Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

KEPRAMUKAAN
(Fungsi dan Peranan Kepramukaan dalam Proses Pendidikan Bangsa)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kepramukaan

Dosen Pembimbing :
Ahmat Safiudin, S.Pd.I., M.Pd.

Disusun Oleh :
Kelompok 06

Rofika Ayu Lestari (T20184080)


Aulia Nur Hayati (T20184081)
Imroatul Hasanah (T20184082)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
MARET, 2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat ّٰ


‫الل ُس ْب َحانَهُ َوتَ َع َال‬ yang telah

memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan


makalah yang berjudul “Fungsi dan Peranan Kepramukaan dalam Proses
Pendidikan Bangsa”.

Dalam penyelesaian makalah ini, kami cukup mengalami kesulitan,


terutama disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang. Namun,
berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya tugas kami dapat
terselesaikan dengan tepat waktu, karena itu kami mengucapkan terima kasih
kepada:
a. Orangtua dan keluarga tercinta, yang telah memberikan banyak
motivasi, dorongan, serta bantuan, baik secara materi, maupun moral.
b. Bapak Ahmat Safiudin, S.Pd.I., M.Pd., yang telah membimbing kami
dalam menyelesaikan makalah.
c. Serta teman-teman Program Studi PGMI Kelas D2 angkatan 2018 yang
telah memberikan semangat pada kami, selaku kelompok enam.

Menyadari banyaknya kekurangan dalam peyusunan makalah ini, kami


mengharap saran dan kritikan dari para pembaca untuk melengkapi segala
kekurangan dan kesalahan. Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Semoga
ِ
‫الل ُس ْب َحانَهُ َوتَ َع َال‬ َْ ‫العال َِم‬
ّٰ senantiasa meridhoi segala usaha kita. ‫ْي‬ َ ‫ب‬ َّ ‫آم ْْي ََي َر‬.

Jember, 28 Maret 2021

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i

KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii

DAFTAR ISI ..................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1


A. Latar Belakang ....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan .................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................. 3


A. Fungsi dan Peranan Kepramukaan dalam Proses Pendidikan
Bangsa .................................................................................................... 3
B. Tugas Pokok Gerakan Pramuka ............................................................ 8
C. Pelaksanaan Pendidikan Kepramukaan ................................................ 10
D. Sifat Kepramukaan ................................................................................ 14

BAB III PENUTUP ........................................................................................... 16


A. Kesimpulan ............................................................................................ 16
B. Saran ....................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 18

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan pramuka sebenarnya dapat berlangsung di dalam maupun di
luar sekolah. Akan tetapi berkaitan dengan diterapkannya kurikulum 2013 di
beberapa sekolah, ternyata pendidikan pramuka mulai dimasukkan ke dalam
ekstrakulikuler wajib. Latar belakang dimasukkannya Pendidikan
kepramukaan ke dalam ekstrakulikuler wajib adalah karena di dalam
kepramukaan mengandung proses pembentukan kepribadian, kecakapan
hidup, dan akhlak mulia melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai
kepramukaan bagi siswa. Hal ini senada dengan tujuan kurikulum 2013 yang
utamanya bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik ke arah yang
lebih baik serta mengajarkan peserta didik untuk mandiri dalam
menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan materi yang dia pelajari.
Dengan dimasukkannya pramuka ke dalam ekstrakulikuler wajib maka hal
tersebut akan turut membantu tercapainya tujuan kurikulum 2013 untuk
membentuk karakter peserta didik, sebab di dalam pramuka juga diajarkan
prinsip kemandirian dan lain sebagainya yang dirasa sejalan dengan apa yang
dicanangkan di kurikulum 2013. Dan di dalam makalah ini, akan dibahas
lebih terperinci lagi mengenai fungsi dan peranan kepramukaan dalam proses
pendidikan bangsa, tugas pokok gerakan pramuka, pelaksanaan pendidikan
kepramukaan, serta sifat kepramukaan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana fungsi dan peranan kepramukaan dalam proses pendidikan
bangsa?
2. Apa saja tugas pokok gerakan pramuka?
3. Bagaimana pelaksanaan pendidikan kepramukaan?
4. Bagaimana sifat kepramukaan?

