Anda di halaman 1dari 11

Nama : Mia Candra Dewi

NIM : 191217317
Kelas : Akuntansi/Ak A
Mata kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah 2

PILIHAN GANDA BAB 11. Liabilitas Jangka Pendek, Provisi, dan Kontinjensi
1. Manakah yang termaksud liabilitas jangka pendek?
a. Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan
b. Pembayaran tunai atas jasa yang akan selesai dalam jangka waktu 6 bulan kedepan
c. Beban gaji yang belum dibayar
d. Semua benar
Jawaban : D
2. Jenis liabilitas :
(A) Utang dagang.
(B) Obligasi jangka pendek yang akan dilakukan refinancing.
(C) Bagian utang jangka panjang yang tidak jatuh tempo pada periode pelaporan.
(D) Pembayaran atas barang yang akan dikirim.
(E) Gaji karyawan yang telah dibayarkan.
(F) Beban bunga yang belum dibayar.
Semua komponen pada kelompok berikut dapat diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka
pendek kecuali:
a. A – D – E
b. A – B – F
c. A – D – F
d. A – C – F
Jawaban : D
3. Pernyataan berikut menunjukan criteria pengklasifikasian obligasi sebagai liabilitas
jangka pendek sesuai PSAK 1, kecuali…
a. Obligasi memiliki jatuh tempoh dalam siklus operasi normal entitas 12 bulan
b. Entitas memiliki kesempatan untuk memperpanjang masa jatuh tempo obligasi lebih dari 12
atau siklus operasi normal entitas apabila tidak sanggup mengembalikan pokok dan bunga
obligasi
c. Obligasi yang dimiliki entitas memiliki tujuan diperdagangkan
d. Entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian obligasi selama
sekurang-kurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan
Jawaban : B
4. Pernyatan berikut yang salah terkait liabilitas jangka pendek adalah…
a. Utang dagang yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan namun masih dalam periode siklus
normal operasi perusahaan diklasifikasiakan sebagai liabilitas jangka panjang
b. Risiko barang dalam perjalan akan ditanggung oleh pembeli ketika syarat pembelian suatu
barang adalah FOB shipping point
c. Beban bunga yang masih harus dibayar, dicatat berdasarkan prinsip akrual yaitu dicatat saat
terjadinya tanpa menunggu dilakukannya pembayaran
d. untuk menentukan keberadaan dan nilai provisi salah satunya dibutuhkan judgement
professional seorang akuntan terkait konsep keandalan materialitas dan relevansi
Jawaban : D
5. Pada tanggal 1 Oktober 2015, PT Makmur melakukan perjanjian utang dengan BANK NBE sebagai
Rp300 juta dengan bunga tahunan sebesar 15% untuk jangka waktu 120 hari. Pencatatan berikut
yang salah terkait transaksi diatas adalah…
a. mendebit pada kas sebesar Rp300.000.000 tanggal 1 Oktober 2015
b. mengkredit penyesuaian atas utang bunga sebesar Rp33.750.000 tanggal 31 Desember 2015
c. mengkredit utang bunga sebesar Rp300.000.000 tanggal 1 Oktober 2015
d. mengkredit penyesuaian atas utang bunga sebesar Rp 11.250.000 tanggal 31 Desember
Jawaban : A

PILIHAN GANDA BAB 12. Liabilitas Jangka Panjang


1. PT Toba menerbitkan obligasi dengan nilai nominal Rp500.000.000, dengan jangka waktu jatuh
tempo 5 tahun. Jika obligasi diterbitkan dengan nilai premium, maka :
a. Tingkat bunga efektif dan nominal sama
b. Tingkat bunga efektif lebih besar dari tingkat bunga nominal
c. Tingkat bunga efektif lebih kecil dari tingkat bunga nominal
d. Obligasi tersebut tidak berbunga (zero coupon bonds)
Jawaban : C
2. Jika entitas membeli asset tetap dan menerbitkan wesel bayar sebagai pembayarannya. Dalam
transaksi tersebut, maka entitas harus mengukur nilai wesel bayar tersebut sebesar:
a. Nilai wajar dari asset tetap
b. Nilai wajar dari wesel bayar
c. Nilai nominal wesel bayar
d. Semua
Jawaban : B
3. Pada tanggal 1 Januari 2015,PT Kapuas menerbitkan obligasi dengan nilai nominal
Rp1.000.000.000 dengan tingkat bunga 6 % dengan jangka waktu 10 tahun. Obligasi tersebut
membayar bunga tiap semester. Tingkat bunga efektif adalah 5%. Berapakah harga jual obligasi
tersebut?
2,5% 3,0% 5,0% 6,0%
Nilai sekarang dari Rp1 dari 5 periode ,88385 ,86261 ,78353 ,74726
Nilai sekarang dari Rp1 untuk dari 10 periode ,78120 ,74409 ,61391 ,55839
Nilai sekarang dari anuitas selama 5 periode 4,64583 4,57971 4,32948 4,21236
Nilai sekarang dari anuitas selama 5 periode 8,75206 8,53020 7,72173 7,36009

