Anda di halaman 1dari 22

Format 4.4.

Dokumen Profil Kawasan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


PISEW merupakan program yang dilaksanakan untuk mendukung kebijakan Pemerintah
dalam meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur yang mendorong
pertumbuhan ekonomi kawasan permukiman di kecamatan, serta meningkatkan
kualitas permukiman perdesaan di lokasi dampingan PISEW yang harapannya dapat
memeberikan dampak positif secara ekonomi dan social di wilayah sekitar. Ada 3
komponen yang menjadi lokus program PISEW, yakni
1. Peningkatan Kemampuan Masyarakat
2. Peningkatan kemampuan Kelembagaan dan Sumber Daya manusia
3. Pembangunan infrastruktur kawasan
Program PISEW mengarahkan untuk adanya Desa Pusat Pertumbuhan dan Lingkup
Deliniasi tersebut mencakup satu kawasan antar desa dalam satu wilayah atau lebih dari
satu desa. Hal ini disesuaikan dengan UU no.6 tahun 2016 tentang Desa bab 9 Pasal 83.
Pembangunan infrastruktur yang diharapkan terjadi adalah infrastruktur yang dibangun
pada satu titik kawasan atau lokasi dengan skala pelayanan lebih dari 1 desa.
Tujuan Program PISEW sendiri adalah Membangun baru atau meningkatkan kualitas
infrastruktur permukiman dengan pendekatan partisipasi masyarakat dalam skala
kawasan permukiman perdesaan untuk meningkatkan sosial ekonomi wilayah. Selain
hal tersebut juga terkait erat dengan masa pandemic Covid 19 saat ini yang memberikan
dampak menurunnya pendapatan masyarakat, sehingga dalamhal ini PISEW ikut
memberikan peningkatan pendapatan ekonomi di masa pandemic.
Sasaran kegiatan PISEW meliputi
a. Terbangunnya infrastruktur dasar skala wilayah kecamatan guna mendorong
pengembangan sosial dan ekonomi lokal, berdasarkan potensi atau komoditas
unggulan yang dapat berupa:
1) infrastruktur transportasi;
2) infrastruktur air minum dan sanitasi;
3) infrastruktur penunjang produksi pertanian dan industri;
4) infrastruktur peningkatan prasarana pendukung pemasaran pertanian,
peternakan, perikanan, industri, dan pendukung kegiatan pariwisata.
b. Meningkatnya kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan
pembangunan.
c. Mendayagunakan sumber daya dan tenaga kerja lokal dalam pembangunan

1.2 Lokasi Sasaran PISEW


Profil Desa Kawasan PISEW Kecamatan Bagelen
Ada 3 Desa Pemanfaat di PISEW 2020 Kecamatan Bagelen. Yaitu Desa

132 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

Durensari,Sokoagung dan Soko.


1. Desa Durensari
Desa Durensari merupakan Desa dengan kontur perbukitan. Desa ini mempunyai
penduduk 1.835 Jiwa dengan 580 KK. Jumlah peduduk miskin di Desa Durensari
cukup tinggi, yakni 1.360 jiwa.
Luas Desa Durensari 432 Ha, dengan luas lahan terbuka hijau 207,81 Ha dan lahan
pertanian/ perkebunan sebesar 198,19 Ha. Sedangkan untuk lahan permukiman
saat ini hanya 17 Ha.
Dengan luasan perkebunan diatas bisa disimpulkan bahwa hasil kebun Di Desa
Durensari merupakan poteni utama Desa tersebut. Kelapa, Durian dan Manggis
adalah poteni pekebunan yang ada di Desa Durensari. Secara infrastruktur Lokasi
Desa Durensari masih mempunyai masalah yang cukup besar, diantaranya adalah
efektifitsd dsn peningkatan kualitas hasil bumi untuk di eksport ke luar Desa.
Meski secara Infrastruktur kurangmemadai, namun sampai saat ini produksi Gula
Kelapa Di Desa Durensari menjadi salah satu hasil produksi yang digemari, bahkan
sampai mancanegara

Sebelah Utara : Ds. Jatirejo, Kec. Kaligesing


Sebelah selatan : Desa Soko Agung, Kecamatan Bagelen
Sebelah Barat : Desa Semono, Kecamatan Bagelen
Sebelah Timur : Desa Hargotirto, Kokap, Kulon Progo

133 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

2. Desa Sokoagung
Secara Geografis Desa Sokoagung tidak jauh berbeda dengan Desa Durensari yang
merupakan daerah perbukitan atau terletak pada dataran tinggi. Secara
Administrasi DesaSokoagung juga berbatasan langsung dengan Desa Durensari.

