Anda di halaman 1dari 17

Sistem Sirkulasi Darah

Sistem sirkulasi darah pada hewan diperlukan untuk mengangkut berbagai bahan
yang diperlukan oleh hewan ke seluruh tubuh. Pada hewan tingkat rendah tidak
memerlukan system sirkulasi tertentu. Makin tinggi derajat hewan tersebut, maka system
sirkulasi semakin Skomplek.

Fungsi Sisten Sirkulasi Darah


Fungsi utama system sirkulasi ialah mendistribusikan metabilit dan oksigen ke
seluruh sel tubuh organisme serta mengumpulkan ampas metabolisme sel untuk
diekskresikan melalui organ-organ ekskresi. Pada hewan vertebrata, system peredaran
meliputi sistem sirkulasi cardiovaskuler, yaitu jantung (cor) dengan vasa-vasanya (arteri,
vena dan kapiler) dan sistem limfatik. Pada sistem cardiovaskuler, cairan cairan
pengangkutan adalah darah, sedangkan pada sistem limfatik adalah cairan limfe (getah
bening). Adapun fungsi sistem sirkulasi darah secara rinci adalah sebagai berikut:
1. Mengangkut zat makanan dari usus menuju ke seluruh jaringan tubuh.
2. Mengangkut ampas metabolisme dari jaringan tubuh menuju ke alat pembuangan.
3. Mengangkut O2 dari paru-paru atau insang ke seluruh jaringan tubuh.
4. Mengangkut CO2 udari jaringan tubuh ke paru-paru atau insang.
5. Mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke tempat sasaran (target).
6. Mendistribusikan panas dari sumbernya kee seluruh bagian tubuh.
Pada hakekatnya, fungsi system sirkulasi adalah untuk menjaga homeostasis atau
kekonstanan medium dalam dalam (milieu interieur). Homeostasis merupakan gejala
umum pada makhluk hidup agar dapat mempertahankan hidup dalam keadaan stres dan
perubahan lingkungan.
Sistem sirkulasi darah dibedakan menjadi dua yaitu sistem peredaran darah
tertutup dan sistem peredaran darah terbuka. Dapa sistem tertutup, darah beredar
sepanjang rangkaian pembuluh darah mulai dari arteri ke vena melalui kapiler.
Sedangkan sistem peredaran darah terbuka, darah beredar melalui rangkaian pembuluh
darah arteri menuju ke ruang terbuka (yang disebut hemocoel atau blatocoel). Ruang
terbuka ini umumnya terletak di antara ektoderm dan endoderm. Cairan yang terdapat
dalam hemocoel tridak beredar melalui pembuluh darah kapiler, tetapi langsung
menggenangi sel-sel jaringan.
Ciri-ciri peredaran darah tertutup adalah:
1. Ada pemisahan dari alat tubuh yang termasuk sistem peredaran darah, dimana jantung
berfungsi memompa darah ke sistem arteri, dan tingkat tekanan darah yang cukup
tinggi tetap dipertahankan di pembuluh arteri.
2. Sistem pembuluh darah arteri merupakan reservois tekanan yang dapat mendorong
darah menuju ke kapiler.
3. Dinding pembuluh darah kapiler sangat tipis sehingga memungkinkan adanya
perpindahan zat antara darah yang terdapat di kapiler dengan cairan jaringan yang
menempiti ruang-ruang antar sel.
4. Tekanan darah di kapiler tertentu (glomerulus) cukup tinggi sehingga memungkinkan
terjadinya proses ultrafiltrasi di ginjal.
5. Terdapat sistem limfatik yang sangat bermanfaat untuk mengembalikan cairan yang
tertimbun di ruang antar sel, masuk kembali ke pembuluh darah.
Ciri peredaran darah terbuka adalah mempunyai kemampuan yang sangat terbatas untuk
mengubah kecepatan dan penyebaran aliran darah. Akibatnya pengubahan pengambilan
oksigen berjalan lambat dan jumlah maksimum laju perpindahan oksigen setiap satuan
berat badan adalah kecil. Sistem peredaran darah terbuka misalnya dijumpai pada kelas
bivalvea dan mollusca.

