Anda di halaman 1dari 16

Alumni

(Dok. Penulis)
Eri Her awan saat membawakan kuliah umum di FH Unpar pada 27 Maret 2018 dengan judul “Arbitra on or Court: Preferable Means of Dispute Se lement Forum”

Dulu saya selama 9 tahun bekerja sebagai corporate lawyer. profesi dan harus selalu menerapkan kode e k advokat
Lalu saya diterima dan bergabung dengan ABNP Law Firm karena kode e k adalah hukum ter nggi bagi advokat.
sebagai senior corporate lawyer. Di bawah mentor (alm.)
Bang Buyung (Adnan Buyung Nasu on – red), saya mulai 7. Terakhir, apa pesan Bang Eri untuk mahasiswa saat ini?
dilibatkan dalam perkara li gasi dan arbitrase, di mana Jangan takut bersikap jujur. Harus berani mengatakan
awalnya terlibat kasus arbitrase landmark, yakni dak untuk hal-hal yang berbau korup f. Harus pula zero
Karahaboda case. Sejak itu, saya merasa bahwa li gasi dan tolerance terhadap ndakan yang bersifat korup f. Saya
alterna ve dispute resolu on lebih memberikan adrenalin menerapkan itu semua dan Alhamdulillah ngkat
dan passion bagi saya. Bahkan sampai saat ini saya lebih kemenangan dalam persidangan, baik li gasi maupun
dikenal sebagai all around li gator dan bukannya sebagai arbitrase ada sekitar 80% lebih, karena 100% kemenangan
corporate lawyer. hanya milik Allah yang Mahakuasa.
5. Bang Eri adalah satu-satunya advokat Indonesia yang Eri Her awan, S.H., LL.M., MCIArb.,
terpilih menjadi anggota SIAC. Boleh ceritakan bagaimana
Bang Eri bisa menjadi anggota SIAC dan apa harapan yang · merupakan alumnus Fakultas Hukum Unpar 1984. Pernah
ingin dicapai dengan menjadi anggota SIAC? mengenyam pendidikan di The University of Queensland
(2004-2005).
Benar bahwa saya adalah satu-satunya dan lawyer
Indonesia pertama yang diangkat menjadi member of SIAC · Menjadi partner di Adnan Buyung Nasu on & Partners
Court. Yang bisa diangkat sebagai arbiter memang beberapa (Januari 1999 – Juli 2008).
sudah senior lawyer, salah satunya adalah Pak Frans · Saat ini menjabat sebagai Join Head Dispute Resolu on &
Winarta yang merupakan alumnus Fakultas Hukum Unpar Li ga on, Avia on & Shipping Prac ce Group di Assegaf
juga. Namun, sebagai “member”, hanya saya yang dipilih Hamzah & Partners.
oleh SIAC. Mungkin karena dilihat dari konsistensi dan
integritas yang nggi, khususnya dalam hal upholding ethics · Beliau digelari sebagai "Dispute Star of the year 2015",
and code of professional conduct. Harapan saya, dengan Asialaw, Asia Pacific Dispute Resolu on Award 2015.
menjadi member of SIAC Court, saya dapat memberi contoh · Di tahun 2019, beliau juga merupakan member dari
kepada para lulusan Fakultas Hukum – khususnya FH Unpar Singapore Interna onal Arbitra on Centre (SIAC). Sebagai
– bahwa segala hal dapat dicapai dengan kerja keras, tetap member SIAC, Eri akan terlibat dalam peran in dewan
konsisten, dan menjunjung nggi kode e k advokat. dalam melaksanakan pengawasan yudisial atas perkara
arbitrase dan memas kan perkara arbitrase sesuai dengan
6. Apa ps dari Bang Eri untuk teman-teman muda peraturan SIAC.
/mahasiswa yang berencana untuk berkarier sebagai
advokat? · Eri dikenal sebagai ahli hukum, dengan pengetahuan
khusus dalam pengiriman, hukum kompe si dan aviasi,
Bagi adik-adik yang baru lulus dan ingin menjadi advokat, juga komersial, dan masalah kriminal.
jadilah advokat yang selalu dan senan asa loyal terhadap

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 33


Orasi

Sisi Etika dalam Rantai Pasok


(Orasi Pengukuhan Guru Besar Ilmu Teknik Industri Prof. Sani Susanto, Ph.D., IPU, AER)

Rantai Pasok merupakan salah satu topik Ilmu Teknik Industri yang paling hangat dibicarakan dalam kurun
waktu ga dekade terakhir ini. Dalam implementasinya, rantai pasok melibatkan interaksi antarmanusia.
Sisi tentang bagaimana seharusnya manusia berinteraksi memerlukan njauan dari sisi E ka.

1. Rantai pasok H a s i l p e n e l i a n ya n g

C
dilakukan oleh Dastkhan
elana jeans yang kita kenakan adalah contoh produk
dan Owlia pada tahun
yang dihasilkan dari rantai pasok. Ecotourism yang kita
2009, maupun Schu e
nikma adalah contoh jasa yang dihasilkan dari rantai
dan kawan-kawan
pasok. Hidangan yang kita nikma di restoran adalah contoh
beberapa tahun
kombinasi produk dan jasa yang dihasilkan dari rantai pasok.
kemudian, menunjukkan
Lalu apakah sebenarnya rantai pasok itu? Ada enam sifat yang
bahwa rantai pasok
dimiliki rantai pasok:
termasuk ke dalam
1. Rantai pasok pada dasarnya adalah sebuah jaringan kategori topik yang hangat
(network), dalam Ilmu Teknik Industri (Dok. Publikasi Unpar)
2. Jaringan itu dapat bersifat lokal, regional, atau global, [3, 4] . Hal ini bukanlah
3. Jaringan itu bertujuan untuk menghasilkan produk tanpa alasan. Persaingan dan pergeseran pola persaingan
(product) ataupun jasa (service), antar pelaku bisnis menjadi alasan utamanya.
4. Produk atau jasa yang dihasilkan oleh jaringan itu berasal Kolaborasi atau kerja sama dengan mitra, dan koope si atau
dari bahan mentah (raw material) dan kelak akan dikirim ke kerja sama dengan pesaing, adalah dua hal yang indah, bila
pelanggan akhir (end customers) untuk dinikma , benar dapat terwujud. Namun, prak k bisnis dari zaman ke
5. Jaringan itu dapat menghasilkan produk atau jasa, karena zaman telah menunjukkan bahwa kompe si adalah hal yang
adanya aliran informasi, fisik, distribusi, dan uang, kerap kali tak terelakkan (inevitable), tak terhindarkan
6. Aliran tersebut adalah hasil rancangan atau rekayasa, bukan (unavoidable) [5,6,7]. Persaingan bukan lagi antara produk
oleh alam. melawan produk, bukan pula antara perusahaan melawan
perusahaan, melainkan telah bergeser jauh menjadi rantai
Contoh Rantai Pasok Ecotourism [1]
pasok melawan rantai pasok [8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17].
Implementasi rantai pasok sering kali memerlukan teknologi,
terutama pada rantai pasok yang melibatkan jaringan global.
Kenyataan ini dapat memunculkan masalah dalam aspek
finansial bagi penyediaannya. Pada sisi lain, sekalipun
didukung oleh teknologi yang canggih, kenyataan
menunjukkan bahwa interaksi antarmanusia berperan sangat
instrumental di dalam rantai pasok. Interaksi antarmanusia
senan asa erat hubungannya dengan aspek e ka. Ketegangan
antar kedua aspek ini, yaitu aspek finansial dan aspek e ka,
sering terjadi karena aspek finansial lebih sering mendapat
perha an utama daripada aspek e ka [18].

2. E ka dan e ka rantai pasok


Apakah E ka itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat
berpaling kepada teolog Eka Darmaputera. Pertama,
Keberadaan dari keenam sifat tersebut ialah yang menjadi Darmaputera [19] mengusulkan sebuah pembeda bagi
dasar bagi APICS (American Produc on and inventory Control manusia, dibandingkan dengan makhluk-makhluk ciptaan
Society) dalam mendefinisikan supply chain atau rantai pasok Tuhan lainnya, yaitu bahwa manusia adalah makhluk yang
sebagai “the global network used to deliver products and gemar bertanya atau mempertanyakan banyak hal. Ar nya,
services from raw materials to end customers through an manusia adalah makhluk yang ingin mengetahui segala
engineered flow of informa on, physical distribu on, and sesuatu, dak pernah puas dalam banyak aspek dari
cash.” [2]. kehidupannya.

