Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN

PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL


(PKP)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI


MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELOMPOK A

TK NAHDLATUTH THULLAAB SUKOMAJU SRONO KABUPATEN


BANYUWANGI

TAHUN PELAJARAN 2019-2020

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kuliah

Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) PAUD 4501

UNIVERSITAS TERBUKA

Disusun oleh:

SISKA AMALIA DARAJAH


NIM : 837567224

UNIVERSITAS TERBUKA
PROGRAM STUDI S1 PG PAUD
UPBJJ JEMBER POKJAR GENTENG C
TAHUN 2020.1

1
LAPORAN
PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL
(PKP)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA


MELALUI MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELOMPOK A

TK NAHDLATUTH THULLAAB SUKOMAJU SRONO


KABUPATEN BANYUWANGI

UNIVERSITAS TERBUKA

Disusun oleh:

SISKA AMALIA DARAJAH


NIM : 837567224

2
UNIVERSITAS TERBUKA
PROGRAM STUDI S1 PG PAUD
UPBJJ JEMBER POKJAR GENTENG C
TAHUN 2020

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL


(PKP)

JUDUL
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI
MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A TK NAHDLATUTH
THULLAAB SUKOMAJU SRONO KABUPATEN BANYUWANGI

Banyuwangi, 27 Mei 2020

Mengetahui
Kepala TK Nahdlatuth Thullaab Guru Kelompok A

ISTIKOMAH,S.Pd SISKA AMALIA DARAJAH


NIP.19651009 1987 03 2010 NIM.837567224

Supervisor 1

3
LUH PUTU BUDYAWATI,S.Pd,M.Pd
NIP.19871211 2015 04 2001

LEMBAR PERNYATAAN

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Pemantapan kemampuan


Profesional (PKP) yang saya susun sebagai syarat untuk memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia
Dini (PG PAUD) Universitas Terbuka merupakan hasil karya sendiri

Adapun bagian – bagian tertentu dalam penulisan laporan PKP yang saya kutip
dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan
norma,kaidah dan etika penulisan ilmiah.

Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan PKP ini bukan
hasil karya saya sendiri atau adanya plagiat dalam bagian – bagian tertentu saya
bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang saya sandang dan
sanksi – sanksi lain sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Banyuwangi, 27 Mei 2020


Penulis,

SISKA AMALIA DARAJAH


NIM.837 567 224

4
ABSTRAK

Oleh:
SISKA AMALIA DARAJAH
NIM. 837 567 224

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI


MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A
TK NAHDLATUTH THULLAAB SUKOMAJU SRONO BANYUWANGI

Kata kunci : kognitif,kegiatan mengenal angka,media gambar

Penelitian yang dilakukan ini menggunakan metode penelitian


kelas.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak
melalui kegiatan mengenal angka di Kelompok A di TkNahdlatuth Thullaab
Sukomaju Srono Banyuwangi.Penelitian ini dilakukan dengan peserta didik
sebanyak 15 anak.Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil pengamatan bahwa
sebagian besar siswa masih kurang mampu/ kurang tertarik pada kegiatan
mengenal angka.Dengan demikian diharapkan melalui kegiatan mengenal angka
melalui medi gambar mampu meningkatkan kemampuan kognitif anak,yang
dilaksanakan pada siklus I dan siklus II.Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kognitif dapat ditingkatkan menggunakan media gambar.Pada siklus I diperoleh
70% atau 9 anak dari 15 anak pada kriteria baik,dan pada siklus II diperoleh 99%
atau 14 anak dari 15 anak pada kriteria baik.Anak dapat mengenal angka melalui
media gambar dan tertarik pada kegiatan ini.

5
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang selalu


melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penyusunan Laporan
Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) yang berjudul “ Peningkatan
Kemampuan Mengenal angka melalui Media Gambar Pada Anak
Kelompok A TK Nahdlatuth Thullaab Sukomaju Srono Kabupaten
Banyuwangi , dapat selesai tepat pada waktunya meskipun dalam suasana
pandemi COVID-19.Penelitian ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah
Penelitian Tindakan Kelas.
Dalam penyusunan dan penyelesaian penelitian ini tidak terlepas
dari bantuan berbagai pihak. Dalam kesempatan ini izinkan kami menyampaikan
ucapan terimakasih kepada :
1. Luh Putu BudyawatiS.Pd, M. Pd. selaku pembimbing
2. Kepala TK Nahdlatuth Thullaab Sukomaju Srono
3. Rekan-rekan mahasiswa S1 PAUD UT Pokjar Genteng
4. Serta semua pihak yang telah membantu
Kami menyadari bahwa penyusunan hasil penelitian tindakan kelas ini
masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan penyusunan yang akan
datang.

