Anda di halaman 1dari 5

PAJAK PENGHASILAN I

Nama : Tsaqifa Nafanti Azka Funanda


NIM : 042104498

Marina (tidak ber NPWP) adalah seorang karyawati pada PT. Gemintang yang berstatus
menikah dan memiliki 1 anak. Suami Marina tidak mempunyai penghasilan apapun karena
menderita kelumpuhan total, hal ini dibuktikan dengan surat keterangan dari kantor
kecamatan tempat tinggal Marina. Pada tahun 2018. Setiap bulannya Marina memperoleh
gaji pokok sebesar Rp.6.500.000,-, tunjangan makan Rp.750.000,- dan tunjangan transport
Rp.500.000,-. PT.Gemintang mengikuti program Jamsostek, dengan membayar premi JKK
dan JKM dengan jumlah masing-masing 0,54% dan 0,3% dari gaji. Selain itu, PT.Gemintang
juga membayar iuran JHT karyawannya setiap bulan sebesar 3,7% dari gaji, sedangkan
Marina membayar sendiri iuran JHT sebesar 2% dari gaji setiap bulan.

Pertanyaan :

Dari keterangan diatas maka silahkan anda diskusikan manakah yang menjadi penambah
dan pengurang penghasilan dan berapakah besar biaya jabatan dan  PTKP  nya. sertakan
penjelasan dalam jawaban anda.

Jelaskan dengan bahasa anda sendiri, serta tuliskan sumber anda menjawab diskusi.
Kemiripan jawaban anda dengan rekan anda akan mempengaruhi penilaian.

Diketahui:
Status Marina K/1 (Kawin anak 1) tidak memiliki NPWP.
Penghasilan: Gaji = Rp 6.500.000, tunjangan makan = Rp 750.000, tunjangan transport = Rp
500.000
Premi JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) = 0,54% dari gaji = 0,54% x Rp 6.500.000 = Rp 35.100
Premi JKM (Jaminan Kematian) = 0,3% dari gaji = 0,3% x Rp 6.500.000 = Rp 19.500
Iuran JHT (Jaminan Hari Tua) yang dibayar oleh perusahaan = 3,7% dari gaji = 3,7 % x Rp
6.500.000 = Rp 240.500
Iuran JHT yang dibayar oleh Marina = 2% dari gaji = 2% x Rp 6.500.000 = Rp 130.000

Perhitungan PPh 21 terutang


Gaji Rp 6.500.000
Tunjangan makan Rp 750.000
Tunjangn transport Rp 500.000
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja Rp 35.100
Premi Jaminan Kematian Rp 19.500
Penghasilan bruto Rp 7.804.600
Pengurangan:
1. Biaya jabatan
5% x Rp 7.804.600 Rp 390.230
2. Iuran Jaminan Hari Tua Rp 130.000
Penghasilan neto sebulan Rp 7.284.370
Penghasilan neto setahun
12 x Rp 7.284.370 Rp 87.412.440
PTKP setahun
-untuk Wajib Pajak sendiri Rp 54.000.000
-tambahan karena menikah Rp 4.500.000
-untuk tanggungan 1 anak Rp 4.500.000
Rp 63.000.000
Rp 24.412.440
Penghasilan Kena Pajak setahun Rp 24.413.000
PPh pasal 21 terutang (tidak memiliki NPWP)
120% x 5% x Rp 24.413.000 = Rp 1.464.780
Keterangan:
Tarif pemotongan PPh Pasal 21 bagi penerima penghasilan yang tidak mempunyai Nomor
Pokok Wajib Pajak diatur dalam Pasal 20 PER-16/PJ/2016, yang mana dikenakan
pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif lebih tinggi 20% daripada tarif yang diterapkan
terhadap Wajib Pajak yang memiliki NPWP. Dengan kata lain, jumlah PPh Pasal 21 yang
harus dipotong adalah sebesar 120 dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong
dalam hal yang bersangkutan memiliki NPWP.

Dari perhitungan di atas, maka:


Yang menjadi penambah penghasilan adalah:
1. Gaji
Gaji termasuk ke dalam penghasilan rutin yang menambah besaran dari penghasilan.
Adapun besarnya gaji yang diterima Marina yang menjadi penambah penghasilan
adalah Rp 6.500.000.
2. Tunjangan makan
Tunjangan makan juga termasuk ke dalam penghasilan ruitn yang menambah
besaran dari penghasilan. Adapaun besarnya tunjangan makan yang diterima Marina
yang menjadi penambah penghasilan adalah Rp 750.000.
3. Tunjangan transport
Selain gaji dan tunjangan makan, tunjangan transport juga termasuk ke dalam
penghasilan ruitn yang menambah besaran dari penghasilan. Besarnya tunjangan
transport yang diterima Marina yang menjadi penambah penghasilan adalah Rp
500.000.
4. Premi JKK (Jaminan Kecelakaaan Kerja)
Sesuai dengan lampiran PER-16/PJ/2016, dalam menghitung PPh pasal 21, premi JKK
yang dibayarkakan oleh pemberi kerja digabungkan dengan penghasilan bruto yang
dibayarkan oleh pemberi kerja kepada pegawai.
Besarnya premi JKK yang menjadi penambah penghasilan Marina adalah Rp 35.100
(0,54% dari gaji = 0,54% x Rp 6.500.000).
5. Premi JKM (Jaminan Kematian)
Sesuai dengan lampiran PER-16/PJ/2016, dalam menghitung PPh pasal 21, premi
JKM yang dibayarkakan oleh pemberi kerja digabungkan dengan penghasilan bruto
yang dibayarkan oleh pemberi kerja kepada pegawai.
Besarnya premi JKM yang menjadi penambah penghasilan Marina adalah Rp 19.500
(0,3% dari gaji = 0,3% x Rp 6.500.000).
Maka, total penghasilan bruto Marina dalam sebulan setelah ditambah dengan penambah
penghasilan adalah sebesar Rp 7.804.600.

Yang menjadi pengurang penghasilan adalah:


1. Biaya Jabatan
Biaya jabatan adalah biaya yang diasumsikan petugas perpajakan sebagai
pengeluaran (biaya) selama setahun yang berhubungan dengan pekerjaan.
Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016 menetapkan, biaya jabatan
adalah sebesar 5% dari penghasilan bruto setahun dan setinggi-tingginya Rp500.000
sebulan atau Rp6juta setahun. Dari staf biasa hingga direktur berhak mendapatkan
pengurang penghasilan bruto tersebut.
Besarnya biaya jabatan yang menjadi pengurang penghasilan Marina sebesar Rp
390.230 (5% x penghasilan bruto = 5% x Rp 7.804.600).

2. Iuran JHT yang dibayarkan oleh Marina


Iuran Jaminan Hari Tua (JHT) yang dibayar oleh karyawan termasuk ke dalam
pengurang penghasilan. Hal ini sesuai dengan Pasal 6 ayat (1) huruf c, “Besarnya
Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap,
ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan,
menagih, dan memelihara penghasilan, termasuk: iuran kepada dana pensiun
yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan.”
Iuran JHT yang menjadi pengurang penghasilan adalah iuran JHT yang dibayarkan
oleh Marina, yaitu sebesar Rp 130.000 (2% dari gaji = 2% x Rp 6.500.000).
Maka, total pengurang penghasilan Marina dalam sebulan sebesar Rp 520.230.
Berapakah besarnya biaya jabatan?
Dari perhitungan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa besarnya biaya jabatan Marina
sebesar Rp 390.230 (5% x penghasilan bruto = 5% x Rp 7.804.600).
Hal tersebut sesuai dengan pasal 10 ayat (3) huruf a PER-16/PJ/2016, “Besarnya penghasilan
neto bagi Pegawai Tetap yang dipotong PPh Pasal 21 adalah jumlah seluruh pengasilan
bruto yang dikurangi dengan biaya jabatan, sebesar 5% (lima persen) dari penghasilan
bruto, setinggi-tingginya Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) sebulan atau Rp
6.000.000,00 (enam juta rupiah) setahun.
Berapakah besarnya PTKP?
Sesuai Pasal 11 ayat (4) PER-16/PJ/2016, “Dalam hal karyawati kawin dapat menunjukkan
keterangan tertulis dari Pemerintah Daerah setempat serendah-rendahnya kecamatan yang
menyatakan bahwa suaminya tidak menerima atau memperoleh penghasilan, besarnya
PTKP adalah PTKP untuk dirinya sendiri ditambah PTKP untuk status kawin dan PTKP untuk
keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya.”
Untuk Tarif PTKP sesuai dengan PMK Nomor 101/PMK.010/2016 terhitung 1 Januari 2016
yaitu :
1. Rp 54.000.000,- untuk diri Wajib Pajak orang pribadi
2 Rp 4.500.000,- tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin
3. Rp 54.000.000,- untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
4. Rp 4.500.000,- tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda
dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling
banyak 3 orang untuk setiap keluarga.
Maka, PTKP Marina dalam setahun adalah Rp 63.000.000 (tarif PTKP untuk diri Wajib Pajak
orang pribadi + tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin + tambahan untuk setiap anggota
keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang
menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga = Rp
54.000.000 + Rp 4.500.000 + Rp 4.500.000)

Sumber dan referensi:


Rasmini, Mas. 2020. Pajak Penghasilan I. Edisi ke-3. Cetakan ke-5. Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka.
Undang-undang Nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016 tentang Pedoman Teknis Tata
Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak
Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi
https://pajaksite.files.wordpress.com/2016/11/lampiran-per-16-pj-2016-29-sept-2016.pdf
https://twitter.com/kring_pajak/status/1354267246596562945/photo/2

Anda mungkin juga menyukai