Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 2 : ONTOLOGI DAN OBJEK FILSAFAT ILMU

NAMA : NARULLITA
NIM : 20206013133

MATA KULIAH : FILSAFAT ILMU


DOSEN PENGAMPU : Dr. NUR AHYANI, M.Pd

1. Jelaskan Pengertian Ontologi


Jawab :
Pengertian Ontologi

 Menurut bahasa
Dalam bahasa inggris “ontology” berakar dari bahasa yunani yang berarti ada,dan “ontos
” berarti keberadaan. Sedangkan “logos” berarti pemikiran (Lorens Bagus :2000).
 Menurut istilah,
ontologi ialah ilmu yang membahas tentang hakikat yang ada, baik yang berbentuk
jasmani/ konkret maupun rohani/ abstrak
 Menurut para Ahli
1. Menurut Suriasumantri (1985),
Ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin
tahu, atau, dengan kata lain suatu pengkajian mengenai teori tentang “ada”.
Telaah ontologis akan menjawab pertanyaan-pertanyaan :
o apakah obyek ilmu yang akan ditelaah,
o bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut, dan
o c) bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia
(seperti berpikir, merasa, dan mengindera) yang membuahkan
pengetahuan.

2. Menurut Soetriono & Hanafie (2007)


Ontologi yaitu merupakan azas dalam menerapkan batas atau ruang lingkup
wujud yang menjadi obyek penelaahan (obyek ontologis atau obyek formal dari
pengetahuan) serta penafsiran tentang hakikat realita (metafisika) dari obyek
ontologi atau obyek formal tersebut dan dapat merupakan landasan ilmu yang
menanyakan apa yang dikaji oleh pengetahuan dan biasanya berkaitan dengan
alam kenyataan dan keberadaan.

3. Menurut Pandangan The Liang Gie


Ontologi adalah bagian dari filsafat dasar yang mengungkap makna dari sebuah
eksistensi yang pembahasannya meliputi persoalan-persoalan:
 Apakah artinya ada, hal ada?
 Apakah golongan-golongan dari hal yang ada?
 Apakah sifat dasar kenyataan dan hal ada?
 Apakah cara-cara yang berbeda dalam mana entitas dari kategori-kategori
logis yang berlainan (misalnya objek-objek fisis, pengertian universal, abstraksi dan
bilangan) dapat dikatakan ada ?

4.Menurut Ensiklopedi Britannica Yang juga diangkat dari Konsepsi Aristoteles


Ontologi Yaitu teori atau studi tentang being / wujud seperti karakteristik dasar
dari seluruh realitas. Ontologi sinonim dengan metafisika yaitu, studi filosofis
untuk menentukan sifat nyata yang asli (real nature) dari suatu benda untuk
menentukan arti , struktur dan prinsip benda tersebut. (Filosofi ini didefinisikan
oleh Aristoteles abad ke-4 SM)

Kesimpulannya, ontologi merupakan suatu teori tentang makna dari suatu


objek, property dari suatu objek, serta relasi objek tersebut yang mungkin
terjadi pada suatu domain pengetahuan.
 Contoh ontologi, dalam Mapel Matematika misalnya Pembuktian Theorema
Phytagoras. akan dibuktikan secara logis, terstruktur, dan sistematis.

2. Objek Kajian Filsafat


Jawab :
 Secara umum, filsafat mempunyai objek yaitu segala sesuatu yang ada dan mungkin
ada dan boleh juga diaplikasikan, yaitu tuhan, alam semesta, dan sebagainya.
 Apabila diperhatikan secara seksama objek filsafat tersebut dapat dikatagorikan
kepada dua:
1. Objek material
Objek material ini adalah sasaran material suatu penyelidikan, pemikiran atau
penelitian keilmuan. Objek material filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu
sendiri, yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode
ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara
umum.
2. Objek formal
Objek formal merubah objek khusus filsafat yang sedalam-dalamnya Objek formal
adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya. Suatu
obyek material dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang sehingga ilmu berbeda-
beda.

 Objek formal ini dapat dipahami melalui dua kegiatan:

1) Aktivitas berfikir murni (reflective thinking) artinya kegiatan akal manusia


dengan usaha untuk mengerti dengan usaha untuk mengerti secara
mendalam segala sesuatunya sampai ke akar-akarnya.
2) Produk kegiatan berfikir murni, artinya hasil dari pemikiran atau
penyelidikan dalam wujud ilmu atau ideologi.

 Mengenai objek formal ini ada juga yang mengindentikan dengan metafisika,
yaitu hal-hal diluar jangkauan panca indra, seperti persoalan esensi dan substansi
alam, yaitu sebab utama terjadinya alam.