Banyuwangi, 27 Mei 2020


Penulis

6
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................................... ii
LEMBAR PERNYATAAN ........................................................................................ iii
ABSTRAK .................................................................................................................. iv
KATA PENGANTAR ................................................................................................ v
DAFTAR ISI ............................................................................................................... vi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................. 3
C. Tujuan Perbaikan ......................................................................................... 3
D. Manfaat Perbaikan ................................................................................................ 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA


A. Pengertian Kognitif ............................................................................................... 5
B. Pengertian Media Ajar .......................................................................................... 7
C. Tujuan dan Fungsi Media Dalam Pengembangan Kognitif .................................. 8
D. Karakteristik Media ................................................................................................ 10
E. Syarat – Syarat Media yang Baik .......................................................................... 11
F. Pengertian Bilangan / Angka ................................................................................. 11

BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN


A. Informasi Subjek Penelitian ........................................................................ 13
B. Deskripsi per siklus................................................................................................ 17

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

7
A. Pelaksanaan Siklus ................................................................................................ 20
B. Pembahasan dari setiap siklus ............................................................................... 23
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .................................................................................................. 27
B. Saran-Saran ........................................................................................................... 28

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 29

LAMPIRAN – LAMPIRAN
1. Biodata Peneliti
2. RPPH / RPP Perbaikan Siklus I
3. RPPH / RPP Perbaikan Siklus II

8
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Belajar adalah suatu hasil proses yang dilakukan seseorang untuk

memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai

hasil pengamatannya sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan (Slamet,

1995). Untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal harus disertai minat dan

motivasi yang tinggi. Motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan

pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan

kemampuan siswa melalui proses belajar.

Proses belajar yang ideal adalah belajar secara menyenangkan, model

belajar mandiri membawa siswa ke dunia sendiri, dunia bermain, tanpa tekanan,

anak – anak belajar dengan efektif (Gerbang,2003;26). Dari proses tersebut akan

didapatkannya kemampuan baru, yang berlaku dalam waktu yang relatif lama.

Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar

dan menguasai pelajaran hingga mencapai sesuatu obyektif yang ditentukan.

Dalam proses belajar mengajar akan dapat diperoleh kemampuan yang terdiri dari

3 aspek yaitu pengetahuan (Cognitive), sikap(Affective), dan ketrampilan

(Psychomotor) (Bloom et all, 1956).

9
Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan lembaga pendidikan sebelum anak

memasuki sekolah dasar. Pada usia TK merupakan usia emas (golden age) yang

didalamnya terdapat “masa peka” hanya datang sekali. Masa peka adalah suatu

masa yang menuntut perkembangan anak dikembangkan secara optimal.

Salah satu bidang pengembangan yang diajarkan di TK adalah bidang

kognitif.Pengembangan kognitif dipersiapkan guru untuk meningkatkan

kemampuan anak sesuai dengan tahap perkembangannya.Yang di dalamnya ada

pengembangan kognitif.Salah satu kegiatan untuk pengembangan kognitif adalah

mengenal angka melalui media gambar.

Berdasarkan observasi awal ditemukan bahwa pembelajaran Mengenal

angka kurang menarik bagi anak-anak. Disebabkan karena minat siswa yang

kurang, suka ngobrol sendiri dengan teman, sibuk bermain sendiri, media kurang

menarik dan cara penyampaian guru kurang tepat. Selain itu metode pembelajaran

yang digunakan kurang relevan. Sebagai tindak lanjut untuk meningkatkan

kemampuan mengenal angka alternatifnya adalah menggunakan media yang bisa

membuat anak- anak tertarik, strategi pendekatan yang sesuai, dan menggunakan

metode pembelajaran yang relevan dengan kegiatan tersebut. Untuk itu, kami

menggunakan media gambar untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka

pada anak. Media gambar adalah suatu cara pemberian pengalaman belajar

dengan cara menunjukkan dan mengenalkan angka.

Dengan media gambar ini, pembelajaran mengenal angka akan lebih

mudah dan menyenangkan serta minat siswa akan tinggi. Selain itu terdapat

10
kelemahan diantaranya masih ada anak yang belum mengenal angka. Dengan

demikian penelitian ini mengambil judul

“PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI

MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A TK NAHDLATUTH

THULLAAB SUKOMAJU SRONO KABUPATEN BANYUWANGI”.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan pokok masalah diatas,maka rumusan masalahnya adalah

sebagai berikut :

1. Bagaimanakah penerapan media gambar yang dapat meningkatkan

kemampuan mengenal angka pada anak kelompok A di Tk Nahdlatuth

Thullaab Sukomaju Srono Banyuwangi?

2. Bagaimanakah peningkatan kemampuan mengenal angka setelah

diterapkan media gambar pada Tk Nahdlatuth Thullaab Sukomaju Srono

Banyuwangi?

C. TUJUAN PERBAIKAN

Terkait dengan rumusan masalah diatas maka perlu dijelaskan tujuannya.

1. Untuk mendiskripsikan penerapan media gambar yang dapat

meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak kelompok

A Tk Nahdlatuth Thullaab Sukomaju Srono Banyuwangi.

11
2. Untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka setelah

diterapkan media gambar pada Tk Nahdlatuth Thullaab Sukomaju

Srono Banyuwangi.

D. MANFAAT PERBAIKAN

Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Bagi guru / peneliti

 Masukan untuk alternatif penggunaan metode pembelajaran

yang sesuai dengan tujuanyang ingin dicapai.

 Guru lebih percaya diri dengan kemampuannya.

2. Bagi Siswa

 Dapat mengungkapkan pemahaman tentang mengenal

angka.

 Kemampuan kognitif anak semakin baik.

 Anak berkesempatan berperan aktif dalam kegiatan

pembelajaran.

3. Bagi sekolah diharapkan dapat dijadikan sebagai sumbangan

pemikiran dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran.

