Anda di halaman 1dari 89

LAPORAN

PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL


(PKP)
IDIK4008

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI


PECAHAN MENGGUNAKAN METODE GAMES TASK
PESERTA DIDIK KELAS IV SDN BANGKINGAN KEC.
LAKARSANTRI SURABAYA

Disusun Oleh :

FRIDA DWI HARIANTI


NIM: 858682251

PRODI S.1 PGSD-BI


POKJAR DELTA WIYATA KOTA UPBJJ UT SURABAYA
TAHUN AKADEMIK 2019/2020.2

i
LEMBAR PENGESAHAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI


PECAHAN MENGGUNAKAN METODE GAMES TASK
PESERTA DIDIK KELAS IV SDN BANGKINGAN KEC.
LAKARSANTRI SURABAYA

Nama Mahasiswa : FRIDA DWI HARIANTI

NIM : 858682251

Program Studi : S-1 PGSD B.I

Tempat Mengajar : SDN BANGKINGAN II/442

Jumlah Siklus Pembelajaran :2

Masalah yang di fokuskan : Melalui Metode Games Task diharapkan

dapat meningkatkan hasil belajar matematika

materi pecahan peserta didik kelas IV SDN

Bangkingan II/442

Sidoarjo,5 Oktober 2020

Supervisor I Peneliti

Dr.WIDIYANTI, M.Pd FRIDA DWI HARIANTI


ID.71000120 NIM.858682251

ii
LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN
LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL
JUDUL
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN
MENGGUNAKAN METODE GAMES TASK PESERTA DIDIK KELAS IV
SDN BANGKINGAN II/442 LAKARSANTRI SURABAYA

Disusun oleh:
Nama : Frida Dwi Harianti
NIM : 858682251
Program Studi : S 1 PGSD – B.I
Tempat Mengajar : SDN Bangkingan II/442 Surabaya
Kelas : IV
Waktu Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran :
1. Pra Siklus : 5 Oktober 2020
2. Siklus 1 : 3 Nopember 2020
3. Siklus 2 : 9 Nopember 2020
Masalah yang menjadi focus perbaikan:
Apakah Metode Games Task dapat meningkatkan hasil belajar Matematika
Materi Pecahan Peserta didik kelas IV SDN Bangkingan II/442 Surabaya?

Sidoarjo, 23 Nopember 2020

Mengetahui
Supervisor Peneliti

Dr.WIDIYANTI, M.Pd FRIDA DWI HARIANTI


ID.71000120 NIM.858682251

iii
LEMBAR PERNYATAAN

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa laporan Pemantapan


Kemampuan Profesional (PKP) yang saya susun sebagai syarat untuk memenuhi
mata kuliah PKP pada Program Studi S1 PGSD-BI Universitas Terbuka (UT)
seluruhnya merupakan hasil karya saya sendiri.

Adapun bagian-bagian tertentu dalam laporan PKP yang saya kutip dari has
karya orang lain telah dituliskan dalam sumbernya secara jelas sesuai dengan
norma, kaidah, dan etika penulisan karya ilmiah.

Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan PKP ini
bukan hasil karya saya sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian tertentu,
saya bersedia menerima sanksi, termasuk pencabutan gelar akademik yang saya
sandang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Sidoarjo, 23 Nopember 2020


Yang membuat pernyataan

FRIDA DWI HARIANTI


NIM.858682251

iv
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang memberikan rahmat,


nikmat sehat, nikmat Iman, dan Islam kepada hamba-Nya yang taat. Sholawat dan
salam semoga senantiasa tercurahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad
SAW, keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman
. Penulis bersyukur atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami
dapat menyelesaikan tugas Pemantapan Kemampuan Profesional untuk mata
pelajaran Matematika dengan judul “PENINGKATAN HASIL BELAJAR
MATEMATIKA MATERI PECAHAN MELALUI METODE GAMES TASK
PESERTA DIDIK KELAS IV SDN BANGKINGAN II SURABAYA”
Adapun tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk melengkapi syarat
penilaian mata kuliah “Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) dan sebagai
sumbangan pemikiran untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan
menggunakan media buah apel dan kartu soal pecahan.
Laporan penelitian ini dapat terwujud karena adanya kerja sama yang baik
dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu ucapan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada:
1.Ibu Dr. Suparti,M.Pd. selaku direktur Universitas Terbuka Surabaya
2.Bapak Drs. Dwi Sambada, S.Pd, M.Pd, selaku manager BBLBA Universitas
Terbuka Surabaya
3.Bapak Drs. Thohir, M.Pd, selaku Pengurus Pokjar Delta Wiyata Kota UPBJJ-
UT Sidoarjo
4.Ibu Dr.Widiyanti,M.Pd selaku supervisor 1 selaku tutor pembimbing mata
kuliah pemantapan kemampuan profesional (PKP) yang telah membantu dan
membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan
5.Ibu Siti Aminah , S.Pd selaku kepala sekolah SDN Bangkingan II Surabaya
6.Keluarga tercinta yang selalu mendoakan dan memberi banyak semangat dan
bantuan baik moril maupun materil sehingga penulis dapat menjalankan studi di
Universitas Terbuka UPBJJ-UT Surabaya.

v
7.Rekan-rekan guru maupun teman-teman mahasiswa yang tidak bisa disebutkan
satu persatu.
8.Sulaiman Pulungan F.Si. selaku teman sejawat yang berperan aktif dalam
memberikan saran dan arahan kepada penulis untuk menyelesaikan laporan
PKP ini.
9.Siswa – siswi SDN Bangkingan II Surabaya yang telah menjadi objek
penelitian sehingga PTK ini berhasil disusun.
10.Kawan-kawan seperjuangan PGSD-BI yang telah memberikan inspirasi,
dukungan dan menghibur penulis ketika sedang mengalami kesulitan.
11.Semua pihak yang telah membantu kami baik secara langsung maupun tidak
langsung telah memberikan doa dan dukungan selama proses penyusunan PKP.
Kami menyadari bahwa penyajian laporan ini masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun.
Akhirnya kami berharap bahwa laporan ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan harapan kami agar tujuan pembelajaran secara umum dapat
terwujud. Aamiin.

Sidoarjo, 23 Nopember 2020


Peneliti

Frida Dwi Harianti


NIM.858682251

vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... ii
LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN ............................................ iii
LEMBAR PERNYATAAN............................................................................ vi
KATA PENGANTAR……………………………………………………… v
DAFTAR ISI………………………………………………………………… vii
DAFTAR TABEL…………………………………………………………… ix
DAFTAR GAMBAR……………………………………………………….. x
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………… xi
ABSTRAK…………………………………………………………………... xii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ..................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah............................................................................ 2
C. Rumusan Masalah............................................................................... 3
D. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran......................................... 3
E. Hipotesis Tindakan……………………………………………. . 3
F. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran……………………… 4
G. Ruang Lingkup keterbatasan……………………………………. 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA


A.Pengertian belajar …………………………………………………. 6
B.Hasil Belajar........................................................................................ 7
C.Pengertian Matematika ……………………………………………… 9
D.Hasil Belajar Matematika……………………………………………. 10
E.Hakikat Matematika………………………………………………… 10
F.Pengertian Metode Games Task…………………………………….. 10
G.Keunggulan dan kelemahan Metode Games Task…………………. 13
H.Ciri-ciri Pembelajaran games Task…………………………………. 14

vii
BAB III . PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subyek Tempat dan Waktu penelitian…………………………. 17
B. Desain Prosedur Perbaikan……………………………………….. 18
C. Teknik Analisis Data……………………………………………… 25
BAB IV Hasil dan Pembahasan
A. Dikripsi Kondisi Awal…………………………………………….. 32
B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan…………………………… 59
BAB V Penutup
A. Kesimpulan………………………………………………………….. 63
B. Saran dan Tindakan………………………………………………….. 64
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………… 65
LAMPIRAN
1. Berkas RPP Prasiklus………………………………………………… 66
2. Lembar Kerja Siswa………………………………………………….. 68
3. Berkas RPP Siklus 1…………………………………………………. 69
4. Lembar kerja siswa …………………………………………………. 71
5. Berkas RPP siklus 2………………………………………………… 72
6. Lembar kerja siwa………………………………………………….. 74
7. Lembar Refleksi…………………………………………………… 75

viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Bukti Diskusi GPO pra siklus………………………… 19
Gambar 3.2 Tahapan Tindakan Kelas……………………………….. 20
Gambar 3.4 Bukti Diskusi Online GPO Siklus 1…………………….. 21
Gambar 3.5 Bukti Upload Youtube Siklus 1………………………… 22
Gambar 3.6 Bukti Diskusi Online GPO Siklus II……………………. 25
Gambar 3.7 Bukti Upload Youtube Siklus II………………………… 26
Gambar 3.8 Grafik Aktivasi Guru Prasiklus………………………… 37
Gambar 3.9 Grafik Aktivitas peserta didik Prasiklus………………… 40
Gambar 3.10 Grafik hasil belajar peserta didik prasiklus……………. 42
Gambar 3.11 Kegiatan awal pembelajaran siklus 1 …………………. 45
Gambar 3.12 Kegiatan inti pembelajaran siklus I……………………… 46
Gambar 3.13 Kegiatan akhir/penutup siklus 1…………………………. 46
Gambar 3.13 Diagram Aktivitas Guru Siklus 1………………………… 48
Gambar 3.14 Diagram Aktivitas peserta didik Siklus I………………….. 49
Gambar 3.15 Diagram Hasil Belajar Peserta didik Siklus I………………. 50
Gambar 3.16 Kegiatan Awal Pembelajaran Siklus II…………………….. 53
Gambar 3.17 Kegiatan Inti Pembelajaran Siklus II……………………… 54
Gambar 3.18 kegiatan Akhir atau Penutup Siklus II……………………. 55
Gambar 3.19 Diagram Aktivasi Guru Siklus II………………………….. 56
Gambar 3.20 Diagram Aktivasi Peserta Didik Siklus II………………….. 57
Gambar 3.21 Diagram Hasil Belajar Peserta Didik Siklus II……………… 58
Gambar 3.22 Grafik Perbandingan Aktivitas Guru, Aktivitas Peserta Didik
Dan Hasil Belajar peserta Didik Prasiklus, Siklus 1,Siklus II……………….. 60

ix
DAFTAR TABEL
Gambar Tabel 4.1 Waktu penelitian…………………………………………. 18
Gambar Tabel 4.2 Data Aktivitas Guru prasiklus…………………………… 34
Gambar Tabel 4.3 kriteria Aktivitas Guru…………………………………… 35
Gambar Tabel 4.4 Hasil Observasi Peserta Didik Prasiklus………………… 38
Gambar Tabel 4.5 Aktivitas Peserta Didik…………………………………… 40
Gambar Tabel 4.6 Kriteria keberhasilan Peserta Didik……………………….42
Gambar tabel 4.7 Perbandingan Aktivitas guru,Aktivitas Peserta Didik dan
Hasil Belajar Peserta Didik Pra siklus , Siklus 1, Siklus II………………….. 59

x
DAFTAR LAMPIRAN

1. Berkas RPP Prasiklus………………………………………………… 66


2. Lembar Kerja Siswa………………………………………………….. 68
3. Berkas RPP Siklus 1…………………………………………………. 69
4. Lembar kerja Siklus I…………………………………………… ….. 71
5. Berkas RPP Siklus II………………………………………………… 72
6. Lembar Kerja Siklus II………………………………… ………….. 74
7. Lembar Refleksi……………………………………………………… 75

xi
ABSTRAK
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PECAHAN MELALUI METODE
GAMES TASK PESERTA DIDIK KELAS IV SDN BANGKINGAN II
SURABAYA
Frida Dwi Harianti
NIM.858682251

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasi belajar matematika peserta
didik kelas IV SDN Bangkingan dalam menentukan pecahan senilai karena
metode pembelajaran yang digunakan kurang menarik perhatian peserta didik,
sehingga peserta didik merasa bosan untuk melakukan kegiatan. Maka dari itu
rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Apakah metode
Games Task dapat meningkatkan hasil matematika pecahan senilai peserta didik
kelas IV SDN Bangkingan Surabaya?
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peningkatan hasil belajar
matematika meteri pecahan senilai melalui metode games Task peserta didik
kelas IV SDN Bangkingan II Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus,
setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan
refleksi. Setelah adanya pandemi covid-19 dan himbauan untuk bekerja dan
belajar di rumah, peneliti melakukan pengamatan dengan mengakses GPO dan
melakukan diskusi di GPO serta dihubungkan dengan unggahan video simulasi
pembelajaran yang dibuat peneliti dengan link https://youtu.be/ENWsdtEoqOY
dan : https://youtu.be/FETgadeMggM
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari pra siklus dengan
persentase pencapaian 58% ke siklus I dengan persentase ketercapaian hasil
belajar sebesar 80% dan siklus II dengan persentase ketercapaian hasil belajar
sebesar 90%. Sehingga disimpulkan bahwa melalui metode Games Task
(Menggunakan alat peraga buah apel dan kartu soal )dapat meningkatkan hasil
belajar pecahan senilai peserta didik kelas IV SDN Bangkingan Surabaya.