Alat-alat peredaran darah

Alat-alat peredaran pada vertebrata adalah: jantung dan pembuluh darah. Pembuluh darah
dibedakan menjadi: arteri, vene dan kapiler darah.

Jantung (Cor)
Keanekaragaman struktur jantung pada vertebrata, terletak pada lokasi, jumlah
ruangannya, dan kemilikan klep-klep dan sekat-sekat diantara ruangan-ruangannya. Ikan
memiliki jantung dengan dua ruangan: serambi jantung (atrium) dan bilik jantung
(ventrikulus kordis). Selain itu ada dua ruangan tambahan yaitu sinus venosus dan konus
arteriosus. Amfibi memiliki jantung dengan tiga ruangan: dua serambi dan satu bilik.
Pada hewan melata (reptil), bilik jantung terbagi dua dengan sekat (septum) yang tidak
sempurna (septum ventrikularis). Septum ini menjadi sempurna pada burung dan hewan
menyusui. Burung dan hewan menyusui memiliki jantung dengan empat ruangan: dua
serambi dan dua bilik. Antara serambi kiri dengan bilik kiri terdapat klep kelopak dua
(valvula bicuspidalis), dan antara serambi kanan dan seranbi kiri terdapat klep korda
(chorda tendinae) dengan tonjolan otok pada dinding jantung yang disebut otot papilaris.
Antara bilik kiri dengan aorta terdapat klep seminular aorta (valvula semilunaris), dan
antar bilik kanan dengan pembuluh nadi paru-paru (arteri pulmonalis) terdapat klep
semilunar paru-paru (valvula semilunaris).

Sifat fungsional jantung


Jantung mempunyai sifat sebagai berikut:
1. Iritabilitas jantung adalah adalah kemampuan untuk mengadakan tanggapan bila
mendapat rangsangan dengan intensitas yang cukup besar.
2. Daya hantar (konduktivitas) adalah kemampuan jantung untuk merambatkan impuls
pada bagian-bagian jantung tidak sama.
3. Daya kontraksi (kntraktilitas), adalah kemampuan jantung untuk berkontraksi.
Kontraksi jantung disebut sistol. Kecepatan kontraksi otot jantung lebih lambat
dibandingkan otot polos. Setelah otot jantung berkontraksi kemudian mengalami
pengendoran yang disebut diastole.
4. keotomatisan (keiramaan jantung), adalah kemampuan jantung untuk berdenyut
sendirinya tanpa ada impuls yang datang dari luar jantung. Denyut jantung ditimbulkan
oleh otot jantung itu sendiri (miogenik), tetapi frekuensi denyut jantung dipengaruhi oleh
saraf dan hormone. Bagian jantung mammalian yang mula-mula menimbulkan denyut
adalah nodus sinoauricularis, sedangkan pada katak adalah pada bagian sinus venosus.
5. Jantung mempunyai periode refrakter relative lama. Periode refrakter pada jantung
terjadi selama sistol dan terjadi agak lama (dalam satuan detik). Periode refrakter yang
agak lama menyebabkan jantung tidak dapat tetanus.
6. Jantung mempunyai sifat mengikuti hukum Starling. Jika jantung mngebang, yang
berarti otot jantung makin panjang, kuat kontraksi otot jantung makin kuat.
Eksitasi dan Konduksi Jantung

Otot jantung sebenarnya terdiri dari tiga macam jaringan, yaitu:


a. Jaringan nodal.
Pada mamalia, terdapat dua jaringan nodal yaitu: Nodus sinoauricularis (SA Node)
yang ditemukan oleh Keith da Flack pada tahun 1906, dan Nodus atrioventricularis
(AV node). Nodus ini mula-mula dikenal oleh Kent (1892) dan baru tahun 1906
dijelaskan secara terprinci oleh Tawara. SA Node terletak di dinding serambi kanan,
kira-kira di bawah dan medial dari lubang masuknya vena cava superior ke serambi
kanan. AV Node terletak di daerah subendokardium dari atrium dekat masuknya
sinus koronaria.
b. Jaringan Purkinje
Jaringan Purkinje ini hanya terdapat pada mamalia dan aves. Jaringan Purkinje ini
banyak mengandung gikogen dan sedikit miofibrik. Jaringan Purkinje ini terutama
terdiri dari berkas His dengan cabang-cabangnya. Mula-mula berkas His bercabang
dua, yaitu cabang berkas His kiri yang mensuplai bilik kiri dan cabang berkas His
kanan yang mensuplai bilik kanan. Masing-masing cabang berkas His berjalan
sepanjang permukaan endometrium dari masing-masing bilik jantung. Cabang berkas
His kemudian bercabang lagi menuju kea rah dalam otot bilik sehingg setiap ada
impuls yang merambat sepanjang jaringan Purkinje akan sampai pada setiap bagian
dari otot bilik jantung.
c. Jaringan otot jantung
Eksitasi dn penyebarn impuls pada jantung tergantung pada kelas hewan.