- Sebelah Timur bersebelahan dengan Desa Durensari


- Sebelah Selatan bersebelahan dengan Desa Hargorojo
- Sebelah Barat bersebelahan dengan Desa Kalirejo
- Sebelah Utara bersebelahan dengan Desa Semagung, Semono
Luas Desa Sokoagung 559,21 Ha dengan sebaran penduduk adalah 2.041 jiwa yang
terdiri dari 618 KK. Sama dengan desa sebelumnya tingkat kemiskinan di Desa
Sokoagung juga cukup tinggi yakni 1.831 jiwa
Durian, Manggis, buah kelapa dan produksi Gula Kelapa juga menjadi potensi dan
andalan ekonomi di Desa Sokoagung.

3. Desa Soko
Desa Soko merupakan desa Kawasan PISEW 2020 yang secara geografis berada
pada lokasi dataran rendah dan tidak berbatasan langsung dengan desa PISEW
yang lain seperti halnya Durensari dengan Sokoagung.Namun demikian Desa Soko
merupakan Desa yang berada pada lokasi jalur strategi yakni tepat pada jalur
alternative Yogyakarta - Kota Purworejo.Jalur infrastruktur Desa Soko meriupakan
jalur jalan provinsi yang kemungkinan sangat besar kan menjadi jalur yang
mempunyai perkembangan pesat secra ekonomi, fisik maupun social
Desa Soko sendiri mempunyai luasan yang terkecil diantara lokasi PISEW Bagelen
2020, yaitu 175 Ha. Desa ini mempunyai jumlah penduduk sebanyak 2.045 jiwa
dengan jumlah KK 560, dan penduduk dengan kategori miskin sebanyak 596 jiwa.

134 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

Sebelah Utara : Desa Piji Kecamatan Bagelen


Sebelah Selatan : Desa Clapar Kecamatan Bagelen
Sebelah Barat : Desa Karangmulyo Kecamatan Purwodadi
Sebelah Timur : Desa Semagung Kecamatan Bagelen

135 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

BAB II
GAMBARAN UMUM KECAMATAN

2.1 Administratif Kecamatan


Bagelen adalah kecamatan di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Kecamatan ini berjarak sekitar 13 Km dari ibu kota Kabupaten Purworejo. Pusat
pemerintahannya berada di Desa Bagelen. Kecamatan Bagelen merupakan salah satu
kecamatan paling timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta.
Utara Kecamatan Purworejo dan Kecamatan Kaligesing
Timur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Selatan Kecamatan Purwodadi
Barat Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Banyuurip dan Kecamatan Purworejo

Sebelum Purworejo kota berdiri, Bagelen adalah pusat pemerintahan wilayah


Purworejo, yang dinamakan Bagelen. Purworejo kota sendiri adalah pusat
pemerintahan baru yang didirikan oleh Hindia Belanda. Bagelen dahulu disebut
Pagelen. Pagelen sendiri merupakan perubahan dari Medanggele, yang berasal dari kata
Medangkamulan, kerajaan yang konon pernah ada di wilayah ini.
Keamatan Bagelen terdiri dari 17 Desa yakni :
1. Bagelen 10. Krendetan
2. Bapangsari 11. Piji
3. Bugel 12. Semagung
4. Clapar 13. Semono
5. Dadirejo 14. Soko
6. Durensari 15. Sokoagung
7. Hargorojo 16. Somorejo
8. Kalirejo 17. Tlogokotes
9. Kemanukan

136 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

Peta Kecamatan Bagelen

2.2 Kewilayahan/Geografi Kecamatan


Secara geografis luas Kecamatan Bagelen adalah seluas 63,76 Km2 dengan rincian
sebagai berikut :
Tanah sawah : 510 Ha
Tanah bangunan/ halaman : 346,51 Ha
Tanah Tegal : 4.287 Ha
Lainnya : 1.232,77 Ha
Kecamatan yang berada pada ketinggian 26 meter diatas laut. Secara geologi Kecamatan
Bagelen mempunyai tanah dengan karakteristik tanah Latosol coklat merah,
kekuningan, Latosol coklat tua, dan Latosol dengan karakter batuan andesit dan formasi
kebobutak. Formasi kebobutak ini disusun pada bagian bawah berupa batupasir berlapis
baik, batulanau, batulempung, serpih, tuf dan aglomerat, dengan ketebalan lebih dari
650 meter. Litologi penyusunnya terdiri dari tuf, tuf lapili, lapili batuapung, breksi
batuapung dan serpih

137 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

2.3 Topografi Kecamatan


Secara topografis merupakan wilayah beriklim tropis basah dengan suhu antara 19 C –
28 C, sedangkan kelembaban udara antara 70% - 90% dan curah hujan tertinggi adalah
456 mm pada bulan Januari dan 412 mm pada bulan Maret.
Kemiringan Wilayah Kecamatan Bagelen sendiri adalah 2-15% yang juga dilewati sungai
besar yakni Sungai Bogowonto yang mencapai panjang 174,45 meter.

