Anda di halaman 1dari 19

BABI

PENDAHULUAN

Efesus 6:12 mengatakan bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan

daging melainkan melawati pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghu lu-


penghulu dunia, melawan roh-roh jahat di udara.
Namun kita mempunyai seluruh perlengkapan senjata Tuhan juga Pemimpin
yaitu Tuhan kita Y esus Kristus, Pem ilik Bala Tentara Surga yaitu para malaikat.

Saat ini kita sering kali tidak dapat melihat dengan mata jasmani keberadaan
malaikat-malaikat ini, malaikat baik dan jahat. Yang dapat kita lihat adalah hasil

pekerjaan mereka.
Karena itulah Elia melihat Tuhan untuk membuka mata bujangnya supaya

dapat melihat bahwa gunung itu penun dengan Kuda aan Kereta perapi agar ia oapat
mengetahui bahwa mereka yang memihak umat percaya lebih besar dari pada yang

melawan mereka (2 Raja-raja 6:16-17).


Pengajaran tentang malaikat ini terutama dimaksudkan untuk mendorong iman

kita sernua supaya lebih mempercayai dan melakukan Firman Tuhan, dengan
demikian kita lebih terbuka kepada pengertian-pengertian yang dapat membantu kita

berada pada posisi untuk menerima semua yang Tuhan kerjakan melalui pelayanan
para malaikat-Nya.

Kekurangan pengetahuan tentang malaikat dan pekerjaannya ini dapat


menyebabkan iman umat percaya ke dalam pengertian-pengertian yang keliru bahkan

menyesatkan, misalnya penyembahan kepada malaikat (gnostisirne) ataupun


mengabaikan sama sekali kenberadaannya.

Sebagaimana tertulis dan penyelidikan tentang setan, okuitisrne, pekerjaan-


pekerjaan si iblis telah banyak diperhatikan dan pertolongan malaikat-malaikat baik.

Karena kita percaya sepenuhnya bahwa Tuhan sendirilah sabagai pengusus, Dia
melakukan pekerjaan-Nya di bumi juga melalui para malaikat-Nya sehingga

sepatutnyalah umat percaya membuka pintu-pintu agar dapat menerima pertolongan


mereka sepenuhnya.
A. Pengetahuan Manusia

Manusia tidak memiliki pengetahuan untuk memperkirakan bagaimana


penciptaan alam sem esta ini. Ia tidak mempunyai cara yang didasarkan pada teori

untuk mengetahui apakah penciptaan itu meliputi satu golongan makhluk seperti
malaikat-malaikan atau tidak. Selanjutnya, ia tidak mempunyai kecendrungan untuk

menganggap bahwa penciptaan itu meliputi para malaikat, karena nalurinya melawan
sesuatu yang adikodrati. Lagipula, pengalamannya tidak akan membuat manusia

cenderung untuk mempertimbangkan kemungkinan adanya maiaikat-rnalaikat dan


iman yang ada di dalam akal budinya sendiri akan memaksa dia mencari penjelasan

lain untuk kejadian yang tidak mudah dimengerti.

B. Wahyu dalam Alkitab

Apabila seseorang menerima penyaan dalam Alkitab, maka kita akan ada
keraguan tentang adanya maiaikat-rnalaikat. Ada tiga sifat penting yang berkenan

dengan penyataan itu:


- Penyataan itu luas. Perjanjian Lama berbicara tentang maiaikat-rnalaikat lebih

dari 100 kali, sedangkan Perjanjian Baru menyebutkan maiaikat-rnalaikat itu


kira-kira 165.

- Maiaikat-rnalaikat disebutkan di seluruh bagian Alkitab


- Ajaran Tuhan kita meliputi sejumlah sumber acuan yang menyebutkan sebagai

makhluk yang nyata.

C. D i Dalam Perjanjian Lama

Perjanjian Lama selalu menyebutkan maiaikat-rnalaikat sebagai makhluk


yang nyata, yang berwujud, yang sungguh-sungguh ada. Mereka sama sekali tidak
dianggap khayal. Sebagai contoh, Abraham makan dan bercakap-cakap dengan
maiaikat-rnalaikat (Kej. 18). Seorang malaikat menjalankan hukuman atas Israel

setelah Daud salah mengadakan cacat jiwa (2 Sam. 24:16), Yesaya menunjuk kepada
Serafim (Y es. 6:2), dan Y ehezkiel menunjukkan kepada Kerub (Yeh. 10:1-3). Daniel

menyebutkan Gabriel (Dan. 9:20-27) dan Mikhaei (Dan. 10:13; 12:1). Zakaria sering
menyebut maiaikat-rnalaikat sebagai agen-agen Tuhan (Za. 1) dan sebagai penafsir-
penafsir penglihatan (Za. 1 -6 ). Dalam kitab Mazmur para malaikat digambarkan

sebagai abdi-abdi Tuhan yang menyembah Dia dan yang melepaskan umat-Nya dari
kerugian / kerusakan / kejahatan (M zm. 34:7-8; 91:11; 103:20).

