Anda di halaman 1dari 23

D.

Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat


Permasalahan gizi di Indonesia merupakan masalah yang cukup berat dan
komplit, pada hakekatnya dikarenakan ekonomi, kurangnya pengetahuan tentang
nilai gizi dari makanan yang ada, penyakit-penyakit karena kurangnya gizi di
Indonesia adalah defisiensi protein kalori, defisiensi vitamin A dan defisiensi
yodium (gondok dan kreatin).
Beberapa kegiatan usaha perbaikan gizi di UPT Puskesmas Mandala
yaitu:
a. Mendata jumlah balita yang ada di wilayah Puskesmas
b. Melakukan survei terhadap keadaan gizi masyarakat terutama gizi balita
c. Melaksanakan pemberian vitamin A dosis tinggi pada balita
d. Memberikan tablet penambah darah untuk mencegah dan mengobati
anemia pada ibu hamil dan menyusui
e. Melakukan demonstrasi menu makanan bergizi dengan harga murah dan
terjangkau di posyandu dan Puskesmas
f. Memberikan penyuluhan terhadap masyarakat untuk memanfaatkan
pekarangan rumah dengan makanan sayuran dan buah-buahan serta
memelihara ternak terutama unggas.

E. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit

Pengertian

Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme

pathogen seperti bakteri, virus, parasit atau jamur yang menyebar langsung

atau tidak langsung dari satu orang ke orang lainnya.

Sasaran:

Seluruh lapisan masyarakat di wilayah Puskesmas Mandala

Tujuan:

1. Mencegah terjangkitnya penyakit

2. Untuk meningkatkan kesehatan yang optimal

1
3. Menurunkan angka kematian dan kesakitan.

Pemberantasan Penyakit Menular atau P2M dilaksanakan karena:

1. Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang dapat dicegah

dengan imunisasi, misalnya : penyakit Campak, TB Paru

2. Masih tingginya penyakit menular yang berhubungan dengan hygiene

dan sanitasi, misalnya : Diare, Infeksi mata, Infeksi telinga dan

Mastoid

3. Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang penularannya

melalui vektor, misalnya : Demam Berdarah

4. Masih tingginya angka penderita penyakit menukar yang ditulari secara

langsung, misalnya : TB Paru, ISPA, Campak, Cacar Air.

Kegiatan – kegiatan P2M berupa :

1. Mencari kasus sedini mungkin untuk melakukan pengobatan

2. Memberikan penyuluhan penyuluhan kesehatan daerah wabah di

puskesmas

3. Mengadakan imunisasi antara lain : BCG, DPT, Campak, Polio, DT,

dan TT

4. Langkah – langkah yang dilakukan dalam pengamatan dan

pemberantasan penyakit

5. Mengumpulkan dan menganalisa data tentang penyakit

6. Melaporkan penyakit menular

7. Menyelidiki dilapangan untuk melihat ada tidaknya laporan yang

masuk, menemukan kasus – kasus untuk mengetahui sumber

penularannya

2
8. Tindakan penularan untuk menahan penjalarannya

9. Menyembuhkan penderita hingga sehat

10. Pemberian imunisasi

11. Pemberantasan vektor nyamuk

12. Pendidikan kesehatan

Tabel 24
Data Bulanan Penyakit TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala Periode
Januari-Oktober 2019

No. Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sept Okt
1 Suspek Tb 40 16 42 8 10 8 28 13 14 16
2 BTA (+) 4 1 3 3 4 0 10 6 2 6
3 Follow Up 27 38 28 22 32 23 2 33 19 18

PROGRAM IMUNISASI

Pengertian

Imuniasi adalah suatu tindakan memberikan kekebalan kepada tubuh

terhadap penyakit tertentu.