2.4 Tataguna Lahan

No Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha) Prosentase


1 Permukiman/Kampung 346,51 Ha 5,43 %
2 Sawah 510 Ha 7,99 %
3 Perkebunan Sejenis
4 Perkebunan Campuran 4.287 Ha 67,2 %
5 Hutan Lebat
6 Hutan Belukar
7 Semak Belukar
8 Padang Rumput
9 Perairan 510 Ha 7,99 %
10 Ladang 5.866 Ha 92 %

2.5 Kependudukan/Demografi
2.5.1 Jumlah Penduduk
Jumlah Penduduk Kecamatan Bagelen 29.653 jiwa, sumber BPS pada tahun 2020. Dari
jumlah penduduk tersebut, jenis kelamin laki-laki sejumlah 14.590 jiwa dan jenis
kelamin perempuan sebanyak 15.062 jiwa

2.5.2 Kepadatan
Kecamatan Bagelen termauk Kecamatan dengan kepadatan penduduk rendah, yakni
465,04/ km2. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi kondisi geografis dan juga arah
perkembangan penduduk di Kabupaten Purworejo berkonsentrasi pada wilayah barat.

2.5.3 Penduduk Miskin

138 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

2.6 Sosial Ekonomi


2.6.1 Pendidikan
Hanya ada sedikit sarana dan prasarana pendidikan yang ada di Kecamatan Bagelen. Ada
17 Sekolah Dasar, 5 Sekolah Menegah Pertama, Tidak ada Sekolah Menegah Atas,
namun masih ada 2 unit Sekolah Menengah Kejuruan di Kecamatan Bagelen. Untuk
sarana perguruan tinggi tidak ada I Kecamatan Bagelen.

2.6.2 Kesehatan
Sarana dan prasarana kesehatan Kecamatan Bagelen, sudah ada 2 Puskesmas. 8
Puskemas pembantu dan 11 Apotek yang tersebar di wilayah Kecamatan Bagelen. Dan
sayangnya belum ada tenga medis dari wilayah kecmaatan Bagelen sesuai dengan data
Kecamatan dalam angka tahun 2020. Hal ini masih berbanding negative dikarenakan
Kabupaten Purworejo mempunyai track record yang buruk dalam pandemic penyakit
malaria.Tahun 2011 dan 2013 Kabupaten purworejo tercatat sebagai yang teratas dalam
kasus malaria. Dan Kecamatan Bagelen merupakan epidemis malaria yang perlu untuk
dilakukan catatan khusus.

2.6.3 Pendapatan Rata-Rata per Kapita


Sumber BPS tahun 2016, mempresentasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kecamatan
Bagelen cenderung lambat/ kurang berkembang, dengan pertumbuhan ekonomi ADH
konstan adalah 5,17 di tahun 2015.

2.6.4 Struktur Ekonomi


Struktur ekonomi dipergunakan untuk menunjukkan komposisi atau susunan sektor-
sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Sektor yang dominan atau yang diandalkan
mempunyai kedudukan paling atas dalam struktur tersebut dan menjadi ciri khas dari
suatu perekonomian. Ada dua macam struktur ekonomi yakni Agraris dan Industri.
Dengan melihat kondisi yang ada Kecamatan Bagelen merupakan salah satu Kecamatan
dengan struktur Ekonomi agraris, hal ini di karenakan di Kecamatan Bagelen didominasi
di sector pertanian, mata pencaharian terbesar di Kecamatan Bagelen.

2.7 Kondisi Permukiman dan Perumahan


Perumahan dan pemukiman adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan berkaitan
erat dengan aktivitas ekonomi, industrialisasi dan pembangunan.Pemukiman dapat
diartikan sebagai perumahan atau kumpulan rumah dengan segala unsur serta kegiatan
yang berkaitan dan yang ada di dalam pemukiman. Rata-rata kondisi permukiman di
Kecamatan Bagelen serupa dengan kecamatan lain yang geografis area sekitar
perbukitan.
Beberapa perumahan membentuk permukiman dengan arak perdagangan dikarenakan
berada pada jalur utama jalan Nasional menuju Yogyakarta. Disisi lainnya perumahan
tradisional masih banyak ditemui di kawasan perbukitan.namun demikian kebutuhan
akan perumahan yang sehat dan sesuai dengan syarat rumah sehat dipenuhi.