D. D i Dalam Perjanjian Baru

Di samping apa yang diajarkan Tuhan kita tentang maiaikat-maiaikat para


penulis Perjanjian Baru juga menegaskan bahwa maiaikat-maiaikat itu benar-benar

ada. Para penulis Injil menghubungkan pelayanan maiaikat-maiaikat itu dengan


kelahiran, kehidupan, kebangkitan dan kenaikan Y esus Kristus di surga (Mat. 1:19;

iviiK, i: i j ; nuK. i . i 3 ; y on. xu:i2;isjs. K io -ilj.


Menurut catatan dalam Kitab Kisah Para Rasul, maiaikat-maiaikat terlibat

dalam memberikan pertolongan kepada hamba-hamba Tuhan, membuka pintu-pintu


penjara penjaga bagi rasul-rasul (Kis. 8:26; 12:5-11), memimpin Filipus dan K om elius

dalam pelayanan (Kis. 8:26; 10:1-7) dan meneguhkan hati Pauius ketika kapat yang
ditumpanginya dilanda badai dalam perjalanannya ke Roma (Kis. 27:23-25). Pauius

(Gal. 3:19; 1 Tim. 5:21), penulis surat Ibrani (Ibr. 1:4), Petrus (1 Pet. 1:12) dan Yudas
(Yud. 6) semuanya menganggap adanya para malikat dalam tulisan-tulisan mereka.

E. D i Dalam Ajaran-ajaran Kristus

Maiaikat-maiaikat melayani Kristus di padang gurun setelah Ia dicobai oleh


Setan. Ia mengajarkan bahwa keadaan manusia pada waktu kebangkitan akan menjadi

seperti para malaikat; yaitu tidak menikah dan tidak beranak cucu (Mat. 22:30). Para
malaikat akan memisahkan orang-orang benar dari orang-orang yang jahat pada akhir

zaman (Mat. 13:39) dan akan menyertai Tuhan pada hari kedatangan-Nya yang kedua
kali (Mat. 25:31). Kristus tahu bahwa maiaikat-maiaikat itu ada dan Ia menyatakan
pengetahuan itu dalam ajaran-Nya.
BABU
PENCIPTAAN M A LA i KAT-MAL A1KAT

A. Fakta Penciptaan Mereka

Para malaikat adalah makhiuk-makhiuk yang diciptakan (Mzm. 148:5). Ini


berarti bahwa mereka tikda berkembang dari bentuk kehidupan yang lebih rendah atau

lebih sederhana. Hal ini dikuatkan oleh kenyataan bahwa malaikat-malaikat itu tidak
berketurunan (Mat. 22:30). Ketika mereka diciptakan, mereka diciptakan sebagai

malaikat-malaikat.
B. Pelaku Penciptaan Mereka

Segala sesuatu diciptakan oleh Kristus (Yoh. 1:1-3). Secara khusus malaikat-
malaikat diciptakan oleh D ia (Kol. 1:16)

C. Waktu Penciptaan Mereka


Alkitab tidak menyatakan secara pasti kenapa malaikat-malaikat itu

diciptakan. Malaikat-malaikat itu hadir ketika dunia diciptakan (Ay. 38:7, NIV). Jadi
tentulah mereka itu diciptakan sebelum penciptaan dunia.

D. Keadaan Penciptaan Mereka


- Kudus

Pada mulanya semua malaikat diciptakan kudus. Tuhan menyatakan bahwa ciptaan-
Nya baik (Kej. 1:31). Dan memang, Ia tidak dapat menciptakan dosa. Bahkan dosa
masuk ke dalam dunia, malaikat-malaikat t uhan yang baik, yang tidak memberontak
kepada-Nya, disebut kudus (Mrk. 8:38). Ini adalah malaikat-malaikat pilihan (1 Tim.
5:21) yang sangat berbeda dengan malaikat-malaikat jahat yang mengikuti setan
dalam pemberontakan melawan Tuhan (Mat. 25:41)
Bersifat Makhluk
Para malaikat adalah makhluk, bukan pencipta. Namun mereka adalah suatu

golongan makhluk yang terpisah dan berbeda, misalnya terpisau dan berbeda
dengan manusia (1 Kor. 6:3; Ibr. 1:14). Sebagai makhluk, kekuasaan,

pengetahuan, dan kegiatan mereka terbatas (1 Pet. 1:11-12; Why. 7:1). Seperti
semua makhluk yang bertanggung jawab, para malaikat pun akan tunduk

kepada pengadilan (1 Kor. 6:3; Mat. 25:41)

H
BAB III
SIFAT PARA M ALAIKAT (TH E NATUR OF ANGELS)

A. Pribadi

Para malaikat memenuhi syarat pribadi-pribadi sebab mereka memiliki


kecerdasa, perasaan, dan kemauan. Malaikat-malaikat yang baik maupunn yang jahat

memenuhi syarat sebagai pribadi-pribadi, Malaikat-malaikat yang baik, setan dan roh-
roh jahat mempunyai kecerdasan (Mat. 8:29; 2 Kor. 11:3; 1 Pet. 1:12), m emiliki

perasaan (Luk. 2:13; Yak. 2:19; Why. 12:17), mempunyai kemauan (Luk. 8:28-31; 2
Tim. 2:26; Yud. 1:6). Sudah pasti pengetahuan yang dimiliki para malaikat dibatasi

oleh keberadaan mereka sebagai makhluk. Ini berarti bahwa mereka tidak mengetami
segala sesuatu seperti Tuhan (Mat. 24:36), namun rupanya pengetahuan mereka

melebihi pengetahuan manusia. Hal ini mungkin disebabkan oleh tiga alasan :
- Para malaikat diciptakan sebagai suatu golongan makhluk yang lebih tinggi

dari pada manusia di alam semesta.


