Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 3

AKUNTANSI DASAR

NAMA : ILHAM ADE KANTARI


NIM : 041021013
 
A. KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN DARI PERUSAHAAN PERSEROAN DIBANDINGKAN
PERUSAHAAN PERSEORANGAN DAN PERSEKUTUAN

1. Keuntungan perusahaan perseroan

Kelebihan perusahaan persero memungkinkan untuk jumlah anggota yang tidak terbatas namun, jika persero
hanya memiliki satu pemilik, maka akan dikenakan pajak sebagai kepemilikan tunggal. Persero memungkinkan
untuk “alokasi khusus” dari keuntungan dan pemisahan keuntungan dan kerugian anggota yang tidak
proporsional (dalam persentase yang berbeda dari persentase kepemilikan masing-masing). Ini berarti bahwa
anggota dapat menikmati manfaat dari menerima keuntungan (dan menghapus kerugian) melebihi persentase
kepemilikan individu mereka. Beberapa keuntungan perusahaan perseroan dibandingkan dengan perseroan dan
persekutuan yaitu ;

a. Tanggung jawab pemilik saham hanya sebatas besarnya saham yang dimiliki.
b. Persero merupakan badan usaha yang berbadan hukum sehingga jika terjadi pergantian kepemilikan,
kelangsungan Persero masih tetap terjamin.
c. Kepemilikan perusahaan dapat berpindah dengan mudah dengan hanya menjual saham yang dimiliki
oleh pemegang saham.
d. Tambahan modal dapat dengan mudah diperoleh dengan cara menerbitkan saham baru.
e. Sumber-sumber modal yang dimiliki Perseroan dikelola secara efektif dan efisien oleh para spesialis.

Perseroan merupakan badan hukum tersendiri, oleh karena itu tanggung jawab kekayaan dan untung ada di
tangan perseroan itu sendiri. Pemilik perseroan hanya bertanggung jawab terhadap jumlah uang yang telah
ditanamkan di perseroan tersebut. Dalam hal ini tidak ada tanggung jawab renteng. Hak pemilik perseroan yang
ditandai dengan surat saham dapat dengan mudah dipindah tangankan, dengan demikian pemilik perseroan
dapat lebih luwes dibandingkan dengan perusahaan perseorangan dan persekutuan.

2. Kekurangan perseroan

Perusahaan perseroan juga memiliki kekurangan, persero merupakan perusahaan yang memiliki badan
hukum tersendiri perseroan dapat melakukan pembelian, pemilikan, dan penjualan harta kekayaan atas namanya
sendiri. Bila di bandingkan dengan bentuk perusahaan perseorangan dan persekutuan, bila perusahaan
perseorangan membeli atau menjual atau memiliki harta kekayaan, maka semuanya itu atas namanya pribadi
pemiliknya, bukan atas nama perusahaan, namun secara hukum harta itu milik pribadi namun perseroan tidak
seperti itu. Kekurangan perusahaan perseroan sebagai berikut ;

a. Pajak yang besar karena PT merupakan subjek pajak tersendiri sehingga bukan perusahaan yang kena pajak,
tetapi dividen yang dibagikan kepada pemegang saham juga kena pajak.
b. Penanganan aspek hukum yang rumit karena dalam pendirian PT memerlukan akta notaris dan izin khusus
untuk usaha tertentu.
c. Biaya pembentukan yang relatif tinggi dibandingkan dengan badan usaha lain.
d. Kerahasiaan perusahaan kurang terjamin karena setiap aktivitas perusahaan harus dilaporkan kepada
pemegang saham.
B. KARAKTERISTIK DARI PERUSAHAAN PERSEROAN DAN BERIKAN CONTOH KASUS DARI
PERUSAHAAN PERSEROAN

Perseroan adalah bentuk badan hukum yang ada di indonesia. Arti bentuk badan hukum disini berarti
perusahaan dianggap makhluk hidup yang boleh melakukan tindakan hukum sebagaimana tindakan yang dapat
dilakukan oleh manusia pada umumnya.

