Anda di halaman 1dari 43

PENGARUH TINGKAT PENGEMBALIAN ATAS ASET DAN

RASIO HUTANG ATAS MODAL TERHADAP NILAI


PERUSAHAAN
(Studi Pada Perusahaan Multifinance di Bursa Efek Indonesia
(BEI) Periode 2015-2019)

Oleh :
Neri Lestari
41152020160179
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Setiap perusahaan dilakukan penelitian agar mendapat laba yang optimal
dengan tujuan memberikan kemakmuran pemilik perusahaan atau pemegam
saham dan memaksimalkan nilai perusahaan pada harga sahamnya. Gendro
Wiyono dan Hadri Kusuma (2017:13) memaksimalakan nilai perusahaan berarti
lebih luas dibanding memaksimalkan laba, karena memaksimalkan nilai
perusahaan bermakna untuk memperhitungkan pengaruh waktu pada nilai uang.
Maka, nilai perusahaan menjadi salah satu hal yang dapat memacu investor untuk
berinvestasi.
Faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan yaitu profitabilitas dan
rasio hutang atas modal. Menurut Hery (2017:3) Profitabilitas dapat
mempengaruhi nilai perusahaan, jika profitabilitas mempunyai kemampuan yang
menghasilkan laba dengan penjualan, asset atau modal. Laba yang tinggi akan
menghasilkan nilai perusahaan yang baik, selain itu profitabilitas juga akan
menciptakan nilai perusahaan yang bagus di masa mendatang.
Rasio hutang atas modal atau Debt To Equity Ratio berarti kemampuan
perusahaan untuk mengukur kemampuan struktur investasi atau keuangan
perusahaan. Menurut Wardiyah (2017:106) Rasio hutang merupakan alat ukur
untuk melihat berapa dana perusahaan yang dianggarkan oleh kreditur. Rasio
keuangan di Delapan belas (18) emiten sub sektor lembaga pembiayaan atau
multifinance masih rendah.
Dapat dilihat dari tingkat profitabilitas yang dihitung dari menurunnya
return on assets dan meningkatnya debt to equity ratio. Dari delapan belas emiten
sub sektor lembaga pembiayaan atau multifinance yang tercatat di Bursa Efek
Indonesia (BEI), adanya 15 emiten yang menurun dan meningkatnya return on
assets dan debt to equity ratio. 15 emiten tersebut yaitu ADMF, BBLD, BFIN,
CFIN, DEFI, HDFA, IBFN, IMJS, MFIN, POLA, TIFA, TRUS, VRNA, dan
WOMF.
Tabel berikut ini menunjukkan presentase menurun dan meningkatnya
ROA dan DER pada perusahaan multifinance yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.
Tabel 1.1. Fenomena Profitabilitas (Return on Assets) dan Rasio Hutang (Debt to
Equity Ratio)
NO ROA ROA DER DER
KODE NAMA PERUSAHAAN
. 2018 2019 2018 2019
348,14 334,68
1 ADMF PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 6,31% 5,58% % %
326,41 318,34
2 BBLD PT Buana Finance Tbk 1,47% 1,06% % %
208,15 213,96
3 BFIN PT BFI Finance Indonesia Tbk 8,05% 3,19% % %
13,93 122,33
4 BPFI PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk % 4,28% 11,37% %
154,81 157,51
5 CFIN PT Clifan Finance Indonesia Tbk 2,87% 2,96% % %
18,67
6 DEFI PT Danasupra Erapacific Tbk 9,10% % 1,42% 1,38%
12,94 873,72
7 HDFA PT Radana Bhaskara Finance Tbk %   %  
383,84
8 IBFN PT Intan Baruprana Finance Tbk 8,67%   %  
620,28 640,31
9 IMJS PT Indomobil Multi Jasa Tbk 0,99% 0,39% % %
107,48
10 MFIN PT Mandala Multifinance Tbk 8,99% 7,40% 75,75% %
14,95
11 POLA PT Pool Advista Indonesia Tbk 6,70% % 13,32% 7,87%
338,50 226,96
12 TIFA PT TIFA FINANCE Tbk 1,86% 2,70% % %
13 TRUS PT Trust Finance Indonesia Tbk 5,69% 5,70% 16,71% 10,48%
12,34 474,38 640,31
14 VRNA PT Verena Multi Finance Tbk % 0,07% % %
WOM 653,40 682,55
15 F PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk 2,67% 3,14% % %
Sumber : www.idx.co.id (data yang diolah)
*untuk HDFA dan IBFN tahun 2019 data belum ada di www.idx.co.id
Grafik berikut ini menunjukkan presentase menurun dan meningkatnya
ROA dan DER pada perusahaan multifinance yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.

Grafik 1.1. Profitabilitas (Return on Asset)

Sumber : www.idx.co.id (data yang diolah)

Grafik 1.2. Rasio Hutang (Debt to Equity Ratio)


Sumber : www.idx.co.id (data yang diolah)

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa menurunnya profitabilitas


(Raturn on Assets) diakibatkan oleh pendapatan margin bunga yang menurun dan
meningkatnya beban modal cadangan. Tingginya Debt to Equity Ratio
diakibatkan oleh hutang yang tidak dapat ditutupi oleh pemilik modal.
Menurut Corporate Secretary PT Buana Finance Tbk Ted Suyani, Biaya
perusahaan rasio profitabilitas turun pada bulan Januari sampai Maret 2018. Salah
satunya dapat dilihat dari turunnya profitabilitas. Hingga bulan Maret 2018,
perusahaan tercatat RoA (Return on Assets) pada tingkat angka 0,46%, turun 18
basis poin (bps) dibandingkan bulan yang sama di tahun 2017 yakni sebesar
0,64%.
Turunnya profitabilitas diakibatkan, pada kuartal pertama tahun 2018 yaitu
tingkat penyaluran pembiayaan yang rendah. Pada 3 bulan pertama tahun 2018,
besarnya Rp 617,95 miliar pembiayaan yang disalurkan, atau terjadi penurunan
34,7% pada periode yang sama di tahun 2017. “Tingkat pencapaian pendapatan
yang menjadi penyebab penurunan, khususnya mengenai pencatatan
administrasi”. Return on Assets merupakan alat yang dipakai untuk mengukur
kemampuan suatu multifinance, dalam mengdapatkan keuntungan dari sisi aset
yang dimilikinya. Semakin meningkatnya profitabilitas (Return on Assets) maka
rasio profitabilitas multifinanfe semakin bagus dari segi penggunaan aset.
Maka, rasio profitabilitas yang semakin baik ini disokong oleh
meningkatnya laba bersih. Tapi, di laporan keuangan perseroan pada Maret 2018,
terdapat pencatatan bahwa laba bersih perusahaan turun 22,8% menjadi Rp 20,3
miliar. Sedangkan dari sisi aset, perusahaan tercatat kenaikan sebesar 7%, dari
total aset Rp 4,41 triliun pada tahun 2018. PT. Buana Finance Tbk mengharapkan
pada akhir tahun ini, ada peningkatan persentase Return on Asset. “Hingga akhir
tahun 2018 ini perseroan mencapai target Return on Asset berkisar 1,95%, atau
menaikkan dari tahun 2017 yaitu 1,66%.”
Menurut Hafid Hadeli Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance
Tbk (ADMF) mengatakan, perusahaan mengantongi pinjaman sindikasi senilai
US$ 300 juta dari bank asing asal Singapura, Taiwan dan Jepang. Perusahaan
melakukan diversifikasi sumber dana tersebut melalui pinjaman sindikasi dalam
mata uang asing. Pendanaan tersebut diberikan oleh bank-bank luar negeri kepada
perusahaan di Indonesia yang kinerjanya mumpuni. Nantinya sumber dana
tersebut akan digunakan untuk mendukung bisnis pembiayaan perusahaan pada
2020.
Dari situ, Adira Finance terus melakukan diversifikasi sumber dana baru
karena berkaitan dengan pertumbuhan kebutuhan pendanaan perusahaan”. Melalui
pendanaan tersebut, akan memperkuat posisi Adira Finance di pasar serta
meningkatkan kepercayaan di industri keuangan. Dengan begitu, perusahaan bisa
terus mendapatkan sumber pendanaan baru yang kompetitif.
Dari data diatas, return on assets dan debt to equity ratio akan
mempengaruhi terhadap nilai perusahaan yang dinilai dari besarnya perusahaan
dapat meningkatkan laba dan menutupi hutang. Maka penulis tertarik untuk
mengambil judul tentang “Pengaruh Tingkat Pengembalian Aset Dan Rasio
Hutang Atas Modal Terhadap Nilai Perusahaan”.