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 34


Orasi

Kedua, Darmaputera telah mengiden fikasi beberapa seksual, perlakuan diskrimina f dan dak manusiawi terhadap
pertanyaan yang diajukan oleh manusia pada umumnya. Apa pekerja; (7) Tempat kerja yang tak terjamin keselamatan dan
atau what is, adalah pertanyaan pertama yang diajukan kesehatannya; (8) Tempat kerja yang tak ramah lingkungan; (9)
manusia. Pertanyaan “Apa?” membutuhkan sebuah nama Proses produksi dan pembuangan sampah serta limbah yang
benda sebagai jawabnya. Tak puas dengan pertanyaan ini, tak sesuai ketentuan; (10) Penggunaan sumber daya alam yang
manusia mengajukan pertanyaan berikutnya, yaitu mengapa tak sesuai prak k bisnis yang seharusnya; (11) Produsen
atau why. Untuk menjawab pertanyaan “Mengapa?”, manusia kurang menghargai hak atas kekayaan intelektual; (12) Prak k
membutuhkan alasan atau gagasan. suap atau sogok terhadap pemerintah setempat dalam
perolehan izin atau untuk memuluskan rencana produsen;
Ke ga, Darmaputera menyadari bahwa manusia seringkali
(13) Mengajukan klaim bahwa rantai pasoknya “hijau” padahal
menghadapi dilema. Mengapa? Oleh karena, sekalipun seper
sebenarnya tak ramah lingkungan; (14) Tidak mengakui secara
halnya hewan, manusia pun memiliki naluri, namun dalam
jujur dari negara mana produk atau bahan baku berasal; (15)
ber ndak, manusia daklah ber ndak semata-mata atas
Menjual barang, yang sebenarnya dilarang di negaranya, ke
desakan nalurinya belaka. Saat manusia merasa lapar, dan di
negara lain.
hadapannya terdapat penganan, ia dak akan begitu saja
menyantapnya. Ia akan bertanya terlebih dulu dalam ha nya. Perilaku yang dipandang dak sesuai e ka, yang dilakukan
Milik siapakah penganan itu? Bolehkah ia menyantapnya? pemasok, antara lain melipu [20, 28, 29]: (1) Tidak menepa
Manusia bertanya tentang hal ini, karena adanya pertanyaan aneka janji mereka, janji tersebut dapat melipu janji kualitas,
ke ga yang diajukan manusia, yaitu tentang apa yang kuan tas, waktu pengiriman, spesifikasi dan harga, dari
seharusnya atau what ought? Pertanyaan ke ga ini muncul produk maupun jasa; (2) Memasok barang dengan merk palsu
karena adanya kesadaran dalam diri manusia tentang benar- atau bajakan; (3) Memasok produk yang masih mengandung
salah, baik-buruk, dan tepat- dak tepat. unsur bahaya [25]; (4) Sesama pemasok berkolusi dalam
menentukan satu harga (price fixing), yang seringkali akhirnya
Melalui ke ga pendekatannya, Darmaputera ba pada
menjadi terlalu nggi bagi konsumen; (5) Melakukan low ball
penger an bahwa E ka adalah ilmu atau studi tentang apa
pricing, pada awalnya pemasok menawarkan produk atau
yang seharusnya dilakukan oleh umat manusia untuk umat
jasanya dengan harga rendah, namun saat hendak benar-
manusia; tentang apa yang benar, apa yang baik, dan apa yang
benar bertransaksi mulai terungkap bahwa penawaran belum
tepat. Lalu, apakah sebenarnya E ka Rantai Pasok (Supply
mencakup fitur-fitur tertentu, sehingga perlu ada perubahan
Chain Ethics) itu? Jawabannya dapat diperoleh melalui
atau peninjauan harga; (6) Menerapkan tak k bait and switch,
pendekatan berikut. Pertama, dengan menda ar kegiatan apa
yaitu menawarkan produk atau jasa (yang mungkin
saja yang ada dalam rantai pasok, yaitu mendapatkan,
sebenarnya dak ada) dengan fitur-fitur yang menarik, setelah
mengolah, memproduksi, mengirim, dan mempromosikan
menemukan pelang gan/konsumen yang berminat,
barang dan jasa; Kedua, dengan mengingat kembali,
ditawarkanlah produk atau jasa lain yang ada.
pertanyaan apa yang hendak dijawab oleh e ka, yaitu what
ought, apa yang seharusnya, apa yang benar-baik-tepat. Perilaku yang dipandang dak sesuai e ka, yang dilakukan
Melalui dua pendekatan itu, E ka Rantai Pasok berar oleh pengecer, antara lain melipu [18,30,31]: (1) Pengecer
mengarahkan para pelaku di rantai pasok tentang apa yang melakukan high pressure selling atau hard selling, yaitu
seharusnya mereka lakukan dalam mendapatkan, dengan aneka bujukan atau tekanan halus, yang terus-
memproduksi, mengirim, serta mempromosikan barang dan menerus, mereka menawarkan produk atau jasanya kepada
jasa (Hokey Min) [20]. konsumen, sehingga suatu saat konsumen secara terpaksa
membeli produk atau jasa sekadar untuk menghen kan
3. Masalah-masalah e ka dalam rantai pasok bujukan atau tekanan halus tersebut; (2) Pengecer melebih-
Pelaku rantai pasok ada empat macam [18], yaitu produsen, lebihkan fitur suatu produk dan dak menyebutkan fitur yang
pemasok, pengecer, dan konsumen. Interaksi antar keempat sebenarnya; (3) Pengecer memasang iklan yang merendahkan
golongan pelaku rantai pasok ini dak selalu berjalan sesuai ras, usia, atau jenis kelamin tertentu.
harapan, dak selalu berjalan dengan benar-baik-tepat. Tidak Perilaku yang dipandang dak sesuai e ka, yang dilakukan
jarang dalam interaksi itu terjadi hal-hal yang dak sejalan konsumen, sebagai salah satu pelaku dalam rantai pasok,
dengan e ka rantai pasok. Kita akan membahas contoh- antara lain melipu [18]: (1) Penipuan yang dilakukan
contoh interaksi dalam rantai pasok yang tak sejalan dengan konsumen terkait pembayaran, terkait pelabelan merk lain
e ka rantai pasok, berdasarkan peran manusia di dalam rantai terhadap produk yang dibelinya, kata kunci untuk hal ini adalah
pasok. fraud; (2) Pembelian produk ruan di kalangan konsumen atau
Perilaku yang dipandang dak sesuai e ka, yang dilakukan pelanggan kita atas dasar per mbangan harga yang lebih
produsen sebagai salah satu pelaku dalam rantai pasok, antara rendah daripada produk aslinya, kata kunci untuk hal ini adalah
lain melipu [18, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27]: (1) Penggunaan counterfeit product; (3) Pembelian produk yang sebenarnya
pekerja dengan upah rendah; (2) Pelanggaran terhadap, dan bertentangan dengan gerakan konsumerisme, yaitu gerakan
masih minimnya, hak-hak pekerja; (3) Penugasan pegawai di untuk membela atau melindungi kepen ngan konsumen,
luar batas ketentuan jam kerja; (4) Penggunaan pekerja yang misalnya saat konsumen tetap membeli produk yang
masih di bawah umur; (5) Kurang terjaminnya kebebasan sebenarnya berbahaya bagi dirinya; (4) Pembelian produk
pegawai untuk berpendapat dan berserikat; (6) Pelecehan yang dihasilkan oleh produsen yang telah banyak diberitakan