Kata kunci :matematika, pecahan , metode Games Task

xii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Feed back atau kegiatan umpan balik dalam pembelajaran mutlak diperlukan.
Kegiatan ini merupakan tahap terakhir dan suatu proses belajar yang sempurna.
Siswa harus dapat melakukan sesuatu tentang hal yang telah ia pelajari sebagai
bukti bahwa ia berhasil dalam pembelajarannya. Apabila siswa dapat melakukan
sesuatu setelah ia belajar, maka tujuan pembelajaran yang telah berlangsung dapat
tercapai. Demikian sebaliknya, bila siswa tidak dapat melakukan sesuatu setelah
proses pembelajaran, maka tujuan pembelajaran tidak tercapai.
Umpan balik bermanfaat bagi guru dan murid berharap pembelajaran yang
telah dilakukan mencapai keberhasilan, serta untuk mengetahui kelemahan-
kelemahan yang ada dalam pembelajaran, guna untuk meningkatkan hasil
pembelajaran. Selain itu dengan umpan balik seorang murid dapat mengetahui
sejauh mana bahan yang diajarkan dapat ia hayati. Dan dengan umpan balik itu
pula siswa dapat mengoreksi dirinya sendiri.
Kurikullum 2013 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum terdahulu
mengajarkan peerta didik untuk lebih kreatif dalam menyelesaikan tugas-tugas
yang di berikan oleh guru (Suyadi:2013)
Dari hasil umpan balik terhadap pembelajaran matematika tentang pecahan di
Kelas IV SDN BANGKINGAN II/442 KEC.LAKARSANTRI SURABAYA
tahun pelajaran 2020/2021 siswa banyak mengalami kesulitan mengerjakan soal-
soal latihan matematika tentang pecahan , padahal saat pembelajaran berlangsung
mereka telah bisa. Pada masa pendemi peneliti mengadakan penelitian melalui
GPO khususnya pokok bahasan pecahan. Setelah pemberian Video lewat GPO di
harapkan peserta didik dpat meningkatkan hasil belajar dari yang sebelumnya
menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran,
hanya 8 siswa dari peserta didik yang mencapai nilai KKM

1
2

Kelas IV SDN Bangkingan II/442 Kec.Lakarsantri Surabaya yang mencapai


tingkat ketercapaian siswa dalam penguasaan materi adalah 24%, diatas kkm.
Sedangkan yang belum memenuhi ketercapaian materi adalah 76% dibawah
kkm dengan kriteria kkm 75. Adapun rincian hasil ulangan harian Kelas IV
SDN Bangkingan: nilai 85= 1 siswa, nilai 80= 4 siswa, nilai 75= 3siswa, nilai
70= 3 siswa, nilai 65= 5 siswa, nilai 60=5 siswa, nilai 58=3 siswa, nilai 50=
4siswa. Dari analisis soal yang dilakukan, terdapat data bahwa kesulitan paling
banyak dialami siswa adalah ketika mereka mengerjakan pecahan, sebagian
siswa juga masih salah dalam menyelesaikan soal pecahan senilai.

B.Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah kekurangan dan kelemahan
pembelajaran yang dilaksanakan berdasarkan bukti hasil nilai siswa terungkap
masalah yang terjadi dalam diri siswa yaitu rendahnya partisipasi, kreatifitas dan
motivasi belajar siswa yang rendah dapat diidentifikasikan oleh beberapa hal
sebagai berikut:
a. Kurangnya alat bantu pembelajaran, sehingga siswa kurang memahami suatu
konsep yang diajarkan.
b. Kurangnya metode pembelajaran (cenderung metode ceramah).
c. Kurangnya motivasi guru dalam membangkitkan minat belajar siswa.
Permainan juga meningkatkan gaya tarik siswa untuk mengerjakan soal dan
menimbulkan kesenangan .Hal ini sesuai pendapat sadiman dkk(2013:23)
Untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik guru harus memperbaiki
model pembelajaran yang hanya ceramah, tanya jawab dan mengerjakan LKS
dengan model pembelajaran yang lebih menarik yang melibatkan kreativiras
dan meningkatkan interaksi siswa sehingga pembelajaran tidak berpusat pada
guru.permainan memudahkan siswa memahami konsep serta membuat siswa
lebih nyaman belajar matematika (Turkiran, 2017:189).Adapun alternatif
pemecahan di atas yaitu:
3

Penggunaan metode Games Task dalam hal ini penggunaan melibatkan peserta
didik dan setiap langkah pembelajaran.Namun pada masa pandemi penelitian
dilaksanakan melalui GPO

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, maka rumusan masalah
yang diajukan dalam penelitian ini yaitu :
Apakah metode Games Task dapat meningkatkan hasil belajar
matematika materi pecahan senilai peserta didik kelas IV SDN
Bangkingan II/442 Surabaya?

D. Tujuan Penelitian Penelitian Perbaikan Pembelajaran


1. Mendeskripsikan penggunaan media games task menggunakan alat peraga
buah apel dan kartu soal pecahan senilai pada peserta didik kelas IV SDN
Bangkingan II Surabaya
2. Mendeskripsikan peningkatan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran
pecahan .
3. Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar materi perkalian dengan media
benda konkrit pada peserta didik kelas IV SDN Bangkingan II Surabaya

E. Hipotesis Tindakan
Dari rumusan masalah dan tujuan penelitian diharapkan:
Dengan melalui metode games task dengan alat peraga buah apel dan
kartu soal pecahan senilai dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik
kelas IV SDN Bangkingan II Surabaya

3
4

F .Manfaat Penelitian
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak selalu berjalan mulus. Peneliti
mempunyai harapan yang banyak sekali dari penelitian tindakan kelas yang
dilakukan ini. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1.Manfaat Teoretis
Memperkaya Teori / keilmuan yang berkaitan dengan proses pembelajaran
matematika secara efektif dengan penerapan metode games task kepada
peserta didik untuk meningkatkan hasil belajar

2.Manfaat prkatis:
a. Bagi Guru sebagai Peneliti:
a) Dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan menguasai pelajaran
matematika tentang Pecahan Senilai
b) Dapat mengembangkan/menggunakan metode Games Task untuk
mengevaluasi pembelajaran matematika.
b. Bagi Peserta didik
a) Meningkatkan minat/motivasi belajar siswa terhadap pelajaran matematika.
b) Meningkatkan hasil belajar siswa
c. Bagi Lembaga / sekolah.
3.Manfaat bagi Kepala Sekolah
Hasil penelitian ini bisa bermanfaat sebagai bahan untuk melaksanakan
pembinaan bagi guru-guru di Sekolah, khususnya untuk materi pecahan

G. Ruang Lingkup dan Keterbatasan


Ruang lingkup pada penelitian ini yaitu tentang peningkatan kemampuan
tentang pecahan senilai pada mata pelajaran matematika dengan menerapkan
metode games task . Ruang lingkup pada penelitian ini dibatasi pada masalah
berikut:
1. Subjek penelitian
Diambil pada peserta didik kelas IV SDN Bangkingan II Surabaya.
2. Fokus Penelitian

4
5

Peneliti memfokuskan pada mata pelajaran matematika materi perkalian


3. Implementasi Penelitian
Dalam penelitian ini akan menggunakan metode bermain

5
6

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Kajian penelitian merupakan proses pengkayaan ilmu pengetahuan,
mengingat fungsi dan kedudukannya tersebut, maka kegiatan penelitian tidak
dapat dilepaskan dari pembendaraan konsep, kaidah, kebenaran dan lain-lain
yang sudah berhasil dihimpun, disintesiskan hingga menjadi suatu keilmuan
yang sempurna.
Sebelum membahas mengenai kegiatan peningkatan hasil belajar siswa
materi operasi hitung campur dengan menggunakan metode Games Task.

A. Pengertian Belajar
Rifa’i dan Anni (2012:66) mengemukakan , “Belajar merupakan proses
dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil
pengalaman”.Belajar menjadi bermakna jika siswa mengalaminya secara
langsung.
James O, Whittaker dalam Aunurrahman (2013:35) menjelaskan , “Belajar
adalah proses dimana tingkah laku disimpulkan atau diubah melalui
latihan atau pengalaman”. Perubahan tingkah laku yang diperoleh tidak
hanya pengalaman yang singkat , namun dari sebuah latihan.
Susanto(2013:1) menjelaskan, “Belajar adalah suatu proses dimana suatu
organismeberubah perilakunya
Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (1991:121) pengertian
belajar dilihat secara psikologi adalah:
Suatu proses perubahan didalam tingkah laku sebagai hasil interaksi
dengan lingkunagannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan
perkataan lain, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi
dengan lingkungan.

6
7

Moerland (dalam marsigit 2013) mengemukakan, “Dalam matematika


realistic terdiri dari 4 langkah yaitu matematika konkret, model
konkret,matematika model formal dan matematika formal.”.
Dari pemaparan para ahli tentang makna belajar di atas, dapat dikatakan
pengertian dan pemahaman seseorang tentang sesuatu (secara ilmiah)
pastilah didapatkan melalui belajar dengan ulet dan sungguh-sungguh.
Relevan dengan ini maka ada pengertian bahwa belajar adalah “penambahan
pengetahuan”. Selanjutnya ada yang mendefinisikan “belajar adalah
berubah”.
Dalam hal ini yang dimaksud dengan belajar berarti usaha mengubah
tingkah laku. Jadi, belajar akan membawa perubahan pada individu-individu
yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu
pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap,
pengertian, harga diri, minat, watak, serta penyesuaian diri. Terlebih lagi
dalam mempelajari matematika yang struktur ilmunya berjenjang dari yang
paling sederhana sampai yang paling kompleks, dari yang konkret sampai
ke abstrak.
B. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan tolak ukur yang digunakan untuk menentukan
tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami suatu mata
pelajaran, biasanya dinyatakan dengan nilai yang berupa huruf atau angka-
angka. Hasil belajar dapat berupa keterampilan, niali dan sikap setelah siswa
mengalami proses belajar. Melalui proses belajar mengajar, diharapkan
siswa memperoleh kepandaian dan kecakapan tertentu, serta perubahan-
perubahan pada dirinya.
Menurut Sudjana (2001), “Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan
yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil
peristiwa belajar dapat muncul dalam berbagai jenis perubahan atau
pembuktian tingkah laku seseorang”.

7
8

Selanjutnya menurut Sukirman (2012:159) menyatakan: “Bahwa hasil


belajar menunjukkan kepada prestasi belajar, sedangkan presatasi belajar itu
merupakan indicator adanya derajat perubahan tingkah laku siswa”.
Hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh seseorang setelah melakukan
kegiatan belajar. Hasil belajar tampak dari perubahan tingkah laku pada diri
siswa yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan
sikap dan keterampilan. Hamalik (2002) menyatakan bahwa “Perubahan
disini dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih
baik dibandingkan dengan sebelumnya, misalnya dari tidak tahu menjadi
tahu”.
Hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh setelah melakukan kegiatan
belajar. Hasil belajar diperoleh setelah diadakannya evaluasi, Mulyasa
(2007) menyatakan bahwa “Evaluasi hasil belajar pada hakekatnya
merupakan suatu kegiatan untuk mengukur perubahan perilaku yang telah
terjadi”. Hasil belajar ditunjukkan dengan prestasi belajar yang merupakan
indikator adanya perubahan tingkah laku siswa.
Dari proses belajar, diharapkan siswa memperoleh prestasi yang baik
sesuai dengan tujuan instruksional khusus yang ditetapkan sebelum proses
belajar berlangsung. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui
tingkat keberhasilan belajar adalah menggunakan tes. Tes ini digunakan
untuk menilai hasil belajar yang dicapai dalam materi pelajaran yang
diberikan guru di sekolah.
Berdasarkan uraian teori / konsep diatas, maka peneliti menyimpulkan
yang dimaksud hasil belajar adalah tolak ukur atau patokan yang
menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami
suatu materi pelajaran dari proses pengalaman belajarnya yang diukur
dengan tes.
Menurut Muhibbin Syah (2006:145) secara garis besar faktor-faktor
yang mempengaruhi hasil belajar, dapat dibedakan menjadi tiga (3) macam,
yakni:

8
9

1) Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan/kondisi


jasmani dan rohani siswa.
2) Faktor eksternal (faktor dari luar siswa) yakni kondisi lingkungan sekitar
siswa.
3) Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar
siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk
melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.
C. Pengertian Matematika
Menurut Ruseffendi (2014:1) menjekaskan,” Mtematika adalah Bahasa
symbol ;ilnu dedukatif;ilmu tentang pola keturunan; dan struktur
terorganisasi;mulai dari unsur yang tidak didefinisikan ke unsur yang
didefinisikan keaksimo atau postulat dan akhirnya ke dalil.
Myklebust dan lerner dalam Abdurrahman (2010:252 – 253) yang
menyatakan bahwa matematika merupakan bahasa simbolis yang fungsi
praktisnya untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan
keruangan sedangkan fungsi teoritisnya untuk memudahkan berpikir”.
Mustafa (Tri Wijayanti 2011) menyebutkan bahwa matematika adalah ilmu
tentang kuantitas bentuk, , susunan dan ukuran yang utama adalah metode dan
proses untuk menemukan dengan konsep yang dan lambing yang konsisten
sifat dan hubungan antara jumlah dan ukuran baik secara abstrak matematika
murni dalam keterkaitan manfaat pada matematika terapan.
Asep Jihad ( Distiana vidya prastiwi 2011: 33 – 34) menyatakan bahwa
identitas matematika jelas berbeda dengan mata pelajaran lain dalam beberapa
hal.
Berdasarkan uraian teori / konsep diatas maka peneliti menyimpulkan
bahwa matematika adalah ilmu pengetahuan yang di peroleh dengan bernalar
yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat ,jelas dan akurat
representasinya dengan lambing-lambang atau symbol dan memiliki arti serta
dapat digunakan dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan bilangan.