a. Rp1.000.000.000
b. Rp10.432.988
c. Rp10.437.618
d. Rp10.434.616
Jawaban : C
Harga obligasi :
Nilai sekarang dari pokok utang :
Rp10.000.000 x 0,78120 Rp7.812.000
Nilai sekarang dari bunga :
(Rp10.000.000 x 6% x 6/12) x 8,75206 Rp2.625.618
Total Rp10.437.618
4. PT Lintas menerbitkan obligasi dengan nilai nominal Rp 1.800.000.000 dan tingkat bunga kupon
10% pada tanggal 1 Januari 2015. Obligasi tersebut mempunyai jangka waktu tempo 5 tahun dan
bunga dibayar tiap semester. Dengan tingkat bunga efektif 12%, harga jual obligasi tersebut
adalah Rp1.667.520.000. Berapakah beban bunga yang dilaporkan untuk tahun 2015?
a. Rp206.496.000
b. Rp200.102.400
c. Rp180.000.000
d. Rp166.752.000
Jawaban : B

Beban bunga untuk tahun 2015


Rp1.667.520.000 x 12% = Rp200.102.400
5. Dalam laporan posisi keuangan per 31 Desember 2018 dari PT Banjar, terdapat akun utang
obligasi dengan nilai tercatat Rp9.243.000.000. obligasi tersebut mempunyai nilai nominal
Rp9.000.000 dan pertama kali diterbitkan pada tanggal 31 Desember 2015 dan akan jatuh tempo
pada tanggal 31 Desember 2025. Bunga obligasi sebesar 9% dibayar tiap tanggal 1 Januari dan 1
Juli. Pada tanggal 1 Januari 2019, PT Kapuas memutuskan untuk melunasi 1/3 dari obligasi
tersebut denggan membayar senilai Rp2.940.000.000. Berapakah keuntungan/kerugian yang
diakui entitas terkait dengan transaksi pelunasan
tersebut?
a. Keuntungan Rp50.000.000
b. Keuntungan Rp141.000.000
c. Keuntungan Rp276.000.000
d. Kerugian Rp243.000.000
Jawaban : B
1/3 x Rp9.243.000.000 = Rp3.081.000.000 – Rp2.940.000.000
= Rp141.000.000  untung

PILIHAN GANDA BAB 13. Ekuitas Modal Disetor


1. Secara umum, ekuitas dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar, yaitu:
a. modal disetor dan modal diappropriasi
b. modal diapropriasi dan saldo laba
c. saldo laba dan modal yang belum ditempatkan
d. saldo laba dan modal disetor
Jawaban : D
2. Sumber utama ekuitas pemegang saham perusahaan adalah:
a. laba yang ditahan oleh perusahaan.
b. saldo laba yang disisihkan untuk tujuan tertentu.
c. kontribusi pemegang saham.
d. laba yang ditahan oleh perusahan dan kontribusi pemegang saham.
Jawaban : D
3. Kepemilikan residual suatu perseroan terbatas berarti bagian yang dimiliki oleh
a. manajemen.
b. kreditor
c. pemegang saham biasa
d. pemegang saham preferen.
Jawaban : C
4. Hak memesan terlebih dahulu (pre-embtive right) adalah hak pemegang saham biasa
untuk.....
a. berbagi aset perusahaan saat likuiditas secara proporsional.
b. memperoleh bagian penerbitan saham baru, yaitu saham dengan kelas yang sama, secara
proporsional.
a. menerima dividen tunai sebelum didistribuskan kepada pemegang saham preferen
b. mengecualikan pemegang saham preferen dalam pemungutan suara RUPS.
Jawaban : B
5. PT Nagari menerbitkan saham biasa sebanyak 2.500.000 lembar, yang bernilai nominal Rp 200
dan dijual dengan harga Rp 1.200 per lembar. PT Nagari mengeluarkan uang senilai Rp
30.000.000 untuk penerbitan saham tersebut, yaitu biaya penjaminan emisi efek dan legal. PT
Nagari akan mencatat pengeluaran sebesar Rp 30.000.000 itu sebagai.........
a. Debit terhadap Agio Saham Biasa
b. Debit terhadap Beban Pendanaan
c. Kredit terhadap Agio Saham – Biasa
d. Kredit terhadap Modal Saham- Biasa
Jawaban : B

