Anda di halaman 1dari 6

NAMA : FEBY WARDANY SAPUTRY

NIM : 030366503

KODE : ADBI4436.05
TUGAS 1

1. Dalam pendirian bank harus memenuhi berbagai persyaratan dari pemerintah. Coba
saudara jelaskan persyaratan- persyaratan yang dimaksud secara lengkap!

Jawab :

1. Syarat Umum
Dalam pasal 3 disebutkan :
1.) Bank hanya dapat didirikan dan melakukan kegiatan usaha dengan izin
Direksi Bank Indonesia.
2.) Bank hanya dapat didirikan oleh:
a) WNI dan/atau Badan Hukum Indonesia; atau
b) WNI dan/atau Badan Hukum Indonesia dengan WNA dan/atau Badan
Hukum Asing secara kemitraan.
Selanjutnya dalam pasal 4 disebutkan:
1) Modal disetor untuk mendirikan Bank ditetapkan sekurang-kurangnya
sebesar Rp 3.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah);
2) Modal disetor bagi Bank yang berbentuk hukum Koperasi adalah simpanan
pokok, simpanan wajib, dan hibah sebagaimana diatur dalam undang-undang
tentang Perkoperasian;
3.) Modal disetor yang berasal dari warga Negara asing dan/atau badan hukum
asing, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 angka (2) huruf b setinggi-
tingginya sebesar 99 % (Sembilan puluh sembilah persen) dari modal disetor
bank.

2. Uraikan pengertian masing- masing pos pada sisi aktiva neraca suatu bank!

Jawab :

1) Kas adalah pos yang terdiri dari uang kartal yang ada dalam kas yang terdiri dari uang
kertas, logam, dll.

2) Cek dan bilyet giro adalah pos aktiva yang berisi semua cek dan bilyet giro dalam
rupiah yang penariknya pihak ketiga bukan bank dan telah dibukukan secara efektif
pada rekening lawannya.
3) Bank Indonesia, pos ini meliputi semua simpanan dan tagihan bank dalam Rupiah
kepada Bank Indonesia seperti saldo giro, setoran jaminan kliring, dll.

4) Antar bank aktiva, pos ini berisi semua jenis simpanan/tagihan bank dalam rupiah
kepada bank lainnya di Indonesia.

5) Wesel, promes/Aksep, dan tagihan – tagihan lainnya, pos ini meliputi wesel – wesel
(dagang) dan promes – promes dalam rupiah yang ditarik /diterbitkan oleh Lembaga
keuangan bukan bank atau perusahaan – perusahaan.

6) Kertas perbendaharaan negara, pos ini adalah nilai buku kertas pembendaharaan
negara (KPN) dalam rupiah termasuk KPN yang digadaikan atau dijadikan jaminan
kliring antar bank , atau jaminan lainnya oleh bank.

7) Efek – efek, pos ini adalah nilai buku semua efek dalam rupiah, seperti saham,
obligasi, atau bukti lainnya.

8) Pinjaman dalam rupiah

a.Pinjaman yang diberikan, pos ini meliputi semua realisasi pemberian


pinjaman dalam rupiah bank kepada pihak ketiga bukan bank,
termasuk pinjaman kepada pegawai bank.

b. Cadangan piutang ragu – rag, pos ini adalah cadangan yang


dibentuk untuk menampung kerugian yang mungkin timbul sebagai
akibat dari tidak diterimanya kembali sebagian seluruh pinjaman yang
diberikan dalam rupiah.

9) Pinjaman dalam valuta asing.

 Pinjaman yang diberikan, pos ini merupakan semua realisasi


pemberian pinjaman dalam valuta asing bank kepada pihak ketiga
bukan bank, termasuk pinjaman kepada pegawai bank. Sementara itu,
rekening pinjaman yang bersaldo kredit dilaporkan kedalam pos
pasiva.

 Cadangan piutang ragu – ragu, pos ini adalah cadangan yang dibentuk
untuk menampung kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari
tidak diterimanya kembali sebagian seluruh pinjaman yang diberikan
dalam valiuta asing.

10)Aktiva dalam valuta asing lainnya, pos ini meliputi semua aktivitas dalam valuta

asing milik bank, termasuk pinjaman yang diberikan kepada bank – bank lain di

Indonesia.
11)Penyertaan, pos ini adalah penyertaan bank pelopor dalam rupiah pada perusahaan

lain dalam bentuk modal saham menurut harga perolehannya, yang dirinci atas LKBB

dan perusahaan lainnya.

12)Aktiva tetap dan Iventaris

 Harga perolehan, pos ini berisi harga perolehan atau nilai revaluasi

masing – masing dari tanah, Gedung kantor, rumah, dan perabot milik

bank.

 Akumulasi penyusutan, pos ini adalah jumlah penyusutan yang telah

dilakukan atas niali aktiva tetap dan inventaris sampai dengan akhir

bulan yang bersankutan.

13)Antar kantor aktiva, pos ini merupakan rekening antar kantor yang bersaldo debet,

yang dirinci atas dalam rupiah dan dalam valuta asing.

14)Rupa – rupa aktiva, pos ini adalah saldo rekening – rekening aktiva lainnya yang tidak

dimasukan atau digolongkan kedalam salah satu pos aktiva diatas.

3. Uraikan dengan ringkas prosedur penerimaan setoran tunai dengan sistem

kolektif dan system teller, serta prosedur penerimaan setoran dengan


pemindahbukuan!

