Anda di halaman 1dari 4

• Rektor UBB dalam Penyuluhan Budidaya Ikan pada masyarakat Bangka

Belitung

• Prodi Budidaya Perairan di Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung


Balun Ijuk

Tanya Jawab Online

SELAMAT DATANG
di webblog Budidaya Perairan Universitas Bangka Belitung. Alamat Jl. Merdeka No. 04
Pangkalpinang Propinsi Kepulauan Bangka Belitung

.
.
.
.
.

Carcarias sp & Rana sp


Cherax sp

Black Ghost Fish

Ciprinus carpio

Penaeus monodon
Clarias sp

Pangasius pangasius

Follow Us Via:

E-Mail Subscription
Top of Form

enter your Submit

Bottom of Form

Twitter Updates
• For Teeth Blogger Template http://nblo.gs/d2uB2 1 day ago
Proses Pembekuan Udang
Posted by Budidaya Perairan UBB on Kamis, 04 Februari 2010 in makanan dan minuman ,
pengolahan
Pembekuan udang merupakan proses penanganan udang
secara modern yang paling lazim digunakan. Selain tidak merubah penampilan dan tekstur,
juga memiliki daya awet yang lama yaitu mencapai 2 tahun. Sehingga waktu pengiriman
yang lama sekitar 1-2 bulan hingga mencapai konsumen luar negeri tidak mempengaruhi
kualitas produk. Sebagian besar udang yang dipanen di Indonesia baik melalui penangkapan
maupun budidaya, diproses melalui pembekuan. Produk beku lebih diminati dibanding
produk olahan lainnya karena masih merupakan produk setengah jadi dan dapat diproses

kembali menjadi produk lain.


Proses pembekuan udang secara umum adalah sebagai berikut :
1. Udang diterima dari suplier dan tambak dalam kondisi Head On (HO) dalam box
dengan pendingin es. Udang diterima pada bagian penerimaan untuk dicuci ozon dan
dilakukan sampling size maupun mutu udang. Selain itu dilakukan juga uji
chlorampenichol yang sering kali digunakan oleh petambak udang. Uji ini dilakukan
atas permintaan konsumen yang mengharapkan zero antibiotik. Sementara
penggunaan antibiotik masih seringkali digunakan oleh petambak udang.
1. Setelah penerimaan bahan baku berupa HO adalah dilakukannya proses potong kepala
yaitu melepaskan bagian kepala udang dan badan udang, serta membersihkan kotoran
yang terdapat diantara badan dan kepala udang. Hasil dari proses ini adalah udang
head less atau HL.
2. Udang HL ini kemudian disortir secara otomatic dengan mesin pengatur berat atau
ukuran sehingga lebih seragam ukurannya. atau menggunakan mesin grading yang
mengatur volume tubuh udang untuk memisahkan udang berdasarkan size.
3. Udang hasil sortir dikupas sesuai permintaan. Ada beberapa jenis kupasan yaitu PND
(peel and diveined), PUD (peel un diveined), PDTO (peel diveined tail on) dan BTO (
Buterfly tail on). Ada juga beberapa jenis kupasan lain.
4. Udang hasil kupasan dibekukan dengan mesin pembeku. Ada beberapa macam
metode pembekuan : IQF (individual quick frozen), Air blast freezer, contact plate
freezer.
5. Udang hasil pembekuan dipacking sesuai permintaan buyer.