Anda di halaman 1dari 40

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN HALUSINASI DI RT.02/RW.

KELURAHAN PABAENG-BAENG

DISUSUN
O
L
E
H

MUHAMMAD HIDAYAT
17.04.074

CI LAHAN CI INSTITUSI

_________________________

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PANAKKUKANG MAKASSAR


PRODI NERS
2017/2018
PENGKAJIAN KEPERAWATANKESEHATAN JIWA

Tempat Praktek : PKM JONGAYA Tanggal Pengkajian : 07/08/2018

I. IDENTITAS PASIEN
Inisial : Tn. Y (L)
Umur : 33th
Alamat : Pasar Pabaeng – Baeng, RT.02/RW. Kel. Pabaeng-Baeng
II. ALASAN MASUK
Pasien mengatakan sering mendengar bisikan-bisikan.
III. FAKTOR PREDISPOSISI
Pasien mengatakan sering mendengar bisikan-bisikan dari perempuan dan laki-laki.
Bisikan tersebut selalu mengajak Pasien untuk melakukan hubungan seksual. Bisikan
yang didengar Pasien kadang juga mengancam akan membunuh Pasien jika Pasien tetap
berada didalam rumah, sehingga Pasien selalu ingin keluar rumah. Pasien mengatakan
mendengar bisikan tersebut selama ±6 tahun. Sebelumnya Pasien pernah dirawat di klinik
avicienna 1 tahun yang lalu. Ibu Pasien mengatakan Pasien mengalami penyakit ini
setelah kembali bekerja dari Malaysia, ibu Pasien berpendapat bahwa Pasien mengalami
penyakit ini akibat wanita yang pernah suka dengan Pasien namun Pasien menolaknya.
Ibu Pasien mengatakan tidak ada trauma apapun yang dialami Pasien, tidak ada anggota
keluarga yang mengalami gangguan jiwa.
IV. PEMERIKSAAN FISIK
1. TTV : TD : 90/60mmHgN : 84x/mnt
S : 36,5°C P : 19x/mnt
2. Ukur : BB : 46kg TB : 163cm
3. Keluhan fisik :
Klie mengatakan secara fisik dirinya baik-baik saja. Tidak ada keluhan secara fisik
yang dirasakan

A. PSIKOSOSIAL
 Genogram :

72

48 44 42 40 38 35 33

Ket.
 : Laki-laki ‫ـــــ‬ : Garis pernikahan
 : Perempuan ? : Umur tidak diketahui
 : Meninggal - - - : Satu rumah
 : Pasien | : Garis keturunan

Ibu Pasien mengatakan suaminya telah meninggal namun ibu Pasien tidak
mengetahui penyebab suaminya meninggal, begitupun dengan penyebab
meninggal orangtuanya maupun orangtua suaminya. Anak-anaknya sudah
berkeluarga semua kecuali Pasien. Ibu Pasien mengatakan hanya tinggal dengan
Pasien. Ibu Pasien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang memiliki
penyakit yang sama dengan Pasien, tidak ada anggota keluarga yang mempunyai
riwayat penyakit keturunan maupun penyakit menular.
 Konsep diri
a. Citra tubuh : Pasien mengatakan menyukai semua anggota tubuhnya.
b. Identitas : Pasien mengatakan anak terakhir dari 6 bersaudara dan
berusia 33 tahun
c. Peran : Dirumah, Pasien jarang membantu ibunya bekerja karena
Pasien selalu ingin meninggalkan rumah, sehingga Pasien
dikurung didalam rumah agar tidak kemana-mana
d. Ideal diri : Pasien mengatakan ingin cepat sembuh agar bisa cepat-cepat
menikah.
e. Harga diri : Pasien mengatakan hubungan dengan ibunya dalam keadaan
baik. Pasien menyadari bahwa dirinya dalam keadaan sakit.
 Hubungan sosial
a. Orang yang berarti :
Pasien mengatakan ibu merupakan orang yang sangat berarti bagi Pasien
karena hanya ibunya yang selalu merawat Pasien.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :
Ibu Pasien mengatakan tidak pernah diikutkan dalam kegatan masarakat
dikarenakan ibu Pasien takut Pasien melarikan diri.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Tidak ada hambatan dalam hubungan dengan orang lain, namun ibu Pasien
kadang menguncikan Pasien di rumah agar Pasien tidak kemana-mana,
sehingga komunikasi dengan orang lain kurang.
 Spiritual
a. Nilai dan keyakinan :
Pasien mengatakan beraga islam dan meyakini bahwa sakitnya pada saat ini
merupakan cobaan dari tuhan
b. Kegiatan ibadah :
Ibu Pasien mengatakan Pasien kadang-kadang melakukan ibadah apabila
Pasien diingatkan atau mengingatnya.
B. STATUS MENTAL
1. Penampilan
 Cara berpakaian tidak seperti biasanya
Jelaskan :
Ibu Pasien mengatakan sebelum sakit Pasien selalu berpakaian rapi, namun
setelah sakit cara berpakaian Pasien tidak seperti biasanya.
2. Pembicaraan
 Lambat
 Tidak mampu memulai pembicaraan
Jelaskan :
Pada saat ditanya Pasien mampu menjawab namun Pasien berbicara lambat,
ketika diberikan masukan/anjuran Pasien hanya menjawab iya. Tidak ada
sanggahan pada anjuran yang diberikan.
3. Aktivitas Motorik
 Grimasem
Jelaskan :
Pasien kadang-kadang nampak senyum sendiri dan kadang memalingkan
kepalanya kearah kanan.
Masalah keperawatan : -
4. Alam perasaan
 Khawatir
Jelaskan : Pasien kadang merasa khawatir jika berada didalam rumah
dikarenakan bisikan yang didengar Pasien kadang mengancam akan membunh
Pasien jika Pasien berada didalam rumah
5. Afek
 Tumpul
Jelaskan : Pasien nampak senyum apabila perawat senyum.
Masalah keperawatan : -
6. Interaksi selama wawancara
 Kontak mata kurang
Jelaskan : Pada saat dilakukan wawancara Pasien selalu menundukkan kepala.
7. Persepsi
Halusinasi :
 Pendengaran
Jelaskan : Pasien mengatakan sering mendengar bisikan dari perempuan dan
laki-laki untuk mengajaknya melakukan hubungan seksual. Pasien juga kadang
mendengar bisikan yang mengancam Pasien akan membunuhnya jika Pasien
tidak keluar rumah.
Masalah keperawatan : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
8. Isi pikir
 Phobia
Jelaskan : Pasien mengatakan kadang merasa ketakutan apabila didalam rumah
dikarenakan ada seseorang yang selalu membisikan dengan mengancam akan
membunuh Pasien jika Pasien ada didalam rumah
9. Arus pikir
 Blocking
Jelaskan : Pasien nampak berhenti berbicara jika Pasien mendengarkan bisikan
dan kemudian pembicaraan dilanjutkan kembali
10. Tingkat Kesadaran
Kesadaran Pasien baik, composmentis. Ketika ditanya tentang tempat Pasien
benar menjawab yaitu berada dirumah.
11. Memori
Jelaskan :
Tidak ada gangguan pada memori jangka panjang, yaitu Pasien mampu
mengingat tanggal lahirya yaitu 03-07-1985.
Tidak ada gangguan pada memori jangka pendek, yaitu Pasien mampu
mengulang apa yang dikatakan perawat yaitu menutup telinga dan mengatakan
“Jauh-jauh ko! Tidak ada ji ko” jika Pasien mendengar suara bisikan.
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Jelaskan : Perawat memberikan soal berhitung 5+5=? Dan Pasien menjawab 10.
5–5=? Pasien menjawab 5.
13. Kemampuan penilaian
Jelaskan : Pasien mampu mengambil keputusan saat ditanya apabila Pasien
mendengar bisikan-bisikan yang tidak ada orangnya apa yang akan dilakukan ?
Pasien menjawab mengusir suara-suara tersebut dengan menutup telinga.
14. Daya tilik diri
Jelaskan : Pasien menerima keadaan sakitnya dengan tidak menyalahkan
siapapun sebagai akibat sakit jiwanya.
C. KEBUTUHAN PASIEN KEDEPAN
1. Kemampuan Pasien memenuhi kebutuhan
a. Makanan : Pasien makan 2x/hari dengan porsi yang tidak dihabiskan,
sehingga kebutuhan Pasien kedepan Pasien mampu makan
secara mandiri 3x/hari dengan porsi dihabiskan.
b. Keamanan : Pasien merasa aman di dalam rumah, tidak ada rasa khawatir
pada bisikan yang kadang mengancam Pasien jika Pasien
berada didalam rumah
c. Perawatan kesehatan : Pasien mampu pergi ke puskesmas untuk
control dengan keluarga /mandiri jika obat Pasien ingin habis
d. Pakaian : Pasien mampu mengganti baju bersih secara mandiri setelah
mandi
2. Kegiatan hidup sehari-hari
a. Mandi : Pasien jarang mandi dan hanya mandi apabila diingatkan,
sehingga kebutuhan Pasien kedepan Pasien mampu mandi
secara mandiri minimal 1x/hari
b. Kebersihan : Pasien mampu membersihkan diri
c. Makan : Pasien mampu makan secara mandiri 3x/hari dengan porsi
dihabiskan.
d. BAB/BAK : Pasien mampu BAB/BAK secara mandiri di toilet
e. Ganti pakaian : Pasien mampu mengganti pakaian dengan pakaian perish
secara mandiri setelah mandi
3. Nutrisi
Frekuensi makan sehari : 2x/hari
Frekuensi kudapan sehari : 1x/hari
Nafsu makan : Menurun
Berat Badan : Menurun
BB terendah : 46kg BB tertinggi : 53kg
4. Tidur
a. Masalah tidur : Tidak ada
b. Merasa segar setelah bangun tidur : Ya
c. Kebiasaan tidur siang : Ya
d. Lama tidur siang : 2 jam
e. Penolong tidur : Tidak ada
f. Tidur malam : Pukul 22.00; Bangun : pukul 09.00
g. Gangguan tidur : Tidak ada
5. Kemampuan Pasien dalam :
Mengantisipasi kebutuhan sendiri : Pasien ketika lapar akan mencari makanan
yang sudah disediakan oleh ibunya di dapur
Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri : Pasien diharapkan
menyadari pentingnya konsumsi obat sesuai dosis yang
ditentukan
Mengatur penggunaan obat : Pasien kadang meminum obat melebihi dosis,
sehingga pemberian obat di awasi oleh orang tua Pasien
Melakukan pemeriksaan kesehatan : Pasien biasanya datang sendiri untuk
mengambil obatnya di puskesmas jika obat yang dikonsumsi
sudah mau habis

