Anda di halaman 1dari 7

TARGET INDIKATOR MUTU UKM

PROGRAM ESSENSIAL DAN PENGEMBANGAN

N PROGRAM INDIKATOR MUTU UKM TARGET


O
1 PROMKES 1. Rumah Tangga BerPHBS 80%
2. Desa Siaga Aktif 100%
3. Poskesdes yang Beroperasi 100%
4. Sekolah Dasar yang Mempromosikan Kesehatan 100%
(PHBS)

2 KESLING 1. Persentase Pengawasan Kualitas Air Minum 40%


2. Persentase TTU yang memenuhi syarat syarat 54%
kesehatan
3. Inspesksi TPM yang memenuhi syarat 20%
4. Jumlah Desa yang Memiliki STBM 1 desa
5. Desa yang telah melaksanakan desa/kawasan 1 desa
sehat 100%
6. Persentase desa yang melaksanakan strategi
adaptasi dampak perubahan iklim (APIK)

3 GIZI 1. Persentase Bumil KEK yang mendapat PMT 14%


2. Persentase Bumil mendapat tablet TTD 95%
3. Persentase bayi 0-6 bulan yang mendapat ASI 60%
eksklusif
4. Persentase bayi baru lahir mendapat IMD 47%
5. Persentase Balita kurus mendapat makanan 22%
tambahan
6. Persentase remaja putri mendapat TTD 15%
7. Persentase gizi buruk mendapat perawatan 100%
8. Persentase balita ditimbang berat badannya 78%
9. Persentase rumah tangga mengkonsumsi garam 98,2%
beriodium
10. Persentase balita 6-59 bulan mendapat kapsul 90,2%
vitamin A
11. Persentase ibu nifas mendapat vitamin A 95%
12. Persentase bayi dengan BBLR (BB<2500 gram) 1,4%
13. Persentase balita mempunyai buku KIA atau 97,5%
KMS 94,2%
14. Persentase Balita ditimbang yang naik BB (N/D) 4,8%
15. Persentase Balita ditimbang yang tidak naik BB
(T) 0,73%
16. Persentase Balita ditimbang yang 2 kali tidak
naik BB (2T) 0,35%
17. Persentase balita di bawah garis merah 34%
18. Persentase ibu hamil anemia

4 KIA 1. Persalinan Nakes 95%


2. Persalinan di fasilitas kesehatan 80%
3. Puskesmas melaksanakan kelas ibu hamil 95%
4. Puskesmas melaksanakan P4K 90%
5. Bumil yang mendapatkan pelayanan antenatal 100%
pertama (K1)
6. Bumil yang mendapatkan pelayanan antenatal 90%
minimal 4x (K4)
7. Bufas yang mendapatkan pelayanan nifas 3x 95%
(KNF3)
8. Penanganan komplikasi obstetric 85%
9. Kunjungan Neonatal (KN1) 85%
10. Kunjungan Neonatal Lengkap (KN3) 85%
11. Penanganan komplikasi neonatal 90%
12. Cakupan kunjungan bayi 95%
13. Cakupan kunjungan balita 90%
14. Penjaringan siswa kelas 1 75%
15. Penjaringan siswa kelas 7 dan 10 75%
16. Puskesmas melakukan kegiatan kesehatan 50%
remaja
17. Puskesmas melakukan kegiatan santun lansia 50%
18.Puskesmas dengan Posyandu/Posbindu lansia 45%
aktif setiap desa
19. Lansia yang mendapat pelayanan kesehatan 50%
20. Puskesmas yang melaksanakan home care 25%
lansia

5 KB 1. Peserta KB aktif 65%


2. Peserta KB pasca Persalinan 80%

6 P2PTM 1. Persentase desa/kelurahan yang melaksanakan 30%


posbindu
2. Persentase perempuan usia 30-50 tahun yang 30%
melakukan pemeriksaan IVA-CBE
7 P3M  TB Paru
- Keberhasilan pengobatan TB paru BTA positif 85%
 Malaria :
- Persentase kasus suspek malaria yang di >95%

konfirmasi dengan mikroskop/RDT


- Persentase kasus malaria positif yang >85%

diobati dengan ACT


 Kusta
- Capaian eliminasi kusta ( angka prevalensi <1

<1/10.000 penduduk
 Imunisasi
95%
- Persentase anak usia 0-11 bulan yang
mendapat imunisasi dasar lengkap
- Desa universal child immunization (UCI)
 Diare
100%
- Penderita diare yang ditangani
 ISPA Pneumonia
100%
- Cakupan Balita dengan Pneumonia yang di
tangani
 DBD
100%
- Penderita DBD yang ditangani
 P2 PMS/HIV-AIDS
100%
- Penderita HIV-AIDS yang ditangani
 P2 Rabies
100%
- Kasus Rabies yang ditangani
8 UKS 1. Pemantauan kantin sekolah/penyuluhan gizi

9 UKGS 1. Pemeriksaan gigi dan mulut disetiap sekolah


2. Penyuluhan di sekolah tentang kesehatan gigi dan
mulut
3. Penyuluhan cara menyikat gigi yang baik dan benar
disetiap sekolah (sikat gigi massal)
10 KESWA 1. Pelacakan kasus jiwa
2. Kunjungan rumah pasien jiwa

11 BATRA 1. Sosialisasi kesehatan tradisional


2. Pendataan kesehatan tradisional
3. Pembinaan dan pemantauan penyehat tradisional
yang menggunakan tanaman obat
12 Kesgor 1. Jumlah desa yang melaksanakan kesehatan
olahraga
2. Kelompok olahraga yang dibina diwilayah kerja
3. Jumlah orang yang mendapat pelayanan kesehatan
olahraga

