Anda di halaman 1dari 6

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 3

Nama Mahasiswa : FERONIKA YULIBERTHA GULTOM


Nomor Induk Mahasiswa : 837529446
Kode/Nama Mata Kuliah : PEBI4223/PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP
Kode/Nama UPBJJ : 74 / UPBJJ MALANG
Masa Ujian : 2020/21.2(2021.1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
Soal 1
Seorang petani di desa Baturiti bercocok tanam dengan menanam sayur-sayuran di kebunnya.
Dalam proses bercocok tanam petani tersebut selalu menyiram dan memberikan pupuk organic untuk
meningkatkan kualitas tanah sehingga tanamannya tumbuh dengan subur. Coba anda uraikan
bagaimana peranan bahan organic terhadap kesuburan tanah?
Jawaban :
Bahan organik berperan penting dalam menentukan kemampuan tanah untuk mendukung
pertumbuhan tanaman. Peran bahan organik adalah :
a. meningkatkan kesuburan tanah
b. memperbaiki dtruktur tanah
c. meningkatkan kemampuan tanah memegang air
d. meninglatkan pori pori tanah
e. memperbaiki media perkembangan mikroba tanah
Selain itu bahan organik sangat berpengaruh terhadap perubahan sifat-sifat tanah, yaitu sifat
fisik, biologis, dan sifat kimia tanah. Bahan organik merupakan pembentuk granulasi dalam
tanah dan sangat penting dalam pembentukan agregat tanah yang stabil. Melalui penambahan
bahan organik, tanah yang tadinya berat menjadi berstruktur remah yang relatif lebih ringan.

Soal 2

Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip
“memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Dalam
melakukan Pembangunan Berkelanjutan tentulah harus melibatkan beberapa aspek yang termasuk didalamnya,
adapun aspek yang dimaksud yakni keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Buatlah suatu konsep yang
dapat menjelaskan mengenai pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan tiga aspek yang harus
diperhatikan !

Jawaban:
pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
pada saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi
kebutuhan-kebutuhan mereka. Konsep ini mengandung dua unsur :

a. Yang pertama adalah kebutuhan, khususnya kebutuhan dasar bagi golongan masyarakat
yang kurang beruntung, yang amat perlu mendapatkan prioritas tinggi dari semua
negara.
b. Yang kedua adalah keterbatasan. Penguasaan teknologi dan organisasi sosial harus
memperhatikan keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan
manusia pada saat ini dan di masa depan.

Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas dari
itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi,
pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan ( disebut 3 Pilar Pembangunan
berkelanjutan).

Indikator / Kriteria Pembangunan Berkelanjutan

Berdasarkan konsep pembangunan berkelanjutan tersebut, maka indikator pembangunan


berkelanjutan tidak akan terlepas dari aspek-aspek tersebut diatas, yaitu aspek ekonomi,
ekologi/lingkungan, sosial, politik, dan budaya. Sejalan dengan pemikiran tersebut,
Djajadiningrat (2005) dalam buku Suistanable Future: Menggagas Warisan peradaban bagi Anak
Cucu, Seputar Pemikiran Surna Tjahja Djajadiningrat, menyatakan bahwa dalam pembangunan
yang berkelanjutan terdapat 5 aspek keberlanjutan yang perlu diperhatikan, yaitu:

Menurut Elim Salim, konsep pembangunan berkelanjutan adalah suatu proses pembangunan
yang mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam serta sumber daya manusia, dengan
menyerasikan sumber alam dengan manusia dalam pembangunan. Secara konseptual,
pembangunan berkelanjutan sebagai transformasi progresif terhadap struktur sosial, ekonomi,
politik. Hal tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam memenuhi
kepentingannya tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang.
Soal 3

Kita mengenal tiga teori etika lingkungan yaitu inklusionisme, eksklusionisme, dan asketisme
modern. Berdasarkan uraian diatas coba anda pasangkan antara teori yang ada dengan gambar yang
diatas !