1.2. Rumusan Masalah


Rumusan masalah adalah untuk menjelaskan masalah yang timbul dari
judul penelitian dan latar belakang, yang didalamnya adanya pembahasan
pertanyaan dari sebuah penelitian. (Sujarweni,2015:57)
Dari uraian diatas, maka pokok-pokok permasalahannya sebagai berikut:
1. Berapa besar tingkat pengembalian atas aset pada nilai perusahaan?
2. Berapa besar rasio hutang (Debt to Equity Ratio) atas modal pada nilai
perusahaan?

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian


1.3.1. Maksud Penelitian
Maksud adanya penelitian ini untuk mengetahui tentang Pengaruh
Profitabilitas tingkat pengembalian atas aset dan Rasio Hutang atas Modal
Terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Multifinance di Bursa Efek
Indonesia (BEI) Periode 2015-2018.
1.3.2. Tujuan Penelitian
Tujuan adanya penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui berapa besar tingkat pengembalian atas aset pada nilai
perusahaan.
2. Mengetahui berapa besar rasio hutang atas modal pada nilai perusahaan.
1.4. Kegunaan Penelitian
Menurut Sujarweni (2015:59), Manfaat penelitian berkaitan dengan
manfaat yang mudah berkaitan dengan hasil dari penelitian”.
Dari data yang diperoleh diatas, penulis mengharapkan penelitian ini dapat
memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi Penulis
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan dan
wawasan penulis mengenai pengaruh tingkat pengembalian atas aset dan
rasio hutang atas modal terhadap nilai perusahaan.
2. Bagi Perusahaan
Manfaat untuk perusahaan adalah memberikan masukan dan informasi
yang digunakan untuk bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam
mengelola tingkat pengembalian atas aset dan rasio hutang atas modal
terhadap nilai perusahaan.
3. Bagi Pihak Luar
Menjadi referensi bagi pihak lainnya dalam penelitian selanjutnya
berkaitan dengan pengaruh profitabilitas tingkat pengembalian atas aset
dan rasio hutang atas modal terhadap nilai perusahaan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN
HIPOTESIS

2.1. Tinjauan Pustaka

2.1.1. Pengertian Rasio Profitabilitas

Menurut Kasmir (2015:196), Rasio profitabilitas adalah rasio untuk

menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mencari keuntungan dengan cara


mengukur kemampuan perusahaan dan menunjukkan hasil laba dari penjualan dan

pendapatan investasi dengan cara memberikan ukuran tingkat efektivitas

manajemen suatu perusahaan.

Menurut Hery (2015:192), Rasio profitabilitas adalah rasio untuk

menilai kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dari aktivitas normal

biasanya.

Menurut Hantono (2018:11) Rasio profitabilitas atau yag sering disebut

rentabilitas adalah rasio yang menampilkan kemampuan perusahaan dalam

mencetak keuntungan atau profit.

Menurut Wastam Wahyu Hidayat (2018:50) rasio profitabilitas

merupakan rasio yang menampilkan gambaran tentang peningkatan efektivitas

pengelolaan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Dari beberapa penjelasan pengertian rasio profitabilitas diatas maka

dapat disimpulkan bahwa rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan

untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan dan memnghasilkan tingkat

efektivitas perusahaan.

2.1.1.1. Tujuan dan Manfaat Rasio Profitabilitas

Hery (2015:192-193) mengemukakan bahwa:

Rasio profitabilitas memberikan manfaat tidak hanya untuk perusahaan

saja tetapi juga untuk pihak luar yang berkepentingan. Rasio profitabilitas

mempunyai tujuan tujuan dan manfaat yaitu sebagai berikut:

1) Mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba pada periode

tertentu.
2) Menilai posisi laba perusahaan tahun lalu dengan tahun sekarang.

3) Menilai perkembangan laba setiap periode.

4) Mengukur besarnya net profit yang dihasilkan dari setiap rupiah dana

yang tertanam dalam total aset.

5) Mengukur besarnya net profit yang dihasilkan dari setiap rupiah dana

yang tertanam dalam total ekuitas.

6) Mengukur gross profit margin atas penjualan bersih.

7) Mengukur operating profit margin atas penjualan bersih.

8) Mengukur net profit margin atas penjualan bersih.

2.1.1.2. Jenis-jenis Rasio Profitabilitas

Menurut Kasmir (2016:199) adapun jenis-jenis rasio profitabilitas,

sebagai berikut:

1) Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor)

Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor) yaitu rasio untuk mengukur

seberapa besar laba kotor yang didapatkan dibanding dengan total nilai

penjualan bersih perusahaan. Rasio ini akan menunjukkan apabila

tingginya margin laba kotor berarti semakin tingginya laba kotor yang

diperoleh dari penjualan bersih.

2) Operating Profit Margin (Margin Laba Operasi)


Operating Profit Margin (Margin Laba Operasi) biasa disebut pure profit,

artinya keuntungan yang diperoleh benar-benar murni yang berasal dari

hasil operasi perusahaan sebelum diperhitungkan dengan kewajiban

lainnya. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan

dalam mendapatkan laba operasi dari sejumlah penjualan yang dicapai.

3) Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)

Net Profit Margin (Margin Laba Bersih) merupakan rasio untuk

mengukur seberapa besarnya laba bersih yang telah dicapai dari sejumlah

penjualan tertentu. Rasio ini biasanya sering digunakan untuk dan

dibandingkan dengan rasio sebelumnya.

4) ROI (Return On Investment)

Return On Investment atau biasa disebut return on total asset yang

digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan

laba dengan memakai seluruh aktiva perusahaan yang dimiliki.

