Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

PENGAUDITAN SIKLUS PEROLEHAN MODAL DAN PENGEMBALIANNYA

Disusun untuk memenuhi tugas :


Mata kuliah : Lab. Auditing

NAMA KELOMPOK :
Desak Putu Ayu Sukrini (18.02.1.010)
Ni Wayan Yanix Martin (18.02.1.011)
I Gede Yuna Sarastika (18.02.1.012)
Luh Sri Sintia Andayani (18.02.1.007)

Kelas :
D3 AKUNTANSI SEMESTER IV
(REG. PAGI)

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SATYA DHARMA


SINGARAJA
School Of Economics With Spritual Insight

2019/2020
i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran Ida Sang Hyang Whidi Wasa yang mana telah
memberikan penulis kekuatan dan kelancaran dalam menyelesaikan makalah mata kuliah
Auditing yang mengambil Materi "Pengauditan siklus perolehan modal dan pengembaliannya”
dapat selesai tepat waktu tanpa ada hambatan suatu apapun.

Tujuan Penulis membuat Makalah ini adalah untuk memenuhi Tugas Auditing yang
dibimbing oleh Dosen .

Gede Widiadnyana Pasek,M.Pd.,M.Si

Penulis sangat menyadari makalah ini belum sempurna, untuk itu penulis mengharapkan
kritik maupun saran yang membangun dari para pembaca. Penulis mengucapkan terima kasih
atas bantuan yang diberikan baik materi maupun gagasan selama persiapan penulisan makalah
ini kepada semua pihak hingga terselesaikanlah makalah ini.

Demikianlah kata pengantar ini dibuat, semoga makalah ini dapat bermannfaat bagi para
Pembaca

Singaraja, 9 Maret 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar................................................................................................................................ i

Daftar Isi............................................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang..................................................................................................

1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................

1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

II.1 Akun-akun dalam siklus.....................................................................................

II.2 Utang Wesel............................................................................................................

II.3 Ekuitas pemilik…..................................................................................................

II.4 Pengauditan deviden..........................................................................................

BAB III PENUTUP

III.1 Kesimpulan...................................................................................

Daftar Pustaka

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sikus transaksi terakhir yang akan kita bahas dalam buku ini adalah siklus perolehan modal dan
pengembaliannya yang menyangkut perolehan sumber-sumber modal melalui pinjaman berbunga
dan ekuitas pemegang saham serta pengembalian modal. Siklus ini juga mencangkup pembayaran
bunga dan deviden.

Empat karaakteristik siklus perolehan modal dan pengembaliannya memepengaruhi akun-akun


tersebut:

1. Relatif sedikit transaksi yang mempengaruhi saldo akun, tetapi setiap transaksi seringkali sangat
material. Sebagai contoh , perusahaan jaarang menerbitkan obligasi, tetapi begitu obligasi
diterbitkan, jumlahnya biasanya material. Oleh karena ukuran yang besar itulah, sebagai bagian
dari pemeriksaan atas saldo akun neraca, auditor memeriksa setiap transaksi yang terjadi dalam
siklus ini sepanjang tahun.

2. Kesalahan penyajian atau penghilangan satu transaksi saja bisa material. Akibatnya, tekanan
utama auditor dalam pengauditan akun-akun tersebut seringkali diletakkan pada tujuan audit saldo
kelengkapan dan ketelitian.

3. Terdapat hubungan hukum antara entitas usaha klien dan pemegang saham, obligasi atau
dokumen-dokumen kepemilikan serupa.

4. Terdapat hubungan langsung antara akun bunga dan dividen dengan kewajiban dan ekuitas.
Dalam audit akun berbunga, diharapkan sekaligus memverifikasi beban bunga terkait dan hutang
bunga.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja akun-akundan karakteristik unik siklus perolehan modal dan pengembaliannya ?
2. Bagaimna cara merancang dan melaksanakan pengujian audit atas utang wesel dan
akunserta transaksi yang terkait?
3. Apa saja masalah utama dalam pengauditan transaksi ekuitas pemilik?
4. Bagaimna cara merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian,pengujian
substantif transaksi,dan pengujian rinci saldomodal saham dan modal ditahan ?

