

1. Jika ZBB dilaksanakan dengan baik maka dapat menghasilkan alokasi sumber daya secara lebih
efisien

2. ZBB berfokus pada value for money

3. Memudahkan untuk mengidentifikasi terjadinya inefisiensi dan ketidakefektifan biaya

4. Meningkatkan pengetahuan dan motivasi staf dan manajer

5. Meningktkan partisipasi manajemen level bawah dalam proses penyusunananggaran.


6. Merupakan cara yang sistematik untuk menggeser status quo dan mendorongorganisasi untuk
selalu menguji alternatif aktivitas dan pola perilaku biaya sertatingkat pengeluaran.

Kelemahan ZBB :

1. Prosesnya memakan waktu, terlalu teoritis dan tidak praktis, membutuhkan biayayang besar, serta
menghasilkan kertas kerja yang menumpuk karena pembuatan paket keputusan.

2. ZBB cenderung menekankan manfaat jangka pendek

3. Implementasi ZBB membutuhakan teknologi yang maju

4. Masalah besar yang dihadapi ZBB adalah proses meranking dan mereview paket keputusan.
Mereview ribuan paket keputusan merupakan pekerjaan yangmelelahkan dan membosankan, sehingga
dapat mempengaruhi keputusan.

5. Untuk melakukan perankingan paket keputusan dibutuhkan staf yang memilikikeahlian yang
mungkin tidak dimiliki organisasi. Selain itu dalam perankinganmuncul pertimbangan subjektif/ mungkin
terdapat tekanan politik sehingga tidak objektif lagi.

6. Memungkinkan munculnya kesan yang keliru bahwa semua paket keputusanharus dalam anggaran

7. Implementasi ZBB menimbulkan masalah keperilakuan dalam organisasi

G. PLANNING, PROGAMMING, AND BUDGETING SYSTEM (PPBS)


PPBS merupakan teknik penganggaran yang didasarkan pada teori system yang berorientasi pada output
dan tujuan dengan penekanan utamanya adalah alokasisumberdaya berdasarkan analisis ekonomi. PPBS
adalah salah satu model penganggaran yang ditujukan untuk membantu menajemen pemerintah dalam
membuat keputusanalokasi sumber daya secara lebih baik.Hal tersebut disebabkan sumber daya
yangdimiliki pemerintah terbatas jumlahnya, sementara tuntutan masyarakat tidak terbatas.Proses
Implementasi PPBS

Langkah implementasinya meliputi:

1. Menentukan tujuan umum organisasi dan tujuan unit organisasi dengan jelas.

2. Mengidentifikasikan program dan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telahditetapkan.

3. Mengevaluasi berbagai alternatif program dengan menghitung cost-benefit dari masing-masing


program.

4. Pemilihan program yang memiliki manfaat besar dengan biaya yang kecil.

5. Alokasi sumber daya ke masing-masing program yang disetujui

Karakteristik PPBS :

1. Berfokus pada tujuan dan aktivitas (program) untuk mencapai tujuan.

2. Secara eksplisit menjelaskan implikasi terhadap tahun anggaran yang akan dating karena PPBS
berorientasi pada masa depan.

3. Mempertimbangkan semua biaya yang terjadi.


4. Dilakukan analisis secara sistematik atas berbagai program, yang meliputi:identifikasi tujuan,
identifikasi secara sistematik alternatif program untuk mencapai tujuan, estimasi biaya total dari masing-
masing alternatif program, danestimasi manfat yang ingin diperoleh dari masing-masing alternatif
program

Kelebihan PPBS :

1. Memudahkan dalam pendelegasian tanggung jawab dari manajemen puncak kemanajemen


menengah.

2. Dalam jangka panjang dapat mengurangi beban kerja

3. Memperbaiki kualitas pelayanan melalui pendekatan sadar biaya dalam perencanaan program.

4. Lintas departemen sehingga dapat meningkatkan komunikasi, koordinasi, dankerja sama antar
departemen.

5. Menghilangkan program yang overlapping atau bertentangan dengan pencapaiantujuan organisasi

6. PPBS menggunakan teori marginal utility, sehingga mendorong alokasi sumber daya secara optimal.

Kelemahan PPBS

1. PPBS membutuhkan system informasi yang canggih, ketersediaan data, adanyasystem pengukuran,
dan staf yang memiliki kapabilitas tinggi
2. Implementasi PPBS membutuhkan biaya yang besar karena PPBS membutuhkanteknologi yang
canggih

3. PPBS bagus secara teori, namun sulit untuk diimplementasikan

4. PPBS mengabaikan realitas politik dan realitas organisasi sebagai kumpulanmanusia yang kompleks

5. PPBS merupakan teknik anggaran yang statistically oriented. Penggunaanstatistic terkadang kurang
tajam untuk mengukur efektivitas program. Statistik hanya tepat untuk mengukur beberapa program
saja.

6. Pengaplikasian PPBS menghadapi masalah teknis sehingga menyulitkan dalammelakukan alokasi


biaya.

Masalah utama penggunaan ZBB dan PPBS.

1. Bounded rationality, keterbatasan dalam menganalisis semua alternatif untuk melakukan aktivitas.

2. K urangnya data untuk membandingkan semua alternatif, terutama untuk mengukur output.

3. Masalah ketidakpastian sumber daya, pola kebutuhan di masa depan, perubahan politik, dan
ekonomi.

4. Pelaksanaan teknik tersebut menimbulkan beban pekerjaan yang sangat berat5.

5. Kesulitan dalam menentukan tujuan dan perankingan program terutama ketikaterdapat


pertentangan kepentingan.
6. Seringkali tidak memungkinkan untuk melakukan perubahan program secaracepat dan tepat.

7. Terdapat hambatan birokrasi dan perlawanan politik yang besar untuk berubah.

4.4 Prinsip Anggaran Sektor Publik

Fungsi, Prinsip, dan Karakteristik dari Anggaran pada Keuangan Negara

PRINSIP-PRINSIP ANGGARAN SEKTOR PUBLIK

Prinsip-prinsip anggaran sektor publik meliputi:

1. Otorisasi oleh legislatif Anggaran publik harus mendapat otorisasi dari legislatif terlebih dulu
sebelumeksekutif dapat membelanjakan anggaran tersebut.

2. Komprehensif Anggaran harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Oleh
karena itu, adanya dana non-budgetair pada dasarnya adalah menyalahi prinsipanggaran yang bersifat
komprehensif.c.

3. Keutuhan anggaran Semua penerimaan dan belanja pemerintah harus terhimpun dalam dana
umum (general fund)
4. Nondicretionary Apropriation. Jumlah yang disetujui oleh dewan legislatif harus termanfaatkan
secara ekonomis,efisien, dan efektif.

5. Periodik Anggaran merupakan suatu proses yang periodik, dapat bersifat tahunan maupun multi-
tahunan

6. Akurat Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan cadangan yang tersembunyi (hidden
reserve) yang dapat dijadikan sebagai pemborosan dan inefisiensi anggaran sertadapat mengakibatkan
munculnya underestimate pendapatan dan overestimate pengeluaran.

7. Jelasanggaran hendaknya sederhana, dapat dipahami masyarakat, dan tidak membingungkan

8. Diketahui publik anggaran harus diinformasikan kepada masyarakat luas.

4.5 Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik

Atasi Beragam Modus Penyimpangan Keuangan Negara, BPK Bentuk Pemeriksa Profesional : Okezone
Economy

PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN SEKTOR PUBLIK

Proses penyusunan anggaran mempunyai 4 tujuan yaitu :

1. Membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal dan meningkatkan koordinasiantarbagian dalam


lingkungan pemerintahan.

2. Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui
proses pemrioritasan.

3. Memungkinkan bagi pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja.


4. Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPR/DPRDdan
masyarakat luas.

Faktor dominan yang terdapat dalam proses penganggaran adalah :

1. Tujuan dan target yang hendak dicapai

2. Ketersediaan sumber daya (faktor-faktor produksi yang dimiliki pemerintah)

3. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan target.

4. Faktor-faktor lain yang memengaruhi anggaran, seperti: munculnya peraturan pemerintah yang
baru, fluktuasi pasar, perubahan sosial dan politik, bencana alam,dan sebagainya.

Pengelolaan keuangan publik melibatkan beberapa aspek, yaitu aspek penganggaran,aspek akuntansi,
aspek pengendalian, dan aspek auditing.

4.6 Prinsip Pokok dalam Siklus Penganggaran

Anggaran publik

PRINSIP-PRINSIP POKOK DALAM SIKLUS ANGGARAN

Richard Musgrave seperti yang dikutip Coe (1989) mengidentifikasikan tiga pertimbangan mengapa
pemerintah perlu ³terlibat´ dalam ³bisnis´ pengadaan barang dan jasa bagi masyarakat.
Ketiga pertimbangan tersebut meliputi stabilitas ekonomi,redistribusi pendapatan, dan alokasi sumber
daya.Lemahnya perencanaan anggaran memungkinkan munculnya underfinancing atau

overfinancing yang akan mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektivitas anggaran. Siklusanggaran
meliputi empat tahap yang terdiri atas:

1. Tahap persiapan anggaran (preparation);

2. Tahap ratifikasi (approval/ratification)

3. Tahap implementasi (implementation)

4. Tahap pelaporan dan evaluasi (reporting and evaluation)

Tahap Persiapan Anggaran (Budget Preparation)

Pada tahap persiapan anggaran dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar taksiran pendapatan yang
tersedia. Yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran, terlebih dahulu
harus dilakukan penaksiran pendapatan secara lebih akurat. Dalam persoalan estimasi, yang perlu
mendapat perhatian adalah terdapatnyafaktor “uncertainty” (tingkat ketidakpastian)yang cukup tinggi.
Oleh sebab itu, manajer keuangan public harus memahami betul dalam menentukan besarnya suatu
mata anggaran.

Besarnya mata anggaran pada suatu anggaran yang menggunakan “line-item budgeting´ akan berbeda
pada “input-output budgeting”, “program budgeting” atau “zero based budgeting”.