Pada jantung katak, yang bertindak sebagai pacu jantung adalah Sinus Venosus.
Impuls mula-mula ditimbulkan oleh Sionus Venosus kemudian dirambatkan ke atrium
dan akhirnya ke ventrikel. Impuls tersebut merambat pada serabut otot, atrium dan
serabut otot ventrikel, dan tidak merambat melalui sistem konduksi khusus seperti
mamalia.
Pada mamlia impuls mula-mula ditimbulkan oleh SA node kemudian menyebar
ke seluruh otot serambi dari serabut ke serabut. Otot serambi dihubungkan dengan AV
node oleh serabut transisi. Serabut transisi menghantarkan impuls sangat lambat,
sehingga ipuls yang merambat dari serambi kiri ke bilik mengalami perlambatan selama
satu seprsepuluh detik. Perlambatan ini memberetelah impuls sampai di AV node
kemudian merambat sepanjang berkas His besrta cabang-cabangnya dan diteruskan ke
serabut-serabut otot kedua bilik secara bersamaan .
Di dalam SA node timbuls impuls yang menyebabkan serambi otot jantung
(miokardium berkontraksi). Impuls sampai di AV node dan diteruskan ke miokardium ke
bilik jantung sehingga bilik berkontraksi. Bila miokardium berkontraksi disebut sistole
(Yunani, systellein= kontraksi). Dengan demikian systole kedua bilik jantung terjadi
setelah systole kedua serambi jantung. Setlah berkontraksi, miokardium kendor kembali
(relaksasi), serambi jantung atau bilik jantung mengembang kembali kejadian ini disebut
diastole.

Persarapan pada Jantung


Ada dua macam saraf yang mensarafi jantung, uaitu saraf simpatik dan saraf
parasimpatik. Pada daerah medula oblongata dari otak terdapat kumpulan neuron yang
dibedakan menjadi pusat kardioaselelator dan pusat kardioinhibitor. Dari daerah
kardioaselelator keluar saraf simpati yang berjalan ke bawah dan keluar ke sumsum
tulang belakangsebagai saraf jantungmenuju ke SA Node. Bial pusat kardioaselolator
terangsang, maka ujung-ujung saraf simpatis ini mengeluarkan neurotransmiter epinefrin
yang menyebabkan frekuensi denyut jantung meningkat, dan kecepatan penjalaran inplus
disepanjang sistem penghantaran implus jantung meningkat. Sedangkan pada
kardioinhibitor keluar saraf keluar saraf parasimpatis yang disebut saraf vagus (saraf
kranial X) menuju ke SA Node. Bila Kardioinhibitor ini terangsang, ujung-ujung saraf
vagus tersebut akan melepaskan neurotransmiter asetilkolin yang menyebabkan frekuensi
denyut jantung menurun, kuat kontraksi otot jantung menurun, dan kecepatan penjalaran
impuls jantung menurun. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengendaliann
aktivitas jantung meruapakan resultante pengaruh saraf simpatis dan parasimpatis. Bila
pengaruh saraf simpatis lebih kuat, aktivitas jantung akan meningkat, sedang bila
pengaruh parasimpatis meningkat maka aktivitas jantung akan menurun.
Darah
Darah terdiri dari 45% korpuskula dan 55% plasma darah.
Korpuskula sendiri terdiri dari :
1. Sel darah merah (eritrosit) sebesar 99%, mengandung hemoglobin yang berfungsi
mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga menjadi penentu golongan darah
seseorang. Jika kandungan sel darah merah seseorang sangat kurang, ia dikatakan
anemia.