1.3 Tujuan

1. Mengidentifikasi akun-akun dan karakteristik unik siklus perolehan modal dan


pengembaliannya
2 Merancang dan melaksanakan pengujian audit atas utang wesel dan akun serta transaksi
yang terkait
3 Mengidentifikasi masalah utama dalam pengauditan transaksi ekuitas pemilik
4 Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian,pengujian substantif transaksi,dan
pengujian rinci saldo modal saham dan modal ditahan.

1
Bab II
PEMBAHASAN

AKUN-AKUN DALAM SIKLUS

Akun-akun dalam siklus perolehan modal dan pengembaliannya tergantung pada tipe operai
bisnis perusahaan dan bagaimana operasi tersebut didanai. Semua perseroan memiliki modal
saham dan laba ditahan, tetapi hanya sedikit yang memiliki saham preferen, agio saham, dan
saham dibeli kembali(treasury stock). Karakteristik yang unik dari siklus perolehan modal dan
pengembaliannya memengaruhi bagaimana auditor memeriksa akun-akun dalam siklus ini.
Siklus ini biasanya mencangkup akun-akun dibawah ini:

 Utang wesel
 Utang kontrak
 Utang hipotik
 Utang obligasi
 Beban bunga
 Laba ditahan disisihkan
 Saham di beli kembali
 Dividen diumumkan
 Kas di bank
 Modal saham-biasa
 Modal saham-preferen
 Agio saham
 Modal sumbangan
 Laba ditahan
 Utang dividen
 Modal pemilik (perorangan)
 Modal sekutu (persekutuan)

UTANG WESEL

Utang wsel adalah kewajiban legal kepada seorang kreditor yang terdiri dari pokok pinjaman
dan bunganya, yang mungkin dijamin atau tidak dijamin dengan asset. Biasanya wesel
diterbitkan untuk suatu periode antara satu bulan sampi dengan satu tahun, tapi ada juga yang
jangka waktunya lebih panjang. Wesel diterbitkan untuk berbagai macam tujuan, dan property
atau asset lain dijadikan sebagai jaminan pinjaman.

2
Gambar 19-1 dibawah ini melukiskan akun-akun yang digunakan untuk utang wesel
serta bunga yang bersangkutan. Auditor biasanya melakukan pengujian atas pembayaran pokok
pinjaman dan bunganya sebagai bagian dari pengauditan siklus pembelian dan pembayaran,
karena pembayaran dicatat jurnal pengeluaran kas.

Tujuan pengauditan atas utang wesel adalah untuk menentukan apakah:

 Pengendalian internal atas utang wesel memadai.


 Transaksi yang menyangkut pokok pinjaman dan bunga wesel telah diotorisasi dengan
benar dan telah dicatat sesuai dengan keenam tujuan audit transaksi
 Kewajiban untuk utang wesel dan bunga yang bersangkutan serta utang bunga telah
ditetapkan dengan benar sebagaimana dirumuskan dalam kedelapan tujuan audit saldo
(catatan: tujuan “nilai bersih bisa direalisasi” tidak diterapkan pada pengauditan akun
kewajiban)
 Pengungkapan yang berkaitan dengan utang wesel dan bunga wesel terkait memenuhi
keempat tujuan audit penyajian dan pengungkapan.

Gambar 19-1 Akun Utang Wesel dan Akun-Akun Bunga Terkait

PENGENDALIAN INTERNAL

Ada empat pengendalian internal bagi utang weael yaitu:

1. Penerbitan wesel harus mendapat otorisasi lebih dahulu. Kewenangan pemberian


persetujuan penerbitan wesel berada pada dewan komisaris atau manajemen tingkat
tinggi.

3
2. Terdapat pengendalian yang memadai untuk pembayaran pokok pinjaman maupun
bunga. Pembayaran bunga periodic dan pembayaran angsuran pokok pinjaman harus
diawasi melalui siklus pembelian dan pembayaran.
3. Dokumen dan catatan yang memadai. Hal ini menyangkut penyelenggaraan catatan
pembantu dan pengawas atas dokumen wesel yang telah dibayar oleh pejabat yang
ditunjuk.
4. Vertifikasi independen secara periodic. Secara periodic catatan detil wesel harus
direkonsiliasi dengan buku besar dan dibandingkan dengan catatan yang
diselenggarakan oleh pemegang wesel oleh seorang yang tidak bertanggungjawab untuk
menyelenggarakan catatan detil.

PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TRANSAKSI

Pengujian transaksi utang wesel menyangkut penerbitan wesel dan pembayaran kembali pokok
pinjaman dan bunganya. Pengujian audit ini merupakan bagian dari pengujian penegndalian
dan pengujian substantive transaksi penerimaan kas dan pengeluaran kas. Tambahan pengujian
pengendalian dan pengujian substatif seringkali juga dilakukan sebagai bagian dari pengujian
rinci saldo karena materialnya transaksi individual.

PROSEDUR ANALITIS

Prosedur analitis penting dalam pengauditan utang wesel karena pengujian rinci beban bunga
dan utang bunga seringkali dapat ditiadakan apabila hasilnya memuaskan. Table 19-1
melukiskan tipikal prosedur analitis untuk utang wesel dan akun bunga yang bersangkutan.

Tabel 19-1 Prosedur Analitis untuk Utang Wesel

Prosedur Analitis Kemungkinan Kesalahan Penyajian


Hitung kembali rata-rata beban bunga atas Kesalahan penyajian beban bunga dan utang
dasar tingkat bunga rata-rata saldo bunga atau penghilangan utang wesel.
Membandingkan wesel individual yang masih Penghilangan atau kesalahan penyajian utang
berjalan dengan tahun lalu wesel
Membandingkan total saldo dalam akun utang Kesalahan penyajian beban bunga dan utanf
wesel, beban bunga, dan utang bunga dengan bunga wesel
tahun lalu

PENGUJIAN RINCI SALDO

Titik tolak yang biasa dilakukan dalam pengauditan utang wesel adalah daftar utang wesel dan
utang bunga wesel yang diterima auditor dari klien, gambar 19-2 meluksikan contoh
schedule/daftar, termasuk informasi rinci tentang semua transaksi yang terjadi selama satu
tahun yang diaudit yang menyangkut pokok dan bunganya, saldo awal dan saldo akhir utang

4
wesel dan utang bunga, informasi deskriptif tentang wesel, tingkat bunga, dan asset yang
dijadikan agunan.

Apabila terjadi sjumlah transaksi yang menyangkut uatng wesel selama setahun yang
diaudit, akan menjadi tidak praktis bagi auditor untuk menggunakan skedul seperti itu.

Gambar 19-2 Skedul/Daftar Utang Wesel dan Utang Bunga

Tujuan-tujuan di atas sangat vital karena kesalahan penyajian bisa material walaupun yang
salah catat atau ditiadakan hanya menyangkut satu buah wesel. Tabel 19-2 di bawah ini
melukiskan prosedur-prosedur yang lazim dilakukan untuk tujuan kelengkapan utang wesel.
Apabila pengendalian internal atas utang wesel tidak efektif. auditor harus memperluas
prosedur untuk menguji kemungkinan adanya utang wesel yang tidak dicatat. Sebagai contoh,
auditor bisa mengirim konfirmasi kepada kreditur yang di masa lalu yang pernah memberi
kredit wesel tetapi pada tahun ini tidak tercantum dalam daftar utang wesel. Auditor juga bisa
menganalisis beban bunga yang dibayarkan kepada kreditor tetapi kreditor tersebut tidak
tercantum namanya dalam daftar utang wesel, dan mereview notulen rapat dewan komisaris
untuk memeriksa kemungkinan adanya wesel yang telah mendapat persetujuan tetapi tidak
dicatat.

Selain tujuan audit saldo, empat tujuan audit penyajian dan pengung.

kapan juga penting untuk utang wesel karena standar akuntansi keuangan mensyaratkan
catatan kaki yang memadai yang menjelaskan ketentuan ketentuan berkenaan dengan utang
wesel yang sedang berjalan serta aset yang dijadikan agunan pinjaman. Apabila pinjaman
menghendaki adanya pembatasan signifikan atas aktivitas perusahaan, maka hal tersebut harus
pula diungkapkan dalam catatan kaki. Apabila auditor telah melakukan pengujian rinci saldo
5
untuk tujuan audit saldo, maka bukti yang diperoleh dalam pengujian tersebut akan sangat
membantu auditor dalam mencapai tujuan audit penyajian dan pengungkapan.