Sasaran:

Bayi, balita, ibu hamil, anak sekolah dan Pasangan Usia Subur (PUS)

Tujuan:

1. Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian

2. Mencegah terjadinya cacat pada bayi, anak, ibu hamil, dan

pencegahan penyakit

Tabel 25
Macam-macam Imunisasi
Fungsi Cara Pemberian Dosis

3
BCG Menghindarkan dan  Diberikan pada bayi umur 0- 0.05 cc

memberikan kekebalan 11 bulan, diberikan sekali

terhadap penyakit TBC  Lokasi pemberian pada

terhadap anak lengan kanan atas

 Injeksi IC (Intra Cutan)


DPT Mencegah Difteri,  Diberikan pada bayi umur 2- 0,5 cc

Pertusis, dan Tetanus 11 bulan, diberikan 3 kali

dengan interval minimal 4

bulan

 Lokasi pemberian pada paha

luar

 Injeksi IM (Intra Muscular)


Polio Memberikan kekebalan  Diberikan pada bayi umur 2- OPV : 2

aktif terhadap penyakit 11 bulan, diberikan 4 kali tetes

Polio  OPV (Oral Polio Vaccine): IPV : 0,5

Diberikan dengan cc

meneteskan ke dalam mulut

bayi

 IPV (Inactivated Polio

Vaccine):

Diberikan bersamaan pada

OPV4. Lokasi pemberian

pada paha kiri luar. Injeksi

IM.
Campak Memberikan  Diberikan pada bayi umur 0,5 cc

kekebalan aktif 9-11 bulan, diberikan

terhadap penyakit sekali

Campak  Lokasi pemberian pada

lengan kiri atas

 Injeksi SC (Sub Cutan)


TT Memberikan  Diberikan pada murid 0,5 cC

4
kekebalan aktif kelas V SD, calon

terhadap penyakit pengantin (PUS), diberikan

Tetanus 2 kali dengan interval 4

minggu

 Lokasi pemberian lengan

atas

 Injeksi IM (Intra Muscular)


Hepatitis Memberikan  Diberikan pada bayi umur 0,5 cc

B kekebalan aktif 0-7 hari, diberikan 3 kali

terhadap penyakit dengan interval minimal 4

Hepatitis B minggu pada pemberian I

dan II. Serta pemberian II

dan III diberikan dengan

interval 5 bulan

 Lokasi pemberian pada

paha luar

 Injeksi IM (Intra Muscular)


Haemophi Memberikan  Diberikan pada bayi umur 2- 0,5 cc

lus kekebalan terhadap 11 bulan, diberikan 3 kali

penyakit Meningitis dengan interval minimal 4


Influenza
bulan
e type B
 Lokasi pemberian pada paha

luar

 Injeksi IM (Intra Muscular)

5
Tabel 26
Cakupan Imunisasi Di wilayah Kerja Puskesmas Mandala Tahun 2019
No. Kelurahan Program TARGET/TH JAN FEB MAR APR MEI JUNI JULI AGUS SEPT OKT Jmlh
HB0 (<7
95% 24 24 25 235
HARI) 21 25 25 22 23
24 22
BCG 95% 25 27 24 23 23 24 26 26 21 23 361
POLIO1 95% 25 27 25 25 24 23 26 24 21 24 244
BANDAR DPT/HB(1)/Hib 95% 24 28 24 24 24 22 19 20 20 23 228
SELAMAT POLIO 2 95% 24 23 27 24 24 24 26 36 17 23 248
1 DPT/HB(2)/Hib 95% 24 24 24 25 24 24 25 24 22 23 240
POLIO3 95% 24 24 25 24 24 23 26 25 22 24 241
DPT/HB(3)HIb 95% 24 24 25 24 24 25 26 24 21 22 239
POLIO4 95% 24 24 27 23 17 25 25 25 23 23 236
IPV 95% 15 18 19 15 19 21 21 11 17 20 176