PILIHAN GANDA BAB 14. Ekuitas Saldo Laba, Dividen, saham Treasuri, dan Penghasilan
Komprehensif Lain

1. Jawaban : A. Saham Treasuri sebesar Rp60.000 dan Modal saham-saham Treasur sebesar
Rp21.000
Kas Rp81.000
Saham Treasuri Rp60.000
Modal saham-saham Treasuri Rp21.000
2. Jawaban : B. Rp900.000
3. Jawaban : B. Keuntungan Rp45.0000, Pengurangan bersih saldo laba Rp81.000
Saldo Laba = Saldo laba Awal + Laba (Rugi) bersih – Dividen
= Rp90.000 + (Rp90.000 – Rp9.000) - Rp126.000
= Rp45.000
4. Jawaban : A. Rp56.000
Dividen : (10.000 x 15% = 1.500 lembar), harga pasar wajar Rp6 per lembar
Saldo Laba = Saldo laba Awal + Laba (Rugi) bersih – Dividen
= Rp75.000 + (Rp10.000) – Rp9.000
= Rp56.000
5. Jawaban : C. Saham Preferen Rp24.000 , Saham Biasa Rp6.000
Saham Preferen
8% x 2.000 = 160 lembar x Rp100 = Rp16.000
Saham Biasa
10.000 lembar x Rp10 = Rp100.000
Jumlah terutang :
Saham Preferen
Rp16.000 + Rp8.000 = Rp 24.000

PILIHAN GANDA BAB 15. Sekuritas Dilusian dan Laba Per saham
1. PT RAKIN memiliki Rp 2.500.000, 8% obligasi konversi yang beredar/Setiap Rp 1.000 Obligasi
dapat dikonversi menjadi 30 Lembar saham biasa dengan nilai par Rp 30. Obligasi tersebut
membayarkan bunga pada 31 Januari dan 31 July. Pada 31 Juli 2013 pemegang obligasi
melaksanakan hak konversinya sebanyak Rp 800.000. Pada tanggal tersebut harga pasar obligasi
adalah 105 dan harga pasar dari saham biasa Rp 36. Jumlah total premi obligasi yang belum
diamortisasi pada tanggal konversi adalah Rp 175.000. PT RAKIN harus mencatat jurnal sebagai
berikut sebagai dampak dari konversi.
a. kredit Rp 136.000 pada tambahan modal disetor
b. kredit Rp 120.000 pada tambahan modal disetor
c. kredit Rp 56.000 pada premi utang obligasi
d. rugi Rp 8000
Jawaban : A
Jurnal penerbitan obligasi konversi
Kas Rp 2.500.000
Utang Obligasi Rp 2.300.000
Saham Premium – Konversi Rp 200.000
Jurnal Saat Pengkonversian Obligasi
Saham Premium – Konversi Rp 200.000
Utang Obligasi Rp 800.000
Modal Saham Biasa Rp 720.000
Agio Saham Biasa Rp 144.000
Tambahan Modal disetor Rp 136.000
Perhitungan :
Saham Biasa : Rp 800.000/Rp 1.000 = 800 x 30 lembar = 2.400 lembar
Modal Saham Biasa : 2.400 lembar x Rp30 = Rp 720.000
Agio Saham Biasa : (2.400 lembar x Rp36) – Rp 720.000 = Rp 144.000