Karakteristik dari perusahaan perseroan yaitu ;

a. Badan hukum Tersendiri


Sebagai badan hukum tersendiri perseroan dapat melakukan pembelian, pemilikan, dan penjualan harta
kekayaan atas namanya sendiri. Dalam akuntansi perseroan yaitu busines entity. Dalam anggapan dasar
dianggap perusahaan merupakan kesatuan yang terpisah ( tersendiri ) terlepas dari para pemiliknya, biarpun
bila ditinjau dari hukum tidak demikian.

b. Hak pemilik yang dapat dipindahtangankan


Ciri ciri dari perseroan adalah pemilikan perseroan yang di tandai dengan saham atau sero yang dapat
dengan mudah diperjual belikan tanpa menggangu kegiatan atau perubahan modal perusahaan.

c. Tanggung jawab utang yang terbatas


Nama perseroan terbatas dapat dikaitkan dengan masalah tanggung jawab pemilik perseroan yang
terbatas pada jumlah yang telah disetorkan ke dalam perseroan tersebut atau jumlah uang yang di bayarkan
untuk membeli saham perusahaan. Ketika perseroan memiliki hutang, maka utang tersebut merupakan
kewajiban perseroan bukan merupakan kewajiban pemegang saham atau pemilik perusahaan.

d. Struktur organisasi tertentu


Pemilik sesungguhnya dari suatu perseroan adalah pemegang saham atau persero. Para pemegang saham
ini ada yang memiliki satu lot saham saja namun ada pula yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan lot
saham.

e. Tambahan pajak ( pengenaan pajak ganda ) atau laba


Untuk mendirikan perseroan, perusahaan harus membayar bea materai modal yang jumlahnya telah di
tetapkan oleh undang – undang. Selain itu perseroan dikeanakan pajak penghasilan yang besarnya dapat
mencapai 30 persen. Perseroan akan dikenakan pajak dua kali, yang pertama laba perseroan dikenakan pajak
30 persen dan kedua saat laba dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen, dividen ini
juga dikenakan pajak pengahsilan atas nama pemegang saham

f. Peraturan pemerintah
Peraturan – peraturan tersebut mengatur masalah siapa yang dapat menjadi pemegang saham, tata cara
dalam mejual saham pada masyarakat, jenis modal yang dapat dikeluarkan, kapan perseroan dapat
beroperasi, berapa jumlah minimum modal yang harus disetorkan, dan sebagainya.

Contoh kasus perusahaan perseroan ;

PT. Nusantara didirikan dengan modal statuatir 1.000.000 lebar, nominal @ Rp. 10.000 di trmpatkan
300.000 lembar dengan kurs 110 atau Rp. 11.000 dan disetor 200.000 lembar. Dalam neraca, penyajian
modal pemegang saham adalah

Modal pemegang saham

Modal saham ( statuatir 1.000.000 lembar, ditempatkan 300.000 lembar, disetor 200.000 lembar,
nominal @ Rp. 10.000) = ( Rp. 11.000 – Rp. 10.000 ) x 200.000 lembar = Rp. 200.000.000
Kelebihan setoran di atas nominal ( agio saham ) Rp. 200. 000.000 +
Jumlah modal pemegang saham Rp. 400.000.000
C. PADA TANGGAL 20 JANUARI 2018 DIKELUARKAN SAHAM SEBANYAK 500.000 LEMBAR
SAHAM BIASA DENGAN NOMINAL RP. 25.000. SAHAM TERSEBUT DIJUAL SEBANYAK 100.000
LEMBAR DENGAN KURS 95% DAN NILAI NOMINAL RP 25.000. DIMINTA BUATLAH JURNAL
UNTUK MENCATAT TRANSAKSI TERSEBUT.

D. LABA PERUSAHAAN RP 200.000.000,-  PERUSAHAAN MENGUMUMKAN AKAN MEMBAGIKAN


DEVIDEN SEBESAR 60% DARI TOTAL LABA PADA 5 JANUARI 2019. PEMBAGIAN DEVIDEN
DIREALISASIKAN PADA 20 APRIL 2019.DIMINTA JURNAL SAAT PENGUMUMAN DAN
PEMBAGIAN DEVIDEN. 

Jurnal pengumuman dividen

5 januari Dividen Rp. 200.000.000


Utang dividen Rp. 120.000.000
(Rp.200.000.000 x 60%)
Agio saham Rp. 80.000.000

Jurnal pembagian dividen

20 April Utang dividen Rp. 120.000.000


Kas Rp. 120.000.000

Anda mungkin juga menyukai