9
10

D. Hasil Belajar Matematika


Menurut Gagne (dalam Muhammad Zainal Abidin, 8:2011) bahwa: hasil
belajar matematika adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa
setelah ia menerima pengalaman belajar matematikanya atau dapat
dikatakan bahwa hasil belajar matematika adalah perubahan pengetahuan,
tingkah laku, sikap dan keterampilan setelah mempelajari matematika.
Perubahan tersebut diartikan sebagai terjadinya peningkatan dan
pengembangan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.
Berdasarkan uraian teori / konsep diatas maka peneliti menyimpukan
bahwa hasil belajar matematika adalah merupakan tolak ukur atau patokan
yang menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan
memahami suatu materi pelajaran matematika setelah mengalami
pengalaman belajar yang dapat diukur melalui tes.
E. Hakekat Matematika
Orang banyak bertanya apa dan bagaimana matematika itu? Pertanyaan
itu menghantarkan beberapa ahli untuk mencoba mencari hakekat dari
pelajaran matematika. Menurut Uno(2014: 129) menjelaskan bahwa
matematika adalah suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir
berkomunikasi, alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis yang
unsur-unsurnya logika dan intuisi,analisis, dan kontruksi, generalitas ,
individualitas serta mempunyai cabang-cabang antara lain aljabar,geometri
dan analisis.
Menurut James (dalam Titikusumawati 2014) menjelaskan bahwa
matematika adalah ilmu tentang logika, mengenai bentuk susunan ,besaran
dan konsep-konsep yang berhubungan dengan yang lainnya.
Ismail (dalam Hamzah dan Muhlisarini, 2014:48) menjelaskan bahwa
matematika ilmu yang membahas angka-angka dan perhitungan
membahas masalah numerik,mengenai kuantitas dan besaran,mempelajari
hubungan pola bentuk dan struktur, sarana berpikir, kumpulan
system,struktur dan alat.

10
11

Berdasarkan uraian teori / konsep diatas, maka peneliti menyimpulkan


yang dimaksud hasil belajar adalah suatu ilmu yang berupa kumpulan dari
ide-ide dan konsep-konsep yang abstrak, yang tersusun secara hierarki
dengan menggunakan penalaran yang deduktif. Matematika merupakan
ilmu yang mempunyai aturan-aturan dengan operasi-operasi penyelesaian
tertentu. Penggunaan simbol-simbol dapat menimbulkan adanya
pemahaman yang dapat membentuk suatu konsep yang baru. Konsep baru
yang terbentuk, selalu dilandasi dari pemahaman terhadap konsep-konsep
sebelumnya.
Penularan dedukatif yang terdapat pada matematika, dimulai dengan
beberapa unsur yang tidak terdefinisikan, yang biasa disebut dengan unsur
primitive. Unsur-unsur inilah yang menjembatani terhadap pemahaman
konsep-konsep yang ada. Misalnya pada geometri unsur “titik” merupakan
suatu unsur yang tidak terdefinisikan untuk pernyataan yang melibatkan
titik-titik itu. Dengan demikian aksioma bahwa pada dua buah titik dapat
membentuk sebuah garis, merupakan karakteristik dari unsur yang
terdefinisikan tersebut.
F. Pengertian Metode Games Task
Metode Games Task adalah Permainan dapat bersifat kompetitif yang
ditandai dengan adanya pemain yang menang dan yang kalah. Permainan
dapat pula untuk memperlihatkan situasi atau masalah kepada para peserta
didik. Peserta didik harus dapat menggambarkan dan menemukan strategi
untuk memahami situasi untuk memecahkan masalah yang diberikan.
Tugas bermain (Games Task) digunakan untuk mencapaikan informasi
kepada peserta didik dengan menggunakan simbol-simbol atau alat-alat
bantu komunikasi lainnya. Informasi itu dapat pula disampaikan
dengan singkatan kata-kata (a short abserviated means of
communications).
Biasanya, suatu permainan mempunyai peraturan dan pedoman untuk
memainkannya, setiap peserta didik mempunyai kesempatan untuk turut
serta dalam permainan. Selesai permainan hendaknya disertai dengan

11
12

diskusi. Penyajian teknik permainan yang baik, akan menarik perhatian


peserta didik hingga menimbulkan suasana yang menyenangkan tanpa
menimbulkan kelelahan. Dalam permainan sebaiknya terdapat dua
kelompok kerja yaitu kelompok pemain dan kelompok pengamat.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa sesuai dengan situasi dan kondisi,
waktu, tempat dan sasarannya. Penggunaan teknik ini diarahkan agar tujuan
belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira dan
bersaing.
Ada langkah-langkah yang harus ditempuh dan diikuti dalam
penggunaan metode Games Task, yaitu:
1.Fase pemberian tugas
Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan:
a. Tujuan yang akan dicapai
b. Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang
ditugaskan tersebut.
c. Sesuai dengan kemampuan siswa.
d. Ada petunjuk atau sumber yang membantu pekerjaan siswa.
e. Sediakan waktu yang cukup umtuk mengerjakan tugas-tugas tersebut.
2. Langkah Pelaksanaan Tugas
a. Diberikan tugas bimbingan atau pengawasan guru.
b. Diberikan dorongan, sehingga anak mau bekerja keras dan lebih
baik.
c. Diusahakan atau dikerjakan oleh siswa itu sendiri, tidak menyuruh
orang lain.
d. Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan
baik dan sistematik.
3. Fase mempertanggungjawabkan tugas
Hal yang harus dikerjakan pada fase ini adalah:
a. Laporan siswa, baik lisan maupun tulisannya yang telah dikerjakan.
b. Ada tanya jawab atau diskusi
c. Penilaian hasil pekerjaan siswa, baik dengan tes atau non tes.

12
13

G. Keunggulan dan Kelemahan Metode Games Task


Keunggulan
a. Permainan menumbuhkan kegembiraan dan tidak melelahkan dalam
belajar.
b. Kompetisi dan hasrat ingin menang dirasakan oleh peserta.
c. Dapat menggunakan alat-alat yang mudah didapat di dah erah setempat,
murah dan mudah digunakan.
d. Ganjaran bagi pemenang dirasakan langsung.
e. Penilaian bersama oleh pengamat dan pemain.
Kelemahan
a. Permainan belum diterima sepenuhnya oleh masyarakat karena cara dan
peraturan dianggap hanya hura-hura.
b. Kemungkinan timbul perasaan untuk mengalah yang lain dan bukan
untuk bekerja sama.
c. Membutuhkan keterampilan dalam mencari dan mengembahkan alat-
alat yang sesuai dengan kondisi daerah.
d. Dorongan dirasakan hanya untuk dapat ganjaran dan bukan untuk
belajar.
e. Kadang-kadang melebihi waktu yang telah ditentukan.

H. Ciri-ciri Pembelajaran Metode Games Task:


a. Perubahan tingkah laku itu berkenaan dengan:
1. Penguasaan pengetahuan baru atau penambahan pengetahuan yang
sudah ada sebelumnya (aspek kognitif).
2. Penguasaan keterampilan baru atau penyempurnaan keterampilan
yang telah dikuasai sebelumnya (aspek psikomotor).
3. Penguasaan sikap dan minat baru atau penguasaan sikap dan minat
yang telah dimiliki sebelumnya (aspek afektif), perubahan tingkah
laku itu berlangsung dalam suatu proses yaitu dalam urutan usaha
yang memerlukan waktu tertentu.

13
14

b. Ciri-ciri kegiatan belajar


Noor Suparyanti (Nochi Nasution, 1990:4) mengidentifikasi ciri-ciri
kegiatan belajar adalah sebagai berikut:
- Belajar adalah aktifitas yang menghasilkan perubahan pada diri
individu yang belajar, baik aktual maupun potensial.
- Perubahan itu didapatkannya dari kemampuan baru yang berlaku
dalam waktu yang relatif lama.
- Perubahan tersebut terjadi karena adanya usaha.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perubahan suatu tingkah
laku itu sebagai hasil dari terbentuknya respon utama, dengan syarat
munculnya tingkah laku itu bukan disebabkan oleh adanya perubahan
sementara karena suatu hal.
Selama melakukan belajar, individu akan menemukan rintangan yang
menjadi penghambat dalam mencapai tujuan belajar yang dicapai. Secara
garis besar faktor yang mempengaruhi pencapaian hasil belajar adalah
faktor dalam diri individu dan faktor yang muncul dari luar diri individu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar:
Ada dua bagian yaitu: faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern
yaitu faktor yang berasal dari individu, sedangkan faktor ekstern adalah
faktor yang berasal dari luar individu, faktor-faktor tersebut saling
mempengaruhi satu sama lain didalam menghasilkan keluaran tertentu.
Faktor-faktor pendukung dalam pembelajaran metode Games Task:
a. Pada pihak siswa
1.Taraf kemampuan
Pengaruh dari pihak siswa ini adalah terletak pada taraf belajar
awal, sebab apabila ada kemampuan yang ada siswa yang sangat
rendah, maka sulit untuk ditingkatkan kemampuannya menerima
materi pelajaran, dan sebaliknya bagi siswa yang taraf kemampuannya
baik, mereka dengan mudah menerima pelajaran.

14
15

2. Motivasi belajar
Mengingat motivasi merupakan daya penggerak di dalam diri
siswa untuk selalu menimbulkan gairah dan kemampuan belajar. Dan
apabila motivasi siswa untuk belajar tinggi, maka proses belajar akan
belajar dengan baik, demikian juga sebaliknya
3. Non intelektual
Faktor berhubungan dengan psikis yang khusus berpengaruh terhadap
semangat belajar dan memperkuat sikap positif pengajaran.

b. Pihak guru
Dalam pengajaran, pihak guru adalah nomor satu yang harus
bertanggung jawab terhadap hasil proses terhadap hasil proses belajar
mengajar dan selanjutnya yang mempengaruhi proses belajar mengajar
adalah:
1. Kejelasan dalam menerangkan (suara urutan penyajian yang logis)
2. Bentuk pemberian tugas merangsang atau tidak.
3. Variasi penggunaan metode mengajar.
4. Teknik motivasi awal.

c. Sekolah sebagai sistem sosial


1. Status sosial ekonomi siswa yang rendah.
2. Sikap negatif dari kelompok sosial tertentu yang terbentuk.
3. Pandangan kurang simpati kelompok siswa kepada guru.
4. Pengaruh negatif individu siswa yang mempengaruhi kondisi kelas.
5. Tidak ada kerja sama antara siswa dan guru.

d. Sekolah sebagai institusi


1. Disiplin sekolah dalam proses belajar mengajar.
2. Kelancaran proses mengajar.
3. Sarana dan prasarana proses mengajar.

15
16

e. Situasional
1. Keadaan politik dan ekonomi yang labil menyebabkan kecemasan.
2. Situasi tempat belajar.