5) ROE (Return On Equity)


Return On Equity adalah rasio pengukuran terhadap pendapatan yang

dicapai bagi pemilik perusahaan atas modal yang telah diinvestasikan

pada perusahaan. Apabila ROE semakin tinggi maka semakin tinggi

pendapatan yang diterima pemilik perusahaan dan memiliki arti semakin

baik posisinya dalam perusahaan.

6) Earning Per Share (Rasio Laba Per Lembar Saham)

Rasio laba per lembar saham merupakan rasio yang digunakan untuk

mengukur jumlah rupiah yang didapat untuk setiap lembar saham biasa.

2.1.2. Pengertian Tingkat Pengembalian Atas Aset (Return On Asset)

Return on asset merupakan rasio yang menerangkan seberapa besar laba

bersih yang dihasilkan perusahaan apabila diukur dari nilai aset. (Toto Prihadi,

2019:166)

Kariyoto (2017:114) mengatakan bahwa Return on asset umumnya

disebut sebagai economic profitability, merupakan ukuran kemampuan


perusahaan dalam mendapatkan laba atau keuntungan dengan seluruh aktiva yang

dimiliki perusahaan.

Menurut Hery (2015:193) return on asset adalah rasio yang menunjukkan

berapa besar konstribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Rasio ini dipakai

untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan diperoleh dari setiap

rupiah dana yang diinvestasikan dalam total aset.

Dari beberapa pengertian diatas, tingkat pengembalian aset atau return on

asset dapat disimpulkan bahwa rasio yang digunakan untuk menunjukkan dan

mengukur besarnya laba bersih yang diperoleh dari seluruh aset.

2.1.3. Pengertian Rasio Hutang atas Modal (Debt to Equity Ratio)

Menurut Kariyoto (2017:111) rasio hutang atas modal atau debt to equity

ratio yaitu rasio hutang menggunakan modal sendiri, semakin tingginya rasio ini

berarti modal sendiri semakin rendahnya dibandingkan dengan hutangnya.

Rasio hutang atas modal merupakan rasio yang dipakai untuk mengetahui

bagian dari setiap rupiah ekuitas dana yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan

hutang. (Freddy Samuel Kawatu, 2019:70)

Rasio hutang atas modal merupakan rasio yang menggambarkan struktur

modal yang dimiliki perusahaan dengan mempertimbangkan antara hutang

terhadap modal sendiri, semakin rendahnya rasio berarti semakin baik bagi

perusahaan. (Hendy M. Fakhruddin, 2016:48)


Rasio hutang atas modal adalah rasio yang menunjukkan struktur modal

perusahaan dengan membandingkan hutang oleh perusahaan dengan apa yang

dimiliki dengan mengukur kemampuan perusahaan untuk menutup kewajibannya

terhadap kreditor maupun pemilik perusahaan apabila terjadi likuidasi. (Thomas

W. Zimerrer & Norman M. Scarborough, 2015:128)

Rasio hutang atas modal adalah rasio untuk menganalisis laporan

keuangan dan untuk menunjukkan seberapa besar jaminan yang tersedia. (Fahmi,

2017:128)

Dari beberapa pengertian diatas, rasio hutang atas modal dapat

disimpulkan bahwa rasio ini dipakai untuk mengukur seberapa besarnya dana

perusahaan yang dibiayai oleh kreditur dibandingkan dengan modal sendiri.

2.1.4. Pengertian Nilai Perusahaan

Menurut Mohammad Nur Utomo (2019:51) mengatakan bahwa “nilai

perusahaan adalah nilai jual perusahaan sebagai suatu bisnis yang dipandang oleh

investor pada tingkat suksesnya yang diperoleh perusahaan, dan sering dikaitkan

dengan harga saham suatu perusahaan.”


Menurut Riska Franita (2018:7), nilai perusahaan yang akan dibentuk

melewati indikator nilai pasar saham akan sangat dipengaruhi oleh peluang-

peluang investasi.

Silvia Indrarini (2019:16) mengatakan bahwa “nilai perusahaan

umumnya dikaitkan dengan harga saham yang pengukurannya dapat dilaksanakan

dengan melihat perkembangan harga saham di bursa, apabila semakin tingginya

harga saham berarti nilai perusahaan juga meningkat.”

Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham

dipengaruhi oleh peluang investasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan

perusahaan di masa yang ajab dating, sehingga dengan meningkatkan harga saham

maka akan meningkatkan nilai perusahaan. (Kasmir, 2012:86)

Kesimpulan dari beberapa pengertian diatas bahwa nilai perusahaan

merupakan suatu keadaan dimana tercapainya perusahaan dengan mengukur nilai

pasar saham.

2.1.4.1. Mengukur Nilai Perusahaan

Menurut Brigham dan Houston (2010:105), bahwa pengukuran nilai

perusahaan sangat penting dengan memakasimalkan nilai perusahaan bagi sebuat

perusahaan karena dengan memaksimalkan nilai perusahaan akan memaksimalkan

kesejahteraan pemilik saham atau yang berinvestasi merupakan tujuan utama

sebuah perusahaan. Mengukur nilai perusahaan dengan price book value (PBV).
Price to book value berupa gambaran berapa besar pasar menghargai

nilai buku saham suatu perusahaan, semakin besar rasio ini berarti pasar percaya

akan prospek perusahaan tersebut. Price to book value memperlihatkan seberapa

baiknya suatu perusahaan dapat menciptakan nilai perusahaan yang relatif

terhadap jumlah modal yang diinvestasikan.

Kariyoto (2017:116) mengatakan bahwa, “Price to book value adalah

rasio yang digunakan untuk mengetahui besarnya harga saham yang ada di pasar

dibandingkan dengan nilai buku sahamnya.

2.2. Penelitian Sebelumnya yang Relevan

Tabel 2.1 Penelitian Sebelumnya

No Persamaan & Hasil


Nama Peneliti Judul
. Perbedaan Penelitian
1 I Wayan Widnyana Pengaruh ROA Terhadap Persamaan : ROA berpengaruh positif
(2014) Nilai Perusahaan Dengan Mengukur variabel terhadap nilai perusahaan.
Pengungkapan ROA terhadap nilai
Corporate Social perusahaan. Corporate Social
Responsibility Dan Responsibility berpengaruh
Good Corporate Perbedaan : positif pada hubungan
Governance Sebagai Tidak mengukur ROA dan nilai perusahaan.
Variabel Pemoderasi Pengungkapan
Corporate Social Good Corporate
Responsibility Dan Governance sebagai
Good Corporate variabel pemoderasi
Governance berpengaruh positif pada
Sebagai Variabel hubungan ROA dan nilai
Pemoderasi perusahaan.
2 Sundus Nur Halimah Pengaruh ROA, CAR, Persamaan : ROA, CAR, NPL, LDR
dan Euis Komariah NPL, LDR, BOPO Mengukur ROA dan BOPO secara simultan
(2017) terhadap Nilai terhadap nilai berpengaruh positif terhdap
Perusahaan Bank Umum perusahaan nilai perusahaan.

