Korupsi, dimana tindak korupsi yang dilakukan dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila terutama sila ke 2 dan ke 5 dimana korupsi dianggap
tidak sesuai dengan sila ke 2 yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”
dikarenakan orang yang melakukan korupsi akan berakibat menyengsarakan orang lain
karena mengambil hak-hak orang lain untuk suatu kebutuhan pribadi sehingga
menyebabkan tidak adil untuk orang-orang yang taat membayar pajak dan lain sebagainya.
Korupsi dianggap tidak sesuai dengan sila ke 5 yang berbunyi “Keadilan Sosial bagi
Seluruh Rakyat Indonesia” dikarenakan korupsi mengambil kekayaan negara yang dapat
berujung pada kemiskinan negara dan juga rakyat sehingga menyebabkan keadilan sosial
tidak dapat diterapkan ke seluruh rakyat Indonesia
3. Jelaskan contoh output politik dari suprastruktur politik yang inputnya berawal dari
infrastruktur politik, baik yang sesuai maupun yang kurang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila!
Contoh input infrastruktur yang menghasilkan output pada suprastruktur adalah media
komunikasi politik yang dalam hal ini contohnya adalah TV, artikel, radio, dan lain sebagainya
yang berfungsi sebagai penyampai informasi, penyalur aspirasi dan penghubung antara
pemerintah dan rakyat di mana media komunikasi politik menampung segala macam aspirasi
masyarakat yang disini termasuk kritik, saran dan keluhan rakyat kepada pemerintah yang
outputnya tentu saja mengharapkan agar keluh kesah dari masyarakat dapat didengar dan
ditindaklanjuti oleh pemerintah yang dalam hal ini sebagai suprastruktur politik. Dalam hal
penyampaian informasi kepada pemerintah dan penyalur aspirasi rakyat, mau itu pemerintah,
rakyat, dan media komunikasi politik itu sendiri tentu saja harus menerapkan nilai-nilai
Pancasila di dalamnya dan tidak melakukan pelangaran atas nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila misalnya tidak bersifat anarkis, provokasi dan lain sebagainya
4. Berdasarkan pidato dari materi halaman 37-42 di atas, jelaskan poin utama isi pidato ketiga
presiden tersebut yang terkait dengan pembinaan kesadaran masyarakat dan aparatur dalam
menghayati dan mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bernegara!
Menurut Presiden Ketiga RI, B.J. Habibie bahwa Pancasila sudah mulai dilupakan oleh
negara Indonesia itu sendiri. Terdapat berapa penjelasan seolah Pancasila “lenyap” dari
kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu yang pertama karena situasi dan lingkungan
kehidupan bangsa yang telah terus berubah dari tahun 1945 sampai sekarang dan masih
akan terus berubah sampai masa depan. Menurut beliau ada beberapa perubahan yang
terjadi antara lain:
(1) terjadinya proses globalisasi dalam segala aspeknya;
(2) perkembangan gagasan hak asasi manusia (HAM) yang tidak diimbangi dengan
kewajiban asasi manusia (KAM);
(3) lonjakan pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat, di mana informasi menjadi
kekuatan yang amat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan, tapi juga yang rentan
terhadap "manipulasi" informasi dengan segala dampaknya.
Faktor Kedua adalah terjadinya euphoria reformasi sebagai akibat dari traumatisnya
masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan di masa lalu yang mengatasnamakan
Pancasila. Menurut beliau, bahwa pengaitan Pancasila dengan sebuah rezim pemerintahan
tertentu harus dihilangkan karena itu merupakan paham yang salah karena Pancasila bukan
representasi dari sekelompok orang, golongan, atau orde tertentu tetapi pilar dari negara
Indonesia yang mana sepanjang Indonesia masih ada, Pancasila juga berjalan beriringan
dengan negara Indonesia itu sendiri dan setiap rezim akan berganti dari masa ke masa dan
dasar negara akan tetap sama.
Menurut Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri bahwa hari lahirnya Pancasila yang
diperingati setiap tanggal 1 juni bukan terletak pada acara seremoni belaka namun harus
dapat mengamalkan setiap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
untuk menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya kunci
suatu bangsa yang besar adalah negara yang memiliki ideologi yang terdapat di dalam hati
nurani rakyatnya. ideologi menjadi alasan, sekaligus penuntun arah sebuah bangsa dalam
meraih kebesarannya. Jiwa Pancasila yang memudar dapat menyebabkan negeri ini
kehilangan orientasi jati diri, dan harapan.