Ekuitas pemilik
Ada perbedaan penting antara pengauditan ekuitas pemilik pada perseroan publik dengan
perseroan tertutup. Pada perusahaan perseroan tertutup yang pemegang sahamnya biasanya
hanya sedikit, transaksi yang menyangkut akun modal selama satu periode jarang sekali terjadi.
Transaksi yang mempengaruhi ekuitas pemilik hanyalah berupa perubahan ekuitas pemilik
karena adanya laba atau rugi tahunan dan pembagian dividen (kalau ada). Perseroan tertutup
jarang membayar dividen, dan auditor hanya membutuhkan waktu sedikit untuk memeriksa
ekuitas pemilik, walaupun auditor tetap harus menguji catatan perusahaan.

Sebaliknya dalam perusahaan perseroan publik, verifikasi ekuitas pemilik jauh lebih kompleks
karena perusahaan memiliki pemegang saham yang banyak dan sering terjadi perubahan
individu yang pemegang saham. Pembahasan selanjutnya pada bab berkaitan dengan pengujian
akun-akun ekuitas pemilik dalam perseroan publik, Termasuk Modal saham biasa Agio saham
Laba ditahan dan dividen yang bersangkutan

Pengendalian internal

Sejumlah pengendalian internal penting bagi ekuitas pemilik. Diantaranya :

Otorisasi Transaksi Secara Tepat Karena hampir setiap transaksi ekuitas pemilik material,
banyak transaksi semacam ini harus mendapat otorisasi dari dewan komisaris. Berik adalah
sejumlah transaksi yang biasanya memerlukan otorisasi khusus:

Penerbitan Modal Saham. Pengotorisaslan meliputi jenis ekuitas yang diterbitkan (apakah
saham preferen atau saham biasa). jumlah saham yang akan diterbitkan, nilai pari saham,
preferensi saham yang bukan saham biasa, dan tanggal penerbitan.

Pembelian Kembali Modal Saham. Pembelian kembali saham biasa atau saham preferen, saat
pembelian kembali, dan jumlah yang harus dibayar untuk saham-saham tersebut harus
mendapat otorisasi dari dewan komisaris.

6
Pengumuman Dividen. Dewan komisaris harus mengotorisasi bentuk dividen (apakah dividen
tunai atau dividen saham), jumlah dividen per lembar saham, dan tanggal pencatatan dan
tanggal pembayaran dividen.

Pembukuan dan Pemisahan Tugas yang Tepat Apabila perusahaan menangani sendiri catatan
transaksi saham dan saham yang beredar, pengendalian internal harus memadai untuk
memastikan bahwa:

• Pemegang saham sesungguhnya diakui dalam catatan perusahaan.

Jumlah dividen yang benar dibayarkan kepada pemegang yang memiliki saham perusahaan
pada tanggal pencatatan dividen.

Potensi terjadinya kecurangan aset diminimalkan

Penugasan personel yang tepat, prosedur pembukuan yang mema dai, dan verifikasi informasi
dalam catatan internal secara independen adalah pengendalian penting untuk tujuan ini. Klien
juga harus memiliki kebijakan yang dirumuskan secara baik untuk penyiapan sertifikat saham
dan pencatatan transaksi modal saham.

Pada waktu menerbitkan dan mencatat modal saham, klien harus menaati peraturan
perundang-undangan yang berlaku, serta ketentuan ketentuan dalam dasar perusahaan. Nilai
pari saham, jumlah saham yang diotorisasi untuk diterbitkan perusahan, serta pajak yang harus
dibayar berkenaan dengan penerbitan saham semua berpengaruh terhadap penerbitan dan
pencatatan

Sebagai cara untuk mengawasi modal saham, banyak perusahaan menyelenggarakan buku
sertifikat saham dan master file modal saham para pemegang saham. Catatan sertifikat saham
mencatat saham vang diterbitkan dan saham yang dibeli kembali sepanjang perjalanan
perusahaan. Catatan transaksi modal saham mencakup nomor sertifikat saham, jumlah saham
yang diterbitkan, nama pemegang saham, dan tanggal penerbitan. Apabila saham dibeli kembali,
buku catatan sertifikat saham harus mencatat sertifikat saham yang ditarik kembali dan tanggal
penarikannya.