CAMPAK 95% 25 24 25 24 17 24 20 16 23 23 221

HB0 (<7
95% 19 19 39 33 44 41 49 47 16 17 324
HARI)
BCG 95% 20 19 41 37 47 46 48 47 14 22 341
POLIO1 95% 20 21 41 37 46 49 36 47 15 18 328
DPT/HB(1)Hib 95% 19 20 37 39 48 32 29 28 16 20 288
BANTAN POLIO 2 95% 19 19 37 39 50 45 46 50 15 20 340
2
DPT/HB(2)Hib 95% 19 16 40 39 49 44 47 47 15 21 337
POLIO3 95% 19 18 40 39 49 47 49 44 15 16 337
DPT/HB(3)Hib 95% 19 18 38 41 49 46 49 47 17 17 331
POLIO4 95% 19 19 38 46 28 44 48 43 15 19 323
IPV 95% 8 13 17 24 29 32 30 39 14 14 220
CAMPAK 95% 20 19 38 38 28 27 25 27 15 19 256
HB0 (<7 29 37
95% 41 40 17 20 16 15 21 21 257
HARI)
BCG 95% 43 40 20 15 18 16 22 18 30 40 262
POLIO1 95% 42 41 20 15 17 16 22 20 36 43 272
DPT/HB(1)/HIb 95% 41 41 20 17 16 17 13 15 30 42 252
BANTAN
POLIO 2 95% 41 38 19 16 19 17 20 21 32 44 267
TIMUR DPT/HB(2)/HIb 95% 41 40 21 17 16 16 22 19 31 44 267
POLIO3 95% 41 40 20 18 17 18 21 22 31 41 269
3
DPT/HB(3)/Hib 95% 42 38 21 17 16 15 25 18 28 42 262
POLIO4 95% 41 38 20 16 11 18 21 20 34 41 260
IPV 95% 20 18 13 9 15 10 14 17 31 24 186
CAMPAK 95% 42 36 20 13 11 15 10 14 36 38 235
HB0 (<7 14
95% 13 11 11 13 14 17 15 13 10 131
4 HARI)
BCG 95% 13 13 11 13 15 14 9 15 13 14 130

6
POLIO1 95% 14 13 11 13 13 15 16 16 11 12 134
DPT/HB(1)/Hib 95% 14 11 11 15 17 10 12 9 10 14 123
TEMBUNG POLIO 2 95% 13 13 12 14 16 15 16 15 10 13 137
DPT/HB(2)Hib 95% 14 13 12 13 16 16 15 18 11 10 138
POLIO3 95% 13 14 12 13 17 15 16 16 9 11 136
DPT/HB(3)Hib 95% 13 13 12 16 15 14 26 14 10 10 143
POLIO4 95% 14 13 11 14 13 16 16 16 12 12 151
IPV 95% 10 11 5 5 15 11 11 9 9 10 96
CAMPAK 95% 12 13 12 15 13 9 11 10 12 11 118

E. Upaya Pengobatan

Dalam usaha pengobatan penderita tidak hanya diobati secara

kuratif saja melainkan juga memberikan pengertian tentang promotif dan

preventif terhadap penyakit.Di Puskesmas Mandala dilaksanakan

pengobatan gratis untuk pengobatan dasar.

Pemeriksaan kesehatan di Puskesmas, kegiatannya meliputi :

1. Pemeriksaan mendiagnosa penyakit dan memberikan obat melalui

apotik yang ada di Puskesmas

2. Penyuluhan kepada pasien pada saat dilakukan pemeriksaan

(Promotif)

3. Mengirim penderita yang tidak mampu ke Rumah Sakit dan

melanjutkan pengobatan setelah penderita dikembalikan

4. Perawatan dan pengobatan pasien Puskesmas Mandala meliputi

pasien umum, ASKES, KIS,dan BPJS.