Ciri-ciri sel darah merah

Memiliki inti

Berwarna merah kekuningan

Erytrocyte dewasa bentuk lonjong, kecil, diameter 7-36 mikron (tergantung


spesies ikannya)

Jumlah tiap mm3 darah berkisar antara 20.000 – 3.000.000

Pengangkutan oksigen dalam darah bergantung pada HB yang terdapat dalam


erytrocye

2. Trombosit (keping-keping darah), kandungannya berkisar antara 0,6 dan 1,0 %.


3. Fungsi trombosit adalah membantu proses pembekuan darah.
4. Sel darah putih (leukosit), berjumlah 0,2% dari total darah.

Leucocyte (sel darah putih)


 Tidak berwarna
 Berjumlah 20.000-150.000 dlm tiap mm3 darah
 Dibedakan 2: granulocyte dan agranulocyte
Granulocyte
neutrophyl, acidophil (easinophil), basophil.
Agranulocyte
lympocyte, monocyte, thrombocyte.(terbesar dr leucocyte)
Organ pembentuk darah pada Cyclostoma semua jenis darah dibentuk dalam Limpa
yang tersebar pada sub mucos usus alat pencernaan makanan. Pada Ikan berahang
limpa terbagi atas :

Cortex (bagian luar) berwarna merah membentuk erytrocyte dan thrombocyte

Medulla (bagian dalam) berwarna putih membentuk lymphocyte dan granulocyte

5. Tugas leukosit adalah menjaga sistem imunitas tubuh dan membunuh virus atau
bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

B. Plasma Darah, terdiri dari :


1. Albumin
2. Bahan pembeku darah
3. Immunoglobin (antibodi)
4. Hormon
5. Berbagai protein dan garam

Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu yang mencerminkan
perbedaan suatu perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel
darah merah. Darah manusia dibedakan menjadi empat macam; A, B, AB, dan O yang
masing-masing memiliki karakteriktik berbeda.

Pembuluh darah
Pembuluh Darah
Darah selepas jantung mengalir dalam pembuluh adarah untuk mencapai jaringan-
jaringan tubuh. Kemudian dari jaringan tubuh disalurkan kembali ke jantung. Pembuluh-
pembuluh darah yang mengalirkan darah yang keluar dari jantung adalah. Arteria, yang
bercabang-cabang menjadi arteriole, dan arteriole bercabang-cabang kembali menjadi
metaarteriole, terletak antara arteriole dan kapiler.
Pada dinding arteri banyak terdapat serabut-serabut elastis dan serabut otot, sehingga
arteri mempunyai kemampuan untuk berdenyut. Dinding metaarteriole hanya terdiri dari
selapis sel endoteelium dan sebelah luarnya terdapat serabut-serabut otot polos yang tipis.
Berkontraksinya otot ini menyebabkan lumen metaarteriole menyempit.
Pembuluh-pembuluh darah yang mengealir kembali ke jantung adalah : Vena dan
bercabang-cabanga menjadi venule. Dinding pembuluh vena dan venu;e lebih tipis
dibandingkan arteri dan arteriole. Di dalamnya sedikit atau tidak terdapat serabut elastis
dan serabut-serabut otot. Di lumen vena terdapat klep-klep yang berfungsi mencegah
mengalirnya kembali darah. Klep ini tidak terdapat pada vena yang sangat kecil, vena
besar, vena di dalam otak, dan vena alat-alat dalam.
Kapiler
Antara metaarteriole dan venule dihubungkan oleh kapiler. Pada pangkal kapiler terdapat
suatu lingkaran otot yang berfungsi sebagai otot sfingter yang mengatur aliran darah
dalam kapiler. Dinding kapiler terdiri atas kalsium-proteinat.