Master file modal saham para pemegang saham adalah catatan saham beredar pada suatu saat
tertentu. Master file berfungsi sebagai pengecheck ketelitian catatan sertifikat saham dan saldo
modal saham biasa di buku besar. Selain itu master file ini juga berguna sebagai dasar untuk
pembayaran dividen.

Pengeluaran kas untuk pembayaran dividen harus diawasi seba gaimana halnya penyiapan dan
pembayaran gaji/upah seperti telah dibahas pada Bab 18. Pengendalian internal yang
mempengaruhi pem bayaran dividen meliputi:

7
Check untuk pembayaran dividen hendaknya disiapkan berdasarkan catatan sertifikat saham
oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab atas catatan modal saham. Setelah check
disiapkan, selanjutnya dilakukan verifikasi independen tentang nama pemegang saham dan
jumlah rupiah yang tertulis pada check serta rekonsiliasi jumlah total check untuk pembayaran
dividen dengan total dividen yang diotorisasi dalam notulen rapat.

Sebaiknya diselenggarakan akun imprest dividen yang terpisah untuk mencegah pembayaran
dividen yang lebih besar daripada jumlah yang diotorisasi.

Registrar Independen dan Agen Transfer Saham Setiap perusahaan dengan saham terdaftar di
bursa efek diwajbkan memiliki registrar independen sebagai pengendalian untuk mencegah
penerbitan saham yang tidak sesuai dengan peraturan. Tanggungjawab registrar independen
adalah memastikan bahwa saham diterbitkan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang
tercantum dalam anggaran dasar perusahaan setelah mendapat otorisasi dari dewan komisaris,

Apabila terjadi perubahan dalam kepemilikan saham, register bertanggung jawab gungjawab
untuk menandatangani semua sertifikat saham baru yang diterbitkan dan memastikan bahwa
sertifikat saham yang lama telah diterima dan dinyatakan tidak berlaku, sebelum sertifikat
pengganti diterbitkan.

Banyak perseroan besar juga menggunakan jasa agen transfer saham untuk menyelenggarakan
pencatatan saham, termasuk mendoku mentasikan perpindahan (transfer) kepemilikan saham.
Penggunaan agen transfer akan membantu memperkuat pengendalian atas catatan saham
dengan cara meletakkan catatan di tangan pihak organisasi independen dan sekaligus
mengurangi biaya pencatatan dengan menggunakan tenaga spesialis. Banyak juga perusahaan
yang menggunakan jasa agen transfer untuk pembayaran dividen tunai kepada para pemegang
saham.

Hal ini juga meningkatkan keandalan pengendalian internal.

PENGAUDITAN MODAL SAHAM DAN AGIO SAHAM

Empat hal yang menjadi perhatian utama auditor dalam pengauditan modal saham dan agio
saham:

1. Transaksi yang terjadi telah dibukukan (tujuan transaksi - kelengkapan)

2. Transaksi modal saham terbukukan sungguh-sungguh terjadi dan telah dicatat dengan tepat
(tujuan audit transaksi - keterjadian dan ketelitian).

3. Modal saham telah dicatat dengan akurat (tujuan audit saldo - ketelitian)

8
4. Modal saham telah disajikan dan diungkapkan dengan tepat (keempat tujuan penyajian dan
pengungkapan).

Dua hal pertama menyangkut pengujian pengendalian dan pengujian substantif golongan
transaksi, sedangkan dua hal berikutnya menyangkut pengujian detil saldo dan pengungkapan
yang bersangkutan.

Transaksi yang Terjadi Telah Dibukukan Tujuan ini dapat dengan mudah dicapai apabila
perusahaan klien menggunakan registrar independen atau agen transfer. Auditor bisa
mengirimkan konfirmasi kepada mereka untuk menanyakan transaksi apa yang telah terjadi
dan keakuratan transaksi yang ada, dan kemudian memastikan apakah semua transaksi itu
telah terjadi. Untuk dapat mengetahui adanya penerbitan atau pembelian kembali saham,
auditorga mereview notulen rapat dewan komisaris, terutama menjelang akhir tahun buku, dan
memeriksa buku catatan saham yang diselenggarakan perusahaan

Transaksi Modal Saham Terbukukan Sungguh-sungguh Terjadi dan Dicatat dengan Tepat
Pengujian yang ekstensif dibutuhkan untuk transaksi-transaksi yang menyangkut penerbitan
modal saham seperti misalnya penerbitan saham baru secara tunai, merger dengan perusahaan
lain lewat pertukaran saham, saham donasi, dan pembelian kembali saham. Bagaimana pun
pengendaliannya, biasanya auditor akan memeriksa seluruh transaksi modal saham karena
materialitasnya dan bersifat permanen dalam pembukuan. Tujuan transaksi keberadaan
biasanya dapat diuji dengan memeriksa otorisasi sebagaimana tercantum dalam notulen rapat
dewan komisaris.

