Anda di halaman 1dari 5

HKUM4407

BUKU JAWABAN TUGAS MATA

KULIAH TUGAS 2

Nama Mahasiswa : Dedi Prasetyo

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 041584921

Kode/Nama Mata Kuliah : HKUM4407/Hukum Pajak Dan Acara Perpajakan

Kode/Nama UPBJJ : 16/RIAU

Masa Ujian : 2020/21.1 (2020.2)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN


KEBUDAYAAN UNIVERSITAS TERBUKA

1 dari 2
HKUM4407

NASKAH TUGAS MATA KULIAH


UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2020/21.2 (2021.1)

Fakultas : FHISIP/Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik


Kode/Nama MK : HKUM4407/Hukum Pajak Dan Acara Perpajakan
Tugas 2

No. Soal
1. Berdasarkan Pasal 1 UU Penghasilan Pajak, Pajak Penghasilan dikenakan terhadap Subjek
Pajak atas Penghasilan yang diterima atau diperolehnya dalam tahun pajak. Pasal 2 UU Pajak
Penghasilan, diatur bahwa yang termasuk dalam Subjek Pajak adalah orang pribadi, warisan
yang belum terbagi, badan, dan bentuk usaha tetap. Berdasarkan tempat kedudukannya,
Subjek Pajak selanjutnya dibedakan sebagai Subjek Pajak Dalam Negeri dan Subjek Pajak
Luar Negeri. Selanjutnya, Pasal 3 UU Pajak Penghasilan mencantumkan beberapa kelompok
yang tidak termasuk sebagai Subjek Pajak.
Pasal 4 UU Penghasilan Pajak mendefinisikan Penghasilan sebagai setiap tambahan
kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari
Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk
menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama atau bentuk apapun.

Pertanyaan :
J adalah warga negara Jepang yang menjalankan usaha pariwisata di Bali, yang banyak
melayani wisatawan dari Jepang yang berkunjung ke Bali. Setiap tahunnya, J akan tinggal di
Denpasar sejak tanggal 1 Mei s.d. 30 Desember untuk mengelola usahanya. Pada tahun 2019,
usaha pariwisata J di Bali menghasilkan keuntungan bersih sebesar 2 miliar rupiah.
Menurut Anda, apakah J harus membayarkan Pajak Penghasilan berdasarkan Pasal 1 UU
Pajak Penghasilan atas pengahsilan yang ia terima dari usaha pariwisatanya di Bali? Berikan
penjelasan atas pendapat Anda.

Jawaban : tuan j harus membayar pajak sesuai dengan acuan pada UU PPh No. 36/2008,
objek Pajak Penghasilan didefinisikan sebagai setiap tambahan kemampuan ekonomis yang
diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia
yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak bersangkutan
dan terdapat point didalam nya salah satunya Keuntungan karena penjualan atau karena
pengalihan harta, termasuk keuntungan yang diperoleh oleh perseroan, persekutuan, dan badan
lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, anggota, serta karena likuidasi
dan tuan J masuk dam katagori tersebut.

2. Subjek PPN sebagaimana diatur dalam Pasal 4 UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah
pengusaha yang melakukan:
a. penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak di dalam daerah pabean yang
dilakukan oleh pengusaha.
b. impor Barang Kena Pajak

2 dari 2
HKUM4407

c. pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan Jasa Kena Pajak dari luar daerah
pabean di dalam daerah pabean
d. ekspor Barang Kena Pajak berwujud, Barang Kena Pajak tidak berwujud dan Jasa Kena
Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak
PPN dikenakan apabila memenuhi kriteria berikut:
1. barang berwujud/tak berwujud/jasa yang termasuk kriteria yang dikenakan PPN
2. penyerahan dilakukan di dalam daerah pabean
3. penyerahan dilakukan dalam rangka kegiatan usaha atau pekerjaannya