- Para malaikat mempelajari Alkitab lebih cermat dari pada manusia dan

memperoleh pengetahuan dari Alkitab (Yak. 2:19; Why. 12:12)


- Malaikat-malaikat mendapatkan pengetahuan melalui pengamatan yang lama

terhadap kegiatan-kegiatan menusia.


Walaupun para malaikat mempunyai kemauan, mereka tunduk kepada

kehendak Tuhan seperti semua makhluk lainnya. Malaikat-malaikat yang baik diutus
oleh Tuhan untuk m enolong orang-orang beriman (Ibr. 1:14). Setan, meskipun sangat

berkuasa dan cerdik dalam melaksanakan tujuan-tujuannya didunia ini, dibatasi oleh
kehendak Tuhan (Ayb. 2 :6 ). Roh-roh jahat juga harus tunduk kepada kehendak
Kristus (Luk. 8:28-31).

B. Roh

Malaikat diciptakan dalam bentuk roh, tidak mempunyai tubuh seperti


manusia (niskala) karena itu tidak dibatasi oleh kondisi fisik dari alam, misalnya

ruang dan waktu, dengan demikian ia dapat bergerak dengan kecepatan tinggi, hilang
dan muncul dalam bentuk-bentuk tertentu seturut kehendak Tuhan untuk tugas

5
tertentu. Ibrani 1:14 menyebut mereka sebagai ‘roh-roh yang m elayani.’ Malaikat

dapat berpikir, merasa, berkehendak dan memperlihatkan emosi. Alkitab tidak


menceritakan tentang unsur-unsur apa yang membentuk Malaikat, demikian juga ilmu

pengetahuan modern tidak dapat menerangkannya.


C. Immortal atau abadi

Keberadaan malaikat adalah abadi, ia tidak tunduk pada hukum


kematian(Luk. 20:34-36). Alkitab juga tidak mengatakan bahwa para malaikat akan

bertambah tua dan sakit.


D. Sexless atau tidak bergander

Pada umumnya malaikat dilukiskan sebagai pria, namun pada kenyataannya


mereka tidak bergander. Mereka tidak kawin-mengawin, walaupun hidup

berkelompok namun bukan dari keturunan. Jelasnya, tidak ada “keturunan” malaikat
bahkan tidak ada pertumbuhan malaikat.

E. Sangat kuat
Malaikat jauh lebih kuat dari manusia namun tidak maha kuasa, pada waktu

Malaikat jahat dibuang ke bumi, kekuatan itu tidak dipunahkan (2 Pir. 2:11; 2 Tes.
1:7; Kis. 5:19; 12:7; 23; M zm. 28:2; 103:20)

F. Lebih berpengetahuan dari manusia namun tidak maha tahu (Luk. 4:34; I Tim.
5:21; lP tr . 1:12)

G. Makhluk yang lebih tinggi dari pada manusia


Penulis Ibrani mengatakan bahwa ketika Tuhan kita menjelma menjadi

manusia, Ia untuk waktu yang singkat menjadi sedikit lebih rendah dari pada
malaikat-malaikat (Ibr. 2:7-9). M eskipun ada persoalan-persoalan yang berhubungan

dengan penggunaan Mazmur 8 dalam bagian ini, rupanya jelas bahwa penjelmaan itu
menempatkan Kristus pada suatu posisi yang lebih rendah dari pada para malaikat.
H. Makhluk yang suci
Alkitab memberikan sedikit bukti khusus tentang keadaan sem ula para

malaikat, meskipun kita tahu bahwa ketika Tuhan menyelesaikan karya penciptaan-
N ya, Ia menyatakan bahwa segala sesuatu baik (Kej. 1:31). Yudas 1:6 juga

menunjukkan bahwa semua malaikat pada mulanya adalah makhluk yang suci.
Sejumlah tertentu terpilih (1 Tim. 5:21) dan yang lain berbuat dosa (2 Ptr. 2:4)
BAB V
ORGANISASI MALAIKAT

A. Jumlah Malaikat

Malaikat berjumlah banyak sekali, tak terhitung banyaknya. Alkitab


menuliskan beberapa istilah untuk jumlah yang sangat banyak itu di dalam Matius

26:53, berlegimi-iegiun; Daniei 7:10; Wahyu 5:11, beriaksa-iaksa, beribu-ribu laksa.


Dalam Alkitab terjemahan NKJV dituliskan Innumerable company (Ibr.

12:22). Namun demikian Alkitab tidak pernah menyatakan sebuah angka yang pasti.
Pada sekitar abad k e -14 telah teijadi penyimpangan yaitu pengaruh aliran-

aliran mistik begitu kuatnya sehingga melalui perhitungan-perhitungan yang rumit


tetapi tidak jelas, mereka menerka jumlah Malaikat 201, 655, 711. Bahkan beberapa

kelompok Luteran kuno, dalam karya berjudul Theatrium Diabolorum menyebutkan


angka 2,5 milyard iblis yang kemudian meningkat menjadi 10.000 milyard.