16
17

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian


1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian dalam penelitian ini sebelum pademi covid-19 adalah


seluruh peserta didik kelas IV SDN Bangkingan II/442 Lakarsantri Surabaya
dengan jumlah 28 peserta didik yang terdiri dari 16 peserta didik laki-laki dan
12 peserta didik perempuan. Data peserta didik dapat dilihat pada table
dibawah ini. Namun setelah pademi covid-19 subjek penelitian berubah sesuai
dengan anjuran UT pusat, mengakses GPO dengan link :
https://forumdiskusifkip.net/wp-
content/uploads/2020/04/pgsd/SD4_Siswa_Tidak_Konsentrasi_Belajar_Matem
atika_Pada_Siang_Hari.mp4 dan https://forumdiskusifkip.net/wp-
content/uploads/2020/04/pgsd/SD20_Penjumlahan_Pecahan_Berpenyebut_Tid
ak_Sama_(2013).mp4. Pada hari Selasa 2 November 2020 pukul 13.00 WIB
dan hari Senin 9 November 2020 pukul 13.00 WIB. Subyek penelitian adalah
seluruh peserta didik yang berada dikelas GPO tersebut

2. Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2020/2021 selama 2
siklus, yang bertempat di SDN Bangkingan II/442 Lakarsantri Surabaya pada
saat pademi covid-19. Namun setelah pademi covid-19 tempat penelitian
berubah sesuai dengan anjuran UT pusat yaitu tempat penelitian berada di GPO
tersebut

17
18

3. Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat
penelitian ini dilaksanakan. Adapun waktu pelaksanaan penelitian adalah
sebagai berikut :

Tabel 4.1
Waktu Penelitian

NO SIKLUS KE HARI/TANGGAL

1 Pra Siklus Senin 5 Oktober 2020

2 Siklus 1 Selasa 3 November 2020

3 Siklus 2 Senin 9 November 2020

B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran


Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri
dari dua siklus. Kemmis dan Mc Taggart (1992) membentuk suatu siklus
PTK yang dilakukan melalui fase-fase berikut: refleksi awal, perencanaan,
tindakan,observasi dan refleksi.
Tahap 1. Menyusun rancangan tindakan yang dikenal dengan perencanaan,
yaitu:
a. Melakukan diskusi online melalui GPO (Guru Pintar Online) dari

18
19

Gambar 3.1 Diskusi Online GPO prasiklus

b. Membuat rencana pelaksanaan perbaikan pembelajaran


c. Merencanakan prosedur kegiatan pembelajaran

Tahap 2. Pelaksanaan tindakan, yaitu implementasi atau penerapan isi rancangan di


dalam kancah, yaitu menggunakan kelas. Pelaksanaan tindakan berupa
pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan pelaksanaan tindakan dilakukan
sebanyak dua siklus.

Tahap 3. Pengamatan atau observasi dilakukan oleh pengamat


a. Melakukan pengamatan video micro-teaching di GPO dan dihubungkan
dengan video simulasi perbaikan pembelajaran yang diunggah ke
youtube.
b Mengamati situasi proses pembelajaran yang ada di GPO (Guru Pintar
Online).
c Mengamati aktivitas Guru pada saat proses pembelajaran berlangsung di
GPO

19
20

d Mengamati aktivitas peserta didik pada saat proses pembelajaran


berlangsung di GPO.
e Mencatat hambatan yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung
di GPO
Tahap 4. Refleksi
a. Membuat video perbaikan pembelajaran di rumah karena pademi covid-
19 dan pemerintah menganjurkan untuk belajar dan bekerja di rumah.
Jika di gambarkan, maka siklus PTK menurut Kemmis dan
McTanggart akan membentuk pola sebagai berikut:
Gambar 3.2 Tahapan Tindakan Kelas

20
21

C. Deskripsi Persiklus
Berbagai persiapan tindakan penelitian yang perlu ditempuh peneliti dalam
membuat video perbaikan pembelajaran adalah:

Siklus 1
1. Perencanaan
Dalam tahap ini guru (peneliti) harus melakukan beberapa hal antara lain:
a. Melakukan diskusi online melalui GPO (Guru Pintar Online) dari
fasilitas UT.

Gambar 3.3 Bukti diskusi GPO siklus I

a. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan


metode pembelajaran Games Task.
b. Membuat video simulasi perbaikan pembelajaran yang di unggah di
youtube dengan Link: https://youtu.be/ENWsdtEoqOY

d. Membuat lembar observasi yang akan dilakukan guru.

21
22

Gambar 3.4 Bukti Upload Youtube Siklus I


2. Tindakan

Dalam tahap ini dilakukan observasi kegiatan yang telah dirancang dalam
RPP melalui kegiatan pembelajaran nyata namun setelah terjadi pademi
covid-19 ini proses pembelajaran dilakukan dirumah melalui video
pembelajaran guna memperbaiki proses pembelajaran yang diunggah di
youtube link https://youtu.be/ENWsdtEoqOY.Adapun garis besar rencana
yang dilakukan dalam video pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:

a. Pra KBM
1) Guru menyiapkan RPP.
2) Guru menyiapkan kartu soal.
3) Guru menyiapkan instrument dan teknik penilaian.
4) Guru menyiapkan lembar pengamatan.

b. Kegiatan awal
1) Berdoa.
2) Mengecek kehadiran siswa.

22
23

3) Memotivasi siswa untuk mengeluarkan pendapat.


4) Mengajukan beberapa pertanyaan.

c. Kegiatan inti
1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran mengenai operasi hitung
campuran melalui soal cerita.
2) Guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan siswa.
3) Ketua kelompok mengambil 20 kartu kartu pecahan secara acak di
depan kelas.
4) Ketua kelompok membagikan kartu pecahan kepada para anggota dan
kartu pecahan dikerjakan secara individu.
5) Hasil kerja dikumpulkan pada ketua kelompok untuk ditukar dengan
kelompok lain.
6) Setiap anggota kelompok siap untuk mempresentasikan hasilnya.
7) Setiap kelompok diperbolehkan mempresentasikan hasilnya.
8) Guru bersama siswa bertanya jawab melurukan kesalahpahaman dan
memberi penguat dan penyimpulan.

d. Kegiatan akhir
1) Evaluasi
- Guru memberi soal tes formatif.
- Siswa mengerjakan soal tes formatif.
- Guru menilai dan menganalisis hasil tes.
2) Tindak lanjut
• Pemberian tugas rumah
3) Guru Memberi motivasi kepada peserta didik meskipun pandemi haris
tetap semangat .
4) Guru menutup pelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam

23
24

3. Observasi
Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan data-data yang diperoleh
selama proses perencanaan dan pembuatan video perbaikan
pembelajaran.
Tahap ke-3 yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat.
Hal yang diamati adalah:
1. Mengamati situasi proses pembelajaran yang ada di GPO (Guru Pintar
Online) yang dihubungkan dengan simulasi perbaikan pembelajaran
yang dilakukan oleh peneliti.
2. Mengamati aktivitas Guru pada saat proses pembelajaran berlangsung di
GPO.
3. Mengamati aktivitas peserta didik pada saat proses pembelajaran
berlangsung di GPO.
4. Mencatat hambatan yang muncul selama proses pembelajaran
berlangsung di GPO.
5. Melakukan diskusi online di GPO.
6. Menganalisis video yang telah peneliti buat guna pelaksanaan siklus II
7. Refleksi
4.Refleksi
Tahap ke-4 merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang
sudah dilakukan. Hal yang dilakukan adalah:
1. Melihat dan mengkaji hasil observasi.
2.Membuat video perbaikan pembelajaran siklus II dan diunggah ke
youtube

24
25

Siklus 2

1. Perencanaan
Dalam tahap ini guru (peneliti) harus melakukan beberapa hal antara lain:
a. Melakukan diskusi online melalui GPO (Guru Pintar Online) dari
fasilitas UT.

Gambar 3.6 Bukti Diskusi GPO siklus 2


b.Membuat video simulasi perbaikan pembelajaran yang diunggah di
youtube dengan link: https://youtu.be/FETgadeMggM

25
26

Gambar 3.7 Bukti upload siklus 2

2. Tindakan
Dalam tahap ini dilakukan observasi kegiatan yang telah dirancang dalam RPP
melalui kegiatan pembelajaran nyata namun setelah terjadi pademi covid-19 ini
proses pembelajaran dilakukan dirumah melalui video simulasi pembelajaran
guna memperbaiki proses pembelajaran yang diungguh di youtube dengan link
https://youtu.be/FETgadeMggM Adapun garis besar rencana yang
dilakukan dalam video pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:

Melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui video sesuai dengan


metode pembelajaran yang telah disusun dengan langkah – langkah :
1) Kegiatan awal
• Guru mengucapkan salam
• Guru menanyakan kabar peserta didik
• Guru memberi semangat peserta didik agar tetap semangat belajar
dirumah
• Menjelaskan tujuan pembelajaran menggunakan metode games task

26
27

2) Kegiatan inti
• Guru membagi siswa menjadi lima kelompok.
• Guru bertanya kepada masing-masing kelompok yang berhubungan
dengan materi.
• Guru menjelaskan materi pecahan senilai menggunakan metode
games task dengan alat peraga buah apel dan kartu soal pecahan.
• Masing-masing kelompok mengerjakan apa yang diperintahkan oleh
guru yaitu melakukan penjumlahan dengan menggunakan media yang
di sediakan yaitu potongan buah apel dan kartu soal pecahan
• Masing-masing kelompok mengerjakan tugas sesuai yang
diperintahkan guru dan mempresentasikannya di depan kelas.
• Guru memberikan apresiasi dan reward kepada kelompok yang sudah
berani maju dan mempresentasikan hasil kerjanya.
• Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap
keberhasilannya.
• Guru bersama dengan peserta didik menyimpulkan bersama
pembelajaran yang sudah dipresentasikan
Tindak lanjut: setelah langkah awal dan kegiatan inti dilaksanakan,
dilakukan tindak lanjut yaitu: memberikan pengayaan berupa
pemberian tugas yang sama (dengan bahan yang berbeda) yaitu
mengerjakan soal mencari pecahan senilai dari beberapa soal.

3) Kegiatan penutup
• Menyimpulkan dan merefleksikan hasil belajar yang dilakukan
oleh peserta didik.
• Peserta didik diminta mengerjakan soal latihan yang telah
diberikan.
• Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

27
28

• Guru memberikan motivasi pada peserta didik agar rajin belaja dan
tetap semangat meskipun belajar dirumah..
• Mengakhiri pembelajaran dengan berdoa dan mengucapkan salam .
3. Pengamatan atau Observasi
Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan data-data yang diperoleh
selama proses pembelajaran berlangsung. Tahap ke-3 yaitu kegiatan
pengamatan yang dilakukan oleh pengamat. Hal yang diamati adalah
1. Mengamati situasi proses pembelajaran yang ada di GPO (Guru
Pintar Online).
2. Mengamati aktivitas Guru pada saat proses pembelajaran
berlangsung di GPO.
3. Mengamati aktivitas peserta didik pada saat proses pembelajaran
berlangsung di GPO.
4. Mencatat hambatan yang muncul selama proses pembelajaran
berlangsung di GPO.
4. Refleksi
Tahap ke-4 merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa
yang sudah dilakukan. Hal yang dilakukan adalah:
1. Melihat dan mengkaji hasil observasi.
2. Menganalisis hasil belajar peserta didik dengan melihat video dan
micro-teaching di GPO.
3. Mendiskusikan langkah- langkah di GPO

D. Teknis Analisis Data


Teknik analisis data akan dilakukan secara deskriptif kuantitatif,
karena akan dilakukan penghitungan dengan rumus statistik. Analisis
tingkat keberhasilan atau prosentase ketuntasan belajar peserta didik
setelah proses pembelajaran berlangsung pada setiap siklusnya,
dilakukan dengan cara menganalisis video micro-teaching di GPO dan

28
29

hasil Video Perbaikan pembelajaran yang di upload di youtube. Analisis


ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana berikut ini:
1. Observasi
Akibat dari pademi covid-19 dan anjuran pemerintah bahwa
bekerja dan belajar dilakukan di rumah maka observasi dilakukan
selama menganalisis video micro-teaching di GPO (Guru Pintar
Online) UT. Observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas guru dan
aktivitas peserta didik dalam proses perbaikan pembelajaran. Untuk
mengetahui prosentase aktivitas Guru dan peserta didik dapat dihitung
menggunakan rumus sebagai berikut :
P= F x 100%
N
Keterangan
P=Presentase aktivitas guru dan siswa.
F= Banyaknya aktivitas guru dan siswa yang muncul
N=Jumlah aktivitas guru dan siswa keseluruhan (Indriarti, 2008).
Untuk menilai ketuntasan belajar
Hasil ketuntasan belajar siswa secara individu dan ketulusan secara
klasikal dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
P = n x 100%
N
Keterangan
P=Presentase ketuntasan klasikal.
R=Jumlah siswa yang tuntas.
N=Jumlah seluruh siswa

29
30

2. Untuk menilai tes formatif yang telah dilakukan oleh siswa, guru
melakukan penjumlahan nilai yang telah diperoleh siswa secara individu
dan ketulusan secara klasikal dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Nilai rata-rata= ∑x
∑N
Keterangan:
∑x= Jumlah semua nilai siswa
∑N= Jumlah siswa

Tingkat pemahaman peserta didik ditentukan dengan menggunakan


kriteria penilaian (Kurikulum SDN Bangkingan II/442 th 2020) sebagai
berikut:
80 – 100 = sangat baik (A)
70 – 79 = baik (B)
60 – 69 = cukup baik (C)
50 – 59 = kurang (D)
≤ 49 = kurang sekali

Kriteria ketuntasan minimum (KKM) mata pelajaran matematika


untuk kelas IV SDN Bangkingan adalah 75 (Kurikulum SDN Bangkingan
II/442 tahun 2020 ), jadi peserta didik yang mendapatkan nilai dibawah
KKM berarti peserta didik tersebut belum tuntas.
Untuk menghitung prosentase ketuntasan belajar secara klasikal,
digunakan rumus sebagai berikut: Kriteria ketuntasan minimum (KKM)
mata pelajaran matematika untuk kelas IV SD adalah 75 (Kurikulum SDN
Bangkigan II/442) jadi peserta didik yang mendapatkan nilai dibawah
KKM berarti peserta didik tersebut belum tuntas.
Untuk menghitung prosentase ketuntasan belajar secara klasikal,
digunakan rumus sebagai berikut:

30
31

3. Indikator Keberhasilan
Adapun indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Ketentuan hasil belajar siswa secara klasikal mencapai ≥ 80%.
2. Aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran ≥ 80%.
3. Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran mencapai ≥ 80%.