Tanpa harapan negeri ini akan sulit menjadi bangsa yang besar karena harapan adalah
salah satu kekuatan yang mampu memelihara daya juang sebuah bangsa. Harapan yang
dibangun dari sebuah ideologi akan mempunyai kekuatan yang maha dahsyat bagi sebuah
bangsa, dan harapan merupakan pelita besar dalam jati diri bangsa masih banyak yang harus
dilakukan untuk dapat mencapai harapan Pancasila sesuai dengan yang diharapkan oleh
setiap warga negara Indonesia, kita harus mampu melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam
setiap kehidupan berbangsa dan bernegara agar tidak terlelap dengan ideologi-ideologi
lain.Pancasila harus memiliki dasar yang kuat agar dapat menjadi suatu rujukan yang dapat
digunakan sebagaimana harusnya yaitu Pancasila merupkan sumber dari segala sumber
hukum di Indonesia
Menurut Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono bahwa Pancasila harus
dilakukan aktualisasi agar pikiran-pikiran besar dan fundamental itu terus dapat
diaktualisasikan dan revitalisasikan guna menjawab tantangan dan persoalan yang dihadapi
di masa kini dan masa depan. Pancasila adalah dasar dari Indonesia merdeka sehingga tidak
boleh memaksakan dasar negara selain Pancasila, baik dasar agama ataupun ideologi lain
sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan karena gerakan politik itu bertentangan
dengan semangat dan pilihan untuk mendirikan negara berdasarkan Pancasila yang mana
ketika memilih Pancasila sebagai dasar negara, maka itu yang akan menjadi landasan dan
pedoman hidup satu-satunya. Untuk menghindari gerakan-gerakan yang menganut suatu
indeologi lain selain Pancasila, maka kita haruslah tetap bertumpu pada nilai-nilai
demokrasi dan aturan hukum atau rule of law yang ada dan negara harus membimbing dan
mendidik warganya untuk tidak menyimpang dari konstitusi dan perangkat perundang-
undangan lainnya
5. Berdasarkan uraian materi BAB II di atas, apa yang dapat anda simpulkan tentang urgensi dan
manfaat pendidikan Pancasila untuk masa depan bangsa?
Urgensi pendidikan Pancasila, yaitu dapat memperkokoh jiwa kebangsaan mahasiswa
sehingga menjadi dorongan pokok dan bintang penunjuk jalan bagi generasi muda selanjutnya
yang akan memperjuangkan tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya. Selain itu, agar calon
pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham
asing yang dapat mendorong untuk tidak dijalankannya nilai-nilai Pancasila. Pentingnya
pendidikan Pancasila di perguruan tinggi adalah untuk menjawab tantangan dunia dengan
mempersiapkan warga negara yang mempunyai pengetahuan, pemahaman, penghargaan,
penghayatan, komitmen, dan pola pengamalan Pancasila. Hal tersebut ditujukan untuk
melahirkan lulusan yang menjadi kekuatan inti pembangunan dan pemegang estafet
kepemimpinan bangsa dalam setiap tingkatan lembaga-lembaga negara, badan-badan negara,
lembaga daerah, lembaga infrastruktur politik, lembaga-lembaga bisnis, dan profesi lainnya
yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Contoh urgensi pendidikan Pancasila bagi suatu
program studi, misalnya lulusan program studi perpajakan, mahasiswa lulusan prodi
perpajakan dituntut memiliki kejujuran dan komitmen sehingga dapat memberikan kontribusi
terhadap pelaksanaan kewajiban perpajakan tempat bekerja secara baik dan benar.
Demikian pula halnya bahwa keberadaan pendidikan Pancasila merupakan suatu yang
esensial bagi program studi di perguruan tinggi. Oleh karena itu, menjadi suatu kewajaran
bahkan keharusan Pancasila disebarluaskan secara masif, antara lain melalui mata kuliah
pendidikan Pancasila di perguruan tinggi. Dalam hal ini, Riyanto (2009: 4) menyatakan bahwa
pendidikan Pancasila di perguruan tinggi merupakan suatu keniscayaan karena mahasiswa
sebagai agen perubahan dan intelektual muda yang di masa yang akan datang akan menjadi inti
pembangunan dan pemegang estafet kepemimpinan bangsa dalam setiap tingkatan lembaga-
lembaga negara, badan-badan negara, lembaga daerah, lembaga infrastruktur politik, lembaga-
lembaga bisnis, dan sebagainya.
Dengan demikian, pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa amat penting,
tanpa membedakan pilihan profesinya di masa yang akan datang, baik yang akan berprofesi
sebagai pengusaha/entrepreneur, pegawai swasta, pegawai pemerintah, dan sebagainya. Semua
lapisan masyarakat memiliki peran amat menentukan terhadap eksistensi dan kejayaan bangsa
di masa depan. Karena setiap lini yang terdapat di negara Indonesia mengandung nilai-nilai
Pancasila yang dijadikan setiap pedoman hidup berbangsa dan bernegara