Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Informatika dan Bisnis

ANALISIS DAN PERANCANGAN TEKNOLOGI FRAME RELAY


DENGAN MENGGUNAKAN ENCHANCED INTERIOR GATEWAY
ROUTING PROTOCOL (EIGRP): STUDI KASUS PADA PT.XYZ
Fuad Mumtas1)
1)
Staf Pengajar Program Studi Sistem Informasi
Universitas Bina Nusantara
Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat 11480
fuadmumtas@binus.ac.id

ABSTRACT
The purpose of this research was to determine and design the Wide Area Network (WAN) at PT.
XYZ. The method used is the method of analysis that includes field surveys, interviews with
administrators, library research, design and simulation, and evaluation. The design and simulation of
the network used is Dynamips and OPNET Network Simulator. Based on the comparison of WAN
technology and the needs of users is obtained that the Frame Relay technology suitable for connecting
headquarters with branch offices in PT. XYZ. Based on simulation of routing protocol comparison
has been done it can result EIGRP smallest impact on Frame Relay in terms of bandwidth usage,
summarization would reduce the size of routing updates and load balancing to set the path, so that the
data transmission time of data transmission becomes more efficient. The conclusions that can be
drawn from the results of the evaluation is, the use of Frame Relay and Routing Protocol EIGRP
allows network in PT. XYZ to evolve and adapt according to the needs.

Keywords: WAN, Frame Relay, EIGRP

1. PENDAHULUAN menggunakan teknologi frame relay dan routing


Perkembangan perusahaan saat ini tidak protocol EIGRP dapat menghubungkan jaringan
lepas dari penggunaan teknologi khusunya LAN di kantor pusat dengan kantor cabang agar
komputer dan jaringan komputer. Komputer dan dapat saling berkomunikasi secara real time
jaringan komputer menjadi barang wajib bagi dengan keamanan yang cukup baik.
setiap perusahaan besar maupun kecil untuk
membantu pemrosesan, distribusi, serta 2. LANDASAN/KERANGKA
pengolahan data. PEMIKIRAN
PT. XYZ merupakan perusahaan yang 2.1. Jaringan Komputer
bergerak dalam bidang pembuatan helm. Lukas [1] (2006) Jaringan komputer
Perusahaan ini telah lulus uji ISO dan SNI merupakan sebuah sistem yang terdiri dari
sebagai bukti kualitas barang yang diproduksi. komputer-komputer dan perangkat jaringan
Perusahaan telah mengimplementasi penggunaan lainnya yang saling berhubungan satu sama lain
jaringan LAN untuk mendukung proses lalu- dan dapat saling berinteraksi untuk mencapai
lintas informasi didalam perusahaan. Tapi suatu tujuan yang sama. Menurut sifat hubungan
seiiring dibukanya kantor cabang baru, maka jaringan komputer ini dapat dibedakan menjadi 2
penggunaan jaringan LAN tidak lagi dapat (dua) kategori, yaitu bersifat permanen (selalu
diandalkan. terkoneksi) ataupun sementara (koneksi ada
PT. XYZ membutuhkan membangun ketika dibutuhkan).
jaringan baru yang dapat mencakup wilayah Adapun model-model perangkat jaringan
geografis yang lebih luas seperti Wide Area yang merupakan bagian dari jaringan komputer
Network (WAN). Jaringan WAN yang itu sendiri yaitu seperti berikut:

1
Jurnal Informatika dan Bisnis

a. Modem (Modulator Demodulator) komputer terakhir terhubung ke komputer


Modem digunakan untuk mengubah yang pertama sehingga membentuk model
informasi digital menjadi sinyal analog dan seperti cincin.
sebaliknya. e. Topologi Mesh
b. Repeater Topologi ini mengatur setiap peralatan yang
Repeater merupakan network device yang ada didalam jaringan saling terhubung satu
digunakan untuk memperkuat kembali sama lain
sinyal komunikasi jaringan.
c. Hub 2.3. Topologi Logical
Hub menghubungkan semua komputer yang Topologi logical merupakan topologi yang
terhubung ke LAN. Hub tidak mampu menentukan bagaimana antara suatu user dapat
menentukan tujuan, hanya mentransmisikan saling berkomunikasi antar medium. Ada 2
sinyal ke setiap line yang terkoneksi macam Topologi logical yang sering digunakan
dengannya dengan menggunakan mode yaitu:
half-duplex. a. Broadcast
d. Bridge Metode Broadcast bekerja dengan cara
Bridge berfungsi untuk membatasi collision mengirimkan data kepada semua host / user
domain kelebihan dalam menentukan pada medium jaringan yang sama.
alamat tujuan. b. Token passing
e. Switch Metode Token passing bekerja dengan cara
Switch merupakan pengembangan dari hub menandakan sebuah token kepada setiap
dan memiliki kelebihan dapat beroperasi host yang digilir secara berurutan,dan hanya
dengan mode full-duplex Host yang yang memegang token tersebut
f. Router yang diberi hak untuk mengirimkan data.
Router berfungsi untuk menghubungkan
jaringan yang berbeda dan dapat juga untuk Stallings [3] (2001) Berdasarkan luas
memfilter informasi pada jaringan yang daerah jangkauannya,jaringan komputer dapat
berbeda dibagi menjadi 3 yaitu:
a. Local Area Network (LAN)
2.2. Topologi fisikal Jaringan LAN adalah jaringan yang
Topologi fisikal merupakan topologi yang menghubungkan beberapa komputer dalam
susunannya berdasarkan kabel dan suatu local area (biasanya dalam satu
medianya.Topologi fisikal terbagi menjadi: gedung atau antar gedung). Biasanya
a. Topologi Bus digunakan di dalam rumah, perkantoran,
Topologi bus menggnakan satu kabel untuk perindustrian, universitas atau akademik,
menghubungkan komputer yang ada pada rumah sakit dan daerah yang sejenis.
jaringan. Jaringan LAN memiliki jarak dibawah 10
b. Topologi Bintang (Star) km.
Topologi star menggunakan perangkat b. MAN (Metropolitan Area Network)
jaringan seperti hub atau switch sebagai MAN pada dasarnya merupakan versi LAN
pusat untuk menghubungkan komputer yang berukuran lebih besar dan biasanya
yang ada. memakai teknologi yang sama dengan
c. Topologi Bintang Hybrid (Hybrid Star LAN. MAN merupakan pilihan untuk
Network) membangun jaringan komputer antar kantor
Merupakan beberapa topologi star yang dalam suatu kota dan memiliki jarak dengan
bergabung menjadi satu. radius 10 – 50 km.
d. Topologi Cincin (Ring) c. Wide Area Network (WAN)
Pada topologi ring, setiap komputer WAN adalah sebuah jaringan yang
terhubung ke komputer selanjutnya, dengan memiliki jarak yang sangat luas karena