B. Fakta Organisasi Malaikat

Alkitab berbicara tantang “majelis dan dewan malaikat” (Mzm. 89:6,8)


tentang organisasi mereka untuk peperangan (W hy. 12:7), dan tentang seorang raja
yanng berkuasa atas beiaiang-belalang roh jahat (Why. 9:11). Mereka juga dberi
klasifikasi pemerintahan yang menunjukkan organisasi dan penggolongan (Ef. 3:10,

maiaikat-malaikat yang baik, Ef. 6:12, malaikat-malaikat yang jahat). Tidak


disangsikan bahwa Tuhan telah mengorganisasikan malaikat-malaikat pilihan dan

setan telah mengorganisasikan malaikat-malaikat yang jahat

C. Penggolongan Malaikat

Malaikat yang hidup dalam hukum surgai dan taat kepada peraturan-praturan
Tuhan terbagi atas :

a. Penghulu Malaikat (Archangei), Malaikat dengan rengkin tertinggi yaitu Mikhaei,


Penghulu Malaikat pelindung bangsa Israel (Yud. 9). A da dasar Alkitabiah unutk

mempercayainya bahwa sebelum kejatuhan Lucifer, ia adalah Malaikat yang


sederajat bahkan mungkin lebih tingggi kedudukannya dari pada Mikhaei. Alkitab
tidak pemah menyebut ‘Penghulu Malaikat’ dalam bentuk jamak. Nam Mikhael
(yang berarti; ‘ia seperti Tuhan’) muncul dalam Dan. 12:1; 10:13; Why. 12:7-12
sebagai pemimpin terkemuka, utusan Tuhan yang membawa hukuman dan
keadilan, ia juha bersama para Malaikatnya akan berperang dalam pertempuran
dahsyat pada akhir zaman.

Gabirel (pesuruh Tuhan) dalam bahasa Ibrani, Gabriel berarti ‘pahlawan Tuhan’
atau ‘yang perkasa’ atau ‘Tuhan itu Maha Besar .’ Walaupun nama Gabriel lebil
sering disebut uari paua ivlikhael ui uaiam Alkitab dan ada pendapat yang
mengatakan Gabriel adalah penghulu Malaikat, namun pendapat itu tidak
Alkitablah. Malaikat Gabriel memang mempunyai rengking yang tinggi (menyai:
Michael) namun ia merupakan Malaikat pesuruh, pelayan, pembawa berita Tuhai
(Dan. 8:15-16; 9:21; Luk. 1:19, 26). Gabriel termasuk golongan Malaikat yang
/liopKiit riawA-n« ntnu *A *
u ib v u u i u v iig a it Iv iC b b C iig v i c n u li n u g g v iu g i.

g . WB ijt, F

S
c. Serafim, Alkitab menggambarkan Serafim dan Kerubim ada di bawah penghulu
Malaikat dan Masseger, Yes, 6:1-6 menunjukkan bahwa Serafim merupakan
kelompok para Malaikat yang ‘berdiri di atas takhta-Nya” yang terus menerus
memuji nama dan sifat Tuhan yang mulia. Mereka sangat indah dengan sayap-

hnauan 6:1.

d. Kerubim, Yeh. 10:12 menjelaskan secara rinci mengenai kerub-kerub ini. Kerubim
berhubungan dengan kemuliaan Tuhan, tempatnya adalah dibawah takhta Tuhan
(Mzm. 80:2; 99:1). Kerubim yang digambarkan sebagai penjaga pintu masuk
Firdaus (Kej. 3:24), juga sebagai Malaikat bersayap yang menjaga Tabut Perjanjian
Tuhan, tempat Yang Maha Suci (Kel. 25:18)
Dari penjelasan Alkitab baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian
Baru, dapat dipisahkan di dalam empat rupa/bentuk/wujudnya (Yehezkiel 10 dan
Wahyu 4):
• Mahluk pertama sama seperti singa
* Mahluk kedua sama seperti anak lembu/atau muka keruh
• Mahluk yang ke tiga, mempunyai muka seperti muka manusia
* dan Mahluk yang ke empat sama dengan seperti burung nazar yang sedang
terbang/atau muka rajawali.
BABY
PELAYANAN PARA M AL AIK A i

A. Karakter
1. Taat, patuh (Mat. 6:10; Mzm. 103:20; Yud. 6)
2. Selalu da vembah Tuhan (Neh. 9:6; Fil. 2:9-11; Ibr. 1:6)
3. Wise atau. ?sat, berakal budi tinggi (2 Sam. 14:17; 1 Raj. 8:9; 1 Pti
1:12)
4. Meek atau lemah-iembut, penuh pengertian (2 Ptr. 2:11; Yud. 9)
5. Mighty atau kuat, gagah (Mzm. 103:20)
6. Holy atau kudus, dipisahkan untuK Tunan 14: tu)

B. Pekerjaan Malaikat Baik


a bagai agen Tuhan yaitu pelaksana dari keputusan penghukuman Tuhan (Kej.
3:24; Bil. 22:22-27; 2 Sam. 24: 15; 2 Raj. 19:35; Mat. 13:39, 41, 49; Kis.
12:23)
Messenger atau pembawa berita Tuhan dimana melalui malaikat-malaikat ini
Tuhan mengirim pemberitahuan, peringatan, instruksi, keberania, wahyu.
Pelayan Tuhan yaitu untuk melayani orang-orang yang akan mewarisi
keselamatan (Ibr. 1:14). Mereka memelihara, melepaskan, menjadi pengantara
bahkan melayani orang-orang benar setelah kematian (Luk. 16:22). Dari sinilah
muncul pengajaran rnenganai Malaikat Penjaga.