Auditor memeriksa keakuratan catatan transaksi modal saham yang dilakukan secara tunai
dengan cara mengirim konfirmasi kepada agen transfer dan menelusur jumlah transaksi yang
tercatat di pembukuan ke penerimaan kas. (Dalam hal pembelian kembali saham, jumlahnya
ditelusur ke jurnal pengeluaran kas). Selain itu, auditor harus memeriksa apakah jumlah yang
benar telah dikreditkan ke modal saham dan agio saham dengan mengacu ke anggaran dasar
perusahaan untuk menentukan nilai pari atau nilai ditetapkan modal saham.

Pengauditan transaksi modal saham seperti dividen saham, pemerolehan property dalam
transaksi modal saham, merger, atau transaksi non-tunai lainnya tidaklah mudah karena
dibutuhkan keahlian Teknis tertentu dan seringkali dibutuhkan pertimbangan untuk
menentukan penilaian yang tepat. Sebagai contoh, dalam suatu transaksi merger.

auditor kadang-kadang perlu melakukan penelitian untuk menentukan perlakukan akuntansi


yang sesuai dan penentuan penilaian transaksi yang tepat, setelah mempertimbangkan semua
aspek dalam merger tersebut.

9
Modal Saham Dibukukan dengan Tepat cor memeriksa saldo akhir dalam akun modal saham
dengan pertama ma menentukan jumlah saham yang beredar pada tanggal Konfirmasi dari agen
transfer adalah cara paling sederhana untuk mendapatkan informasi ini, Apabila tidak terdapat
agen transfer, auditorharus mengandalkan pada catatan saham yang ada dan akuntansi untuk
semua saham yang beredar dalam catatan sertifikat saham, memeriksa sertifikat saham yang
sudah tidak berlaku lagi, dan menghitung sertifikat yang masih kosong.

Setelah auditor puas bahwa jumlah saham yang beredar telah ditentukan dengan benar, nilai
pari terbukukan dalam akun modal saham dapat diperiksa dengan mengalikan jumlah lembar
saham dengan nilai pari saham. Saldo akhir dalam akun agio saham adalah jumlah residual. Ini
bisa diaudit dengan memeriksa jumlah transaksi selama tahun yang diperiksa dan
menambahkan atau mengurangkannya dari saldo awal akun.

Pertimbangan penting ketika mengaudit tujuan audit saldo tentang ketelitian untuk modal
saham adalah memeriksa kebenaran jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan laba per
lembar saham. Tidak sulit untuk menentukan jumlah saham yang benar untuk digunakan dalam
perhitungan, apabila perusahaan hanya memiliki satu golongan saham dengan jumlah transaksi
yang tidak banyak. Masalah akan menjadi kompleks apabila terdapat sekuritas yang dapat
dikonversi (convertible securities), opsi saham, atau waran saham yang beredar. Auditor harus
memiliki pemahaman tentang standar akuntansi yang relevan sebelum memeriksa jumlah
saham untuk menetapkan dasar dan laba per lembar saham.

Modal Saham Disajikan dan Diungkapkan dengan Tepat Sumber informasi terpenting untuk
menentukan apakah keempat tujuan penyajian dan pengungkapan untuk aktivitas modal saham
telah terpenuhi adalah anggaran dasar perusahaan, notulen rapat dewan komisaris, dan analisis
auditor tentang transaksi modal saham. Auditor harus memastikan bahwa setiap golongan
saham telah dideskripsikan dengan tepat termasuk jumlah saham yang diterbitkan dan semua
hak yang melekat pada setiap golongan saham. Auditor juga harus memeriksa ketepatan
penyajian dan pengungkapan opsi saham, waran saham, dan sekuritas bisa dikonversi dengan
memeriksa dokumen-dokumen atau bukti-bukti lain yang memuat kesepakatan yang
bersangkutan.