6. Pasien memiliki sistem pendukung :


Keluarga : Ya, Ibu merupakan orang yang selalu merawat Pasien
Terapis : Ya, Nampak petugas kesehatan beberapa kali datang melihat
keadaan Pasien
Teman sejawat : Tidak nampak teman yang menjenguk Pasien
Kelompok sosial : Ya, Tetangga merupakan orang yang kadang menjaga Pasien
apabila ibunya sibuk bekerja
Apakah Pasien menikmati saat bekerja : Pasien tidak bekerja
D. MEKANISME KOPING
Adaptif : Maladaptif :
 Bicara dengan orang lain  Tertawa sendiri
E. MASALAH PSIKOSOSIAL & LINGKUNGAN
1. Masalah dengan dukungan kelompok
Tetangga sekitar rumah Pasien juga ikut mengawasi Pasien jika ibu Pasien
sedang sibuk bekerja
2. Masalah dengan pendidikan
Pasien mengatakan ingin sekali melanjutkan sekolah agar mudah mendapatkan
pekerjaan, namun tidak ada biaya
3. Masalah dengan pekerjaan
Pasien tidak bekerja
4. Masalah dengan perumahan
Pasien menempati rumah yang cukup sempit, sehingga semua kegiatan seperti
makan dan istirahat dialkukan dalam 1 ruangan.
5. Masalah dengan ekonomi
Pasien tidak bekerja, hanya ibu Pasien yang bekerja, Pasien juga jarang
membantu ibunya bekerja.
6. Masalah dengan pelayanan kesehatan
Tidak ada masalah dalam pelayanan kesehatan, jika obat Pasien hampir habis,
Pasien kadang kontrol ulang sendiri di puskesmas Jongaya.
F. KURANG PENGETAHUAN TENTANG
1. Penyakit jiwa
Perlu dijelaskan tentang halusinasi yang dialami Pasien dan cara untuk
mengatasi halusinasi
2. Obat-obatan
Perlu dijelaskan untuk 6 benar pemberian obat. Meminta ibu Pasien untuk
mengawasi dalam pemberian obat
G. ASPEK MEDIK
Diagnosis medik :-
Terapi medik :
 Haloperidol 3x1
 Chlorpromazine 1x1
 Trihexyphenidil 3x1
ANALISA DATA

Data Masalah
Subjektif - Pasien mengatakan mendengarkan bisikan dari
perempuan dan laki-laki yang mengajak Pasien untuk
melakukan hubungan seksual, kadang bisikan tersebut
juga mengancam akan membunuh Pasien apabila Pasien
tidak keluar dari rumah
Objektif - Pasien nampak sesekali memalingkan wajahnya ke
sebelah kanan
- Pasien nampak sesekali tertawa sendiri
- Kontak mata tidak ada
KLASIFIKASI DATA

DIAGNOSA
DATA
KEPERAWATAN
DS :
- Pasien mengatakan mendengarkan bisikan
dari perempuan dan laki-laki yang
mengajak Pasien untuk melakukan
hubungan seksual, kadang bisikan tersebut
Gangguan Persepsi Sensori :
juga mengancam akan membunuh Pasien
Pendengaran
apabila Pasien tidak keluar dari rumah
DO :
- Pasien nampak sesekali memalingkan
wajahnya ke sebelah kanan
- Pasien nampak tertawa sendiri

DAFTAR DIGNOSIS KEPERAWATAN


A. Gangguan Persepsi Sensori : Pendengaran (Halusinasi)
INTERVENSI KEPERAWATAN

Inisial : Tn. Y (L)