Pertanyaan :
A yang merupakan seorang pengusaha memberikan sebuah kendaraan yang dibeli A seharga
200 juta rupiah kepada organisasi X sebagai sumbangan untuk digunakan sebagai kendaraan
operasional. Berapakah PPN yang dikenakan atas penyerahan kendaraan oleh A kepada
organisasi X?
Jawaban ;
bagi PKP yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan menggunakan metode ini
hanya wajib menyetorkan PPN pada setiap Masa Pajak sebesar 3% (tiga persen) dari Dasar
Pengenaan Pajak (dalam hal ini Peredaran Bruto)

3 dari 2
3. Subjek PPN sebagaimana diatur dalam Pasal 4 UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah
pengusaha yang melakukan:
a. penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak di dalam daerah pabean yang
dilakukan oleh pengusaha.
b. impor Barang Kena Pajak
c. pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan Jasa Kena Pajak dari luar daerah
pabean di dalam daerah pabean
d. ekspor Barang Kena Pajak berwujud, Barang Kena Pajak tidak berwujud dan Jasa Kena
Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak
PPN dikenakan apabila memenuhi kriteria berikut:
1. barang berwujud/tak berwujud/jasa yang termasuk kriteria yang dikenakan PPN
2. penyerahan dilakukan di dalam daerah pabean
3. penyerahan dilakukan dalam rangka kegiatan usaha atau pekerjaannya

Pertanyaan :
Perusahaan Y yang merupakan Pengusaha Kena Pajak melakukan ekspor kendaraan kepada
perusahaan S yang berlokasi di Singapura. Biaya produksi kendaraan tersebut adalah sebesar
100 juta rupiah, dan kemudian perusahaan Y menjual kendaraan tersebut kepada perusahaan S
seharga 200 juta rupiah. Berapakah PPN yang dikenakan atas penyerahan kendaraan oleh
perusahaan Y kepada perusahaan S?
Jawban :
PPN sebesar 10% yang harus diserahkan,,,
Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 197/PMK.03/2013 yang berlaku efektif
sejak 1 Januari 2014, Pengusaha kecil merupakan pengusaha yang selama 1 (satu) tahun buku
melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak dengan jumlah peredaran
bruto dan/atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan
ratus juta rupiah). Peredaran bruto dan/atau penerimaan bruto sebagaimana dimaksud adalah
jumlah keseluruhan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak yang dilakukan
oleh pengusaha dalam rangka kegiatan usahanya. Bagi pengusaha orang pribadi yang
dikecualikan dari kewajiban menyelenggarakan pembukuan, pengertian tahun buku adalah
tahun kalender.
4. Subjek PPN sebagaimana diatur dalam Pasal 4 UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah
pengusaha yang melakukan:
a. penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak di dalam daerah pabean yang
dilakukan oleh pengusaha.
b. impor Barang Kena Pajak
c. pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan Jasa Kena Pajak dari luar daerah
pabean di dalam daerah pabean
d. ekspor Barang Kena Pajak berwujud, Barang Kena Pajak tidak berwujud dan Jasa Kena
Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak
PPN dikenakan apabila memenuhi kriteria berikut:
1. barang berwujud/tak berwujud/jasa yang termasuk kriteria yang dikenakan PPN
2. penyerahan dilakukan di dalam daerah pabean
3. penyerahan dilakukan dalam rangka kegiatan usaha atau pekerjaannya
Pertanyaan :
Perusahaan Z memiliki sebuah gedung yang berlokasi di kawasan bisnis Singapura dengan
nilai yang setara dengan 1,2 triliun rupiah. Perusahaan Z kemudian menjual gedung tersebut
kepada perusahaan M yang berasal dari Malaysia dengan harga yang setara dengan 1 triliun
rupiah. Berapakah PPN yang dikenakan atas penyerahan gedung oleh perusahaan Z kepada
perusahaan M?
Jawaban ;
Menurut ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 258/PMK.03/2008 tentang
Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26 atas Penghasilan dari Penjualan atau Pengalihan
Saham, maka penghasilan atas penjualan saham tersebut dikenakan pajak sebesar 20% dari
perkiraan Penghasilan Neto, sedangkan besarnya Penghasilan Neto adalah 25% dari Harga
Jual

Anda mungkin juga menyukai