Perbedaan : ROA, CAR dan LDR


Tidak mengukur secara parsial berpengaruh
CAR, NPL, LDR, positif terhadap nilai
BOPO terhadap perusahaan.
nilai perusahaan
3 I Gusti Made Andrie Pengaruh DER, DTA, Persamaan : Secara simultan DER,
Kayobi dan Desy Dividen Tunai, dan Mengukur DER DTA, DPR dan ukuran
Anggraeni Ukuran Perusahaan terhadap nilai perusahaan berpengaruh
(2015) terhadap Nilai perusahaan positif terhadap nilai
Perusahaan perusahaan.
Perbedaan :
Tidak mengukur
DTA, Dividen
Tunai, dan Ukuran
Perusahaan
terhadap Nilai
Perusahaan
4 Dewi Julianti Pengaruh Rasio Hutang Persamaan : Secara simultan rasio
(2015) (DER) dan Profitabilitas Mengukur variabel hutang dan profitabilitas
(ROA) Terhadap Nilai ROA dan DER terhadap nilai perusahaan
Perusahaan terhadap Nilai berpengaruh positif.
Perusahaan
Secara parsial rasio hutang
Perbedaan : dan profitabilitas terhadap
Obyek perusahaan nilai perusahaan
manufaktur sub berpengaruh positif.
sector otomotif dan
komponen yang
terdaftar di BEI
5 Lita Elisabeth Pengaruh ROA, DER dan Persamaan : Secara simultan ROA dan
Salempang, Jullie J. Pertumbuhan Penjualan Mengukur variabel DER berpengaruh positif
Sondakh dan Rudy J. terhadap Nilai ROA dan DER terhadap nilai perusahaan.
Pusung Perusahaan terhadap nilai
(2016) perusahaan. Secara parsial
pertumbuhan penjualan
Perbedaan : tidak berpengaruh terhadap
Tidak mengukur nilai perusahaan.
pertumbuhan
penjualan terhadap
nilai perusahaan
2.3. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran merupakan penelitian yang dasar pemikirannya

gabungan dari konsep kerja dan teori kerja dengan mendeskripsikan dari fakta-

fakta, observasi dan kajian pustaka. Maka dari itu, kerangka pemikiran memuat

teori, dalil dan konsep-konsep yang dijadikan dasar dalam penelitian. (Ismail

Nurdin dan Sri Hartati, 2019:125)

2.3.1. Pengaruh Tingkat Pengembalian atas Aset terhadap Nilai

Perusahaan

Menurut Hery (2015:193) return on asset adalah rasio yang menunjukkan

berapa besar konstribusi aset dalam menciptakan laba bersih. Rasio ini dipakai

untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan diperoleh dari setiap

rupiah dana yang diinvestasikan dalam total aset.

Menurut Hery (2017:3) profitabilitas dapat mempengaruhi nilai

perusahaan, jika profitabilitas mempunyai kemampuan yang menghasilkan laba

dengan penjualan, asset atau modal. Laba yang tinggi akan menghasilkan nilai

perusahaan yang baik, selain itu profitabilitas juga akan menciptakan nilai

perusahaan yang bagus di masa mendatang.

Nurhayati (2013:8) mengatakan bahwa “tingginya profit atau keuntungan

akan menghasilkan indikasi prospek sebuah perusahaan yang baik karena dapat

membuat investor untuk mengikuti dalam meningkatkan permintaan saham.

Permintaan saham yang meningkat akan menyebabkan meningkatnya nilai

perusahaan.
Prihadi (2012:258) menyatakan, “profitabilitas merupakan rasio yang

mempunyai kemampuan menghasilkan laba.” Dari analisis rasio, dalam

kemampuan mendapatkan keuntungan dapat dihubungkan dengan penjualan, aset,

atau modal. Pemilihan rasio tergantung dari mana kita akan melihat. Profitabilitas

memperoleh tempat khusus dalam penilaian perusahaan, mudah dimengerti karena

secara sadar perusahaan didirikan memang untuk memperoleh laba.

Hasil penelitian I Wayan Widnyana (2014) “Pengaruh ROA Terhadap

Nilai Perusahaan dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan

Good Corporate Governance Sebagai Variabel Pemoderasi” mengatakan bahwa

ROA menghasilkan pengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian Sundus Nur Halimah dan Euis Komariah (2017)

“Pengaruh ROA, CAR, NPL, LDR, BOPO terhadap Nilai Perusahaan Bank

Umum” mengatakan bahwa ROA menghasilkan pengaruh positif terhadap nilai

perusahaan.

Hasil penelitian Dewi Julianti (2014) “Pengaruh Rasio Hutang dan

Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan” mengatakan bahwa profitabilitas

menghasilkan pengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Hasil Penelitian Lita Elisabeth Salempang, Jullie J. Sondakh, dan Rudy J.

Pusung “Pengaruh ROA, DER dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Nilai

Perusahaan” mengatakan bahwa return on asset berpengaruh positif terhadap nilai

perusahaan.

Berdasarkan penelitian dan teori yang sudah diteliti sebelumnya bahwa

profitabilitas yang tinggi menunjukkan untuk meningkatkan nilai perusahaan.


2.3.2. Pengaruh Rasio Hutang atas Modal (Debt to Equity Ratio (DER))

terhadap Nilai Perusahaan

Rasio hutang atas modal merupakan rasio yang menggambarkan struktur

modal yang dimiliki perusahaan dengan mempertimbangkan antara hutang

terhadap modal sendiri, semakin rendahnya rasio ini berarti semakin baik bagi

nilai perusahaan. (Hendy M. Fakhruddin, 2016:48)

Rasio hutang atas modal adalah rasio yang menunjukkan struktur modal

perusahaan dengan membandingkan hutang oleh perusahaan dengan apa yang

dimiliki dengan mengukur kemampuan perusahaan untuk menutup kewajibannya

terhadap kreditor maupun pemilik perusahaan apabila terjadi likuidasi. (Thomas

W. Zimerrer & Norman M. Scarborough, 2015:128)

Hasil penelitian Dewi Julianti (2014) “Pengaruh Rasio Hutang (DER)

dan Profitabilitas (ROA) Terhadap Nilai Perusahaan” mengatakan bahwa rasio

hutang (DER) menghasilkan pengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian I Gusti Made Andrie Kayobi dan Desy Anggraeni (2015)

“Pengaruh Debt to Equity Ratio, Debt to Total Asset, Dividen Tunai dan Ukuran

Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan” mengatakan bahwa debt to equity ratio

secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.

Hasil Penelitian I Gusti Made Andrie Kayobi (2015) “Pengaruh DER,

DTA, Dividen Tunai, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan”

mengatakan bahwa debt to equity ratio secara simultan berpengaruh positif

terhadap nilai perusahaan.


Hasil Penelitian Lita Elisabeth Salempang, Jullie J. Sondakh, dan Rudy J.

Pusung “Pengaruh ROA, DER dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Nilai

Perusahaan” mengatakan bahwa debt to equity ratio berpengaruh positif terhadap

nilai perusahaan.