12
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Kognitif

Kemampuan kognitif diperlukan oleh anak dalam rangka mengembangkan

pengetahuannya tentang apa yang mereka lihat,dengar,rasa,raba, ataupun cium

melalui panca indra yang dimilikinya.Kognitif berhubungan dengan inteligensi.

Kognitif adalah suatu proses berfikir berupa kemampuan atau daya untuk

menghubungkan suatu peristiwa dengan peristiwa lainnya.Proses kognitif

berhubungan dengan intelegensi yang mencirikan seseorang dengan berbagai

minat.Sebagai individu berfikir menggunakan inteleknya.Kemampuan

intelegensilahyang menetukan cepat tidaknya atau terselesaikan tidaknya suatu

masalah.

William Stern menyatakan bahwa kecerdasan anak dimulai sejak janin , sejak

kelahirannya, dan anak memiliki lebih dari satu potensi yang secara Holistich

mengacu pada satu arah tertentu (Monks,Knoers Haditono,1999).

Pamela Minet,mendevinisikan perkembangan intelektual sama dengan

13
perkembangan mental,sedangkan perkembangan kognitif adalah perkembangan

pikiran.Pikiran adalah bagian dari proses yang terjadi dalam otak.Pikiran

digunakan untuk mengenali,memberi alasan rasional,mengatasi dan memahami

kesempatan penting.

Pada hakikatnya intelegensi adalah kemampuan yang dibawa sejak

lahir,yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu.Stern

dan Monks,Knors dan Hadinoto (1999),mendevinisikan intelegensi sebagai

disposisi untuk bertindak,untuk menentukan tujuan - tujuan baru dalam

hidup,membuat dan mempergunakan alat untuk mencapai tujuan

tertentu.Disposisi mempunyai arti sebagai potensi yang terarah pada tujuan.

Gardner(2000) mengemukakan intelegensi sebagai kemampuan untuk

memecahkan masalah atau untuk mencipta karya yang dihargai dalam satu

kebudayaan atau lebih.

Terdapat tiga pendekatan klasik dalam perkembangan kognitif pada masa

usia anak – anak awal :

1. Pendekatan behaviouris,pendekatan tersebut memberikan

perhatian – perhatian terhadap bagaimana prilaku berubah

sebagai respon terhadap sebuah pengalaman.

2. Pendekata Psikometris,mencoba mengukur pebedaan

kwantitatif dalam kemampuan kognitif dengan menggunakan

test yang mengidentifikasikan kemampuan ini.

3. Pendekatan piagetian,memperhatikan perubahan atau langkah

14
– langkah dalam kualitas funsi kognitif.Pendekatan tersebut

memberikan perhatian tentang bagaimana pikiran menstruktur

aktifitasnya dan beradaptasi dengan lingkungannya

(Papalia,Old dan Feldman,2008)

Teori dua Faktor dikemukakan oleh Charles Spearman.Dia berpendapat

bahwa kognisi melalui kemampuan umum yang diberi kode “g”(general

faktor)dan kemampuan husus yang diberi kode “s”(specific factor).Setiap

individu memiliki kedua kemampuan ini,keduanya menentukn penampilan

perilaku mentalnya.

Teori Perkembangan oleh Thurstone dalam teori “Primary mental

Abilities”berpendapat bahwa kognitif merupakan penjelmaan dari kemampuan

primer yaitu kemampuan :

1. Pemahaman bahasa (verbal komperhension)

2. Mengingat (Memory)

3. Bernalar (Reasoning)

4. Pemahaman ruang (spatial factor)

5. Kemampuan menggunakan bilangan (numerical ability)

6. Kelancaran penggunaan kata – kata (word fluency)

7. Kecepatan memahami (perceptualspeed)

Teori kecerdasan jamak (multiple intelligences).Dikemukakan oleh

J.P.Guidford dan Howard Gardner berpendapat bahwa kognisi dapat dilihat dari

15
tiga kategori dasar atau “faces of Intellect” yaitu operasi mental,isi (content) dan

hasil atau (product).Keterkaitan antara ketiga kategori berpikir atau kemampuan

intelektual tersebut telah melahirkan 180 kombinasi kemampuan.

B. Pengertian media ajar.

Menurut Gagne (2009),media adalah berbagai jenis komponen dalam

lingkungan anak yang dapat mendorong anak untuk belajar.Sedangakan menrut

Briggs (2009) media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta

mendorong anak untuk belajar,media merupakan perantara sumber pesan dengan

penerima pesan.Media pembelajaran pada dasarnya merupakan wahana dari pesan

yang oleh sumber pesan ( guru) ingin diteruskan kepada penerima pesan

(anak).Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar

mengajar segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran ,

perasaan , perhatian dan kemampuan atau ketrampilan belajar sehingga dapat

mendorong terjadinya proses belajar.Batasan ini cukup luas dan mendalam

mencakup pengertian sumber,lingkungan,manusia dan metode yang dimanfaatkan

untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.

Menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk

menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku,film,video dan

sebagainya.Kemudian menurut National Education Association (1999)

mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam

bentuk cetak pandang – dengar,termasuk teknologi perangkat keras.Oleh karena

itu proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam

suatu sistem.