F. Upaya Pencatatan dan Pelaporan

Tujuan :

7
1. Untuk menilai hasil kerja yang sudah dilakukan

2. Untuk dipergunakan sebagai bahan dalam menyusun rencana kerja

Pembagian :

a. Pencatatan :

1. Kegiatan administrasi

2. Registrasi family folder

3. Registrasi kegiatan lain

b. Pelaporan :

1. Laporan kejadian luar biasa

2. Laporan pencatatan jumlah penyakit dan pengunjung puskesmas

3. Laporan kasus penyakit menular

4. Laporan kegiatan puskesmas dan posyandu

5. Laporan triwulan yaitu mencatat semua kegiatan puskesmas dan

rencana kerja selama triwulan

6. Laporan tahunan yaitu mencatat semua laporan dalam satu tahun yang

diambil dari laporan bulanan

7. Laporan khusus berupa laporan kematian, penyakit dan obat.

4.1.20 Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas

Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas adalah Upaya yang

ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di

masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas, yang

dipilih dari daftar upaya kesehatan Puskesmas yang telah ada, yaitu:

1. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)

8
2. Upaya Kesehatan Olahraga

3. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat (PHN)

4. Upaya Kesehatan Kerja (UKK)

5. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut (UKGM)

6. Upaya Kesehatan Jiwa (UKJ)

7. Upaya Kesehatan Mata (UKM)

8. Upaya Kesehatan Usia Lanjut (USILA)

9. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional (BATRA)

10. Laboratorium Sederhana dan pemeriksaan sputum BTA

A. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)

Kegiatan :

1. Melaksanakan penyuluhan kesehatan pribadi, kesehatan gigi, kesehatan

lingkungan, P2M, imunisasi, P2K, dll

2. Melakukan PSN dan gotong royong

3. Menbuat rencana kerja bulanan dan membuat laporan kerja bulanan,

triwulan dan tahunan.

B. Upaya Kesehatan Olahraga

Kegiatan yang dilakukan adalah pemberian penerangan kepada

pengunjung agar menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan

berolahraga. Di puskesmas mandala sendiri, kegiatan kesehatan olahraga

9
mandala berupa senam bugar yang dilakukan pada peserta PROLANIS

(satu bulan 3 kali, setiap hari Rabu minggu pertama kedua dan ketiga).

C. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat

Tujuan :

1. Memeberikan pelayanan perawatan secara menyeluruh kepada pasien

atau keluarganya dirumah pasien dengan mengikutserakan masyaraka

dan kelompok masyarakat disekitarnya.

2. Membantu keluarga dan masyarakat mengenal kebutuhan kesehatanya

sendiri dan cara-cara penanggulangannya disesuaikan dengan batas-

atas kemampuan mereka.

3. Menunjang program kesehatan lainnya dalam usaha pencegahan

penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan individu dan

keluarganya.

D. Upaya Kesehatan Kerja

Pengertian :

Kesehatan Kerja adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh tenaga kesehatn

dalam bidang kesehatan kerja masyarakat baik dalam waktu sakit maupu

waktu sehat guna meningkatkan derajat kesehatan para pekerja dan

keluaranya.

Sasaran :

Kesehatan kerja sampai sejauh ini sudah berjalan dengan baik.

Tabel 27
Potensi Bahaya Umum Di Puskesmas Mandala
No Potensi Bahaya Jenis Bahaya Masalah
. Kesehatan/

10
Kecelakaan Kerja
1 Fisik - Pencahayaan - Gangguan Mata

- Ventilasi - Pengap
2. Biologik - Lalat - Diare
3. Ergonomi - Posisi duduk - Gangguan

terlalu lam Muskuloskeletal

( > 6 jam )

