Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 2 ASAS-ASAS MANAJEMEN

Setelah mempelajari Materi Inisiasi 4 dan 5, silahkan jelaskan pendapat Anda tentang hal-hal berikut
ini:

1. Apa yang dimaksud dengan organisasi sebagai suatu sistem? (Skor 25)
2. Mengapa seorang manajer harus mendelegasikan wewenang? (Skor 15)
3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam staf. (Skor 20)
4. Mengapa ilmu perilaku diperlukan dalam pelaksanaan fungsi aktuasi? (Skor 20)
5. Apa yang harus dilakukan untuk menjadi seorang pemimpin dan apa ciri-ciri yang
membedakan pemimpin dan bukan pemimpin? (Skor 20)

JAWAB
1. Mirrian Sofyan (2005:1.10) menyatakan teori modren memandang organisasi sebagai suatu
sistem yang berproses. Sistem adalah bagian-bagian dari organisasi yang berhubungan satu sama
lain menjadi satu kesatuan secara keseluruhan. Bagian-bagian itu terdiri atas faktor luar dan
faktor dalam organisasi. Organisasi merupakan suatu sistem yang berproses secara terbuka,
artinya sistem tersebut tidaklah statis. Sebagai sistem yang berproses maka organisasi memiliki
peluang untuk melakukan perubahan atas masukan ataupun pengaruh dari lingkungan
sekitarnya. Untuk itu organisasi seharusnya terbuka terhadap masukan-masukan yang ada.
Dikatakan terbuka karena sebagai suatu sistem, organisasi mendapat masukan atau dipengaruhi
sumber energi dari lingkungan sekitarnya, misalnya modal, material, informasi, sumber tenaga
manusiawi (masukan/input). Masukan tadi diolah menjadi suatu hasil produksi melalui proses
transformasi dan untuk selanjutnya diteruskan sebagai suatu keluaran (output) berupa barang
atau jasa untuk digunakan oleh pengguna. Para pengguna itu nantinya akan memberikan umpan
balik yang dapat berperan sebagai masukan dalam proses selanjutnya. Umpan balik tadi
sesungguhnya berperan sebagai suatu mekanisme yang turut mengatur kehidupan suatu
organisasi.

2. Pendelegasian wewenang merupakan sesuatu yang vital dalam organisasi. Atasan perlu
melakukan pendegasian wewenang agar mereka bisa menjalankan operasi manajemen dengan
baik. Selain itu, pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin besarnya
organisasi. Bisa seorang atasan tidak mau mendelegasikan wewenang, maka sesungguhnya itu
tidak butuh siapa-siapa selain dia sendiri.
Yang penting disadari adalah di saat kita mendelegasikan wewenang kita memberikan
otoritas pada orang lain, namum kita sebenarnya tidak kehilangan otoritas orisinilnya. Ini yang
sering dikhawatirkan oleh banyak orang. Mereka takut bisa mereka melakukan delegasi, mereka
kehilangan wewenang, padalah tidak, karena tanggung jawab tetap berada pada sang atasan.
Pendelegasian (pelimpahan wewenang) merupakan salah satu elemen penting dalam fungsi
pembinaan. Sebagai manajer perawat dan bidan menerima prinsip-prinsip delegasi agar menjadi
lebih produktif dalam melakukan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Delegasi wewenang adalah
proses dimana manajer mengalokasikan wewenang kepada bawahannya.
Alasan pendelegasian :
Ada beberapa alasan mengapa pendelegasian diperlukan.
1. Pendelegasian memungkinkan manajer mencapai hasil yang lebih baik dari pada semua kegiatan
ditangani sendiri.
2. Agar organisasi berjalan lebih efisien.
3. Pendelegasian memungkinkan manajer dapat memusatkan perhatian terhadap tugas-tugas
prioritas yang lebih penting.
4. Dengan pendelegasian, memungkinkan bawahan untuk tumbuh dan berkembang, bahkan dapat
dipergunakan sebagai bahan informasi untuk belajar dari kesalahan atau keberhasilan.