16
Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah

segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan , dapat merangsang

pikiran,perasaan,dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong

terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

C.Tujuan dan fungsi Media dalam pengembangan Kognitif.

Fungsi dan tujuan penerapan media dalam pengembangan kognitif :

1. Merangsang anak untuk melakukan

kegiatan,pikiran,perasaan,perhatian ,dan minat.

2. Berkesperimen

3. Menyelidiki atau meneliti

4. Alat bantu

5. Mencapai tujuan pendidikan yang maksimal

6. Alat peraga untuk memperjelas sesuatu (menghilangkan

verbalisme)

7. Mengembangkan imajinasi (kreatifitas)

8. Melaksanakan tugas yang diberikan

9. Melatih kepekaan berfikir

10. Digunakan sebagai alat permainan

11. Keperluan anak dalam melakukan tugas yang diberikan

guru.

17
D. Karakteristik Media

Kelebihan karakteristik media :

1. Motivasi

2. Perbedaan individual

3. Tujuan belajar

4. Organisasi isi pelajaran

5. Persiapan sebelum belajar dan bermain

6. Emosi

7. Partisipasi

8. Umpan balik

9. Penguatan

10. Latihan dan pengulangan

11. Aplikasi

Keterbatasan karakteristik media :

1. Setiap media untuk anak masih membutuhkan penjelasan dari

gurunya.

18
2. Persiapan dan perencanaan harus dilakukan sebaik mungkin

sebelum media digunakan.

3. Pengoprasian media yang menggunakan listrik dapat

menimbulkan bahaya yang bersifat laten.

4. Media jadi yang tidak menggunakan listrik biasanya kurang

memiliki efek dinamis.

E. Syarat – syarat media yang baik .

Terkait dengan paparan diatas,maka perlu dijelaskan tentang syarat-syarat

media yang baik dan sesuai dengan pembelajaran.

1. Menarik dan menyenangkan baik dari segi warna maupun bentuk.

2. Tumpul (tidak tajam) bentuknya.

3. Ukuran disesuaikan anak.

4. Tidak membahayakan anak.

5. Dapat dimanipulasi .

F. Pengertian Bilangan / angka

Salah satu unsur yang ada di dalam matematika adalah kemampuan

Membilang.Bilangan atau bisa disebut dengan angka tidak terlepas dari

matematika.Bilangan merupakan bagian dari hidup kita,setiap hari kita selalu

menemukan angka atau bilangan kapanpun dimanapun.Menurut Ruslani(dalam

Tajudin,2008:23) adalah suatu alat pembantu yang mengandung suatu

pengertian.Bilangan – bilangan ini mewakili suatu jumlah yang diwujudkan dalam

lambang bilangan.

19
Pengertian bilangan didevinisikan sebagai suatu yang bersifat abstrak dan

menyatakan banyaknya anggota dari suatu kelompok.Lambang bilangan atau

numeral penamaan dan perlambangan dari kelompok tersebut “5”,”V” (Mahir

matematika permainan,2003:4 dalam rejeki,2005:1)

Setiap bilangan yang dilambangkan dalam bentuk angka,sebenarnya

merupakan konsep abstrak.Seperti yang telah dikemukakan diatas bahwa dalam

pembelajaran matematika mengenal konsep bilangan tidak hanya tampilan bahasa

lisan saja tetapi harus di iringi tampilan model/benda mainan ataupun tampilan

gambar.Hal ini senada dengan apa yang dikemukakan oleh Marhijanto (dalam

Tajudin,2008:30) bahwa bilangan adalah banyaknya benda,jumlah,satuan system

matematika yang dapat di unitkan dan bersifat abstrak.Konsep abstrak ini

merupakan hal yang sulit untuk anak Taman Kanak – kanak memahami secara

langsung.

Konsep angka melibatkan pemikiran tentang “berapa jumlahnya atau

berapa banyak “,termasuk menghitung,dan menjumlahkan satu tambah satu.Hal

yang terpenting adalah mengerti konsep angka.Menghitung merupakan cara

belajar mengenai nama angka,kemudian menggunakan nama angka tersebut untuk

mengidentifikasi jumlah benda.Menghitung merupakan kemampuan akal untuk

menjumlahkan.

Program pengembangan kemampuan mengenal lambang bilangan di

Taman Kanak – kanak memiliki tujuan untuk memperkenalkan anak dalam

menggunakan lambang bilangan.Materi tersebut terdapat dalam kurikulum 2010

standart kompetensi Taman Kanak – kanak dan Raudhatul Athfal.Materi yang

20
diberikan diantaranya : membilang banyak benda 1 sampai 10,membilang atau

menyebut urutan bilangan 1 sampai 10,membilang dengan menunjuk benda

(mengenal konsep bilangan pada benda – benda) sampai 10,membuat urutan

bilangan 1 sampai 10 dengan benda,menunjuk lambang bilangan,meniru lambang

bilangan,menhubungkan atau memasangakan lambang bilangan dengan benda –

benda sampai 10 (anak tidak disuruh menulis ).

BAB III

PELAKSANAAN PERBAIKAN

A. Subjek,tempat,dan waktu, serta teman sejawat yang

membantu penelitian

1. Lokasi penelitian

Penelitian ini bertempat di Tk Nahdlatuth Thullaab yang berlokasi

sangat strategis di lingkungan aman,berada ditengah – tengah

pemukiman penduduk dsn,kaligoro Desa Sukomaju Kecamatan Srono

Kab,Banyuwangi yang memiliki dua kelompok belajar: 1.Kelompok

A, 2.Kelompok B.Subjek penelitian ini dikelompok A Tk Nahdlatuth

Thullab Sukomaju Srono.