Umur : 33th
Alamat : Pasar Pabaeng – Baeng, RT.02/RW. Kel. Pabaeng-Baeng
No DIAGNOSA
TUJUAN KRITERIA EVALUASI INTERVENSI RASIONAL
. KEPERAWATAN
1. Gangguan Persepsi Tujuan Umum : Setelah 1x interaksi Pasien Bina hubungan saling percaya Hubungan saling percaya
Sensori : Pasien dapat menunjukkan tanda-tanda percaya dengan prinsip komunikasi merupakan dasar untuk
Pendengaran mengontrol kepada perawat dengan kriteria terapeutik. kelancaran hubungan
(Halusinasi) halusinasi hasil: 1. Sapa Pasien dengan interaksi selanjutnya.
- Ekspresi wajah bersahabat ramah baik secara verbal
Tujuan Khusus 1 : - Menunjukkan rasa senang maupun non verbal.
Pasien dapat - Ada kontak mata 2. Perkenalkan diri
membina - Mau berjabat tangan dengan sopan.
hubungan saling - Mau menyebutkan nama 3. Tanyakan nama
percaya - Mau menjawab salam lengkap Pasien dan nama
- Mau duduk berdampingan panggilan yang disukai
dengan perawat Pasien.
- Bersedia mengungkapkan 4. Jelaskan tujuan
masalah yang dihadapi pertemuan.
5. Jujur dan menepati
janji.
6. Tunjukan sikap
empati dan terima Pasien
apa adanya.
7. Beri perhatian kepada
Pasien dan perhatikan
kebutuan dasar Pasien
Tujuan Khusus 2 : Setelah 2x interaksi Pasien dapat 1. Identifikasi bersama Pasien 1. Merupakan upaya untuk
Pasien dapat mengontrol halusinasinya dengan cara yang dilakukan jika memutus siklus
mengontrol kriteria hasil : terjadi halusinasi. halusinasi.
halusinasi - Pasien dapat menyebutkan 2. Diskusikan manfaat cara 2. Reinforcement positif
tindakan yang dapat dilakukan yang digunakan Pasien, dapat meningkatkan
untuk mengendalikan jika bermanfaat beri harga diri Pasien.
halusinasinya. pujian. 3. Memberi alternative
- Pasien dapat menyebutkan 3. Diskusikan cara baru untuk pikiran bagi Pasien
cara baru. mengontrol timbulnya 4. Memotivasi dapat
- Pasien dapat memilih cara halusinasi. meningkatkankeinginan
yang telah dipilih untuk 4. Bantu Pasien melatih dan Pasien untuk mencoba
mengendalikan halusinasi. memutus halusinasi secara memilih salah satu cara
- Pasien dapat mengikuti terapi bertahap pengendalian halusinasi.
aktivitas kelompok.
Tujuan Khusus 3 : Setelah 3x interaksi Pasien 1. Anjurkan Pasien untuk 1. untuk mendapatkan
Pasien mendapat mendapat dukungan keluarga memberi tahu keluarga bantuan keluarga dalam
dukungan keluarga dalam mengontrol halusinasinya sedang halusinasi. mengontrol halusinasi.
dalam mengontrol dengan kriteria hasil: 2. Diskusikan dengan 2. Untuk meningkatkan
halusinasinya - Pasien dapat menjalin keluarga tentang : pengetahuan tentang
hubungan saling percaya a. Gejala halusinasi yang halusinasi.
dengan perawat dialami Pasien.
- Keluarga dapat menyebutkan b. Cara yang dapat
pengertian, tanda dan tindakan dilakukan Pasien dan
untuk mengendalikan keluarga untuk
halusinasi memutus halusinasi.
c. Cara merawat anggota
keluarga yang
halusinasi di rumah,
beri kegiatan jangan
biarkan sendiri.
d. Beri informasi tentang
kapan Pasien
memerlukan bantuan.
Tujuan Khusus 4 : Setelah 3x interaksi Pasien dapat 1. Diskusikan dengan 1. dengan mengetahui
Pasien memanfaatkan obat dengan Pasien dan keluarga efek samping obat
memanfaatkan kriteria hasil : tentang dosis, frekuensi Pasien tahu apa yang
obat dengan baik - Pasien dan keluarga mampu dan manfaat obat. harus dilakukan setelah
menyebutkan manfaat, dosis 2. Diskusikan bahayanya minum obat.
dan efek samping obat tanpa konsultasi. 2. Bantu Pasien
- Pasien dapat 3. Bantu Pasien menggunakan prinsip
menginformasikan manfaat menggunakan prinsip 6 lama benar.
dan efek samping obat benar obat 3. dengan mengetahui
- Pasien dapat memahami akibat prinsip maka
pemakaina obat tanpa kemandirian Pasien
konsultasi tentang pengobatan
- Pasien dapat menyebutkan dapat ditingkatkan
prinsip 5 benar pengunaan secara bertahap.
obat.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN

HARI PERTAMA
No Dx.
Hari/Tanggal Implementasi Evaluasi
. Kep./SP
1. SPIP Selasa, - Membina hubungan saling percaya degan prinsip 14.00
07/08/2018 komunikasi terapeutik : S:
10.00  Menyapa Pasien dengan ramah baik secara - Pasien mengatakan bersedia diajak mengobrol oleh
verbal maupun non verbal. perawat.
 Memperkenalkan diri dengan sopan. - Pasien mau menyebutkan namanya : Yusra
 Menanyakan nama lengkap Pasien dan nama - Pasien mengatakan mendengar bisikan-bisikan dari
panggilan yang disukai Pasien. perempuan dan laki-laki yang mengajak Pasien
 Menjelaskan tujuan pertemuan. untuk melakukan hubungan seksual
 Menunjukan sikap empati dan terima Pasien - Pasien mengatakan kadang menengar bisikan-
apa adanya. bisikan yang kingin membunuh Pasien jika Pasien
 Memberi perhatian kepada Pasien dan tidak keluar rumah
perhatikan kebutuan dasar Pasien O:
- Pasien nampak sesekali tertawa sendiri
- Pasien nampak sesekali memalingkan wajahnya ke
sebalah kanan
- Kontak mata kurang
A : Membina Hubungan Saling Percaya tercapai
P : Lanjutkan Intervensi :
 Identivikasi perilaku halusinasi
 Observasi perilaku halusinasi
 Ajarkan cara untuk mengatasi halusinasi
12.00 - Mengidentifikasi bersama Pasien cara yang 14.05
dilakukan jika terjadi halusinasi. S:
- Mendiskusikan manfaat cara yang digunakan - Pasien mengerti cara mengatasi halusinasi dengan
Pasien, jika bermanfaat beri pujian. cara menghardik halusinasi
- Mendiskusikan cara untuk mengontrol timbulnya O :
halusinasi yaitu dengan menghardik halusinasi - Pasien nampak memperagakan cara menghardik
halusinasi dengan menutup telinga
- Kontak mata kurang
A : Tujuan Tercapai dalam mengidentifikasi cara Pasien
mengendalikan halusinasinya
P : Lanjutkan Intervensi :
 Ajarkan Pasien untuk mengatasi halusinasi
dengan cara yang kedua yaitu 6 benar minum
obat

HARI KEDUA
No Dx.
Hari/Tanggal Implementasi Evaluasi
. Kep./SP
1. SPIIP Rabu, Pasien : 16.00
SPIK 08/08/2018 - Mendiskusikan dengan Pasien tentang dosis, S : Pasien
10.00 frekuensi dan manfaat obat. - Pasien mengatakan meminum 3 jenis obat yaitu
- Mendiskusikan bahayanya obat tanpa konsultasi. Haloperidol 3x/hari, Chlorpromazine 1x/hari, dan
- Membantu Pasien menggunakan prinsip lima Trihexyphenidyl 3x/hari
benar. S : Keluarga
Keluarga : - Keluarga mengerti tentang masalah Pasien, tanda
- Mendiskusikan dengan keluarga tentang : dan gejalanya, dan proses terjadinya
- Keluarga memahami tentang cara mengontrol
 Gejala halusinasi yang dialami Pasien.
halusiasi Pasien yaitu dengan menghardik
 Cara yang dapat dilakukan Pasien dan keluarga halusinasi
untuk memutus halusinasi degan cara O : Pasien
menghardik halusinasi - Pasien dapat menyebutkan 4 dari 6 benar mium obat
- Nampak kontak mata kurang
O : Keluarga
- Keluarga Pasien nampak mempraktekkan cara
meghardik halusinasi dengan menutup telinga
A : Pasien
Tujuan Tercapai dalam mengidentifikasi cara Pasien
mengendalikan halusinasinya
A : Keluarga
Keluarga dapat mendukung Pasien untuk mengatasi
halusinasinya
P : Lanjutkan Intervensi :
- Pasien :
 Ajarkan Pasien untuk mengatasi halusinasi
dengan cara yang ketiga yaitu bercakap-
cakap
- Keluarga :
 Melatih Keluarga Merawat Pasien
Halusinasi dengan Enam Benar Minum
Obat