PEREDARAN DARAH VERTEBRATA


a. Amphioxsus

Darah berwarna muda. Darah adalah penyedia, tidak hanya dalam pembuluh
darah tetapi juga dalam bentuk limfa. Pembuluh darahnya disebut artri atau urat
darah. Arteri mempunyai dinding otot dan aorta serta lapisan endothelial Di
bawah tenggorokan ada batang dari ventral kontraktil yang berfungsi memompa
darah yang maju dengan kontraksi peristaltik.
Dari aortra ventral keluar cabang-cabang artteri afferent tegak dan naik ke dinding
kerongkongan. Cabang arteri afferent dimulai dari dilatasi kontraktil yang disebut
bulbili yang juga memompa darah.

b. Pisces
Sistem peredaran darah pada ikan terdiri dari: jantung beruang dua, yaitu sebuah
bilik (ventrikel) dan sebuah serambi (antrium). Jantung terletak dibawah faring di
dalam rongga parikambium, yaitu bagian dari rongga tubuh yang terletak di
anterior (muka). Fungsi jantung memompa darah Selain itu, terdapat organ sinus
venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari
vena dan terbuka di ruang depan jantung.

Gbr: Jantung ikan terdiri dari Atrium dan Ventrikel


Sistem sirkulasi ikan berupa system peredaran darah tertutup atau peredaran darah
tunggal. Pada sisitem peredaran darah tunggal darah melalui jantung hanya satu
kali peredaran. Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbon dioksida
mengalir ke sinus venosus, kemudian masuk ke atrium. Sinus venosus adalah
ruang atau rongga jantung yang terletak diantara ventrikel dan atrium. Pada saat
jantung mengendur, darah mengalir melalui klep, masuk kedalam ventrikel. Dari
ventrikel darah diteruskan ke konus ateriosus, kemudian menumju aorta ventralis
dan dilanjutkan ke insang. Di Insang, aorta bercabang-cabang menjadi kapiler-
kapiler (Pembuluh-pembuluh kecil). Kapiler-kapiler insang melepaskan karbon
dioksiada dan mengambil oksigen dari air. Dari kapiler-kapiler insang, darah
mengalir ke aorta dorsalis yang bercabang-cabang. Dari cabang-cabang aorta
dorsalis ini darah mendistribusikan ke kapiler-kapiler seluruh bagian tubuh. Selain
darah juga mengambil kabron dioksida untuk dibawa kembali ke jantung melalaui
vena kava dan sinus venosus.

c. Amphibi
terdiri dari jantung, arteria, capilar, vena, ductus lymphaticus, darah dan cairan
lympha. Darah dari tubuh masuk ke atrium kanan dari sinus venosus kemudian
masuk ke sisi kanan ventrikel, dan dari sini dipompa ke paru-paru. Darah yang
mengandung oksigen dari paru-paru masuk ke atrium kiri lewat vena pulmonalis
kemudian menuju sisi kiri ventrikel untuk selanjutnya dipompa menuju ke
seluruh tubuh. jantung dibungkus oleh selaput pericardium, berbentuk lonjong
(bulat panjang) yang terdiri atas sebuah ventriculum yang terletak di sebelah
posterior, berdinding otot daging tebal, berwarna muda, dua buah atrium yaitu
atrium sinistrum dan atrium dextrum, tipis, berwarna lebih tua. Antara atrium
dengan ventriculum terdapat valvae (klep) sehingga darah tidak kembali,
sedangkan antara kedua atrium terdapat septum (sekat). Kemudian sinus venosus
yang berbentuk segitiga, terletak sebelah dorsal dari cor dan truncus arteriosus.
Conus arteriosus berbentuk pembuluh bulat, terdiri atas dua bagian cabang yang
melengkung ke kanan dan ke kiri kemudian bercabang tiga buah, yaitu arteri
communis, arteriae pulmonalis communis, arteriae pulmonalis. Arteri carotis
ommunis pecah menjadi dua yaitu carotis externa dan carotis interna. Aorta
merupakan cabang trancus arteriosus sebelah median. Vena dibedakan atas dua
golongan yaitu yang masuk ke dalam atrium sinistrum yakni vena pulmonalis
yang berasal dari paru-paru. vena yang masuk ke dalam sinus venosus yang terdiri
atas vena cava cranialis (anterior) dexter yang membawa oksigen ke cor, vena
cava anterior sinistra dan vena cava posterior (inferior) yang menerima darah dari
ginjal, gonad, otot daging sebelah dorsal dan extremitas posterior.

d. Sistem Sirkulasi pada Reptil


Peredaran darah pada reptil merupakan peredaran darah tertutup karena darah
yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah, selain itu
karena darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali maka peredaran darah
reptile disebut sebagai peredaran darah ganda. Peredaran darah ganda terdiri atas:

Peredaran darah panjang/besar/sistemik


Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik
(ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar
dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida
dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.

Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal : Adalah peredaran darah yang


mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah yang
kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri
pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya
akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui
vena pulmonalis. Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah,
luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada
jantung dan pembuluh darah.
Tiga Pola Sistem Sirkulasi pada Superkelas Reptil

Sistem peredaran darah pada reptil tidak bisa disamaratakan dalam satu model. Ini
tidak begitu mengherankan mengingat keragaman morfologi, fisiologi dan
perilaku yang ditemukan di dalam superkelas ini. Kita dapat membagi model
jantung reptile ke dalam tiga pola; pola Squamata, pola Varanid, dan pola
Crocodilian.

Pola Squamata

Pola ini ditandai dengan tiga ruang jantung (2 atria dan 1 ventrikel jantung).
Atrium kanan menerima darah miskin oksigen lalu diteruskan ke cavum venosum
ventrikel. Atrium kiri menerima darah kaya oksigen dari paru-paru lalu diteruskan
ke cavum arteriosum. Kontraksi ventricular pada pola ini adalah tunggal, yang
mana akan berakibat pada tercampurnya darah miskin oksigen dan darah kaya
oksigen.

Pola Varanid
Kelompok kadal-kadalan/Varanida biasanya memiliki tingkat metabolism yang
lebih tinggi dari reptile lainnya dan memilliki sedikit perbedaan struktur jantung.
Pola ini memiliki karakteristik berjantung tiga ruang tetapi cavum venosum-nya
lebih kecil dari pada cavum venosum pada pola Squamata. Selain itu peredaran
darahnya ganda. Perbedaan ini mengurangi resiko pencampuran dari darah kaya
oksigen dan darah miskin oksigen. Namun pencampuran masih dapat terjadi
dalam beberapa keadaan.

Pola jantung Squamata dan Varanid

Pola Crocodilian

Pola ini merupakan karakteristik dari Crocodilian. Jantungnya terdiri dari empat
ruangan (dua atria dan dua ventrikel), tetapi terdapat saluran sempit, yaitu
foramen Panizza, yang menghubungkan dua arteri utama (arteri kanan dan arteri
kiri). Dua system arteri ini muncul dari ruang ventrikel yang berbeda (arteri kiri
dari ventrikel kanan, dan arteri kanan dari ventrikel kiri). Ini memberikan
kesempatan bagi paru-paru untuk melakukan anoxia (mengurangi suplai oksigen
pada jaringan tubuh) pada kondasi tertentu, misalnya ketika menyelam dalam air.
Menurut para penyelam sukarelawan, buaya dapat diam dalam air selama 10-15
menit. Ketika buaya sedang bersembunyi dari mangsanya, kemampuan menyelam
ini bisa lebih lama lagi, sekitar 30 menit atau lebih. Eksperimen menunjukkan
bahwa kebanyakan buaya sebenarnya dapat bertahan di bawah air hingga 2 jam
jika dalam keadaan tertekan.

Darah miskin oksigen dari tubuh di terima oleh atrium kanan dan di transport ke
ventrikel kanan. Dari sana darah dipompa ke paru-paru dan kembali ke atrium
kiri. Darah kaya akan oksigen ini kemudia di pompa oleh ventrikel kiri menuju
seluruh tubuh.

Jantung pola Crocodilian

Walaupun system arteri kiri berasal dari ventrikel kanan, darah ini tersuplai oleh
oksigen dari darah kaya oksigen di ventrikel kiri melalui foramen panizza. Karena
tekanan dalam system sirkulasi lebih tinggi dari sirkulasi paru-paru. Katup pada
basal system arteri kiri tetap tertutup untuk menjaga darah tetap terpisah.