139 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

2.8 Kondisi Infrastruktur


2.8.1 Prasarana Transportasi (jalan, jembatan, tambatan perahu, dan bangunan
pelengkapnya)
Jalur Utama antar desa di Kecamatan Bagelen didominasi oleh jalan aspal, dan juga
beton dibeberapa titik jalan. Bisa dikatakan untuk akses prasarana atau jalan utama
sudah terpenuhi, namun demikian masih terdapat jalur utama dalam kondisi yang
kurang baik dan rusak sedang maupun berat. Hal ini juga terjadi pada area dalam
sebagian besar desa yang ada di Kecamatan Bagelen. Sehingga prasarana transportasi
di Kecamatan Bagelen menjadi vital sebagai salah satu misi untuk peningkatan ekonomi

2.8.2 Prasarana Air Minum dan Sanitasi


Sumber mata air, sumur konvensional dan sumur bor menjadi sumber air utama di
kecamatan Bagelen. Debit air dalam Kecamatan Bagelen mencukupi namun beberapa
kawasan masih membutuhkan infratruktur air bersih
Menurut analisis demand dan supply penyediaan air bersi dalam Dokumen RISPAM
(Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Bersih) Purworejo, Kecamatan Bagelen
memerlukan 50 liter/detik. Tahun 2012-2025 persediaan air bersih telah mencukupi
kebutuhan rata-rata. Kecamatan bagelen juga masuk dalam rncana kawasan resapan
air, artinya ada perlindungan terhadap kawsan resapan air dilakukan untuk memberikan
ruang yang cukup bagi peresapan air hujan untuk kebutuhan penyediaan air tanah dan
penanggulangan banjir, baik untuk kawasan bawahannya maupun kawasan yang
bersangkutan.
Hal diatas berkaitan erat dengan permasalahan sanitasi, terutama permasalahan limbah
rumah tangga yang rata-rata di Kecamatan Bagelen pengolahan air limbah rumah
tangga yang masih belum standar. Permasalahan sanitasi rumah tangga ini secara umum
sebenarnya ada pada setiap rumah tangga di Indonesia, pengetahuan tentang teknis
standar bangunan limbah tidak terlalu banyak dipahami oleh masyarakat kita, utamanya
di Kecamatan Bagelen

IKK Kecamatan Bagelen (Sumber: RISPAM Kab. Purworejo)

140 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

2.8.3 Prasarana Penunjang Produksi Pertanian (irigasi kecil perdesaan dan bangunan
pelengkapnya)
Pertanian merupakan sumber mata pencaharian terbesar di Kecamatan Bagelen. Luasan
sawah 510 Ha dan perkebunan campuran seluas 4.287 Ha, dengan hasil bumi antara lain
Kelapa, Durian dan Manggis. Bahkan potensi kelapa yang dimiliki Kecamatan Bagelen di
desa Sokoagung dan Durensari sudah bisa diproduksi menjadi gula kelapa yang diminati
sampai mancanegara. Namun demikian hasil bumi yang cukup banyak tersebut tidak di
ikuti dengan infrastruktur yang mendukung, masih banyak jalan yang belum memenuhi
standar teknis dan memadai sebagai pendukung meningkatnya hasil bumi tersebut
Di area persawahan Kecamatan Bagelen juga menjadi area yang cukup bisa mengangkat
ekonomi masyarakat. Luasan sawah seluas 510 Ha tersebut tersebar di hapir seluruh
Desa di Kecamatan Bagelen. Sampai tahun 2019 BPS mencatat ada 270,6 sawah yang
sudah menggunakan irigasi teknis, 57,73 Ha area sawah yang menggunakan irigasi 1/2
teknis serta 181,67 Ha sawah yang menggunakan sistem tadah hujan.
Secara garis besar prasarana pendukung pertanian di Kecamatan Bagelen bisa menjadi
akses di masing-masing lokasi yang berpotensi, namun perlu adanya peningkatan
kualitas dan pengembangan yang lebih terfokus pada setiap potensi yang ada, baik itu
prasarana dalam bentuk infrastruktur jalan, drainase, irigasi atau bahkan bangunan
lainnya yang mampu mendukung berkembangnya potensi pertanian di Kecamatan
Bagelen

2.8.4 Prasarana Pendukung Pemasaran Pertanian, Peternakan, Perikanan, Industri dan


Kegiatan Pariwisata
Salah satu yang menjadi kesulitan dalam pemasaran sebuah produk atau pemasaran
sebuah wilayah adalah tingginya persaingan bisnis yang ada, tinggi rendahnya harga,
jenis produk, dukungan prasarana atau infrastruktur dan juga letak geografis suatu
wilayah. Kecamatan Bagelen mempunyai lokasi yang cukup strategis, berada pada jalur
Yogyakarta- Purworejo. Secara logika pemasaran lokasi tersebut menjadi lokasi yang
cukup mempunyai potensi yang dapat di tampilkan ke public yang melakukan perjalanan
dari barat menuju Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saat ini Kecamatan Bagelen terdapat pasar tepat di jalur utama menuju Yogyakarta,
sudah ada ikon taman, baik taman Pandawa dan Taman Durian yang mampu menarik
perhatian khalayak untuk sekedar singgah. Taman durian sendiri menggambarkan
bahwa Kecamatan Bagelen memang mempunyai potensi buah Durian yang saat ini
masih sangat di gemari dan di cari pada saat musimnya.