1
C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui fungsi dan peranan kepramukaan dalam proses
pendidikan bangsa
2. Untuk mengetahui tugas pokok gerakan pramuka
3. Untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan kepramukaan
4. Untuk mengetahui sifat kepramukaan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. FUNGSI DAN PERANAN KEPRAMUKAAN DALAM PROSES


PENDIDIKAN BANGSA
1. Fungsi Kepramukaan dalam Proses Pendidikan Bangsa
Sebagai sebuah organisasi, gerakan pramuka memiliki fungsi. Fungsi
gerakan pramuka tersebut selaras dengan tugas pokok gerakan pramuka.
Fungsi gerakan pramuka adalah sebagai penyelenggara pendidikan
nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga. Pendidikan tersebut
menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda dengan ciri
khusus. Ciri khususnya adalah penerapan prinsip dasar kepramukaan,
metode kepramukaan, dan sistem among.1 Selain sebagai penyelenggara
pendidikan nonformal, gerakan pramuka juga berfungsi sebagai wadah
untuk mencapai tujuan gerakan pramuka. Untuk mencapai tujuan tersebut
dilakukan berbagai usaha yang meliputi:
a. Pendidikan dan Pelatihan Pramuka
b. Pengembangan Pramuka
c. Pengabdian masyarakat dan orang tua
d. Permainan yang berorientasi pada pendidikan
Kepramukaan merupakan proses pendidikan dengan bentuk kegiatan
yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur yang dilakukan di alam
terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan, yang sasaranya adalah
pembentukan karakter peserta didiknya. Serta proses kegiatan belajar
mandiri untuk mengembangkan diri, baik mental, moral, emosional, sosial
sebagai individu maupun anggota masyarakat.2
Pendidikan kepramukaan diartikan secara luas sebagai suatu proses
pembinaan yang berkesinambungan bagi sumber daya manusia pramuka,
baik sebagai individu maupun anggota masyarakat, sasaranya adalah
menjadikan mereka sebagai manusia mandiri, peduli, bertanggung jawab
1
Riyanto Lukys, Pegangan Lengkap Gerakan Pramuka (Surabaya: Terbit Terang, 2003), 62.
2
Ibid., 63.

3
dan berpegang teguh pada nilai dan norma agama, bangsa dan masyarakat.
Untuk itu kepramukaan berfungsi sebagai:
a. Bagi Peserta didik: Kegiatan yang menarik.
Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan,
menantang, dan mengandung pendidikan. Oleh karena itu, permainan
harus mempunyai tujuan dan aturan permaianan, jadi bukan kegiatan
yang hanya bersifat hiburan saja. Lebih tepatnya adalah permainan
yang mampu digunakan sebagai media membina dan mengembangkan
karakter, kesehatan dan keterampilan. Oleh sebab itu fungsi permainan
dalam kepramukaan harus mengandung unsur norma dan tujuan yang
ingin dicapai, membentuk badan dan jiwa yang sehat, menyenangkan,
menarik, mencerminkan ikatan sosial kemasyarakatan,
mengedepankan kedisiplinan, taat pada aturan dan tata tertib kegotong
royongan, kesukarelaan, adanya bimbingan kedewasaan pada anak,
remaja dan pemuda, membangun persaudaraan, diterapkan dengan
metode yang tepat dan jelas, diorganisasikan secara baik, melatih
kepemimpinan, dan adanya keseimbangan antara mental dan fisik.
b. Bagi Pembina atau Orang Dewasa: Pengabdian.
Bagi pembina atau orang dewasa, kepramukaan bukan lagi permainan,
tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan
pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara
sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan
organisasi. Untuk itu diperlukan sikap taqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, ikhlas dan tanpa pamrih, dedikasi tinggi, budi pekerti yang
luhur, jujur dan sportif, tidak bersifat koersial, mengembangkan
pengalaman.
c. Bagi Masyarakat dan Organisasi: Alat mencapai sasaran serta Tujuan.
Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan
juga sebagai alat bagi organisasi untuk mencapai sasaran atau tujuan
organisasinya dalam mempersiapkan generasi muda yang selanjutnya.