Berdasarkan penelitian dan teori yang sudah diteliti sebelumnya bahwa

rasio hutang atas modal (debt to equity ratio) menunjukkan hasil positif yang

berpengaruh untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Berdasarkan uraian penjelasan diatas maka dapat digambarkan bagan

kerangka pemikiran sebagai berikut:


Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

2.4. Hipotesis

Menurut Sarmanu (2017,40) hipotesis berasal dari kata hipo yang artinya

lemah atau rendah, sedangkan tesis artinya pernyataan. Maka hipotesis dapat

diartikan pernyataan lemah, karena belum ada data dan belum diuji kebenarannya.

Hipotesis merupakan suatu pernyataan atau asumsi tentang parameter

populasi. (Syamsuni HR, 2019:119)

Hipotesis yaitu sarana penelitian penelitian yang penting dimana hasil dari

tinjauan pustaka dijabarkan dengan tepat dugaan atau jawaban sementara tentang
hasil penelitian antara dua atau lebih variabel-variabel penelitian serta

hubungannya untuk mendapatkan solusi untuk masalah yang dihadapi. (Muh.

Fitrah dan Luthfiyah, 2017:128)

Hipotesis merupakan kerangka berpikir yang dalam penyusunannya secara

teknis langkahnya seperti penyusunan rumusan masalah dan tujuan penelitian

yang dimulai dari umum dan khusus. (Ismail Nurdin dan Sri Hartati, 2019:134)

Berdasarkan penjelasan kerangka pemikiran diatas, maka hipotesis dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Hipotesis 1

H1 = Seberapa besar tingkat pengembalian atas aset berpengaruh

signifikan terhadap nilai perusahaan

2) Hipotesis 2

H2 = Seberapa besar rasio hutang atas modal berpengaruh signifikan

terhadap nilai perusahaan


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian


Menurut Ismail Nurdin & Sri Hartati (2019:27-28) menerangkan bahwa:
Desain penelitian merupakan kerangka kerja yang sistematis digunakan
untuk melakukan penelitian sehingga memberikan gambaran tentang prosedur
untuk menghasilkan informasi atau data yang dibutuhkan untuk menjawab seluruh
pertanyaan penelitian. Maka, desai penelitian yang baik akan memberikan sebuah
proses penelitian yang efektif dan efisien.
Desain penelitian adalah suatu bagian dari perencanaan penelitian yang
menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan
telah memiliki validitas internal dan validitas eksternal yang komprehensif.
(Mamik, 2015:205)
Desain Penelitian adalah struktur rancangan untuk melakukan penelitian
dengan mendesain syarat-syarat analisis data dan pengumpulan data dengan
tujuan mengaitkan tujuan penelitian dan prosedur penelitian. (Nikolaus Duli,
2019:30)
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan pengertian desain penelitian
merupakan pedoman kerja dan teknik yang dipakai dalam penelitian untuk
memberikan sebuah proses penelitian yang efektif dan efisien.

3.1.1. Metode Yang Digunakan


Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian
deskriptif dan metode penelitian verifikatif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu
melakukan penelitian dengan menekankan analisis pada data-data angka, dengan
memakai metode penelitian ini akan dikethui hubungan yang signifikan antara
variabel yag diteliti, sehingga memperoleh kesimpulan yang akan memperjelas
mengenai objek yang diteliti.
Ismail Nurdin & Sri Hartati (2019:251) mengartikan metode penelitian
deskriptif merupakan salah satu dari jenis-jenis metode penelitian dengan tujuan
untuk mendapatkan informasi actual secara detail yang menggambarkan gejala
yang ada, mengidentifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek
yang berlaku. Metode ini membuat perbandingan atau evaluasi dan menentukan
apa yang dilakukan dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari
pengalaman untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan
datang.
Metode penelitian verifikatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk
menguji sebuah teori yang sudah ada, sehingga menghasilkan penelitian yang
dapat menggugurkan atau memperkuat pengetahuan atau teori yang sudah ada.
(Ismail Nurdin & Sri Hartati, 2019:237)
Penelitian kuantitatif yaitu penelitian ilmiah dengan menggunakan
metode ilmiah yang memiliki kriteria seperti berdasarkan fakta, bebas prasangka,
menggunakan prinsip analisa, menggunakan hipotesa, menggunakan ukuran
objektif dengan menggunakan data kuantitif atau yang dikuantitatifkan. (Ismail
Nurdin & Sri Hartati, 2019:61)
Tujuan menggunakan metode deskriptif dan verifikatif dengan
pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa
besar pengaruh tingkat pengembalian aset dan rasio hutang atas modal terhadap
nilai perusahaan pada perusahaan multifinance yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2015-2019).

3.2. Operasionalisasi Variabel


Ismail Nurdin & Sri Hartati (2019:123) operasionalisasi variabel
bertujuan untuk menghindarkan perbedaan interpretasi dan memudahkan
pengumpulan data serta membatasi ruang lingkup variabel. Operasionalisasi
variabel juga merupakan sebuah proses merubah definisi nominal agar menjadi
definisi opersional.
Hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya, maka penelitian
ini memuat tentang tingkat pengembalian atas aset (X 1) dan rasio hutang atas
modal (X2) sebagai variabel bebas (independent variable) dan nilai perusahaan (Y)
sebagai variabel terikat (deoendent variable).
Ada beberapa macam tipe variabel menurut Sugiyono (2018:57), adalah

sebagai berikut:

1) Independent Variable (Variabel Bebas) sering disebut stimulus variable,

predictor variable, dan amtecedent variable yang berarti variabel yang

menjadi sebab atau mempengaruhi perubahannya atau munculnya

variabel terikat. Di dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas

adalah tingkat pengembalian atas aset dengan simbol (X 1) dan rasio

hutang atas modal dengan simbol (X2).

2) Dependent Variable (Variabel Terikat) sering disebut output variable,

konsekuen, dan kriteria yang berarti variabel yang menjadi akibat atau

dipengaruhi adanya variabel independen (bebas). Di dalam penelitian ini

yang menjadi variabel terikat adalah nilai perusahaan dengan simbol (Y).

Berikut adalah tabel operasionalisasi variabel dengan 3 variabel yang

akan diteliti disertai indikator dari masing-masing variabel, yaitu sebagai berikut:

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel

No Variabel Konsep Variabel Indikator Skala


.
1 Return on asset adalah Rasio
rasio yang
Tingkat menunjukkan berapa Tingkat Pengembalian
Pengembalian Atas besar konstribusi aset Atas Aset (ROA) =
Aset (ROA) dalam menciptakan
(X1) laba bersih. Rasio ini
dipakai untuk
mengukur seberapa
besar jumlah laba
Heri (2015:193) bersih yang akan
diperoleh dari setiap
rupiah dana yang
diinvestasikan dalam
total aset.
Rasio hutang atas
modal atau debt to
Rasio Hutang Atas equity ratio yaitu rasio Rasio Hutang Atas Modal =
Modal (DER) hutang menggunakan
(X2) modal sendiri, semakin
2 Rasio
tingginya rasio ini
berarti modal sendiri
Kariyoto (2017:111) semakin rendahnya
dibandingkan dengan
hutangnya.
Nilai perusahaan
umumnya dikaitkan
dengan harga saham
Nilai Perusahaan yang pengukurannya Price To Book Value =
(Y) dapat dilaksanakan
dengan melihat
3 Rasio
perkembangan harga
saham di bursa, apabila
Silvia Indrarini semakin tingginya
(2019:16) harga saham berarti
nilai perusahaan juga
meningkat.”