HARI KETIGA
No Dx.
Hari/Tanggal Implementasi Evaluasi
. Kep./SP
1. SPIIIP Kamis, Pasien : 14.00
SPIIK 09/08/2018 - Mengidentifikasi bersama Pasien cara yang S : Pasien
10.00 dilakukan jika terjadi halusinasi. - Pasien mengatakan berbicara dengan keluarga
- Melatih Pasien untuk mengontrol halusinasi dengan namun jarang
cara bercakap-cakap - Pasien mengatakan hanya berbicara dengan orang
Keluarga : tua dan tidak berbicara dengan tetangga karena
- Mendiskusikan dengan keluarga tentang : keluarga biasa mengurung Pasien di dalam rumah
 Dosis, frekuensi dan manfaat obat. S : Keluarga
 Diskusikan bahayanya obat tanpa konsultasi. - Keluarga mengerti tentang nama, waktu, dosis, dan
 Bantu keluarga menggunakan prinsip 6 benar cara pemberian obat
obat - Keluarga mengerti bahay obat tanpa konsultasi
sehigga keluarha mau mengawasi Pasien dalam
meminum obat
O : Pasien
- Pasien nampak memperagakan cara mengontol
halusinasi dengan bercakap-cakap bersama perawat
- Nampak kontak mata cukup
O : Keluarga
- Keluarga mampu menyebutkan 4 dari 6 benar
minum obat
A : Pasien
Tujuan Tercapai sebagian dalam mengendalikan
halusinasi Pasien dengan bercakap-cakap
A : Keluarga
Tujuan tercapai sebagian diaman keluarga dapat
mendukung Pasien untuk mengatasi halusinasinya
P : Lanjutkan Intervensi :
- Pasien :
 Anjurkan Pasien untuk tetap mengatasi
halusinasi dengan cara yang ketiga yaitu
bercakap-cakap
 Ajarkan pasien untuk mengatasi halusnasi
dengan cara yag keempat yaitu melakukan
aktivitas sehari-hari
- Keluarga :
 Melatih Keluarga Merawat Pasien
Halusinasi dengan bercakap-cakap dan
melakukan kegiatah harian
HARI KEEMPAT
No Dx.
Hari/Tanggal Implementasi Evaluasi
. Kep./SP
1. SPIVP Jumat, Pasien : 14.00
SPIIIK 10/08/2018 - Mengidentifikasi bersama Pasien cara yang S : Pasien
10.00 dilakukan jika terjadi halusinasi. - Pasien mengatakan jarang membersihkan tempat
- Melatih Pasien untuk mengontrol halusinasi dengan tidur
cara melakukan aktivitas harian (merapihkan S : Keluarga
tempat tidur) - Ibu pasien mengatakan Pasien kadang-kadang
Keluarga : berbicara dengannya
- Mendiskusikan dengan keluarga tentang : - Ibu pasien mengatakan pasien idak pernah
 Cara merawat anggota keluarga yang berbicara dengan tetangga dikarenakan pasien
halusinasi di rumah, beri kegiatan jangan selalu dikurug didalam rumah mencegah agar
biarkan sendiri pasien tidak kabur
 Cara bercakap-cakap dan melakukan kegiatan - Ibu pasien mengatakan pasien jarang
untuk mengontrol halusinasi membersihkan temapt tidur
 Latih dan sediakan waktu bercakap-cakap O : Pasien
dengan pasien terutama saat halusinasi - Tempat tidur nampak tidak rapih
- Kontak mata pasien cukup
O : Keluarga
- Nampak ibu pasien sesekali berbicara dengan
Pasien
A : Pasien
Tujuan Tercapai sebagian dalam mengendalikan
halusinasi Pasien dengan melakukan aktivitas sehari-
hari
A : Keluarga
Tujuan tercapai sebagian dimana keluarga dapat
mendukung Pasien untuk mengatasi halusinasinya
P : Lanjutkan Intervensi :
- Pasien :
 Anjurkan Pasien untuk tetap mengatasi
halusinasi dengan cara yang ketiga yaitu
bercakap-cakap
 Anjurkan Pasien untuk tetap mengatasi
halusinasi dengan cara yang keempat yaitu
melakukan aktivitas sehari-hari
- Keluarga :
 Melatih keluarga memanfaatkan fasilitas
kesehatan untuk follow up pasien halusinasi

HARI KELIMA
No Dx.
Hari/Tanggal Implementasi Evaluasi
. Kep./SP
1. SPIVK Sabtu, Pasien : 14.00
10/08/2018 - Mengevaluasi keadaan pasien tentang hlusinasinya S : Pasien
10.00 - Mengevaluasi tindakan yang sudah diajarkan - Pasien mengatakan sudah jarang mndengarkan
kepada pasien bisikan-bisikan
Keluarga : - Pasien mengtakan menghardik halusinasi dan
- Mendiskusikan dengan keluarga tentang : meminum obat dengan teratur untuk mengontrol
 Follow up ke PKM halusinasi
 Tanda kambuh - Pasien mengatakan jarang berbicara dengan ibunya
 Kapan Pasien memerlukan bantuan dan tidak pernah berbicara dengan tetangga karena
tidak pernah keluar rumah
- Pasien mengatakan masih jarang membereskan
tempat tidur
S : Keluarga
- Ibu pasien mengatakann mengerti tetang tanda dan
gejala kekambuhan
- Ibu pasien mengatakan pasien iasanya dibawa ke
PKM Jongaya untuk follow up
O : Pasien
- Pasien tidak nampak tertawa sendiri
- Tempat tidur nampak tidak rapi
- Obat pasien sisa sedikit
O : Keluarga
- Nampak ibu pasien sesekali berbicara dengan
Pasien
A : Pasien
Tujuan tercapai sebagian dalam mengendalikan
halusinasi pasien
A : Keluarga
Tujuan tercapai sebagian dimana keluarga dapat
mendukung Pasien untuk mengatasi halusinasinya
P : Lanjutkan Intervensi :
- Pasien :
 Anjurkan Pasien untuk tetap mengatasi
halusinasi dengan 4 cara yang telah
diajarkan
- Keluarga :
 Anjurkan keluarga untuk tetap mendukung
pasien untuk mengatasi halusinasinya
dengan 4 latihan yang telah diajarkan
STRATEGI PELAKSANAAN (SP)
TINDAKAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI
SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) I PASIEN : PENGKAJIAN DAN MENGENAL