2
Jurnal Informatika dan Bisnis

radiusnya mencakup sebuah negara dan aplikasi,serta memberi layanan keamanan


benua atau biasa dibilang juga gabungan data serta proses penyimpanan file.
dari beberapa MAN.. g. Application Layer
Layer yang paling dekat dengan end user
2.4. Model OSI (Open Systems ini berguna untuk menyediakan akses ke
Interconnection) lingkungan OSI untuk pemakai dan hanya
Tanenbaum [5] (2003) Model OSI menyediakan pelayanan distribusi informasi
distandarisasikan oleh International
Organization for Standardization (ISO). Model 2.5. Model TCP/IP
referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam Model TCP/IP (Transmission Control
7 layer dimana masing-masing layer memiliki Protocol / Internet Protocol) merupakan hasil
fungsi jaringan yang spesifik seperti berikut: eksperimen dan pengembangan terhadap
a. Physical Layer ARPANET, sebuah packet-switching network
Physical Layer berfungsi untuk menyiapkan milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
sistem penyambung physic ke jaringan dan Model ini biasa disebut sebagai Internet protocol
menyesuaikannya sehingga aliran data suite. Model TCP/IP terbagi atas 4 layer yaitu
dapat melewati saluran dengan baik.Alat – sebagai berikut:
alat yang berkerja di layer ini adalah: a. Network Access Layer
hub,dan repeater. Layer ini berada paling bawah dalam
b. Data Link Layer arsitektur TCP/IP. Layer ini bertanggung
Data Link Layer berfungsi untuk jawab atas semua komponen physical dan
penyediaan kepercayaan pengiriman logical yang diperlukan untuk membuat
informasi melewati jaringan fisik, mengirim link, mencakup physical interface antar
blok data dengan penyeragaman, error device, menentukan karakteristik media
kontrol, dan flow kontrol. Alat – alat yang transmisi, sifat-sifat sinyal, dan data rate.
berkerja di layer ini adalah : bridge,dan b. Internet Layer
switch. Layer ini bertugas membagi segmen TCP
c. Network Layer menjadi paket dan mengirimnya ke network
Network Layer berfungsi penyediaan tujuan. Paket mencapai network tujuan
fasilitas pada transport, agar data dapat secara bebas, tidak terikat oleh jalur yang
sampai ke tujuan. Untuk itu proses diambil. Proses pemilihan jalur terbaik dan
penyambungan dilakukan dan juga proses packet switching terjadi pada layer ini.
pengendalian jaringan dilakukan. Alat – alat c. Transport Layer
yang berkerja di layer ini adalah : router. Layer ini bertanggung jawab atas masalah
d. Transport Layer reliabilitas, flow control, dan error
Fungsi dasar transport layer adalah correction, membuat logical connection
menyediakan kepercayaan, kejerniahan antara source dan destination. Protokol
transfer data di akhir point serta yang mengatur layer ini adalah Transfer
menyediakan end to end error recovery,dan Control Protocol (TCP). TCP membagi
flow control. informasi dari layer aplikasi menjadi
e. Session Layer segmen. Selain TCP, protokol yang bekerja
Session Layer membangun, mengatur dan pada layer ini adalah User Datagram
memutuskan hubungan (sesi) antara Protocol (UDP).
aplikasi yang saling terkait serta d. Application Layer
menyediakan struktur kendali komunikasi Layer ini berada paling atas dalam
antara aplikasi arsitektur TCP/IP. Layer ini melingkupi
f. Presentation Layer representasi data, encoding, dan dialog
Presentation Layer digunakan untuk control. Protokol yang bekerja pada layer
menyediakan kebutuhan pada proses ini antara lain: File Transfer Protocol

3
Jurnal Informatika dan Bisnis

(FTP), Hypertext Transfer Protocol dengan broadcasting ataupun


(HTTP), Simple Mail Transfer Protocol nonbroadcasting. Router OSPF menentukan
(SNMP), Domain Name System (DNS), router mana yang menjadi adjacent
Trivial File Transfer Protocol (TFTP), berdasarkan tipe jaringan yang terhubung.
Telnet, Simple Network Management c. Intermediate System-to-Intermediate
Protocol (SNMP). System (IS-IS)
IS-IS merupakan Interior Gateway Protocol
2.6. Routing Protocol (IGP) yang menggunakan algoritma link-
Sembiring [2] (2001) Routing merupakan state untuk mencari informasi diseluruh
pemilihan rute dalam sebuah jaringan yang jaringan untuk menciptakan sebuah
digunakan untuk mengirimkan data.Ada 2 jenis gambaran dari topologi jaringan. IS-IS
routing yang pada umumnya sering digunakan adalah OSI hirarki routing protokol yang
oleh umum yaitu : dirancang untuk perangkat intermediate
a. Static Routing system. Untuk saat ini routing procotol IS-
Konfigurasi routing yang dilakukan secara IS hanya digunakan di Amerika serikat,dan
manual. untuk di negara lain belum ada yang
b. Dynamic Routing menggunakan jenis routing protocol ini.
Konfigurasi routing yang dilakukan secara d. Enhanced Interior Gateway Routing
dinamis dengan menggunakan routing Protocol (EIGRP)
protocol. Cisco Documentation [6] (2011) EIGRP
merupakan advanced Cisco distance vector
Routing protocol pada umumnya terbagi routing protocol yang mulai dirilis pada
menjadi dua bagian yaitu sebagai berikut : tahun 1994 untuk mengatasi kelemahan –
a. Routing Information Protocol versi 2(RIP v kelemahan dari IGRP. EIGRP merupakan
2) Cisco proprietary yang hanya dapat
RIPv2 merupakan routing protocol IGP digunakan jika menggunakan peralatan
yang menggunakan algoritma distance Cisco EIGRP mendukung Variable-Length
vector dengan maksimal hop count 15. Subnetwork Masks (VLSM), yang sangat
RIPv2 dibuat untuk mengatasi kekurangan berguna untuk menghemat pemakaian IP
dari RIPv1 yang tidak mendukung yang dipesan untuk setiap subnet. VLSM
VLSM,jaringan broadcast, dan dilakukan dengan harapan dapat
Summarization secara classfull(memiliki meningkatkan jumlah alamat yang bisa
subnetmask yang sama di setiap subnet dipakai.
yang berada dalam jaringannya). EIGRP juga menggunakan algoritma
b. Open Shortest Path First (OSPF) distance vector dengan maksimal hop count
OSPF merupakan link-state routing 224 yang jauh lebih banyak dibandingkan
protocol yang didasarkan standar yang dengan RIP yang hanya memiliki 15 hop
boleh digunakan oleh umum. OSPF count.
mengumpulkan informasi dari neighbor EIGRP menggunakan metode Diffusing
routers tentang status link setiap router Update Algorithm (DUAL) untuk
OSPF. Informasi dikirim ke semua router memastikan operasi yang bebas loop
tetangganya. Sebuah router mengumumkan selama penghitungan route, sehingga semua
link-states-nya sendiri dan mengirimkan router yang terlibat dapat bertukar
link-states yang diterimanya. Ketika sebuah informasi dalam waktu yang sama. Dengan
link nyala ataupun mati, sebuah link-state adanya DUAL, maka jaringan cepat
advertisement (LSA) dibuat. konvergen.
OSPF mendukung tiga macam koneksi dan Selain itu EIGRP juga mendukung unequal
jaringan, antara lain: point-to-point lines load balancing yang digunakan untuk
antara dua router, dan jaringan multiaccess menambah bandwith yang ada dengan