Secara spesifik pekerjaan Malaikat baik (untuk selanjutnya di dalam bab ini akan
disebut sebagai ‘Malaikat’ saja) dapat dibagi menjadi 2 bagian besar.
• Pelayanan di surga, yaitu melayani Tuhan dalam puji-pujian dan penyembahan
yang tems-rnenera
• Pelayanan dalam lingkup ruang dan waktu, melaksanakan instruksi Tuhan
untuk melayani manusia, antara lain dalam bentuk :
1. Sebagai utusan-utusan Tuhan, merupakan fungsi dasar pelayanan para Malaikat
sebagaimana ditunjukkan dengan istilah-istilah Malak, Angelos, Messenger

í I
yang secara literal berarti utusan, pembawa pesan atau berita. Pesan itu dapat
berapa kabar baik, peringatan, arahan/mruksi, dorongan untuk keberanian diri,
bahkan wahyu atau masa depan seseorang atau dunia.
a. Luk. 1:5-24, Malaikat Gabriei dan Imam Zakaria
b. Luk. 1:37, Maikat Gabriei dan Maria
c. Mat. 2:13, Instruksi Malaikat kepada Yusuf
d. Mat. 28:5-7, pengumuman kebangkitan Yesus dan instruksi untuk ‘pergi’
e. 1 Tes. 4:4, 16-17, pengumuman tentang kedatangan Kristus ke dua kali
f. Why. 1 dan 2, pesan tujuh Malaikat untuk tujuh gereja
Komunikasi Tuhan selalu membungkus malaikat-malaikat ini, sehingga pesan-
pesan itu bukan sekedar kepingan-kepingan informasi yang sensasional melainkan
membawa serta hadirat dan wibawa Tuhan Yang Maha Besar.

2. Sebagai pembawa jawaban-jawaban doa, secara misterius para malaikat juga


membantu dalam proses jawaban doa jemaat Tuhan, batikan kadang-kadang
merekalah yang merupakan jawaban doa itu (contoh dalam Kis. 12:12)

3. Sebagai agen untuk perlindungan dan kelepasan, sebab malaikat-malaikat-Nya


akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu
(Mzm. 91:11). Daniel 6:20-22, mencatat perlindungan Tuhan lewat malaikat-
malaikat-Nya terhadap Daniel dari keganasan singa-singa. Malaikat-malaikat
juga menyiapkan keperluan-keperluan fisik secara supranatural untuk orang-
orang yang berada dalam situasi terdesak. Kej. 21:16,19, Hagar dan Ismaei
serta 1 Raj. 19, terhadap Elia.

4. Sebagai agen untuk pelayanan penghiburan dan belas kasihan, Ibr. 1:14, ‘roh-
roh yang melayani’ = ministering spritis Aitott/ ikoC, (liturgikos) = pelayan
kudus yaitu melakukan pekerjaan kudus yaitu melakukan pekerjaan untuk
melayani orang-orang kudus. Pelayanan Malaikat yang datang bersama dengan
hadirat Tuhan selalu memberikan damai yang sejati, syalom (Bil. 6:24-26).
Markus 1:13, para Malaikat memberikan pelayanan shayom pada Yesus
Kristus setelah pencobaan di padang gurun, juga di dalam Dan. 10:16-19.

5. Sebagai agen penj aga bangsa-bangsa


® Dan. 10:12-13, Malaikat-malaikat untuk orang-orang persia dan Yunani
2 Raj. 6:13-17, malaikat yang melindungi dan melepaskan Elisa secara
khususuaiam rangka periindnyngan terhadap bangsa Israel
• Kel. 23:20, Malaikat perlindungan Israel, juga dalam Dan 12:1 (Mikhael)
9 Dan. 4:13-14, mimpi Daniel tentang Nebukadnezar
Malaikat-malaikat yang bekerja dan berhubungan langsung dengan keadaan
geografis atau peristiwa-peristiwa alam, Mat. 28:2; Why. 7:1; dan Why. 16:17
18.

6. Sebagai agen pembawa kabar buruk, ‘penghukuman’ memang merupakan


kabar buruk
© Kis. 12:21-23, Herodes mari ‘ditampar’ Malaikat
® Why. 8:10-11, penghukuman atas sejumlah besar manusia
• Kel. 12:23, pembunuhan terhadap anak-anak sulung orang Mesir.
® 1 Kor. 10:10, pembinasaan orang-orang Israel yang bersungut-sungut di
padang gurun