HALUSINASI
Hari/tanggal : Selasa, 07/08/2018
Pertemuan :1
Dx. Kep. : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
Nama Pasien : Tn. Y
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Pasien
Subjektif :
- Pasien mengatakan mendengar bisikan yang mengajak Pasien untuk melakukan
hubungan seksual
- Pasien juga kadang mendengarkan bisikan yang mengancam akan
membunuhnya apabila Pasien tidak keluar dari rumah
Objektif :
- Pasien nampak berbicara sendiri
- Pasien nampak sesekali tertawa sendiri
- Pasien nampak sering melihat ke arah bagian kanan.
2. Diagnosa keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
3. Tujuan Khusus
b. Pasien mampu membina hubungan saling percaya
c. Pasien mampu mengenal halusinasi dan mengontrolnya dengan cara menghardik
halusinasi
4. Tindakan keperawatan
a. Membina hubungan saling percaya
b. Membantu Pasien menyadari Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi
Pendengaran
c. Melatih Pasien dara mengontrol halusinasi dengan cara menghardik halusinasi
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
Orientasi
1. Salam Terapeutik
 Assalamualaikum, kak.
 Perkenalkan nama ku Muhammad Hidayat, saya senang dipanggil Dayat. Saya
mahasiswa yang sementara praktek di PKM Jongaya selama 1 minggu. Kalau
boleh tau siapa nama ta? Sukanya dipanggil siapa?
2. Evaluasi/validasi
 Bagaimana perasaan ta hari ini?
 Apa yang kita keluhkan sekarang? Na bilang mace ta selalu ki ketawa-ketawa
sendiri, suka sekali meliat ke samping kanan. Ada yang kita liat? Atau ada yang
bisik-bisiki ki?
3. Kontrak
Ohh. BagaiamanA kalau kita cerita-cerita sebentar tentang masalah ta selama 30
menit. Bisaji? Dimana kita mau cerita-cerita?
Kerja : ( Langkah-langkah tindakan keperawatan )
1. Kak, bisikan-bisikan yang biasa kita dengar itu namanya halusinasi. Kita tau ji apa
itu Halusinasi ?
2. Halusinasi itu sesuatu yang kita rasa ada tapi sebenarnya tidak adaji. Contohnya
bisikan yang biasa kita dengar kita rasa ada padalah tidak ada. Halusinasi itu banyak
macamnya pak, ada halusinasi penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perabaan.
Nah, yang kita alami ini namanya halusinasi pendengaran. Tapi jangan ki khawatir,
karna saya disini mau ka bantuki untuk mengatasi halusinasi ta. Mau ji ki?
3. Caranya itu ada 4. Hari ini mau ka ajarkan ki cara yang pertama yaitu menghardik
halusinasi. Kalau kita dengarki itu bisikan-bisikan tutup ki telinga ta. Terus bilangki
“Pergiko. Tidak ada ji ko. Kau itu tidak nyata.” Mengerti ji ki?
Terminasi
1. Evaluasi respon Pasien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi subjektif :
 Coba kita ulangi yang tadi apabila kita mendengar bisikan apa yang harus kita
lakukan?
Evaluasi Objektif
 Pasien nampak memperagakan cara menghardik halusinasi dengan cara menutup
telinga
2. Rencana tindak lanjut (RTL)
Besok mau ka kesini lagi ajari ki cara yang kedua yaitu minum obat. Sekitar jam 10
kesini ka. Bisaji kak Yusra?
3. Kontrak yang akan datang
Topik : Besok mau ka kesini lagi ajari ki cara yang kedua yaitu minum obat.
Waktu : Berapa lamaki mau cerita-cerita? Bemana kalau 20 menit?
Tempat : Diamanki mau cerita-serita? Diluar atau di sini saja (Ruang tamu)?

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) II PASIEN : ENAM BENAR MINUM OBAT


Hari/tanggal : Rabu, 08/08/2018
Pertemuan :2
Dx. Kep. : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
Nama Pasien : Tn. Y
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Pasien
Subjektif :
- Pasien mengatakan mendengar bisikan yang mengajak Pasien untuk melakukan
hubungan seksual
- Pasien juga kadang mendengarkan bisikan yang mengancam akan
membunuhnya apabila Pasien tidak keluar dari rumah
Objektif :
- Pasien kadang berbicara sendiri
- Kontak mata kurang
2. Diagnosa keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
3. Tujuan Khusus
Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara yang keuda yaitu enam benar
minum obat
4. Tindakan keperawatan
a. Evaluasi jadwal kegiatan harian Pasien
b. Jelaskan pentingnya konsumsi obat pada gangguan jiwa
c. Jelaskan jika obat tidak dikonsumsi sesuai program
d. Jelaskan akibat jika putus obat
e. Jelaskan konsumsi obat dengan pronsip enam benar (Benar obat, Pasien, cara,
waktu, dosis dan kontinuitas)
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
Orientasi
1. Salam Terapeutik
 Assalamualaikum, kak. Masih ingat ji dengan saya?
2. Evaluasi/validasi
 Bagaimana perasaan ta hari ini?
 Bagaiaman kak? Berkurang mi kita dengar bisikan-bisikan? Kita lakukan ji yang
sudah kita pelajari kemarin? Bagus. Coba bede kita praktekkan lagi, kalau
dengar ki suara bisikan-bisikan apa yang kita lakukan?
3. Kontrak
 Topik : Sesuai dengan janji ku kemarin. Hari ini kita akan lakukan cara
kedua yaitu enam benar minum obat.
 Waktu : Berapa lamaki mau cerita? Bemana kalau 20 menit?
 Tempat : Mauki cerita dimana? Diluar atau disini?
Kerja : ( Langkah-langkah tindakan keperawatan )
1. Sebelumnya bisa saya liat obatnya dulu?
2. Kita tau ini obat apa (Memperlihatkan obat satu persatu : Haloperidol,
Chlorpromazine dan Trihexyphenidyl)?
3. Kita tau ji berapa kali dalam sehari diminum?
4. Ohh iye. Untuk lebih bagusnya saya jelaskan mi lagi di’. Kalau obat yang 3x/hari
diminum ki pada pagi hari jam 7, siang jam 1 dan malam jam 7. Kalau yang 1x/hari
diminum setiap jam 7 pagi nah.
5. Jangan ki sampe putus minum obatnya nah? Jangan juga sampe lebih diminum.
Kalau mau mi habis obat ta minta temaniki sama mace ta atau tetangga ta ke
puskesmas, tapi kalau bisa sendiri sendiri mi ki ke puskesmas
Terminasi
1. Evaluasi respon Pasien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi subjektif :
 Bagaimana kak setelah kita cerita-cerita tentang minum obat? Berapa carami
yang sudah saya ajarkan untuk mengontrol halusinasi?
Evaluasi Objektif
 Pasien mampu menyebutkan nama obat dan Waktu mengkonsumsi obat yaitu
Haloperidol 3x1, Chlorpromazine 1x1, dan Trihexyphenidyl 3x1.
 Pasien mampu menyebutkan 2 cara untuk mengontrol halusinasi yang sudah
diajarkan yaitu dengan menghardik halusinasi dan enam benar minum obat
2. Rencana tindak lanjut (RTL)
Besok mau ka kesini lagi kak ajari ki cara yang ketiga yaitu cerita-cerita dengan
orang terdekat. Sekitar jam 12 kesini ka. Bisaji kak Yusra?
3. Kontrak yang akan datang
Topik : Besok mau ka kesini lagi ajari ki cara yang ketiga yaitu cerita-cerita
dengan orang terdekat.
Waktu : Berapa lamaki mau cerita-cerita? Bemana kalau 20 menit?
Tempat : Diamanki mau cerita-serita? Diluar atau di sini saja (Ruang tamu)?