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 35


Orasi

pelanggaran e kanya, seper penggunaan tenaga kerja di Pada tahap pra-konvensional jenjang pertama, para pelaku
bawah umur, proses produksi yang tak ramah lingkungan, rantai pasok akan menaa kode e k ataupun regulasi lebih
pembayaran upah di bawah ketentuan, lingkungan kerja yang karena diarahkan oleh rasa takut akan hukuman, sanksi, dan
kurang terjamin kesehatan dan keselamatannya. akibat yang akan menimpa dirinya, bila ia melanggarnya. Rasa
takut menjadi kata kunci, dan dirinya menjadi k pusat.
4. Mengapa perlu sisi e ka? Apa manfaatnya? Sementara pada tahap pra-konvensional jenjang kedua, para
Reputasi atau kepercayaan perusahaan dapat ba- ba saja pelaku rantai pasok mulai pilih-pilih, bu r-bu r kode e k
menjadi hancur oleh skandal. Skandal dapat terjadi ke ka maupun regulasi yang menurut perhitungannya akan
sebuah perusahaan, mulai mengabaikan ke ga jenis tanggung memberatkannya bila dilanggar, akan ditaa . Sebaliknya,
jawab berikut ini [20]: tanggung jawab hukum, tanggung jawab bu r-bu r yang dak menguntungkannya, namun dak akan
sosial, dan tanggung jawab e ka. memberatkan dirinya apabila dilanggar, maka akan
dilanggarnya. Kata kunci kuncinya ialah perhitungan, dan k
Bagi perusahaan, menaruh perha an pada sisi E ka Pasok,
pusatnya masih tetap pada dirinya. Para pelaku rantai pasok
akan beroleh se daknya ga manfaat atau keuntungan
yang berada pada jenjang satu ataupun dua dalam tahap pra-
potensial. Pertama, konsumen bersedia membayar lebih
konvensional belum sepenuhnya menyadari, bahwa kode e k
untuk produk-produk yang mereka ketahui dengan pas telah
dan regulasi itu sebenarnya adalah hasil kesepakatan atau
dibuat oleh produsen yang benar-benar memperha kan:
konvensi.
kondisi tempat kerja karyawannya, dampak terhadap
lingkungan, kepedulian terhadap komunitas, dan upah yang Pada tahap konvensional, para pelaku rantai pasok mulai
layak bagi pegawainya [33, 34] . Kedua, mengurangi menyadari, bahwa kode e k dan regulasi merupakan hasil
kemungkinan kecaman dari lembaga swadaya masyarakat [35]. kesepakatan. Oleh karenanya, se ap pelaku rantai pasok
Ke ga, menurut Yusuf dkk, ada dua belas hal yang akan terjaga, haruslah mulai memikirkan pihak lain apabila ia masih ingin
yaitu terjaganya reputasi perusahaan, meningkatnya menjadi bagian dari rantai pasok tersebut. Menjadi bagian
kepuasan konsumen, terjaganya kualitas produk, terjaganya merupakan kata kunci, dan pihak lain menjadi k pusatnya.
hubungan kemitraan antar segenap pelaku rantai pasok, Dalam tahap ini, para pelaku rantai pasok berusaha untuk loyal
meningkatnya efisiensi dalam pelbagai proses di sepanjang terhadap rantai tempat mereka menjadi bagian di dalamnya.
rantai pasok, meningkatnya ketertarikan pelanggan (customer Namun, dak mustahil para pelaku tersebut menjadi bagian
a rac on), tetap bertahannya pelanggan (customer dari beberapa rantai pasok sekaligus, baik rantai pasok lokal-
reten on), meningkatnya mo vasi kerja di kalangan staf dan nasional-regional-global, yang masing-masing memiliki kode
pegawai perusahaan, meningkatnya profitabilitas perusahaan, e k dan regulasinya tersendiri. Situasi seper ini berpotensi
meningkatnya keandalan proses di sepanjang rantai pasok, menimbulkan konflik loyalitas. Bagaimana mereka keluar dari
meningkatnya pangsa pasar (market share), dan peningkatan konflik ini? Apa yang dapat mereka jadikan dasar untuk
fleksibilitas dalam merespon perubahan permintaan [32]. memilih dan mengambil keputusan? Darmaputera
memberikan jawabnya, dasar itu adalah hukum atau aturan
5. Bagaimana mewujudkan rantai pasok yang e s? yang mempunyai keabsahan yang lebih luas, yang berdimensi
Benar sekali apa yang dikatakan Susan Avery, bahwa rantai lebih universal. Pada saat demikian, para pelaku pasok
pasok yang e s itu dak pernah terwujud secara ba- ba memasuki jenjang kedua dari tahap konvensional. Kata
begitu saja [36]. Mengapa? Seper yang dinyatakan oleh kuncinya adalah kewajiban menaati hukum dengan orientasi
Darmaputera [19], kesadaran manusia akan e ka itu yang lebih universal.
bertumbuh. Dapat diduga, kesadaran e ka manusia yang Pada tahap purna-konvensional jenjang pertama, para pelaku
menjadi pelaku di sepanjang rantai pasok pun bertumbuh. rantai pasok mulai menyadari bahwa hukum yang mengikat
Diperlukan tahapan, maupun waktu, untuk dapat mereka, baik pada ranah nasional-regional-internasional,
mewujudkan rantai pasok yang sesuai kaidah e ka. adalah hasil kesepakatan yang dibuat oleh manusia. Oleh
Eka Darmaputera [19] menggunakan teori dari psikolog karenanya, bila suatu saat kesepakatan itu dirasakan dak
Lawrence Kohlberg untuk menguraikan tahapan kesadaran sesuai lagi dengan harapan semula, pada saatnya dapat
manusia akan e ka. Kohlberg membagi ngkat kesadaran dipertanyakan, bila perlu diubah dengan kesepakatan baru,
manusia akan e ka ke dalam ga tahapan, dan se ap tahapan yang lebih baik-benar-tepat. Bagaimana mengubahnya?
dibagi menjadi dua jenjang. Tahap pertama disebut tahap pra- Dengan kesepakatan pula! Dalam konteks yang kita bahas,
konvensional, tahap kedua disebut tahap konvensional, dan kode e k dan regulasi pada rantai pasok dapat diubah melalui
tahap ke ga disebut tahap purna-konvensional. kesepakatan antar para pelaku rantai pasok. Dalam mencapai
kesepakatan baru, terbuka kemungkinan bahwa tak semua
Konvensional ar nya berlandaskan kesepakatan. Sebuah keinginan individu, sebagai salah satu pelaku rantai pasok,
rantai pasok menjadi ada, dan mampu untuk dapat terakomodir. Toleran menjadi kata kunci, dan umat
m e m p e r ta h a n ka n ke b e ra d a a n nya , ka re n a a d a nya manusia tetap menjadi orientasinya. Pada jenjang kedua
kesepakatan antar para pelaku (produsen, pemasok, pengecer, tahapan ini, para pelaku bukan saja berani mempertanyakan
konsumen) di dalamnya. Untuk konteks rantai pasok, konvensi yang berlaku, melainkan juga pantang mengkhiana
kesepakatan atau konvensi itu dapat berbentuk kode e k keyakinannya tentang apa yang benar-baik-tepat.
maupun regulasi (Undang-Undang, Peraturan Pemerintah,
Peraturan Kementerian, dan lain-lain).

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 36


Orasi
Perkembangan kesadaran manusia akan e ka yang [12] Lu rell, B (Quarter 4, 2017) technological and Other Changes Steering Logis cs
berjenjang-jenjang ini memerlukan waktu dan proses. Proses Decisions, h ps://www.areadevelopment.com/logis csInfrastructure/Q4-
2017/for-manufacturing-distribu on-its-logis cs.shtml (dicek ulang: 27 Juni 2019)
tersbut dapat berlangsung by nature, ar nya proses dibiarkan [13] Li leson, R. (26 November 2018) Companies don't compete, supply chains
berjalan alamiah seiring dengan berjalannya waktu. compete, h p://blog.kinaxis.com/2008/11/companies-dont-compete-supply-
Mengandalkan alam atau nature untuk menghantar para chains-compete/ (dicek ulang: 27 Juni 2019)
[14] Poluha, R. G. (2016). Introduc on: The real compe on will be between supply
pelaku pada rantai pasok yang e s, selain lamban, dak pula chains in the future. In The quintessence of supply chain management (pp. 1-8).
dapat diprediksi waktu yang diperlukan untuk mencapai hal Springer, Berlin, Heidelberg. h ps://sci-hub.tw/10.1007/978-3-662-48515-6_1
tersebut. Proses menuju rantai pasok yang memenuhi e ka (dicek ulang: 27 Juni 2019)
[15] Business don't compete, supply chains compete,
dapat dipercepat melalui semacam proses pembentukan atau h ps://www.alexandriaindustries.com/white-papers/business-dont-compete-
pengasuhan, yang biasa disebut sebagai by nurture. Avery [36] supply-chains-compete/ (dicek ulang: 27 Juni 2019)
menyarankan perusahaan menaruh perha an besar pada [ 1 6 ] Fa s t e n e r N e w s ( 2 5 J u l i 2 0 1 7 ) . S u p p l y C h a i n O p m i z a o n ,
h ps://fastenersnewsdesk.com/18841/supply-chain-op miza on (dicek ulang: 27
bagian pengadaan (procurement) barang dan jasa. Bagian ini Juni 2019)
adalah bagian yang menggoda karena uang banyak beredar di [17] Rice, J.B. dan Hoppe, R. M. Hoppe. Supply Chain versus supply Chain: The Hype
sana. Avery menyarankan bu r-bu r teknis berikut: & The Reality, Supply Chain Management Review, September / October 2001.
h p://web.mit.edu/supplychain/respitory/scvssc.pdf (dicek ulang: 27 Juni 2019)
1. Perusahaan-perusahaan yang ada di sepanjang rantai pasok [18] Sairamnath, A., (2 Juli 2014). Ethics Issues Prevail in Supply Chain Management,
h p://www.mypurchasingcentre.com/purchasing/industry-ar cles/ethics-issues-
perlu sering mengevaluasi kebijakan terkait e ka prevail-supply-chain-management/ (dicek ulang: 27 Juni 2019)
pengadaan (procurement ethics policy), agar kebijakan itu [19] Darmaputera, E. (1989). E ka Sederhana untuk Semua, Jakarta, PT BPK Gunung
bersifat mutakhir (current) atau sesuai zaman. Mulia
[20] Min, H. (2015). The essen alsof supply chain management: New business
2. Kebijakan terkait e ka pengadaan perlu: concepts and applica ons. Pearson FT Press, USA
a. sejalan dengan kebijakan umum perusahaan [21] Howard, N. (2016). Scandal: inside the global supply chains of 50 top
b. dirumuskan secara jelas companies, Frontlines Reports 2016, Interna onal Trade Union Confedera on
h p://www.ituc-csi.org/IMG/pdf/pdffrontlines.scandal_en-2.pdf(dicek ulang: 27
c. dikomunikasikan kepada semua bagian pengadaan yang Juni 2019)
ada dalam perusahaan [22] Redaksi Buruh.co (31 Mei 2018). Kekerasan Berbasis Gender pada Rantai
3. Kinerja se ap bagian pengadaan, selain diukur atas dasar Pasokan Garmen H&M dan GAP di Asia: Laporan kepada Organisasi Pekerja
Internasional – ILO. Mul h p://buruh.co/kekerasan-berbasis-gender-pada-rantai-
price and cost, perlu pula diukur berdasarkan kualitas, pasokan-garmen-hm-dan-gap-di-asia-laporan-kepada-organisasi-pekerja-
pelayanan, dan inovasi yang dihasilkan. internasional-ilo/ (dicek ulang: 27 Juni 2019)
4. Perusahaan perlu memberi dukungan dalam menjadikan [23] Redaksi Majalah CSR (12 September 2018) Perkecil Pelanggaran HAM di
Perusahaan Perikanan. h p://majalahcsr.id/perkecil-pelanggaran-ham-di-
bagian pengadaan sebagai yang terdepan, sebagai ujung perusahaan-perikanan/ (dicek ulang: 27 Juni 2019)
tombak, dalam hal penegakan e ka rantai pasok. [24] Human Right Watch (8 Februari 2018) Hari Valen ne: Rantai Pasokan Perhiasan
5. Perusahaan perlu menetapkan standar e ka yang nggi yang tercemar. h p://www.hrw.org/id/news/2018/02/08/318402 (dicek ulang: 27
Juni 2019)
(high ethical standards) dalam proses seleksi pemasok. [25] Achiles (7 Agustus 2014). What you need to know about supply chain ethics.
h ps://www.achilles.com/industry-insights/need-know-supply-chain-ethics/
Da ar Pustaka (dicek ulang: 27 Juni 2019)
[1] Liu, S. Y., & Lo, W. S. (2016). The low-carbon opera ons in ecotourism service [26] h ps://www.chegg.com/homework-help/select-three-examples-unethical-
supply chain management. Journal of Tourism and Hospitality Management, 4(4), b e h av i o u r- p - 6 5 7 -v i o l ate - b a s i c - c h a p te r- 1 5 - p ro b l e m - 4 c te - s o l u o n -
1 4 7 - 1 5 9 . h p : / / p d f s . s e m a n c s c h o l a r. o r g / 2 7 0 2 / 9780077640422-exc (dicek ulang: 27 Juni 2019)
cd8996e83 45f78febecf7960702a59d08f.pdf (dicek ulang: 27-6-2019) [27] Mangalandum, R.S. (22 April 2017) Tanggung Jawab rantai Pasok. Majalah Swa
[2] Cox, J. F., & Blackstone, J. H. (Eds.). (2002). APICS dic onary. American Online h ps://swa.co.id/swa/my-ar cle/tanggung-jawab-rantai-pasok (dicek
Produc on & Inventory ulang: 27 Juni 2019)
[3] Dastkhan, H., & Owlia, M. S. (2009). Study of trends and perspec ves of [28] h ps://jamesgwee.net/beberapa-alasan-pelanggan-menggan -
industrial engineering research. South African Journal of Industrial Engineering, supplierpemasok/ (dicek ulang: 27 Juni 2019)
20(1), 1-12. h p:/sajie.journals.ac.za/pub/ar cle/download/79/73 (dicek ulang: [29] h p://business-law-freeadvice.com/business-
27 Juni 2019) law/trade_regula on/price_fixing.htm (dicek ulang: 27 Juni 2019)
[4] Schu e, C. S., Kennon, D., & Bam, W. (2016). The status and challenges of [30] h ps://www.acrwebsite.org/volumes/7395/volumes/v20/NA-20 (dicek
industrial engineering in South Africa. South Affrican Journal of Industrial ulang: 27 Juni 2019)
E n g i n e e r i n g , 2 7 ( 1 ) , 1 9 . [31] h ps://www.coursehero.com/file/34066092/Unethical-prac ces-with-
h p://www.scielo.org.za/scielo.php?script=sci_ar ext&pid=S2224- marke ng-mixdocx/ (dicek ulang: 27 Juni 2019)
78902016000100002 (dicek ulang: 27 Juni 2019) [32] Yusuf, Y., Hawkins, A., Musa, A.Berishy, N.E., Schulze, M., &Abubakar, T. (2014).
[5] h p://mothership.sg /2019/05/heng-swee-keat-us-china-trade- Ethical supply chains: analysis, prac ces and performance measures. Interna onal
tensions/(dicek ulang: 27 Juni 2019) Journal of Logis cs Systems and Management, 17(4), 472-497. (dicek ulang: 27 Juni
[6] h p://www.scmp.com/ar cle/687406/compe on-inevitable-life (dicek 2019)
ulang: 27 Juni 2019) [33] Burnson, P. (21 Agustus 2014). Ethical Supply Chains May Become Compe ve
[7] h p://www.speakingtree.in/blog/why-compe on-is-inevitable (dicek ulang: Advantage. Supply Chain Management Review
27 Juni 2019) h p://www.scmr.com/ar cle/ethical_supply_chains_may_become_compe ve_
[8] Rajagopal, A. (2007). Compe on versus coopera on: analyzing strategy advantage (dicek ulang: 27 Juni 2019)
dilemma in business growth under changing social paradigms. Interna onal Journal [34] paljug, K. (1 Oktober 2017). Is an ethical Supply Chain Worth the Cost? Business
o f B u s i n e s s E n v i r o n m e n t , 1 ( 4 ) , 4 7 6 - 4 8 7 . News Daily. h ps://www.busineenewsdaily.com/10244-ethical-supply-chain.html
h p://pdfs.seman cscholar.org/238d/03c1e8678e567e48da1e4426f43ad6b04e1 (dicek ulang: 27 Juni 2019)
0.pdf (dicek ulang: 27 Juni 2019) [35] Arifin, S. (19 Mei 2016). Everydays Low rights: Kondisi Kerja Buruh Dalam Rantai
[9] Deyglio,V (12 November 2018). Supply Chain Logis cs as Compe ve Advantage Pasok Walmart di Indonesia. Sedane Majalah Perburuhan.
in Global Markets. h p://www.linkedin.com/pulse/supply-chain-logis cs- h ps://majalahsedane.org/walmart-everydays-low-rights/ (dicek ulang: 27 Juni 2019)
[36] Avery, S. (Quarter 3, 2016) An ethical supply chain doesn't just happen. CSCMP's
compe ve-advantage-global-markets-deyglio/(dicek ulang: 27 Juni 2019)
Supply-ethical-supply-chain-doesn't-just-happen/ (dicek ulang: 27 Juni 2019)
[10] h ps://uwosh.edu/cob/departments/supply-chain-management/supply-
chain-management-careerinternship-opportuni es/ (dicek ulang: 27 Juni 2019) Prof. Sani Susanto, Ph.D., IPU, AER, guru besar Ilmu Teknik
[11] h ps://www.conserva on-ontario.ca/programs-supply-chain-strategies.html
Industri Universitas Katolik Parahyangan. Orasi pengukuhan ini
(dicek ulang: 27 Juni 2019)
dilaksanakan di Unpar pada 4 Juli 2019.