Adapun waktu pelaksanaannya lima hari, senin – jum’at,masing –

masing siklus sesuai dengan jadwal kegiatan di sekolah yaitu dimulai

pukul 07.00 – 10.00,kecuali harin jum’at dimulai pukul 07.00 –

09.30,sedangkan tema yang digunakan adalah Tema Alam

Semesta.Kelompok yang menjadi subjek penelitian adalah kelompok

21
A yang berjumlah 15 anak dengan rincian 7 anak laki-laki dan 8 anak

perempuan.

Pada karakteristik ini anak berada pada tahap kurang mampunya dalam

mengenal bilangan.Maka dengan penelitian ini saya memilih judul

“Peningkatan Kemampuan mengenal angka melalui media gambar

pada Anak Kelompok A Tk Nahdlatuth thullaab”.

2. Waktu pelaksanaan

Adapun penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020 dengan rincian

jadwal sebagai berikut :

Tabel Jadwal Pelaksanaan 3.1

Bulan
No Kegiatan April Mei
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
I Persiapan
II Perencanaan
III Pelaksanaan
1. Siklus I X
2. Siklus II X
Pengumpulan
3.
data
4. Analisis Data X
Penyusunan X
IV
Hasil
Sumber : data di olah

Adapun dalam pnelitian ini saya dibantu oleh :

1. Ibu Hj.Istikomah,S.Pd selaku Kepala Tk Nahdlatuth Thullaab

2. Ibu Erna sri wahyuningsih,S.Pd selaku teman sejawat

3. Ibu Luh Putu indah budyawati,S.Pd,M.Pd

22
3. Tema.

Tema yang digunakan dalam penelitian ini adalah tema Alam Semesta

dengan Sub Tema : Matahari,Bumi,Bulan dan Bintang.

4. Kelompok

Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelompok A,Tk

Nahdlatuth Thullaab yang berjumlah 15 Anak,dengan perincian Laki –

laki 7 anak dan perempuan 8 anak.

Tabel 3.2 Daftar Siswa Kelompok A,Tk Nahdlatuth Thullaab

No. Nama Siswa L/P Usia


1. Aditya Nauval Dary Abbyu L 5 Th
2. Ahmad Al Hafiz L 5 Th
3. Ahmad Fahmi Ali Akbar L 5 Th
4. Alby Luthfi Fachry Santoso L 5 Th
5. Alifa Masha Timur P 5 Th
6. Bagus Pramana Putra L 5 Th
7. Banar Saputra L 5 Th
8. Efraga Aldyra Arjun Arasky L 5 Th
9. Intan Puspita Dewi P 5 Th
10. Kayla Melati P 5 Th
11. Keizha Calista Wulandari P 5 Th
12. Hafiza Khaira Lubna P 5 Th
13. Najwa Aulia Azahro P 5 Th
14. Nur Haarisa Adibah P 5 Th
15. Rabelita Citra Falya Rahma P 5 Th

5. Karakteristik Anak

Perkembangan anak TK yang terentang dari usia 4 th – 5 th merupakan

bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan.Menurut Hibana

23
(2002) ada beberapa karakteristik perkembangan anak usia 4-5 tahun

meliputi :

1. Perkembangan fisik anak,ditandai dengan keaktifan anak untuk

melakukan kegiatan .Hal ini bermanfaat untuk pengembangan otot

– otot kecil maupun besar.

2. Perkembangan bahasa ditandai dengan kemampuan anak

memahami pembicaraan orang lain.

3. Perkembangan kognitif ditujukan dengan rasa ingin tahu anak yang

luar biasa terhadap lingkungan sekitar.

4. Bentuk permainan anak masih bersifat individu bukan permainan

sosial.

Dari keempat karakteristik diatas ,karakteristik yang keempatlah yang

menjadi subjek penelitian,dimana bentuk permainan anak masih

bersifat individu bukan permainan sosial sehingga berpengaruh pada

minat belajar anak terutama mengenal bilangan.

B. Deskripsi per siklus (rencana,pelaksanaan,pengamatan/pengumpulan

data/instrumen,refleksi)

a. Rencana tindakan

Perencanaan pelaksanaan perbaikan dilaksanakan melalui 2

siklus,yaitu siklus I dan Siklus II,adapun langkah – langkah yang

24
diambil dalam tiap siklus adalah perencanaan ( planing),pelaksanaan

acting,pengamatan (observasing),dan refleksi (reflekting).

 Pada tahap perencanaan

Harus disusun perencanaan pembelajaran yang akan dilakukan

pada tahap ini harus dirancang tindakan yang menjelaskan

tentang apa,mengapa,kapan,dimana,oleh siapa,dan bagaimana

tindakan tersebut akan dilakukan.

 Tahap melaksanakan tindakan

Pelaksanaan tindakan merupakan realisasi dari suatu tindakan

yang sudah dirancang sebelumnya.Langkah – langkah yang

dilakukan guru harus tetap mengacu pada kurikulum yang

berlaku.Hasilnya diharapkan berupa peningkatan efektifitas

keterlibatan teman – teman peneliti untuk dapat mempertajam

refleksi dan evaluasi yang telah dilakukan dikelas.