- Posisi berdiri

terlalu lama

( >4 Jam )
4. Psikososial - Hubungan sesama - Stres kerja

petugas - Kelelahan

- Beban kerja
5. Sanitasi - Sampah non - Pencemaran

medis Lingkungan

- Air bersih
6. Gaya Hidup - Pola makan - Gangguan gizi

- Prilaku bekerja - PAK, KAK


7. Kontruksi - Bangunan - Tersandung
Bangunan
( tangga dan lantai - Terpeleset

Tabel 28
Potensi Bahaya Khusus Di Puskesmas Mandala
Lokasi Potensi Bahaya Jenis Bahaya Masalah
Kesehatan
dan Kecelakaan
kerja
Poli Umum - Kecelakaan kerja - Benda tajam, alat - Tertusuk,tersayat
medis
- Biologi - Mikroorganisme - Penularan infeksi
Poli Gigi - Kecelakaan kerja - Benda tajam, alat - Tertusuk, tersayat
medis
- Fisik - Getaran, - Gangguan
Kebisingan pendengaran
Ruang - Kimia - Desinfektan - Dermatitis
tindakan - Biologi - Mikroorganisme - Penularan infeksi
- Ergonomi - Posisi janggal - Muskuloskeletal

11
Laboratorium - Kimia - Reagen - Dermatitis,
keracunan
- Fisik - Benda tajam, alat - tersayat, tertusuk
medis
- Biologik - Mikroorganisme - Penularan infeksi
Apotik - Fisik - Pencahayaan - Rusak Obat
- Ventilasi
- Biologi - Mikroorganisme - Rusak obat
Gudang Obat -Fisik - Suhu, kelembapan - Rusak Obat
- Kimia - Desinfekta, - Dermatitis
larutan, bahan obat

Tabel 29
Potensi Masalah Unit Kesehatan Keraja Di Luar Gedung
No Jenis Kegiatan Potensi Bahaya Masalah
Kesehatan/Kecelakaan kerja
1. Pabrik Batik -Kendaraan - Kecelakaan
-Cairan - Dermatitis, Luka bakar
-Asap - ISPA
2. Pabrik Roti -Kendaran - Kecelakan
-Biologik - Keracunan,
(Penyimpanan)

E. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

Upaya kesehatan gigi dan mulut (UKGM) adalah upaya pokok yang

menjadi beban puskesmas yang bertujuan untuk mencegah dampak pengobatan

serta dapat diartikan pula kesehatan gigi dasar paripurna yang ditujukan kepada

individu, keluarga dan masyarakat berpenghasilan rendah khusus kelompok

masyarakat awam.

Kegiatan-kegiatan upaya kesehatan gigi dan mulut yang dapat

dilaksanakan:

1. Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan gigi, penambalan dan pecabutan

gigi

12
2. Membuat rencana kerja dan laporan kegiatan. Kegiatan yang dilakukan

meliputi:

 Pemeriksaan,pengobatan, perawatan gigi dan mulut serta rujukan

penyuluhan kebersihan gigi pada pasien yang berobat dipuskesmas

 Usaha kesehatan gigi anak sekolah

 Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGMD)

13
Tabel 30
Hasil Kegiatan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Puskesmas Mandala Bulan Januari-November 2019
Pelayanan

No Medik Dasar Januari Februari Maret April mei juni Juli Agustus September Oktober November

Kesehatan Gigi
    L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P Total %
1 Karies 14 18 11 17 11 17 12 21 3 6 2 6 6 12 5 7 6 7 3 9 2 5 200 7.5
2 Periodontitis 18 11 17 22 17 22 11 14 10 14 14 17 12 15 11 26 15 12 11 7 11 10 317 11.9
3 Exo Permanen 14 44 21 31 21 31 31 50 20 29 19 36 24 52 14 46 20 29 21 25 28 38 644 24.1
4 Exo Decucui 9 19 13 14 13 14 5 20 6 7 6 14 11 21 10 17 16 15 7 11 11 10 269 10.1
5 Pulpa 25 27 20 35 20 35 20 32 21 43 28 36 33 66 39 45 35 44 31 42 38 40 755 28.3
6 Calculus       1                           1         2 0.1
7 Persistensi 8 5 11 14 11 14 5 17 5 6 4 12 7 17 4 10 15 13 5 10 9 8 210 7.9
8 Abces 9 4 13 14 13 14 7 19 7 12 4 7 14 17 8 10 10 12 24 16 3 11 248 9.3
Jumlah 97 128 106 148 106 147 91 173 72 117 77 128 107 200 91 161 117 133 102 120 102 122 2645 99.1