141 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

BAB III
GAMBARAN UMUM KAWASAN

Kecamatan Bagelen masuk dalam kawasan Perbatasan dan Kerjasama Regional, yaitu
kawasan yang berdekatan dan atau berbatasan dengan kabupaten lain yang berpotensi
menjalin kerjasama sinergis untuk pengembangan wilayah dengan sebutan Purwokulon,
Purworejo Kulonprogo. Di Kecamatan Bagelen ada beberapa desa yang secara langsung
berdekatan dan berbatasan dengan Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta, diantaranya
Durensari, Hargorojo, Somorejo,Tlogokotes, Dadirejo dan Watukuro.
Selain itu Kecamatan Bagelen juga masuk
dalam Kawasan Penunjang Pengembangan
Sektor Strategis, adalah kawasan budidaya
yang merupakan kantong-kantong atau pusat
produksi untuk jenis komoditi tertentu yang
secara ekonomi memiliki nilai strategis bagi
pengembangan wilayah Kabupaten
Purworejo. Kawasan penunjang
pengembangan sektor strategis mencakup
kawasan perkebunan, peternakan, dan juga
kawasan pariwisata.
Selain penetapan kawasan diatas, dalam
perencanaan tata ruang wilayah kabupaten
Purworejo, Kecamatan Bagelen juga ternasuk
menjadi Pusat Kegiatan agrobisnis dikawasan
agropolitan selain Kecamatan Kutoarjo.

Dengan gambaran kawasan dan rencana diatas diperlukan dukungan infrastruktur yang
memadai dalam pengembangan wilayah tersebut. Program PISEW 2020, menyertakan
3 desa di Kecamatan Bagelen untuk merencanakan peningkatan infrastruktur sebagai
bentuk dukungan pengembangan ekonomi dan social yang ada di wilayah Kecamatan
Bagelen, yakni Desa Durensari, Desa Sokoagung dan Desa Soko.
Data BPS tahun 2007 sudah tercatat industry kecil di Kecamatan Bagelen 63 titik baik
perusahaan maupun perorangan dan industry mikro sebanyak 6.370 baik perusahaan
maupun perorangan. Bahkan Kecamatan Bagelen menempati urutan terbanyak kedua
untuk industry mikro perorangan setelah Kecamatan Bener, dan diantara industry kecil
maupun mikro tersebut berada pada lokasi PISEW 2020, terutama pada desa Durensari
dan Sokoagung yang memang mempunyai hasil produksi Gula Kelapa yang cukup
dikenal sampai Mancanegara.

142 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

BAB IV
POTENSI DAN PERMASALAHAN KAWASAN PISEW

4.1 Potensi
4.1.1 Pertanian
Potensi terbesar lokasi PISEW adalah pertanian yang berkonsentrasi pada hasil kebun,
terutama untuk Desa Sokoagung dan Desa Durensari. Hasil alam dari kebun tersebut
antara lain durian dan manggis, selain itu 2 Desa tersebut juga mempunyai potensi yang
cukup menjanjikan dalam produksi rumah tangga, yaitu produksi gulakelapa. Untuk
Desa Soko dominai potensi adalah pertanian dan perdagangan. Desa tersebut
merupakan desa yang menjadi jalur alternative Jogja – Kota Purworejo. Oleh karenanya
pengembangan potensi sangat besar diarea perdagangan, yang juga sudah didukung
adanya pasar Desa yang menjadi salah satu rujukan pasar untuk desa sekitar.

Hasil Pertanuian kebun buah manggis Desa Durensari dan Desa Sokoagung

Potensi Hasil bumi Buah Durian Desa Durensari dan Desa Sokoagung

143 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

Produksi Gula Kelapa Desa Durensari dan Sokoagung

Potensi Pertanian padi dan palawija Desa Soko

Potensi Perdagangan Desa Soko

4.1.2 Sumber Daya Manusia


Sumber daya Manusia Di Kecamatan Bagelen belum bisa dikatakan baik. Hal ini bisa
dilihat data penduduk salah satu lokasi Desa PISEW Desa Sokoagung, Pendidikan di Desa
tersebut masih menjadi bagian yang mesti diperhatikan, data tahun berjalan saat ini
penduduk dengan kelulusan Sarjana S1 hanya berjumlah 15 orang dari jumlah penduduk
2.041 jiwa. Hanya 0,73% saja.
Nmun demikian seperti Desa Sokoagung,pengangguran bias dikatakan minim. Dri
jumlah penduduk Sokoagung hanya terdata 78 jiwa pengangguran usia produktif.
Artinya meskipun pendidikan rendah di Kecamatan Bagelen namun peningkatan
ekonomi masih cukup baik dimasing-masing desa.