 Tahap pengamatan /pengumpulan data/instrumen

Pengamatan tindakan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan

tindakan.Teman yang bertugas mengamati proses belajar

mengajar harus mencatat semua hal – hal yang diperlukan dan

yang terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung.Data

yang dikumpulkan pada tahap ini berisi tentang pelaksanaan

tindakan dan rencana yang sudah dibuat,serta dampaknya

terhadap proses dan hasil belajar.Data yang dikumpulkan dapat

berupa data kuantitatif (hasil test,hasil kuis,presensi,nilai

25
tugas,dll),tetapi juga data kualitatif yang menggambarkan

keaktifan siswa,antusias siswa,mutu diskusi,dll.

 Tahap refleksi

Refleksi adalah upaya evaluasi yang dilakukan oleh para

kolaborator atau partisipan yang terkait,dengan suatu ptk yang

dilaksanakan.Refleksi dilakukan dengan cara kolaborasi yaitu

adanya diskusi terhadap berbagai masalah yang terjadi selama

kegiatan belajar mengajar.Berdasarkan refleksi ini pula suatu

perbaikan tindakan selanjutnya ditentukan.

Setiap siklus terdiri atas dari beberapa langkah perbaikan yang

disusun secara sistematis dan mengarah pada pemecahan masalah atau

peningkatan kualitas kegiatan pengembangan.Adapun pembagian waktu

pelaksanaan dijelaskan dalam tabel dibawah ini :

Tabel siklus 3.3 Jadwal Kegiatan tiap siklus

Rencana Kegiatan harian


Tanggal Pelaksanaan
I II III IV V
Siklus I

a. Senin,20 April 2020 

b. Selasa,21 April 2020 

c. Rabu,22 April 2020 

26
d. Kamis,23 April 2020 

e. Jum’at,24 April 2020 

Siklus II

a. Sabtu,25 April 2020 

b. Senin,27 April 2020 x 

c. Selasa,28 April 2020 

d. Rabu,29 April 2020 

e. Kamis,30 April 2020 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Siklus

Selanjutnya penelitian ini direncanakan dua siklus,setiap siklus

terdiri atas lima perbaikan tindakan.Untuk lebih rincinya rencana tindakan

perbaikan adalah sebagai berikut :

Siklus I

I. Langkah – langkah Perbaikan

27
Seperti disampaikan pada paparan diatas,bahwa perbaikan akan

dilaksanakan sebanyak 5 kali dalam setiap siklus.Adapun rincian kegiatan

perbaikan sebagaimana berikut :

II. Siklus I (Pertama)

RANCANGAN SATU SIKLUS

Siklus : I (pertama)

Tema : Alam Semesta

Kelompok :A

Tanggal : 20 April 2020

Tujuan Perbaikan meningkatkan kemampuan mengenal angka

melalui media gambar pada kelompok A Tk Nahdlatuth Thullaab.

Identifikasi masalah :

1. Kegiatan pengenalan bilangan 1 – 10 kurang faham.

2. Sebagian besar anak masih kurang mampu untuk menyebut

bilangan .

3. Peserta didik kurang konsentrasi dalam menerima pembelajaran

dalam berhitung

Analisa masalah :

Dari ketiga masalah yang teridentifikasai , masalah yang akan

dipecahkan adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengenal

bilangan,sehingga tidak sesuai dengan hasil yang ddiharapkan.

Perumusan masalah :

28
Bagaimana upaya meningkatkan kemampuan pada anak kelompok A

untuk mengenal bilangan melalui media gambar ?

 Skenario perbaikan siklus I

Hal yang perlu diperbaiki / ditingkatkan :

1. Kegiatan pembukaan

Anak –anak duduk di depan kelas membentuk setengah

lingkaran ,posisi anak menghadap guru kemudian berdo’a,bertanda

bahwa kegiatan pembelajaran akan dimulai.Pada awal

kegiatan,guru berkata tentang manfaat salam dan menjawab salam

kepada anak.Selanjutnya guru mengajak anak – anak mengenal

rambu – rambu lalulintas melalui tepuk lalulintas dan peragaan.

2. Kegiatan inti

Penataan ruangan masih tetap setengah lingkaran , anak – anak

bermain kartu dengan menempelkan angka pada gambar yang

sesuai jumlahnya.Dan anak – anak menyebutkan jumlah gambar

yang ditempeli setelah selesai bermain kartu,posisi anak – anak di

ubah menjadi kelompok dengan posisi anak duduk di posisinya

masing – masing.Guru menyiapkan plastisin anak – anak membuat

bentuk/miniatur benda – benda atau gambar ,seperti : bulan,bintang

matahari,dll.Anak dapat menghargai hasil karyanya dan hasil karya

temannya.

3. Kegiatan Penutup

29
Penataan ruang posisi kursi dan meja anak tetap,guru

mengevaluasi kegiatan hari ini dan menginformasikan kegiatan

hari esok,berdo’a,salam.

 Skenario Perbaikan Siklus II

Tujuan perbaikan : Peningkatan kemampuan mengenal angka dengan media

gambar.