31
32

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Sebelum melaksanakan perbaikan pembelajaran siklus I dan II pada SDN


Bangkingan II/442 Surabaya materi pecahan senilai pada muatan
Matematika, terlebih dahulu peneliti melakukan observasi melalui
pembelajaran pra siklus dengan model pembelajaran yang masih klasik yang
menggunakan metode pembelajaran ceramah, diskusi dan tanya jawab saja.
Pencapaian belajar anak didik banyak yang masih di bawah kriteria
ketuntasan minimal (KKM), yaitu nilai rata-rata masih banyak di bawah 75.
Setelah adanya pandemi covid-19 dan himbauan untuk belajar di rumah
dan bekerja dari rumah penelitian ini berubah dengan melakukan tahap
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi perbaikan pembelajaran
melalui diskusi GPO (Guru Pintar Online) dan video pembelajaran yang
dilakukan di rumah. Berikut uraian persiklus secara menyeluruh.
Setelah adanya pandemi covid-19 dan himbauan untuk belajar di rumah
dan bekerja dari rumah penelitian ini berubah dengan melakukan tahap
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi perbaikan pembelajaran
melalui diskusi GPO (Guru Pintar Online) dan video pembelajaran yang
dilakukan di rumah. Berikut uraian persiklus secara menyeluruh

1. Deskripsi Pra Siklus


a. Tahap Perencanaan
Dalam perencaan ini guru telah mempersiapkan segala sesuatu yang
berkenaan dengan penelitian yaitu:
1. Membuat RPP yang telah dibuat guru sebelum pembelajaran
berlangsung

32
33

2. Lembar observasi anak selama kegiatan pembelajaran,


3. Menyiapkan sumber belajar, lembar refleksi, dan pengelolaan kelas
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran pada tanggal 5 Oktober 2020. Kegiatan
awal Guru mengkondisikan peserta didik dan memulai dengan
mengucapkan salam dan berdoa bersama. Kemudian dilanjut dengan
absensi . Guru menyampaikan apersepsi materi yang akan dilakukan. Hal
ini untuk mengetahui kemampun awal peserta didik dan mencari peserta
didik yang mempunyai kemampuan lebih.
Materi yang disampaikan adalah pecahan senilai . Tahap yang
dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut:
1. Membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dengan masing-
masing kelompok terdiri dari 5-6 orang.
2. Menjelaskan tentang proses pembelajaran yang akan dilaksanakan
dan materi yang harus diketahui peserta didik yaitu materi pecahan
senilai.
3. Guru meminta perwakilan kelompok untuk maju ke depan untuk
mengambil kartu soal pecahan serta menerapakan soal pecahan
tersebut dengan bagian -bagian apel.
4. Guru dapat menilai anak dengan cara dokumentasi, setelah selesai
anak anak mengerjakan tugas lainya dengan cara individu.
5. Guru mengevaluasi kegiatan anak

33
34

C. Pengamatan
Selama kegiatan berlangsung guru dibantu teman sejawat
melakukan pengamatan untuk melihat bagaimana proses pembelajaran
dilaksanakan, bagaimana peserta didik dapat menerapkan media kantong
stik pada pembelajaran Matematika materi pecahan senilai. Pada akhir
pembelajaran guru melakukan evaluasi dan hasil evaluasi adalah sebagai
berikut:
1) Data aktivitas Guru selama proses pembelajaran prasiklus
berlangsung.
Data aktivitas Guru selama proses pembelajaran dinilai
berdasarkan pedoman penskoran yang telah disusun oleh peneliti.
Berikut data aktivitas guru yang disusun dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.2
Data Aktivitas Guru selama Pembelajaran Prasiklus

NO AspekPenialian Skor penilaian Kriteria


1 2 3 4
1 Membuka √ Baik
pelajaran
2 Melakukan √ Baik
apersepsi
3 Penyampaian √ Baik
tujuan
pembelajaran
4 Memotivasi √ Baik
peserta didik
dalam
pembelajaran
5 Penguasaan materi √ Cukup
baik

34
35

6 Penggunaan √ Cukup
metode dan Teknik baik
pembelajaran
7 Penguasaan kelas √ Cukup
pembelajaran baik
8 Memberi √ Cukup
kesempatan baik
bertanya peserta
didik dan memberi
tanggapan
9 Kemampuan √ Cukup
bertanya dan baik
menanggapi
10 Memberi evaluasi √ Cukup
baik
11 Interaksi guru dan √ baik
peserta didik
12 Pembelajaran √ baik
sesuai dengan
alokasi waktu

13 Membimbing √ Baik
peserta didik untuk
menyimpulkan
pembelajaran
14 KBM sesuai √ Cukup
dengan skenario
baik
Jumlah 36
Keseluruhan

Keaktifan guru dalam pembelajaran prasiklus dengan rumus sebagai


berikut:
f
P = ——— x 100%

35
36

N
= 36 x 100%
56

= 64,3%

Keterangan:
P = Persentase frekuensi kejadian yang muncul
f = Banyaknya frekuensi aktivitas guru yang muncul
N = Jumlah frekuensi aktivitas keseluruhan
Untuk menentukan kriteria penilaian aktivitas guru digunakan aturan
sebagai berikut :
Adapun skor hasil observasi aktivitas guru pada prasiklus terjadi dalam
diagram batang berikut:

Tabel 4.3
Kriteria Aktivitas Guru

Kriteria Penilaian Keterangan


10% < P ≤ 29% Sangat
kurang
29% < P ≤ 49% Kurang
49% < P ≤ 69% Cukup
69% < P ≤ 89% Baik
89% < P ≤ 100 % sangat baik

36
37

AKTIVITAS GURU PADA PRASIKLUS


3

2.5

1.5

0.5

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Column2

Gambar 3.8 Aktivasi Guru Prasiklus

Keterangan:

1. Melakukan apersepsi
2. Penyampaian tujuan pembelajaran
3. Memotivasi peserta didik dalam pembelajran

37
38

4. Penguasaan materi
5. Penggunaan metode danTeknik pembelajaran
6. Penguasaan kelas pembelajaran
7. Memberi kesempatan bertanya peserta didik dan memberi tanggapan
8. Kemampuan bertanya dan menanggapi
9. Memberikan evaluasi
10. Interaksi guru dan peserta didik
11. Pembelajaaran sesuai dengan alokasi waktu
12. KBM sesuai dengan scenario

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa ketercapaian aktivitas


guru yang diukur dalam proses pembelajaran pada prasiklus telah mencapai
indikator keberhasilan yaitu 64,3% dan telah dikategorikan “cukup”. Tetapi
sebagian aspek
Tetapi sebagian aspek penilaian guru masih dinyatakan kurang, sehingga
masih diperlukan beberapa hal yang harus dibenahi.

2) Data aktivitas peserta didik dalam pembelajaran prasiklus


Peneliti juga melakukan kegiatan pengamatan terhadap aktivitas peserta
didik selama prasiklus. Berikut ini data yang diperoleh peneliti pada
observasi aktivitas peserta didik.
Tabel 4.4
Hasil Observasi Aktivitas Peserta didik selama
PraSiklus

NO Aspek yang diamati Skor penilaian


1 2 3 4
1 Peserta didik aktif memperhatikan penjelasan √
guru dalam kegiatan pembelajaran

38
39

2 Peserta didik aktif bertanya kepada guru atau √


teman dalam kegiatan pembelajaran
3 Peserta didik mengerjakan tugas tepat waktu √

4 Peserta didik memanfaatkan waktu yang ada √


untuk berdiskusi mengenai pelajaran dengan
guru maupun teman
5 Peserta didik aktif dalam melakukan √
pengamatan
6 Peserta didik tekun dalam mengerjakan tugas √
yang diberikan guru
7 Peserta didik mengerjakan tugas sesuai √
kemampuannya
8 Peserta didik percaya diri dalam melakukan √
sesuatu di kelas
9 Kemampuan bertanya dan menanggapi
Skor 12 9
Total Skor 21
Skor maksimal 40

Ketercapaian Persentase aktivitas peserta didik keseluruhan dihitung


dengan rumus sebagai berikut:

f
P = ——— x 100%
N
21
= x 100%
40
= 53%

Keterangan:
P = Persentase frekuensi kejadian yang muncul
F = Banyaknya frekuensi aktivitas peserta didik yang muncul
N = Jumlah frekuensi aktivitas keseluruhan

39
40

Untuk menentukan kriteria penilaian aktivitas peserta didik digunakan


aturan sebagai berikut
Untuk menentukan kriteria penilaian aktivitas peserta didik digunakan
aturan sebagai berikut:

Tabel 4.5

Kriteria Aktivitas Peserta Didik

Kriteria Penilaian Keterangan


10% < P ≤ 29% Pasif
29% < P ≤ 49% kurang aktif
49% < P ≤ 69% cukup aktif
69% < P ≤ 89% Aktif
89% < P ≤100 % sangat aktif

Gambar 3.9
Grafik Aktivitas Peserta Didik Pada Prasiklus
Keterangan :

1. Peserta didik aktif memperhatikan penjelasan guru dalam


kegiatan pembelajaran

40
41

2. Peserta didik aktif bertanya kepada guru atau teman dalam


kegiatan pembelajaran kerjasama kelompok
3. Peserta didik mengerjakan tugas tepat waktu
4. Peserta didik memanfaatkan waktu yang ada untuk berdiskusi
mengenai pelajaran dengan guru maupun teman
5. Peserta didik aktif dalam melakukan pengamatan
6. Peserta didik tekun dalam mengerjakan tugas yang diberikan
guru
7. Peserta didik menunjukkan keaktifan bekerjasama dalam
kelompok
8. Peserta didik mengerjakan tugas sesuai kemampuannya
9. Peserta didik percaya diri dalam melakukan sesuatu di kelas
10. Peserta didik berani menyampaikan pendapat dalam forum di
kelas
Berdasarkan tabel dan diagram di atas, dapat dilihat bahwa
ketercapaian aktivitas peserta didik yang diukur dalam proses
pembelajaran pada Prasiklus mencapai indikator keberhasilan 65%
dan dikategorikan “cukup aktif”, dan masih butuh perbaikan agar
peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran.

1) Data hasil belajar

Data hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari hasil belajar peserta
didik secara individu. Berdasarkan pengamatan peneliti diperoleh data
siswa yang tuntas sebanyak 14 siswa yang tidak tuntas sebanyak 10 siswa.

Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar secara klasikal,


digunakan rumus sebagai berikut:

P = x 100 %

14
P = ————————————— x 100%

24
= 58,3%
41
42

Adapun kriteria tingkat keberhasilan belajar peserta didik dalam %


adalah (Kurikulum SD SDN Bangkingan II 2019/2020) sebagai berikut:

Tabel 4.6
Kriteria keberhasilan peserta didik

Nilai Keterangan
≥ 80% Sangat tinggi (A)
60% - 79% Tinggi (B)
50% - 59% Sedang (C)
20% - 39% Rendah (D)
≤20% Sangat Rendah (E)

Adapun gambar Persentase ketuntasan belajar peserta didik secara individu


dalam sebagai berikut:

Gambar 3.10
Diagram Hasil Belajar Individu pada Prasiklus

Kriteria ketuntasan minimum (KKM) mata pelajaran Matematika


untuk kelas IV (Kurikulum SDN Bangkingan II 2020/2021), jika peserta
didik yang mendapatkan nilai dibawah KKM berarti dikategorikan belum

42
43

tuntas. Dari hasil perhitungan persentase ketuntasan belajar peserta didik


secara klasikal diperoleh 58,3% peserta didik yang dapat memenuhi KKM
dan dapat dilihat dari kriteria tingkat keberhasilan peserta didik dinyatakan
berada ditingkat “Sedang”.