4
Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan kepramukaan harus
disesuaikan dan diserasikan dengan kebutuhan, kondisi, situasi serta
perkembangan masyarakat.3

2. Peranan Kepramukaan dalam Proses Pendidikan Bangsa


Pramuka merupakan sebuah organisasi yang mewadahi kegiatan
peserta didik di bawah kepemimpinan mereka sendiri. Kegiatan
kepramukaan ini sangat membantu para peserta didik mengembangkan
fungsi kewarganegaraan mereka. Hal ini bisa terwujud karena di dalam
kegiatan kepramukaan akan terbentuk sikap-sikap positif, sepeti
kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, hingga sikap-sikap positif lainnya.
Terdapat 10 peran kepramukaan yang sangat penting dalam proses
pendidikan bangsa, yakni:
a. Sebagai Wadah Pendidikan Karakter Anak Muda
Kepramukaan adalah sebuah proses pendidikan di luar
lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga. Sementara itu,
gerakan pramuka adalah lembaga pendidikan yang sifatnya melengkapi
dan memenuhi pendidikan untuk anak, remaja, dan pemuda di rumah
dan di sekolah, di mana fungsi pendidikan ini belum dimiliki oleh
lembaga pendidikan lainnya. Kegiatan kepramukaan ini dilakukan dan
dipimpin oleh para anggota pramuka itu sendiri. Kegiatan ini diisi oleh
kegiatan-kegiatan yang positif, inovatif dan produktif sehingga bisa
menjadi wadah pendidikan karakter mereka sendiri.
b. Membentuk Kepribadian Yang Mudah Beradaptasi
Sesuai dengan lambang gerakan pramuka, yaitu nyiur kelapa,
yang merupakan bakal tumbuhan yang bisa tumbuh di mana saja,
pramuka dapat membantu peserta didik untuk mudah beradaptasi dan
menyesuaikan diri dengan sekelilingnya. Hal ini berarti kepramukaan
sangat berperan dalam mencetak generasi muda yang mampu hidup
berdampingan dengan lingkungan di sekitarnya, termasuk lingkup

3
Agus S. Dani dan Budi Anwari, Buku Panduan Pramuka Penggalang (Yogyakarta: CV. Andi
Offset, 2015), 44.

5
dunia. Tentu karakter seperti ini akan sangat baik untuk dimiliki agar
Indonesia bisa menjadi bangsa yang percaya diri di tengah negara-
negara besar di dunia.
c. Menciptakan Karakter Penuh Tanggung Jawab
Kepramukaan juga mengajarkan peserta didiknya untuk menjadi
sosok yang bertanggung awab dan dapat dipercaya. Dewasa ini kita
sering melihat begitu rendahnya rasa tanggung jawab generasi mudah,
yang tampak dari kebiasaan mereka untuk tidak berpikir panjang, tidak
berani berpendapat, bahkan berani berbohong untuk menghindar dari
hukuman. Tentu sikap-sikap ini sangat buruk bagi perkembangan
karakter bangsa kita. Dengan pramuka, peserta didik akan diajarkan
ketegasan dan keberanian untuk bertanggung jawab, serta dapat
dipercaya dan diandalkan.
d. Meningkatkan Ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa
Salah satu dasar atau acuan dari gerakan pramuka adalah untuk
meningkatkan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini tertuang
dalam Bab II Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, Pasal 4 Tahun 2009,
yang berbunyi “Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda
Indonesia guna mengembangkan keimanan dan ketakwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa, sehingga menjadi manusia yang berwatak,
berkepribadian dan berbudi luhur, …”.
Oleh karena itu, melihat acuan dari gerakan kepramukaan
tersebut, kita dapat mengetahui bahwa salah satu peran kepramukaan
dalam pendidikan karakter adalah menanamkan rasa takwa dalam diri
peserta didik yang akan tampak dari kepribadian dan akhlak mereka
sebagai generasi penerus bangsa
e. Membentuk Watak Dan Akhlak Yang Mulia
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, dalam Anggaran
Rumah Tangga Gerakan Pramuka disebutkan bahwa semua kegiatan
Gerakan Pramuka diarahkan untuk membina watak, kepribadian dan
akhlak mulia para anggotanya. Semua hal tersebut dibentuk melalui