3.3. Sumber dan Cara Pengumpulan Data

3.3.1. Sumber Data

Menurut Mamik (2015:103) dalam pengumpulan data apabila dilihat dari

sumbernya ada dua sumber data, yaitu:

1) Data Primer

Yaitu sumber data langsung yang sudah diolah sendiri dengan

memberikan data ke pengumpul data.

2) Data Sekunder

Yaitu sumber data tidak langsung yang sudah diolah oleh pihak lain tidak

diolah sendiri dengan memberikan data ke pengumpul data.


Data sekunder adalah sumber data yang dipakai dalam penelitian ini.

Data sekunder yang dibutuhkan yaitu laporan keuangan perusahaan multifinance

periode 2015-2019 yang didalamnya terdapat laporan keuangan yang sudah di

audit.

3.3.2. Cara Pengumpulan Data

Menurut Kadir (2015) dalam Hikmayati pengumpulan data bertujuan

untuk mengetahui dan mempelajari suatu masalah atau variabel penelitian.

Terdapat dua metode dalam pengumpulan data pada penelitian menurut

Widodo (2018:72-75), yaitu sebagai berikut:

1) Studi Lapangan:

a) Kuisioner

Merupakan list pernyataan atau pertanyaan yang sudah dibuat yang

dilandasi oleh indikator dari variabel penelitian yang diberikan pada

responden.

b) Tes

Merupakan serangkaian pernyataan atau pertanyaan standar dan

objektif pada sampel perilaku.

c) Wawancara

Merupakan aktivitas tanya jawab yang sudah disiapkan untuk

mendapatkan jawaban atau informasi atau data.

d) Observasi
Merupakan cara yang dipakai untuk mendapatkan bukti-bukti empirik

yang terlihat dan mendapatkan format baru untuk memahami konteks

maupun fenomena yang diteliti.

e) Dokumentasi

Merupakan aktivitas mengumpulkan data yang dikerjakan dengan

cara menelusuri dokumen dengan menggunakan dokumen tertulis,

foto, gambar atau lainnya yang bersangkutan dengan aspek yang

diteliti.

2) Studi Pustaka

Merupakan aktivitas mendalami, mengutip dan mempelajari konsep-

konsep atau teori-teori dari jumlah literatur baik jurnal, buku, koran, karya tulis,

majalah dan sebagainya yang relevan dengan variabel penelitian, fokus dan topik.

Pada penelitian ini cara pengumpulan data yang dipakai adalah studi

pustaka yaitu dari referensi buku, jurnal dan karya tulis lainnya dan studi

dokumentasi yaitu dari internet website resmi BEI (Bursa Efek Indonesia) yaitu

www.idx.co.id.

3.4. Teknik Penentuan Data

3.4.1. Populasi

Enny Keristiana, Zulkifli & Harun (2019, 83) mengatakan bahwa:

“Populasi merupakan kata yang berasal dari Bahasa Inggris yaitu

population yaitu jumlah penduduk. Populasi dalam penelitian dipakai untuk

menuturkan sekelompok objek yang akan diteliti dan akan dicari kesimpulannya.”
Populasi yaitu keseluruhan data sebagai perhatian dalam sebuah keadaan

dan waktu tertentu tetapi berkaitan dengan data bukan dengan manusia. Populasi

juga merupakan seluruh objek penelitian seperti manusia, tumbuh-tumbuhan,

gejala, hewan, nilai tes, benda atau kejadian yang merupakan sumber data

mempunyai karakteristik dalam suatu penelitian. (Syamsuni HR, 2019:160)

Populasi merupakan gabungan suatu elemen yang serupa tetapi bisa

dibedakan satu jenis ke jenis lainnya. (Hikmayanti Huwaida, 2019:14)

Populasi yang akan diteliti adalah perusahaan multifinance yang terdaftar

pada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 19 perusahaan.

Berikut adalah tabel populasi perusahaan-perusahaan multifinance yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang tercatat pada periode 2015-2019 :

Tabel 3.2

Daftar Populasi Perusahaan Multifinance yang Terdaftar di BEI

Jumlah
No
Kode Nama Perusahaan Tanggal IPO Laporan
.
Keuangan
1 ADMF PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 31 Maret 2004 16
2 BBLD PT Buana Finance Tbk 07 Mei 1990 30
3 BFIN PT BFI Finance Indonesia Tbk 12 Juni 1993 27
4 BPFI PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 01 Juni 2009 11
5 CFIN PT Clifan Finance Indonesia Tbk 02 Oktober 1990 30
6 DEFI PT Danasupra Erapacific Tbk 06 Juli 2001 19
7 FINN PT. First Indo America Leasing Tbk 08 Juni 2017 3
8 FUJI PT. Fuji Finance Indonesia Tbk 09 Juli 2019 1
9 HDFA PT Radana Bhaskara Finance Tbk 10 Mei 2011 9
10 IBFN PT Intan Baruprana Finance Tbk 22 Desember 2014 6
11 IMJS PT Indomobil Multi Jasa Tbk 10 Desember 2013 7
12 INCF PT. Indocitra Finance Tbk 27 Desember 1989 31
13 MFIN PT Mandala Multifinance Tbk 06 September 2005 15
14 MGNA PT. Magna Finance Tbk 07 Juli 2014 6
15 POLA PT Pool Advista Indonesia Tbk 16 Nopember 2018 2
16 TIFA PT TIFA FINANCE Tbk 08 Juli 2011 9
17 TRUS PT Trust Finance Indonesia Tbk 28 Nopember 2002 18
18 VRNA PT Verena Multi Finance Tbk 25 Juni 2008 12
WOM
19 F PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk 13 Desember 2004 16
Jumlah Laporan Keuangan yang telah diterbitkan 268
Sumber : www.sahamok.com

3.4.2. Sampel

Sampel merupakan bagian dalam populasi dan cara mengumpulkan data,

apabila yang diteliti merupakan dari suatu populasi. Apabila data yang didapatkan

melalui hasil sampling maka disebut estimate value (data perkiraan). (Hikmayanti

Huwaida, 2019:15)

Enny Keristiana, Zulkifli & Harun (2019,83) sampel yaitu bagian dari

populasi yang diharapkan dapat mewakili atau representatif populasi dalam

melakukan penelitian, apabila tidak representatif akan menghasilkan yang tidak

baik untuk hasil penelitian.

Enny Keristiana, Zulkifli & Harun (2019, 86) mengatakan bahwa teknik

pengambilan sampling terdapat dua metode yaitu:

1) Random Sample (Probability Sampling)

Merupakan cara dalam pemilihan beberapa komponen dari populasi yang

akan dijadikan sampel, dalam pemilihan yang dilakukan dengan berbagai

cara sehingga dari beberapa komponen memperoleh equaal chance

(kesempatan yang sama) untuk dipilih sebagai anggota sampel.

Singkatnya, probability sampling yaitu setiap komponen memiliki

kemungkinan atau probabilitas yang sama untuk dipilih.


Metode probablity sampling yaitu disproportionate startified sampling,

sample random sampling, dan proposrtionate startified random sampling.