1) Refleksi

Refleksi hasil observasi dilakukan setelah mengetahui hasil


observasi selama pembelajaran berlangsung. Reflesi dilakukan oleh
peneliti Bersama dengan teman sejawat bertujuan untuk mengetahui
kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran yang berlangsung. Hasil
observasi dari prasiklus diketahui bahwa antusias dan motivasi belajar
peserta didik masih terbilang rendah, maka diperlukan perbaikan
pembelajaran dengan harapan memberikan motivasi dan antusias peserta
didik meningkat serta hasil belajar peserta didik meningkat dengan begitu
perlu dilakukannya siklus I. Siklus I bertujuan untuk meningkatkan hasil
belajar matematika peserta didik kelas IV SDN Bangkingan II/442
Surabaya
2. Deskripsi Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Sebelum peneliti melaksanakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas),
peneliti terlebih dahulu melakukan penelitian awal yang disebut
prasiklus dan menemukan permasalahan-permasalahan dalam
pembelajaran. Adapun hasilnya sebagai berikut:
1. Guru cenderung menggunakan metode ceramah yang hanya terpusat
pada Guru

43
44

2. Peserta didik hanya sekedar sebagai pendengar, tanpa ada interaksi


timbal balik antara Guru dengan peserta didik, peserta didik dengan
Guru.
3. Peserta didik merasa jenuh/bosan.
4. Matematika dianggap pelajaran yang susah dan abstrak.
5. Keaktifan peserta didik masih berada di indikator penilaian cukup
yaitu 53%.
6. Hasil pembelajaran matematika peserta didik rendah, hanya 58%
peserta didik mampu memenuhi KKM.
Setelah ditemukannya permasalahan tersebut, peneliti membuat
perencanaan kegiatan perbaikan pembelajaran bersama teman sejawat,
namun setelah pandemi covid-19 perencanaan perbaikan pembelajaran
diuraikan sebagai berikut:

1) Melakukan diskusi online di GPO (Guru Pintar Online) Universitas Terbuka


https://forumdiskusifkip.net/wp-
content/uploads/2020/04/pgsd/SD4_Siswa_Tidak_Konsentrasi_Belajar_Mat
dengan memperhatikan permasalahan yang telah penelitian temukan di
Prasiklus
2) Guru mempersiapkan rencana perbaikan pembelajaran Hal-hal yang harus
diperhatikan yaitu:
a. Menentukan kompetensi inti dan kompetensi dasar (KI-KD).
b. Merumuskan alokasi waktu.
c. Merumuskan indikator pembelajaran.
d. Merumuskan tujuan pembelajaran.
e. Merumuskan model dan metode pembelajaran.
f. Menentukan langkah-langkah pembelajaran
3) Menyiapkan lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas peserta
didik.

44
45

4) Mengunggah video simulasi perbaikan pembelajaran dengan judul


“video simulasi rencana pembelajaran siklus 1 PKP matematika
Pecahan senilai dengan link https://youtu.be/ENWsdtEoqOY
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menonton video micro-
teaching di menu GPO (Guru Pintar Online) melalui fasilitas Universitas
Terbuka. Video yang peneliti amati berjudul “Siswa tidak konsentrasi
belajar Matematika dalam Link https://forumdiskusifkip.net/wp-
content/uploads/2020/04/pgsd/SD4_Siswa_Tidak_Konsentrasi_Belajar_Mat
Video tersebut menjelaskan tentang materi peserta didik yang tidak
berkonsentrasi belajar matematika Berdasarkan pengamatan video dan
permasalahan yang telah peneliti temukan, maka video perbaikan
pembelajaran yang dibuat peneliti dan diunggah dengan dengan judul
“SIMULASI PKP SIKLUS I KELAS 4 MATERI PECAHAN SENILAI"
dengan link https://youtu.be/ENWsdtEoqOY dilaksanakan dengan uraian :
1. Kegiatan Pembukaan
• Menyiapkan materi pembelajaran ,alat dan bahan untuk pembelajaran.
• Mengucapkan salam
• Menanyakan kabar peserta didik
• Memberi motivasi kepada peserta didik agar tetap semangat meskipun
belajar dirumah
• Menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran mengenai pecahan senilai

45
46

Gambar 3.11
Kegiatan awal pembelajaran siklus I
2) Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan materi tentang pecahan senilai
• Pemberian contoh pecahan dengan menggunakan potongan apel
• Guru menjelaskan materi tentang pecahan senilai dari 1/2 dengan
alat peraga potongan buah apel
• Siswa diajak untuk menjawab pecahan yang senilai dengan 1/2

Gambar 3.12
Kegiatan Inti pembelajaran siklus 1
3) Kegiatan Akhir/Penutup
•Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang dipelajari hari ini.
•Peserta didik diminta mengerjakan soal latihan di buku paket halaman 23
 Guru memberikan Pekerjaan Rumah kepada peserta didik mencari
pecahan senilai dari 2/6
• Guru memberikan motivasi pada peserta didik agar rajin belajar

46
47

• Guru menutup pelajaran dengan menucapkan salam

Gambar 3.13
Kegiatan akhir/ penutup pembelajaran siklus 1
c. Pengamatan/Observasi
Kegiatan pengamatan ini dilakukan dengan mengamati video yang
ada di GPO (Guru Pintar Online) fasilitas dari Universitas Terbuka yang
berjudul “ Siswa tidak berkonsentrasi belajar matematika dengan link

https://forumdiskusifkip.net/wp-
content/uploads/2020/04/pgsd/SD4_Siswa_Tidak_Konsentrasi_Belajar_
Mat

serta dihubungkan dengan video simulasi perbaikan pembelajaran siklus


I yang diunggah di youtube dengan link https://youtu.be/ENWsdtEoqOY

47
48

Hasil pengamatan diperoleh hasil sebagai berikut:

1) Data aktivitas Guru dalam pembelajaran siklus I

Pengamatan aktivitas guru dilakukan oleh peneliti dengan cara


mengamati video dan melakukan diskusi online di GPO.

Pengamatan terhadap kemampuan aktivitas Guru dalam video


micro-teaching di GPO (Guru Pintar Online) dan dihubungkan dengan
unggahan video simulasi perbaikan pembelajaran yang telah diunggah
peneliti di youtube mencapai 74%.

Dapat disimpulkan bahwa penilaian aktivitas Guru berketerangan


”baik”. Hal ini dapat dijelaskan bahwa Guru dalam melakukan
pembelajaran sudah baik, namun masih terdapat kekurangan yaitu Guru
belum menguasai kelas secara keseluruhan karena belum berimprovisasi
dan juga penggunaan metode dan media yang belum optimal.

Hasil observasi aktivitas guru pada siklus 1 dapat digambarkan pada


diagram berikut:

26%
aktivasi guru terpenuhi
%%
74%
Aktivasi guru tdk terpenuhi

Gambar 3.13

Diagram Aktivitas Guru Siklus I

Berdasarkan pada tabel diatas bahwa ketercapaian aktivitas guru yang di


ukur dalam proses pembelajaran pada siklus I belum memenuhi kriteria

48
49

yang telah ;peneliti temukan (≤80%) yaitu 74% yaitu telah di kategorikan
‘baik ‘ sebagai aspek penilaian guru masih dinyatakan kurang, sehingga
masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi.

2.) Data aktivitas peserta didik dalam pembelajaran siklus I

Pengamatan aktivitas peserta didik dilakukan oleh peneliti dengan cara


mengamati video dan melakukan diskusi online di GPO. Dari hasil
pengamatan aktivitas peserta didik dalam video micro-teaching di GPO
(Guru Pintar Onlidan dihubungkan dengan video yang diunggah peneliti di
youtube telah menncapai keaktifan sekitar 74%.

Ketercapaian persentase aktivitas peserta didik dalam pembelajaran


perbaikan siklus I berada di kategori “aktif”, karena penggunaan model
pembelajaran berpusat pada peserta didik, sehingga peserta didik aktif
dalam pembelajaran.

Diagram aktivitas peserta didik dapat diperhatikan sebagai berikut:

23%

73%

Gambar 3.14
Diagram Aktivitas Peserta Didik Siklus 1

49
50

Berdasarkan hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa ketercapaian


aktivitas peserta didik yang diukur dalam proses pembelajaran pada siklus I,
belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan (≥80%) yaitu
73% dan dikategorikan aktif. Sehingga dibutuhkan perbaikan lagi agar
peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran.

3) Data hasil belajar siklus I

1) Data hasil belajar Matemtaika materi Perkalian Sebagai Penjumlahan


Berulang diperoleh dari hasil pengamatan micro-teaching di GPO link

https://forumdiskusifkip.net/wp-
content/uploads/2020/04/pgsd/SD4_Siswa_Tidak_Konsentrasi_Belajar_M
a

serta dihubungkan dengan unggahan simulasi perbaikan pembelajaran siklus


I dengan link https://youtu.be/ENWsdtEoqOY diperoleh persentase
ketuntasan hasil belajar peserta didik mencapai 68%.

20%

80%

Gambar 3.
Diagram ketuntasan belajar siklus I

50
51

Berdasarkan pengamatan peneliti, keberhasilan peserta didik mencapai


68% dan dinyatakan dalam kategori tinggi. Ketercapaian persentase
ketuntasan belajar peserta didik masih belum mencapai indikator
keberhasilan yang telah ditentukan peneliti (≥80%) yaitu 69%, sehingga
perlu dilakukan perbaikan pembelajaran selanjutnya.

Refleksi

Pada tahap ini, peneliti melakukan evaluasi terhadap video mikro-


teaching pelaksanaan pembelajaran Matematika untuk memperbaiki
kekurangan-kekurangan yang terdapat selama proses pembelajaran pada
siklus I. Dari hasil pengamatan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran
siklus I, dapat diperoleh informasi mengenai berbagai kelebihan dan
kekurangan.

1) Kelebihan

a. Penjelasan materi sangat jelas.


b. Guru memberikan lembar kerja dan siswa diminta untuk menjawab.
c. Dengan pembelajaran langsung lebih bermakna dan diyakini bahwa
peserta didik lebih lama mengingat jika peserta didik melakukannya
sendiri.

d. Aktivitas peserta didik sudah dalam kategori aktif.


e. Aktivitas Guru dalam melakukan pembelajaran sudah baik.
f. Pengelolaan waktu sudah cukup baik.
g. Keberhasilan peserta didik sudah meningkat dibandingkan dengan
pembelajaran prasiklus.
2) Kekurangan

a. Guru kurang memperhatikan penguasaan kelas.

b. Guru belum melakukan improvisasi dalam pembelajaran secara


menyenangkan dan interaktif.

51
52

c. Media yang digunakan masih belum menarik dan bervariasi.


d. Persentase aktivitas guru, peserta didik dan hasil belajar belum
memenuhi kriteria yang ditentukan peneliti.

2. Deskripsi Perbaikan Siklus II

Siklus II dilakukan untuk memperbaiki kekurangan pada pembelajaran di


siklus I. Berikut tahapan-tahapan yang dilakukan dalam siklus II.

a. Perencanaan
Selama pandemi covid-19 perencanaan perbaikan pembelajaran siklus II
diuraikan sebagai berikut:

Melakukan diskusi online di GPO (Guru Pintar Online) Universitas Terbuka


https://forumdiskusifkip.net/wpcontent/uploads/2020/04/pgsd/SD3_Memba
ngun_suasana_aktif_interaktif_dan_menyenangkan.mp4

dengan memperhatikan permasalahan yang telah ditemukan di prasiklus dan


kekurangan pada siklus I.

1. Guru mempersiapkan rencana perbaikan pembelajaran. Hal-hal yang harus


diperhatikan yaitu:

a) Menentukan kompetensi inti dan kompetensi dasar (KI-KD).

b) Merumuskan alokasi waktu.

c) Merumuskan indikator pembelajaran.

d) Merumuskan tujuan pembelajaran.

e) Merumuskan model dan metode pembelajaran.

f) Menentukan langkah-langkah pembelajaran

2. Mengunggah video simulasi pembelajaran Siklus II di youtube dengan


link https://youtu.be/FETgadeMggM

52
53

3) Menyiapkan lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas peserta didik.

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan menonton video micro-teaching


di menu GPO (Guru Pintar Online) dari fasilitas Universitas Terbuka.
Video yang peneliti amati berjudul “Membangun suasana aktif interaktif
dan menyenangka dengan link
https://forumdiskusifkip.net/wpcontent/uploads/2020/04/pgsd/SD3_Memb
angun_suasana_aktif_interaktif_dan_menyenangkan.mp4

Berdasarkan pengamatan video dan permasalahan yang telah peneliti


temukan, maka video simulasi perbaikan pembelajaran yang dibuat
peneliti dan diunggah di youtube dengan judul “TUGAS PKP SIMULASI
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PECAHAN SENILAI
KELAS 4 " Siklus 2” link https://youtu.be/FETgadeMggM dengan uraian
sebagai berikut:

1) Kegiatan Awal

• Guru mengucapkan salam

• Guru menanyakan kabar peserta didik

• Guru memberi semangat peserta didik agar tetap semangat belajar di


rumah

• Menjelaskan tujuan, manfaat dan langkah pembelajaran

• Membaca basmalah

53
54

Gambar 3.16

Kegiatan awal pembelajaran siklus II

2) Kegiatan Inti

• Guru menjelaskan materi yang akan diajarkan yaitu mencari pecahan


senilai

• peserta didik diajak untuk memotong apel menjadi sebuah pecahan


senilai

• Guru menjelaskan materi konsep pecahan senilai yang merupakan


bentuk pecahan yang angkanya berbeda tetapi hasilnya sama

• Peserta didik diajak untuk mengambil soal berupa kartu pecahan


kemudian siswa memotong buah apel menjadi pecahan serta mencari
pecahan senilainya

• Guru memberikan 1 contoh soal pecahan senilai dari 1/2 yaitu 2/4,
4/8

Gambar 3.17

Kegiatan inti pembelajaran siklus II

54
55

3) Kegiatan Akhir/Penutup

• Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang dipelajari hari ini.