4.1.3 Sumber Daya Alam


Pada hakikatnya, sumber daya alam merupakan semua bahan yang ditemukan makhluk
hidup di alam yang dapat dimanfaatkan untuk keberlangsungan hidupnya. Desa
Durensari dan Desa sokoagung merupakan Desa yang secara geografis mempunyai
wilayah perbukitan, sehingga sumber daya alam tumbuhan dan batu menjadi salah satu
penyokong secara ekonomi. Namun untuk sumber daya alam batu tidak menjadi
konsumsi public untuk aat ini dikarenakan sudah ada aturan pengambilan batu di sungai
dan alam
Secara geografis, ketinggian lokasi dari Durensari dan Sokoagung menjadi nilai tambah

144 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

untuk pengembangan menjadi wilayah pariwisata alam, danya embung dan area
perbukitan yang dapat menambah nilai tawar bagi pengunjung.

Potensi Sumber Daya Alam

4.1.4 Pariwisata
Secara geografis, ketinggian lokasi dari Durensari dan Sokoagung menjadi nilai tambah
untuk pengembangan menjadi wilayah pariwisata alam, adanya embung, dan area
perbukitan yang dapat menambah nilai tawar bagi pengunjung. Selain itu hasil home
industry berupa gula kelapa juga cukup menjanjikan untuk menjadi area wisata home
industry gula kelapa, ataupun menjadi wilayah agrobisnis, dalam hal ini durian, manggis
dan hasil perkebunan lainnya.

Salah satu Potensi Pariwisata Embung

145 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

4.1.5 Infrastruktur
Secara umum, infrastruktur lokasi dampingan PISEW , utamanya di Desa Durensari dan
Sokoagung masih sangat kurang, jalan utama yang merupakan wewenang PU
Kabupaten saja masih menjadi PR yang cukupserius , terutama di Desa Sokoagung. Area
sekitar wilayah dampingan juga masih belum optimal untuk pengembangan
infrastruktur. Lokasi untuk pengangkutan hasil perkebunan/ pertanian bias dikatakan
minim dan juga ekstrim. Hal ini sedikit banyak menghambat perkembangan ekonomi di
wilayah PISEW 2020 ini

Kondisi Infrastruktur loksi PISEW 2020 Desa Durensari dan Sokoagung

4.2 Permasalahan
4.2.1 Infrastruktur Dasar
Permasalahan Infrastruktur dasar dilokasi dampingan PISEW 2020 ada beberapa hal
- Kurangnya sumber dana dan besaran biaya kebutuhan pembangunan di daerah
perbukitan, hal ini dimungkinkan salah satu masalahnya adalah geografis.
Misalkan pembangunan jalan harus disertai talu di beberapa titik dikarenakan
curamnya lokasi pembangunan jlan.
- Biasanya area umum untuk direncakan pembangunan infrastruktur berhubungan
langsung dengan pemilik lahan pribadi atau lembaga tertentu, hal ini dapat
menjadi kesulitan tersendiri untukmengembangkan infrastruktur, bahkan jika
pendanaan bia terpenuhi
-
4.2.2 Sarana dan Prasarana Sosial Ekonomi
Masalah sarana dan prasarana Sosial Ekonomi adalah :
- Kurangnya fasilitas social ekonomi dimasing-masing Desa, Hanya Desa Soko pada
3 Lokasi PISEW di Kecamatan Bagelen yang mempunyai fasilitas Pasar Desa
- Untuk lokasi Desa Durensari dan Sokoagung termasuk kurang dalam hal fasilitas
usaha dan jasa. Banyak fasilitas yang hanya bisa didapatkan di kecamatan kota
atau wilayah desa lain yang lebih datar. Baik itu Pendidikan, Kesehatan, maupun
jasa

146 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

4.2.3 Kelembagaan Sosial Ekonomi


Maslaah yang muncul pada kelembagaan ekonomi diantaranya :
- Minimnya kelembagaan sarana produksi, kelembagan pasca panen dan
pengelolaan hasil, kelembagaan pemasaran hasil, dan kelembagaan jasa layanan
pendukung
- Minimnya wawsan kelembagaan di masyarakat, individual produk dan
keuntungan.
- Orientasi ekonomi masyarakat hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan
bukan beorientasi pasar.