3. Macam-macam staff
a. Staf Spesialis
Pejabat yang berada dalam stuktur organisasi lini dan staf dengan tugas-tugas khusus ( bidang
spesalis tertentu) yang membantu pimpinan dan manajer.
b. Staf Penasihat
Bertugas memberi nasihat atau pertimbangan kepada manajer lini.
c. Staf pelayanan
Melakukan serangkaian kegiatan yang sifatnya terpisah dari pekerjaan lini. Bertugas mengambil
keputusan baik peting atau tidaknya hanya untuk unitnya sendiriatau dapat lebih luas yaitu
menyangkut organisasinya sendiri.
d. Staf pengawasan
Melakukan tindakan pengawasan atas unit-unit yang berada dalam satuan organisasi secara
langsung atau tidak langsung.
e. Staf fungsional
Wewenang staf fungsional menyangkut kegiatan yang bersifat khusus.
f. Staf Pribadi
Memiliki wewenang staf terbatas yaitu hanya membantu pimpinan dalam mengatasi pekerjaan yang
sifatnya tertentu dan tidak dapat mempergunakan wewenang lini yang berada diluar unitnya.
4. Fungsi aktuasi merupakan gerak pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan yang berupa fungsi
perencanaan dan fungsi pengorganisasian. Fungsi aktuasi adalah fungsi yang harus dijalankan oleh
setiap manajer dalam hubungan dengan pegawai atau pekerja di bawahnya. Sebagai suatu proses,
aktuasi dimulai dari diri sendiri. Dalam diri seorang manajer selayaknya tertanam tekad untuk
mencapai kemajuan dan kemampuan untuk bekerja sama secara harmonis dengan orang-orang lain.
Pendekatan perilaku adalah pendekatan yang menekankan pada pemahaman perilaku orang-oramg
didalam sebuah organisasi sehingga seorang manajer harus mempelajari secara mendalam tindakan
orang yang berada dalam sebuah organisasi tersebut. Tindakan ini disebut dengan perilaku
organisasi yaitu suatu kajian ilmiah yang mengkaji tindakan orang-orang yang terlibat dalam
organisasi tersebut. Pendekatan perilaku merupakan pendekatan yang percaya bahwa jika manajer
berfokus pada karyawan bukan pada produksi mekanistik, maka pekerjaan menjadi lebih puas dan
dengan demikian, lebih produktif. Mereka mendukung gagasan manajer harus paternalistik dan
memelihara dalam rangka membangun kelompok kerja yang produktif dan kuat. Studi ini merupakan
sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan
metode-metode dari berbagai ilmu. Antara lain yaitu ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi,
dan psikologi. Gerakan ilmu perilaku menekankan perlunya untuk studi ilmiah dari elemen
manusia organisasi.Model ini menekankan perlunya karyawan untuk tumbuh dan berkembang
mempertahankan harga diri dan tetap produktif. Prespektif manajemen perilaku (behavioral
management perspective) menekankan pada pentingnya manajemen memerhatikan perilaku dan
kebiasaan individu manusia yang terdapat dalam sebuah organisasi dan pentingnya pula manajemen
melakukan perubahan perilaku dan kebiasaan manusia yang ada dalam organisasi agar organisasi
dapat berjalan dengan baik. Pentingnya ilmu perilaku dalam rangka pelaksanaan fungsi aktuasi
karena pemahaman atas ilmu perilaku merupakan prasyarat untuk keberhasilan pelakasanaan fungsi
aktuasi.

5. Untuk menjadi seorang pemimpin seseorang harus rela mengesampingkan kepentingan


pribadinya sebagai pengorbanan dan mendahulukan kepentingan organisasinya  untuk mencapai
tujuannya. Mampu melakukan komunikasi persuasif agar para staffnya bisa mencontohkan segala
apa yang telah diintruksikan dengan baik untuk mencapai tujuan bersama.

 Ciri-ciri yang membedakan pemimpin dan bukan pemimpin

Pemimpin Bukan Pemimpin


1. Memberi semangat pengikutnya 1.      Memaksa dan menarik pengikutnya
2. Menyelesaikan pekerjanaan dan
2.      Menyelesaikan pekerjaan dengan
mengembangkan pengikutnya. mengorbankan pengikutnya.

3. Menunjukkan kepada pengikutnya


3.      Memberikan kekuatan dengan ancaman
bagaimana menjalankan dan paksaan
pekerjaannya

4. Memikul kewajiban dan tanggung


4.      Melepaskan tanggung jawab
jawab

5. Memperbaiki kegagalan yang terjadi


5.      Menyalahkan orang lain atas kegagalan
dalam pencapaian tugas yang dialami.

Referensi : BMP ISIP4111 ASAS-ASAS MANAJEMEN

Anda mungkin juga menyukai