Jawaban:

a. MAN IN NATURE
Antroposentrisme : Teori etika lingkungan ini memandang manusia sebagai pusat dari
sistem alam semesta.Cara pandang antrposentrisme ini di perkuat dengan paradigma
ilmu cartesial yang bersifat mekanistik reduksionis, dimana ada pemisahan yang tegas
antara manusia sebagai subjek dan alam sebagai objek ilmu pengetahuan sehingga
menyebabkan adanya pemisah antara fakta dengan nilai.

b. MAN AND NATURE


Biosentrisme : Biosentrisme menganggap setiap bentuk kehidupan dan makhluk hidup
memiliki nillai dan berharga bagi dirinya sendiri sehingga pantas dan pperlu mendapat
penghargaan dan kepedulian moral atas nilai dan harga dirinya itu, terlepas apakah ia
bernilai atau tidak bagi manusia

c. MAN,NATURE,AND CULTURE
Ekosentrisme : Ekosentrisme mengembangkan wilayah pandangan etika pada seluruh
komunitas ekologis, baik yang hidup maupun tidak.
Tiga teori etika diatas pada daarnya merupakan bentuk dari empat tingkat kesadaran
lingkungan yaitu;
1. Polusi, sebagai penanda mulai adanya krisis lingkungan akibat pola hidup dan
perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
2. Populasi yang melimpah ( overpopulation ),
3. Krisis bumi, akaibat semakin kompleksnya masalah dan krisis lingkungan pada setiap
kelompok populasi masyarakat yang lantas berubah menjadi krisis lingkung secara
global,
4. Keberlanjutan bumi.

SOAL 4

Etika lingkungan hidup merupakan petunjuk atau arah perilaku praktis manusia dalam
mengusahakan teruwujudnya moral dan upaya untuk mengendalikan alam agar tetap berada
pada batas kelestarian. Etika lingkungan hidup juga berbicara mengenai relasi di antara semua
kehidupan alam semesta, yaitu antara manusia dengan manusia yang mempunyai dampak pada
alam dan antara manusia dengan makhluk lain atau dengan alam secara keseluruhan. Menurut
pendapat Anda, bagaimana pentingnya etika dan pendidikan lingkungan hidup?

Jawaban:
Seperti kita ketahui etika merupakan kebiasaan baik , yang diwariskan dari satu generasi ke
generasi dan berisikan perintah serta larangan tentang baik buruknya perilaku manusia.
Dengan adanya etika lingkungan maka perilaku manusia akan terkendalikan dan hal ini
diperlukan kesadaran individu sebagai masyarakt penghuni bumi.
A. cara menyadarkan masyarakat
Menurut Miller Jr (1994) mengemukakan jalan keluar (solusi) agar kelestarian alam dapat
terjamin, antara lain :
(1) Mengevaluasi setiap rencana kegiatan agar terjadi pembangunan berkelanjutan;
(2) Menggunakan teknologi yang tepat guna untuk mencegah kerusakan di muka bumi;
(3) Membiasakan hidup sederhana;
(4) Memosisikan diri sebagai warga bumi;
(5) Memasyarakatkan Pendidikan Bumi (earth education) di sekolah dan pelatihan.
(6) Etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral
B. tujuan PLH
Menurut Adisenjaya (2008) mengemukakan bahwa tujuan pendidikan lingkungan
hidup dijabarkan menjadi 6 kelompok, sebagai berikut:
a. Kesadaran, yaitu memberi dorongan kepada setiap individu untuk memperoleh
b kesadaran dan kepekaan terhadap lingkungan dan permasalahnya.
b. Pengetahuan, yaitu membantu setiap individu untuk memperoleh berbagai
pengalaman dan pemahaman dasar tentang lingkungan dan masalahnya.
c. Sikap, yaitu membantu setiap individu untuk memperoleh seperangkat nilai dan
kemampuan mendapatkan pilihan yang tepat, serta mengembangkan kepekaan
terhadap lingkungan dan memberikan motivasi untuk berperan serta secara aktif
di dalam peningkatan dan perlindungan lingkungan.
d. Keterampilan, yaitu membantu setiap individu untuk memperoleh keterampilan
dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah lingkungan.
e. Partisipasi, yaitu memberikan motivasi kepada setiap individu untuk berperan
serta secara aktif dalam pemecahan masalah lingkungan.
f. Evaluasi, yaitu mendorong setiap individu agar memiliki kemampuan
mengevaluasi pengetahuan lingkungan ditinjau dari segi ekologi, sosial, ekonomi,
politik, dan faktor-faktor pendidikan.

Anda mungkin juga menyukai