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 37


Calung
Budaya

tetap Eksis di Zaman Modern

Maria Chris na
Salah satu memori masa kecil yang masih melekat di benak hingga hari ini adalah ke ka suatu hari saya
dan keluarga menghadiri acara pagelaran seni. Di sanalah, pertama kalinya saya menonton pertunjukan
alat musik dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukul-pukul. Ternyata, alat musik tersebut
bernama calung. Walau kalah tenar dibandingkan dengan angklung, ternyata calung ini adalah
purwarupa dari alat musik angklung.

“Pada zaman dahulu,


masyarakat juga percaya
bahwa memainkan calung
dapat mencegah
terjadinya musibah dan
juga dapat
menyembuhkan
penyakit.”
C a l u n g t e l a h d i ke n a l o l e h
masyarakat Sunda sejak zaman
Kerajaan Sunda. Alat musik
calung ini tercipta dari
pandangan hidup masyarakat
Sunda yang agraris dengan
sumber kehidupan dari padi
sebagai makanan pokoknya.
Masyarakat Sunda di zaman
dahulu kala menciptakan syair
dan lagu sebagai bentuk
penghormatan dan
Sejarah calung
persembahan terhadap Dewi Sri. Lagu-lagu tersebut

D alam Kamus Umum Bahasa Sunda, calung dimaknai


sebagai tatabeuhan na awi guluntungan, aya siga
gambang, aya nu di ir sarta ditakolan bari dijinjing.
Dalam Bahasa Indonesia, kurang lebih berar sejenis alat
musik yang terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara
dilantunkan dengan diiringi bunyi tetabuhan dari batang-
batang bambu yang disusun secara sederhana yang kemudian
melahirkan alat musik bambu yang kita kenal sebagai calung.
Pada zaman dahulu, masyarakat juga percaya bahwa
memainkan calung dapat mencegah terjadinya musibah dan
dipukul sembari dijinjing. Calung ini biasanya terbuat dari juga dapat menyembuhkan penyakit. Di daerah Parung,
bambu hitam atau awi wulung yang memiliki ciri khas Tasikmalaya, ada sebuah upacara adat yang bernama
berwarna gelap. Awi wulung ini merupakan salah satu jenis Tarawangsa sebagai bagian penghormatan kepada Dewi Sri.
bambu yang banyak tumbuh di tanah Pasundan. Namun, ada Dalam upacara ini, alat musik calung akan berkolaborasi
juga calung yang terbuat dari bambu pu h alias awi temen. dengan alat musik tarawangsa (berbentuk alat musik gesek
Ada pendapat yang mengatakan bahwa calung berasal dari dengan dua buah dawai yang terbuat dari kawat atau besi).
dua kata yang digabung menjadi satu, yaitu “carang pring Berawal dari kesenian yang bersifat mis k spiritual, calung lalu
wulung” (pucuk bambu wulung), namun ada juga yang berkembang menjadi seni pertunjukan yang atrak f dan
mengar kannya sebagai “dicacah melung-melung” yang humoris.
ar nya “dipukul berbunyi nyaring”. Berbeda dengan angklung,
sebuah calung dapat menghasilkan lebih dari lima nada. Alat Jenis-jenis calung
musik tradisional khas Jawa Barat ini tersusun menurut tangga Secara umum, ada dua jenis calung, yaitu calung rantay dan
nada pentatonik da-mi-na- -la-da (untuk masyarakat Sunda) calung jinjing. Calung rantay sering disebut juga sebagai
atau ji-ro-lu-ma-nem (untuk masyarakat Banyumas). renteng, gambang, ataupun runtuy. Walaupun demikian, ada