6
kegiatan pengamalan moral Pancasila, pemahaman sejarah perjuangan
bangsa, kesadaran berbangsa dan bernegara, dan lain sebagainya.
f. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Kebangsaan
Dengan kegiatan kepramukaan juga akan membantu
menumbuhkan rasa percaya diri dan kebangsaan dalam diri para
generasi muda. Mereka tidak gentar berada di tengah-tengah kemajuan
peradaban dan percaya diri membawa identitas diri sebagai bangsa
Indonesia. Dengan kepercayaan diri ini, para generasi muda akan lebih
berani berkarya dan maju menunjukkan dirinya kepada dunia. Hal ini
tentu akan membuat Indonesia bisa lebih disegani di kancah
internasional.
g. Meningkatkan Keterampilan Bekerja Sama
Kegiatan-kegiatan dalam kepramukaan didominasi oleh kerja
sama kelompok alih-alih bekerja sendiri-sendiri. Hal ini tentu akan
bermanfaat untuk mengasah dan meningkatkan keterampilan dalam
bekerja sama. Bagaimanapun, kemampuan bekerja sama dengan orang
lain merupakan keterampilan yang sangat penting untuk kehidupan
dalam jangka panjang. Hal ini sejalan dengan fitrah manusia yang
diciptakan sebagai makhluk sosial dan juga slogan bangsa
Indonesia ‘Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh’.
h. Meningkatkan Rasa Empati
Ketika para peserta didik telah terbiasa untuk bekerja sama, maka
akan tumbuh pula rasa empati di diri mereka. Dengan rasa empati ini,
mereka akan lebih bisa menempatkan diri di posisi yang tepat saat
berhadapan dengan siapapun, serta menentukan sikap yang sesuai
dengan situasi dan kondisi. Rasa empati yang terasah dengan baik juga
akan menjauhkan peserta didik dari rasa egois dan rasa benar sendiri
yang membantu mereka untuk terus berkembang di tengah-tengah
lingkungan mereka.

7
i. Menanamkan Nilai-Nilai Kejujuran
Dalam pramuka, terdapat Dasa Dharma Pramuka, yaitu 10 sikap
yang harus dimiliki oleh para anggota pramuka. Artinya, Dasa Dharma
Pramuka ini akan menjadi nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh
para anggota pramuka. Beberapa poin di dalam Dasa Dharma Pramuka
adalah dapat dipercaya, suci dalam pikiran, suci dalam perkataan dan
suci dalam perbuatan. Artinya, peran kepramukaan dalam pendidikan
karakter bangsa adalah menanamkan nilai-nilai kejujuran pada para
anggotanya sehingga bisa mencetak generasi penerus bangsa yang jujur
dan jauh dari perbuatan-perbuatan tercela.
j. Mengisi Kemerdekaan dengan Kegiatan Bermanfaat
Akhir-akhir ini kita mungkin sedikit dibbuat khawatir dengan
perkembangan generasi muda yang semakin acuh tak acuh dengan
kemajuan negara dan justru mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatan-
kegiatan yang tidak bermanfaat. Bahkan, banyak generasi muda yang
terbawa arus globalisasi yang condong dengan budaya barat akibat
ketidaksiapan mental dan rohani mereka menghadapi pengaruh-
pengaruh gaya hidup yang kurang baik.
Maka, dengan kepramukaan, para pemuda diajak untuk mengisi
kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat. Kepramukaan yang
juga membantu menanamkan nilai-nilai kebangsaan juga membantu
para anggotanya membentengi diri dari ancaman-ancaman globalisasi
yang mungkin berpengaruh buruk untuk kemajuan karakter bangsa
kita.4