Di Indonesia, proses perencanaan APBD dengan paradigma baru menekankan pada pendekatan bottom-
up planning dengan tetap mengacu pada arah kebijakan pembangunan pemerintah pusat. Arahan
kebijakan pembangunan pembangunan pemerintah pusat tertuang dalam dokumen perencanaan
berupa GBHN, Program Pembangunan Nasional (PROPE NAS), Rencana Strategis (RESENTRA), dan
RencanaPembangunan Tahunan (REPETA). Sinkronisasi perencanaan pembangunan yang digariskan oleh
pemerintah pusatdengan perencanaan pembangunan daerah sejak spesifik diatur dalam Peraturan
Pemerintah No. 105 dan 108 Tahun 2000. Pada pemerintah pusat, perencanaan pembangunan dimulai
dari peyusunan PROPENAS yang merupakan operasionalisasi GBHN. PROPERNAS tersebut kemudian
dijabarkan dalam bentuk RESENTRA.Berdasarkan PROPER NAS dan RESENRA serta analisis fiscal dan
makro ekonomi,kemudian dibuat persiapan APBN dan REPETA.Sementara itu, di tingkat daerah (propinsi
dan kabupaten/kota) berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 108 Tahun 2000 pemerintah
daerah disyaratkanuntuk membuat dokumen perencanaan daerah yang terdiri atas PROPEDA(REN
STRADA). Dokumen perencanaan daerah tersebut diupayakan tidak menyimpang dari PROPENAS dan
RENSTRA yang dibuat pemerintah pusat. Dalam PROPEDA dimungkinkan adanya penekanan prioritas
program pembangunan yang berbeda dari satu daerah dengan daerah yang lain sesuai kebutuhan
masing-masing daerah. PROPEDA (RENSTRADA) dibuat oleh pemerintah daerah bersama dengan DPRD
dalam kerangka waktu lima tahun yang kemudian dijabarkan pelaksanaannya dalam kerangka
tahunan. Penjabaran rencana strategis jangka panjang dalam REPETADA tersebutdilengkapi dengan:

1. Pertimbangan-pertimbangan yang berasal dari hasil evaluasi kinerja pemerintahdaerah pada


periode sebelumnya.

2. Masukan-masukan dan aspirasi masyarakat.

3. Pengkajian kondisi yang saat ini terjadi, sehingga bisa diketahui kekuatan,kelemahan, peluang dan
tantangan yang sedang dan akan dihadapi.

Tahap Ratifikasi Anggaran

Tahap berikutnya adalah budget ratification. Tahap ini merupakan tahap yang melibatkan proses politik
yang cukup rumit dan cukup berat. Pimpinan eksekutif dituntut tidak hanya memiliki “managerial skill”
namun juga harus mempunyai “ political skill” salesmanship´dan ‘coalition building’ yang memadai.
Integritas dan kesiapan mentalyang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini.

Tahap Pelaksanaan Anggran


(Budget Implementation)Sistem informasi akuntansi dan sistem pengendalian manajemen sangat
diperlukan untuk mendukung pelaksanaan anggaran. Manajer keuangan public dalam hal ini
bertanggung jawab untuk menciptakan sistem akuntansi yang memadai dan handal untuk
perencanaandan pengendalian anggran yang telah disepakati, dan bahkan dapat diandalkan untuk tahap
penyusuanan anggaran periode berikutnya.

Tahap Pelaporan dan Evaluasi Anggaran

Tahap terakhir dari siklus anggaran adalah pelaporan dan evaluasi anggaran. Tahap persiapan, ratifikasi,
dan implementasi anggaran terkait dengan aspek operasionalanggaran, sedangkan tahap pelaporan dan
evaluasi terkait dengan aspek akuntanbilitas. Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem
akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik, maka diharapkan tahap budget reporting
and evaluation tidak akan menemui banyak masalah.

Topik 5

5.1. Pengertian Standart Internasional Akuntansi Sektor Publik

Saat ini kita membahas tentang regulasi dan standar Akuntansi Sektor Publik di Indonesia.

Saat ini, banyak entitas yang termasuk dalam kategori organisasi sektor publik yang telah
mengimplementasikan akuntansi dalam sistem keuangannya. Akan tetapi, praktik akuntansi yang
dilakukan oleh entitas-entitas tersebut memiliki banyak perbedaan khususnya dalam proses pelaporan
keuangan. Hal tersebut sangat dimungkinkan oleh belum banyaknya pemerintah suatu negara yang
menerbitkan standar baku akuntansi untuk mengatur praktik akuntansi bagi organisasi sektor publik.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, International Federation of Accountants-IFAC (Federasi Akuntan


Internasional) membentuk sebuah komite khusus yang bertugas menyusun sebuah standar akuntansi
bagi organisasi sektor publik yang berlaku secara internasional yang kemudian disebut International
Public Sector Accounting Standards-IPSAS (Standar Internasional Akuntansi Sektor Publik). Dalam
pelaksanaannya, komite tersebut tidak hanya menyusun standar tetapi juga membuat program yang
sistematis yang mendorong aplikasi IPSAS oleh entitas-entitas publik di seluruh dunia.

IPSAS meliputi serangkaian standar yang dikembangkan untuk basis akrual (accrual basis), namun juga
terdapat suatu bagian IPSAS yang terpisah guna merinci kebutuhan untuk basis kas (cash basis). Dalam
hal ini, IPSAS dapat diadopsi oleh organisasi sektor publik yang sedang dalam proses perubahan dari
cash basis ke accrual basis. Jika demikian, maka organisasi sektor publik yang telah memutuskan untuk
mengadopsi basis akrual menurut IPSAS, harus mengikuti ketentuan waktu mengenai masa transisi dari
basis kas ke basis akrual yang diatur oleh IPSAS.

Pada akhirnya, cakupan yang diatur dalam IPSAS meliputi seluruh organisasi sektor publik termasuk juga
lembaga pemerintahan baik pemerintah pusat, pemerintah regional (provinsi), pemerintah daerah
(kabupaten/kota), dan komponen-komponen kerjanya (dinas-dinas).

IFAC (Federasi Akuntan Internasional) membentuk sebuah komite khusus yang bertugas untuk
menyusun standar akuntansi sektor publik.

Komite tersebut diberi nama The Public Sektor Committee dan bertugas untuk menyusun sebuah
standar akuntansi untuk sektor publik yang berlaku secara internasional yang kemudian
disebut International Public Sektor Accounting Standards - IPSAS (Standar Internasional
Akuntansi Sektor Publik). Dalam pelaksanaannya komite tersebut tidak hanya menyusun standar
tapi juga membuat program yang sistematis yang mendorong aplikasi IPSAS oleh entitas -entitas
publik di seluruh dunia.

Untuk mendukung tugasnya dalam menyusun standar, komite mengacu pada Internat

ional Accounting Standard –IAS (Standar Akuntansi Internasional), khususnya pada peryataan -
peryataan yang sesuai dengan konteks dan karakteristik akuntansi sektor publik. Selain IAS, komite juga
menggunakan sumber -sumber lain sebagai acuan seperti perundangan, asosiasi profesi, dan
berbagai organisasi lain yang bergarak atau berkepentingan dalam akuntansi sektor publik.

Jika dalam suatu negara sudah terdapat arahan dan peraturan hukum yang menuntut pelaporan
keuangan organisasi sektor publik, yang dibuat baik oleh pemerintahan maupun oleh badan
pengatur atau organisasi profesi akuntan, maka IPSAS tidak dimasukan sebagai pengganti peraturan
yang telah ditetapkan di negara bersangkutan.

5.2. Sasaran dan Tujuan Standart Internasional Akuntansi Sektor Publik


IPSAS meliputi standar yang dikembangkan untuk basis akrual (accrual basis), namun juga
terdapat suatu bagian IPSAS yang terpisah guna merinci kebutuhan untuk basis kas (cash basis).
Dalam hal ini, IPSAS dapat diadopsi oleh organisasi sektor publik yang sedang dalam proses perubahan
dari cash basis ke accrual basis.

Jika demikian maka organisasi sektor publik yang telah memutuskan untuk mengadopsi basisi
acrual menuju IPSAS, harus mnegikuti ketentuan waktu mengenai masa transisi dari basis cash menuju
akrual yang diatur oleh IPSAS.

International Public Sector Accounting Standards ( IPSAS) adalah standar akuntansi untuk entitas
sektor publik yang dikembangkan oleh entitas international sector public accounting standardt.
(IPSASB) merupakan badan yang bernaung di bawah nternatioanl federation of accounting (IFAC),
organisasi frofesi akuntan di tingkat internatioanl yang didirikan tahun 1977. Keberadaan IPSASB
bermula dari kesadaran akan manfaat nyata informasi keuangan yang konsisten dan
terbandingkan (comparable).

Lintas -jurisdiksi. IPSAS, sebagai standar internasional akuntansi sektor publik, diharapkan
memainkan peran kunci untuk mereliasisasikan manfaat tersebut.

Tahun 2005 IPSASB melaukan peningkatan terhadap standar -standar international public sector
accounting standards / IPSAS) yang telah diterbitkan sebelumnya. Peningkatan tersebut berupa
revisi terhadap 11 standar dari 20 standar yang telah pernah diterbitkan. Disamping melakukan
revisi terhadap standar yang ada, IPSASB juga menerbitkan tiga exposure Draft lain. Revisi tersebut
dilakukan dalam rangka konvergensi standar akuntansi internasioanl sektor publik (IPSAS) dengan
standar akuntansi internasional sektor komersial (IAS/IFRS).

Sebagaimana dilakukan agar ada konvergensi dengan IAS yang diterbitkan tahun 2003.

Usaha konvergensi ini telah dimulai sejak 2003 melalui General Improvements Project

SASARAN DAN TUJUAN IPSASB


IPSASB bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan transparansi laporan keuangan

pada sektor publik yang berupa:

· Menetapkan standar akuntansi berkualitas tinggi untuk digunakan oleh entitas sektor publik

· Mempromosikan kepada entitas sektor publik untuk mengadopsi standar, dan

konvergensi internasioanl, IPSAS.

· Memberikan informasi yang komprehensif untuk manajemen keuangan sektor publik

dalam pengambilan keputusan.

· Memberikan bimbingan tentang isu-isu dan pengalaman dalam pelaporan keuangan

Disebut sektor publik.