2. PT KIRY mengeluarkan dua efek yang beredar yaitu saham biasa dan 8% obligasi konversi yang
dikeluarkan dengan nilai nominal Rp 16.000.000. Pembayaran bunga dilakukan pada tanggal 30
Juni dan 31 Des. Persyaratan konversi menyatakan bahwa pemegang obligasi akan menerima 40
lembar saham biasa dengan nilai par Rp 20 sebagai penukaran untuk Rp 1000 obligasi. Pada 30
Juni 2010 pemegang obligasi mengeluarkan hak konversinya sebanyak Rp2.400.000. Harga pasar
obligasi Rp 1.100 per obligasi dan saham Rp 35. Jumlah total diskon yang belum diamortisasi
pada tanggal konversi adalah Rp 1.000.000. Berapakah jumlah yang harus dikredit atas akun
“Tambahan Modal Disetor” sebagai dampak dari konversi?
a. Rp 330.000
b. Rp 160.000
c. Rp 1.440.000
d. Rp 720.000
Jawaban : C
Utang Obligasi Rp 2.400.000
Disagio Obligasi Rp 1.000.000
Modal Saham Biasa Rp 1.920.000
Agio Saham Biasa – Tambahan modal disetor Rp 1.440.000
Laba Pengkonversian Rp 40.000
Perhitungan :
Saham Biasa : Rp 2.400.000/Rp 1.000 = 2.400 x 40 lembar = 9.600 lembar
Modal Saham Biasa : 9.600 lembar x Rp20 = Rp 1.920.000
Agio Saham Biasa : (9.600 lembar x Rp35) – Rp 1.920.000 = Rp 1.440.000
3. PT cemik menawarkan 5 tahun waran melekat untuk membeli satu lembar saham biasa (dengan
nilai par Rp 5) pada harga Rp 20. Saat ini saham tersebut diperdagangkan pada harga Rp 32.
Harga jual 2.000 lembar obligasi dengan nilai nominal Rp 1.000 dengan waran yang melekat
adalah Rp 205.000. Harga pasar untuk obligasi PT cemik tanpa waran adalah Rp 180.000 dan
harga pasar untuk waran tanpa obligasi adalah Rp 20.000. Berapakah jumlah yang harus
dialokasikan ke waran?
a. Rp 20.000
b. Rp 20.500
c. Rp 24.000
d. Rp 25.000
Jawaban : B
Alokasi penjualan obligasi dan Waran
Harga pasar Obligasi Rp 180.000
Harga pasar Waran Rp 20.000
Jumlah Harga Pasar Rp 200.000
Jadi, penerimaan dari hasi penjualan obligasi sebesar Rp 205.000 yang dialokasikan untuk waran

Rp20 .000
adalah x Rp .205.000 = Rp 20.500
Rp 200.000
4. Pada tanggal 1 Januari 2012 PT DIAZ memiliki 125.000 lembar saham biasa beredar dengan nilai
par sebesar Rp 2. Pada tanggal 1 Maret PT DIAZ menjual tambahan 250.000 lembar saham biasa
di pasar modal pada harga Rp 20 per lembarnya. PT DIAZ mengeluarkan 20% dividen saham pada
tanggal 1 Mei. Pada tanggal 1 Agustus, PT DIAZmembeli kembali 140.000 lembar sahamnya dan
langsung memberhentikan sahamnya (retired stock). Pada tanggal 1 November, 200.000 lembar
saham dijual pada harga Rp 25 per lembar. Berapakah jumlah rata-rata tertimbang saham
beredar untuk tahun 2012?
a. 510.000
b. 375.000
c. 358.333
d. 258.333

Tanggal Perubahan Jumlah Saham


Biasa Beredar
1 Januari 2012 Saldo Awal 125.000
1 Maret 2012 Dijual/Mengeluarkan saham baru 250.000
375.000
1 Mei 2012 Dibagikan deviden saham (20%*375.000) 75.000
450.000
1 Agustus 2012 Membeli kembali (saham treasury) (140.000)
310.000
1 November 2012 Dijual/Mengeluarkan saham baru 200.000
31 Desember 2012 Saldo Akhir 510.000
Jawaban : C
Untuk menghitung Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar untuk tahun 2012 diperlukan
penyesuaian saham untuk tiap bulan seperti table berikut :
Tanggal Jumlah Saham Faktor Jumlah rata-rata tertimbang saham
Pembobot
Berdar
1 Jan - 1 Mar 125.000 2/12 20.833
1 Mar - 1Mei 375.000 2/12 62.500
1 Mei - 1 Agu 450.000 3/12 77.500
1 Agu - 1 Nov 310.000 3/12 112.500
1 Nov – 31 Des 510.000 2/12 85.000
Jumlah rata-rata 358.333
tertimbang
Berdasarkan perhitungan diatas dapat diketahui bahawa jumlah rata-rata tertimbang saham
yang beredar tahun 2012 adalah sebesar 358.333

5. Informasi terkait struktur modal PT. AYLA adalah sebagai berikut.

31 Desember
2013 2012
Saham biasa 150.000 lembar 150.000 lembar
Saham preferen konversi 15.000 lembar 15.000 lembar
9% obligasi konversi Rp 2.400.000 Rp 2.400.000

Selama tahun 2012 PT. ALYA membayar dividen sebesar Rp 1,2 per lembar saham biasanya dan
Rp 3 per lembar untuk saham preferen. Saham preferen dapat dikonversikan menjadi 30.000
lembar saham biasa. Sebesar 9% obligasi konversi bisa dikonversikan menjadi 75.000 lembar
saham biasa. Laba bersih untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013 adalah Rp 600.000.
Asumsikan tingkat pajak penghasilan 30%.