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 38


Budaya

beberapa ahli yang berpendapat bahwa calung rantay dak calung. Namun, Kang Darso berpulang pada tahun 2011 dalam
sama dengan gambang dikarenakan di beberapa daerah, alat usia 66 tahun.
musik gambang ini biasanya memiliki dudukan yang paten,
Kini, generasi muda tak banyak yang mengenal calung. Calung
seper xylophone atau kolintang. Adapun calung rantay ini
tenggelam ditelan arus zaman yang kian modern. Calung
berbentuk bilah-bilah tabung bambu yang disusun dengan rapi
Tarawangsa Cibalong, yang menjadi khazanah musik
dari ukuran yang paling besar hingga yang paling kecil lalu
tradisional Jawa Barat dan sudah dikenal sejak abad ke-18, kini
diikat dengan tali kulit waru. Tali pengikatnya lalu direntangkan
kondisinya sangat mempriha nkan. Hanya nggal Sanggar
di dua batang bambu yang melengkung. Kompisisi alat musik
Seni Dangiang Budaya dari Kampung Cigelap, Desa Parung,
calung rantay ini ada yang satu deret dan ada juga yang dua
Kabupaten Tasikmalaya yang masih memainkan Calung
deret (dinamakan calung indung dan calung anak/calung
Tarawangsa Cibalong ini. Dari suatu bentuk kearifan lokal
rincik). Calung rantay ini
dimainkan dengan cara dipukul
dengan dua tangan di mana
pemainnya biasanya duduk
bersila. Di beberapa daerah
seper di Cibalong, Tasikmalaya,
dan juga Kanekes, calung rantay
ini memiliki ancak atau dudukan
khusus yang terbuat dari bambu
atau kayu.
Jenis calung yang kedua adalah
calung jinjing. Sesuai dengan
namanya, calung ini dimainkan
dengan cara dipukul sembari
dijinjing. Bentuknya berupa
deretan bambu bernada yang
disatukan dengan sebilah bambu
kecil (paniir). Calung jinjing ini
berasal dari bentuk dasar rantay
yang dibagi menjadi empat
bagian bentuk alat yang terpisah, yaitu kingking, jongrong, sebagai penghormatan kepada Dewi Sri, kini calung harus
panepas, dan juga gonggong. Keempat buah alat musik beradaptasi menjadi seni pertunjukan yang berkolaborasi
tradisional ini dimainkan oleh 4 pemusik yang se ap dari dengan alat musik lain untuk bertahan dari kepunahan. Ada
mereka memegang fungsi yang berbeda. Calung kingking caldut, yaitu calung dangdut. Di tahun 2007, di Banyumas
mempunyai 15 bilah bambu dengan urutan nada ter nggi. muncul cakenjring alias kolaborasi dari calung, kentongan, dan
Calung panepas memiliki 5 bilah bambu di mana nadanya genjring (musik religi Islam). Di tahun 2007 tersebut, Dewan
dimulai dari nada terendah pada calung kingking. Calung Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) mengirim cakenjring ke
jongjong mirip panepas, namun memiliki perbedaan pada Ceko untuk mengiku Mezinarodni Folklorni Fes val di mana
urutan nadanya, yaitu dimulai dari nada terendah pada cakenjring lalu menjadi penampilan terbaik. Lalu, ada
panepas. Sedangkan calung gonggong memiliki 2 bilah bambu calengsai yang merupakan kolaborasi calung, lengger, dan
dengan nada terendah. barongsai. Di tahun 2013, Sanggar Seni Mahasiswa Ekonomi
Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, menggelar
Dalam perkembangannya, pertunjukan calung di masa kini pentas calung dan kentongan yang berkolaborasi dengan disc
menggunakan dua buah calung kingking dan dua buah calung jockey.
panempas dengan laras yang sama. Sebagai pelengkap
pertunjukan ditambah juga seorang pemain kosrek yang Se daknya, ini menjadi harapan bagi calung untuk dak
biasanya sekaligus berperan untuk melawak (bodor). Para punah. Semoga semakin banyak generasi muda yang peduli
seniman calung juga kini menambahkan alat musik lain, untuk melestarikan calung…
seper rebab, kecapi, biola, electone, dan gitar. (dari berbagai sumber)

Calung masa kini


Adalah Hendarso, atau yang lebih dikenal dengan nama Darso,
seniman Sunda nyentrik yang berupaya melestarikan calung.
Ada sekitar 300 judul musik Sunda yang digubahnya dengan
iringan instrumen calung dan dipadukan dengan musik pop.
Selama 45 tahun, Kang Darso se a membawakan alunan musik

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 39


Bandung Raya

Harapan untuk
TPPAS Regional Legok Nangka

Berdirinya TPPAS Legok Nangka yang berlokasi di Desa


Ciherang dan Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten
Bandung dak bisa dilepaskan dengan kisah tragis di Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, yang longsor
pada 2005 dan menelan korban jiwa 141 orang. Sebagaimana
dilaporkan Pikiran Rakyat (7/1/2019), setelah TPA tersebut
ditutup, empat daerah di Bandung Raya yakni Kota Bandung,
Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung
Barat kelimpungan karena kesulitan membuang sampah. Bagi
Kota Bandung keadaan itu mengakibatkan terjadinya
Gerbang TPPAS Legok Nangka (Sumber: Radio PRFM) penumpukan sampah di mana-mana yang kemudian
memunculkan ungkapan sindiran “Bandung lautan sampah”.

S ampah merupakan satu di antara beberapa tema utama


masyarakat Metropolitan Bandung Raya. Sebagian
pembaca mungkin ingat dengan peris wa “Bandung
lautan sampah”. Peris wa penumpukan sampah di Kota
Bandung tahun 2005 mungkin saja terulang kembali. Saat ini
Beruntung kemudian ada lahan milik Perhutani di Desa
Sarimuk , Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat,
yang siap menjadi ”bak sampah raksasa” untuk limbah dari
Bandung Raya. Akan tetapi, TPA Sarimuk yang berluas 25
hektare itu tetap memiliki keterbatasan kapasitas karena di
se ap hari dak kurang dari 1.500 ton sampah dihasilkan
TPA tersebut dak ada teknologi pengolahan sampah modern.
warga Kota Bandung. Biaya yang dikeluarkan APBD Kota
Pengelolaannya masih konvensional seper di Leuwigajah.
Bandung pada tahun ini untuk sampah mencapai Rp 150 miliar
Sekitar 1.700 ton sampah per hari dari wilayah Bandung Raya
setahun.
dibuang ke TPA Sarimuk . Tentu saja persoalan sampah dak
bisa diatasi dengan cara-cara konvensional yang sangat
“Saat ini se ap hari dak kurang dari 1.500 ton dipengaruhi kapasitas lahan. Diperlukan terobosan teknologi
sampah dihasilkan warga Kota Bandung. … Biaya yang dak hanya dapat menjawab terbatasnya lahan, tetapi
… Rp 150 miliar setahun.” juga menawarkan nilai tambah yang bisa dimanfaatkan bagi
kehidupan sehari-hari masyarakat.
Berdasarkan peraturan, se ap pemerintah daerah
berkewajiban membuat tempat pembuangan akhir sampah. “…diproyeksikan sebagai TPPAS waste to energy,
Kenyataannya, se ap daerah di Bandung Raya memiliki
yaitu mengubah sampah menjadi energi listrik”
keterbatasan. Solusi mengenai sampah pun dak diperoleh.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat beberapa TPPAS Legok Nangka merupakan proyek strategis nasional
waktu lalu berprakarsa membangun Tempat Pengolahan dan (PSN) yang termasuk dalam Perpres 58/2017 tentang
Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) regional di Legok Nangka, Percepatan Pelaksanaan PSN dan Proyek Prioritas. Hingga kini
yang berlokasi di Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung. proses masih berlangsung. Lahan sudah dibebaskan.
Menurut penjelasan Pemprov Jabar dalam website-nya, Pembangunan teknologi pengolahan sampah masih dalam
dipilihnya Legok Nangka merupakan hasil studi kelayakan, proses lelang. Sebagaimana diwartakan Pikiran Rakyat
bukan Pemprov yang memutuskan. Pemilihan ditentukan (17/7/2019), Legok Nangka diproyeksikan sebagai TPPAS
berdasarkan banyak aspek, termasuk di sana dak banyak waste to energy, yaitu mengubah sampah menjadi energi
penduduk. Luas lahan yang sudah dibebaskan 78,1 hektare. listrik, dan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun
Lahan tersebut sangat luas sehingga cukup untuk menampung 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah
sampah jangka panjang. Rata-rata sampah yang akan diolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah
sekitar 1.820 ton/hari. Sampah akan berasal dari 6 daerah, Lingkungan. Perpres ini dikeluarkan dengan per mbangan
yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, untuk mengurangi volume sampah secara signifikan, yang
Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan mana 12 kota di Indonesia akan mengelolanya.
Kabupaten Garut. Berdasarkan konsultasi dengan Price Kita semua sangat menan kan pembangunan dan
Waterhouse Coopers (PWC), dibutuhkan investasi sekitar USD beroperasinya TPPAS Legok Nangka. Sing lancar. *** (PX)
240 juta. Adapun pendanaan dilakukan melalui skema kerja
sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Konstruksi
diharapkan pada 2020, dan beroperasi pada 2022.

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 40


Galeri

Selamat Datang
Mahasiswa Baru!

Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D berpidato dalam upacara Selamat datang mahasiswa baru Unpar! (Foto: Yosep Kriswanto)
penerimaan mahasiswa baru 2019 (Dok. Majalah Parahyangan)

Penutupan rangkaian acara penerimaan mahasiswa baru “SIAP” (Dok. Publikasi Unpar)
(Dok. Majalah Parahyangan)
(Dok. Majalah Parahyangan)

Listra mengajak mahasiswa baru untuk menari Kecak bersama-sama Aksi teaterikal seputar Sejarah Unpar

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 41


Humaniora

Kisah Kepahlawanan

Sang Kode Genetik


Mardohar B.B. Simanjuntak

M anusia memang keras kepala soal membangun


cerita – membangun narasi. Pemikir ilmu alam
seper Carlo Rovelli, misalnya, yang gigih
mengepung dan mengacungkan senjata melawan narasi
irasional (yang dak masuk akal) dan suprarasional
mengalami ilusi atau
bahkan delusi. Kurva
perubahan teknologi
bergerak menukik tajam ke
atas, dan apa yang telah
(melampaui akal) mengatakan bahwa kekuatan ilmu membuat kita merasa asing
pengetahuan – sains –bukan terletak pada kepas an; dengan lingkungan tempat
sebaliknya, kekuatan narasi sains yang sangat rasional adalah kita hidup dalam beberapa
pada kemampuannya untuk menyiapkan jawaban terbaik yang dekade, ke depannya akan
paling mungkin, the best possible answer (Rovelli, 2017:230). berlangsung hanya dalam
Di sudut yang tepat berseberangan dengan itu, para proponen beberapa tahun saja. Coba
narasi-narasi kemanusiaan yang di dalamnya tercakup agama, Anda tanyakan pada anak
hukum, dan filsafat, misalnya, mempertanyakan konflik e s sekolah di tahun 2013
dari ndakan menyiksa dan memerkosa yang masih menjadi tentang membayar batagor kesukaan mereka di kan n sekolah
sesuatu yang sangat problema s dari perspek f mesin cerdas hanya dengan mengetuk layar ponsel – mereka dak akan
(Harari, 2015:135). Masalahnya, kita membutuhkan jawaban punya bayangan apa pun.
selekas mungkin karena hidup manusia akan segera berubah. Masyarakat – bagi para teore kus seper Kwame Anthony
Appiah – hidup dari se ap derap narasi yang mengalir dalam
“Coba Anda tanyakan pada anak sekolah di tahun se ap de k kesehariannya. Agama, negara, warna kulit, kelas
2013 tentang membayar batagor kesukaan sosial, dan budaya bagi Appiah adalah lem perekat dari
mereka di kan n sekolah hanya dengan ins tusi sosial manapun. Bukan karena kartu tanda penduduk
mengetuk layar ponsel – mereka dak akan saya maka saya mengikatkan diri dalam kewarganegaraan
Indonesia –menurut Appiah saya melakukannya karena tradisi
punya bayangan apa pun.” Protestan yang saya warisi dari keluarga, karena kecintaan saya
Bukan sesuatu yang berlebihan untuk mengatakan bahwa pola pada tanah air Indonesia, dan seterusnya. Singkatnya, Appiah
keseharian kita akan nggal kenangan – seper saat kita sudah mengangkat ga elemen utama dari poin-poin yang saya
lupa caranya menggunakan mesin ke k, penyeranta (“pager”, sebutkan di atas: perekat ins tusi sosial dimungkinkan karena
kemampuannya untuk memberi label iden tas, memberi
patok-patok batas cara berperilaku, dan memberi panduan
tentang cara memperlakukan yang lain (Appiah, 2018:12).
Masalah yang “paling bermasalah” dari posisi semacam ini –
dari kecanduan kita akan instrumen-instrumen nara f
semacam ini – adalah relevansinya yang semakin miskin saat
kita dibenturkan pada realitas baru yang cukup menakutkan;
se daknya bagi mereka yang merasa dak nyaman dengan
dominasi hegemonik kecerdasan buatan yang merasuk masuk
ke semua sendi kehidupan manusia. Bila sebelumnya manusia
“sukses” menjadi pemenang dengan mendominasi planet ini
setelah mengalahkan spesies lain yang gagal bekerja dalam
Ilustrasi mesin k (Sumber: gangkecil.com) sebuah narasi kompleks seper yang dibangun oleh manusia,
maka “lawan” kita kali ini adalah spesies baru –yang kita
untuk Anda yang sudah benar-benar asing dengan instrumen ciptakan dan bermain dengan cara yang benar-benar berbeda
ini), dan telepon interlokal. Bila kita kembali persis ke tahun dari sebelumnya. Pertanyaannya sekarang, masih relevankah
2000, kita tak ubahnya bagai berkunjung ke museum. Anda konflik horizontal usang kita yang hanya sekadar hirau dengan
bisa bercerita pada penduduk Planet Bumi waktu itu bahwa urusan permukaan namun begitu abai dengan posisi manusia
manusia akan bisa melakukan panggilan video kapan saja dan yang berada di ujung tanduk?
di mana saja dengan biaya yang dak lebih mahal dari Singkatnya, bila memang manusia memiliki kompleksitas e s
beberapa rupiah – mereka mungkin mengira Anda sedang yang melampaui mesin, apakah “keunggulan” semacam ini

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 42


Humaniora

bisa menjadi keunggulan kompara f atau bahkan absolut di Pahlawan adalah orang yang melawan fungsi profit yang
hadapan kecerdasan buatan yang sebentar lagi akan melumat efek f dan efisien – yang berjuang atas nama belas kasihan,
mengambil alih apa pun yang sekarang “masih” di genggaman kese akawanan, teladan, dan hal-hal lain yang hampir
tangan manusia yang berbau repe f, par kular, efek f, dan mustahil untuk dirumuskan dan dialgoritmakan untuk tujuan
efisien. Ins tusi sosial apa – dengan demikian – yang masih tertentu yang lagi-lagi melulu bicara soal efek vitas dan
memiliki posisi tawar di hadapan cakar dan taji digital – efisiensi. Cerita manusia pada dasarnya adalah sebuah narasi
mekanis cerdas yang siap menyergap kenyamanan tahta tentang keasyikan seorang anak kecil yang dak peduli dengan
manusia? Larr y Boyer mencoba mengeksplisitkan kebertujuan (purposiveness) dan malah sibuk dengan “kesia-
kekhawa ran terbesar kita saat ini: sebuah teknologi cerdas siaannya” sendiri – dari kacamata orang dewasa yang haus
yang mampu mengembangkan dirinya sendiri tanpa bantuan target laba dan kekuasaan. Buka buku fisika dan temukan
manusia sedikit pun yang mampu masuk ke dalam seluruh bahwa alam semesta penuh dengan misteri yang masih
aspek kehidupan manusia (Boyer, 2018:38). membuat kita kagum hingga sekarang. Gerak misterius alam
semesta sejalan dengan misteri manusia yang penuh dengan
“…mengapa kita dak mengeluarkan jurus kejutan. Biarkan kejutan-kejutan itu menjadi sebuah
terbaik yang selalu kita pergunakan di saat wiracarita untuk era kolaborasi kita dan kecerdasan buatan:
sebuah masyarakat baru di masa depan.
manusia terjepit: mengendarai alih-alih
mengalahkan?” Referensi:
Carlo Rovelli, Reality Is not What It Seems, The Journey to Quantum Gravity
Menariknya, kita manusia, lanjut Boyer lagi, adalah biological (Penguin Books, United Kingdom:2017) diterjemahkan dari Bahasa Italia oleh
Simon Carnell dan Erica Segre
intelligence – kecerdasan biologis, yang sekarang berhadapan
dengan kecerdasan digital – digital intelligence (Boyer, Daniel Newman dan Olivier Blanchard, Human/Machine, The Future of Our
Partnership with Machines (Kogan Page, London:2019)
2018:31). Sebagai sebuah kode gene k biologis – apa yang bisa
kita tawarkan dalam cerita kolek f kita agar ras manusia Kwame Anthony Appiah, The Lies That Bind, Rethinking Iden ty, Creed,
Country, Colour, Class, Culture (Profile Books, London:2018)
terakhir yang tersisa ini bisa tetap bertahan dan bercerita
Larry Boyer, The Robot in the Next Cubicle, What You Need to Know to Adapt
melampaui sistem tata surya? Mungkin jawabannya ada pada and Suceed in the Automa on Age (Promotheus Books, New York:2018)
tawaran yang diberikan oleh Daniel Newman dan Olivier
Yuval Noah Harari, Homo Deus, A Brief History of Tomorrow (Vintage,
Blanchard: masa depan manusia adalah kecerdasan buatan, London:2015)
dan oleh karenanya, kemitraan dengan kecerdasan buatan
adalah sesuatu yang dak terelakkan (Newman dan Blanchard, Mardohar B.B. Simanjuntak, dosen Fakultas Filsafat
2019:49,53). Singkatnya, mengapa kita dak mengeluarkan Universitas Katolik Parahyangan. Mengampu mata kuliah
jurus terbaik yang selalu kita pergunakan di saat manusia Bahasa Indonesia dan Studi Ideologi. Anggota Pusat Studi
terjepit: mengendarai alih-alih mengalahkan? Dan ini berar Pancasila Unpar (PSP) dan Centre for Philosophy and Religion
bahwa kita harus mulai menanggalkan kekeraskepalaan kita (CPCReS). Ak f berbicara di forum-forum kebudayaan seper
soal persoalan remeh dan basi tentang konflik horizontal A ernoon Tea yang diadakan oleh Fakultas Filsafat Unpar dan
semu. Kita harus menyiapkan diri kita untuk sebuah narasi Selasar Sunaryo Art Space.
kepahlawanan dari sebuah kode gene k yang melabeli dirinya
homo sapiens-sapiens.

Ilustrasi Biological Intelligence (Sumber: h p://davidjernigan.blogspot.com)

Kita bisa menjadi pahlawan dengan mengangkat keunggulan


kita sebagai manusia: ketakterdugaan. Manusia punya
beragam mo f dan mo f-mo f apa pun yang melekat pada
manusia pada dasarnya begitu acak dan sulit ditebak.