5.3. Proses Pembentukan IPSAS

PEMBENTUKAN STANDAR IPSAS

IPSASB mengikuti proses hukum yang sangat terstruktur dan menyertakan publik dalam
mengembangkan standar akuntansi sektor publik international (IPSASs). Proses ini
menyediakan kesempatan bagi mereka yang tertari dalam pelaporan keuangan di sektor publik
untuk membuat pandangan mereka diketahui oleh IPSASB, dan memastikan bahwa mereka
dipandapertimbangkan dalam penetapan standar. Standar akuntansi sektor publik yang telah
dihasilkan oleh IPSAS hingga tahun 2010 adalah:

1. IPSAS 1 --- Presentation of financial statements

2. IPSAS 2 --- cash flow statement

3. IPSAS 3 --- Accounting Policies, Changes In Accounting Estimates and errors

4. IPSAS 4 --- the effects of changess in foregn exchange rates

5. IPSAS 5 --- Borrowing Costs

6. IPSAS 6 --- consolidated and separate financial statements


7. IPSAS 7 --- investment in asssociates

8. IPSAS 8 --- interests in joint venture

9. IPSAS 9 --- revenue from exchange transacctions.

10. IPSAS 10 --- Financial Reporting in Hyperinflationary Economies

11. IPSAS 11--- Construction Constracts

12. IPSAS 12 --- Inventories

13. IPSAS 13 --- Leases

14. IPSAS 14 --- Events After the Date

15. IPSAS 15 --- Financial Instrument: Disclosure and Presentation

16. IPSAS 16 --- Investment Property

17. IPSAS 17 --- Property, Plant, and Equipment

18. IPSAS 18 --- Segment Reporting


19. IPSAS 19 --- Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets

20. IPSAS 20 --- Related Party Disclosures

21. IPSAS 21 --- Impairment of Non - Cash Generating Assets

22. IPSAS 22 – Disclusor e of Information about the General Goverment Sector IFAC, 2010

23. IPSAS 23 --- Revenue from Non -Exchange Transaction (Taxes and Transfers)

24. IPSAS 24 --- Presentation of Budget Information in Financial Statements

25. IPSAS 25 --- Employed benefits

26. IPSAS 26 -- Impairment of Cash Generating Assets

27. IPSAS 27 --- Agriculture

28. IPSAS 28 --- Financial Intrument: Presentation

29. IPSAS 29 --- Financial Instrument: Recognitiom and Measurement

30. IPSAS 30 --- Financial Instrument : Disclouser

31. IPSAS 31 --- Intangible Assets. (IFAC, 2010)


32. IPSAS 32 --- Service Concession Arragement: Grantor

5.4. Proses Peningkatan Standart oleh IPSASB

PROSES PENINGKATAN STANDAR OLEH IPSASB

Pada akhir tahun 1997, IPSASB memulai sebuah program pengembangan IPSAS yang didasarkan
kepada International Accounting Standard (IAS) yang diterbitkan International Accounting Standard
Board (IASB) tahun 1997. IPSASB mengembangkan persyaratan-persyaratan IAS yang relevan
untuk sektor publik. IPSAS menggunakan persyaratan, struktur, dan teks yang diatur dalam IAS
kecuali ada alasan untuk tidak menggunakan hal-hal tersebut.

Pada tahun 2003 melalui proyek General Improvment, IASB menerbitkan revisi IAS. Proyek General
Improvment bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi alternatif, Pengulangan
-pengulangan yang tidak perlu (redundancies), dan juga konflik dalam IAS sendiri. Proyek juga
berhubungna dengna isu konvergensi dan berbagai peningkatan lainnya.

Tujuannya dari revisi IPSAS yang diterbitkan kali ini adalah agar IPSAS konvergen dengan IAS yang
diterbitkan tahun 2003 tersebut. IPSAS menjadi rujukan karena keberadaan IPSASB bermula dari
kesadaran akan manfaat nyata informasi keuangan yang konsisten dan terbandingkan
(comparable) linta -jurisdiksi.

IPSAS< sebagai standar internasional akuntansi sektor publik, diharapkan memainkan peran kunci
untuk merealisasikan manfaat tersebut.

Dalam mengembangkan standar akuntansi sektor publik. IPSASB sanga tmendorong keterlibatan
pemerintah dan penyusun standar di berbagai melalui penyampaian tanggapan/komentar atas
proposal -proposal IPSASB yang dinyatakan dalam exposure draft.
Diadopsinya IP SAS oleh pemerintah di berbagai negara diharapkan akan meningkatkan kualitas
dan daya banding informasi keuangan yang dilaporkan entitas-entitas sektor publik di seluruh
dunia. Dalam mendorong pengadopsian dan harmonisasi ketentuan -ketentuan akuntansi sektor
publik di berbagai negara dengan IPSAS, IPSASB menghormati hak pemerintah dan penyusun
standar di tingkat nasional dalam menetapkan standar dan pedoman pelaporan keuangan di dalam
juridiksi mereka masing -masing. IPSAS diterbitkan oleh IPSASB terkait dengan pelaporan keuangan
sektor publik, baik yang masih menganut basis kas dan telah mengadopsi basis akrual. IPSASB
sebagai penyusun standar akuntansi IFAC untuk sektor publik telah menerbitkan empat exposure
draf (ED) dalam kerangka konvergensi standar akuntansi sektor publik (IPSAS) ke standar
akuntansi sektor komersial/bisnis (IAS/IFRS).

Komponen laporan keuangan akuntansi pemerintah berbasis akrual (IPSAS) di Perancis

yaitu:

· Neraca

· Laporan Surplus/Defisit

· Laporan arus kas

· Catatan atas laporan keuangan

Komponen laporan keuangan di Swedia, yaitu:


·Nerca

·Laporan kinerja keuangan

·Laporan arus kas

·Laporan apropriasi

·Laporan kinerja

·Catatan atas laporan keuangan

5.5. Organisasi-Organisasi Akuntan Internasional

Standar akuntansi mencakup konvensi, peraturan, dan prosedur yang telah disusun, dan disahkan oleh
sebuah lembaga resmi (badan pembentuk standar) pada saat tertentu. Standar akuntansi merupakan
masalah yang penting dalam dunia profesi akuntansi, termasuk bagi para pemakai laporan keuangan.
Karena itu, mekanisme pembentukan standar akuntansi haruslah diatur sedemikian rupa sehingga dapat
memberikan kepuasan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Standar
akuntansi ini akan secara terus-menerus berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan
zaman, dunia usaha, dan kemajuan teknologi. Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam
penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi
internasional :

1. Badan Standar Akuntansi International (IASB)


2. Komisi Uni Eropa (EU)
3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)
4. Federasi Internasional Akuntan (IFAC)
5. Kelompok Kerja Ahli Antarpemerintah Perserikatan Bangsa-bangsa atas Standar Internasional
Akuntansi dan Pelaporan (International Standars of Accounting and Reporting – ISAR), bagian
dari Konferensi Perserikatan Bangsa-bangsa dalam Perdagangan dan Pembangunan (United
Nations Conference on Trade and Development –UNCTAD)
6. Kelompok Kerja dalam Standar Akuntansi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi
(Kelompok Kerja OEDC)

1.Badan Standar Akuntansi Internasional

Badan pembuat standar akuntansi untuk kawasan Eropa ialah IASB (International Accounting Standard
Board). Standar yang dibuat oleh IASB, saat itu (sebelum tahun 1990) belum diminati oleh dunia. Hal ini
karena perkembangan ekonomi Amerika masih dijadikan sebagai patokan perkembangan bisnis dunia.
Produknya adalah IAS yang kemudian bermetamorfosis menjadi IFRS (International Financial Reporting
Standard).

Tujuan IASB adalah :

 Untuk mengembangkan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang
berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diterapkan yang mewajibkan informasi yang
berkualitas tinggi, transparan, dan dapat dibandingkan dalam laporan keuangan.
 Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar tersebut yang ketat.
 Untuk membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan Standar Akuntansi Internasional
dan Pelaporan Keuangan Internasional kea rah solusi berkualitas tinggi.

2.Uni Eropa (Europen Union-EU)

Salah satu tujuan EU adalah untuk mencapai integrasi pasar keuangan eropa. Untuk tujuan ini, EC telah
memperkenalkan direktif dan mengambil langkah inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar
tunggal bagi :

 Perubahan modal dalam tingkat EU


 Membuat kerangka dasar hukum umum untuk pasar surat berharga dan derivatif yang
terintegrasi
 Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang sahamnya
tercatat.

3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)

Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (International Organization of Securities Commissions-


IOSCO) beranggotakan sejumlah badan regulator pasar modal yang ada di lebih dari 100 negara.
Menurut bagian pembukaan anggaran IOSCO: Otoritas pasar modal memutuskan untuk bekerja
bersama-sama dalam memastikan pengaturan pasar yang lebih baik, baik pada tingkat domestik
maupun internasional, untuk mempertahankan pasar yang adil, efisien dan sehat:

 Saling menukarkan informasi berdasarkan pengalaman masing-masing untuk mendorong


perkembangan pasar domestik.
 Menyatukan upaya-upaya untuk membuat standard an penhawasan efektif terhadap transaksi
surat berharga internasional.
 Memberikan bantuan secara bersama-sama untuk memastikan integritas pasar melalui
penerapan standar yang ketat dan penegakkan yang efektif terhadap pelanggaran.

IOSCO telah bekerja secara ekstensif dalam pengungkapan internasional dan standar akuntansi
memfasilitasi kemampuan perusahaan memperoleh modal secara efisien melalui pasar global surat
berharga. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi proses yang dapat digunakan para penerbit
saham kelas dunia untuk memperoleh modal dengan cara yang paling efektif dan efisien pada seluruh
pasar modal yang terdapat permintaan investor. Komite ini bekerja sama dengan IASB, antara lain
dengan memberikan masukan terhadap proyek-proyek IASB.

4.Federasi Internasional Akuntan (IFAC)

IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang memiliki 159 organisasi anggota di 118 negara, yang
mewakili lebih dari 2,5 juta orang akuntan. Didirikan tahun 1977, dimana misinya adalah untuk
mendukung perkembangan profesi akuntansi dengan harmonisasi standar sehingga akuntan dapat
memberikan jasa berkualitas tinggi secara konsisten demi kepentingan umum.

Majelis IFAC, yang bertemu setiap 2.5 tahun, memiliki seorang perwakilan dari setiap organisasi anggota
IFAC. Majelis ini memiliki suatu dewan, yang terdiri dari para individu yang berasal dari 18 negara yang
dipilih untuk masa 2.5 tahun. Dewan ini, yang bertemu 2 kali setiap tahunnya, menetapkan kebijakan
IFAC dan mengawasi operasinya. Administrasi harian dilakukan oleh Sekretariat IFAC yang berlokasi di
New York, yang memiliki staf professional akuntansi dari seluruh dunia.
5.Kelompok Kerja Antar Pemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa Untuk Pakar Dalam Standar
Internasional Akuntansi Dan Pelaporan (ISAR)

ISAR dibentuk pada tahun 1982 dan merupakan satu-satunya kelompok kerja antar pemerintah yang
membahas akuntansi dan audit pada tingkat perusahaan. Mandat khususnya adalah untuk mendorong
harmonisasi standar akuntansi nasional bagi perusahaan. ISAR mewujudkan mandat tersebut melalui
pembahasan dan pengesahan praktik terbaik, termasuk yang direkomendasikan oleh IASB. ISAR
merupakan pendukung awal atas pelaporan lingkungan hidup dan sejumlah inisiatif terbaru berpusat
pada tata kelola perusahaan dan akuntansi untuk perusahaan berukuran kecil dan menengah.