Jawab :

      a. Prosedur penerimaan setoran dengan system kolektif

1.Debitur menyerahkan slip setoran yang dubuat dalam rangkap 3 kepada petugas bali

(counter) di bank.
2. Petugas bali mencatatat slip setoran itu pada rekapitulasi awal kas, memberi stempel blok,

dan memarafnya pada blok tersebut, sete;lah itu slip setoran diserahkan kembali kepada

debitur untuk menyetoran pada kasir.

3. Debitur menyeraahkan setoran beserta uang tunai yang distorkan kepada kasir.

4. Kasir menerima uang seotran dan uang tunai, kemudian menghitung dan mencocokan

jumlah uang tersebut dengan slip setoran disamping menyortir dan membuat slip rincian

uang. Selanjutnya, slip setoran di stempel pada bagian belakang dan memarafnya,

disamping menecatat setoran tersebut pada buku kas harian dan menyimpan uang setoran

itu. Kasir menyampaikan slip setoran kepada kuasa kas.

5. Kuasa kas memperhatikan paraf petugas bali dan kasir sertaa kemudian mencatatnya

dalam buku kas control atau buku pengawasan fiatur transaksi tunai dan menandatangani

slip setoran. Setelah itu, slip setoran tersebut diteruskan kepada petugas prima nota.

6. Petugas prima nota menerima slip setoran yang telah ditanda tangani oleh kuasa kas,

kemudian mencatat transaksi itu pada kartu rekening pinjaman debitur dan memaraf

kartu tersebut. Setalh itu, kartu rekening pinjaman dan slip setoran yang bersangkutan

diserahkan kembali kepada kuasa kas.

7. Kuasa kas menerima kartu rekening pinjaman debitur dan slip setoran yang telah dicatat

dan diparaf petugas prima nota, kemudian memeriksa kebenaran pengisian kartu yang

bersangkutan dan memaraf pada saldonya. Kartu rekening pinjaman debitur disreahkan

kembali pada petugas prima nota dan slip setoran dikembalikan kepada petugas bali.

8. Petugas bali mendistribusikan slip setoran yang diterimannya, yaitu lembaran pertama

kepada debitur, lembaran kedua untuk file kasir, dan lembaran ketiga untuk unit

akuntansi guna dibukukan.

b.Prosedur Penerimaan Setoran Dengan System Teller.


1.Debitur menyerahkan slip setoran yang dibuat dalam rangkap 3 dan uang tunai yang akan

disetorkan kepada teller.

2. Teler menghitung uang dan mencocokan jumlah fisik dengan slip setorannya, disamping

menyortir dan membuat slip rincian uang. Kemudian slip setoran diberi setempel

“validating” dan uang yang disetrokan dan uang tersebut disimpan dalam cash box teller.

Setelah itu teller mencatat penerimaan setoran tunai itu kedalam buku kas harian teller.

3. Slip setoran ditandatangani oleh teller sesuai dengan jumlah batas wewenangnya,.

Apabila jumlah slip setoran itu melebihi jumlah batas wewenang teller, maka slip setoran

tersebut diserahkan kapda atasnnya sesuai jumlah batas wewenang yang dimilikinya

untuk pengesahan. Setelah ditandatangani, maka slip setoran tersebut disampaikan

kembali kepada teller.

4. Teller mendistribusikan slip setroan tersebut, yaitu lembaran pertama kepada debitur atau

penyetor, lembaran kedua untuk file teller, dan lembaran ketiga kepada petugas prima

nota.

5. Petugas prima nota mencatat transaksi itu dalam kartu rekening pinjaman debitur yang

bersangkutan dan membubuhkan paraf. Kenudian menyerahkan slip setoran beserta kartu
rekening pinjaman debitur kapda kepala unit kerjanya yang berwenang untuk diperiksa

kebenaran pengisian kartu dan memaraf pada saldonya.

6.  Setelah itu, kartu rekening pinjaman debitur tersebut dikembalikan kepada petugas prima

nota dan slip setoran diserahkan kepada unit akuntansi untuk dibukukan.

c. Prosedur Peneriman Setoran Dengan Pemindah Bukuan

1. Debitu B mengisi slip setoran dalam rangkap 3 dan menyerahkan slip setoran kepada

teller.
2. Teller meneliti keabsahan cek dengan memperhatikan pemenuhan formal cek, melihat

daftar pembatalan cek, dan kesesuaian antara tanda tangan penarik dengan kartu

spicement yang bersangkutan.

3. Teller menghubungipetugas prima nota yang menangani rekening giro nasabah A, untuk

mengetahui apakah saldo yang bersankutan masih cukup tersediauntuk pembayaran cek

tersebut.

4. Teller menandatangani slip setoran sesaui dengan batas wewenangnya dan memberi

stempel validating, kemudian menyerahkan slip setoran lembaran pertama kepada

debitur , serta meneruskaan slip setoran lembaran ketiga kepada petugas prima nota.

5. Atas dasar warkat – warkat tersebut, petugas prima nota mencatat mutase tersebut

kedalam masing – masing rekening, yaitu kredit untuk rekening pinjaman debitur B dan

debet untuk rekening giro nasabah A, dan membubuhkan parafnya serta meneruskan

kapda atasnnya yang berwenang untuk diperiksa kebenarannya. Telah itu cek dan slip

setoran diteruskan kepada unit akuntansi untuk dibukukan.

Anda mungkin juga menyukai