B. TUGAS POKOK GERAKAN PRAMUKA


Tugas pokok gerakan pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan
kepramukaan bagi kaum pemuda Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk
menuju ke tujuan gerakan pramuka, sehingga dapat membentuk tenaga kader

4
Hana Masita, “10 Peran Kepramukaan dalam Pendidikan Karakter Bangsa”
https://dosenpsikologi.com/peran-kepramukaan-dalam-pendidikan-karakter-bangsa (28, Maret
2021)

8
pembangunan yang berjiwa pancasila dan sanggup menyelenggarakan
pembangunan masyarakat, bangsa, serta negara. Dalam melaksanakan
pendidikan kepramukaan tersebut, gerakan pramukan selalu memperhatikan
keadaan, kemampuan, kebutuhan, dan minat peserta didiknya.
Gerak dan kegiatan gerakan pramuka disesuaikan dengan kepentingan
nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam Garis
Besar Haluan Negara (GBHN), yang merupakan ketetapan MPR. Gerakan
pramuka dalam ikut membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti
kebijakan pemerintah dan segala peraturan perundang-undangnya.
Adapun secara lebih rinci terdapat enam tugas pokok gerakan pramuka,
antara lain sebagai berikut:
1. Tugas pokok gerakan pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan
kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia menuju ke tujuan gerakan
pramuka sehingga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang
berjiwa pancasila dan sanggup serta mampu menyelengarakan
pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.
2. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut gerakan pramuka
selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan, serta minat
peserta didiknya.
3. Ada dua tugas lain yang perlu diperhatikan yakni:
a. Gerakan pramuka berkewajiban melaksanakan “Eka Prasetia Panca
Karsa”.
b. Karena kepramukaan bersifat nasional, maka kegiatan gerakan pramuka
harus disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional
bangsa Indonesia ini tercantum dalam “Garis Besar Haluan Negara”.
Gerakan pramuka dalam rangka ikut serta dalam membentuk
pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan pemerintah dan
segala peaturan perundang-undangannya.
4. Gerakan pramuka hidup dan bergerak ditengah masyarakat dan berusaha
membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat.
Oleh karena itu gerakan pramuka juga harus memperhatikan keadaan,

9
kemampuan, adat, dan harapan masyarakat, dalam hal ini termasuk jua
orang tua peserta pramuka. Sehingga gerakan pramuka terutama pada
satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga pramuka sesuai dengan apa
yang diharapkan orang tua peserta pramuka dan masyarakat di
lingkungannya. 5
5. Dalam pelaksanaan kegiatannya, gerakan pramuka menggunakan PDMPK
(Prinsip-prinsip Dasar Methodik Pendidikan Kepramukaan), sistem
among, dan berbagai metode penyajian lainnya. Para peserta pramuka
mendapatkan pembinaan dalam satuan gerak sesuai dengan usia dan
bidang kegiatannya, dengan mengikuti pada syarat kecakapan umum,
khusus, dan pramuka garuda.
6. Sasaran yang ingin dicapai dengan pendidikan kepramukaan itu ialah:
a. Kuat keyakinan beragamanya
b. Tinggi mental dan moralnya, serta berjiwa Pancasila
c. Sehat, segar, dan kuat jasmaninya
d. Cerdas tangkas dan terampil
e. Berpengetahuan luas dan dalam
f. Berjiwa kepemimpinan dan patriotik
g. Berkesadaran nasional dan peka terhadap perubahan lingkungan
h. Berpengalaman banyak.6

C. PELAKSANAAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN


1. Dasar Hukum Pendidikan Kepramukaan
Dasar hukum pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan
ekstrakurikuler wajib pada setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah
adalah:
a. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 131,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5169).