Hal yang tidak dilakukan oleh Malaikat


1. Malaikat baik tidak pernah mencoba mengubah Alkitab, pesan-pesannya tidak
berlawanan / menggantikan Alkitab.
2. Menolak unutk disembah, Malaikat baik tidak pernah menarik perhatian untuk
dirinya sendiri. Mereka memang menarik perharian kita, teapi demi Tuhan
yang ia layani. Malaikat baik adalah utusan, perantara Tuhan dengan manusia
tidak berada dalam ‘garis organisasi’ yang lebih tinggi dari manusia.
3. Alkitab tidak pernah mencatat seorang manusiapun yang memeprakarsai
pembicaraan dengan seorang malaikat. Pembicaraan /dialog yang teijadi selalu
didahului oleh Malaikat. Malaikat baik tidak pemah ‘menjawab panggilan
manusia, hanya Tuhanlah yang melakukan hal ini.
4. Para Malaikat tidak mahakuasa, tidak mahatahu dan tidak mahahadir. Para
malaikat memang tampak seperti Tuhan, God iike tetapi di dekat Tuhan mereka
‘seperti sinar lampu dipermukaan matahari.’
5. Para Malaikat tidak pernah melanggar kernauan bebas manusia. Benarlah
bahwa mereka berperan aktif dalam rencana-rencana Tuhan dan berusaha
dengan manusia-manusia namun tidak pernah mengdaiikan manusia.
BAB VI
REALITA TENTANG SETAN

PENDAHULUAN
Malaikat jahat adalah maiaikatmaiaikai yang menerang Tahan, meninggakan
peraturan-pera ¡-m kemaikatan, terbuang dari sorga dan berada di bawah

pemerintahan ‘The Kingdong ofDarkness,’ pemberontakan tercatat di dalan Yes.


14:12-15 (menunjuk kejatuan Raja Babel) dan Yeh. 28:12-19 (kejatuhan Raja Tirus),

yang diidentifikasikan sebagai ‘Kerub yang diurapi.’ Why. 9:4 merupakan ayat-ayat
pararel yang menjelaskan kejatuhan maaikat ini diikuti dengan peperangan di sorga

antara Mikhael dan rnalaikat-malaikatnya melawan si Naga dan rnalaikat-maiaikatnya


juga tercatat di dalam Wh. 12:2-9.

Malaikat jahat selalu mengerjakan setiap hal yang buruk walaupun sering kali
kelihatan baik bahkan sangan baik, sebagaimana telah diingatkan oleh Rasul Paulus di

dalam 2 Kor. 11:14 4.......... sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang.
M otifasinya adalah kesombongan, kebencian, strateginya adalah penyesatan :

* Berurusan dengan Tuhan, ia adalah musuh umat dan program Tuhan


• Berurusan dengan bangsa-bangsa, ia menyesatkan melalui kelicikan

pemerintah yang sedang berkuasa dan politik kotor


• Berurusan dengan orang-orang non Kristen, setan menutup, mengubah berita

keselamatan dari Yesus Kristus, ia merampas Injil seperti burung-burung


merampas benih yang jatuh di tepi jalan (Luk. 8 :1 2 ), ia membutakan pikiran

orang dari cahaya Injil (2 Kor. 4:3-4), menyebarkan ajaran sesat, agama palsu
(1 Tim, 4:1-3)

* Berurusan dengan orang Kristen, setan bekerja mati-matian menipu,


menuduh, memfitnah, membuat ragu-ragu (W hy. 12:10), mencobai dan

menghasut untuk berbuat dosa. Membuat kesalahpahaman dan menghancurkan


hubungan-hubungan, inilah pekeijaan setan yang peling licik namun paling

berhasil pada saat ini, perpecahan antar pribadi, antar keluarga, antar gereja,
antar bangsa.

15
Walaupun malaikat jahat bekerja dengan dahsyat namun umat Tuhan telah

diperlengkapi untuk melawannya, karena itulah kami perlu mempelajari dengan


seksama.