6.Organisasi Untuk Kerjasama Ekonomi Dan Pembangunan (OECD)

OECD merupakan organisasi internasional Negara-negara industry maju yang berorientasi ekonomi
pasar. Dengan keanggotaan yang terdiri dari Negara-negara industry maju yang lebih besar, OECD sering
menjadi lawan yang tangguh terhadap badan-badan lain (seperti PBB atau Konfederasi Internasional
Persatuan Perdagangan Bebas) yang memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan yang
bertentangan dengan kepentingan anggota-anggotanya. Selain organisasi diatas terdapat 4 organisasi
yang juga mempunyai pengaruh dalam perkembangan standar akuntasi yaitu :

 Securities and Exchange Commission (SEC)

SEC dibentuk pertama kalinya pada tahun 1934, dimana peran utamanya adalah untuk mengatur
penerbitan dan transaksi perdagangan sekuritas oleh emiten kepada khalayak ramai (publik). SEC juga
mewajibkan perusahaan publik agar laporan keuangan eksternalnya diaudit oleh akuntan independen.
SEC sangat fokus terhadap pelaporan keuangan perusahaan publik dan pengembangan standar
akuntansi. SEC juga secara seksama memonitor proses pembentukan standar akuntansi di Amerika. SEC
membantu mengembangkan dan menstandarisasi informasi keuangan yang disajikan kepada para
pemegang saham. SEC memiliki mandat untuk menetapkan prinsip-prinsip akuntansi.

American Institute of Certified Public Accountans (AICPA)

AICPA adalah sebuah organisasi profesi akuntan public di Amerika. Organisasi ini didirikan pada tahun
1887 dan menerbitkan jurnal bulanan dengan nama Journal of Accountancy. AICPA memiliki peran
penting dalam pengembangan dan pembentukan standar akuntansi, termasuk penyiapan
(penyelenggaraan) ujian sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan bagi para akuntan publik. Atas desakan
SEC, pada tahun 1939 AICPA membentuk Committee on Accounting Procedure (CAP). CAP yang
beranggotakan akntan praktisi, menerbitkan 51 Accounting Research Bulletins yang menangani berbagai
masalah akuntansi sepanjang tahun 1939 sampai dengan tahun 1959. Namun, pendekatan masalah per
masalah ini gagal memberikan kerangka prinsip akuntasni yang terstruktur sebagaimana yang
dibutuhkan dan yang diinginkan. Untuk itu, pada tahun 1959 AICPA mendirikan Accounting Principles
Boards (APB).

Tugas utama dari APB :

 mengajukan rekomendasi secara tertulis mengenai prinsip akuntansi,


 menentukan praktik akuntansi yang tepat,
 mempersempit celah perbedaan-perbedaan yang ada serta ketidakkonsistennan yang terjadi
dalam praktik akuntansi saat itu. Seiring berjalannya waktu.

 Financial Accounting Standards Boards (FASB)

FASB merupakan organisasi sektor swasta yang bertanggung jawab dalam pembentukan standar
akuntansi di Amerika saat ini. FASB didirikan pada tahun 1973, menggantikan APB. Anggota FASB berasal
dari berbagai latar belakang (audit, akuntansi korporasi, jasa keuangan, dan akademisi). Penunjukan
anggota FASB yang baru, dilakukan oleh Financial Accounting Foundation (FAF). FAF adalah sebuah
badan independen, sama seperti FASB, yang dibentuk dengan wakil dari profesi akuntansi, komunitas
bisnis, pemerintah, dan akademisi.

Fungsi utama dari FASB adalah mempelajari masalah akuntansi terkini dan menetapkan standar
akuntansi. Standar ini dipublikasikan sebagai Statement of Financial Accounting Standards (SFAS). FASB
juga menerbitkanStatement of Financial Accounting Concepts (SFAC) yang memberikan kerangka kerja
konseptual yang memungkinkan untuk dikembangkannya standar akuntansi khusus. SFAC diterbitkan
pada tahun 1978 sebagai konsep fundamental yang akan digunakan FASB dalam mengembangkan
standar akuntansi dan pelaporan keuangan di masa depan. Tidak seperti SFAS, SFAC bukan merupakan
prinsip akuntansi yang berlaku umum. Standar akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh FASB
dipandang sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dalam menetapkan standar akuntansi
keuangan, FASB harus tanggap terhadap kebutuhan dari seluruh komunitas dan menetapkannya secara
transparan di depan publik. Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya
secara adil (tanpa memihak) kepada semua komunitas terkait untuk mengungkapkan pendapat mereka
sebelum standar yang baru diterbitkan dan diberlakukan.

 Governmental Accounting Standards Board(GASB)


GASB dibentuk pada tahun 1984 oleh FAF dengan tugas menetapkan standar akuntansi keuangan
pemerintah. Sturuktur organisasi GASB serupa dengan struktur FASB. GASB memeiliki dewan penasehat
yang bernamaGovernmental Accounting Standards Advisory Council (GASAC).

Standar ini dinamakan sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (Generally Accepted
Accounting Principles). Standar ini diperlukan sebagai patokan (pedoman) dalam penyusunan laporan
keuangan yang baku. Dengan adanya standar ini, pihak manajemen selaku pengelola dana dan aktivitas
perusahaan dapat mencatat, mengikhtisarkan, dan melaporkan seluruh hasil kegiatan operasional
maupun financial perusahaan secara baku (yang secara standar diterima umum) dan transparan.

Topik 6

6.1. Definisi

Perbedaan Sektor Publik dengan Sektor Privat | Pengadaan (Eprocurement)

Kajian tentang organisasi sektor publik biasanya mulai dilakukan dari sisi manajemen. Dalam
pengembangannya, kajian tersebut telah memasuki wilayah karakter frase “Sektor Publik”. Pemahaman
sektor publik lebih ditempatkan pada suatu wilayah diluar pemerintahan ditambah dengan wilayah
pemerintahan itu sendiri. Dari sisi kebijakan publik, sektor publik lebih dipahami sebagai kenaikan pajak,
birokrasi yang berlebihan, pemerintahan yang besar dan nasionalisasi versus privatisasi. Dalam arti luas,
frase sektor publik diartikan sebagai metode manajemen negara. Sedangkan dalam arti sempit, sektor
publik diimplementasikan sebagai pungutan oleh negara.

Selain itu, dalam praktiknya definisi organisasi sektor publik di Indonesia adalah organisasi yang
menggunakan dana masyarakat, seperti:

Organisasi Pemerintah Pusat

Organisasi Pemerintah Daerah

Organisasi Parpol dan LSM

Organisasi Yayasan

Organisasi Pendidikan dan Kesehatan, puskesmas, rumah sakit dan sekolah

Organisasi Tempat Peribadatan: masjid, gereja, vihara, kuil

6.2. Tabel Organisasi Sektor Publik

Tujuan

Untuk mensejahterakan masyarakat secara bertahap, baik dalam kebutuhan dasar dan kebutuhan
lainnya baik jasmani dan rohani

Aktivitas

Pelayanan publik (public service) seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, penegakan
hukum, transportasi publik dan penyediaan pangan

Sumber Pembiayaan
Berasal dari dana masyarakat yang berujud pajak dan retribusi, laba perusahaan negara, pinjaman
pemerintah serta pendapatan lain-lain yang sah dan tidak bertentangan dengan perundangan yang
berlaku

Pola Pertanggung- jawaban

Bertanggung jawab kepada masyarakat melalui lembaga perwakilan masyarakat seperti Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR). Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

Kultur Organisasi

Bersifat birokrasi, formal dan berjenjang

Penyusunan Anggaran

Dilakukan bersama masyarakat dalam perencanaan program. Penurunan program publik dalam
anggaran dipublikasikan untuk dikritisi dan didiskusikan oleh masyarakat. Dan akhirnya disahkan oleh
wakil masyarakat di DPR, DPD dan DPRD

Stakeholder

Dapat dirinci sebagai masyarakat Indonesia, para pegawai organisasi, para kreditor, para investor,
lembaga-lembaga internasional termasuk lembaga Donor International seperti Bank Dunia (World
Bank). International Monetary Fund (IMF), Asian Development Bank (ADB), Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB), United Nation Development Program (UNDP) USAID dan pemerintah luar negeri

6.3. Sektor Publik Dan Perbandingannya Dengan Sektor Komersial

Benahi Kinerja Organisasi Sektor Publik Halaman all - Kompasiana.com


Definisi tentang sektor publik dalam perkembangannya jadi perdebatan sendiri, khususnya sejak
disiplin ilmu akuntansi publik berkembang. Istilah sektor publik sendiri memiliki makna yang berbeda
disetiap biadang ilmu yang berbeda. Pengertian publik di bidang ekonomi tentu berbeda dengan
pengertian publik di ranah politik, hukum atau lainnya. Hal ini menyebabkan tidak mudah memberikan
pemahaman yang kuat kepada masyarakat mengenai pengertian sektor publik dalam konteks akuntansi
sektor publik.

Pengertian sektor publik dapat kita ketahui melalui perbandingan sektor ini dengan sektor
komersil. Ada beberapa persamaan dan perbedaaan yang dapat dibandingkan antara keduanya.
Sebelum membahas perbedaaan-perbedaannya, perlu memahami terlebih dahulu sektor publik tetapi
memiliki irisan yang menjadi persamaan dengan sektor komersil.

Beberapa persamaan tersebut antara lain sebagai berikut :

1. keduanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah sistem perekonomian nasional
yang secara bersama-sama menggunakan sumber daya dalam sistem perekonomian tersebut baik
sumber daya finansial, modal, maupun manusia. Keduanya saling berinteraksi dan membutuhkan.

2. kedua sama-sama menghadapi sumber daya ekonomi yang terbatas untuk mencapai tujuannya.
Oleh karena itu keduanya sama-sama memiliki kebutuhan untuk melakukan manajemen keuangan
dengan baik.

3. Keduanya mempunyai pola manajemen keuangan yang sama yang dimulai dari perencanaan
sampai pengendalian dimana penggunaan akuntansi menjadi kebutuhan dalam hal ini.