5
Dani dan Anwari, Buku Panduan Pramuka, 60-61.
6
A. Hasan Al Banna, Penjabaran SKU dan Aba-aba Isyarat (Ponorogo: Gudep 15089 PonPes
Darussalam Gontor, 2004), 58.

10
b. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan
Organisasi Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 13 Tahun 2014.
c. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang
Pembinaan Kesiswaan.
d. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007
Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugus depan Gerakan Pramuka.
e. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014
tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler
Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Pendidikan kepramukaan dilaksanakan untuk
menginternalisasikan nilai ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan,
kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta
didik. Diharapkan nilai-nilai dalam sikap dan keterampilan sebagai
muatan kurikulum 2013 dan muatan pendidikan kepramukaan dapat
bersinergi secara koheren.7
Pasal 3 permendikbud nomor 63 tahun 2014 tentang pendidikan
pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib:
1) Pendidikan kepramukaan dilaksanakan dalam 3 (tiga) model yaitu
model Blok, model Aktualisasi, dan model Reguler.
2) Model blok dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan wajib
dalam bentuk perkemahan yang dilaksanakan
3) Model aktualisasi merupakan salah satu cara pada ayat (1) kegiatan
wajib dalam bentuk penerapan sikap dan keterampilan yang
dipelajari di dalam kelas yang dilaksanakan dalam kegiatan
kepraukaan secara rutin, terjadwal, dan memberikan layanan
formal.

7
Asep Mochamad Maftuh, Buku Pegangan Pembina Pramuka (Cimahi: Darussalam, 2008), 49-
52.

11
4) Model regular yang dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan
berbasis minat peserta didik yang dilaksanakan didepan gugur.
Dalam Attachement Permendikbud Nomor 63 tahun 2014 tersebut
tetang pelaksanaan model pramuka wajib yang di laksanakan di sekolah.

2. Kedudukan Pendidikan Kepramukaan


Pendidikan Kepramukaan Sebagai Ekstrakulikuler Wajib.
Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan peserta didik di
luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar
peserta didik dapat mengembangkan kepribadian, minat, dan
kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik. Ekstrakurikuler
wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh
peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang
tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
Gerakan pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk
menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Pendidikan kepramukaan
adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia
pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan.8
Lokus normatif pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler
wajib dalam kurikulum 2013, berada pada irisan konseptual-normatif dari
mandat Undang-undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional dengan Undang-undang No. 12 tahun 2010 tentang Gerakan
Pramuka. Secara substantif-pedagogis, irisan tersebut menunjukkan bahwa
filosofi dan tujuan Pendidikan Nasional memiliki koherensi dengan tujuan
gerakan pramuka, dalam hal bahwa keduanya mengusung komitmen kuat
terhadap penumbuh-kembangan sikap spiritual, sikap sosial, dan
keterampilan atau kecakapan sebagai insan dan warga negara Indonesia
dalam konteks nilai dan moral Pancasila. Secara programatik
penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dalam konteks implementasi

8
Azrul Azwar, Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (Jakarta: Kwartir Nasional
Gerakan Pramuka, 2011), 43.