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 43


Indonesiana
Media Pertama Milik Pejuang Bangsa
Surat Kabar Mingguan “SOENDABERITA”

M asih ada yang belum mengenal Tirto Adhi Soerjo


(sering disingkat TAS)? Laki-laki kelahiran Blora,
Jawa Tengah, tahun 1880, yang memiliki nama kecil
Raden Mas Djokomono ini adalah perin s kebangkitan bangsa
dan perin s pers nasional. Pramoedya Ananta Toer
Terbitlah Soenda Berita pada tahun 1903 itu. Inilah surat kabar
pribumi pertama berbahasa Melayu, yang dimodali, dicetak,
ditangani oleh pribumi. TAS membangun koran tersebut
dengan modal sendiri, setelah menjual semua harta bendanya
yang ada di Batavia. Tambahan modal ia dapatkan dari Bupa
menjulukinya “Sang Pemula”. Orangtuanya bangsawan Jawa; Cianjur yang dermawan. Pramoedya Ananta Toer
kakeknya Bupa Bojonegoro; berasal-usul dari Surakarta. menyebutkan bahwa redaksi dan percetakan Soenda Berita
Setelah menyelesaikan Europeesche Lagere School (ELS, berpusat di Cianjur. “Ini merupakan terbitan pertama dalam
sekolah dasar untuk anak-anak Eropa dan kaum bangsawan), sejarah pers Indonesia, yang redaksinya bertempat di desa,”
TAS sempat mengenyam pendidikan di School tot Opleiding kata penulis novel Tetralogi Pulau Buru yang termasyhur itu.
van Inlandsche Artsen (STOVIA, dikenal sebagai sekolah dokter
Agusmanon Yuniadi (2012) menyimpulkan bahwa Soenda
Jawa) di Batavia, tetapi dak diselesaikannya. TAS lebih tertarik
Berita merupakan cikal bakal pers nasional yang mengilhami
dengan dunia jurnalis k.
semangat perjuangan kaum pribumi melawan kebodohan,
keter ndasan, dan kolonialisme. Soenda Berita dalam
penerbitannya menggunakan bahasa Melayu dan merupakan
surat kabar pribumi pertama yang dibiayai, dikelola, dan diisi
oleh kebanyakan tenaga pribumi sendiri. Soenda Berita
membangkitkan dan menganjurkan kepada kaum priayi besar-
kecil wajib mencari ilmu supaya ringan bebannya dalam
mengarungi kehidupannya, agar terbuka pikiran dan
kepandaiannya. Priayi-priayi harus cerdik dengan banyak
membaca surat kabar, buku, berkala, dan mengetahui betul-
(Sumber: bandung.pojok_satu.id)
betul segala peraturan hukum perintah Hindia Belanda agar
sesuai dengan yang dilakukannya atau bekerja dalam
TAS menulis banyak ar kel di berbagai surat kabar terkemuka. menolong bangsanya. Soenda Berita dalam berita dan
Dia sempat nggal di Bandung untuk bekerja pada Pewarta ar kelnya banyak memberitakan keadaan masyarakat Sunda
Priangan, namun setelah media itu bangkrut dia kembali ke dan Jawa. Ar kel-ar kel dalam Soenda Berita juga banyak
Batavia. Pada tahun 1902 TAS diminta sebagai redaktur membahas ekonomi, kesehatan, hukum, ilmu pengetahuan,
Pembrita Betawi, yang waktu itu dipimpin F. Wiggers. Bahkan poli k, dan pendidikan. Di samping itu, Soenda Berita banyak
hanya dalam waktu satu bulan diangkat sebagai pemimpin menguraikan pengetahuan pertanian, perkebunan, dan
redaksi. Akan tetapi, jabatan itu hanya berusia sekitar satu pengetahuan prak s lain, seper fotografi, bekerja di
tahun karena TAS berselisih pandangan dengan F. Wiggers. percetakan, dan lain-lain. Soenda Berita banyak membahas
masalah perempuan terutama perempuan di Sunda dan di
Di Pembrita Betawi ini TAS banyak belajar dari Karel Wijbrands,
Jawa. Di samping membahas makanan, juga membahas
jurnalis senior yang juga pemimpin redaksi Niews van den Dag.
mengenai peranan perempuan dalam rumah tangga. Kalau
Pramoedya Ananta Toer, dalam Sang Pemula, mengungkapkan
perempuan maju juga akan membantu beban suami. Soenda
hubungan ini amat intensif walaupun hanya berlangsung
Berita mengajarkan perempuan harus mempunyai e ka atau
beberapa bulan. TAS mengambil banyak pelajaran dan
tata krama yang baik.
pengetahuan dari Wijbrands. TAS mendapat bimbingan
bagaimana harus mengelola penerbitan, dan ditunjukkan jalan Soenda Berita berhen terbit pada tahun 1906. TAS kemudian
untuk kelak bisa memiliki terbitan sendiri. Wijbrands berpindah ke Bogor dan Batavia untuk melanjutkan
menyarankan pula kepada TAS agar mempelajari hukum untuk perjuangannya melalui jurnalis k dan organisasi untuk
mengetahui batas-batas kekuasaan pemerintah kolonial, mencerdaskan dan memberdayakan bangsa. Karena terlalu
beserta hak dan kewajibannya. Wijbrands, papar Pramoedya, vokal, TAS sempat dibuang oleh Pemerintah Hindia Belanda ke
juga mengajarkan TAS tentang harga diri menurut standar Lampung dan Ambon. Meninggal dalam usia rela f muda pada
Eropa dan teknik menghantam aparat kolonial; bukan tahun 1918, TAS bukan hanya seorang perin s pers nasional,
pemerintah yang diserang, tapi aparatnya lantaran hasilnya namun juga perin s kebangkitan bangsa. Dialah Sang Pemula.
sama saja. *** (PX) (dari berbagai sumber).
Kemudian TAS pindah ke Bandung pada tahun 1903. Ke ka
nggal di Bandung itulah TAS ditawari Bupa Cianjur, R.A.A.
Prawiradiredja, untuk menerbitkan surat kabar sendiri.

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 45


Produksi

Primadona Sektor Manufaktur Indonesia


Industri Makanan dan Minuman
Industri makanan dan minuman menempa porsi terbesar sebagai bagian dari sektor manufaktur
Indonesia. Dengan kontribusi besar terhadap PDB, nilai ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja,
industri makanan dan minuman merupakan primadona dan kampiun bagi bangsa Indonesia. Bagaimana
membuatnya semakin kompe f?

I ndustri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor


manufaktur andalan dalam memberikan kontribusi besar
terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Diwartakan
oleh Neraca (20/2/2019), capaian kinerjanya selama ini
tercatat konsisten terus posi f, mulai dari perannya terhadap
peningkatan produk vitas, investasi, ekspor hingga
penyerapan tenaga kerja. “Potensi industri makanan dan
minuman di Indonesia bisa menjadi champion, karena supply
dan user-nya banyak. Untuk itu, salah satu kunci daya saingnya
di sektor ini adalah food innova on and security,” kata Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto.
Kementerian Perindustrian mencatat, sepanjang tahun 2018 (Sumber: tempo.co)
industri makanan dan minuman mampu tumbuh sebesar 7,91 Menjadi andalan manufaktur
persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di
angka 5,17 persen. Selanjutnya, industri makanan menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala
salah satu sektor yang menopang peningkatan nilai investasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
nasional, yang pada tahun 2018 menyumbang hingga Rp 56,60 Bambang Brodjonegoro menekankan pen ngnya kontribusi
triliun. Realisasi total nilai investasi di sektor industri industri manufaktur untuk mewujudkan Indonesia sebagai
manufaktur sepanjang tahun lalu mencapai Rp 222,3 triliun. negara dengan perekonomian terbesar kelima di dunia pada
Pada tahun 2018, tenaga kerja di sektor industri manufaktur 2045. Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi
mencapai 18,25 juta orang atau naik 17,4 persen dibanding Indonesia per tahun harus mencapai 5,7% dan pertumbuhan
tahun 2015. Industri makanan dan minuman menjadi industri manufaktur sebesar 6,3% dengan kontribusi industri
kontributor terbesar hingga 26,67 persen. manufaktur terhadap PDB sebesar 26%. "Kalau kita mau jadi
negara maju, Indonesia harus jadi negara industri.
Harapannya, pada 2045 kita ekonomi terbesar ke-5 dunia. PDB
“Potensi industri makanan dan minuman di
per kapita kita akan menembus angka USD 23.199," ujarnya
Indonesia bisa menjadi champion, karena supply sebagaimana diwartakan Kontan (26/7/2019).
dan user-nya banyak. Untuk itu, salah satu kunci
daya saingnya di sektor ini adalah food “…produk makanan dan minuman Indonesia
innova on and security.” telah dikenal memiliki daya saing di kancah
global melalui keragaman jenisnya.”
Menurut Menperin, produk makanan dan minuman Indonesia
telah dikenal memiliki daya saing di kancah global melalui Sebagai primadona sektor manufaktur, tentu saja industri
keragaman jenisnya. Ini ditandai dengan capaian nilai makanan dan minuman diharapkan menjadi andalan.
ekspornya sebesar USD 29,91 miliar pada tahun 2018. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB mencapai lebih
Menperin op mis s, industri makanan dan minuman nasional dari 25% pada 2030. Transformasi Indonesia 4.0 juga akan
mampu melakukan terobosan inovasi produk. Upaya ini guna mendorong transformasi bisnis manufaktur yang bersifat
memenuhi selera konsumen dalam dan luar negeri. Terlebih kolabora f. Dengan transformasi tersebut, Indonesia antara
lagi, implementasi Industri 4.0, dengan pemanfaatan teknologi lain dapat menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam industri
terkini, dinilai dapat menghasilkan produk yang berkualitas makanan dan minuman di ASEAN.
dan kompe f. Menurut Menperin, Revolusi Industri 4.0 telah
membawa perubahan pada model bisnis baru di sektor Adapun Kementerian Perindustrian fokus memacu industri
manufaktur, yang dinilai mampu meningkatkan kinerja lebih makanan dan minuman nasional agar lebih berdaya saing
baik dari sebelumnya. Hal ini karena melalui pemanfaatan global di era digital. Sebab, berdasarkan peta jalan Making
teknologi digital secara terintegrasi. Indonesia 4.0, industri makanan dan minuman menjadi satu
dari lima sektor yang diprioritaskan pengembangannya agar

