Anda di halaman 1dari 8

Manajemen Koperasi 

adalah penerapan ilmu manajemen di koperasi dimana orang-orang yang diberi


wewenang dan tanggungjawab melaksanakan proses perencanaan,
pengorganisasian, dan pengendalian sumber daya yang dimiliki oleh koperasi untuk
mencapai tujuan koperasi yaitu meningkatkan kesejahteraan berdasarkan nilai dan
prinsip-prinsip koperasi.

A. Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli


Salah satu definisi yang lengkap diungkapkan oleh Griffin dalam bukunya
Management (Ensiklopedia ekonomi, Bisnis dan Manajemen, 1992), sebagai
berikut : “Manajemen adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan,
mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumber daya manusia,
keuangan, fisik dan informasi guna mencapai sasaran organisasi secara efektif dan
efisien.”

Istilah manajemen juga mengacu pada dua hal, yaitu sebagai fungsi dan sebagai
institusi (Helmut Wagner, 1986). Manajemen sebagai fungsi berarti sejumlah tugas
yang harus dilaksanakan oleh orang-orang yang diberi wewenang dan tanggung
jawab tertentu untuk menjamin keandalan organisasi dalam mencapai tujuan-
tujuannya. Tugas-tugas itu adalah: Perencanaan dan pengembilan keputusan,
Pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian. Tugas-tugas tersebut sering
juga disebut sebagai fungsi-fungsi atau prinsip-prinsip manajemen, yang merupakan
proses manajemen yang dinamis dan berkelanjutan.

Lalu Menurut MC Farland, manajemen adalah suatu proses dimana orang-orang


yang diberi wewenang menciptakan dan menjalankan organisasi dalam memilih dan
mencapai tujuan.

B. Pengertian Manajemen Koperasi Menurut Peter Davis


Peter Davis, 1999, memformulasikan bahwa manajemen koperasi diselenggarakan
oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk mengelola koperasi, nilai-nilai dan
kekayaannya. Mereka ini mengerahkan segala kemampuan kepemimpinannya dan
memilih kebijakan untuk mengembangkan koperasi berdasarkan hasil latihan
professional perkoperasian. Manajemen koperasi adalah kegiatan professional yang
dilakukan koperasi untuk membantu seluruh keanggotaan koperasi di dalam
mencapai tujuannya.

C. Konsep Manajemen Koperasi


Manajemen koperasi tidak didasarkan pada pemaksaan wewenang, melainkan
melalui keterlibatan dan partisipasi. Para manajer professional koperasi
menggunakan metode yang sama seperti manajemen pada umumnya. Hanya saja
nilai-nilai dan tujuan yang harus diperjuangkan metode itulah yang membuat
manajemen koperasi unik dan berbeda dari manajemen lainnya. Fungsi utamanya
adalah mengupayakan kepemimpinan koperasi bagi anggota dan pengurus terpilih
di dalam pengembangan kebijakan dan strategi yang akan memberdayakan
koperasi dalam mewujudkan cita-cita atau tujuannya.

Dengan menyatukan manajemen Koperasi sebagai bagian dari koperasi dan


sebagai representasi prinsip-prinsip penting koperasi itu sendiri, kita dapat
mengembangkan manajemen dan demokrasi di dalam koperasi sebagaimana
dinyatakan Peter Davis, sebagai berikut: “pengembangan prinsip-prinsip manajemen
koperasi, akan membuat perusahaan koperasi harus dikelola secara professional
dan kooperatif sedemikian rupa sehingga keterlibatan anggota dan demokrasi, akan
tetap menjadi kunci keberhasilan dalam praktek koperasi. Dengan memiliki prinsip-
prinsip manajemen koperasi kita juga meletakkan dasar sebagai criteria untuk
menilai pelatihan-pelatihan manajemen koperasi, serta menilai kinerja manajemen
dalam koperasi “.