12
Kurikulum 2013 dikembangkan, lalu dikembangkanlah Desain Induk
Pendidikan Kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib.
Desain Induk pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib
dalam konteks kurikulum 2013, pada dasarnya berwujud proses aktualisasi
dan penguatan capaian pembelajaran kurikulum 2013, ranah sikap dalam
bingkai KI-1, KI-2, dan ranah keterampilan dalam KI-4, sepanjang yang
bersifat konsisten dan koheren dengan sikap dan kecakapan kepramukaan.
Dengan demikian terjadi proses saling interaktif dan saling menguatkan
(mutually interactive and reinforcing). Secara programatik, ekstrakurikuler
wajib pendidikan kepramukaan diorganisasikan ke dalam beberapa model
seperti berikut ini:
a. Model Blok
1) Diikuti oleh seluruh siswa.
2) Dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran.
3) Untuk kelas I, kelas VII dan kelas X diintegrasikan di dalam Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
4) Untuk SD/MI dilaksanakan selama 18 Jam, SMP/MTs dan
SMA/MA/SMK/MAK dilaksanakan selama 36 Jam.
5) Penanggungjawab kegiatan adalah Kepala Sekolah selaku Ketua
Mabigus.
6) Pembina kegiatan adalah Guru Kelas/Guru Mata pelajaran selaku
Pembina Pramuka dan/atau Pembina Pramuka serta dapat dibantu
oleh Pembantu Pembina (Instruktur Muda/Instruktur Pramuka).
b. Model Aktualisasi
1) Diikuti oleh seluruh siswa.
2) Dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.
3) Setiap satu kali kegiatan dilaksanakan selama 120 menit.
c. Model Reguler
1) Diikuti oleh siswa yang berminat mengikuti kegiatan Gerakan
Pramuka di dalam Gugus Depan.

13
2) Pelaksanaan kegiatan diatur oleh masing-masing Gugus Depan.9

D. SIFAT KEPRAMUKAAN
1. Menurut AD GP Bab III Pasal 7
a. Gerakan pramuka adalah gerakan kepanduan Indonesia.
b. Gerakan pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya
bersifat sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.
c. Gerakan pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak
menjalankan kegiatan politik praktis.
d. Gerakan pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan
melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, khususnya pendidikan
non formal di luar sekolah dan luar keluarga.
e. Gerakan pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk
memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing dan beribadat
menurut agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat
menurut agama dan kepercayaannya itu.10
2. Menurut Resolusi Konperensi Kepramukaan Sedunia di Kopenhagen
(Denmark) tahun 1924
Resolusi Konperensi Kepramukaan Sedunia yang diadakan di
Kopenhagen (Denmark) tahun 1924, telah menetapkan tiga ciri khas sifat
kepramukaan:
a. Nasional
Nasional dalam hal ini mengandung arti bahwa suatu organisasi
kepramukaan di suatu negara haruslah bersifat nasional yang
disesuaikan dengan keadaan, kebutuhan, dan kepentingan masyarakat,
bangsa, dan negaranya.
b. Internasional
Internasional dalam hal ini mengandung arti bahwa kepramukaan di
negara manapun di dunia ini, harus mampu membina dan

9
Jaenudin Yusup Dan Tini Rustini, Panduan Wajib Pendidikan Pramuka (Jakarta: B Media,
2016), 62-65.
10
Andri Bob Sunardi, Boy Man Ragam Latihan Pramuka (Bandung: Nusantara Muda, 2001), 6.

14
mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama
manusia (sesama pramuka), tanpa membeda-bedakan latar belakang
suku, bangsa, kepercayaan, agama, golongan, maupun tingkatan sosial
apapun.
c. Universal
Universal dalam hal ini mengandung arti bahwa dimanapun juga di
dunia ini, dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan itu, akan
selalu didasarkan pada prinsip dasar metodik kepramukaan, sebagai
landasan universal.11
3. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2010
tentang Gerakan Pramuka
Di dalam undang-undang tersebut tercantum bahwasanya “Gerakan
pramuka bersifat mandiri, sukarela dan nonpolitis”. Hal tersebut
mengandung artian bahwa keanggotaan gerakan pramuka bersifat sukarela,
yang berarti tidak ada unsur kewajiban dan paksaan. Gerakan pramuka
juga bukan merupakan organisasi kekuatan sosial politik dan bukanlah
bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial politik manapun. Semua
jajaran gerakan pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan yang
bersifat politik praktis. Gerakan pramuka juga memberi kebebasan kepada
anggotanya untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-
masing. Membina anggotanya agar meningkatkan ketakwaan dan
menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta
menumbuhkan dan memupuk kerukunan hidup beragama dan kerukunan
antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai agama
dan kepercayaan orang lain.12

11
Ibid,. 4.
12
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010
Tentang Gerakan Pramuka (Jakarta: Depdikbud, 2010), 10.