2) Non Random Sample (Non Probability Sampling)

Merupakan cara dalam mengambil sampel yang tidak memberikan

kesempatan atau peluang yang sama untuk setiap anggota atau unsur

populasi yang dijadikan sampel.

Metode non probability sampling yaitu snowball sampling, sampling

jenuh, sampling purposive, sampling sistematis, sampling kuota dan

sampling insidental.

Dalam penelitian ini, bagian dari populasi untuk sampel yang dipilih dan

dipakai sebagai sampel dengan kriteria yang dibutuhkan adalah Perusahaan

Multifinance yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015-2019.

Perusahaan yang mempunyai laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31

Desember dan anual report atau sudah di audit.

Dari total populasi perusahaan multifinance yang telah tercatat di Bursa

Efek Indonesia pada periode 2015-2019 memperoleh sampel 15 perusahaan

dengan kriteria yang diperlukan. Sampel yang terpilih dapat dilihat pada tabel

dibawah ini:

Tabel 3.3

Daftar Sampel Perusahaan Multifinance yang Terdaftar di BEI

Jumlah Laporan
No. Kode Nama Perusahaan Keuangan
yang dijadikan sampel
1 ADMF PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk 5
2 BBLD PT Buana Finance Tbk 5
3 BFIN PT BFI Finance Indonesia Tbk 5
4 BPFI PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk 5
5 CFIN PT Clifan Finance Indonesia Tbk 5
6 DEFI PT Danasupra Erapacific Tbk 5
7 HDFA PT Radana Bhaskara Finance Tbk 5
8 IBFN PT Intan Baruprana Finance Tbk 5
9 IMJS PT Indomobil Multi Jasa Tbk 5
10 MFIN PT Mandala Multifinance Tbk 5
11 POLA PT Pool Advista Indonesia Tbk 5
12 TIFA PT TIFA FINANCE Tbk 5
13 TRUS PT Trust Finance Indonesia Tbk 5
14 VRNA PT Verena Multi Finance Tbk 5
15 WOMF PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk 5
Jumlah Laporan Keuangan 75
Sumber : www.idx.co.id

3.5. Teknik Analisis Data

3.5.1. Uji Asumsi Klasik

Uji asusmsi klasik merupakan syarat statistika yang wajib dipenuhi pada

analisis regresi linear berganda yang digunakan untuk uji normalitas, uji

heteroskedastisitas, uji autokorelasi dan uji multikolinearitas. (Nikolaus Duli,

2019:

Dalam penelitian asumsi klasik yang akan digunakan adalah uji

normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi dan uji multikolinearitas.

Berikut adalah penjelasannya:

1) Uji Normalitas

Yaitu untuk digunakan mengetahui sampel berasal dari populasi yang

berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan beberapa teknik

untuk menguji normalitas data, diantaranya adalah dengan memakai uji


K-S (Kolmorogov-Smirnov). (Enny Keristiana, Zulkifli & Harun,

2019:128)

Uji K-S dapat dibuat dengan hipotesis:

H0 : Data residual dengan distribusi normal, nilai signifikan > 0.05

H1 : Data residual dengan distribusi tidak normal, nilai signifikan < 0.05

2) Uji Heteroskedastisitas

Digunakan untuk melihat adanya ketidaksamaan varians dari residual

dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Model regresi yang

memenuhi persyaratan adalah adanya kesamaan varians dari residual dari

satu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap. (Nikolaus Duli, 2019:122)

Cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedasitisitas yaitu dengan

melihat grafik scatterplot, dengan dasar analisis sebagai berikut:

a) Bila ada pola khusus seperti titik –titik dengan membentuk suatu pola

yang teratur (melebar, bergelombang, menyempit) maka terjadinya

heteroskedastisitas.

b) Bila tidak ada pola yang jelas dan titik-titik menyebar pada bagian

atas dan bawah angka nol di sumbu Y, maka tidak terjadinya

heteroskedastisitas.

3) Uji Autokorelasi
Yaitu digunakan untuk mengetahui adanya korelasi dalam model regresi

linear antar kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada

periode t sebelumnya. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem

autokorelasi. Model regresi yang baik tidak terjadi autokorelasi.

Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi yaitu

dengan uji Durbin Watson (DW test). Pengambilan keputusan pada uji

Durbin Watson sebagai berikut:

a) DU < DW < 4 – DU maka H0 diterima, artinya tidak ada autokorelasi

b) DW < DL atau DW > 4 – DL maka H0 ditolak, artinya ada

autokorelasi

c) DL < DW < DU atau 4 – DU < DW < 4 – DL, artinya tidak ada

kesimpulan yang pasti atau tidak ada kepastian

4) Uji Multikolinearitas

Yaitu dilakukan untuk menguji apakah ada korelasi pada model regresi

antar variabel independen (IV). Korelasi antar variabel yang baik maka

nilainya sebaiknya kecil. Uji multikolinearitas dapat dilihat dari nilai

Variance Inflation Value (VIF) dan tolerance value, keduanya ini

memperlihatkan setiap variabel bebas yang mana dijelaskan oleh variabel

bebas yang lain. Uji multikolinearitas dilakukan dengan menguji sebagai

berikut:

a) Nilai tolerance > 0,10 dan VIF < 10, artinya tidak terjadi

multikolinearitas.
b) Nilai tolerance < 0,10 dan VIF > 10, artinya terjadi multikolinearitas.

3.5.2. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda yaitu bertujuan untuk mengetahui

seberapa besar pengaruh variabel independen (bebas) terhadap variabel dependen

(terikat). Dengan analisis regresi linear berganda akan mengetahui masing-masing

variabel antara independen (bebas) dengan dependen (terikat) berpengaruh positif

atau negatif. (Yusri, 2016:73)

Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui seberapa

besar pengaruh tingkat pengembalian atas aset dan rasio hutang atas modal

terhadap nilai perusahaan.

Rumus regresi linear berganda:

Y = a + b1X1 + b2X2

Keterangan :

Y : Nilai Perusahaan
a : Konstanta
b1 b2 : Konstanta variabel bebas
X1 : Tingkat Pengembalian atas Aset (ROA)
X2 : Rasio Hutang atas Modal

Hasil dari penelitian ini memiliki kemungkinan untuk menerima atau

menolak hipotesis, dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Y = a + b1X1 + b2X2 artinya berpengaruh positif antara tingkat

pengembalian atas aset dan rasio hutang atas modal terhadap nilai

perusahaan.
b) Y = a - b1X1 - b2X2 artinya berpengaruh negatif antara tingkat

pengembalian atas aset dan rasio hutang atas modal terhadap nilai

perusahaan.

3.5.3. Analisis Koefisien Korelasi

Analisis korelasi merupakan suatu teknik statistika yang berguna untuk

mengetahui tingkat hubungan linier antara variabel yang satu dengan yang lain

dan berguna untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan antara dua variabel.