Siklus : II

Hari/tanggal : Kamis,30 April 2020

Hal yang diperbaiki/ditingkatkan :

1. Kegiata pembukaan

Anak – anak duduk ditengah membentuk lingkaran posisi anak

menghadap guru pada awal kegiatan guru bertanya pada anak

tentang benda – benda langit yang ada pada malam hari,selanjutnya

guru mengajak anak untuk bermain lempar tangkap bola.

2. Kegiatan inti

Penataan ruangan diubah menjadi kelompok dengan posisi anak

duduk di kursinya masing – masing.anak menghitung jumlah

gambar,mengurutkan gambar dari 1 – 10,anak dapat mengakui

bahwa hasil temannya lebih tepat daripada miliknya.

3. Kegiatan penutup

Penataan ruang posisi kursi dan meja anak tetap,guru mengajak

anak untuk dapat membedakan bintang yang asli dapat bercahaya

30
sendiri dan adanya hanya malam hari dengan bintang buatan yang

tidak bercahaya.Penutup,do’a dan salam

B. Pembahasan dari setiap siklus

1. Siklus 1

Berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat, pembelajaran

yang dilaksanakan mulai dari siklus yang pertama dan kedua menunjukkan

kemajuan.Perubahan tersebut terjadi karena dalam menerangkan

kegiatan,guru sudah jelas dan mudah dimengerti anak,anak menjadi

senang dan bersemangat dalam pembelajaran sehingga kemampuan anak

dalam mengenal bilangan meningkat.

Hasil pengamatan dan perbaikan siklus I masih kurang memenuhi target

90% atau masih belum sesuai dengan yang diharapkan.Perbaikan

pembelajaran siklus I terlihat pada anak yang mampu mengenal angka

secara mandiri 70% dan 30% masih meminta bantuan guru.Pada perbaikan

siklus 1 hari kelima dari 15 anak mendapat bintang *** ada 12 anak ,yang

mendapat bintang ** 3 anak.

Hasil pembelajaran Siklus I

Tabel 4.1 Keberhasilan Siklus I

Keberhasilan setiap pertemuan


Prosentase
yang mendapat bintang 3
NO Aspek Penilaian hari ke-5
(jumlah Siswa)
(%)
I II III IV V
1. Kemandirian - - 7 8 8 70 %
2. Minat - - 7 8 9 75 %

31
3. Kemampuan - - 7 8 9 75 %

2. Siklus II

Hasil perbaikan pada siklus II sudah memenuhi tujuan yang telah

ditetapkan yaitu anak mampu dalam mengenal angka melalui media

gambar.Anak yang mampu mengenal angka secara mandiri ada 90% dan

yang masih memerlukan bantuan guru ada 10%.Pada perbaikan siklus

II,dari 15 anak yang mendapat bintang *** ada 14 anak dan yang

mendapatkan bintang ** ada 1 anak.Perubahan hasil pembelajaran terjadi

karena guru dalam menyampaikan pembelajaran menarik dan

menyenangkan,sehingga anak lebih fokus dalam kegiatan mengenal angka.

Hasil pembelajaran siklus II

Tabel 4.2 Keberhasilan siklus II

Keberhasilan setiap pertemuan Prosentase

yang mendapat bintang 3 (jumlah Hari ke-5


No Aspek Penilaian
siswa) (%)
I II III IV V
1. Kemandirian - - 13 14 14 95 %
2. Minat - - 12 13 13 90%
3. Kemampuan - - 13 14 14 95 %

32
Dari penyajian data hasil siklus I dan siklus II dapat dilihat perbandingan

pada tabel berikut :

Tabel Perbandingan hasil pembelajaran siklus I dan siklus II pada hari ke-5.

Tabel 4.3 Keberhasilan siklus I dan siklus II

Prosentase (%)
No Aspek Penilaian
Siklus I Siklus II
1. Kemandirian 70 % 95 %
2. Minat 75 % 90 %
3. Kemampuan 75 % 95 %

Dari tabel di atas bahwa perbandingan hasil pembelajaran pada siklus I

dan siklus II di atas,menunjukkan bahwa pembelajaran tentang kegiatan mengenal

angka melalui media gambar menunjukkan perubahan yang meyakinkan menuju

peningkatan hasil pembelajaran pada siswa kelompok A Tk Nahdlatuth Thullaab

Kaligoro Sukomaju Srono Banyuwangi.

33
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil-hasil penelitian pada siklus I dan siklus II dapat disimpulkan

sebagai berikut :

1. Penggunaan media gambar yang dapat meningkatkan pengenalan angka 1

– 10 yaitu ada dipelaksanaan siklus I,dimana guru minta anak

mengurutkan kartu gambar yang sudah diberi angka 1-10 ini sangat

disukai anak dan dapat membantu anak dalam mengenal angka dengan

cepat.Pelaksanaan siklus II guru meminta anak memasangkan kartu angka

yang sesuai jumlah gambarnya.Permainan ini juga sangat membantu anak

dalam mengenal angka.