D. Proses Manajemen di Koperasi

1. Perencanaan (Planning)
Proses yang paling penting adalah fungsi perencanaan, yang merupakan fungsi
paling utama yang harus dijalankan oleh pihak manajemen koperasi. Pengurus dan
manajer di koperasi harus menyusun perencanaan penggunaan sumber daya
manusia, modal, sarana fisik, dan informasi yang dimiliki koperasi untuk mencapai
tujuan koperasi yang telah disepakati oleh para anggotanya. Perencanaan
menyangkut masa depan. Bagaimana dengan kemampuan, masalah, dan potensi
yang dimiliki koperasi saat ini diarahkan untuk mencapai target-target koperasi
kearah yang lebih baik. Karenanya sebelum menyusun perencanaan pengurus dan
manejer koperasi harus melakukan identifikasi dan evaluasi terlebih dahulu apa
target atau sasaran apa saja yang sudah tercapai, kebutuhan pelayanan apa yang
diinginkan oleh anggota dan belum dipenuhi oleh koperasi, bagaimana kemampuan
permodalan koperasi, termasuk juga situasi persaingan usaha di lingkungan
koperasi juga harus diperhitungkan.

Adapun langkah-langkah proses perencanaan yang dapat dilakukan oleh pengurus


dan manajer koperasi, diantaranya:
1. Pengurus bersama manajer menyusun rencana strategis dan taktis baik untuk
jangka panjang maupun jangka pendek.
2. Pengurus meminta manajer menyusun garis besar program operasional,
selanjutnya dibahas bersama dengan pengurus dan pengawas.
3. Manajer juga membuat anggaran untuk mencapai hasil yang dikehendaki, tanpa
mengabaikan struktur keuangan yang ada.
4. Berdasarkan rencana yang ada, dibuatlah kebijakan sebagai pedoman seluruh
pelaksanaan. 5
5. Secara bersama menetapkan kebijakan personalia, karyawan usaha keuangan
dan anggota guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
6. Pengurus membuat rencana penerimaan dan belanja koperasi (RAPBK).
Rencana yang telah disusun dan RAPBK disampaikan dalam rapat anggota untuk
dibahas dan mendapatkan pengesahan

2. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian (organizing) merupakan Perancangan dan pemeliharaan sistem
peran, atau Proses pengaturan dan pengalokasian kerja, wewenang dan sumber
daya di kalangan anggota organisasi dalam upaya mencapai tujuan organisasi
secara efektif dan efisien.

Faktor Penting dalam Proses Pengorganisasian di Koperasi


1. Pembagian tugas (division of work) 
2. Departementasi  
3. Rentan manajemen/kendali (span of control), yang terdiri dari: a)kompetensi dari
pengurus, pengawas dan pengelola,  b)kompetensi dari bawahan (staff), c)derajat
variasi pekerjaan, d)teknologi yang digunakan dalam organisasi 
4. Pendelegasian wewengan (delegation of authority)

3. Actuating dan Leadership


Actuating dan leadership merupakan suatu proses menggerakkan dan menjalankan
organisasi agar orang-orang yang diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab
dapat bekerja menjalankan tugas untuk mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan.
Fungsi Penting:
1. Mengarahkan (Directing):
- Perintah (Tertulis : SOM, SOP, Juklak, Juknas, Lembar Tugas/disposisi tugas;
Lisan) 
- Disiplin 
- Partisipasi 
2. Komunikasi (formal, informal, vertikal, horizontal

4. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang sudah
dilaksanakan, menilainya dan mengoreksinya dengan maksud agar pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.”

Jenis - Jenis Pengawasan:


1. Pengawasan preventif : pengawasan yang bersifat pencegahan yang
dilaksanakan melalui suatu sistem pembinaan SDM pada semua eselon dalam
organisasi dan menentukan prosedur, pembagian tugas dan wewenang, termasuk di
dalamnya perencanaan dan pelaporan 
2. Pengawasan korektif : pengawasan untuk memperbaiki bias, penyimpangan atau
kebocoran dari rencana, standar dan prosedur yang sudah ada ditentukan dalam
suatu organisas

E. Tujuan dan Output Manajemen Koperasi


1. Output koperasi sebagai perusahaan. 
2. Output koperasi sebagai lembaga sosio ekonomi

F. Perangkat Hukum Koperasi


1. Perangkat Hukum Eksternal
a). UU No. 25/1992 
b). Peraturan Pemerintah, Inpres. 
c). Keputusan menteri, 
d). Perda yang dihubungkan dengan koperasi 

Pihak manajemen koperasi tidak dapat menghindar dari ketentuan perundangan


yang berlaku, melainkan harus dijadikan faktor pendorong bagi pengembangan
koperasi.