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) III PASIEN : BERBINCANG-BINCANG


Hari/tanggal : Kamis, 09/08/2018
Pertemuan :3
Dx. Kep. : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
Nama Pasien : Tn. Y
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Pasien
Subjektif :
- Pasien mengatakan sudah jarang mendengar bisikan-bisikan
Objektif :
- Kontak mata kurang
- Pasien nampak menundukkan kepala
2. Diagnosa keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
3. Tujuan Khusus
Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara yang ketiga yaitu berbincang-
bincang dengan orang lain
4. Tindakan keperawatan
a. Evaluasi jadwal kegiatan harian Pasien
b. Melatih Pasien mengendalikan halusinasi dengan cara berbincang-bincang
dengan orang lain
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
Orientasi
1. Salam Terapeutik
 Assalamualaikum, kak. Datang ka lagi. Mauka liat keadaan ta sekarang.
2. Evaluasi/validasi
 Bagaimana perasaan ta hari ini?
 Bagaiaman kak? Masih ada kita dengar bisikan-bisikan? Kita lakukan ji yang
sudah kita pelajari kemarin? Coba bede kita praktekkan lagi, kalau dengar ki
suara bisikan-bisikan apa yang kita lakukan? Bagaimana obat ta? Kita minum ji?
Teratur ji kita minum?
3. Kontrak
 Topik : Sesuai dengan janji ku kemarin. Hari ini kita akan lakukan cara
yang ketiga yaitu cerita-cerita dengan orang lain.
 Waktu : Berapa lamaki mau cerita? Bemana kalau 20 menit?
 Tempat : Mauki cerita dimana? Diluar atau disini (Ruang tamu)?
Kerja : ( Langkah-langkah tindakan keperawatan )
1. Baik kak. Untuk cara ketiga yaitu ajakki cerita mace ta atau tetangga ta.
2. Caranya yaitu kalau misalkan kita dengar bisikan-bisikan ajakki mace ta cerita cerita.
Misalkan kita dengar bisikan tanyaki mace ta “Ma, dengarka suara bisikan, ajak ka
cerita.” Atau kalau mace ta sibuk kerja ajak ki cerita tetangga ta. Saya liat baik ji
tetangga ta, mauji na awasi ki kalau mace ta sibuk kerja. Coba bede kita praktekkan
ke saya.
Terminasi
1. Evaluasi respon Pasien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi subjektif :
 Bagaimana kak setelah kita cerita-cerita? Berapa carami yang sudah saya
ajarkan untuk mengontrol halusinasi?
Evaluasi Objektif
 Pasien mampu berbincang-bincang dengan orang lain jika Pasien mengalami
halusinasi
 Pasien mampu menyebutkan 3 cara untuk mengontrol halusinasi yang sudah
diajarkan yaitu dengan menghardik halusinasi, enam benar minum obat, dan
berbincang-bincang dengan orang lain
2. Rencana tindak lanjut (RTL)
Besok mau ka kesini lagi kak ajari ki cara yang keempat yaitu melakukan aktivitas
sehari-hari. Sekitar jam 10 kesini ka. Bisaji kak Yusra?
3. Kontrak yang akan datang
Topik : Besok mau ka kesini lagi ajari ki cara yang keempat yaitu melakukan
aktivitas sehari-hari.
Waktu : Berapa lamaki mau cerita-cerita? Bemana kalau 20 menit?
Tempat : Diamanki mau cerita-serita? Diluar atau di sini saja (Ruang tamu)?

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) IV PASIEN : BERBINCANG-BINCANG