4
Jurnal Informatika dan Bisnis

menload 2 koneksi yang berbeda antar koneksi ISP yang saling berbeda
bandwithnya.Fitur Unequal load balancing autonomous systems.
hanya terdapat pada EIGRP,tidak dimiliki
oleh RIPv2,OSPF dan yang laiinnya 2.7. Teknologi WAN
e. Border Gateway Protocol (BGP) Stephen [4] (2003) Wide Area Network atau
BGP merupakan Exterior Gateway Protocol Jaringan skala luas saat ini mungkin suatu istilah
(EGP) yang digunakan terutama untuk yang tidak asing lagi,terutama merupakan solusi
koneksi terpisah routing domain yang IT bagi sebuah perusahaan bisnis dan institusi.
berbeda autonomous systems. Umumnya Berikut Merupakan gambar pembagian
BGP digunakan untuk menghubungkan teknologi WAN :

Gambar 2.1. Pembagian Teknologi WAN

2.8. Leased Line a. Symmetric DSL (SDSL)


Teknologi WAN yang menyediakan Symmetric DSL berarti kecepatan upload
komunikasi point-to-point dari customer ke sama dengan kecepatan download.
penyedia jaringan sampai tujuan. bandwidth b. Asymmetric DSL (ADSL)
yang dibutuhkan dan jarak antara dua tempat Asymmetric DSL kecepatan uploadnya
yang dihubungkan menentukan harga dari sirkuit berbeda dengan kecepatan download, dan
yang dipesan.. Kecepatan leased line dapat biasanya kecepatan downloadnya lebih
mencapai 64 Kbps-45Mbps. Biaya untuk leased besar dari uploadnya.
line sendiri pun bisa menjadi lebih mahal ketika
digunakan untuk menghubungkan untuk banyak 2.10. Integrated System Digital Network (ISDN)
tempat karena setiap end-point membutuhkan Teknologi yang memungkinkan membawa
penambahan interfaces. data digital pada kabel analog dengan membawa
data lebih besar dan proses koneksi lebih cepat
2.9. Digital Subscriber Line (DSL) dari dial-up biasa. ISDN menjadi trend pada era
Teknologi WAN yang satu ini tahun 90an dikarenakan teknologi ini dapat
menggunakan jaringan telpon yang ada untuk membawa paket data dengan kecepatan yang
mengirimkan data yang besar bagi clientnya. tinggi,namun dahulu cocok dengan infrastruktur
Ada 2 macam DSL yang sering digunakan last miles di indonesia.
yaitu:

5
Jurnal Informatika dan Bisnis

Channel yang dapat digunakan pada Circuits (PVC). VC yang sudah didefinisikan
Leased line: masuk dalam kategori Permanent Virtual
a. Channel B : speed rate 64 Kbps Circuits (PVC) . Switched virtual circuits (SVC)
Jenis channel ini digunakan untuk merupakan koneksi sementara yang dibuat untuk
membawa hampir semua tipe data digital. setiap pengiriman data. Frame Relay
b. Channel D : speed rate 16 Kbps menggunakan PVC untuk membentuk kanal
Jenis channel ini ini bisa dijadikan satu layer fisik antar lokasi jaringan, dan multiple
kelompok transmisi. PVC tersebut dapat diterapkan pada sebuah
sirkuit tunggal. Protokol yang digunakan untuk
2.11. Cable Modem mengatur pertukaran pesan secara teratur adalah
Cable modem banyak dipakai di perkotaan Local Management Interface (LMI).
untuk menyalurkan signal televisi dengan Frame Rrelay banyak digunakan karena
menggunakan kabel coaxial sebagai medianya. biaya lebih murah bila dibandingkan dengan
Sebuah cable modem mampu mengirim data 30- leased line dan ATM, persyaratan lebih fleksible,
40 Mbps dalam 6MHz kabel.Keuntungan dari dan lebih reliable.
Cable modem adalah menyediakan koneksi yang Untuk speed rate, Frame Relay sama
selalu aktif dan pemasangan yang mudah. dengan leased line bisa mencapai 64 Kbps-45
Contoh ISP yang menggunakan teknologi Cable Mbps.
Modem adalah Fastnet. Frame Relay memiliki 3 topologi jaringan
yaitu :
2.12. Asynchronous Tranfer Mode (ATM) a. Star ( hub and spoke)
ATM merupakan teknologi WAN yang Pada topologi star,seluruh pengiriman data
dapat mengirim berbagai jenis data melalui tersentral ke dalam satu titik yang disebut
jaringan pribadi ataupun umum.Karakteristik hub.
ATM terbagi atas cell – cell. b. full mesh
Besar sebuah cell adalah 53 bytes, dimana Pada topologi ini setiap router saling
headernya berukuran 5 bytes. Untuk speed rate dihubungkan satu sama lain.
dari ATM bisa mencapai 1.544 Mbps- 9953 c. partial mesh.
Mbps. Partial mesh merupakan kombinasi antara
topologi star dan full mesh.
2.13. X.25 Frame Relay yang bekerja pada layer 1 dan
X.25 dibuat untuk merespon mahalnya dari 2 pada model OSI digunakan untuk
penggunaan teknologi leased line. X.25 menghubungkan antar LAN,melayani pertukaran
merupakan protokol layer ketiga dari OSI,dan data dari perusahaan dengan lokasi server yang
dimasukkan dalam kategori Virtual Circuit terpusat dan delay yang kecil saat
(VC).Pada masa sekarang X.25 sudah tidak transmisi.Kemampuan untuk mengatur output
dapat digunakan lagi karena mempunyai lalu lintas melalui jaringan Frame Relay disebut
kapasitas yang rendah.Hal ini disebabkan oleh Frame Relay Traffic Shaping.
pemakaian extensive error checking, yaitu error Adapun jenis – jenis dari Traffic Shaping
dan flow control. antara lain :
a. Minimum CIR (MinCIR)
2.14. Frame Relay Merupakan Rate transmisi terendah pada
Frame Relay yang termasuk ke dalam VC infterface yang digunakan.
merupakan jaringan multiakses yang dibuat b. Commited Information Rate (CIR)
untuk mengatasi kelemahan – kelemahan dari Merupakan jaminan throughput terendah
X.25. Virtual Circuit merupakan jalur pada kondisi terpadat.
komunikasi secara logikal antara sepasang DTE c. Excess Information Rate (EIR)
,dan terbagi atas dua kelompok yaitu Switched Merupakan bandwidth tambahan diatas CIR
Virtual Circuits (SVC) ,dan Permanent Virtual yang masih akan didapatkan pelanggan.