2. Perangkat Hukum Internal


a). Anggaran dasar 
b). Anggaran rumah tangga
Pihak manajemen dapat melakukan penyesuaian sedemikian rupa sesuai dengan
keputusan rapat anggota

Hal-hal yang penting di atur dalam AD/ART 


• Daftar nama pendiri 
• Nama dan tempat kedudukan koperasi  
• Maksud dan tujuan serta bidang usaha koperasi  
• Ketentuan mengenai keanggotaan 
• Ketentuan mengenai rapat anggota  
• Ketentuan mengenai pengelolaan  
• Ketentuan mengenai permodalan  
• Ketentuan mengenai pembagian SHU 
• Ketentuan mengenai sanksi

G. Perangkat Organisasi Koperasi


1. Rapat Anggota, menetapkan:
• Anggaran dasar koperasi 
• Kebijakan umum bidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi 
• Pemilihan, pengangkatan, serta pemberhentian pengurus dan pengawas 
• Rencana kerja anggaran pendapatan dan belanja 
• Pengesahan/penolakan laporan keuangan 
• Pengesahan/penolakan laporan pertanggungjawaban pengurus dalam
pelaksanaan tugasnya 
• Pembagian SHU 
• Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi

2. Pengurus, bertugas:
• Mengelola koperasi dan usahanya. 
• Mengajukan rancangan kerja dan RAPBK. 
• Menyelenggarakan rapat anggota. 
• Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung-jawaban pelaksanaan tugas.
• Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib. Memelihara
daftar buku anggota dan pengurus
Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota dan masa jabatan
paling lama 5 tahun. Wewenang pengurus yaitu mewakili koperasi di dalam dan di
luar pengadilan, memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta
pemberhentian anggota, mengangkat pengelola (manajer yang diberi wewenang
dan kuasa untuk mengelola usaha), dan melakukan tindakan dan upaya bagi
kepentingan koperasi.

3. Pengawas, bertugas:
• Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan
koperasi. 
• Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya. 
• Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ke-3. 
Menurut para ahli, seperti misalnya Meunkner, Haner, dan Muller
pada tahun 1976 koperasi adalah sistem sosio-ekonomi yang memiliki
karakteristik seperti berikut:

 Setidaknya setiap anggotanya memiliki satu kepentingan atau


kebutuhan yang sama (cooperative group)
 Anggotanya memiliki motivasi untuk mengorganisasikan diri
untuk memenuhi kebutuhan ekonomi atas dasar swadaya dan
saling tolong menolong (self help)
 Dikelola dan didirikan secara bersama (cooperative enterpise)
 Memberikan layanan kepada anggotanya dengan barang atau
jasa yang diperlukan (member promotion)
Jadi dapat disimpulkan dari berbagai pendapat tersebut bahwa
koperasi adalah organisasi bisnis yang pemilik dan anggotanya
merupakan pelanggan utama perusahaan tersebut.

Artikel Lain :  7 Macam Tabungan BII Maybank Indonesia


Manajemen Koperasi
Nah setelah kita tahu apa itu koperasi, selanjutnya kita akan
mengenal apa itu manajemen koperasi. Seperti yang telah sedikit
disebutkna diatas, manajemen koperasi berarti mengelola koperasi
sedemikian rupa agar bisa mencapai tujuan atau tugas dari koperasi
itu.

Menurut Prof. Ewell Paul Roy sebagaimana yang dikutip


melalui galihpangestu14.wordpress.com, mengatakan bahwa
manajemen koperasi melibatkan 4 (empat) unsur yaitu: anggota,
pengurus, manajer, dan karyawan.
Nah tugas seorang manajer ia harus bisa menciptakan kondisi yang
dapat meningkatkan produktifitas karyawannya. Karena karyawan
adalah kunci penghubung manajemen dan anggota pelanggan
(Hendrojogi, 1997).