Hari/tanggal : Jumat, 10/08/2018
Pertemuan :4
Dx. Kep. : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
Nama Pasien : Tn. Y
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Pasien
Subjektif :
- Pasien mengatakan sudah jarang mendengar bisikan-bisikan
Objektif :
- Kontak mata kurang
- Pasien nampak menundukkan kepala
2. Diagnosa keperawatan
Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
3. Tujuan Khusus
Pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara yang kekempat yaitu melakukan
aktivitas harian
4. Tindakan keperawatan
a. Evaluasi jadwal kegiatan harian Pasien
b. Melatih Pasien mengendalikan halusinasi dengan cara yang kekempat yaitu
melakukan aktivitas harian
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
Orientasi
1. Salam Terapeutik
 Assalamualaikum, kak Yusra.
2. Evaluasi/validasi
 Bagaimana perasaan ta hari ini?
 Bagaiaman kak? Masih kita dengar bisikan-bisikan? Kita lakukan ji yang sudah
kita pelajari kemarin? Coba bede kita praktekkan lagi, kalau dengar ki suara
bisikan-bisikan apa yang kita lakukan? Bagaimana obat ta? Kita minum ji?
Teratur ji kita minum? Kalau masih kita dengar bisikan-bisikan apa lagi yang
kita lakukan? Iya tawwa bisami kak Yusra.
3. Kontrak
 Topik : Sesuai dengan janji ku kemarin. Hari ini kita akan lakukan cara
yang kekempat yaitu melakukan aktivitas harian
 Waktu : Berapa lamaki mau cerita? Bemana kalau 20 menit?
 Tempat : Mauki cerita dimana? Diluar atau disini (Ruang tamu)?
Kerja : ( Langkah-langkah tindakan keperawatan )
1. Baik kak. Hari ini saya akan ajari ki cara yang keempat untuk mengontrol halusinasi
yaitu melakukan akitivtas harian yaitu merapihkan tempat tidur atau mencuci
pakaian. Bagai mana kak Yusra? Ohh tidak mauki mencuci pakian? Kalau
merapihkan tempat tidur iya kak? Ohh iye. Kita lakukan mi di’?
2. Dimana ki biasa tidur? Ohh bisa diatas bisa dibawah di’? kita praktekkan di tempat
tidur yang dibawah mi saja di’? Sebelumnya kak bagaimana tidur ta tadi malam.
Enakji? Ohh iye.
3. Sekarang kita lakukan cara yang keempat kak di’, yaitu dengan merapihkan tempat
tidur. Saya pindahkan dulu di bantalnya, saya kesampingkan dulu selimutnya. Lalu
kita lipat kembali selimutnya. Kita letakkan lagi bantal sama guling ta ke tempat
yang tadi. Iye bagus.
4. Coba bede kita yang praktekkan kak Yusra. Saya liati. Ohh iye bisami kak Yusra.
Terminasi
1. Evaluasi respon Pasien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi subjektif :
 Bagaimana kak setelah kita membersihkan tempat tisur? Berapa carami yang
sudah saya ajarkan untuk mengontrol halusinasi?
Evaluasi Objektif
 Pasien mampu merapihkan tempat tidur untuk mengontrol halusinasi
 Pasien mampu menyebutkan 4 cara untuk mengontrol halusinasi yang sudah
diajarkan yaitu dengan menghardik halusinasi, enam benar minum obat,
berbincang-bincang dengan orang lain, dan melakukan aktivitas harian.
2. Rencana tindak lanjut (RTL)
Besok mau ka kesini lagi kak liatki keadaan ta. Sama mauka liat juga yang sudah
saya ajarkan kan kita kerjakan atau tidak. Sekitar jam 11 kesini ka. Bisaji kak Yusra?
3. Kontrak yang akan datang
Topik : Besok mau ka kesini lagi liatki keadaan ta. Sama mauka liat juga yang
sudah saya ajarkan kan kita kerjakan atau tidak. Sapa tau ada yang masih
kita mau tanyakan sama saya.
Waktu : Besok sekitar jam 11 saya kesini kak.
Tempat : Diamanki mau cerita-serita? Diluar atau di sini saja (Ruang tamu)?
LATIHAN V UNTUK KELUARGA : MENGENAL MASALAH DALAM MERAWAT
PASIEN HALUSINASI DAN MENGONTROL HALUSINASI DENGAN CARA
MENGHARDIK
Hari/tanggal : Rabu, 08/08/2018
Pertemuan :1
Dx. Kep. Pasien : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
B. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi keluarga
- Keluarga Pasien mengatakan agak kesulitan dalam merawat Pasien dikarenkan
Pasien selalu ingin melarikan diri dari rumah
- Keluarga Pasien mengatakan biasanya menguncikan Pasien didalam rumah agar
tidak kemana-mana
2. Tujuan Khusus
- Keluarga mau mengungkapkan masalah dalam merawat Pasien
- Keluarga mampu mengetahui masalah yang dialami Pasien, meliputi :
Pengertian, tanda dan gejala, proses terjadinya, dan cara mengotrol halusinasi
dengan menghardik halusinasi
- Pasien dapat memberikan pujian kepada Pasien jika Pasien mampu menghardik
halusinasi
3. Tindakan keperawatan
Melatih mengenal masalah dalam merawat Pasien halusinasi dan mengontrol
halusinasi dengan cara menghardik.
C. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
Tahap Orientasi
“Assalamualaikum, puang. Perkenalkan nama saya Muhammad hidayat biasa dipanggil
Dayat. Saya mahasiswa STIKES Panakkukang Makassar yang sementara praktek di PKM
Jongaya selama 1 minggu.”
“Bagaimana perasaan ta hari ini?”
“Hari ini saya mau cerita-cerita tentang masalahnya kak Yusra dan apa yang bisa kita
lakukan untuk membantu kak Y.”
“Mau ki cerita-cerita dimana? Bemana kalau di ruang tamu saja. berapa lama? Bemana
kalau 20 menit?
Tahap Kerja
“Apa yang kita rasakan yang membuat kita susah untuk merawat kak Yusra? Biasanya
apa yang kita lakukan?”
“Biasanya apa na bikin ka Y? Ohh, ketawa sendiri di’. Suka sekali menoleh ke sebelah
kanan.”
“Iye puang. Disini mau ka jelaskan kalau kak Y mengalami halusinasi. Kak Y bilang
biasa na dengar bisikan-bisikan. Jadi kak Y mengalami Halusinasi pendengaran, dimana
bisikan-bisikan itu sebenarnya tidak ada. Tanda dan gejalanya yaitu suka ketawa sendiri
dan sering memalingkan kepala di satu sisi, persis kaya yang dialami kak Y. Kalau kak Y
bilang mendengar bisikan-bisikan jangan dimarahi. Dengarkan saja. Bilangki sama kak Y
jangan didengarkan itu suara bisikan-bisikan. Ingatkan mi ki saja tentang cara
menghardik yang sudah saya ajarkan kemarin. Caranya tutup telinga baru bilang “Pergi
ko! Tidak ada ji ko!”. Saya minta tolong ingatkan ki kak Y untuk melakukannya kalau
masih mendengar bisikan-bisikan.”
Tahap Terminasi
“Bagaimana perasaan ta setelah kita cerita-cerita tentang masalahnya kak Y? Bisa kita
ulangi puang masalah yang biasa kita hadapi dalam merawat kak Y? jika kak Y menengar
bisikan-bisikan dengarkan saja jangan di marahi. Minta kak Y untuk melakukan yang
sudah saya ajarkan kemarin.”
“Besok mauka lagi kesini puang jam 12. Mau ka cerita-cerita lagi tentang cara merawat
kak Y dengan enam benar minum obat. Bisa ji puang?”
“Besok dimanaki mau cerita? Mauki cari tempat lain atau di sini saja (Ruang tamu)?
LATIHAN VI UNTUK KELUARGA : MELATIH KELUARGA MERAWAT PASIEN
HALUSINASI DENGAN ENAM BENAR MINUM OBAT
Hari/tanggal : Kamis, 09/08/2018
Pertemuan :2
Dx. Kep. Pasien : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi keluarga
- Keluarga Pasien mengatakan Pasien selalu minum obat
- Keluarga Pasien mengatakan kadang Pasien meminum obat melebihi dosis
2. Tujuan Khusus
- Mengevaluasi latihan untuk keluarga yang sudah diajarkan
- Keluarga mampu mengetahui 6 benar minum obat
- Keluarga Pasien mengetahui cara memberikan/membimbing Pasien meminum
obat sesuai jadwal
3. Tindakan keperawatan
Melatih keluarga merawat Pasien halusinasi dengan cara 6 benar minum obat
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
Tahap Orientasi
“Assalamualaikum, puang. Ketemu ki lagi dengan saya Dayat.”
“Bagaimana perasaan ta hari ini?. bagaimana keadaannya kak Y. Masih ketawa-ketawa
sendiri? Masih suka menoleh ke sebelah kanan?”
“Kita lakukan ji yang kuajari ki kemarin tentang mmengontrol halusinasi dengan cara
menghardik kalau kak Y ketawa sendiri atau suka melihat ke sebalah kanan? Bagus.”
“Sesuai dengan janjiku kemarin puang kalau hari ini mauka ajariki tentang 6 benar
minum obat?”
“Mau ki cerita-cerita dimana puang? Bemana kalau di ruang tamu saja. berapa lama?
Bemana kalau 20 menit?