A. Kelompok Malaikat-malaikat Jahat

Beberapa kelompok malaikat jahat yang dapat diidentifikasikan dari Alkitab


adalah :
1. Setan / Satan, dikenal dengan nama Lucifer dan tercatat di dalam kitab Yesaya
dan Yehezkiel. Sesuai dengan namanya yang secara literal berarti ‘pembawa
terang,’ Lucifer adalah ‘bekas’ malaikat yang sangat mulia namun karena
kesombongannya ia dicampakkan ke dunia dan menjadi raja dari kegelapan (The
klng of the kingdorn of darkeness), sebagai para malaikat mengikutnya.
2. Malaikat-malaikat yang diahan dalam penjara, sebagian dari pengikut-pengikut
Lucifer ditahan di dalam lubang yang disebut Tartaros yang berarti tempat yang
gelap gulita, lebih dalam dari Hades dan diikat dengan rantai yang tidak pernah
berkarat (bahasa Yunani: Aidiosis), sampai pada waktunya di mana Tuhan sendiri
melepaskan (2 Ptr. 2:4; dan Yud. 6) menjelaskan tentang hal ini.
3. Malaikat-malaikat yang ‘bebas’, sebagian malaikat yang jatuh dengan Lucifer
sebagai pemimpinnya ‘memerintah’ di udara, membujuk, menipu, mempengaruhi
sampai menguasai sehingga manusia-manusia (yang masuk dalam perangkapnya)
menjadi seperti boneka-boneka. Tercatat di dalam Mat. 25:41; Why. 12:7-9; Ef.
6 : 10- 12.
4. Demos, dalam bahasa Yunani disebut Daimonion atau Daimon, menunjuk kepada
aiiab-aiiah yang lebih kecil. Dalam Perjanjian Baru disebut dengan roh-roh jahat,
berperan sangat besar terhadap kehidupan manusia bukan saja dengan malapetaka,
bencana, penyakit, kesusahan, penderitaan namun juga di dalam hal penipuan
supaya orang percaya ‘berbelok’ menjadi penyembah setan yang adalah pemimpin
mereka.
Beberapa pekerjaan Deomons yang tercatat dalam Alkitanb ;
• Mendatangkan penyakit (Ay. 1:5-10; Mat. 9:33; 12:32; Luk. 9:37-42)
• Menyebabkan kekacawan mental (Mrk. 5.4-5; Luk. 8:35)
Moral yang najis atau kotor, pikiran-pikiran, pembicaraan-pembicaraan,
kelakuan (Mat. 10:1; 12:43; Mrk. 1:23-27; 5:2-13; Luk. 4:33-36; Kis. 5:16;
8:7)
Menaburkan doktrin-doktrin palsu (1 Raj. 22; 2 Tes. 2:2; 1 Tim. 4:1)
Menghambat perkembangan spiritual orang-orang percaya (Ef. 6:12)
® Menguasai bahkan merasuk manusia dan binatang-binatang (Mat. 4:24; Mrk.
5:8-14; Kis. 16:16; Luk. 8:2)
= Okuitisme termasuk model demonology karena melibatkan pekerjaan para
demons atau roh-roh jahat, misalnya fortune-telling, penyembahan secara
langsung, spiritisme yaitu berhubungan dengan orang mati melalui medium.
Apapun bentuk dan pekerjaan malaikat jahat ini mereka semuanya akan
berakhir pada satu tempat yang disebut Gehena yaitu tempat penyiksaan dalam lautan
api dan belerang di mana bersama-sama dengan seluruh pengikut dan orang-orang
yang mempercayainy disiksa untuk selamanya (Why. 9).
Nama-nama si Setan, nama-nama ini menunjukkan sifatnya yaitu :
s SlPTfln mnsmh / lawan.
etan, musuh h Mastema (bhs. ibrani) Yahudi kuno berarti permusuhan
• Yang jahat / si jahat (Mat. 6:13)
¡as
~ {V /liiciih
lTlW OUli / M af i T 'n r/ x '~ ) QJ\

• Beelzebul (Mat. 9:34; 12:24)


® Belial atau Beliar ‘yang tidak berharga5 (2 Kor. 6:15)
® Penguasa dunia / pangeran dunia ini (Yoh. 12:21)
• Pangeran dari kuasa udara (Ef. 2:2; 6:12)
• Naga besar / Ular tua (Why. 12:9)
& A K is .H rio «
J. j. \ jix y
n p ri tui c^ ua iVV /\ W
j j v 7 v
h v * MQ* f I s
. i i j

® Pencoba- Mat 4:3)


B. Pandangampandangan Keliru Tentang Asal Usul Setan-setan / Roh-Roh Jahat
Walaupun sebagian besar teolog dan guru-guru Alkitab mempercayai bahwa
setan-setan atau roh-roh jahat adalah legion / pasukan malaikat yang jatuh, namun ada
juga ahli-ahli Alitab yang mempunyai pandangan lain mengenai asal usul mereka ini
misalnya:
L Perwujudan roh-roh dari satu ‘peradaban yang hilang’

Pandangan ini meyakini bahwa setan-setan ini merupakan perwujudan roh-roh


dari ras ‘pra A dam .’ Mereka berasumsi bahwa suatu ras umat manusia telah

ada sebelum penciptaan Adam dan Hawa.


Dasar pertimbangannya adalah dari Kejadian 1: yaitu dalam kalimat ‘bumi

tidak berbentuk dan kegelapan menutupi permukaan air.” Pernyataan tentang


kegelapan dan kekacauan ini telah menjadi alasan bahwa Tuhan memulai

sesuatu dengan menyusunnya kembali, yang berarti ada suatu ras makhluk
yang hidup di atas bumi sebelum Adam, suatu ras makhluk yang

menghancurkan ‘bumi yang pertama’. Tidak ada ayat lain dalam Alkitab yang
mendukung pendapat adamua eksistensi ras ‘pra A dam .’

2. Roh-roh beney ha eiohim


Teori ini menakini bahwa setan-setan merupakan keturunan “anak-anak

Tuhan” dan anak-anak perempuan manusia seperti ditafsirkan dari Kejadian 6.


Pandangan yang tidak begitu banyak dianut oleh para pemimpin Kristen ini

didukung oleh seorang penulis Kristen abad ke dua, Justin yang menuliskan
dem ik ian :

“Tuhan beri aryin akan memelihara manusia dan segala sesuatu di bawah langit
kepada malaikat-malaikat yang ditugaskan-Nya atas mereka. Tetapi malaikat-

malaikat melanggar kesepakatan ini dan mereka terpikat oleh cinta permpuan-
permpuan itu dan menghasilkan anak-anak yang disebut dengan setan-setan.”

(A. Cleveland Coxe . “Transalation of the writing of the fathers down to, AD
325”, Grand Rapids, V ol, 1990)

3. Perwujudan roh-roh orang mati


Teori ini mengatakan bahwa setan-setan adalah perwujudan roh-roh orang mati

yang jahat. John Warwich Montgomery, 3973, dalam bukunya “Principalities


and Powers: A Fascinating look at the Paranormal, the supranatural and the

hidden tihings’ menuliskan : “si terkutuk kembali unutk menghantui yang


hidup” (hal 142). Berarti ketika orang jahat meninggal, roh-roh mereka

dilepaskan untuk mengembara di bumi sampai hari pengjakiman.