Menurut Suharsono Sagir, sistem manajemen di lembaga koperasi


harus mengarah kepada manajemen partisipatif sebagaimana
karakteristik koperasi. Didalamnya harus terdapat kebersamaan,
keterbukaan, sehingga setiap anggota koperasi akan memiliki rasa
tanggung jawab bersama dalam organisasi koperasi (Anoraga dan
Widiyanti, 1992).
Artkel Lain :  Profil dan Kode Bank BTN, Bank KPR Terbaik
Sudut Pandang Manajemen
Koperasi
Manajemen koperasi dapat dikaji melalui tiga sudut yaitu organisasi,
proses, dan gaya. Pendapat ini disebutkan oleh A.H Gohar dalam
buku Hendar dan Kusnadi, 1999. Berikut ini penjelasannya

A. Manajemen Koperasi Dari Sudut Pandang


Organisasi
Sudut pandang ini menyebutkan bahwa manajemen koperasi pada
prinsipnya terbentuk dan tiga unsur: anggota, pengurus, dan
karyawan. Jika ketiga unsur tersebut dapat bekerjasama dengan baik
dalam mengembangkan koperasi, sudah pasti koperasi dapat
berhasil.

B. Manajemen Koperasi Dari Sudut Pandang


Proses
Dilihat dari sudut pandang proses, manajemen koperasi lebih
mengutamakan demokrasi dalam pengambilan keputusan. Nah yang
menjadi masalah adalah pada prakteknya masih jarang digunakan
musyawarah untuk pengambilan keputusan. Akibatnya, manajemen
koperasi ini sering dipandang kurang efisien.

Artikel Lain : Profil dan Kode Bank Danamon: Untuk Anda, Bisa
C. Manajemen Koperasi Dari Sudut Pandang
Gaya
Terakhir, ditinjau dan sudut pandang gaya manajemen (management
style), manajemen koperasi menganut gaya partisipatif (participation
management), di mana posisi anggota ditempatkan sebagai subjek
dan manajemen yang aktif dalam mengendalikan manajemen
perusahaannya.

Telah diuraikan sebelumnya bahwa, watak manajemen koperasi ialah


gaya manajemen partisipatif. Pola umum manalemen koperasi yang
partisipatif tersebut menggambarkan adanya interaksi antar unsur
manajemen koperasi. Terdapat pembagian tugas (job description)
pada masing-masing unsur.
Demikian pula setiap unsur manajemen mempunyai lingkup
keputusan (decision area) yang berbeda. Meskipun masih ada
beberapa lingkup keputusan yang dilakukan secara bersama (shared
decision areas)

Artikel Lain : Manajemen Apotek, Tips Memulai Membuka Apotek


Lingkup Keputusan Manajemen
Koperasi

Bagan Struktur Organisasi Koperasi (saragusti22.wordpress.com)


Adapun lingkup keputusan masing-masing unsur manajemen
koperasi adalah sebagai berikut (Sitio dan Tamba, 2001):

1. Rapat Anggota merupakan pemegang kuasa tertinggi dalam


menetapkan kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen,
dan usaha koperasi. Kebijakan yang sifatnya sangat strategis
dirumuskan dan ditetapkan pada forum Rapat Anggota.
Umumnya, Rapat Anggota diselenggarakan sekali setahun.
2. Pengurus dipilih dan diberhentikan oleh rapat anggota. Dengan
demikian, Pengurus dapat dikatakan sebagai pemegang kuasa
Rapat Anggota dalam mengoperasionalkan kebijakan-kebijakan
strategis yang ditetapkan Rapat Anggota. Penguruslah yang
mewujudkan arah kebijakan strategis yang menyangkut
organisasi maupun usaha.
3. Pengawas mewakili anggota untuk melakukan pengawasan
terhadap pelaksanaan kebijakan yang dilaksanakan oleh
Pengurus. Pengawas dipilih dan diberhentikan oleh Rapat
Anggota. OIeh sebab itu, dalam struktur organisasi koperasi,
posisi Pengawas dan Pengurus adalah sama.
4. Pengelola adalah tim manajemen yang diangkat dan
diberhentikan oleh Pengurus, untuk melaksanakan teknis
operasional di bidang usaha. Hubungan Pengelola usaha
(managing director) dengan pengurus koperasi adalah
hubungan kerja atas dasar perikatan dalam bentuk perjanjian
atau kontrak kerja.