Anda di halaman 1dari 2

Jelaskan pendapat Saudara mengenai dampak COVID 19 dan era Revolusi Industri 4,0  

dalam
kaitannya dengan Proses Pelayanan Jasa. Tolong dikaji dengan melihat matrik interaksi layanan jasa
“Fritzsimmons”

JAWABAN

Jasa atau pelayanan merupakan suatu perbuatan, kinerja dan usaha. Meskipun
beberapa jasa atau pelayanan bisa menghasilkan produk fisik seperti laporan
konsultasi, namun apa yang selalu dipandang penting dalam semua pelayanan
adalah transformasi atau penyampaiannya dalam pikiran, tubuh, milik, atau
informasi pelanggan. Transformasi tersebut dicapai dengan seperangkat kegiatan
yang memiliki tujuan melalui suatu proses. Pelanggan menerima kontak dengan
organisasi jasa ketika tubuh, pikiran, kekayaan, atau informasinya diproses. Hal
inilah yang sering disebut dengan menemukan pelayanan (the service encounter).

Revolusi Industri 4.0 merupakan salah satu pelaksanaan proyeksi teknologi


modern Jerman 2020 yang diimplementasikan melalui peningkatan teknologi
manufaktur, penciptaan kerangka kebijakan srategis, dan lain sebagainya. Ditandai
dengan kehadiran robot, artificial intelligence, machine learning, biotechnology,
blockchain, internet of things (IoT),serta driverless vehicle. Bidang pendidikan
sangat berkaitan dengan Revolusi Industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan untuk
mendukung pola belajar dan pola berpikir serta mengembangkan inovasi kreatif
dan inovatif dari peserta didik, guna mencetak generasi penerus bangsa yang
unggul dan mampu bersaing.

Contohnya : Virus Corona/Covid 19 dan Pelayanan Bidang Pendidikan Era


4.0 dan bidang pekerjaan

Covid-19 yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari
coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini menyerang sistem pernapasan.
Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid-19. Virus Corona bisa
menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai
kematian. Indonesia saat ini tengah menghadapi hari-hari melawan covid-19,
bahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(Menteri PAN-RB) telah mengeluarkan surat edaran baru yang pada intinya
menyatakan perpanjangan masa bekerja dari rumah (Work From Home) dan
penyesuaian sistem kerja.

Menurut saya, Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 untuk menggambarkan


berbagai cara mengintegritaskan teknologi cyber baik secara fisik maupun non
fisik dalam pembelajaran. Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 adalah fenomena
yang merespons kebutuhan revolusi industri dengan penyesuaian kurikulum baru
sesuai situasi saat ini. Kurikulum tersebut mampu membuka jendela dunia melalui
genggaman contohnya memanfaatkan internet of things (IOT). Di sisi lain pengajar
juga memperoleh lebih banyak referensi dan metode pengajaran.
Sehingga tidak saling kontak fisik namun dapat bertukar informasi dan aksi itulah
yang menjadi ide dasar dari Revolusi Industri 4.0. Indonesia sebenarnya akan
menerapkan konsep tersebut secara besar-besaran pada tahun 2030 nanti melalui
program Making Indonesia 4.0. Namun di tengah pandemi ini, uniknya bukan
selalu pemerintah yang melakukan konversi besar-besaran layaknya pada konversi
gas LPG tempo lalu. Swasta berlomba-lomba menyiapkan solusi berbasis digital,
dan masyarakat mencari jalan alternatifnya sendiri dalam upaya pemenuhan
kebutuhan di tengah social and phisical distancing. Lebih bombastisnya, aktivitas
berbasis digital ini menyasar seluruh lapisan masyarakat.

Dan untuk pelajar seluruh jenjang pendidikan diberlakukan pendidikan dalam


jaringan (daring). Atau mereka lebih senang menyebutnya dengan belajar online.
Platform learning management system (LMS) menjadi andalan dalam proses
kegiatan belajar mengajar secara daring. Platform yang digunakan sangat
bervariasi, ini memudahkan siswa dan pengajar untuk memilih preferensi nya
sendiri. Mungkin juga akan lebih baik jika pemerintah meluncurkan platform resmi
dan terintegrasi. Sehingga seluruh kegiatan pembelajaran daring dapat
dimonitoring guna memenuhi standar mutu yang diharapkan. Tak terasa, aktivitas
seperti ini merupakan implementasi dari konsep Edukasi 4.0.

Bagi perguruan tinggi, Revolusi Industri 4.0 diharapkan mampu mewujudkan


pendidikan cerdas melalui peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan,
perluasan akses dan relevansi dalam mewujudkan kelas dunia. Untuk mewujudkan
hal tersebut interaksi pembelajaran dilakukan melalui blended learning (melalui
kolaborasi), project based-learning (melalui publikasi), flipped classroom (melalui
interaksi publik dan interaksi digital).

Begitu juga bagi Pekerja baik swasta maupun negeri sudah mulai terbiasa
mengoperasikan gadget untuk keperluan bekerja dari rumah. Mayoritas mereka
sekarang sudah menginstall aplikasi web/tele conference untuk melakukan rapat
secara virtual. Presentasi pekerjaan dapat dilakukan tanpa hadir di kantor. Isu
kendala adalah apakah integritas dan responbilitas setiap pekerja itu dapat
dipastikan sama dengan saat bekerja seperti biasa di kantor? Isu itu menjadi
pembelajaran mandiri bagi pekerja, kerja lebih fleksibel namun tetap kredibel.

Anda mungkin juga menyukai