6
Jurnal Informatika dan Bisnis

Besarnya EIR, sebesar kecepatan akses Mengambil informasi dari sumber buku
dikurangi CIR. yang ada di perpustakaan, informasi dari
d. Committed burst (Bc) penelitian sebelumnya, dan informasi dari
Merupakan jumlah bit yang berada dalam internet yang sedikit berguna bagi kami.
Tc. 2. Metode analisis
e. Excess burst (Be) a. Melakukan survei dan wawancara
Merupakan jumlah bit berlebih setelah dengan karyawan untuk mengetahui
dikurangi Bc. sistem yang berjalan
f. Committed time (Tc) b. Melakukan analisis terhadap informasi
Merupakan selang waktu yang dibutuhkan, yang didapat.
yaitu Bc ÷ CIR. Tc disarankan kurang dari c. Mengumpulkan informasi yang
125 ms. dibutuhkan dari berbagai media.
d. Identifikasi persyaratan sistem yang
Untuk pemeriksaan kesalahan pada Frame dibutuhkan.
Relay digunakanlah mekanisme Cyclic
Redundancy Check (CRC).Cara kerja CRC yaitu 3. Perancangan dan simulasi
dengan membandingkan dua nilai untuk Perancangan sistem yang sudah
menentukan apakah muncul kesalahan selama direncanakan disimulasikan dan diuji coba
transmisi dari sumber ke tujuan.Frame relay pada jaringan dengan skala yang lebih kecil
membantu mengatasi beban jaringan dengan cara menggunakan network simulator tanpa
mengimplementasikan pemeriksaan kesalahan harus menganggu kinerja perusahaan.
dibandingkan dengan memperbaiki kesalahan. 4. Evaluasi
Evaluasi akan diambil berdasarkan hasil
2.15. Virtual Private Network (VPN) yang didapat dari simulasi sistem jaringan
VPN adalah perkembangan dari network baru kemudian dibandingkan dengan sistem
tunneling yang dilakukan di dalam jalur jaringan yang sudah ada.
internet.Tunneling merupakan metode untuk
pertukaran data dari satu jaringan ke jaringan 4. HASIL PENELITIAN DAN
lain dengan memanfaatkan jaringan internet PEMBAHASAN
dengan proses enkapsulasi dan dekapsulasi. .
Dengan tunneling, dua kelompok jaringan
4.1. Permasalahan yang Dihadapi
Permasalahan yang dihadapi oleh PT. XYZ
komputer yang terpisah oleh satu atau lebih
antara lain :
kelompok jaringan komputer diantaranya dapat
a. Proses pengiriman data seperti PO ataupun
disatukan, sehingga seolah-olah kedua kelompok
data-data Customer dirasa masih
jaringan computer tersebut tidak terpisah. Hal ini
menyulitkan karena harus dilakukan
dapat dilakukan dengan melakukan enkapsulasi
menggunakan fax ataupun kurir.
terhadap paket jaringan yang dikirimkan.
b. Penawaran harga ke customer harus
ekurangan dari proses tunneling adalah
menunggu bagian Finance &
Maximum Transfer Unit (MTU) setiap paket
Administration mengirimkan daftar harga
yang dikirim menjadi lebih kecil, karena
yang telah disetujui ke bagian Sales &
diperlukan ruang tambahan untuk menambahkan
Marketing.
header IP hasil enkapsulasi paket yang
c. Kantor pusat tidak bisa mengaksese
dikirimkan.
database kantor cabang untuk melihat data-
data penjualan dan begitu juga sebaliknya.
3. METODOLOGI PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penyusunan
penelitian ini adalah : 4.2. Pemecahan Masalah
1. Studi kepustakaan Berdasarkan permasalahan yang ada,
selama ini perusahaan belum mengimplementasi

7
Jurnal Informatika dan Bisnis

jaringan WAN, sehingga kantor pusat dan kantor perbandingan-perbandingan yang telah
cabang belum dapat terhubung secara real time. dilakukan.
Maka dibutuhkan membuat sebuah jaringan
WAN yang menggunakan teknologi frame relay 4.3. Perancangan Jaringan
dengan penggunaan routing protokol EIGRP Perancangan jaringan WAN pada PT. XYZ
karena kedua teknologi ini adalah yang paling menggunakan frame relay dan routing protocol
cocok untuk diimplementasikan berdasarkan EIGRP adalah sebagai berikut

Gambar 4.1. Gambar Usulan Topologi Jaringan Frame Relay

Gambar 4.2. Gambar usulan topologi Frame Relay secara keseluruhan

8
Jurnal Informatika dan Bisnis

Berbagai keunggulan dari teknologi Frame c. Banyak pilihan kecepatan


Relay yang dapat dimanfaatkan oleh PT. XYZ d. Mendukung beragam koneksi
adalah sebagai berikut : e. Menjamin keamanan lalu lintas data
a. Speed rate yang tinggi. f. Mendukung pengembangan jaringan yang
b. Memiliki fitur Committed Information Rate lebih besar.
(CIR) dan Excess Information Rate (EIR).