34
2. Peningkatan pengenalan angka pada anak menggunakan media

gambar.Yaitu berdasarkan dari grafik hasil pencapaian akhir siklus I,masih

kurang memenuhi tarjet 90% atau masih belum sesuai dengan yang

diharapkan.Perbaikan pembelajaran siklus I terlihat pada anak yang

mampu mengenal bilangan secara mandiri 70% dan 30% masih minta

bantuan guru.Sedangkan hasil pencapaian akhir siklus II sudah memenuhi

tujuan yang telah ditetapkan yaitu anak mampu dalam mengenal angka

melalui gambar.Anak yang mampu mengenal bilangan secara mandiri ada

90% dan yang masih memerlukan bantuan guru ada 10%.Telah terjadi

peningkatan dalam kemampuan mengenal bilangan pada anak sebesar

90%.

B. Saran-Saran

Berdasarkan hasil penelitian disarankan :

1. Bagi siswa, melalui pemanfaatan media gambar atau kartu bergambar

dengan pengenalan angka atau bilangan adalah : sebagai motivasi pada

anak – anak terhadap kegiatan pengenalan angka dan menghilangkan

rasa bosan dalam kegiatan pengenalan angka.

2. Bagi Guru , media gambar atau kartu bergambar bisa dijadikan sebagai

bahan peningkatan dalam pembelajaran sebagai upaya menumbuhkan

daya inovatif dan kreatif.

3. Bagi sekolah,media gambar atau kartu bergambar dapat memberikan

kontribusi yang positif terhadap kemajuan sekolah,yang tercermin dari

35
peningkatan kemampuan profesional guru dan perbaikan proses dan

hasil belajar anak didik.

DAFTAR PUSTAKA

Copley . 2001.pengertian jenis angka atau bilangan.Jakarta : Ganesha


etalaseilmu.wordpress.com.manfaat bilangan.2016

Montolalu,B.E.F,dkk (2014).Bermain dan permainan Anak.Jakarta : Universitas


Terbuka.
Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia 137.(2014).
Standart isi Tentang Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak.

Sujiono,Yuliani Nuraini,dkk (2012).Metode Pengembangan Kognitif.Jakarta:


Universitas Terbuka

Suryana Dadan dan Mahyudin Nenny.(2013).Dasar-dasar Pendidikan TK.


Jakarta : Universitas Terbuka.

Tatminingsih,Sri,dkk.(2014).Panduan Pemantapan Kemampuan Mengajar.

36
Jakarta : Universitas Terbuka

Wardhani,IGAK,dkk.(2014).Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta : Universitas


Terbuka

LAMPIRAN-LAMPIRAN

37
BIODATA PENELITI

Nama : Siska Amalia Darajah

Nim : 837 567 224

Tempat,tanggal lahir : Banyuwangi,26 September 1997

Alamat : Dsn Sukopuro Wetan Rt.01/Rw.02

Desa Sukonatar Kecamatan Srono

Kabupaten Banyuwangi

Jabatan : Guru TK Nahdlatuth Thullaab

Unit Kerja : TK Nahdlatuth Thullaab Kaligoro Sukomaju

Srono

38
RPPH/RPP Perbaikan

1. RPPH/RPP perbaikan Siklus I

Hari / tanggal : Senin,20 April 2020

a. Kegiatan pembukaan

Anak –anak duduk di depan kelas membentuk setengah

lingkaran ,posisi anak menghadap guru kemudian berdo’a,bertanda

bahwa kegiatan pembelajaran akan dimulai.Pada awal

kegiatan,guru berkata tentang manfaat salam dan menjawab salam

kepada anak.Selanjutnya guru mengajak anak – anak mengenal

rambu – rambu lalulintas melalui tepuk lalulintas dan peragaan.

b. Kegiatan inti

39
Penataan ruangan masih tetap setengah lingkaran , anak – anak

bermain kartu dengan menempelkan angka pada gambar yang

sesuai jumlahnya.Dan anak – anak menyebutkan jumlah gambar

yang ditempeli setelah selesai bermain kartu,posisi anak – anak di

ubah menjadi kelompok dengan posisi anak duduk di posisinya

masing – masing.Guru menyiapkan plastisin anak – anak membuat

bentuk/miniatur benda – benda atau gambar ,seperti : bulan,bintang

matahari,dll.Anak dapat menghargai hasil karyanya dan hasil karya

temannya.

c. Kegiatan Penutup

Penataan ruang posisi kursi dan meja anak tetap,guru

mengevaluasi kegiatan hari ini dan menginformasikan kegiatan

hari esok,berdo’a,salam.

40
2. RPPH / RPP Perbaikan Siklus II

Hari/tanggal : Kamis,30 April 2020

a. Kegiata pembukaan

Anak – anak duduk ditengah membentuk lingkaran posisi anak

menghadap guru pada awal kegiatan guru bertanya pada anak

tentang benda – benda langit yang ada pada malam hari,selanjutnya

guru mengajak anak untuk bermain lempar tangkap bola.

b. Kegiatan inti

Penataan ruangan diubah menjadi kelompok dengan posisi anak

duduk di kursinya masing – masing.anak menghitung jumlah

gambar,mengurutkan gambar dari 1 – 10,anak dapat mengakui

bahwa hasil temannya lebih tepat daripada miliknya.

c. Kegiatan penutup

41
Penataan ruang posisi kursi dan meja anak tetap,guru mengajak

anak untuk dapat membedakan bintang yang asli dapat bercahaya

sendiri dan adanya hanya malam hari dengan bintang buatan yang

tidak bercahaya.Penutup,do’a dan salam

42