Anda di halaman 1dari 3

Nama: Kristina Limbong Belo

NIM: 859393118

Kode/Mata Kuliah : PDGK4303/Perspektif Global

Tugas 3

Soal :

1. Ditinjau dari bidang pendidikan IPS tingkat SD, dalam merancang pembelajaran
perspektif global khususnya mengenai masalah-masalah kontroversial, persyaratan-
persyaratan apakah yang harus diperhatikan?
2. Menurut pendapat anda, jelaskan apakah sesungguhnya hakikat evaluasi itu !
3. Menurut pendapat anda, jelaskan asas-asas apa saja yang harus diperhatikan dalam
melakukan evaluasi!
4. Emmanuel Kant mengemukakan bahwa sejarah dan geografi merupakan ilmu
dwitunggal. Jelaskan dari pernyataan tersebut!
5. Menurut pendapat Saudara, Indonesia termasuk Negara yang memiliki kualitas SDM
yang tinggi dengan potensi SDA yang tinggi atau memiliki kualitas SDM yang tidak
begitu tinggi namun dengan potensi SDA yang tinggi? Coba jelaskan dan berikan
contohnya!

Jawab :

1. Persyaratan – persyaratan yang harus diperhatikan dalam merancang perspektif global:


 Memperhatikan hakikat dasar mental yang melekat pada diri tiap individu siswa
meliputi :
 Dorongan ingin tahu yang harus dilayani dan dikembangkan
 Minat terhadap sesuatu, khususnya terhadap pokok bahasan yang disajikan
yang juga harus dilayani, dipertahankan dan dikembangkan
 Dorongan ingin membuktikan sendiri apa yang dipelajari dalam kenyataan
di lapangan
 Dorongan ingin menemukan sendiri hal-hal yang dipelajari di lapangan,
dalam kehidupan praktis
 Memperhatikan asas-asas pembelajaran yang meliputi:
 Dari yang telah diketahui ke arah yang akan diketahui
 Dari yang mudah ke arah yang makin sukar
 Dari yang sederhana ke arah yang makin kompleks
 Dari yang dekat ke arah yang makin jauh
 Dari yang konkret ke arah yang makin abstrak
 Kegiatan proses belajar-mengajar
 Selaku guru IPS mengajukan pertanyaan “apakah anak-anak” sudah
mengetahui adanya kontroversional di lingkungan tempat tinggal mereka.
Fenomena kontroversial antara lain kemiskinan di satu pihak dan
kemewahan di pihak lain, kekumuhan dan kekotoran di satu pihak dan
kebersihan
 Dari tanya jawab tersebut, selaku guru IPS membawa minat dan perhatian
murid ke lingkup yang lebih jauh tentang fenomena kontroversional yang
telah diketahui oleh para siswa. Dalam hal ini, penggunaan peta Indonesia
atau peta dunia sangat membantu citra penjelajahan para siswa
 Melalui ceramah dan tanya jawab, informasi dan tentang fenomena
kontroversional itu terus dikembangkan. Tingkat kemampuan siswa sesuai
dengan asas pembelajaran, tetap harus menjadi pegangan
 Pengembangan Teknik Evaluasi
 Pada proses pembelajaran khususnya pembelajaran IPS merupakan
kegiatan puncak. Namun demikian, pelaksanaannya tidak hanya dilakukan
pada akhir proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan secara bertahap
berkesinambungan sesuai dengan proses pembelajaran

2. Evaluasi lebih bersifat komprehensif yang meliputi pengukuran, dan tes merupakan
salah satu alat atau bentuk dari pengukuran. Pengukuran lebih membatasi kepada
gambaran yang bersifat kuantitatif (berupa angka-angka) tentang kemajuan belajar siswa
(learning progress) sedangkan evaluasi atau penilaian bersifat kualitatif. Di samping itu,
evaluasi pada hakikatnya merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai
suatu objek. Keputusan penilaian (value judgement) tidak hanya didasarkan kepada hasil
pengukuran (quantitative description), dapat pula didasarkan kepada hasil pengamatan
(qualitative description). Yang didasarkan kepada hasil pengukuran (measurement) dan
bukan di dasarkan kepada hasil pengukuran (non-measurement) pada akhirnya
menghasilkan keputusan nilai tentang suatu objek yang dinilai.
3. Asas – asas dalam melakukan evaluasi :
 Evaluasi harus dilakukan secara terus-menerus
Hal ini bertujuan agar guru memperoleh kepastian soal hasil evaluasi. Selain itu,
melakukan evaluasi secara terus-menerus juga akan membantu guru dalam
mengetahui perkembangan siswa.
 Evaluasi harus menyeluruh (comprehensive)
Evaluasi menyeluruh artinya evaluasi yang dilakukan harus memproyeksikan
semua aspek pola tingkah laku siswa yang diharapkan sesuai dengan sasaran
evaluasi.
 Evaluasi harus objektif (objective)
Dalam melakukan evaluasi, guru tidak boleh memberikan nilai secara subjektif
kepada siswa. Hasil evaluasi harus menunjukkan fakta atau keadaan yang
sebenarnya.
 Evaluasi harus dilakukan dengan alat pengukuran yang baik
Agar bisa melakukan evaluasi secara objektif, diperlukan bukti atau informasi
yang relevan. Nah, untuk mendapatkan bukti tersebut, diperlukan alat pengukur
yang tepat guna. Alat pengukur tersebut harus valid dan hasilnya dapat dipercaya.
 Evaluasi harus diskriminatif
Sebuah evaluasi bisa dikatakan diskriminatif jika hasilnya berbeda antara dua
orang atau lebih. Kemampuan seseorang dengan kemampuan orang lain itu
berbeda. Karena itulah, hasil evaluasi harus mengungkapkan perbedaan
kemampuan yang dimiliki kedua orang tersebut.
4. Emmanuel Kant mengungkapkan bahwa sejarah dan Geografi merupakan ilmu dwi
tunggal. Artinya jika Sejarah mempertanyakan suatu peristiwa “kapan” terjadi, masih
belum lengkap jika tidak dipertanyakan “dimana” tempat kejadiannya. Jadi dimensi
waktu dengan ruang/tempat saling melengkapi. Perspektif sejarah mengacu pada konsep
waktu

5. Menurut saya SDM dan SDA di Indonesia sama sama melimpah karena Mulai kekayaan
di daratan sampai di lautannya, mulai pertambangan, minyak dan gas, sampai kekayaan
bawah laut yakni perikanan dan sebagainya. Potensi ini juga didukung sumber daya
manusia (SDM) Indonesia yang tinggi kuantitasnya. Hanya saja Indonesia memang
memiliki kekayaan SDA melimpah, namun potensi terbesarnya bukan kekayaan SDA,
bukan pula letak geografis yang selama berpuluh tahun dibangga-banggakan dan
membuai bangsa ini hingga terlena dalam mimpi indah nyaris tak berujung. Dua potensi
itu hanyalah faktor pendukung. Potensi utamanya berasal dari sumber daya manusia
(SDM) berkualitas. SDM berkualitas akan memiliki daya ungkit bertenaga superbesar
bila bangsa ini mampu mendongkrak potensi penduduknya, terutama anak muda agar
memiliki SDM berkualitas dan mampu mengelola SDA bangsa sendiri.

Anda mungkin juga menyukai