Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 2 TUTORIAL ONLINE MK MANAJEMEN PERUBAHAN (EKMA4565)

1. Jelaskan penerapan pendekatan manajemen perubahan menurut Kotter pada Telkom


berdasarkan informasi yang ada pada kasus di atas.
Menciptakan Sense of Urgency: Dalam upaya bertransformasi menjadi digital
telecommunication company, TelkomGroup mengimplementasikan strategi bisnis dan
operasional perusahaan yang berorientasi kepada pelanggan (customer-oriented)

Menciptakan Koalisi Kepemimpinan yang Kuat: Telkom juga telah melakukan


restrukturisasi internal dengan membangun pola kepemimpinan transformasional dan
melakukan penyesuaian kompensasi kepada segenap karyawannya, dua hal yang diyakini
mampu memberikan stimulan bagi pengembangan sumber daya manusia dan tujuan
perusahaan.

Memiliki Visi untuk Perubahan: Telkom telah mencanangkan visi untuk menjadi digital
telco pilihan utama untuk memajukan masyarakat, sehingga untuk mewujudkannya
diperlukan penyelarasan budaya korporasi dan kepemimpinan transformasional guna
mengkondisikan respon seluruh komponen organisasi pada model perilaku yang selaras
dengan nilai-nilai inti yang disesuaikan dengan strategi korporasinya sehingga mampu
mensinergikan seluruh upaya pencapaian tujuan secara efektif.

Mengkomunikasikan Visi dengan Jelas: The Telkom Way memberikan pemahaman atas
konsepsi budaya perusahaan agar diperoleh kesamaan persepsi serta keseragaman pola
pengembangannya.

Menyingkirkan Hambatan dalam Proses: Untuk melaksanakan strategi perusahaan


dalam mencapai dan menjaga sustainable growth, upaya pemenangan persaingan
dikondisikan melalui pendekatan customer centric sehingga perlu dilakukan perubahan
yang fundamental dalam pengorganisasian dan pengendalian aktivitas bisnis perusahaan
pada seluruh unit bisnis.

Merencanakan dan Menciptakan Kemenangan Jangka Pendek Secara Sistematis:


Transformasi tersebut akan membuat organisasi TelkomGroup menjadi
lebih lean (ramping) dan agile (lincah) dalam beradaptasi dengan perubahan industri
telekomunikasi yang berlangsung sangat cepat. Organisasi yang baru juga diharapkan
dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menciptakan customer experience yang
berkualitas.

Menguatkan Perubahan Untuk mencapai keberhasilan, selayaknya perusahaan memiliki


fleksibilitas agar mampu memprediksi tuntutan dan perubahan yang akan terjadi, dan untuk
itu kepemimpinan transformasional memungkinkan organisasi perusahaan melakukannya.

Menanamkan Perubahan Kedalam Budaya Perusahaan Pengembangan Budaya


Korporasi di Telkom adalah untuk menggugah kesadaran seluruh komponen organisasi
tentang pentingnya budaya korporasi dalam memelihara daya tahan dan mensinergikan
daya saing, terbentuknya keselarasan budaya perusahaan dengan strategi perusahaan dan
terbangunnya competitive advantage melalui penguatan nilai-nilai yang telah dirumuskan
dalam budaya korporasi The Telkom Way.

2. Berdasarkan kasus di atas, berikan penjelasan model sistem yang dilakukan Telkom
Critical Path Model
• Berfokus pada unit aktivitas dan atau level organisasi bukan pada level individu.
• Jalur kritis adalah proses perubahan yang dipimpin oleh seorangmanajer dengan
melakukan tindakan-tindakan:
✓ Memobilisasi energy semua pemangku kepentingan
✓ Mengembangkan visi organisasi
✓ Membangun konsensus bahwa visi baru merupakan visi yang tepat,mampu
dijalankan dan cukup kohesif untuk menggerakkan perubahan.

3. Berdasarkan informasi pada soal kasus di atas, berikan analisis khususnya pada tahapan
movement dari model perubahan Lewin yang dilakukan Telkom sebagai proses perubahan
yang sesuangguhnya menuju kondisi yang diharapkan.
Movement: Menganalisa kesenjangan antara desire status dengan status quo, dan
mencermati program-program perubahan yang sesuai untuk dilakukan agar dapat memberi
solusi yang optimal untuk mengurangi resistensi terhadap perubahan.Sebagaimana peran
berubah, suatu kondisi inefisiensi terjadi, manakala tujuan perubahan terabaikan.
Penerapan gaya kepemimpinan yang baik adalah penting dan dengan mencermati strategi-
strategi perubahan yang sesuai untuk dilakukan agar dapat memberi solusi yang optimal
untuk mengurangi resistensi terhadap perubahan. Tujuan akhir dari fase ini adalah agar
setiap orang tetap dalam kondisi siap berubah.

4 Berdasarkan kasus di atas, analisislah penerapan kepemimpinan transformasional dari


Telkom yang berorientasi perubahan sehingga karyawan bersedia terus terlinat dalam
kehidupan organisasi.
Mengubah budaya organisasi. Pemimpin progresif berani mengambil risiko untuk
mengubah budaya organisasi dengan nilai-nilai baru yang lebih baik. Misalnya, proses kerja
yang berbelit dan birokratis dibuat lebih sederhana dan efisien, atau budaya senioritas
diganti dengan promosi terbuka berbasis kinerja.

Meningkatkan kesadaran orang terhadap imbalan. Seorang pemimpin berperan


menanamkan kesadaran bahwa keberhasilan melakukan perubahan dan mencapai tujuan
akan mendatangkan imbalan yang sepadan, seperti kepuasan, kebanggaan, dan
penghargaan, bagi setiap anggota tim yang berkontribusi.

Membantu anggota tim untuk bekerja dalam rencana organisasi. Pemimpin bekerja
dengan mengarahkan orang-orang pada gambaran besar sebagai tujuan bersama. Dengan
demikian, setiap anggota tim berkolaborasi untuk memberikan kontribusi masing-masing
pada rencana organisasi dan tidak sekadar bekerja untuk tujuan pribadi.

Membantu anggota tim mencari pemenuhan motif diri. Pemimpin transformasional


mendorong dan mengarahkan setiap anggota tim dalam usaha untuk memenuhi motif diri.
Selain jadi tujuan pribadi, karyawan dapat berjalan selaras dengan tujuan organisasi.
Memberi pemahaman kepada anggota tim tentang perubahan. Untuk menciptakan
transformasi, pemimpin organisasi selalu melibatkan para manajer dan karyawan mereka
dalam diskusi mengenai pentingnya perubahan untuk membawa organisasi ke arah lebih
baik.

Mengejar kejayaan. Seorang pemimpin progresif akan mendorong orang-orang di


sekelilingnya lebih bersemangat melakukan pekerjaan dalam rencana besar organisasi
untuk mencapai kejayaan.

Anda mungkin juga menyukai