(Enny Keristiana, Zulkifli dan Harun, 2019:146)

Rumus koefisien korelasi Pearson:

Keterangan:
n : Jumlah data
x : Variabel independen (bebas)
y : Variabel dependen (terikat)

3.5.4. Analisis Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) memberikan informasi tentang proporsi

keragaman atau variasi total disekitar nilai tengah Y yang dapat dijelaskan oleh

model regresi dugaan. Artinya memberikan informasi seberapa pengaruh variabel

bebas terhadap variabel terikat. (Enny Keristiana, Zulkifli dan Harun, 2019:112)

Rumus koefisien determinasi:


Keterangan:
KD : Koefisien determinasi
2
R : Koefisien korelasi

3.5.5. Uji Hipotesis

Menurut Sarmanu (2017,40) hipotesis berasal dari kata hipo yang artinya

lemah atau rendah, sedangkan tesis artinya pernyataan. Maka hipotesis dapat

diartikan pernyataan lemah, karena belum ada data dan belum diuji kebenarannya.

Pengujian hipotesis berguna untuk meunjukkan seberapa besar pengaruh

variabel bebas terhadap variabel terikat. Penelitian ini akan dilakukan dengan

memakai Uji-t.

Uji Statistik t berguna untuk menunjukkan apakah variabel bebas

(independen) akan memberikan pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap

variabel terikat (dependen). Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengujian

adalah:

1) Merumuskan hipotesis antara variabel bebas (independen) tingkat

pengembalian atas aset (ROA) dan rasio hutang atas modal (DER)

terhadap variabel terikat (dependen) nilai perusahaan. Hipotesisnya

adalah sebagai berikut:

a) H0 : b1 = 0, artinya tidak ada pengaruh signifikan tingkat

pengembalian atas aset (ROA) terhadap nilai perusahaan.

b) H0 : b2 = 0, artinya tidak ada pengaruh signifikan rasio hutang atas

modal (DER) terhadap nilai perusahaan.


c) H1 : b1 ≠ 0, artinya ada pengaruh signifikan tingkat pengembalian atas

aset (ROA) terhadap nilai perusahaan.

d) H1 : b2 ≠ 0, artinya ada pengaruh signifikan rasio hutang atas modal

(DER) terhadap nilai perusahaan.

2) Menentukan kesimpulan dengan t-hitung dan t-tabel

a) t-hitung > t-tabel, yaitu H0 ditolak dan H1 diterima, artinya variabel X

dan variabel Y ada keterkaitan.

b) t-hitung < t-tabel, yaitu H0 diterima dan H1 ditolak, artinya variabel X

dan variabel Y tidak ada hubungan.

3) Menentukan t-tabel sebagai batas daerah penerimaan dan penolakan

dalam hipotesis.
DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku

Nikolaus, Duli. 2019. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta : CV. Budi


Utama.

Nisfiannoor, M. 2015. Pendekatan Statistika Modern. Jakarta: Salemba Humanika

Enny. Zulkifli dan Harun. 2019. Statistika: Teori dan Aplikasi Pendidikan.
Medan: Yayasan Kita Menulis.

Hikmayanti. 2019. Statistika Deskriptif. Yogyakarta: Poliban Pres.

Mamik. 2015. Metodologi Kualitatif. Taman Sidoarjo: Zifatama Publisher

Ismail. N dan Sri. H. 2019. Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media


Sahabat Cendekia

Sarmanu. 2017. Dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Statistika.


Surabaya: Airlangga University Press.

Fitrah. M dan Luthfiyah. 2017. Metodologi Penelitian: Kualitatif dan Studi Kasus.
Sukabumi: CV. Jejak.

Mohamad Nur Utomo. 2019. Ramah Lingkungan dan Nilai Perusahaan. Surabaya:
CV. Jakad Publishing Surabaya 2019.

Syamsuni, HR. 2019. Statistika dan Metodologi Penelitian. Jawa Timur: CV.
Karya Bakti Makmur (KBM).
Prihadi, Toto. 2019. Analisis Laporan Keuangan Konsep dan Aplikasi. Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka Utama

Freddy, SK. 2019. Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik. Yogyakarta: CV.
Budi Utama

Wastam, WH. 2018. Dasar - Dasar Analisa Laporan Keuangan. Ponorogo: Uwai
Inspirasi Indonesia.

Hery. 2016. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Grasindo.

Hantono. 2018. Konsep Analisa Laporan Keuangan dengan Pendekatan Rasio dan
SPSS. Yogyakarta: CV. Budi Utama.

Fakhruddin, MH. 2013. Istilah Pasar Modal. Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo.

Kariyoto. 2017. Analisa Laporan Keuangan. Malang: Universitas Brawijaya


Press.

Kasmir. 2017. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana Prenada Media


Group.

Kariyoto. 2018. Manajemen Keuangan: Konsep dan Implementasi. Malang:


Universitas Brawijaya Press.

Inrarini, Silvia. 2019. Nilai Perusahaan Melalui Ekuitas Laba. Surabaya: Scopindo
Media Pustaka.

Franita, R. 2018. Mekanisme Good Corporate Governance dan Nilai Perusahaan.


Medan: Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah Aqli.
Sumber Jurnal :
I Wayan, W. 2014. “Pengaruh ROA Terhadap Nilai Perusahaan dengan
Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Good Corporate
Governance Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Kasus Pada PT. Persada
Raya Motion Kuta Badung”. Juima. 4(2). Tersedia: https://www.neliti
.com/publications/102478/pengaruh-roa-terhadap-nilai-perusahaan-dengan
-pengungkapan-corporate-social-resp (03 Juni 2020, 08.48-09.20)

Sundus, NH. dan Euis, K. 2017. “Pengaruh ROA, CAR, NPL, LDR, BOPO
Terhadap Nilai Perusahaan Bank Umum”. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan
Manajemen Bisnis. 5(1). Tersedia: https://pdfs.semanticscholar.org/7960
/c95b5cda23923be86153d807a758d7da1ef9.pdf (04 Juni 2020, 15.02-
15.25)

I Gusti, MAK. Dan Desy, A. 2015. “Pengaruh Debt To Equity Ratio (DER) , Debt
To Total Asset (DTA), Dividen Tunai, dan Ukuran Perusahaan Terhadap
Nilai Perusahaan (Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014)”. Jurnal Akuntansi
dan Keuangan. 4(1). Tersedia: https://journal.budiluhur.ac.id/index.
php/akeu/article/download/396/336 (03 Juni 2020, 19.07-19.36)

Dewi, J. 2015. “Pengaruh Rasio Hutang (DER) dan Profitabilitas (ROA)


Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Sub
Sektor Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode 2012-2014)”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Tersedia :
https://elib.unikom.ac.id/download.php?id=327918 = pengaruh roa dan der
(04 Juni 2020, 09.15-09.45)

Lita, ES. Jullie, JS. dan Rudy, JP. 2016. “Pengaruh Return On Asset, Debt To
Equity Ratio dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Nilai Perusahaan pada
Sektor Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2013-2014)”. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi. 16(03). Tersedia:
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jbie/article/viewFile/13577/13163
(03 Juni 2020, 14.08-14.36)

Sumber Internet :
Laporan Keuangan Tahunan (Online). Tersedia: http.//www.idx.co.id (02 Juni
2020, 08.40-11.00)

Laporan Perusahaan Tercatat dan IPO (Online). Tersedia: http.//www.


sahamok.com (02 Juni 2020, 13.30-14.00)