Anda di halaman 1dari 3

TATA IBADAH PENTAKOSTA --- MINGGU, 23 MEI 2020

(Berdasarkan Liturgi 1, Stola merah )


“Roh Yang Menginsafkan”

1. Persiapan
PL Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Aku hendak memuliaakan TUHAN selama aku
hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
Hari ini kita bersyukur sebagai keluarga Allah, karena kita masih dimungkinkan untuk
bersekutu merayakan dan memperingati Hari Pentakosta, yakni hari ke-50 setelah
Paskah. Kita bersyukur oleh karenaRoh Kudus senantiasa berperan mengarahkan kita
dalam menjalani hidup ini. Tema kita hari ini ”Roh Yang menginsafkan”, mari siapkan
hati untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan.
1. Menyanyi: KJ 235:1,2----- (Berdiri)
 Kudengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat, menghidupkan padang gurun dan
menghibur yang penat. Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!
 Bapa, jangan Kaulewati aku, walau ‘ku cemar; ‘ku tak layak Kaudekati namun rahmatMu
besar. Aku pun, aku pun, kasihani aku pun!

2. Votum & Salam:


PF Pertolongan kita adalah dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.
J 5 6 5 6 5 4 3 //
Amin,amin, a -min
PF Salam bagi kamu sekalian. Roh Kudus yang telah dicurahkan, yang kita peringati dalam
Minggu Pentakosta ini, akan menuntun kita dalam ibadah ini.
J Haleluya ! Amin
3. Pengakuan Dosa dan Berita Anugerah (Duduk)
PF Saudara-saudara, marilah dalam kerendahan dan penyesalan yang sungguh, kita
datang dan mengaku dosa di hadapan Tuhan.

J Menyanyikan”Di Muka Tuhan Yesus” (KJ. 29 : 1, 3)


1
Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku.
Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus.
3
Di muka Tuhan Yesus ‘ku insaf akan salahku;
bertobat kini hatiku di muka Tuhan Yesus.
PF Kepada kamu sekalian yang tunduk dalam penyesalan, berita anugerah dari Allah
dinyatakan kembali:
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya
dalam Di akita dibenarkan oleh Allah (2 Korintus 5 : 21)

Menyanyi : ”Hai, Puji NamaNya” (PKJ 55 : 1, 4)


 Hai, puji namaNya, terang cahaya, dan puji namaNya, hai cakrawala, Hai, puji namaNya,
semesta alam: mari semuanya menyembah Tuhan. Haleluya pujilah Tuhan tak henti.
Haleluya, karna kasihNya tak terpri. Haleluya pujilah Tuhan tak henti. Haleluya, karna
kasihNya tak terpri.
4. Doa Pembacaan Alkitab
5. Pembacaan Alkitab Yohanes 16 : 4b - 15
6. Khotbah
7. Pengakuan Iman Rasuli---(Berdiri)
8. Persembahan -- (Duduk)
PL Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi
Allahku selagi aku ada. Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak
bersukacita karena TUHAN. (Mazmur 104 : 33, 34)
S Menyanyi : ” Pujilah kebajikan TUHAN” (Mazmur 118 : 1, 8,9)
 Pujilah kebajikan TUHAN: kekal setia kasihNya! Biarlah Israel mengucap: Kekal setia
kasihNya! Kaum Harum, marilah serukan: Kekal setia kasihNya! Umat yang takwa pada
TUHAN: Kekal setia kasihNya!
 Yang datang dalam nama TUHAN Selalu diberkatilah! Umat dipelataran TUHAN
Menyambut kedatangannya! TUHANlah Allah, t’rang wajahNya Penuh dengan karunia.
Bawalah pada hari raya Kurban syukurmu ke mezbah!
 Kaulah Allahku, Kaulah saja: padaMu aku bersyukur. Kaubuat aku selamanya Memuliakan
namaMu! Nyanyi syukur, hai umat TUHAN, Dan puji kebajikanNya: Biar semua
menyerukan : Kekal setia kasihNya
9. Doa Syafaat
10. Nyanyian Jemaat: Datanglah, Ya Sumber Rahmat (KJ 240a : 1, 3) ---berdiri
1
Datanglah, ya sumber rahmat, selaraskan hatiku.
Menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti.
Ajar aku madah indah,gita balai sorgaMu.
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.
3
Tiap hari ‘ku berhutang pada kasih abadi.
Rantailah hatiku curang dengan rahmat tak henti.
‘Ku dipikat pencobaan meninggalkan kasihMu;
inilah hatiku, Tuhan, meteraikan bagiMu!
11. Pengutusan & Berkat:
PF Pergilah: jalanilah hidup dengan sukacita dan percayalah Roh Kudus akan selalu
menolongmu untuk hidup benar di dunia ini.
J haleluya, terpujilah Tuhan sekarang kekal selama-lamanya
PF Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan
wajah-Nya.
J Amin.
12. Menyanyi KJ 237:1,2
 Roh Kudus, tetap teguh Kau Pemimpin umatMu. Tuntun kami yang lemah lewat gurun
dunia. Jiwa yang letih lesu mendengar mendengar panggilanMu, “Hai musafir, ikutlah ke
neg’ri sejahtera!”
 Kawan karib terdekat, Kau menolong yang penat; b’ri di jalan yang kelam hati anakMu
tent’ram. Bila badai menderu, perdengarkan suaraMu, “Hai musafir, ikutlah ke neg’ri!”