Anda di halaman 1dari 7

NAMA : SITI HASANAH

NIM : 180420038

MK : AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 V-B

Pertanyaan

1. Bagai mana proses konsolidasi berjalan sehubungan dengan saham preferen anak
perusahaan ?
2. Berapakah bagian saham preferen anak perusahaan yang beredar yang dilaporkan
sebagai bagian dari kepentingan non pengendali dalam laporan posisi keuanga posisi
konsolidasi ?
3. Berapa deviden preferen anak perusahaan yang dibayarkan ke non-afiliasi umumnya
dikurangi dari laba untuk menentukan besarnya laba bersih konsolidasi ?kapan
deviden anak perusahaan tidak dapat mengurangi laba untuk menentukan besarnya
laba bersih konsolidasi ?
4. Bagaimana fitur penarikan saham preferen anak perusahaan memengaruhi klaim
kepentingan non pengendali yang dilaporkan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasi ?
5. jelaskan bagaimana keberadaan saham preferen anak perusahaan dapat memengaruhi
jumlah goodwill yang dilaporkan dari pembelian anak perusahaan ?
6. Induk perusahaan menjual saham biasa dari satu anak perusahaan ke non-afilisasi
dengan harga lebih tinggi dari nilai tercatatnya dalam pembukuan induk perusahaan.
Bagaimana induk perusahaan seharusnya melaporkan penjualan tersebut ?bagaimana
pelapor penjualan tersebut dalam laporan keuangan konsolidasian ?
7. Anak perusahaan menjual saham biasa tambahan ke non-afiliasi pada harga lebih
tinggi dari nilai buku perlembar. Bagaimana transaksi tersebut menguntungkan
pemegang saham yang ada ?
8. Induk perusahaan membeli saham biasa tambahan salah satu anak perusahaanya dari
no-afiliasi pada harga lebih tinggi Rp10.000 dari nilai bukunya.Jelaskan bagaimana
pembelian tersebut tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun
tersebut.
9. Bagaimana pelaporan saham diperoleh kembali anak perusahaan dalam laporan
keuangan konsolidasi ?
10. Apakah yang dimaksud dengan kepemilikan tidak langsung ?bagaimana suatu
perusahaan memperoleh pengendalian atas perusahaan lain melalui kepemilikan tidak
langsung ?
11. PT induk memiliki 80% kepemilikan di PT Anak, dan PT Anak memiliki 90%
kepemilikan di PT Timah. Apakah pengaruh dari keuangan antar perusahaan belum di
realisasi sebesar Rp 100.000.000 pada Pembukuan PT Timah pada tanggal 31
Desember 20x5, terhadap jumlah laba bersih konsolidasi yang dilaporkan untuk
tahun tersebut ?
12. PT Sriwijaya memiliki 70% kepemilikan di PT Bima, dan PT Bima memiliki 60%
kepemilikan di PT Sanjaya. Apakah TP Sanjaya seharusnya dikonsolidasi dengan PT
Sriwijaya ?Mengapa ?
13. Apakah pengaruh dari dividen saham 15% terhadap laporan keuangan konsolidasian ?
14. Apakah pengaruh dari dividen saham 15% terhadap ayat jurnal eliminasi yang
digunakan untuk ,enyusun laporan posisi keuangan konsolidasian pada akhir tahun
saat dilakukan pengumuman dividen ?
15. Jika terdapat kepemilikan berlapis, jelaskan mengapa umumnya lebih baik untuk
menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menyelesaikan ayatb jurnal
eliminasi untuk perusahaan yang paling jauh dari kepemilikan induk perusahaan
terlebih dahulu, baru kemudian menyelesaikan ayat jurnal eliminasi untuk perusahaan
yang dimiliki langsung oleh induk perusahaan?
Jawaban :