4. Dalam beberapa hal, keduanya mempunyai output produk yang sama misalnya pemerintah
menyediakan alat transportasi publik, sementara ada juga pihak swasta yang bergerak di sektor yang
sama dan menyediakan sarana transportasi umum untuk masyarakat
Sementara itu, hal- hal umum yang membedakan organisasi sektor publik dengan perusahaan di sektor
komersial secara signifikan adalah sebagai berikut:

a. Tujuan Organisasi

Perusahaan komersisal bertujuan memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham melalui penciptaan


keuntungan, sedangkan organisasi sektor publik bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
melalui pelayanan. Dengan kata lain, perusahaan merupakan organisasi yang dijalankan untuk mencari
laba, sedangkan organisasi sektor publik merupakan organisasi yang dijalankan bukan untuk mencari
laba.

b.Sumber Daya Pendanaan

Perusahaan komersil didanai melalui hasil operasi perusahaan bersangkutan, selain investasi dari
pemegang saham. Sementara itu, sesuai dengan tujuannya, organisasi sektor publik mendanai
operasinya tidak melalui laba operasi, tetapi melalui cara khusus berupa sumabangan atau donasi yang
bersifat sukarela. Untuk organisasi publik yang berbentuk organisasi pemerintahan, sumber
pendanaanya diperoleh melalui penerimaan pajak, hibah, atau sumbangan lainnya. Di sektor organisasi
publik lain, sumber pendanaan bisa berupa anggota, subsidi atau sumbangan dari donatur.

c. Perarturan Perundangan

Organisasi sektor publik, khususnya lembaga pemerintah harus melakukan aktivitasnya sesuai dengan
perarturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Indonesia misalnya harus melakukan
pembangunan jembatan karena diamanatkan dalam undang-undang 1945 untuk meningkatkan
kesejahteraan rakyat meskipun penggunaan jembatan tersebut tidak memberikan keuntungan bagi
organisasi pemerintah yang bersangkutan

Bagi organisasi komersial mereka bisa memilih aktivitas yang dilakukan atau produk yang akan dibuat
berdasarkan pertimbangan untung dan rugi.
6.4. Keberadaan organisasi sektor publik

Pengertian Organisasi Publik, Karakteristik, dan Tujuannya - awalilmu.com

Keberadaan organisasi sektor publik sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini didasarkan pada
kondidi-kondisi berikut:

1. Organisasi sektor publik merupakan penyedia barang publik (public goods)

Barang publik adalah barang yang memiliki dua karakteristik.

Pertama, barang publik adalah komoditas yang keberadaanya tidak melalui persaingan antar-
penyediaanya (non-rivalry), sebagaimana barang privat diperjual belikan di pasar yang penuh persaingan
antar produsennya.

Kedua, tidak dapat diterapkan prinsip pengecualaian bagi para penggunanya (non excludability)
sehingga semua masyarakat dapat menggunakannya.

Contoh barang publik adalah taman kota.

Taman tersebut bukanlah komoditas yang diperdagangkan atau menjadi objek persaingan antara dua
atau lebih penjual (non-rivalry).

Dengan demikian tidak ada harga yang dikenakan sehingga semua masyarakat dapat menggunakan
taman tersebut (non-excludability).

Dari pengertian diatas, rasanya sulit mengharapkan perusahaan yang berorientasi profit untuk
melakukan penyediaan barang publik. Dengan kondisi ini, keberadaan organisasi sektor publik menjadi
mutlak karena karakteristiknya yang tidak mencari keuntungan financial memungkinkan organisasi
tersebut menyediakan barang publik yang menjadi keuntungan masyarakat.

2. Organisasi sektor publik diperlukan dalam rekayasa struktural social (Social structure). Dalam
masyarakat yang kehidupannya digerakkan oleh ekonomi, hampir setiap transaksi dilakukan melalui
mekanisme pasar. Jika setiap aspek kehidupan ekonomi didominasi oleh pasar, maka dampak
kesenjangan semakin lama semakin melebar. Hal tersebut disebabkan mekanisme pasar tidak
memungkinkan seorang individu di struktur sosial tertentu berkesempatan pindah ke struktur sosial
diatasnya tanpa kekuatan ekonomi. Dalam konteks inilah, peran organisasi sektor publik diperlukan
untuk menjadi jembatan antar struktur sosial dimaksud.

Misalnya, seorang anak dari keluarga tidak mampu memilikikemampuan dan kecerdasan yang
memadai. Namun anak tersebut tidak akan dapat bersekolah di perguruan tinggi yang berkualitas jika
perguruan tinggi tersebut menggunakan pola pikir pasar dalam pengelolaanya. Organisasi sektor publik
memilik peranan penting karena organisasi ini dapat menyediakan pendidikan yang terjangkau (tidak
melalui mekanisme pasar) dengan tidak adanya motif keuntungan.

Berdasarkan atas pemahaman atas sektor publik dan kondisi-kondisi diatas, dapat disimpulkan
bahwa organisasi sektor publik (OSP) adalah sebuah entitas ekonomi yang menyediakan barang dan jasa
public untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bukan untuk mencari keuntungan financial.

Organisasi Sektor Publik disebut entitas ekonomi karena organisasi ini memiliki dan mengelola
sumber daya ekonomi yang tidak kecil serta melakukan transaksi-transaksi ekonomi dan keuangan.

Dengan pemahaman dan defenisi tersebut, organisasi sektor publik menjadi berbeda dengan
ciri-ciri berikut:

1. Dijalankan tidak untuk mencari keuntungan finacial, melainkan untuk mencapai sesuatu misi atau
tujuan tertentu (driven by mission)
2. Dimiliki secara kolektif oleh public (collective possesion)

3. Kepemilikan atas sumber daya tidak digambarkan dalam bentuk saham yang dapat diperjual
belikan (equity non trade)

4. Keputusan-keputusan yan terkait kebijakan maupun operasi sering kali didasarkan pada
(Consensus Motive)

6.5. Jenis-Jenis Organisasi Sektor Publik

Kapan LSM di Indonesia lahir? - Kompasiana.com

Organisasi-organisasi sektor publik sering kita jumpai dalam kehidupan kita. Dalam kehidupan
sehari-hari, kita berurusan dengan instansi pemerintah, seperti Departemen Pendidikan, Departemen
Tenaga Kerja, Kantor Catatan Sipil, atau Kepolisian. Kita juga berinteraksi dengan berbagai organisasi
keagamaan, seperti : Majelis Ulama Indonesia, Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Gereja
Indonesia, Konferensi Wali Gereja Indonesia, dan lain-lain. Dibidang Pendidikan dan kesehatan, juga
didapati berahgam organisasi sektor publik seperti Universitas, Sekolah-sekolah, rumah sakit,
puskesmas, atau balai-balai kesehatan. Yang juga termasuk organisasi sektor publik adalah partai-partai
adalah partai-partai politik dan LSM-LSM diberbagai bidang.

ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

1. Instansi Pemerintah

Instansi pemerintah merupakan bagian organisasi sektor publik yang berbentuk instansi pemerintah
adalah sebagai berikut :

a. Pemerintah pusat, termasuk didalamnya :

- Kementrian seperti Departemen Dalam Negeri, Departemen Sosial, Departemen Keuangan, dll.

- Lembaga dan Badan Negara seperti KPU, KPK, dll.


b. Pemerintah Daerah, termasuk didalamnya :

- Satuan Kerja Perangkat Daerah seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas
Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kantor Catatan Sipil, dll.

2. Organisasi Nirlaba Milik Pemerintah

Organisasi nirlaba milik pemerintahan merupakan bagian organisasi sektor publik yang bentuknya bukan
instansi pemerintahan, tetapi dimiliki oleh pemerintah. Contohnya :

- Perguruan Tinggi BHMN

- Rumah Sakit milik Pemerintah seperti RSCM, RS Daerah

- Yayasan milik pemerintah

3. Organisasi Nirlaba Milik Swasta

Organisasi nirlaba milik swasta merupakan bagian organisasi sektor publik yang dimiliki dan dikelola oleh
pihak swasta. Contohnya :

- Yayasan seperti Sampoerna Foundation, Dompet Dhuafa Republika, dll

- Sekolah dan Universitas Swasta

- Rumah Sakit milik swasta

6.6. Sejarah dan Perkembangan Organisasi Sektor Publik dari Sudut Akuntansi

Apa yang dimaksud dengan Organisasi Publik ? - Administrasi Publik - Dictio Community

Sebenarnya, sejarah organisasi sektor publik telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu. Bahakan, dalam
bukunya, Vernon Kam (1989) mengilustrasikan keberadaan praktik akuntansi sektor publik sejak ribuan
tahun sebelum masehi. Praktik tersebut dihasilkan dari berbagai kekuatan sosial kemasyarakatan.
Kekuatan sosial masyarakat, yang umumnya berbentuk pemerintahan- orgnanisasi sektor publik ini
diklasifikasikan dalam:
Semangat kapitalisasi (capitalistic spirit)

Peristiwa politik dan ekonomi (economic and politic events)

Inovasi teknologi (technology inovation)

Dimasa Yunani, pemerintahan yang berkuasa membagi secara adil berbagai sumber pendapatan yang
diterima. ‘Phhartenon’ merupakan sebutan bagi organisasi kementerian yang bertugas. Mereka telah
mengembangkan berbagai metode pencatatan barang yang berharga. Dimasa Roma, praktik akuntansi
untuk mendukung mekanisme pajak dilakukan oleh semua pejabat, baik itu di gubernuran maupun
kekaisaran. Dipertengahan akhir abad 14, praktik pencatatan transaksi keuangan di Genoa alah berupa
bukti transaksi keuangan antarpemerintahan yang berkuasa dan rakyat. Selanjutnya proses pencatatan
berkembang dalam proses perdagangan antarnegara.

Diawal abad 15, kekuatan perekonomian bergeser dari Italia ke Inggris, dimana filosofi ekonomi
mercantilism bertahan selama dua abad berikutnya. Sekolah mercantilism membuat sistem dimana
pemerintahan pusat berusaha untuk mengendalikan dan mengatur semua tahap perdagangan. Proses
pelaporan dikembangkan lebih rinci terutama untuk informasi tenaga kerja, metode produksi, tipe dan
kualitas barang yang diproduksi, harga penjualan dan metode pemasaran.

Pada akhir abad 18 terjadi perubahan mendasar dalam aturan bisnis. Inisiatif individu menjadi lebih
dihargai dan diberi peluang seluas-luasnya. Akibatnya, renovasi industri muncul di Inggris. Kejadian ini
menunjukkan bahwa pengembangan akuntansi keuangan dan biaya di perusahaan lebih dipicu oleh
perkembangan praktik akuntansi sektor publik

Praktik akuntansi sektor publik dapat dikatakan berkembang lebih lambat di abad ke-19 dan 20.
interpretasi yang salah mulai muncul dengan menyamakan akuntansi sektor publik sebagai proses
pencatatan pajak yang dipungut pihak pemerintah. Di Inggris, penekanan ini dinyatakan dalam
penunjukkan pejabat publik sebagai penanggung jawab pengumpulan pajak, sekaligus pembelanjaan
dana kerajaan. Satu-satunya perkembangan dimasa itu adalah dimulainya praktik audit atas dana
pemerintah. Pada saat itu, para pejabat pemerintah yang bertugas mengaudit juga memiliki tanggung
jawab administratif lain seperti sebagai penjaga permata mahkota, pengawas hutang berbunga dan
sebagainya

Skala dan Ruang Lingkup Organisasi Sektor Publik


Tidak bisa dipungkiri bahwa sektor publik mempunyai pengaruh yang besar dalam suatu negara. Di
Inggris, dampak yang ditimbulkan dapat diidentifikasi pada warga negara Inggris dan warga negara lain
yang berkunjung ke Inggris. Di Inggris, pendatang diperbolehkan untuk mempunyai akses terhadap
pelayanan publik seperti bantuan polisi tanpa dikenai biaya. Dalam keadaan tertentu, pendatang juga
mempunyai akses ke pusat pelayanan kesehatan dan kebakaran tanpa mengeluarkan biaya (Blundell,
hal21). Selain itu, sektor publik menyerap lima juta tenaga kerja yang cukup signifikan bagi ekonomi
Inggris di tahun 1992.