13 K3 1. Pemeriksaan tempat kerja dan pekerja


2. Pembinaan dan pemantauan kesehatan kerja

14 Poksila 1. Desa/Kelurahan yang melaksanakan poksila


2. Pelayanan lanjut usia di posyandu lansia
3. Pemantauan lansia resiko tinggi
Notulen Pertemuan Pemilihan dan Penetapan Indikator Mutu Layanan Klinis
Rapat
Tanggal : Pukul :
Pembukaan dan Rapat dipimpin oleh Kepala Puskesmas
Susunan
Pembahasan : 1. Pemilihan dan Penetapan
Acara
Penutup
Notulen -
Sebelumnya
INDIKATOR MUTU LAYANAN KLINIS
N JENIS INDIKATOR MUTU KLINIS STANDAR
O PELAYANAN
1 POLI Assessment pasien :
ANAK/MTBS angka ketidak lengkapan
assessment awal medis
Prosedur tindakan :
bekerja sesuai SOP
Ketersediaan isi dan
penggunaan rekam
medic : kelengkapan
informed consent setelah
mendapatkan informasi
yang jelas
2 POLI UMUM Assessment pasien :
angka ketidak lengkapan
Pembahasan assessment awal medis
Prosedur tindakan :
bekerja sesuai SOP
Ketersediaan isi dan
penggunaan rekam
medic : kelengkapan
informed consent setelah
mendapatkan informasi
yang jelas
Pencegahan dan kontrol
infeksi : kepatuhan hand
hygiene, ketersediaan
APD, penggunaan spuit
disposable, safety box
3 PENDAFTARAN Waktu pendaftaran
 Pasien baru < 8
menit
 Pasien lama < 5
menit
Waktu penyediaan buku
rekam medik < 3 menit
Kelengkapan pengisian
rekam medis
4 POLI GIGI Assessment pasien :
angka ketidak lengkapan
assessment awal medis
Prosedur tindakan :
bekerja sesuai SOP
Ketersediaan isi dan
penggunaan rekam
medic : kelengkapan
informed consent setelah
mendapatkan informasi
yang jelas
Pencegahan dan kontrol
infeksi : kepatuhan hand
hygiene, ketersediaan
APD, penggunaan spuit
disposable, safety box
5 POLI KB Assessment pasien :
angka ketidak lengkapan
assessment awal medis
Prosedur tindakan :
bekerja sesuai SOP
Ketersediaan isi dan
penggunaan rekam
medic : kelengkapan
informed consent setelah
mendapatkan informasi
yang jelas
Pencegahan dan kontrol
infeksi : kepatuhan hand
hygiene, ketersediaan
APD, penggunaan spuit
disposable, safety box
6 POLI KIA Waktu pelayanan ANC
terpadu 30 menit
Prosedur tindakan :
bekerja sesuai SOP
Ketersediaan isi dan
penggunaan rekam
medic : kelengkapan
informed consent setelah
mendapatkan informasi
yang jelas
Pencegahan dan kontrol
infeksi : kepatuhan hand
hygiene, ketersediaan
APD, penggunaan spuit
disposable, safety box
7 RUANG OBAT Kesalahan Pemberian
Obat
Waktu tunggu pelayanan
obat jadi < 5 menit
Waktu tunggu pelayanan
obat racikan < 10 menit
8 LABOR Tidak adanya kejadian
kesalahan pemberian hasil
pemeriksaan laboratorium
Waktu tunggu hasil
pemeriksaan laboratorium < 60
menit, kecuali waktu tunggu
pemeriksaan BTA < 120 menit
Prosedur pemeriksaan sesuai
SOP, kelengkapan informed
consent setelah mendapatkan
informasi yang jelas Ditetapkan di : Muara Tebo
Pencegahan dan kontrol Pada tanggal
infeksi : Januari 2017
: kepatuhan hand hygiene,
Kepala UPT
ketersediaan APD, penggunaan
spuit disposable, safetyPuskesmas
box Muara Tebo
9 POLI GIZI Tidak adanya kesalahan
pemberian konsultasi diet
pasien rawat jalan
Ibu hamil yang memiliki kadar
HB < 10 gr% mendapatkan Syari Aldi Saragih
konsultasi gizi
Anak yang memiliki status gizi
<-2 SD, < -3 SD atau obesitas
mendapatkan konsultasi gizi
Pasien dengan Penyakit Tidak
Menular (PTM) mendapatkan
konsultasi gizi
10 POLI Kesalahan penyuntikan dan
IMUNISASI KNC : tidak adanya KIPI
( kejadian ikutan pasca
imunisasi )
Prosedur tindakan : bekerja
sesuai SOP
Ketersediaan isi dan
penggunaan rekam medic :
kelengkapan informed consent
setelah mendapatkan informasi
yang jelas
Pencegahan dan kontrol infeksi
: kepatuhan hand hygiene,
ketersediaan APD, penggunaan
spuit disposable, safety box
11 POLI LANSIA Assessment pasien : angka
PTM ketidak lengkapan assessment
awal medis
Prosedur tindakan : bekerja
sesuai SOP
Ketersediaan isi dan
penggunaan rekam medic :
kelengkapan informed consent
setelah mendapatkan informasi
yang jelas

Pencegahan dan kontrol infeksi


: kepatuhan hand hygiene,
ketersediaan APD, penggunaan
spuit disposable, safety box
12 RUANG Kejadian infeksi luka pasca
TINDAKAN tindakan jahit luka
Prosedur tindakan : bekerja
sesuai SOP
Ketersediaan isi dan
penggunaan rekam medic :
kelengkapan informed consent
setelah mendapatkan informasi
yang jelas
Pencegahan dan kontrol infeksi
: kepatuhan hand hygiene,
ketersediaan APD, penggunaan
spuit disposable, safety box