• Siswa diminta mengerjakan soal latihan di buku Paket matematika
• Guru memberikan motivasi pada siswa agar rajin belajar
• Guru menutup pelajaran dengan menucapkan salam

Gambar 4.12
Kegiatan akhir/penutup pembelajaran siklus 2

c. Pengamatan/Observasi

Kegiatan pengamatan ini dilakukan dengan mengamati video yang


ada di GPO (Guru Pintar Online) fasilitas dari Universitas Terbuka
yang berjudul “Membangun suasana aktif interaktif dan menyenangka”,
dengan link

https://forumdiskusifkip.net/wpcontent/uploads/2020/04/pgsd/SD3_M
embangun_suasana_aktif_interaktif_dan_menyenangkan.mp4 serta
dihubungkan dengan video simulasi perbaikan pembelajaran siklus II
yang diunggah di youtube https://youtu.be/FETgadeMggM Hasil
pengamatan diperoleh data sebagai berikut:

55
56

1) Data aktivitas Guru dalam pembelajaran siklus II

Pengamatan aktivitas Guru pada siklus II dilakukan oleh peneliti


dengan cara mengamati video ke 2 dan melakukan diskusi online di
GPO. Dari hasil pengamatan kemampuan aktivitas Guru dalam video
micro-teaching di GPO (Guru Pintar Online) telah mencapai sekitar
90%.

Disimpulkan aktivitas Guru berada di ketegori ”sangat baik” yaitu


90%. Hal ini dapat diartikan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah
dilaksanakan oleh Guru dengan sangat baik. Guru sudah menguasai
kelas dan melakukan improvisasi dan kreatifitas dalam pembelajaran.

Hasil observasi aktivitas guru pada siklus II terdapat dalam diagram


berikut.

Diagram Aktivitas Guru siklus II

12%

88%
aktivitas guru
yang sudah
terpenuhi
aktivitas guru
yang belum
terpenuhi

4th Qtr

Gambar 3.19

Diagram Aktivitas Guru Siklus II

Berdasarkan pengamatan peneliti keberhasilan peserta didik mencapai


88% dan dinyatakan dalam kategori sangat tinggi. ketercapaian persentase
ketuntasan belajar peserta didik sudah mencapai indikator keberhasilan yang
telah ditentukan peneliti (≥80%) yaitu 88% dalam kategori sangat tinggi.

56
57

2) Data aktivitas peserta didik dalam pembelajaran siklus II

Pengamatan aktivitas peserta didik dilakukan oleh peneliti dengan cara


mengamati video ke 2 dan melakukan diskusi online di GPO. Dari hasil
pengamatan aktivitas peserta didik dalam video micro-teaching di GPO
(Guru Pintar Online) telah mencapai keaktifan peserta didik sekitar 85%.

Ketercapaian persentase aktivitas peserta didik dalam pembelajaran


Matematika pada perbaikan siklus II di kategori “aktif”, karena penggunaan
model pembelajaran berpusat pada peserta didik sehingga peserta didik aktif
dalam pembelajaran.

Diagram aktivitas peserta didik dapat digambarkan sebagai berikut:

Diagram Aktivitas Peserta Didik Siklus II

15% Peserta didik yang aktif


peserta didik yang tidak
aktif

85%

Gambar 3.19
Diagram Aktivitas Peserta Didik Siklus II

Berdasarkan hasil pengamatan, dapat dilihat bahwa ketercapaian


aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran pada siklus II telah
mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan (≥80%) yaitu 85%
dan dikategorikan aktif, namun masih butuh perbaikan lagi agar peserta
didik lebih aktif dalam pembelajaran. Persentase keaktivitas peserta didik
juga telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari silklus I dan
Siklus II. Terlihat jelas di video micro-teaching GPO peserta didik

57
58

melakukan kegiatan pembelajaran dengan cara aktivitas langsung


menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Media yang
digunakan berhubungan dengan materi yang telah dipelajari siswa.

3) Data hasil belajar siklus II

Data hasil belajar Matematika diperoleh dari hasil pengamatan micro-


teaching di GPO https://forumdiskusifkip.net/wpcontent/ uploads/2020/04/
pgsd/SD3_Membangun_suasana_aktif_interaktif_dan dan diskusi GPO
yang dihubungkan dengan unggahan video simulasi perbaikan
pembelajaran siklus II dengan link https://youtu.be/FETgadeMggM maka
diperoleh persentase ketuntasan belajar peserta didik mencapai sekitar
90%.

Persentase ketuntasan belajar Matematika peserta didik dapat


digambarkan pada diagram sebagai berikut.

Diagram ketuntasan belajar peserta didik siklus II

1%

Tuntas
tdk tuntas

99%

58
59

Gambar 4.15
Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik Siklus II

Berdasarkan pengamatan peneliti keberhasilan peserta didik mencapai


90% dan dinyatakan dalam kategori sangat tinggi. ketercapaian persentase
ketuntasan belajar peserta didik sudah mencapai indikator keberhasilan
yang telah ditentukan peneliti (≥80%) yaitu 90% dalam kategori sangat
tinggi.

d. Refleksi

Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan peneliti terhadap video


mikro-teaching pelaksanaan pembelajaran matematika pada siklus II
telah dinyatakan berhasil karena beberapa aspek dalam indikator
pencapaian telah mencapai keberhasilan yang telah ditentukan. Tetapi
masih terdapat beberapa kekurangan yang dialami Guru selama proses
pembelajaran siklus II, diantaranya:

1) Penanaman konsep harus lebih jelas

2) Pemberian apersepsi diawal pembelajaran sangat penting

B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran

Berdasarkan hasil penelitian, persentase ketuntasan setiap aspek telah


mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari setiap siklusnya.
Persentase ketuntasan setiap aspek telah mengalami peningkatan yang
cukup signifikan dari setiap siklusnya. Peningkatan persentase aktivitas
guru mempengaruhi peningkatan aktivitas peserta didik dan hasil belajar
peserta didik. Sehingga hal ini dapat dibuat perbandingan dalam tabel
berikut.

Tabel 4.7

59
60

Perbandingan Aktivitas Guru, Peserta Didik, dan Hasil Belajar di Pra


Siklus, Siklus I, dan Siklus II

Kelas IV SDN Bangkingan Pra Siklus Siklus 1 Siklus II


II

Aktivitas Guru 64% 74% 88%

Aktivitas Peserta Didik 53% 73% 85%

Hasil Belajar Peserta Didik 58% 80% 90%

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa aktivitas guru dan peserta didik
mengalami peningkatan dilihat pada siklus II. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada grafik berikut.

perbandingan aktivitas guru,peserta didik dan hasil belajar


100%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%
10%
0%
prasiklus siklus 1 siklus 2

Aktivitas guru aktivitas peserta didik hasil belajar

60
61

Gambar 3.22

Grafik Perbandingan Aktivitas Guru, Peserta Didik, dan Hasil Belajar


Peserta Didik di Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II

Dari grafik tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru, aktivitas


peserta didik, dan hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan pada
setiap siklus. Pada kegiatan prasiklus sebesar 64%, dan dikategorikan guru
cukup aktif dalam pembelajaran. Dan ini berpengaruh terhadap aktivitas

\
peserta didik di pra siklus sebesar 53% masih butuh perbaikan agar peserta
didik lebih aktif dalam pembelajaran.

Pada siklus 1 aktivitas guru mengalami kenaikan sebesar 74% dan


dikategorikan sebagai guru sudah baik dalam keaktifan pembelajaran dan ini
berpengaruh terhadap aktivitas peserta didik di siklus 1 sebesar 73% yang
guru dinilai baik dalam pembelajaran. Seluruh aspek meningkat secara

61
62

signifikan dibandingkan kegiatan prasiklus dan mempengaruhi persentase


aktivitas peserta didik yang mulai aktif dalam pembelajaran. Peningkatan
proses pembelajaran ditunjukkan dengan siswa lebih aktif dan antusias
mengikuti proses pembelajaran.

Pada siklus II aktivitas guru mengalami perubahan dan peningkatan


menjadi 88% yang dapat dikategorikan sebagai sangat baik dan hal ini
berpengaruh terhadap aktivitas peserta didik yang meningkat menjadi 85%
dengan kategori sangat aktif. Hasil observasi aktivitas guru menunjukan
“Sangat Baik” karena pada saat proses pembelajaran telah menggunakan
media soal kartu pecahan.

Sedangkan ketuntasan hasil belajar peserta didik pada pra siklus sebesar
53%, sebanyak 12 peserta didik tuntas dan ketidaktuntasan peserta didik
sejumlah 16. Menunjukkan kenaikan pada siklus I sebesar 73% atau
sebanyak 18 peserta didik tuntas. Sedangkan 9 peserta didik tidak tuntas
dengan persentase 80%. Pada siklus II mengalami perubahan dan
peningkatan menjadi 90% atau sebanyak 22 peserta didik telah tuntas
belajar. Sedangkan 6 peserta didik tidak tuntas dengan persentase 10%.

Adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik secara


klasikal menunjukkan bahwa melalui Media games taks dengan
menggunakan soal kartu pecahan dan potongan secara menyeluruh.

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kinerja


aktivitas guru sangat mempengaruhi penilaian terhadap aspek aktivitas
peserta didik, hasil belajar peserta didik dalam kelompok dan hasil belajar
peserta didik secara individu. Karena penelitian ini telah mencapai indikator
keberhasilan yang telah ditentukan, maka penelitian ini telah dinyatakan
berhasil.

62
63

Apapun kekurangan dan kelebihan peneliti selama mengamati dan


membuat simulasi perbaikan pembelajaran, baik pada pembelajaran siklus I
dan II, dapat dijadikan suatu bahan refleksi/evaluasi untuk lebih
meningkatkan kualitas aktivitas guru, agar ke depannya nanti akan jauh
lebih baik sehingga proses pembelajaran dan hasil belajar dapat berjalan
lebih optimal.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data penelitian tindakan kelas tentang penerapan


metode games task untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi

63
64

pecahan peserta didik kelas IV SDN Bangkingan II Surabaya serta


pengamatan melalui video micro-teaching di GPO link

https://forumdiskusifkip.net/wpcontent/uploads/2020/04/pgsd/SD4_Siswa_Tid
ak_Konsentrasi_Belajar_Matematika_Pada_Siang_Hari.mp4. Dan video
micro-teaching https://forumdiskusifkip.net/wp-
content/uploads/2020/04/pgsd/SD20_Penjumlahan_Pecahan_Berpenyebut_Tid
ak_Sama_(2013).mp4. serta simulasi perbaikan pembelajaran yang diunggah
peneliti dengan link https://youtu.be/ENWsdtEoqOY dan
https://youtu.be/FETgadeMggM maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Pada KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) matematika materi pecahan senilai


dengan metode games taks kelas IV SDN Bangkingan II Surabaya telah
mengalami peningkatan hal ini dapat dilihat dari persentase keberhasilan pada
Siklus I sebesar 74% dan pada siklus II menjadi 88%.Sehingga aktivitas guru
selama dua siklus mengalami peningkatan sebesar 14% dan telah mencapai
keberhasilan yang telah di tentukan yaitu (≥80%) .
2 Aktivitas peserta didik pada saat proses pembelajaran matematika materi
pecahan senilai dengan menggunakan metode games taks kelas IV SDN
Bangkingan II Surabaya, telah mengalami peningkatan hasil, hal ini dapat
dilihat dari persentasi keberhasilan pada siklus I sebesar 73% dan pada siklus II
menjadi 85% , Sehingga aktivitas peserta didik selama dua siklus mengalami
peningkatan sebesar 12% dan telah mencapai indikator keberhasilan yang telah
ditentukan (≥80%)
3.Hasil belajar peserta didik setelah menggunakan metode games task dengan
menggunakan alat peraga yang sesuai dalam materi pecahan senilai kelas IV

mengalami peningkatan yang segnifikan, ini dapat dilihat persentasi


keberhasilan pada siklus I sebesar 80% dan pada siklus II menjadi 90%
sehingga hasil belajar peserta didik pada siklus II mengalami peningkatan

64
65

sebesar 10%dan telah mencapai indikator keberhasilan yang sudah ditentukan


yaitu (≥80%).