147 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

BAB V
RENCANA PENANGANAN KAWASAN PISEW

5.1 Analisa Terhadap Kegiatan-Kegiatan yang Telah Direncanakan


Pelaksanaan PISEW 2020 Di Kecamatan Bagelen berada di 3 Desa, yakni Desa Durensari,
Desa Sokoagung, dan Desa Soko. Diperlukan konsep yang optimal agar pelaksanaan
pembangunan mampu bermanfaat secara maksimal, hal ini dikarenakan jarak geografis
yang cukup jauh antar desa. Terutama Desa Soko yang tidak berbatasam langsung
dengan Desa Durensari dan Sokoagung.
Desa Pusat ditentukan berada di Desa Soko.Selain dikarenakan berada pada jalur
alternative Jogja – Purworejo kota, juga keberadaan pasar Soko yang memang menjadi
pilihan perdagangan di Desa sekitarnya. Selain itu juga karena pertumbuhan ekonomi
yang cukup pesat di area Desa Soko yang memang berada pada lokasi strategis.
Untuk Desa penyangga di tentukan di Desa Durenari dan Sokoagung. Dengan potensi
yang serupa di kedua desa tersebut memudahkan untuk rencana pengembangan
ekonomi yang lebih optimal. Potensi kedua desa tersebut adalah Buah-buahan Durian
dan manggis,serta pohon kelapa dengan hasil produksi Gula Kelapa yang sampai sejauh
ini cukupdi kenal.
Konsep besar yang dimunculkan adalah membuat jalur perekonomian antar Desa pada
lokasi potensi di masing-masing Desa untuk kemudian dilakukan pemasaran yang lebih
intens di Area Desa pusat, yakni Desa Soko.
Dengan konsep tersebut diatas, konsentrasi pembangunan adalah infrastruktur untuk
mendukung proses timbal balik antara Desa Pusat dengan Desa Penyangga.

Gambar Analisa Rencana pengembangan kawasan PISEW 2020

148 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

Konsep rencana pengembangan kawasan PISEW 2020

5.2 Analisa Terhadap Hasil Survei Kawasan


5.2.1 Survei Identifikasi kawasan
Hasil survey identifikasi kawasan adalah sebagai berikut :

Lokasi Kelompok Pengguna Dukungan Manfaat Terhadap


Infrastruktur
No Ketersediaan Pelaku Keterangan
Rencana Desa Topografi Akses Jumlah Lintas Desa Ekonomi Membuka Akses Kegiatan Sosial
Lahan Ekonomi
Sosial dan Durensari - Jalur pengangkut Kerjasama antar Interaksi budaya
Durensari Ada, umum Perbukitan ada 570 KK
Jalan Beton Ekonomi Sokoagung hasil kebun desa antar Desa
dan Sosial dan Jalur pengangkut Menuju jalur Interaksi sosial
1 Sokoagung Ada, umum Perbukitan ada 591 KK Lintas dusun
pelengkap Ekonomi hasil kebun kabupaten budaya
Jalan Ada, umum dataran Sosial dan Jalur pengangkut Menuju jalur Interaksi sosial
Soko ada 357 KK Lintas dusun
dan pribadi rendah Ekonomi hasil tani utama budaya

5.2.2 Survei Teknis/Rencana Infrastruktur


Pelakanaan Survey dilakukan dimasing-masing desa Lokasi PISEW 2020. perwakilan
anggota BKAD masing-masing Desa mengikuti kegiatan survey tersebut disemua desa
dmpingan PISEW 2020.

149 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

Survey Desa Durensari Survey Desa Sokoagung

Survey Desa Soko Pembahasan teknis hasil survey

Dalam survey teknis tersebut muncul beberapa rencana infrastruktur yang


memungkinkan untuk dibiayai dari alokasi dana PISEW 2020. Berikut adalah rencana
infrastruktur tersebut

RENCANA
NO DESA ALASAN PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR
Jalan dan Akses ekonomi antar Desa
1 Durensari
pelengkap jalan Durensari - Desa Sokoagung
Drainase/Saluran
Pengurangan resiko longsor
Air
Jalan dan Peningkatan jalur ekonomi
2 Sokoagung
pelengkap jalan dan sosial
Drainase/Saluran
Pengurangan resiko longsor
Air
Jalan dan Akses ekonomi pertanian
3 Soko
pelengkap jalan dan perdagangan
Irigasi Peningkatan hasil pertanian

150 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

5.3 Jenis-Jenis Infrastruktur yang Akan Dibangun


Selain dari rencana infrastruktur yang sudah disebutkan tadi,konsep besar PISEW 2020
adalah peningkatan akses jalur ekonomi dimasing-masing desa, sehingga kegiatan
utama yang dimunculkan adalah pembangunan Jalan dengan tujuan membuat akses
ekonomi sebagai peningkatan produktifitas ekonomi masing-masing desa.

