Anda di halaman 1dari 3

IDENTIFIKASI DAN DESKRIPSI ISU TERKAIT MANAJEMEN ASN,WOG,DAN

PELAYANAN PUBLIK

1. MANAJEMEN ASN
KETERLIBATAN PEGAWAI DALAM KASUS NARKOBA

Pekanbaru - Sebanyak 17 pegawai lapas di lingkungan


kantor wilayah Kemenkum HAM Riau dipecat. Mereka
dipecat karena terbukti terlibat peredaran barang haram
narkoba di dalam lapas. pegawai yang terbukti menjadi
kaki tangan bandar dan sudah divonis Pengadilan juga
dikirimkan ke Lapas Nusakambangan.

PEGAWAI KEMENKUMHAM TERLIBAT PRAKTIK PUNGLI

JawaPos.com – Kementerian Hukum dan HAM


(Kemenkumham) harus mengambil tindakan tegas
terhadap sipir nakal. Para sipir yang kedapatan
melakukan pungutan liar (Pungli) dan terlibat narkoba di
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah
Tahanan (Rutan), dipecat. Ada sekitar 200 sipir yang
kami pecat selama tahun 2017.

DAMPAK JIKA ISU TIDAK SEGERA DI SELESAIKAN

penyalahgunaan narkoba dan pungli di kalangan PNS merupakan hal yang sangat serius dan harus
ditanggulangi. Hal ini disadari bahwa sebagai unsur utama dan motor penggerak pelayanan
publik, maka apabila seorang PNS sampai terkena kasus narkoba dan pungli tentu dampaknya
sangat negatif, baik bagi dirinya maupun lingkungan kementerian. Oleh karena itu, untuk itu
upaya pencegahan harus benar-benar diprioritaskan.

Dampak terlibatnya asn dalam kasus narkoba dan pungli bagi dirinya adalah sanksi penurunan
pangkat sampai sanksi pemecatan dan juga hukum pidana.Kemudian dampak bagi lingkungan
kementerian adalah mencoreng nama baik instansi.
2. PELAYANAN PUBLIK

KETERLIBATAN OKNUM PETUGAS IMIGRASI DALAM PENGIRIMAN TKI


ILEGAL

JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran


Indonesia ( BP2MI ) mencium banyaknya oknum petugas
Imigrasi yang meloloskan calon tenaga kerja Indonesia (
TKI ) ilegal berangkat ke luar negeri. upaya yang
dilakukan oknum petugas berseragam itulah yang
membuat pengiriman TKW masih terus terjadi. Pasalnya,
mereka pun memasang tarif agar bisa meloloskan tenaga kerja berangkat, satu orang dibanderol
Rp2 juta. Karena di tengah moraturium, masih ada saja oknum yang bermain," tegasnya.Selain
oknum petugas Imigrasi yang terlibat dalam penjualan manusia ke luar negeri ini, kata Benny,
masih banyak oknum yang juga ikut di dalamnya. Mulai dari polisi, TNI, oknum Kementerian
Tenaga Kerja, hingga oknum di kedutaan besar yang membuat bisnis ini masih berjalan lancar.

KEKURANGAN TENAGA KESEHATAN DI LAPAS

Jakarta - Sebanyak 1.226 narapidana di tujuh Lapas


Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah menjalani
pelayanan kesehatan yang diadakan sebuah yayasan.
Kegiatan ini dilakukan karena kurangnya tenaga
kesehatan serta fasilitas yang memadai di dalam
Lapas Nusakambangan.

DAMPAK JIKA ISU TIDAK SEGERA DI SELESAIKAN

Jika permasalahan TKI ilegal tidak segera di selesaikan maka akan melebar ke kejahatan lain
seperti human trafficking dan penyelundupan narkoba dan barang-barang ilegal dari luar negeri
yang dapat merugikan negara. Kemudian dalam masalah kekurangan tenaga kesehatan di lapas ini
terus di biarkan maka para warga binaan tidak menerima hak mereka dalam bidang pelayanan
kesehatan. Tidak adanya pendampingan bagi napi yang membutuhkan psikiater untuk konsultasi
terus kemungkinan penyakit di luar penyakit fisik, lalu kejiwaan, di karenakan mereka butuh
pendampingan untuk konsultasi.
3. WHOLE OF GOVERNMENT
MARAK KERUSUHAN DALAM LAPAS AKIBAT LEMAHNYA PENGAWASAN DAN
KORDINASI LAPAS DENGAN TNI-POLRI

JAKARTA - Maraknya aksi pembakaran rumah tahanan


(rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang
dilakukan para napi, disebabkan dari buruknya
koordinasi. Akibatnya, lemahnya pengawasan kerap
memicu terjadinya kericuhan di lingkungan penjara.
munculnya persoalan tersebut juga disebabkan akibat
buruknya koordinasi dengan pihak kepolisan maupun TNI. Sehingga, kericuhan yang seharusnya
bisa dengan mudah dicegah, namun akhirnya pecah akibat kurangnya koordinasi.

KURANGNYA KORDINASI ANTARA LAPAS DAN DINAS SOSIAL


MENGAKIBATKAN TERLANTARNYA MANTAN WBP YANG TELAH BEBAS

NUNUKAN, Koran Kaltara – Meski sudah bebas


dari hukuman penjara, namun para mantan Warga
Binaan Permasyarakatan (WBP) tidak serta merta
bernafas lega. Pasalnya, banyak mantan WBP masih
terlantar di Nunukan. Khususnya WBP dari luar
daerah, seperti Tanjung Selor maupun
Bulungan.Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan Alis Sujono
membenarkan hal tersebut. Banyak mantan WBP mendatangi Dinsos untuk bisa dipulangkan ke
daerah asalnya.“Kan, kebanyakan tahanan di Lapas ini sortiran dari Bulungan. Jadi ketika bebas,
mereka tidak memiliki biaya dan tidak memiliki keluarga di Nunukan. Jadi mereka mendatangi
Dinsos untuk meminta bantuan.

DAMPAK JIKA ISU TIDAK SEGERA DI SELESAIKAN

Tidak terciptanya kondisi yang kondusif didalam lapas dan memperbesar peluang bagi narapidana
untuk melarikan diri. Berbahay bagi keselamatan petugas. Tidak berjalannya program pemerintah
dalam rangka integrasi mantan narapidana untuk dapat kembali di terima dalam lingkungan
masyarakat. Dapat memicu terjadinya tindak kejahatan kembali akibat kurangnnya kordinasi
antara lapas dan dinsos.

Anda mungkin juga menyukai