15
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Fungsi Gerakan Pramuka dapat digolongkan menjadi 3, yakni: 1) Bagi
peserta didik: Permainan (game) yang menarik, menyenangkan, dan
menantang serta mengandung pendidikan, 2) Bagi pembina atau orang
dewasa: Berfungsi sebagai pengabdian untuk meraih tujuan pendidikan
kepramukaan. Untuk itu diperlukan sikap taqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, ikhlas dan tanpa pamrih, dedikasi tinggi, budi pekerti yang luhur, jujur
dan sportif, tidak bersifat koersial, dan mengembangkan pengalaman, 3) Bagi
masyarakat: berfungsi sebagai alat untuk mencapai sasaran dan tujuan dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara oleh karena itu penyelenggaraan
pendidikan kepramukaan harus disesuaikan dan diserasikan dengan
kebutuhan, kondisi, situasi dan perkembnagn masyarakat. Serta sebagai alat
pembinaan dan pengembangan generasi muda bagi masyarakat. Tugas Pokok
Gerakan Pramuka utamanya adalah untuk melaksanakan pendidikan bagi
kaum muda di lingkungan luar sekolah. Pendidikan ini dicanangkan untuk
melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.
Pelaksanaan pendidikan kepramukaan merupakan ekstrakurikuler
wajib. Dan pendidikan kepramukaan diorganisasikan ke dalam beberapa
model, yakni: 1) Model Blok, 2) Model Aktualisasi, dan 3) Model Reguler.
Mengenai sifat kepramukaan, jadi sifat kepramukaan ada tiga yaitu: 1)
Nasional, 2) Internasional, dan 3) Universal.

B. SARAN
Dalam makalah ini, penyusun memiliki harapan agar pembaca
memberikan kritik dan saran yang membangun. Semoga setelah membaca
makalah ini, kita semua mendapat tambahan ilmu pengetahuan tentang
“Fungsi dan Peranan Kepramukaan dalam Proses Pendidikan Bangsa”.
Kami sarankan agar pembaca mencari referensi lain untuk menambah

16
wawasan, dan kami memohon maaf apabila dalam makalah terdapat
kesalahan, baik dalam segi tulisan, tanda baca, maupun kesalahan yang
lainnya.

17
DAFTAR PUSTAKA

Al Banna, A. Hasan. 2004. Penjabaran SKU dan Aba-aba Isyarat. Ponorogo:


Gudep 15089 PonPes Darussalam Gontor.

Azwar, Azrul. 2011. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar. Jakarta:
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Dani, Agus S. dan Budi Anwari. 2015. Buku Panduan Pramuka Penggalang.
Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 2010. Undang-undang Republik Indonesia


Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka. Jakarta: Depdikbud.

Lukys, Riyanto. 2003. Pegangan Lengkap Gerakan Pramuka. Surabaya: Terbit


Terang.

Maftuh, Asep Mochamad. 2008. Buku Pegangan Pembina Pramuka. Cimahi:


Darussalam.

Masita, Hana. 28, Maret 2021. 10 Peran Kepramukaan dalam Pendidikan


Karakter Bangsa. https://dosenpsikologi.com/peran-kepramukaan-dalam-
pendidikan-karakter-bangsa

Sunardi, Andri Bob. 2001. Boy Man Ragam Latihan Pramuka. Bandung:
Nusantara Muda.

Yusup, Jaenudin dan Tini Rustini. 2016. Panduan Wajib Pendidikan Pramuka.
Jakarta: B Media.

18