1. Pada saat anak perusahaan mempunyai saham preferen yang beredar, setiap saham
preferen yang dimiliki induk perusahaan harus dieliminasi karena saham tersebut
dimiliki di dalam entitas konsolidasi. Saham preferen yang lain diperlakukan sebagai
bagian dari kepentingan nonpengendali. Dalam penentuan klaim pemegang saham
preferen, harus diperhatikan fitur dari saham preferen, termasuk dividen belum
diumumkan kumulatif, fitur partisipasi dividen, dan premi penarikan.
2. Sejumlah bagian saham preferen anak perusahaan yang tidak dimiliki induk
perusahaan yang akan dialokasikan ke kepentingan non pengendali. Misalnya Bagian
PT Induk memiliki saham sebesar 60% atas saham preferen PT Anak. Sisa saham
preferen itu dimasukkan ke dalam kepentingan nonpengendali.Laba dividen PT Induk
dari investasinya di saham preferen PT Anak dieliminasi terhadap bagiannya atas
dividen diumumkan PT Anak. Laba yang dialokasikan ke kepentingan nonpengendali
termasuk laba PT Anak yang menjadi hak pemegang saham selain PT Induk. Begitu
pula, total kepentingan nonpengendali termasuk ekuitas pemegang saham PT Anak
yang menjadi hak pemegang saham selain PT Induk.
3. Karena ketika laba bersih konsolidasi tidak terpengaruh oleh dividen preferen, jumlah
yang dialokasikan ke pemilik entitas induk terpengaruh karena laba yang dialokasikan
ke pemilik entitas induk dikurangkan untuk memperoleh jumlah yang dialokasikan ke
pemilik entitas induk. Dan ketika deviden preferen sebagai laba yang dialokasikan ke
kepentingan non pengendali tidak memiliki saham anak perusahaan, maka seluruh
dividen preferen tersebut di klasifikasikan sebagai bagian dari kepentingan
nonpengendali.
4. Yaitu berdasarkan perjanjian saham perferen dipandang sebagai klaim pemegang
saham preferen atas asset bersih anak perusahaan dan ekuitas pemegang saham anak
perusahaan sejumlah tersebut dialokasikan ke hak saham preferen dalam penyusunan
laporan posisi keuangan konsolidasian.
5. Keberadaan saham preferen dalam struktur ekuitas anak perusahaan membuat proses
konsolidasi menjadi kompleks, meskipun prosedur dasarnya tidak berubah dan
perusahaan investi memiliki saham preferen yang beredar. Sebagian saham preferen
yang dikeluarkan adalah saham preferen komulatif, non partisipatif dan nonvoting
(tidak berhak suara). Laba bersih perusahaan investi yang memiliki saham preferen
pertama-tama dialokasikan kepada pemegang saham preferen berdasarkan perjanjian
preferen, sedangkan sisanya dialokasikan ke pemegang saham biasa.
Jika saham preferem memiliki harga yang diminta (call price) atau harga yang
dibayarkan kembali (redemption price), maka nilai inilah yang digunakan dalam
mengalokasikan ekuitas investi kepada pemegang saham preferen. Jika saham
preferen tidak memiliki harga yang diminta, maka ekuitas dialokasikan berdasarkan
nilai nominal saham ditambah aigo kalau ada. Kemudian, setiap saham dividen dari
saham preferen kumulatif harus dimasukkan dalam ekuitas yang dialokasikan kepada
pemegang saham preferen.
6. Pada saat perusahaan menjual sebagian atau seluruh investasinya, sering timbul
keuntungan atau
kerugian dan dicatat dalam pembukuan penjual. Pertanyaan akan timbul jika saham
yang dijual tersebut adalah saham anak perusahaan dan anak perusahaan tersebut
masih tetap memenuhi syarat untuk dikonsolidasi. Pada saat induk perusahaan
menjual sebagian saham anak perusahaan, tetapi masih memiliki hak kendali,
persoalannya adalah apakah keuntungan atau kerugian dari penjualan saham tersebut
akan dicatat ke dalam laporan laba rugi konsolidasian atau dieliminasi dalam
konsolidasi. Mengakui keuntungan atau kerugian pada laporan laba rugi konsolidasian
atas penjualan saham anak perusahaan sementara masih melanjutkan
mengonsolidasikan anak perusahaan tampak tidak konsisten dengan konsep satu
entitas ekonomi. Dari sudut pandang konsolidasi, saham anak perusahaan menjadi