Kondisi diatas tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Melihat luas wilayah dan jumlah penduduk,
jumlah serapan tenaga kerja yang bergerak di bidang sektor publik masih amat diharapkan.
Pertimbangan lain adalah terbentuknya departemen-departemen yang membawahi bidang tertentu
dalam pemerintahan, struktur pemmerintahan pusat maupun daerah dan kepolisian-TNI. Cakupan
organisasi sektor pubik di setiap kota membuktikan peranan organisasi sektor publik dalan penyerapan
tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat adalah amat besar.

6.7. Aspek Filosofi Sektor Publik

Aspek Filosofi Sektor Publik

Selaras dengan pembahasan diataas, kontribusi sektor publik juga berkembang sesuai dengan
permasalahan yang dihadapi. Semakin besar tenaga kerja yang diserap itu bukan hanya menjadi
permasalahan yang harus dipecahkan, namun juga merupakan konsekuensi, logis dari kebijakan publik.
Kebijakan ini didasarkan pada pendekatan filosofi sektor publik, seperti customer approach, market
concept, individualism and self-reliance, purcaser/provider split, contract culture, performance
orientation, kompensasi dan kondisi yang fleksibel. Pilihan atas fi;osofi tersebut akan menyebabkan
perbedaan dalam kebijakan publik. Salah satu contohnya adalah perubahan dari era orde baru ke era
reformasi, dari sentralisasi ke cenderungan desentralisasi, dari sosial mendekato pasar, dan dari
birokrasi ke lebih penghargaan konsumen.

Peranan Sektor Publik dalam Ekonomi


konsep tanggung jawab bersama, pentingnya demokrasi sebagai pengendali negara dan nilai kehidupan
manusia telah berkurang sejak era 1990-an. Kesehatan dan pendidikan sebagai aspek yang menyentuh
langsung ke individu telah diubah menjadi kancah kepentingan anggaran dan penguasa. Deregulasi telah
dijadikan sebagai sarana memperkokoh posisi. Akibatnya, kebutuhan-kebutuhan sosial, persamaan,
demokrasi, kepentingan masyarakat dan keadilan ditempatkan pada posisi yang terendah. Kondisi inilah
yang terakumulasi dengan kesulitan ekonomi dan politik. Hasil dari proses ini semua adalah pencarian
keseimbangan tatanan sosial baru di Indonsia.

Berbagai fakta negatif muncul dari proses mengesampingkan pertumbuhan sektor publik. Menyadari
dampak negatif yang terlalu besar, reorientasi pemerintahan telah dilakukan.

Politik Ekonomi Status Quo: Catatan Perjalanan Sektor Publik di Orde Baru

Dampak nyata dari pemerintahan Orde Baru tidak dapat diukur hanya dari propaganda pertumbuhan
ekonomi, tetapi juga dari pertumbuhan kesenjangan sosial. Di tahun 1990-an, yang kaya menjadi
semakin kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin, yang dapat dilihat sebagai berikut:

Jumlah rakyat yang hidup dibawah kemiskinan di tahun 1998 telah meningkat tiga kali lipat dari tahun-
tahun sebelumnya.

Jumlah siswa putus sekolah juga telah meningkat lebih dari dua kali lipat

Harga obat-obatan nongenerik telah meningkat empat kali lipat

Harga utilitas seperti listrik, air, transportasi dan telekomunikasi umumnya menigkat lebih dari 20%

Semua itu menunjukkan turunnya infrastruktur yang tersedia di negara kita. Dan hal iini berakibat timbal
balik terhadap melorotnya ekonomi makro.

Reformasi Arah Sektor Publik


Perkembangan dunia politik dan sistem multi-partai dipengaruhi oleh aliran Kanan Baru di Indonesia.
Pendukung aliran ini mempunyai pandangan yang berbeda tentang peranan negara dan sektor publik,
terutama pelaksanaan privatisasi dan deregulasi. Di bawah ini adalah beberapa kritik aliran Kanan Baru
terhadap manajemen sektor publik:

Sektor swasta lebih efisien dibanding sektor publik. Kriteria efisiensi telah diprioritaskan dibanding
kriteria efektivitas, persamaan dan pertanggungjawaban. Efisiensi lebih merupakan proses dan
dipandang sebagai cara pencapaian suatu tujuan.

Kekuatan pasar dan persaingan mengarahkan ke pilihan yang lebih baik dengan berkurangnya biaya jasa
dan meningkatnya kualitas. Aliran Kanan Baru mengklaim bahwa disiplin pasar amat esensial untuk
melindungi konsumen dan mendorong pelayanan yang lebih baik dari perusahaan-perusahaan yang ada.

Perusahaan swasta dan pasar yang kompetitif akan lebih baik dalam memenuhi permintaan konsumen
dan kondisi pasar. Klaim aliran Kanan Baru menyatakan bahwa birokrat dan pekerja pemerintahan
mempunyai kecenderungan mengutamakan kepentingan mereka sendiri.

Pemerintah terlalu besar dan boros, sehingga pemerintah sering disebut sebagai masalah. Negara harus
mengatur pasar tetapi tidak mengintervensi industri

Meningkatkan inovasi pelayanan masyarakat dengan melibatkan keluarga dan disiplin tanggung jawab
individual dalam mempromosikan kepentingan industri. Kepentingan pribadi harus diletakkan dalam
kepentingan kolektif.

Membangun Kembali Sektor Publik

Perubahan orientasi politik ekonomi ke sektor publik telah memunculkan kebutuhan untuk membangun
sektor publik. Proses ini tentunya harus meliputi:

Pembangunan ulang industri dan ekonomi dengan perencanaan sektor dan persetujuan perencanaan
yang mencakup perawatan anak, pendidikan yang efektif, pemenuhan kebutuhan minimum dengan gaji
yang mencukupi, kebijakan regional dan demokratisasi industri.

Demokratisasi negara, termasuk pengendalian badan nasional dan regional, serta program pemerintah
seperti pendidikan nasional dan kesehatan nasional
Prningkatan investasi yang dibiayai dengan peningkatan produksi, redistribusi pengeluaran dan pajak.

Reformasi Paradigma Organisasi Sektor Publik

Konsep Sektoral Ekonomi

Konsep sektoral ekonomi mulai diperdebatkan pada awal tahun 1990-an. Konsep reinventing
government dikembangkan dengan memperlakukan pengelolaan sektor publik sebagai suatu organisasi
(Osborne & Gabler,1992). Secara mendasar, organisasi sektor publik dapat dibedakan dalam alur
operasional yang dibiayai. Perbedaaan ini disebabkan oleh tujuan organisasi yang berbeda. Alternatif-
alternatif tersebut biasanya didasarkan pada kebutuhan barang, pelayanan/jasa, politi, serta sikap sosial
yang sesuai. Sebagai contoh, Departement Kesehatan yang bertugas menjaga kesehatan masyarakat
dibiauai oleh dana APBN; berbeda dengan Dinas Pendapatan Daerah yang bertugas untuk
mengumpulkan pendapatan asli daerah, dibiayai oleh APBD.

Konsep ‘Reinventing Government’

Dengan terjadinya krisis ekonomi, yang diikuti krisis politik, nudaya dan sosial, konsep ‘reinventing
government’ (menemukan kembali pemerintah) mulai diluncurkan. Proses ini telah dimulai dengan
perubahan orientasi sebagai berikut (Whitfield,1992):

Operasi komersial sektor publik harus dipisahkan, baik dalam pengelolaannya maupun
pertanggungjawabannya. Ini berarti kondisi persaingan pasar yang ketat akan dijadikan pemicu kinerja
organisasi operasi komersial tersebut

Alur pertanggungjawaban kepala dinas dan yang setara di pemerintahan daerah tidaklah jelas, begitu
juga departemen di pusat. Proses reformasi harus mengembangkan unit pelaporan secara lebih spesifik,
sehingga proses pengendalian birokrasi akan menjadi lebih transparan
Pengukuran prestasi unit pelaporan haruslah diperjelas, sehingga reformasi akuntansi, termasuk
anggaran, akan menjadi dasar berbagai program reformasi orientasi sektor publik.

Jadi dapat disimpulkan bahwa reformasi akuntansi merupakan aksi nyata dari program reformasi
orientasi organisasi sektor publik.

Topik 7

7.1. Definisi

Definisi

Akuntansi sector public didefinisikan sebagai akuntansi dana masyarakat, yang selanjutnya dapat
diartikan sebagai:….mekanisme teknik dan analisis kuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana
masyarakat’ (Bastian,1999).

Akuntansi sector public didefinisikan sebagai akuntansi dana masyarakat. Akuntansi dana masyarakat
diartikan sebagai ‘…mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pada pengelolaan dana
masyarakat’ (Bastian, 1999). Perlu diartikan sebagai dana yang dimiliki oleh masyarakat, bukan individu,
yang biasanya dikelola oleh organisasi-organisasi sector public dan juga pada proyek-proyek kerja sama
sector public dan swasta.

7.2. Akuntansi Sektor Publik versus Akuntansi Pemerintahan

Akuntansi Sektor Publik versus Akuntansi Pemerintahan

Persepsi yang disebarkan dalam pengajaran akuntansi pemerintahan Indonesia adalah akuntansi
pemerintahan pengganti akuntansi sector public. Logika pengajaan yang disebarkan selalu dimulai dari
batasan pemerintahan yang bersih dan individu yang bersih. Definisi uang dalam pemerintahan yang
bersih di Indonesia melibatkan hubungan antara eksekutif dengan legislative, dana konsolidasi, serta
dana pinjaman nasional dalam menyusun rencana anggaran (RAPBN/RAPBD) yang sesuai. Pada
umumnya, sector public digambarkan sebagai institusi pemerintah atau dengan kalimat yang lebih jelas
pemerintah yang berkuasa, pemerintah Negara, dan industry nasional (perusahaan milik pemerintah
yang berkuasa, badan hukum public, perusahaan public). Namun kata tersebut dirasa kurang tepat,
sehingga frase ‘pemerintah yang berkuasa’ masih menjadi perdebatan controversial dalam konteks
demokrasi yang menyatakan bahwa rakyatlah yang paling berkuasa.