B.Saran Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian tindakan kelas tentang


penerapan media pembelajaran kantong materi menentukan pecahan senilai
untuk meningkatkan hasil belajar dalam mata pelajaran Matematika peserta
didik kelasIV SDN Bangkingan II Surabaya, serta pengamatan melalui
video micro-teaching di GPO link https://forumdiskusifkip.net/wp-
content/uploads/2020/04/pgsd/SD4_Siswa_Tidak_Konsentrasi_Belajar_Mat

video micro-teaching di GPO link https://forumdiskusifkip.net/wp-


content/uploads/2020/04/pgsd/SD20_Penjumlahan_Pecahan_Berpenyebut_
Tidak_Sama_(2013).mp4 serta simulasi perbaikan pembelajaran yang
diunggah peneliti dengan link https://youtu.be/ENWsdtEoqOY dan link

https://youtu.be/FETgadeMggM. peneliti dapat memberikan saran-saran


sebagai berikut:

1. Penggunaan media pembelajaran games task permainan kartu soal pecahan


dan alat peraga buah apel dapat memotivasi peserta didik untuk aktif dalam
meyampaikan pendapatnya, sehingga aktivitas peserta didik tidak hanya
mendengarkan Guru menyampaikan materi, melainkan peserta didik juga
dapat menyampaikan pemahaman yang dimilikinya.

2. Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di akhir kegiatan, Guru tidak


boleh melakukannya seorang diri, Guru harus melibatkan peserta didik, hal
ini bertujuan untuk menarik minat peserta didik untuk aktif menyampaikan
hasil kerjanya.

DAFTAR PUSTAKA

Halimah, I.N., Poerwanti, J.I.S., & Djaelani. 2015. Penggunaan Media Blok
Pecahan untuk Meningkatkan Kemampuan Penjumlahan Bilangan Pecahan
Sederhana

65
66

https://forumdiskusifkip.net/wp-
content/uploads/2020/04/pgsd/SD4_Siswa_Tidak_Konsentrasi_Belajar_Mat

https://forumdiskusifkip.net/wp-
content/uploads/2020/04/pgsd/SD20_Penjumlahan_Pecahan_Berpenyebut_Tid
ak_Sama_(2013).mp4

https://forumdiskusifkip.net/wpcontent/uploads/2020/04/pgsd/SD3_Membangu
n_suasana_aktif_interaktif_dan_menyenangkan.mp4

https://youtu.be/ENWsdtEoqOY

https://youtu.be/FETgadeMggM

In’am. 2012 .perspektif Metokognitif Guru dalam Pembelajaran matematika di


Sekolah Dasar

Ilya, 2010. Desain Bahan Ajar penjumlahan Pecahan Berbasis Pendidikan


matematika realistic Indonesia (Pmri) untuk Siswa kelas IV Sekolah Dasar
negeri

Marhamah, 2011. Pengembangan Materi Ajar Pecahan Dengan Pendekatan


Pmri di SD Negeri 21 Palembang

Muhsetyo, Gatot. 2014. Pembelajaran matematika SD. Tangerang Selatan :


Universitas Terbuka

Sadirman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja


Grapindo persada

Sukirman. 2012. Pengembangan system Evaluasi.Yogyakrta :Insan Madani

Suprihyatun.(2012). Meningkatkan Hasil Belajar Penjumlahan dan


Pengurangan Bilangan Cacah melalui media manipulative peserta didik
sekolah dasar

Suryowati,E.2015.Kesalahan Siswa Sekolah dasar dalam mempresentasikan


pecahan Pada Garis Bilangn.Aksioma.4(1), 38-52

66
67
LAMPIRAN 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN


(RPP DARING) PRASIKLUS

Nama Sekolah : SDN Bangkingan II/442


Kelas/Semester : IV/1
Mata Pelajaran : Matematika
Tema : Pecahan
Pertemuan : 1
Materi Pokok : Pecahan biasa

A. Kompetensi Dasar
3.2. Menjelaskan berbagai bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal, dan
persen) dan hubungan diantaranya.
4.2 Mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal,
dan persen) dan hubungan diantaranya

B. Tujuan Pembelajaran
Setelah memperhatikan tayangan vidio peserta didik diharapkan dapat
1. Siswa mampu memahami operasi pecahan biasa
2. Siswa mampu menjelaskan operasi pecahan biasa
3. Siswa mampu menghitung/mencari operasi pecahan biasa
4. Siswa mampu mengidentifikasi masalah operasi pecahan biasa
5. Siswa mampu menyelesaikan masalah operasi pecahan biasa

C. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Pra PBM
a. Siswa mendapat informasi tentang kegiatan pembelajaran di
rumah melalui WA grup
b. Mempersiapakn diri untuk mengikuti pembelajaran di rumah (HP
terkoneksi internet dan perlengkapan alat tulis)
c. Berdoa
2. Kegiatan Pembelajaran
a. Siswa memahami tayangan video dari Youtube tentang
pecahan biasa di link https://
b. Siswa dan guru melalui WA Group berdiskusi yang belum dipahami
c. Siswa melalui Quizizz mengerjakan tugas dari guru secara online
tentang pecahan biasa di link https://quizizz.com/join?gc=5173862
3. Kegiatan Penutup
a. Siswa melakukan refleksi terhadap hasil tugas yang telah dikerjakan
b. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini melalui grup WA

67
68

Mengetahui, Surabaya, Juli 2020


Kepala Sekolah Guru Kelas

SITI AMINAH,S.Pd FRIDA DWI HARIANTI


NIP.196507111994032011 NIM.858682251

LAMPIRAN 2

68
69

Bukti pemberian soal Latihan online melalui quizizi

LAMPIRAN 3

69
70

RENCANA PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN
(RPP DARING)
SIKLUS I

Nama Sekolah : SDN Bangkingan II/442


Kelas/Semester : IV/1
Mata Pelajaran : Matematika
Tema : Pecahan
Pertemuan : 2
Materi Pokok : Pecahan senilai

D. Kompetensi Dasar
3.2. Menjelaskan berbagai bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal, dan
persen) dan hubungan diantaranya.
4.2 Mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal,
dan persen) dan hubungan diantaranya.

E. Tujuan Pembelajaran
Setelah memperhatikan tayangan vidio peserta didik diharapkan dapat
6. Siswa mampu memahami operasi pecahan biasa
7. Siswa mampu menjelaskan operasi pecahan biasa
8. Siswa mampu menghitung/mencari operasi pecahan biasa
9. Siswa mampu mengidentifikasi masalah operasi pecahan biasa
10. Siswa mampu menyelesaikan masalah operasi pecahan biasa

F. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Pra PBM
a. Siswa mendapat informasi tentang kegiatan pembelajaran di
rumah melalui WA grup
b. Mempersiapakn diri untuk mengikuti pembelajaran di rumah (HP
terkoneksi internet dan perlengkapan alat tulis)
c. Berdoa
2. Kegiatan Pembelajaran
a. Siswa memahami tayangan video dari Youtube tentang
pecahan senilai di link https://
b. Siswa dan guru melalui WA Group berdiskusi yang belum dipahami
c. Siswa melalui Quizizz mengerjakan tugas dari guru secara online

70
71

tentang pecahan senilai di link https://quizizz.com/join?


gc=2185973
3. Kegiatan Penutup
a. Siswa melakukan refleksi terhadap hasil tugas yang telah dikerjakan
b. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini melalui grup WA

Mengetahui, Surabaya, Juli 2020


Kepala Sekolah Guru Kelas

SITI AMINAH,S.Pd FRIDA DWI HARIANTI


NIP.196507111994032011 NIM.858682251

71
72

LAMPIRAN 4

Bukti Pemberian Tugas melalaui Quizizi Siklus 1

72
73

LAMPIRAN 5

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


DALAM JARINGAN (RPP DARING)
SIKLUS 2

Nama Sekolah : SDN Bangkingan II/442


Kelas/Semester : IV/1
Mata Pelajaran : Matematika
Tema : Pecahan
Pertemuan : 3
Materi Pokok : Menyederhanakan pecahan

G. Kompetensi Dasar
3.2. Menjelaskan berbagai bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal, dan
persen) dan hubungan diantaranya.
4.2 Mengidentifikasi berbagai bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal,
dan persen) dan hubungan diantaranya.

H. Tujuan Pembelajaran
Setelah memperhatikan tayangan vidio peserta didik diharapkan dapat
11. Siswa mampu memahami operasi pecahan biasa
12. Siswa mampu menjelaskan operasi pecahan biasa
13. Siswa mampu menghitung/mencari operasi pecahan biasa
14. Siswa mampu mengidentifikasi masalah operasi pecahan biasa
15. Siswa mampu menyelesaikan masalah operasi pecahan biasa

I. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Pra PBM
a. Siswa mendapat informasi tentang kegiatan pembelajaran di
rumah melalui WA grup
b. Mempersiapakn diri untuk mengikuti pembelajaran di rumah (HP
terkoneksi internet dan perlengkapan alat tulis)
c. Berdoa
2. Kegiatan Pembelajaran
a. Siswa memahami tayangan video dari Youtube tentang
menyederhanakan pecahan di link https://
b. Siswa dan guru melalui WA Group berdiskusi yang belum dipahami
c. Siswa melalui Quizizz mengerjakan tugas dari guru secara online

73
74

tentang menyederhanakan pecahan di link https://quizizz.com/join?


gc=5173862
3. Kegiatan Penutup
a. Siswa melakukan refleksi terhadap hasil tugas yang telah dikerjakan
b. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini melalui grup WA

Mengetahui, Surabaya, Juli 2020


Kepala Sekolah Guru Kelas

SITI AMINAH,S.Pd FRIDA DWI HARIANTI


NIP.196507111994032011 NIM 858682251

74
75

LAMPIRAN 6

Bukti Pemberian Tugas melalui Quizizi


Siklus 2

75
76

LAMPIRAN 7

SETELAH MELAKUKAN PEMBELAJARAN

Nama : Frida Dwi Harianti


NIM : 858682251
Program Studi : S1-PGSD
UPBJJ : Surabaya

A. Refleksi Komponen
1. Apakah kegiatan membuka pelajaran yang saya lakukan dapat mengarahkan
dan mempersiapkan siswa mengikuti pelajaran dengan baik ?
Kegiatan membuka pelajaran yang saya lakukan sudah dapat mengarahkan
dan mempersiapkan peserta didik mengikuti pelajaran dengan baik
2. Bagaimana tanggapan peserta didikterhadap materi/bahan ajar yang saya sajin
kan sesuai dengan yang diharapkan? (Apakah materi terlalu tinggi, terlalu
rendah, atau sudah sesuai dengan kemampuan awal peserta didik?)
Peserta didik menanggapi materi yang saya sampaikan dengan antusias
sekali karena sesuai kemampuan peserta didik
Karena peserta didik tidak merasa bosan
3. Bagaimana respons peserta didik terhadap media pembelajaran yang
digunakan?
(Apakah media sesuai dan mempermudah siswa menguasai
kompetensi/materi yang diajarkan ? )
Respons siswa terhadap media pembelajaran yang saya gunakan yaitu
games task dengan alat perga apel dan kartu pecahan membuat peserta didik
lebih aktif
4. Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap kegiatan belajar yang telah saya

76
77

rancang?
Tanggapan peserta sangat antusias terhadap kegiatan belajar yang telah saya
rancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) dibuktikan dengan
partisipasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran

5. Bagaimana tanggapan siswa terhadap metode/teknik pembelajaran yang saya


gunakan?
Metode games task yang saya gunakan membuat peserta didik lebih aktf
6. Bagaimana tanggapan siswa terhadap pengelolaan kelas (perlakuan saya
terhadap siswa, cara saya mengatasi masalah, memotivasi peserta didik) yang
saya lakukan?
Saya berkesimpulan bahwa secara garis besar telah baik dengan terciptanya
suasana kelas yang kondusif
7. Apakah peserta didik dapat menangkap penjelasan/instruksi yang saya beri
kan dengan baik?
Sebagian besar peserta didik dapat menangkap penjelasan/instruksi yang saya
berikan dengan baik
8. Bagaimanakah tanggapan peserta didikterhadap latihan atau penilaian yang
saya berikan ?
Penilaian yang saya berikan mampu dikerjakan dengan baik oleh >80% siswa
9. Apakah peserta didik telah mencapai penguasaaan kemampuan yang telah
ditetapkan?
Setelah menyelesaikan pembelajaran, siswa telah mencapai indicator
10. Apakah saya telah dapat mengatur dan memanfaatkan pembelajaran dengan
baik?
Pengelolaan waktu yang saya lakukan telah berjalan dengan baik,
diindikasikan dengan tercapainya proses pembelajaran sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran dan alokasi waktu

77