Tabel 31
laporan kesehatan jiwa puskesmas mandala januari s.d. desember tahun 2019
N JAN FEB MAR AP MEI JUN JUL AGUS SEPT OKT NOV TOTAL
JENIS PENYAKIT
O L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P L P
1 SKIZOPHRENIA 12 8 13 9 10 1 4 3 10 11 7 8 13 11 15 10 7 6 12 2 16 6 194
2 DEPRESI 1 1  0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 2 1 0 0 0 3 1 1 15
3 PSIKOMATIK 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1

96
4 INSOMNIA  0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 3
5 ANXIETY DISORDER 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 3
NONORGANIC
0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 3
6 SLEEP
7 PARANOID 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
TOTAL 13 9 13 9 10 1 5 4 14 15 7 8 14 13 17 11 7 6 13 7 17 7 220

97
F. Upaya Kesehatan Jiwa

Puskesmas Mandala belum mempunyaki perawat yang di tatar tentang

kesehatan jiwa, dimana dalam kegiatanya harus dilakukan sistem rujukan

kebagian penyakit jiwa RS Pirngadi Medan, RSUP H Adam Malik dan RSJ

Prof. M. Ildrem, RS Madani. Laporan kesehatan jiwa puskesmas mandala

januari s.d. desember tahun 2019 dapat dilihat dalam tabel 31.

G. Upaya Kesehatan Mata

Kegiatan yang dilakukan berintegrasi dengan kegiatan Puskesmas

yang lain :

1. Kegitan KIA, pemberian vitamin A dosis tinggi pada balita,

penyuluhan kesehatan posyandu

2. Dengan UKS penyuluhan kesehatan mata disekolah

3. Melakukan pengobatan mata yang dapat ditanggulangi

4. Melakukan rujukan kepada unit yang mampu, apabila pengobatan

tidak mampu ditanggulangi.

Tabel 32
Jenis Gangguan Penglihatan dan Kebutaan di Puskesmas Mandala Bulan
Januari-November 2019
N Ag Ok No tota

O Penyakit Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul s Sept t v l


Glaukom

1 a 2 4 4 4 4 4 4 0 8 4 3 41
Kelainan

2 Refraksi 37 40 65 25 40 14 98 25 40 40 14 438
3 Katarak 20 20 20 20 25 0 33 15 25 0 38 216
13

jumlah 59 64 89 49 69 18 5 40 73 44 55 695

98
H. Upaya Kesehatan Lanjut Usia

Kegiatan-kegiatan lanjut usia di Puskesmas Mandala adalah : Pelayanan

Kesehatan Lanjut Usia Upaya promotif dapat berupa kegiatan Posyandu lansia,

yang diantaranya berfungsi untuk

1.      Meningkatkan kesadaran lansia untuk membina sendiri kesehatannya

2.      Meningkatkan kemampuan & peran serta masy dlm menghayati &

mengatasi masalah kesh lansia scr optimal

3.      Meningkatkan jangkauan yankes lansia

4.      Meningkatnya jenis dan mutu yankes lansia

Terdapat 7 posyandu lansia, yaitu:

1. Posyandu lansia Saroha I

2. Posyandu lansia mawar I

3. Posyandu lansia Tanjung I

4. Posyandu lansia Melur I

5. Posyandu lansia Flamboyan I

6. Posyandu lansia Seroja I I

7. Posyandu lansia Seroja III I

I. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional

Melakukan pendataan terhadap pengobatan tradisional di wilayah Kerja

Puskesmas Mandala, Kecamatan Medan Tembung.