bagian dari kepentingan nonpengendali yang beredar pada titik waktu ketika saham
tersebut dijual kepada non-afiliasi. Apabila tidak ada keuntungan atau kerugian yang
diakui ketika satu perusahaan menerbitkan saham, tidak ada satu pun yang harus
diakui apabila perusahaan di dalam entitas konsolidasian menerbitkan saham. Selisih
antara nilai tercatat pada pembukuan induk perusahaan sebelum penjualan dan harga
jual secara konseptual lebih baik yang ditunjukkan pada laporan keuangan
konsolidasian sebagai penyesuaian atas agio saham biasa bukan sebagai keuntungan
atau kerugian.
7. Pada saat anak perusahaan menjual saham baru ke pihak-pihak di luar entitas
ekonomi, maka perusahaan konsolidasi akan mendapat tambahan dana. Penjualan
saham ke pihak non-afiliasi meningkatkan jumlah saham anak perusahaan yang
beredar, sehingga akan mengurangi persentase kepemilikan yang dimiliki oleh induk
perusahaan.
Penerbitan saham tambahan oleh entitas anak kepada pihak-pihak nonafiliasi
dipandang sebagai sebuah transaksi ekuitas dari perspektif konsolidasi. Meskipun
entitas induk tidak terlibat dalam transaksi tersebut, nilai buku dari entitas anak
berubah akibat saham tambahan yang akan diterbitkan. Perubahan nilai buku dari
kepentingan pengendali di entitas anak ini diakui oleh entitas induk dengan
menyesuaikan nilai tercatat investasinya di entitas anak dan premi saham biasanya.
Agio saham biasa entitas induk selanjutnya dicatat ke kertas kerja konsolidasi.
Dari sudut pandang konsolidasi, penjualan saham tambahan oleh entitas anak kepada
pihak- pihak non-afiliasi serta penjualan saham entitas anak oleh entitas induk
merupakan transaksi yang serupa: pada kedua kasus entitas konsolidasian menjual
saham kepada kepentingan nonpengendali. Karena partisipan dalam sebuah
konsolidasi dianggap sebagai anggota dari satu entitas ekonomi tunggal, penjualan
saham entitas anak kepada kepentingan nonpengendali harus diperlakukan dengan
cara yang sama, tanpa memperhatikan apakah entitas induk atau entitas anak yang
menjual saham. Pengakuan keuntungan atau kerugian atas transaksi semacam itu
tampak tidak tepat karena penjualan saham kepada pihak non-afiliasi oleh entitas
konsolidasian merupakan bentuk transaksi modal dari sudut pandang satu entitas
tunggal.
8. Pada saat induk perusahaan membeli saham dari anak perusahaan dengan jumlah
lebih besar dari nilai buku saham, maka peningkatan nilai buku tersebut termasuk
jumlah yang dialokasikan untuk saham yang baru dibeli dari anak perusahaan. setelah
jumlah selisih ditentukan, perlakuan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian sama dengan selisih yang ditimbul atas pembelian saham dari non
afiliasi. Akan tetapi, karena induk perusahaan dapat memengaruhi harga beli saham,
maka jumlah selisih dapat dapat mempunyai atau tidak kaitan dengan perubahan
dalam nilai asset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi dan harus ditelaah secara hati
hati untuk menentukan bagaimana selisih tersebut dialokasikan
9. Kadang kala, anak perusahaan membeli saham diperoleh kembali dari pemegang
saham nonpengendali. Pemegang saham nonpengendali sering menyadari bahwa
mereka hanya memiliki sedikit kesempatan untuk memberikan input untuk aktivitas
dan operasi anak perusahaan dan sering bersedia untuk menjual sahamnya. Induk
perusahaan dapat lebih memilih untuk tidak memedulikan pemegang saham lain dan
dapat memerintahkan anak perusahaan untuk membeli kembali saham nonpengendali
yang tersedia. Walaupun induk perusahaan bukan pihak yang terlibat langsung pada
saat anak perusahaan membeli saham diperoleh kembali dari pemegang saham
nonpengendali, ekuitas induk perusahaan atas aset bersih anak perusahaan dapat
mengalami perubahan karena adanya transaksi tersebut. Jika hal ini terjadi, jumlah
perubahan tersebut harus diakui dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