Gambar 4.3. Gambar usulan topologi logical WAN

4.4. Evaluasi penggunaan traffic shaping. Di bawah ini adalah


Berikut ini merupakan perbandingan delay hasil dari simulasi – simulasi yang dilakukan
dan troughput antara dengan dan tanpa dengan menggunakan OPNET selama 1 jam :

Gambar 4.4. Delay pada Frame Relay tanpa menggunakan traffic shaping

9
Jurnal Informatika dan Bisnis

Gambar 4.5. Delay pada Frame Relay dengan menggunakan traffic shaping

Gambar 4.6. Throughput pada Frame Relay tanpa traffic shaping

Gambar 4.7. Throughput pada Frame Relay dengan traffic shaping

Tabel 1. Perbandingan traffic routing updates antara RIPv2, OSPF, dan EIGRP dalam byte
Protocol RIPv2 OSPF EIGRP
Cililitan 117669 87764 30126
Biak 103872 87935 31184
TOTAL 791824 58534 200828

10
Jurnal Informatika dan Bisnis

Setelah melihat hasil simulasi di atas maka c. Untuk memaksimalkan penggunaan Frame
didapatkan evaluasi sebagai berikut: Relay, dibutuhkan software yang memiliki
a. Pada gambar 4.5 terlihat bahwa koneksi kemampuan untuk menambahkan secara
frame relay yang menggunakan traffic langsung ke database jika ada PO yang
shaping delaynya lebih kecil dibandingkan dikirim.
dengan koneksi frame relay yang tidak
menggunakan traffic shaping seperti pada Dan untuk pengembangan selanjutnya,
gambar 4.4 penelitian dapat dikembangkan dengan hal-hal
b. Througput menggambarkan rata-rata yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
kecepatan informasi yang melewati kantor a. Perancangan aplikasi database sehingga
pusat dan kantor cabang.dengan satuan data bisa langsung ditambahkan ke dalam
kecepatan bit per second (bps). database secara langsung.
c. Pada gambar 4.7 terlihat bahwa throughput b. Dalam pengembangan perancangan
dari koneksi frame relay yang jaringan selanjutnya dapat dikembangkan
menggunakan traffic shaping jauh lebih kearah VoIP antara Pusat ke Cabang dan Cabang
tinggi dibandingkan dengan throughput dari ke Pusat.
koneksi frame relay tanpa menggunakan
traffic shaping yang terlihat pada gambar 7. DAFTAR PUSTAKA
4.6 [1] Lukas, J. (2006). Jaringan Komputer, Edisi
d. Dari table 1 di atas, terlihat bahwa total Pertama. Graha Ilmu, Yogyakarta.
ukuran routing updates EIGRP memberikan [2] Sembiring, Jhony H. (2001). Jaringan
pengaruh terkecil terhadap Frame Relay. Komputer Berbasis Linux. Elex Media
Komputindo, Jakarta.
5. SIMPULAN [3] Stallings, W. (2001). Komunikasi Data dan
Dari hasil analisa dan perancangan Komputer: Dasar-Dasar Komunikasi Data,
teknologi Frame Relay dan EIGRP di atas maka Sixth Edition. Prentice Hall, Upper Saddle
didapatkan kesimpulkan bahwa : River, New Jersey.
a. Dengan adanya jaringan frame relay yang [4] Stephen D. Burd. (2003). System
menggunakan routing protocol EIGRP Architectur. Edisi ke-4. Thomson Course
maka masalah lalu lintas data pengiriman Technology, Amerika Serikat.
PO tidak lagi melalui fax ataupun kurir. [5] Tanenbaum, A. S. (2003). Computer
b. Keamanan data yang dikirim dapat Networks, Fourth Edition. Prentice Hall,
terjamin. Upper Saddle River, New Jersey.
c. Frame relay memiliki fitur CIR sehingga [6] Cisco Documentation (2011). EIGRP,
pelanggan mendapatkan jaminan http://www.cisco.com/en/US/docs/internet
penggunaan bandwidth minimum. working/technology/handbook/Enhanced_I
d. EIGRP dapat menghemat bandwidth yang GRP.html
ada sehingga tidak banyak berpengaruh
ketika melakukan penggiriman data.
e. EIGRP memudahkan untuk skalabilitas
jaringan ketika perusahaan membuat
jaringan baru.

6. REKOMENDASI
Beberapa saran untuk perusahaan adalah
sebagai berikut :
a. Membeli router yang mendukung EIGRP
b. Mempekerjakan seorang network engineer
yang mengerti tentang EIGRP

11