Kegiatan :

1. Pembinaan kepada masyarakat pengobatan tradisional antara lain dukun

beranak, dukun patah, dukun pijat, tukang jamu dan lain-lain

99
2... Memberikan penyuluhan tentang manfaat pekarangan untuk penanaman

obat keluarga

J. Laboratorium Sederhana

1. Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana yaitu :

 Darah khusus : Golongan darah, KGD, kolesterol, asam urat

 Plano test

 Sputum (BTA)

 HbsAg

2. Membuat laporan hasil laboratorium.

Tabel 33
Data Pemeriksaan Laboratorium Periode Januari-November 2019
N pemeriksaa Ma Me Sep No

o n Jan Feb r Apr i Jun Jul ags t Okt v  total


30 24 24 46

1 KGD 319 8 296 235 403 262 9 8 232 4 315 3331


2 Asam Urat 96 68 106 49 101 80 94 47 88 93 76 898
3 Kolestrol 61 80 94 34 66 77 70 58 95 13 55 703
4 Gol. Darah 17 27 19 5 36 32 27 18 21 22 20 244
5 Plano 45 32 37 16 37 52 41 27 19 28 25 359
6 HbsAg 24 0 0 0 44 47 33 12 17 21 17 215
7 SUSP.TB 40 16 42 8 10 8 28 13 14 16 14 209
8 BTA (+) 4 1 3 3 4 2 10 6 2 6 5 46
Follow Up

9 Sputum 27 38 28 22 32 23 24 33 19 18 23 287
57 57 46 68

jumlah 633 0 625 372 733 583 6 2 507 1 550 6292

4.2 Karakteristik Penderita Hipertensi di Puskemas Mandala Tahun 2019

a. Prevalensi rate penderita Hipertensi pada Pasien Rujuk Balik (PRB)

100
Tabel 34
Prevalensi rate penderita Hipertensi pada Pasien Rujuk Balik (PRB) di Wilayah
Kerja Puskesmas Mandala kecamatan medan tembung bulan januari-november
2019

Kelurahan Jumlah Jumlah kasus Period


penduduk penderita meninggal prevalence
pertengahan rate (per
tahun 10.0000)
Bandar 18.681 29 0 15,52
selamat
Bantan 31.188 105 0 33,67
Batan timur 14.546 21 0 14,43
Tembung 10.316 73 0 70,76
Jumlah 74.731 228 0 30,50
Berdasarkan tabel 34 dapat dilihat bahwa prevalensi rate (PR) Hipertensi

pada pasien PRB di wilayah kerja puskesmas mandala tertinggi ada dikelurahan

tembung yaitu 70,76 per 10.000 penduduk. Sedangkan PR terendah ada di

kelurahan bantan timur yaitu 14,43 per 10.000 penduduk. Sementara PR

hipertensi pada pasien PRB di wilayak kerja pusekesmas mandala secara

keseluruhan dari bulan januari-november yaitu 30,50 per 10.000 penduduk.

Gambar 6
Prevalensi rate penderita Hipertensi pada Pasien Rujuk Balik (PRB) di Wilayah
Kerja Puskesmas Mandala kecamatan medan tembung bulan januari-november
2019

Prevalensi Rate
80
70
60
50 Prevalensi Rate
40
30
20
10
0
Bandar selamat Bantan Batan timur Tembung

101
Berdasarkan gambar diatas didapatkan dua kelurahan yang memiliki PR

di atas rata-rata (30,50 per 10.000 penduduk), yakni kelurahan tembung sebesar

70,76 per 10.000 penduduk dan kelurahan bantan yaitu sebesar 33,67 per 10.000

penduduk.arinya dua kelurahan tersebut memiliki risiko lebih tinggi untuk

terkena penyakit hipertensidibandingkan dengan dua kelurahan lainnya yang

memiliki PR dibawah rata-rata.

b. Distribusi penderita penderita Hipertensi pada Pasien Rujuk Balik (PRB)

Berdasarkan Jenis Kelamin dan Umur

Tabel 35
Distribusi Penderita penderita Hipertensi pada Pasien Rujuk Balik (PRB)
Berdasarkan Jenis Kelamin dan Umur di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala
kecamatan medan tembung bulan januari-november 2019

