Anda di halaman 1dari 2

Seorang anak laki-laki datang ke poliklinik mata dikeluhkan mata yang kiri sering menceng

skfbvjas v bpabfvav’na’lsnv’;kaknsvasvsavv
a. Tes cross cylindris
b. Tes RAPD
c. Tes Hirscberg
d. Tes proyeksi iluminasi
Skvnpkanssvknaskv /la svc;kkna’sdknvasdvasvsv
a. XT 15 derajat
b. XT 30 derajat
c. XT 45 derajat
d. ET 15 derajat
e. ET 30 derajat
asvasvasvasvasvassvasvasvavvasv
a. Tes Hirschberg
b. Tes Krimsky
c. Tes pinhole
d. Tes RAPD
e. Tes WFDT

asvasvasvasvasdvasvasdvvav
a. Terapi kacamata dengan ukuran ODS spheris minus 1,25 dan cilindris 0,50 pada
aksis 90 derajat dan diberi penutup pada mata kanan
b. Terapi kacamata dengan ukuran OD plano, OS spheris minus 1,25 dan cilindris
0,50 pada aksis 90 derajat dan diberi penutup pada mata kanan
c. Terapi kacamata dengan ukuran ODS spheris minus 1,25 dan cilindris 0,50 pada
aksis 90 derajat dan diberi penutup pada mata kiri
d. Terapi kacamata dengan ukuran OD plano, OS spheris minus 1,25 dan cilindris
0,50 pada aksis 90 derajat dan diberi penutup pada mata kiri
e. Terapi kacamata, oklusi mata kiri dan penetesan atropin pada kiri

vasdvasdvasdvasvasvasvasdvsvasasv
a. Monokular dengan arah vertikal
b. Monokular dengan arah horizontal
c. Binokular dengan arah vertikal
d. Binokular dengan arah horizontal
e. Binokular dengan arah torsional

asvadvasdvasdvsadvasdvasdvsavasvsavasvdasdvasdvasdvassdv adalah
a. Lesi nervus oftalmikus karena melibatkan otot obliq superior
b. Lesi nervus oculomotorius karena melibatkan otot rektus lateralis
c. Lesi nervus troclearis karena melibatkan otot rektus medialis
d. Lesi nervus abduscen karena melibatkan otot rektus lateralis
e. Lesi nervus oculomotorius dan abduscent karena melibatkan lebih dari satu otot
ekstraokular

vasvasdvasdv
a. Miopia , exoforia, amblyopia refraktif
b. Miopia, esoforia, amblyopia strabismik
c. Miopia , exoforia, amblyopia strabismik
d. Miopia, esoforia, amblyopia refraktif
e. Miopia, ortotropia, amblyopia refraktif
avsdasdvasdvasdvasvasdv
a. Pasien esotropia kongenital
b. Pasien dengan eksotropia intermiten
c. Pasien dengan lesi nervus abduscen kongenital
d. Pasien dengan lesi nervus abduscen pasca kecelakaan lalu lintas
e. Pasien dengan ptosis kongenital unilateral

dsvasvasvasvasdv

a. Kelainan refraksi
b. Katarak
c. Glaucoma
d. Esotropia
e. Eksotropia
a. advasvasdvasdvasdvasdvasvasdv
b. Glaukoma
c. Ambliopia
d. Miopia
e. Hipermetropia