10. Yang dimaksud dengan kepemilikan tidak langsung adalah investasi yang
memungkinkan investor untuk mengendalikan atau mempengaruhi secara signifikan
perusahaan lain tidak melalui kepemilikan saham langsung, melainkan melalui anak
perusahaannya.
11. Terpengaruh karena PT Anak memiliki hak dari keuntungan yang belum direalisasi
oleh PT Timah,PT anak 90% x 100.000.000 = 90 juta jadi keuntungan yang belum
direalisasi yang menjadi keuntungan bagi PT anak sebesar 90 juta, Pada saat
dilaporkan dalam laba bersih konsolidasi maka keuntungan yang dimiliki PT anak
dari PT Timah sebesar 90 juta.
12. Jika dilihat pada PT Sriwijaya yang memiliki 70% kepemilikan PT Bima, kemudian
PT Bima memiliki 60% kepemilikan diPT Sanjaya. Dapat diartikan bahwa PT
Sriwijaya secara tidak langsung memiliki 42%kepemilikan (70% x 60%) perusahaan
PT Sanjaya. Hak minoritas yang dimiliki sebesar 30% dari saham PT Bima dan hak
minoritas yangdimiliki 58% ((30% x 60%) + 40%) dari PT Sanjaya. Oleh karena itu,
laporan keuangan PT Sanjaya harus masuk ke dalam laporan konsolidasi PT
Sriwijaya. Karena kepemilikan saham yang dimiliki oleh PT Bima merupakan saham
yang dimiliki oleh PT Sriwijaya juga. Dengandemikian PT Sriwijaya punya kendali
atas PT Bima dan PT Bima punya kendali atas PT Sanjaya.
13. Yaitu mengakibatkan perubahan kecil dalam ayat jurnal eliminasi yang diperlukan
untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian. Pada tahun pengumuman dividen
saham, pengumuman dividen saham dan saldo saham biasa yang lebih tinggi harus
dieliminasi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Di tahun-tahun
berikutnya, ayat jurnal eliminasi investasi mencerminkan saham biasa anak
perusahaan yang lebih tinggi dan saldo laba yang lebih rendah.
14. Pada akhir tahun, pegumuman dividen saham telah ditutup dan menjadi akun saldo
laba anak perusahaan, serta tidak muncul secara terpisah dalam laporan keuangan
pada periode periode berikutnya.
Dividen saham mengakibatkan saldo saham bisa lebih tinggi dan saldo laba lebih
rendah pada pembukan anak perusahaan dibandingkan jika tidak ada dividen saham.
Transaksi yang melibatkan saham biasa anak perusahaan dapat mempengaruhi
presentase kepemilikan pemegang saham pengendali. Pengaruh dividen saham 15%
terhadap ayat jurnal eliminasi pada pengumuman dividen saham oleh anak perusahaan
mengakibatkan perusahaan kecil dalam ayat jurnal eliminasi yang diperlukan untuk
meyusun laporan keuangan konsolidasi. Pada tahun pengumuman dividen saham,
pengumuman dividen saham dan saldo saham biasa yang lebih tnggi harus di
eliminasi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi ditahun tahun berikutnya
ayat jurnal eliminasi investasi mencerminkan saham biasa anak perusahaan yang lebih
tinggi dan saldo laba yg lebih rendah.
15. Hubungan berlapis terjadi ketika dua perusahaan memiliki saham satu sama lain.
Dalam praktik, hubungan ini jarang terjadi, dan dampak akuntansinya sering kali
tidak material. Metode menangani hubungan ini yang paling sering ditemukan dalam
praktik adalah metode saham treasuri. Berdasarkan metode saham treasuri, pembelian
saham entitas induk oleh entitas anak diperlakukan dengan cara yang sama seolah-
olah entitas induk telah membeli kembali sahamnya sendiri dan memegangnya di
treasuri. Entitas anak biasanya mempertanggungjawabkan investasi di saham entitas
induk dengan menggunakan metode biaya karena investasinya biasanya kecil dan
hampir tidak pernah mampu memengaruhi entitas induk secara signifikan. Laba yang
dibebankan ke kepentingan nonpengendali di entitas anak harus didasarkan pada laba
terpisah entitas anak yang mengeluarkan pendapatan dividen dari investasi pada
entitas induk. Demikian pula, entitas induk biasanya mendasarkan saham metode
ekuitas dari laba entitas anak Pada laba entitas anak yang tidak memasukkan
pendapatan dividen dari entitas induk.

Anda mungkin juga menyukai