Umur Jenis Kelamin Jumlah


(Tahun) Laki-laki Perempuan
f % f % f %
20-44 1 1,30 2 1,32 3 1,31
45-54 4 5,19 20 13,25 24 10,53
55-59 3 3,90 12 7,95 15 6,58
60-69 39 50,65 86 56,95 105 54,83
>=70 30 38,96 31 20,53 81 26,75
Jumlah 77 100 151 100 228 100

102
Gambar 7
Grafik Distribusi Proporsi Penderita Hipertensi pada Pasien Rujuk Balik (PRB)
Berdasarkan Umur di Wilayah Kerja Puskesmas medan tembung bulan Januari-
November 2019

Distribusi proporsi Penderita Hipertensi


Berdasarkan Umur
60

50
Distribusi proporsi
40 Penderita Hipertensi
Berdasarkan Umur
30

20

10

0
20-44 45-54 55-59 60-69 >=70

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa penderita hipertensi

pada PRB yang tertinggi berdasarkan golongan umur adalah pada umur 60-69

tahun (54,83 %), diikuti kelompok umur >=70 tahun (26,75%) , kelompok umur

(45-54 %), dan yan paling rendah yaitu pada kelompok umur 20-44 tahun

(1,31%) . berdasarakan penelitia Hesti Rahayu pda masyarakat RW 01 Srengseng

Sawah Kecamatan Jagakarsa menyimpulkan adanya hubungan antara umur

dengan kejadian hipertensi,kejadian hipertensi meningkat seiring dengan

peningkatan umur.s tekanan darah pada usia lanjut (lansia) akan cenderung

meningkat karena perubahan fisiologi yaitu eastisitas pembuluh darah akan

semakin berkurang sehingga semakin bertambah umur akan semakin beresiko

terkena penyakit hipertensi. (Syarifuddin A,2012)

103
Gambar 8
Diagram Distribusi Proporsi Penderita Hipertensi pada Pasien Rujuk Balik
(PRB) Berdasarkan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala
kecamatan medan tembung bulan Januari-November 2019

Distribusi Proporsi Penderita Hipertensi


Berdasarkan Jenis Kelamin

34% Laki-laki
Perempuan

66%

Berdasarkan gambar diatas dapat juga dilihat bahwa penderita hipertensi

secara keseluruhan palin banyak angkakejadiannya pada perempuan yaitu 151

orang (66,23%) sedangkan pada laki laki yaitu 77 orang (33,77%). Berdasarkan

hasil penelitian yang dilakukan oleh JajuK kusumawaty bahwa adanya hubungan

yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada lansia di

wilayah kerja puskesmas akbok kabupaten ciamis.wanita yang monopouse akn

cenderung beresiko terkena hipertensi .

104
c. Grafik Distribusi Proporsi Penderita Hipertensi pada Pasien Rujuk Balik

(PRB) Berdasarkan kelurahan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala

Gambar 9
Grafik Distribusi Proporsi Penderita Hipertensi pada Pasien Rujuk Balik (PRB)
Berdasarkan kelurahan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala kecamatan medan
tembung bulan Januari-November 2019

Distribusi Proporsi Penderita Hipertensi


Berdasarkan Kelurahan
50
45
40
Distribusi Proporsi
35 Penderita Hipertensi
30 Berdasarkan Kelurahan
25
20
15
10
5
0
Bandar selamat Bantan Batan timur Tembung

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa distribusi proporsi penderia

hipertensi pada bulan januari- november 2019 paling tinggi angka kejadiannya

ada pada kelurahan bantan yaitu sebesar 105 kasus(46,05 %) diikuti dengan

kelurahan tembung yaitu 73 kasus(32,02%), di kelurahan bandar selamat 29

kasus (12,72%) dan yang paling rendah angka kejadiannya ada pada kelurahan

bantan timur yaitu 21 kasus (9,21%)

105