PENGAUDITAN DIVIDEN

Titik berat pengauditan dividen adalah pada transaksi dividen, bukan pada saldo akhir, kecuali
apabila terdapat utang dividen. Keenam tujuan audit transaksi untuk transaksi-transaksi,
relevan untuk dividen. Namun demikian, dividen biasanya diaudit seratus persen.

10
Tujuan terpenting, termasuk yang berkaitan dengan utang dividen, adalah:

1. Dividen terbukukan sungguh-sungguh terjadi keterjadian)

2. Dividen yang ada telah dicatat (kelengkapan)

3. Dividen telah dicatat dengan akurat (ketelitian).

4. Dividen dibayarkan kepada pemegang saham yang ada yang berhak (keterjadian)

5. Utang dividen telah dicatat (kelengkapan)

6. Utang dividen telah dicatat dengan akurat (ketelitian)

Auditor bisa memeriksa keterjadian dividen yang telah dibukukan dengan memeriksa otorisasi
pada notulen rapat dewan komisaris tentang dividen per lembar saham dan tanggal
pembayaran dividen. Dalam melakukan hal tersebut, auditor harus waspada terhadap
kemungkinan tidak dicatatnya dividen yang telah diumumkan, terutama beberapa waktu
menjelang akhir tahun. Prosedur audit yang sangat berkaitan adalah mereview arsip audit
permanen untuk menentukan apakah terdapat pembatasan pembayaran dividen dalam
perjanjian obligasi atau provisi saham preferen.

Ketelitian pengumuman dividen dapat diaudit dengan melakukan rekalkulasi jumlah


berdasarkan dividen per lembar saham dikalikan dengan jumlah saham beredar. Apabila klien
menggunakan agen transfer untuk mendistribusikan dividen, total dividen dapat ditelusur ke
jurnal pengeluaran kas ke agen tersebut dan juga dikonfirmasi.

Apabila klien mennyelenggarakan sendiri pencatatan dan pembayaran dividen, auditor dapat
melakukan verifikasi jumlah total dividen dengan cara melakukan rekalkulasi dan mengacu ke
pengeluaran kas. Selain itu, auditor harus memeriksa apakah pembayaran telah dilakukan
kepada pemegang saham yang memilik saham perusahaan en pada tanggal pencatatan dividen.
Auditor dapat menguji hal ini dengan memilih suatu sampel pembayaran dividen terbukukan
dan penelusur nama penerima ke catatan dividen. Pada saat yang sama, auditor dapat
memeriksa jumlah dan keabsahan check untuk dividen. Pengujian untuk utang dividen harus
dilakukan bersamaan dengan Pengumuman utang dividen. Semua dividen yang belum dibayar
harus diperlakukan sebagai kewajiban.

PENGAUDITAN LABA DITAHAN

Pada kebanyakan perusahaan, transaksi-transaksi yang menyangkut laba ditahan hanyalah


pencatatan laba bersih untuk tahun buku vang bersangkutan dan pengumuman dividen.
Perubahan lain dalam laba ditahan bisa berupa koreksi laba tahun yang lalu, penyesuaian tahun

11
yang lalu yang didebetkan atau dikreditkan langsung ke laba ditahan, dan penetapan atau
penghentian penyisihan (appropriation) laba ditahan.

Untuk memulai pengauditan atas laba ditahan, auditor pertama-tama menganalisis laba ditahan
selama periode yang diaudit. Skedul audit yang menunjukkan analisis, biasanya merupakan
bagian dari arsip permanen, mencakup deskripsi setiap transaksi yang mempengaruhi akun ini.

Untuk mengaudit pengkreditan atas laba ditahan untuk laba bersih yang diperoleh selama
tahun yang diaudit (atau pendebetan jika terjadi rugi bersih), auditor hanya perlu menelusur
ayat jurnal dalam laba ditahan ke angka laba bersih yang tercantum dalam laporan laba-rugi.
Sudah barang tentu prosedur ini harus dilakukan pada akhir audit, ketika semua ayat jurnal
penyesuaian yang mempengaruhi laba bersih telah selesai dilakukan.