Pandangan penulis Yahudi kumo, Philo dan Josephus ini secara mengejutkan

juga dianut oleh banyak pengarang-pengarang Kristen pada abad permulaan.


Diyakini bahwa roh-roh bergentayangan ini menghuni rumah-rumah tua dan

hutan-hutan gelap, bahkan merasuki tubuh-tubuh mereka yang masih hidup.


Sophy Bum ham sangat menekankan hal ini, dan dalam bukunya “A B ook o f

Angeis’, 1990, hal. 128, ia menuliskan kesaksian seorang wanita Jerman yang
dilindungi oleh ‘almarhum suaminya* (ia baru 10 hari menjanda) dari

kecelakaan mobil. Masalahnya, hal-hal sedemikian tidak terdapat di bagian


manapun dari Alkiitab, tidak ada pengajaran Alkitab yang mengajarkan hal ini.

C . B eberapa M odel Penipuan Malaikat Jahat Yang Umum

1. Berbicxara dengan orang mati


Merupakan salah satu aktifitas setan untuk menyamar menjadi ‘seseorang yang

dikasihi yang tenal meninggal’ (Kakek, Nenek, Ayali, Ibu, Anak, Teman dekat,
dsb). M emang ada kemungkinan Tuhan memberikan suatu penglihatan untuk
memberitahukan pada kita bahwa orang yang telah meninggal tersebut sudah
mendapatkan kediaman dalam hadirat Tuhan di sorga. Namun keadaan yang luar

baisa ini harus diterima dengan tetap waspada bahwa secara tegas Alkitab
melarang penggunaan medium dan kontak langsung ataupun dengan orang mati
(UI. 18:9, 11), balikan pelakunya harus dihukum mati (Im. 20:27)
Perlu diperhatikan juga faktor-faktor psikologis, dimana kesedihan yang dalam,
perasaan kehilangan bahkan goncangan-goncangan kejiwaan sering mengikuti
orang yang ditinggalkan dalam jangka waktu tertentu.

Hantu-hantu yang baik

Komersialisasi tempat-tempat berhantu sering menjadi obyek wisata yang menari,


terutama di Negara-negara Eropa (Hotel-hotel, Kastil dsb). ‘Casper, hantu yang

baik hati,’ telah menjadi favorit dari anak-anak, juga sangat banyak serial-setial
T V menayangkan kebaikan hantu-hantu ini. Semua hal ini merupakan penipuan

besar-besaran dari malaikat jahat terhadap umat manusia, yang telah berlangsung
sepanjang jaman.
Pandangan penulis Yahudi kumo, Philo dan Josephus ini secara mengejutkan

juga dianut oleh banyak pengarang-pengarang Kristen pada abad permulaan.


Diyakini bahwa roh-roh bergentayangan ini menghuni rumah-rumah tua dan

hutan-hutan gelap, bahkan merasuki tubuh-tubuh mereka yang masih hidup.


Sophy Bum ham sangat menekankan hal ini, dan dalam bukunya “A B ook o f

Angeis’, 1990, hal. 128, ia menuliskan kesaksian seorang wanita Jerman yang
dilindungi oleh ‘almarhum suaminya* (ia baru 10 hari menjanda) dari

kecelakaan mobil. Masalahnya, hal-hal sedemikian tidak terdapat di bagian


manapun dari Alkiitab, tidak ada pengajaran Alkitab yang mengajarkan hal ini.

C . B eberapa M odel Penipuan Malaikat Jahat Yang Umum

1. Berbicxara dengan orang mati


Merupakan salah satu aktifitas setan untuk menyamar menjadi ‘seseorang yang

dikasihi yang tenal meninggal’ (Kakek, Nenek, Ayali, Ibu, Anak, Teman dekat,
dsb). M emang ada kemungkinan Tuhan memberikan suatu penglihatan untuk
memberitahukan pada kita bahwa orang yang telah meninggal tersebut sudah
mendapatkan kediaman dalam hadirat Tuhan di sorga. Namun keadaan yang luar

baisa ini harus diterima dengan tetap waspada bahwa secara tegas Alkitab
melarang penggunaan medium dan kontak langsung ataupun dengan orang mati
(UI. 18:9, 11), balikan pelakunya harus dihukum mati (Im. 20:27)
Perlu diperhatikan juga faktor-faktor psikologis, dimana kesedihan yang dalam,
perasaan kehilangan bahkan goncangan-goncangan kejiwaan sering mengikuti
orang yang ditinggalkan dalam jangka waktu tertentu.

Hantu-hantu yang baik

Komersialisasi tempat-tempat berhantu sering menjadi obyek wisata yang menari,


terutama di Negara-negara Eropa (Hotel-hotel, Kastil dsb). ‘Casper, hantu yang

baik hati,’ telah menjadi favorit dari anak-anak, juga sangat banyak serial-setial
T V menayangkan kebaikan hantu-hantu ini. Semua hal ini merupakan penipuan

besar-besaran dari malaikat jahat terhadap umat manusia, yang telah berlangsung
sepanjang jaman.