Alasan lain yang dikembangkan oleh pendukung akuntansi pemerintahan adalah karakter akuntansi
sebagai penyedia jasa yang relevan untuk berbagai jenis individu dan organisasi. Karakter ini
memisahkan akuntansi dari perspektif makro. Namun di lain pihak, perspektif ini membuka peluang
untuk mengadopsi teknik ekonomi dan statistic. Akibatnya, akuntansi pemerintahan cenderung
didefinisikan sebagai sistem pemerintah dalam mempertanggungjawabkan terhadap keputusan sumber
daya apa yang seharusnya dipenuhi untuk mencakupi kebutuhan militer (dan kebutuhan ekspor) serta
kebutuhan kelompok sipil, diperlukan sumber daya dan pengetahuan yang rasional.

Tanpa mengabaikan pentingnya pemahaman teknik-teknik akuntansi di organisasi pemerintahan,


pengajaran akuntansi sector public dikembangkan dalam kondisi yang berbeda dan mengacu pada siklus
pengelolaan keuangan daerah, beberapa fase kegiatan yang menjadi pedoman yaitu:

1. Fase pertama, dari siklus tersebut adalah perencanaan fundamental yang menjadi tanggung jawab
legislative dan eksekutif dan dituangkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
(RPJPD). Selanjutnya disusun perencanaan jangka menengah yang dituangkan dalam dokumen Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

2. Fase kedua, merupakan tahap perencanaan operasional, selanjutnya Eksekutif menyusun


perencanaan tahunan yang dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang
didukung oleh rencana kerja (Renja) SKPD dan PPKD. Dokumen perencanaan ini selanjutnya menjadi
acuan pada

3. Fase ketiga yaitu penganggaran

4. Fase empat, merupakan tahapan pelaksanaan anggaran dan pengukuran. Pada fase inilah
akuntansi keuangan daerah memaikan peranannya.
5. Fase kelima, merupakan tahapan akhir yaitu pelaporan dan umpan balik. Dari tahapan pelaporan
ini akan dihasilkan laporan realisasi anggaran (LRA), Neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan
keuangan, yang dapat memberikan umpan balik bagi fase-fase sebelumnya.

Ada banyak cara yang dapat digunakan oleh badan sector public untuk bertanggung jawab ke
DPR/DPRD. Misalnya. Menteri Kesehatan yang mempertanggungjawabkan tugasnya secara langsung
kepada presiden dan public (yang diwakili DPR). Selain itu, industry nasional, badan hukum public dan
badan-badan public non pemerintah (BUMN/BUMD) termasuk pemegang wewenagn pelayanan
kesehatan juga bertanggung jawab terhadap departemen pemerintah sesuai tujuan dasar mereka.
Kepals Daerah menyajikan satu contoh unik yang berbeda, yaitu meskipun bertanggung jawab kepada
DPRD Tingkat I, mereka juga bertanggung jawab kepada menteri dalam negeri dan DPRD serta public ini
masih dalam konteks Negara kesatuan dimana presidenlah yang berkuasa.

7.3. Dasar-dasar dan Teknik Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah

Dasar-dasar dan Teknik Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah

Dasar pencatatan akuntansi keuangan pemerintah daerah terdiri dari

1. Pembukuan Tunggal (single entry)

Sistem pencatatan single entry sering disebut juga dengan sistem tata buku tunggal atau tata buku saja.
Dalam sistem ini, pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan mencatat secara tunggal (tidak
berpasangan). Transaksi yang berakibat bertambahnya kas akan dicatat pada sisi Penerimaan dan
transaksi yang berakibat berkurangnya Kas akan dicatat pasa sisi Pengeluaran. Pada praktik yang
berjalan di Pemerintah Daerah selama hamper tiga decade, pencatatan ini dipraktikkan contohnya
dalam Buku Kas Umum (BKU)

Pencatatan semacam itu disebut juga pembukuan. Sistem tata buku tersebut merupakan sebagian kecil
dari akuntansi. Sistem ini memiliki beberapa kelebihan yaitu sederhana dan mudah dipahami. Akan
tetapi, sistem ini juga memiliki kelemahan, antara lain, kurang lengkap untuk pelaporan karena hanya
dapat melaporkan saldo kas dan tidak dapat melaporkan utang, piutang dan ekuitas dana. Juga suit
untuk melakukan control transaksi, akibatnya sulit menelusuri kesalahan pembukuan yang terjadi. Oleh
karena itu, dalam akuntansi terdapat sistem pencatatan yang lebih baik dan dapat mengatasi kelemahan
tersebut. Sistem ini disebut sistem double entry. Sistem pencatatn double entry yang sering disebut
akuntansi.

2. Pembukuan Berpasangan (double entry)

Sistem pencatatan double entry juga sering disebut sistem tata buku berpasangan. Menurut sistem ini,
pada dasarnya suatu transaksi akan dicatat secara berpasangan. Pencatatan dengan sistem ini disebut
dengan istilah menjurnal. Dalam pencatatan tersebut ada sisi Debit dn Kredit. Sisi Debit ada disebelah
kiri sementara sisi Kredit ada disebelah kanan. Setiap pencatatan harus menjaga keseimbangan
persamaan dasar akuntansi, yaiut asset = kewajiban + ekuitas dana.

3. Pembukuan Berpasangan Ditambah Anggaran (triple entry)

Sistem pencatatan triple entry pada dasarnya adalah sistem pencatatan yang menggunakan double
entry ditambah dengan pencatatan tentang anggaran yang telah digunakan sesuai dengan pencatatan
pada double entry.

Sengan adanya pencatatan triple entry ini, maka dapat dilihat sisa anggaran untuk masing-masing
komponen yang ada di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Pencatatan dengan sistem triple entry dini dilaksanakan saat pencatatan double entry dilaksanakan,
maka sub bagian Pembukuan (bagian keuangan). Pemerintah Daerah juga mencatat transaksi tersebut
pada buku anggaran.
7.4. Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi

Akuntansi adalah suatu sistem yang merupakan suatu kesatuan yang terdiri atas subsistem- subsistem
atau kesatuan yang lebih kecil, yang berhubungan satu sama lain dan memiliki tujuan tertentu. Suatu
sistem mengolah input (masukan) menjadi output (keluaran). Input sistem akuntansi adalah bukti-bukti
transaksi dalam bentuk dokumen atau formula. Sementara outputnya adalah laporan keuangan.
Didalam proses akuntansi terdapat beberapa catatan yang dibuat. Catatan- catatan terebut adalah
jurnal, buku besar dan buku pembantu.

Sistem akuntansi dapat dijelaskan secara rinci melalui siklus akuntansi. Yang dimaksud dengan siklus
akuntansi adalah tahap- tahao yang ada dalam sistem akuntansi. Apabila digambarkan sebagai berikut:

Proses Akuntansi Pokok

Dokumen Catatan Laporan

APBD

Dokumen Sumber:
- SP2D

- SPJ

- Bukti Memorial

Laporan Keuangan

Buku Jurnal

Realisasi APBD

Jenis2 transaksi keuangan Pemda

Ditetapkan

Dewan

Buku Besar

Buku Pembantu

· Buku Jurnal Penerimaan Kas

· Buku Jurnal Pengeluaran Kas


· Buku Jurnal Umum

Kumpulan Rekening (Ringkasan & Rincian)

· Laporan Realisasi Anggaran

· Laporan Arus Kas

· Neraca Daerah

· CALK

Kebijakan Akuntansi

· Bukti Penerimaan Kas

· Bukti Pengeluaran Kas

· Bukti Memorial
7.5. Persamaan Akuntansi

Persamaan Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi merupakan alat bantu untuk memahami sistem pencatatan ini. Persamaan
dasar akuntansi tersebut dalam konteks akuntansi pemerintahan dapat diuraikan dalam beberapa tahap
sebagai berikut:

1. Asset = Kewajiban + Ekuitas Dana

2. Aset + Kewajiban + Ekuitas Dana + Pendapatan – Belanja

3. Aset + Belanja = Kewajiban + Ekuitas Dana + Pendapatan

4. Aset + Belanja + Kewajiban + Ekuitas Dana + Pendapatan + Penerimaan + Pengeluaran Pembiayaan

Dimana

Asset merupakan sumber-sumber ekonomis yang dikuasai oleh pemerintah dan diharapkan
memberikan kemanfaatan dimasa yang akan dating.

Kewajiban merupakan utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan
aliran keluar sumber daua ekonomi pemerintah di masa yang akan dating.
Ekuitas dana merupakan kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara asset dan
kewajiban pemerintah.

Pendapatan merupakan semua penerimaan daerah dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang
menjdai hal pemerintah dan menambah ekuitas dana lancer.

Belanja merupakan semua pengeluaran Pemerintah Daerah pada suatu periode anggaran yang
mengurangi ekuitas dana lancer.

Pembiayaan merupakan semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dana/atau pengeluaran yang
akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun
anggaran berikutnya.

7.6. Laporan Keuangan

Laporan Keuangan

Laporan keuangan terdiri dari:

1. Laporan Realisasi Anggaran

Menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan pemakaian sumberdaya ekonomi yang dikelola oleh
pemerintah baik pusat maupun daerah, yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan
realisasinya dalam satu periode pelaporan. Pelaporan mencerminkan kegiatan keuangan pemerintah
daerah yang menunjukkan ketaatan terhadap pelaksanaan APBD. Dengan demikian, Laporan Realisasi
Anggaran menyajikan pendapatan pemerintah daerah selama satu periode, belanja, surplus/deficit,
pembiayaan dan sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran.
2. Neraca

Merupakan laporan keuangan yang menyajikan posisi keuangan entitas ekonomi pada suatu saat
(tanggal) tertentu. Laporan ini dibuat untuk menyajikan informasi keuangan yang dapat dipercaya
mengenai asset, kewajiban dan ekuitas dana.

3. Laporan Arus Kas

Menyajikan informasi tentang sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas, selama satu periode
akuntansi dan saldo kas dana setara kas pada tanggal pelaporan.

Arus masuk dan keluar kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi investasi, pembiayaan dan non
anggaran.

4. Catatan Atas Laporan Keuangan

Disajikan secara sistematis sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan, dimana setiap pos dalam
Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Laporan Arus Kas, harus mempunyai refrensi silang dengan
informasi terkait dalam Catatan Atas Laporan Keuangan. Disamping itu juga mencakup informasi lain
yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan di dalam standar akuntansi pemerintahan serta
ungkapan- ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.
7.7. Jenis- jenis Transaksi Pemerintah Daerah (Pemda)

Jenis- jenis Transaksi Pemerintah Daerah (Pemda)

Dalam akuntansi keuangan pemerintah daerah, jenis transaksi dapat dirinci berdasarkan struktur APBD
yang terdiri dari pendapatan daerah dan pembiayaan daerah. Selain itu masih ada jenis transaksi lain
yaitu transaksi Non kas pemda dan transaksi Rekening Antar Kantor (RAK) yaitu antara PPKD-SKPD.