Tahap Kerja
“Iye puang. Disini mau ka jelaskan cara yang ke dua yaitu dengan meminum obat.
Dimana minum obat harus dengan 6 benar minum obat, yaitu Nama obatnya, Pasien,
cara, waktu, dosis dan kontinuitas. Pertama nama obatnya Haloperidol yang bungkus
coklat itu diminum 3x/hari pagi jam 7 siang jam 1 dan malam jam 7. Sama juga
Trihexyphenidyl nya yang warna putih 3x/hari juga. Kalau Chlorpromazine nya 1x/hari
diminum jam 7 pagi. Saya juga sudah cerita dengan kak Y na tau ji waktu minumnya.
Cuman masalahnya kita bilang biasa ta sekali banyak na minum kak Y. Kadi saran ku
kita mo yang pegang ki ini ini obatnya. Kalau sudah masuk jamnya baru kita kasi 1
tablet. Kan dekatji toh tempat kerjata dari rumah. Janga sampai putus obat ki puang nah?
Kalau habis temaniki kak Y ke puskesmas minta lagi obatnya, atau minta tolong sama
tetangga ta yang bisa temaniki kak Y. sudah mi juga ku tanya kak Y kalau habis obat
minta temani sama kita atau tetangga ke puskesmas.”
Tahap Terminasi
“Bagaimana perasaan ta setelah kita cerita-cerita tentang masalahnya kak Y? Bisa kita
ulangi puang 3 obatnya jam berapa diminum?”
“Minta tolong puang di’ diawasi kak Y untuk minum obat. Jangan sampai lebih dosisnya
na minum. Kalau masih suka ketawa sendiri, suka melihat ke kanan ingatkanki untuk
menghardik yang sudah saya ajari ki kemarin.”
“Besok mauka lagi kesini puang jam 10. Mau ka cerita-cerita lagi tentang cara merawat
kak Y dengan cara mengajak cerita keluarga atau tetangga. Bisa ji puang?”
“Besok dimanaki mau cerita? Mauki cari tempat lain atau di sini saja (Ruang tamu)?
LATIHAN VII UNTUK KELUARGA : MELATIH KELUARGA MERAWAT PASIEN
HALUSINASI DENGAN BERCAKAP-CAKAP DAN MELAKUKAN KEGIATAN
Hari/tanggal : Jumat, 10/08/2018
Pertemuan :3
Dx. Kep. Pasien : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi keluarga
- Keluarga mengatakan Pasien jarang bercrita dengan tetangga
- Keluarga mengatakan Pasien dikuncikan di dalam rumah agar tidak kemana-
mana
2. Tujuan Khusus
- Mengevaluasi latihan untuk keluarga yang sudah diajarkan
- Keluarga mampu menemani Pasien bercakap-cakap dan melakukan kegiatan
untuk mengontrol halusinasi
3. Tindakan keperawatan
Melatih keluarga merawat Pasien halusinasi dengan cara bercakap-cakap dan
melakukan kegiatan
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
Tahap Orientasi
“Assalamualaikum, puang. Ketemu ki lagi dengan saya Dayat.”
“Bagaimana perasaan ta hari ini?. bagaimana keadaannya kak Y. Masih ketawa-ketawa
sendiri? Masih suka menoleh ke sebelah kanan?”
“Bagaiamana minum obatnya, teratur ji? Kita lakukan ji yang kuajari ki tentang
mmengontrol halusinasi dengan cara menghardik kalau kak Y ketawa sendiri atau suka
melihat ke sebalah kanan? Bagus.”
“Sesuai dengan janjiku kemarin puang kalau hari ini mauka ajariki tentang bercakap-
cakap dan melakukan kegiatan untuk mengontrol halusinasi”
“Mau ki cerita-cerita dimana puang? Bemana kalau di ruang tamu saja. berapa lama?
Bemana kalau 20 menit?
Tahap Kerja
“Disini mau ka jelaskan cara yang ke tiga puang yaitu dengan bercakap-cakap dengan
keluarga atau tetangga dan melakukan kegiatan untuk mengontrol halusinasi. Misalkan
toh kita liat kak Y ketawa sendiri atau suka melihat kesebelah kanan ajak ki kak Y cerita
apa saja. Sembarang dari kita puang cerita apa yang disukai kak Y. Terus saya juga sudah
minta kak Y untuk membereskan tempat tidur kalau mendengar bisikan-bisikan, jadi kita
bantuki kak Y untuk membereskan tempat tidur. Minta tolong juga puang liat-liati ki kak
Y dalam melakukan kegiatan yang sudah saya ajarkan di’ suapaya kak Y tidak
mendengar bisiskan-bisikan lagi. Jangan ki selalu di kurung didalam rumah. Ajak juga
kak Y bantui ki pekerjaan ta. Kasi ingatki untuk lakukan apa yang sudah saya ajarkan ke
kak Y seperti menghardik, minum obat, cerita-cerita atau membereskan tempat tidur.
Selalu ji sholat toh? Kasi ingat ki juga sholatnya puang jangan putus-putus.”
Tahap Terminasi
“Bagaimana perasaan ta puang setelah kita cerita-cerita tentang masalahnya kak Y? Bisa
kita ulangi puang 4 cara untuk mengatasi halusinasinya kak Y?”
“Minta tolong puang di’ lakukan 4 cara tadi supaya kak Y bisa atasi halusinasinya.”
“Besok mauka lagi kesini puang jam 10. Mau ka cerita-cerita lagi tentang cara merawat
kak Y dengan cara memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk periksa Pasien halusinasi.
Bisa ji puang?”
“Besok dimanaki mau cerita? Mauki cari tempat lain atau di sini saja (Ruang tamu)?
LATIHAN VIII UNTUK KELUARGA : MELATIH KELUARGA MEMANFAATKAN
FASILITAS KESEHATAN UNTUK FOLLOW UP PASIEN HALUSINASI
Hari/tanggal : Sabtu, 11/08/2018
Pertemuan :4
Dx. Kep. Pasien : Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi keluarga
- Keluarga mengatakan Pasien jarang bercrita dengan tetangga
- Keluarga mengatakan Pasien dikuncikan di dalam rumah agar tidak kemana-
mana
2. Tujuan Khusus
- Mengevaluasi latihan untuk keluarga yang sudah diajarkan
- Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan (mis. PKM) untuk follow up
- Keluarga mampu mengetahui tanda-tanda kambuh dan merujuk Pasien ke
pelayanan kesehatan
3. Tindakan keperawatan
Melatih keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk follow up Pasien
halusinasi.
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN
Tahap Orientasi
“Assalamualaikum, puang.”
“Bagaimana perasaan ta hari ini?. bagaimana keadaannya kak Y. Masih ketawa-ketawa
sendiri? Masih suka menoleh ke sebelah kanan?”
“Obatnya iya puang bagaimana, teraturji diminum? Kita ingatkan ji kak Y untuk
menghardik kalau na dengar ki bisikan-bisikan? Kita temaniji kak Y cerita-cerita? Na
bersihkan ji tempat tidurnya puang? Bagaiamana hasilya? Ohh iye, jarang mi di’ ketawa
sendiri? Tidak pernahmi juga kita liat di’ selalu balik ke sebelah kanan?”
“Sesuai dengan janjiku kemarin puang kalau hari ini mauka ajariki tentang memanfaatkan
fasilitas kesehatan, contohnya Puskesmas. Tanda dan gejala kalau penyakitnya kak Y
kambuh.”
“Mau ki cerita-cerita dimana puang? Bemana kalau di ruang tamu saja. berapa lama?
Bemana kalau 20 menit?
Tahap Kerja
“Puang sekarang na bilang kak Y sudah berkurang na dengar bisikan-bisikan. Terus ini
obatnya juga sudah mau habis diminum, cuman kan kita bilang masih jarang bercerita
dengan kita, terus jarang juga membersihkan tempat tidur. Kalau bisa kita lanjutkan terus
apa yang sudah saya ajari sama kak Y. supaya dengan 4 cara tadi kak Y dapat mengontrol
halusinasinya. Masalahnya besok saya sudah tidak dinas di PKM jongaya jadi saya harap
kita bisa erawat kak Y mandiri, minta tolong juga sama tetangga atau kader kesehatannya
disini untuk memantau kegiatannya kak Y.”
“Biasanya kita bawa kemana kak Y kalau mau berbat? Ohh, di PKM Jongaya ji. Jadi
kalau mau berobat bawa mi ki saa di PKM Jongaya. Ada ji BPJS nya toh kalau mau ki
berobat? Tapi kak Y tidak pernah ji toh mengamuk puang? Kalau misalkan kak Y
mengamuk, tidak mau minum obat bawa ki cepat ke PKM biar belumpi jadwalnya
kontrol, nanti di PKM diperiksa lagi sapa tau nanti dirujuk ke Dadi atau klinik Avicenna
untuk dirawat ki. Bagaimana puang kita mengeti mi? ada yang mau kita tanyakan? Ohh
iye pale kalau begitu.
Tahap Terminasi
“Bagaimana perasaan ta puang setelah kita cerita-cerita?
“Bisa kita sebutkan fasilitas kesehatan apa biasa kita kunjungi? Kalau kak Y marah-
marah, tidak mau minum obat apa yang kita lakukan?”
“Ohh iye. Tetap jangki lupa 4 cara yang sudah kuajari puang di’? Menghardik, minum
obat, cerita-cerita dan aktivitas harian kayak membersihkan tempat tidur.”
“Kalau begitu terimakasih pale puang atas waktunya. Selama 1 minggu sudah di kasi
keempatan untuk cerita-cerita dengan kak Y.”

Anda mungkin juga menyukai