Berdasarkan LPS Dasar dan LPS Dilusian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013:

a. Rp 2,66 dan Rp 3,20


b. Rp 2,92 dan Rp 2,95
c. Rp 3,70 dan Rp 2,83
d. Rp 4,00 dan Rp 2,35

Jawaban : B/C

1. LPS Dasar sebelum terjadi delusi


= Laba – deviden saham preferen / saham yang beredar
= 600.000 – (3 x Rp 15.000)/150.000
= Rp 3.70

2. LPS Dilusi
Langkah – langkahnya :
a. menghitung adjustment net income
laba bersih Rp. 600.000

(+) Penyesuaian beban bunga setelah pajak


Bunga Obligasi konversi (Rp 2.400.000 x 9%) Rp 216.000

(-) Penghematan PPh (30% x Rp 216.000) Rp 64.800


Rp 151.200
Penyesuaian laba bersih Rp 751.200
b. Rata – rata tertimbang saham beredar 150.000 lmbr
(+) saham yang diasumsikan akan terbit 75.000 lmbr
(+) saham yang dikonversi dari saham preferen 30.000 lmbr
Penyesuaian saham yang beredar 255.000 lmbr
Rp 751.200
Maka, LPS Terdelusi = = Rp2.94 ~ Rp 2.95
255.000 lembar

PILIHAN GANDA BAB 16. Investasi : Instrumen Ekuitas dan Utang


1. Investasi dalam surat utang dengan tujuan diperdagangkan diukur menggunakan?
a. Nilai jatuh tempo
b. Nilai wajar
c. Biaya diamortisasi
d. Harga perolehan
Jawaban : B
2. Investasi dalam sekuritas ekuitas yang mengakui keuntungan atau kerugian belum direalisasi
(unrealized holding gains or losses) dalam pendapatan komprehensif lainnya adalah ?
a. Investasi dengan tujuan diperdagangkan dengan presentase kepemilikan <20%
b. Investasi dengan kepemilikan perusahaan 20% - 50%
c. Investasi dengan kepemilikan perusahaan > 50%
d. Investasi bukan dengan tujuan untuk dipedagangkan dengan persentase kepemilikan <
20%
Jawaban : D
3. Manakah yang bukan merupakan karakteristik dari investasi dimiliki hingga jatuh tempo ?
a. Mempunyai kuotasi dipasar aktif
b. Mempunyai tanggal jatuh tempo
c. Perusahaan memiliki niat dan kemampuan untuk memegang investasi tersebut hingga
jatuh tempo
d. Perusahaan dapat memperoleh kembali semua nilai investasi awalnya
Jawaban : A
4. PT Meranti membeli 30.000 lembar saham, yang mencerminkan 10% kepemilikan saham
biasa di PT Tamani. PT Tamani mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek. PT Meranti tidak
mempunyai pengaruh maupun pengendalian signifikan atas PT Tamani dan bertujuan untuk
memperjualbelikan saham yang dimilikinya tersebut dalam waktu dekat. Investasi tersebut
harus diklasifikasikan seabagai ?
a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
b. Tersedia untuk dijual
a. Pinjaman yang diberikan dan piutang
c. Dimiliki hingga jatuh tempo
Jawaban : B
5. PT Hera membeli obligasi senilai Rp 400.000.000. Investasi dalam obligasi tersebut
ditetapkan sebagai diukur melalui nilai wajar melalui laporan laba rugi. Satu tahun
kemudian, 20% dari obligasi tersebut dijual dengan harga Rp 100.000.000. Total keuntungan
kumulatif yang pernah diakui di laporan keuangan perusahaan terkait dengan investasi
tersebut adalah Rp 30.000.0000. Berapa keuntungan atau kerugian
a. Rp 17.000.000
b. Rp 20.000.000
c. Rp 24.000.000
e. Rp 30.000.000
Jawaban : B
20% x Rp 400.000.000 = Rp 80.000.000
Kas Rp 100.000.000
Investasi di surat utang Rp 80.000.000
Keuntungan penjualan investasi Rp 20.000.000

Anda mungkin juga menyukai