Dalam mengaudit pendebetan dan pengkreditan atas laba ditahan, selain yang disebabkan oleh
laba bersih dan dividen, auditor harus me mastikan apakah transaksi-transaksi telah
dimasukkan. Sebagai contoh penyesuaian terhadap kejadian tahun lalu dapat dimasukkan ke
dalam laba ditahan hanya apabila hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam standar
akuntansi keuangan.

Setelah auditor yakin bahwa transaksi-transaksi terbukukan sudah digolongkan dengan benar
sebagai transaksi laba ditahan, tahap berikut nya adalah memutuskan apakah transaksi-
transaksi tersebut telah dicatat dengan benar. Bukti audit yang diperlukan untuk menentukan
akurasi tergantung pada pada sifat transaksi. Sebagai contoh, apabila suatu penyisihan dari laba
ditahan diperlukan untuk sinking fund obligasi, auditor dapat menentukan jumlah penyisihan
yang benar dengan mencocokkan ke dokumen perjanjian obligasi. Apabila terjadi kerugian
besar yang dibebankan ke laba ditahan karena adanya peristiwa jarang terjadi atas aset tetap,
bukti yang diperlukan untuk menentukan jumlah kerugian akan menjadi kompleks dan
melibatkan pemeriksaan atas banyak dokumen dan catatan, serta pembicaraan dengan
manajemen.

Auditor juga harus mengevaluasi apakah ada transaksi yang seharusnya dimasukkan tetapi
tidak dibukukan. Sebagai contoh, apabilaklien mengumumkan dividen saham, maka harga pasar
sekuritas yang diterbitkan harus dikapitalisasi dengan mendebet laba ditahan dan mengkredit
modal saham. Demikian pula, apabila laporan keuangan berisi penyisihan laba ditahan, auditor
harus mengevaluasi apakah masih diperlukan penyisihan pada tanggal neraca.

Standar akuntansi mensyaratkan penyajian dan pengungkapan informasi berkaitan dengan laba
ditahan. Perhatian utama auditor adalah pada penentuan apakah tujuan penyajian dan
pengungkapan terpenuhi, terutama yang berkaitan dengan pengungkapan setiap pembatasan
pembayaran dividen. Seringkali, perjanjian dengan bank, pemegang saham, dan kreditor lain

12
melarang atau membatasi jumlah dividen yang dapat dibayar klien. Pembatasan ini harus
diungkapkan dalam catatan kaki pada laporan keuangan.

13
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Karakteristik Siklus Perolehan Modal & Pengembaliannya. Relatif sedikit transaksi yang
mempengaruhi saldo-saldo perkiraan di atas tetapi seringkali setiap transaksi jumlahnya
material. Tidak dimasukkannya satu transaksi yang jumlahnya tersendiri mungkin
material.Terdapat hubungan hukum antara satuan usaha klien dan pemegang saham,
obligasi atau dokumen- dokumen kepemilikan yang serupa. Terdapat hubungan langsung
antara perkiraan bunga dan dividen dengan pinjaman dan modal.

Metode Pengujian Terinci atas Utang Usaha yaitu mengidentifikasi resiko bisnis klien yang
mempengaruhi hutang usaha. Menilai resiko pengendalian serta merancang dan
melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi. Merancang
dan melaksanakan prosedur analitik. Merancang dan melaksanakan pengujian terinci atas
saldo hutang usaha .

Tujuan dari pemerikasaan auditor atas wesel bayar adalah untuk menentukan apakah
Struktur pengendalian intern terhadap wesel bayar cukup memadai. Transaksi-transaksi
berkenaan dengan pinjaman yang melibatkan pokok serta bunga wesel telah diotorisasi
secara memadai dan telah dicatat sesuai dengan keenam tujuan spesifik audit atas transaksi
yang telah ditetapkan. Hutang atas wesel bayar dan beban bunga dan kewajiban yang masih
harus dibayar yang berhubungan, telah dinyatakan dengan wajar sesuai dengan kedelapan
dari Sembilan tujuan spesifik audit atas rincian saldo. (nilai yang dapat direalisasikan tidak
dapat diterapkan pada wesel bayar).

14
DAFTAR PUSTAKA

Al Haryono Jusuf 2014. Auditing (pengauditan berbasis ISA). Yogyakarta: Sekolah Tinggi
Ilmu Manajemen YPKN.

15
16

Anda mungkin juga menyukai