RENCANA
NO DESA
INFRASTRUKTUR
1 Durensari Jalan dan pelengkap jalan
2 Sokoagung Jalan dan pelengkap jalan
3 Soko Jalan dan pelengkap jalan

5.4 Prioritas Infrastruktur yang Akan Dibangun


Berikut adalah prioritas kegiatan BKAD Tri MAkmur Kecamatan Bagelen Kabupaten
Purworejo

NO PRIORITAS INFRASTRUKTUR VOLUME PERKIRAAN BIAYA


I I. DESA DURENSARI
A PEKERJAAN JALAN BETON ( Panjang 445 m, Lebar 2,5 m, Tebal 0,12 m ) Rp 158,588,073.90
B PEKERJAAN TALUD ( 14,5 m ) Rp 44,890,857.38
C PEKERJAAN PLAT JEMBATAN ( Panjang 3 m, Lebar 1 m & Tebal 0,15 m ) Rp 9,427,517.59
D PEKERJAAN PLAT GORONG-GORONG (4m) Rp 1,902,171.30
II II. DESA SOKOAGUNG
A PEKERJAAN JALAN BETON ( Panjang 517 m, Lebar 2,5 m, Tebal 0,12 m ) Rp 184,242,323.34
B PEKERJAAN TALUD (8m) Rp 29,913,117.27
III III. DESA SOKO ( Panjang 495 m, Lebar 2,40 m, Tebal 0,12 m )
A PEKERJAAN JALAN BETON ; ( Panjang 342 m, Lebar 3 m, Tebal 0,12 m ) Rp 121,888,244.84
B PEKERJAAN JALAN BETON ; ( Panjang 113 m, Lebar 2 m, Tebal 0,10 m ) Rp 27,935,869.87
C PEKERJAAN JEMBATAN ( Panjang 2,5 m, Lebar 2 m & Tebal 0,15 m ) Rp 10,418,131.02
D PENANGANAN COVID 19 Ls Rp 794,000.00
IV TOTAL BIAYA PEKERJAAN (I+II+III) Rp 590,000,306.52
V BIAYA OPERASIONAL Rp 10,000,000.00
VI JUMLAH TOTAL ( IV+V ) Rp 600,000,306.52
DIBULATKAN Rp 600,000,000.00

151 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

BAB VI
PENUTUP

PISEW 2020 Kecamatan Bagelen diharapkan mampu memberi dampak positif pada
peningkatan ekonomi khususnya lokasi PISEW 2020 yaitu Desa Durensari, Desa
Sokoagung dan Desa Soko Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Selain itu di tahun
pandemic Covid 19 ini, PISEW 2020 bisa memberikan respon yang baik bagi warga
masyarakat yang terkena dampak pandemic. Harapannya, Padat karya PISEW 2020
dimanfaatkan masukan ekonomi keluarga warga sekitar lokasi pembangunan yang
memang secara tidak langsung terdampak pandemic..
Pembangunan pada masa pandemic di Kecamatan Bagelen nantinya menyesuaikan
pada aturan protocol kesehatan, pemakaian masker, cuci tangan dan menjaga jarak
harus menjadi keseharian para pekerja selama pembangunan PISEW 2020. Hal tersebut
untuk meminimalisir penyebaran Covid 19. Namun demikian,pandemic bukan menjadi
alas an untuk menciptakan kualitas pembangunan yang baik dan administrasi yang baik
juga. Standar pelaksanaan pembangunan dan mutu kualitaspekerjaan menjadi wajib
hukumnya untuk di laksanakan seluruh desa yang di ujung tombaki oleh BKAD Tri
Makmur.
Akhirnya, ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya diucapkan kepada seluruh pelaku
pelaksanaan program PISEW 2020, dari mulai Satker dan PPK Provinsi,Timlak Provinsi
Jawa Tengah, Timlak Kabupaten Purworejo, Konsultan pendamping tingkat Provinsi
Jawa Tengah 2, Kecamatan Bagelen, Tim Kecamatan Bagelen, Pemerintah Desa
Durensari Sokoagung dan Soko, Seluruh anggota BKAD dan Fasilitator Masyarakat
PISEW 2020 yang telah dan akan memberikanwaktu, tenaga dan pemikiran yang tidak
sedikit. Selamat Berjuang dan Sukses untuk kita, khususnya PISEW 2020. PISEW
DATANG RAKYAT SENANG !!!

152 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0
Format 4.4. Dokumen Profil Kawasan

Lampiran
a. Dokumen pendukung proses Pertemuan Kecamatan I
b. Dokumen Pendukung Survei (Identifikasi kawasan dan Teknis)
c. Dokumen Photo-Photo Kegiatan

153 | P r o f i l K a w a s a n K e c a m a t a n B a g e l e n P I S E W 2 0 2 0