Ketika buaya menyelam, tekanan udara terbentuk dalam paru-paru, menurunkan


aliran pada system paru-paru. Ini menurunkan jumlah darah yang mengalir ke
paru-paru dan output dari ventrikel kanan langsung masuk ke system arteri kiri.
Dengan cara ini, buaya mampu mencegah aliran darah ke paru-paru jika tidak
diperlukan.

e. Aves
Jantung terbagi dalam 4 ruang dan efisiensinya memungkinkan perkembangan
suhu tubuh yang tetap (homeotermi). Ini memungkinkan laju metabolisme yang
tinggi pada semua suhu lingkungan. Sebagai sentral adalah cor, yang terletak di
lenea mediana, berbentuk kerucut, diliputi oleh pembungkus pericardium. Terbagi
atas empat ruangan: atrium sinistrum dan atrium dextrum, yang terpisahkan oleh
septum atrium, vetriculum sinistrum dan ventriculum dextrum yang terpisah oleh
septum ventriculum. Pada aves tidak terdapat lagi sinus venosus. Pembuluh darah
dibedakan atas pembuluh darah arteridan pembuluh darah vena.

f. Mamalia

Jantung terletak di dalam cavum thoralis. Jantung memiliki empat bagian. Bagian-
bagian tersebut adalah atrium sinistrum merupakan muara dari pembuluh darah
vena pulmonalis sinistra dan vena pulmonalis dextra, atrium dextrum merupakan
muara dari pembuluh darah vena cava caudalis , vena cava cranialis sinistra , dan
vena cava cranialis dextra. ventrikel sinistrum, dinding bagian ini memiliki
ukuran yang lebih tebal dibandingkan dengan dinding antrium dan juga dinding
ventrikel dexter. Hal ini dikarenakan kerja ventrikel dexter lebih berat
dibandingkan dengan bagian jantung lainnya , yaitu memompa darah ke seluruh
tubuh dan ventrikel dextrum merupakan Pembuluh darah yang bekerja pada
bagian ini adalah arteri pulmonalis.
Jantung dibungkus oleh suatu lembaran yang disebut pericardium. Pericardium
terbagi atas dua lembaran , yaitu lamina visceralis ( lapisan sebelah dalam ) dan
lamina parietalis ( lapisan sebelah luar ). Kedua lapisan tersebut membatasi suatu
ruangan yang disebut cavum pericardi. Bagian kiri dan kanan jantung terpisah
oleh adanya septum cardis. Septum cardis tersebut teriri atas septum atriovum
yang memisahkan atrium dexter dan sinister serta septum ventriculorum yang
memisahkan ventrikel dextrum dan sinistrum.
Sistem peredaran terdiri atas sistem peredaran vena dan sistem peredaran arteri.
Pembuluh vena membawa darah menuju ke jantung. Darah yang dibawa biasanya
berupa darah kotor yang mengandung Co2. Darah dari pembuluh vena akan masuk
ke dalam jantung melalui vena cava dan vena pulmonalis. Sedangkan sistem
pembuluh arteri memiliki aliran yang menjauhi jantung. Darah yang dibawa
biasanya berupa darah bersih yang mengandung 02 (Jasin, 1992). Arteri
merupakan pembuluh darah yang keluar dari jantung dan membawa darah ke
seluruh tubuh. Pembuluh arteri terdiri atas:
Aorta : merupakan arteri terbesar di dalam tubuh yang bersifat elastis.
 Arcus aorticus sinistra : menjadikan arteri subclavica sinistra
bercabang
 Aorta dorsalis : lanjutan dari arcus aorticus sinistra
 Musikus anomina : bercabang-cabang menjadi arteri konius komunis
Arteri pulmonalis : berdar keluar melalui ventrikulus kanan menuju pulmo kiri
dan kanan.
Vena merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari alat-alat tubuh
menuju jantung. Macam-macam vena adalah
1. Vena cava anterior, membawa darah dari anterior tubuh masuk ke dalam
atrium kanan.
2. Vena cava posterior, membawa darah dari bagian posteria tubuh menuju atrium
kanan. Vena ini merupakan muara dari vena :

 vena cliaka komunis: jumlahnya sepasang


 vena spermatika : membawa darah dari tetis
 vena ovariaka : membawa darah dari ovarium
 vena renalis : membawa darah dari ginjal
 vena hepatika : membawa darah dari hati
 vena uretika : membawa darah dari diafragma
 vena intercostalis : membawa darah dari otot dorsal dan otot
interkestalis
 vena pulmonalis : membawa darah yang kadar O2 nya tinggi dari paru-
paru.