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 46


Produksi

siap memasuki era Industri 4.0. Diwartakan Kontan (5/7/2019) memungkinkan perusahaan merespons kebutuhan pelanggan
Badan Peneli an dan Pengembangan Industri (BPPI) yang terus berkembang.
Kemenperin mengungkapkan bahwa dalam upaya ─ Smart Facili es: memas kan bangunan dan sumber daya
mendongkrak daya saing industri makanan di dalam negeri, lainnya aman, tersedia, efisien, dan ramah lingkungan. Fasilitas
BPPI sedang merancang showcase dalam bentuk suatu lini pabrik yang pintar, aman, dan efisien dengan fasil as
percontohan dalam penerapan Industri 4.0 untuk pembuatan penyimpanan yang memadai dapat mengurangi jejak karbon
tepung mocaf dan pengolahan produk kakao. Mocaf atau perusahaan, yang akhirnya meningkatkan produk vitas dan
modified cassava flour adalah produk tepung dari ubi kayu profitabilitas. Hal ini karena fasilitas pabrik pintar
yang diproses menggunakan prinsip memodifikasi pa dengan memungkinkan penilaian performa peralatan mesin secara
cara fermentasi. Proses ini akan memperbaiki sifat
organolep k tepung ubi kayu serta meningkatkan daya
simpannya.

“…berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0,


industri makanan dan minuman menjadi satu
dari lima sektor yang diprioritaskan
pengembangannya agar siap memasuki era
Industri 4.0.”
Kepala Balai Besar Industri Agro (BBIA) Si Rohmah Siregar
dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa BBIA sebagai
salah satu unit litbang di bawah BPPI Kemenperin, telah
menjadikan mocaf sebagai salah satu topik dalam kegiatan
(Sumber: Radar Tasikmalaya)
litbang. “Beberapa hasil litbang yang dihasilkan BBIA terkait
dengan mocaf, antara lain pembuatan starter mocaf, tepung real- me, prediksi perawatan dan konsumsi daya untuk
mocaf, dan aplikasinya untuk pangan. Kemudian, memas kan pasokan yang efisien.
pengembangan mocaf sebagai makanan pangan darurat siap
saji yang cukup kalori dengan masa simpan yang memadai dan ─ Smart Food Safety: meminimalisasi kesalahan manusia
mudah dalam pendistribusian. Selain itu, pengembangan (human error) seper kontaminasi dan kesalahan pelabelan
mocaf sebagai pangan tradisional dan pangan siap saji/instan,” sehingga dapat meningkatkan kepatuhan dan keterlacakan
papar Si . secara menyeluruh (end-to-end) untuk melindungi reputasi
perusahaan dan mendapatkan kepercayaan konsumen.
“…dalam upaya mendongkrak daya saing industri ─ Smart Supply Chain: mengop malkan dan meningkatkan
makanan di dalam negeri, BPPI sedang visibilitas rantai pasok mulai dari ketersediaan bahan baku
merancang showcase dalam bentuk suatu lini hingga distribusi produk ke tangan konsumen akhir sehingga
dapat mengurangi biaya logis k perusahaan.
percontohan dalam penerapan Industri 4.0 untuk
pembuatan tepung mocaf dan pengolahan “...transformasi digital dapat dilakukan secara
produk kakao.” bertahap dan menggunakan solusi dengan
Transformasi digital pla orm terbuka.”
Melihat strategisnya industri makanan dan minuman, Xavier Melihat perkembangan menggembirakan industri makanan
Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia dan minuman beberapa tahun terakhir ini, kita yakin bahwa
mengajak pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia Pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua
untuk segera mengambil langkah berani dalam melakukan memberikan dukungan lebih kuat terhadap
digitalisasi dan menekankan bahwa transformasi digital dapat pengembangannya, termasuk untuk ekspor. *** (PX)
dilakukan secara bertahap dan menggunakan solusi dengan
pla orm terbuka. Diwartakan Bisnis.com (10/7/2019), empat
area pen ng yang perlu menjadi fokus dalam transformasi
digital di industri makanan dan minuman yaitu:
─ Smart manufacturing: meningkatkan efisiensi produksi
sekaligus meningkatkan fleksibilitas dengan mengintegrasikan
perangkat, mesin, dan proses dengan perangkat lunak inova f
sehingga staf dapat mengoperasikan proses produksi dengan
lebih efisien, didukung oleh data real- me, sehingga

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 47


Humaniora

Agama: Politik Tuhan?


Onesius Otenieli Daeli
Pengantar Kalau kita ama , se ap

A“ a ga m a m e m i l i k i ko n s e p
gama: Poli k Tuhan?” merupakan tema Extension
tentang Tuhan. Se ap agama
Course of Culture and Religion (ECCR) semester genap
pun memiliki “firman' yang
tahun ajaran 2018-2019 yang diselenggarakan oleh
merupakan refleksi iman atas
Fakultas Filsafat Unpar. Tema tersebut kemudian diurai lebih
apa yang Tuhan kehendaki
detail ke dalam 8 subtema dan dibahas dalam 8 kali pertemuan
bagi umat dan dunia ciptaan-
pada Maret-April 2019 yang lalu. Pada pertemuan pertama,
Nya. Hal ini sangat jelas bagi
salah seorang peserta menyampaikan keberatannya akan
agama-agama dunia yang
rumusan tema ECCR ini. Beliau mengatakan, “Tuhan dak
memiliki Kitab Suci. Isi Kitab
berpoli k. Yang berpoli k itu manusia.” Nah, kira-kira
Suci pada hakikatnya
bagaimana menjawabnya?
berbicara tentang bagaimana
Logika Ilahi Allah berelasi, berinteraksi,
ber ndak serta bagaimana manusia menangkap, memahami,
Sebagai pembicara pertama dalam ECCR ini sekaligus juga dan mengimani Dia yang mereka sebut sebagai Tuhan, Gus ,
sebagai ketua pengabdi (pani a), saya mencoba menanggapi Deus, Allah, Yang Maha nggi. Oleh sebab itu, ada suatu
kegundahan sekaligus keberatan peserta tersebut dengan keyakinan bahwa dalam ar tertentu, Tuhan berpoli k lewat
mengatakan: “Bapak dak salah, pani a pun dak gegabah. agama-agama. Tentu saja Ia berpoli k dengan cara “khas”:
Tanda tanya (?) yang dibubuhkan pada tema memiliki ar logika ilahi. Manusia berusaha “menangkap” makna cara kerja
khusus. Dengan tanda tanya itu, pani a hendak meni p pesan Tuhan secara khas pula sesuai dengan konteks kemanusiaan
bahwa manusialah yang membahasakan apakah Tuhan yang historis, kultural, dan plural. Poli k Tuhan dalam agama-
agama selalu merupakan dialek ka “wahyu” dari Tuhan yang
ditanggapi oleh manusia dengan “iman”. Iman itu kemudian
diekspresikan secara sadar melalui agama-agama. Se ap
agama memiliki konsep (orthodoxi) dan prak k keagamaan
(orthopraxis) tentang Tuhan dan kehendak-Nya. Meskipun
berbeda satu sama lain, namun tujuan se ap agama adalah
keselamatan manusia karena Tuhan mencintai umat-Nya.

“…Dalam cara berpikir manusiawi, Tuhan itu


berpoli k karena Ia menata kehidupan manusia
dan alam semesta sehingga menjadi habitus
manusiawi sekaligus surgawi...”
George Lundskow (2008) dalam bukunya The Sociology of
Religion: A Substan ve and Transdisciplinary Approach
mengatakan, “Religion is far more than just a set of beliefs; it is
also a lifestyle, a worldview, and a culture, and is o en
memang berpoli k atau dak.” Pani a dalam ar itu dak connected to poli cal and economic interests.” Dalam ar itu,
hendak mengerdilkan cara berpikir Tuhan yang mahaluas itu, agama bukanlah en tas otonom yang terlepas dari suatu
namun dak juga menistakan upaya manusia yang senan asa konteks. Agama selalu ada dan berkembang dalam sebuah
berusaha mengenal pola-pola pendekatan yang kira-kira konteks kultur. Suatu kultur sangat berpengaruh pada
digunakan Tuhan untuk merepresentasikan kehendak-Nya dinamika hidup agama-agama. Cara manusia memahami Yang
kepada manusia dan makhluk ciptaan-Nya. Dalam cara Maha nggi (Supreme Being) bertautan dengan cara manusia
berpikir manusiawi, Tuhan itu berpoli k karena Ia menata memahami dirinya, orang lain, dan semesta alam dalam cara
kehidupan manusia dan alam semesta sehingga menjadi pandang kultur yang dianutnya. Pada gilirannya, agama
habitus manusiawi sekaligus surgawi. Secara sederhana saya memengaruhi atau mungkin mengubah kultur di mana ia
menger poli k itu sebagai seni mengatur dan mengurus berada. Agama merupakan bagian dari sebuah kultur yang di
negara serta ilmu kenegaraan. Dengan demikian, “poli k dalamnya ada daya khas dan kental, yaitu iman. Iman itu
Tuhan” dapat berar cara Tuhan mengatur dan mengurus persoalan ba niah yang sulit diduga. Iman itu merupakan
kerajaan-Nya yang di dalamnya ada manusia beserta semesta. keberanian untuk ikut. Iman itulah yang secara tajam

MAJALAH PARAHYANGAN | VOL. VI No. 4 | 48