Berdasarkan sifat dan jenis entitas, transaksi masih dapat dibagi ke dalam akuntansi untuk transaski di
SKPD atau disebut transaksi SKPD dan transaksi untuk tingkat Pemda yang ditangani PPKD atau disebut
juga transasksi PPKD.

1. Pendapatan Daera

Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melaluirekening kas umum daerah, yang
menambah ekuitas dana, merupakan hak daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak perlu dibayar
kembali oleh daerah. Pendapatan daerah meliputi: Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dll
Pendapatan Daerah Yang Sah.

2. Belanja Daerah

Belanja daerah meliputi semua pengeluaran dari rekening kas umum daerah yang mengurangi ekuitas
dana, merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak akan diperoleh perbayarannya
kembali oleh daerah. Belanja Daerah meliputi: Belanja tidak langsung, yaitu belanja tugas pokok dan
fungsi yang tidak dikaitkan dengan pelaksanaan program.
3. Pembiayaan Daerah

Pembiayaan daerah meliputi semua transaksi keuangan untuk menutup deficit atau untuk
memanfaatkan surplus. Pembiayaan Daerah teridiri atas Penerimaaan Pembiayaaan, Pengeluaran
Pembiayaan dan Sisa lebih anggaran tahun berkenaan. Termasuk dalam transaksi Penerimaan
Pembiayaan yang dimaksudkan untuk mengatasi deficit anggaran adalah: sisa lebih perhitungan
anggaran tahun anggaran sebelumnya. Pencairan dana cadangan, Hasil penjualan kekayaan daerahyang
dipisahkan, Penerimaaan piutang daerah, Penerimaaan kembali pemberian pinjaman, Penerimaan
piutang daerah. Sedangkan yang termasuk dalam Pengeluaran Pembiayaan Daerah yang dimaksudkan
untuk menyalurkan surplus anggaran adalah: Pembentukan dana cadangan, Penyertaan modal
(investasi) pemerintah daerah, Pembayaran pokok utang, Pemberian pinjaman daerah.

4. Transaksi Selain Kas

Prosedur akuntansi selain kas meliputi serangkaian proses mulai dari pencatatan, pengikhtisaran,
sampai dengan pelaporan keuangan yang berkaitan dengan semua transaksi atau kejadian selain kas
yang meliputi transaksi: koreksi kesalahan dan penyeuaian: pengnakuan asset tetap, utang jangka
panjang, dan ekuitas: depresiasi: dan transaksi yang bersifat accrual dan prepayment: hibah selain kas.

5. Koreksi Kesalahan dan Penyesuaian

Koreksi kesalahan pencatatan merupakan koreksi terhadap kesalahan dalam membuat jurnal dan telah
diposting ke buku besar. Sedangkan penyesuaian adalah transaksi penyesuaian pada akhir periode untuk
mengakui pos-pos seperti persediaan, piutang, utang dan yang lain yang berkaitan dengan adanya
perbedaan waktu pencatatam dan yang belum dicatat pada transaksi berjalan atau pada periode yang
berjalan.

6. Pengakuan Aset Tetap, Utang Jangka Panjng dan Ekuitas

Pengakuan asset tetap merupakan pengakuan terhadap perolehan asset yang dilakukan oleh satuan
kerja. Pengakuan asset tetap dan ekuitas sangat terkait dengan belanja modal yang dilakukan oleh
Satker.

7. Pengakuan Utang

Jika dalam hal ini merupakan pengakuan terhadap perolehan asset yang dilakukan Satker sangat terkait
dengan transaksi belanja yang mengharuskan pemotongan pajak atau potongan- potongan belanja
lainnya. Namun jika hutang yang dimaksud adalah utang jangka panjang, maka hal ini timbul dari
transaksi pembiayaan penerimaan yang dilakukan PPKD.

8. Depresiasi

Depreisasi dilakukan untuk menyusutkan nilai asset yang dimiliki oleh Satker (apabila diperlukan)
9. Transaksi yang Bersifat Accrual dan Prepayment

Transaksi yang bersifat accrual dan prepayment muncul karena adanya transaksi yang sudah dilakukan
Satker namun pengeluaran kas belum dilakukan (accrual) atau terjadi pengeluaran kas untuk belanja di
masa yang akan dating (prepayment)

10. Hibah Selain Kas

Penerimaan atau pengeluaran hibah selain kas adalah penerimaan atau pengeluaran sumber ekonomi
non kas yang merupakan pelaksanaan APBD yang mengandung konsekuensi ekonomi bagi pemerintah
daerah

7.8. Struktur Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah

Struktur Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah

Struktur akuntansi di pemerintah daerah menggunakan konsep transaksi Kantor Pusat- Kantor Cabang
(Home Office- Branch Office Transaction atau disingkat menjadi (HOBO). Di Pemda yang bertindak
sebagai Kantor Pusat adalah PPKD dan yang bertindak sebagai Kantor Cabang adalah SKPD. Pemilihan
struktur ini sesuai dengan Undang Undang No.17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara pasal 10 ayat
(3) dan PEraturan Pemerintah No. 58 tahun 2005 Tentang Keuangan Daerah pasal 100, yang
menertapkan bahwa pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan dilakukan di tingkat SKPD sebagai
entitas akuntansi dan Pemda sebagai entitas pelaporan. Sebagai konsekuensi dari struktur akuntansi
tersebut diperlukan control pencatatan antara PPKD dan SKPD melalui mekanisme akun resiprokal
(reciprocal account) yaitu kaun Rekening Koran- PPKD yang ada di SKPD dan akun Rekening Koran SKPD
yang ada di PPKD.

Jenis Basis Akuntansi


1. Akuntansi Berbasis Anggaran (Budgetary based Accounting)

Akuntansi anggaranadalah akuntansi yang mencatat megklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi


berdasarkan anggaran pendapatan ataupun belanja. Istilah akuntansi anggaran mengacu pada pabrik
yang dijalankan oleh beberapa pemerintah Negara bagian di Amrika Serikat di tahun 1950-am. Sistem
akuntansi ini memasukkan jumlah yang dianggarkan dimasukkan dalam pos kredit, kemudian sebagai
pengeluaran debit dimasukan sebagai penyeimbang dari kredit tadi. Keseimbangan rekening
memperlihatkan jumlah anggaran yang masih belum dibelanjakan.

Praktik ini berbeda di perusahaan swasta. Anggaran tidak termasuk laporan yang dipublikasi. Sedangkan
di pemerintahan anggaran adalah laporan utama yang harus menjadi dokumen public.

2. Akuntansi Berbasis Kas (Cash based Accounting)

Akuntansi berbasis kas adalah akuntansi yang mengakui dan mencatat transaksi keuangan pada saat kas
diterima atau dibayarkan. Focus pengukurannya pada saldo kas dan perubahan saldo kas dengan cara
membedakan antara kas ini meliputi saldo kas, penerimaan kas dan pengeluaran kas.

3. Akuntansi Berbasis Akrual (Accrual based Accounting)

Akuntansi berbasis akrual adalah akuntansi yang mengakui dan mencatat transaksi atau kejadian
keuangan pada saat terjadi atau pada saat perolehan. Focus sistem akuntansi ini pada pengukuran
sumber daya ekonomis dan perubahan sumber daya pada suatu entitas.
4. Akuntansi Berbasis Kas Menuju Akrual (Cash Toward Accrual based Accounting)

Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah, yaitu basis kas untuk pengakuan
pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan, sedangkan basis akrual digunakan untuk pengakuan
asset, kewajiban dan ekuitas dana.

7.9. Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah

2.9 Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kebijakan Akuntansi Keuangan Daerah

1. Pengakuan

Pengakuan dalam akuntansi adalah proses penetapan terpenuhinya criteria pencatatan suatu kejaidan
atau peristiwa dalam catatan akuntansi sehingga akan menjadi bagian yang melengkapi unsure asset,
kewajiban, ekuitas dana, pendapatan, belanja dan pembiayaan, sebagaimana akan termuat pada
laporan keuangan entitas pelaporan yang bersangkutan. Pengakuan diwujudkan dalam pencatatan
jumlah uang terhadap pos-pos laporan keuangan yang terpengaruh oleh kejadian atau peristiwa terkait.

Criteria minimum yang perlu dipenuhi oleh suatu kejadian atau peristiwa untuk diakui, yaitu:

a. Terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan kejadian atau peristiwa
tersebut akan mengalir keluar dari atau masuk ke dalam entitas pelaporan yang bersangkutan.

b. Kejadian atau peristiwa tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur atau dapat
diestimasi dengan andal.
Dalam menentukan apakah suatu kejadian/peristiwa memenuhi criteria pengakuan, perlu
dipertimbangkan aspek materialitas

2. Pengukuran

Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam
laporan keuangan. Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan menggunkan nilai perolehan historis.
Asset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang
diberikan untuk memperoleh asset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal.

Pengukuran pos-pos laporan keuangan menggunakan mata uang rupiah. Transaksi yang menggunakan
mata uang asing dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah.

3. Pengungkapan

Laporan keuangan menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Informasi yang
dibuthkkan oleh pengguna laporan keuangan dapat ditempatkan pada lembar muka (on the face)
laporan keuangan atau Catatan Atas Laporan Keuangan.

2.10 Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan Atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera
dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Laporan Arus KAs. Catatan Atas Laporan Keuangan juga
mencakup informasi tentang kebijakan akuntansi yang dipergunakan oleh entitas pelaporan dan
informasi lain yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan di dalam Standar Akuntansi
Pemerintahan serta ungkapan –ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan
keuangan secara wajar.

Agar dapat digunakan oleh pengguna dalam memahami dan membandingkannya dengan laporan
keuangan entitas lainnya. Catatan Atas Laporan Keuangan sekurang- kurangnya disajikan dengan
susunan sebagai berikut:

1. Informasi tentang kebijakan fiscal/keuangan, ekonomi makro, pencapaian target Undang- undang
APBD/ Perda APBD, berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target.

2. Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan

3. Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan- kebojakan akuntansi yang
dipilih untuk diterapkan atas transaksi- transaksi dan kebijakan- kejadian- kejadian penting lainnya.

4. Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang
belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan

5. Pengungkapan informasi untuk pos-pos asset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan
penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas.

6. Informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam
lembar muka laporan keuangan.

7. Daftar dan skedul.

Selain itu, suatu entitas pelaporan mengungkapkan hal-hal berikut ini, apabila belum diinformasikan
dalam bagian manapun dari laporan keuangan, yaitu:
1. Domisili dan bentuk hukum suatu entitas serta juridiksi dimana entitas tersebut beroperasi.

2. Penjelasan mengenai sifat operasi entitas dan kegiatan pokok.

Ketentuan perundang-undangan yang menjadi landasan kegiatan operasionalnya.