Anda di halaman 1dari 4

Nama : Wafa Nurjanah

NIM : 1906321

D. LATIHAN LK 3

1. Sekolah sebenarnya tidak lain dari suatu sistem pengorganisasian belajar secara
modern.
a. Deskripsikan anatomi yang ada di sekolah berdasarkan pendekatan sistem !
Jawaban :
Pendekatan sistem terdiri atas komponen-komponen utama yaitu masukan, proses,
keluaran (output) dan hasil (outcome). Komponen masukan terdiri atas masukan
mentah, yaitu siswa. Masukan instrumental adalah kurikulum, sarana/prasarana,
guru dan staf, keuangan, dan organisasi. Masukan lingkungan terdiri atas
dukungan orangtua, masyarakat, dan pemerintah. Komponen proses terdiri atas
proses manajemen sekolah termasuk proses pembelajaran. Komponen keluaran
merupakan perwujudan tujuan pembelajaran dalam berbagai aspek: koginitif,
afektif, psikomotorik, dan hubungan personal atau dalam bahasa yang lebih
dikenal sekarang dengan istilah kecerdasasan intelektual, kecerdasan emosional
dan kecerdasan spritual. Komponen hasil (outcome) merupakan perwujudan hasil
belajar dalam hal keberhasilan lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang
berikutnya atau memasuki dunia kerja
b. Pendekatan sistem juga digunakan dalam memanaj sekolah. Kenapa perlu
pendekatan sistem (system approach) dalam manajemen ? dan gambarkan proses
pendidikan melalui pendekatan sistem !
Jawaban :

karena pendekatan system disebut juga sebagai cara berfikit mengenai penomena
secara keseluruhan yaitu meliputi bagian-bagian, komponen-komponen dan sub
sistemnya denga ntiitk berat interasiknya. Rozenwey mengatakan bahwa
pendekatan sistem meliputi pengunaan berbagai sistem meliputi berbagai konsep
yang serasi dan teori sistem yang umum dalam rangka memahami teori oranisasi
dan praktek manajemen.

Disamping itu pendekatan sistenm juga berorientasi pada analisa sistem yang
berwujud pada metode atau teknik didalam memecahkan suatu persoalan atau
pada saat pengambilkan kebijakan. Analisa masalah sistem menyadari akan
masalah, mengidentifikasi variabel yang berhubungan,menganalisis berbagai
faktor dan beakhir dengan menentukan tindakan pemecahan masalah yang terbaik
dan berbagai alternatif.

Terdapat dua proses pendekatan sistem managemant untuk pendidikan yaitu


pendekatan konprehensif dan pendekatan input serta output sistem management
pendidikan. Jika menggunakan pendekatan konprehensif maka dilakukan
brdasarkan prinsip ilmiah, yang dalam artian dalam membuat sesuatu atau
menetapkan sesuatu tidak asal membuat saja tapi harus dipersyarati dengan
pengetahuan, pengalaman, pemahaman tentang persoalan/masalah yang tengah
dihadapi. Namun jika menggunkana metode pendekatan pendekatan input serta
output sistem management pendidikan ialah dalam perancangan suatu organisasi
maka salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah memfungsionalisasi internal
organisasi yang dapat konsisten dengan tuntutan-tuntutan motivator external
seperti tugas-tugas organisasi, lingkungan serta kapasitas teknologi serta
kebutuhan kebutuhan intrinstik para anggota pelaksana.

2. Sekolah itu dibangun atas suatu “philosofical foundation” bahwa dengan


diciptakannya sekolah “human growth and development” (peserta didik) bisa terjadi
secara optimal. Artinya melalui sekolah anak diharapkan dapat belajar lebih baik
(School is place for better learning), sehingga potensi anak diharapkan dapat tumbuh
secara optimal. Bagaimana sekolah mampu menciptakan bahwa sekolah sebagai suatu
tempat yang lebih baik untuk belajar ?

Jawaban :

Sekolah dirancang khusus untuk memberikan kesempatan pendidikan yang adil dan
memadai serta sesuai dengan karakteristik, potensi serta kebutuhan dan tingkat
pertumbuhan peserta didik agar dapat bisa tumbuh serta berkembang secara utuh dan
optimal. Sehingga bisa dikatakan bahwa sekolah memberikan pendidikanan yang
telah dirancang serta dilaksanakan secara profesional.

Namun dengan demikian, pendidikan bisa terjadi bukan hanya disekolah tapi juga
diluar sekolah seperti rumah, lingkungan tempat ia tinggal, masyarakat dan yang
berhubungan langsug dengan peserta didik. Sehingga suatu proses pendidikan perlu
suatu kordinasi, penyelarasaan, keseimbangan agar tidak terjadi benturan antar
sekolah, keluarga ataupun masyarakat.

Agar hal tersebut tidak terjadi maka suatu sekolah memerlukan suatu manajemen
sekolah yang tidak hanya berperan untuk mengelola sekolah secara profesional tapi
juga untuk menciptakan suasana sosial psikologis keseimbangan antar ketiga
lingkungan pendidikan ini. Fokus dari manajemen sekolah ini ialah siswa,
kurikulum,guru,fasilitas pendiidkan, dana dan kepemeimpinan sehingga tercapai
fungsi dari manajement sekolah itu sendiri yaitu seperti perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan dan pengendalian, komunikasi, review daan evaluasi secara keseluruhan,
harus dilaksananakan secara profesional. Profesionalisme dalam manajemen perlu
tertanam dengan kokoh untuk mewujudkan efisiensi dan efektiftas manajemen.

Sehingga agar sekolah dapat disebut sebagai suatu tempat yang baik untuk belajar itu
karena sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bukan saja besar secara fisik, tetapi
juga mengemban misi yang besar dan mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,
memerlukan manajemen yang profesional yang dapat mengarahkan segala tindakan
pada pencapaian tujuan dengan lebih efektif dan efisien.
Daftar Pustaka

Abdul Aziz Rambe.2011. PENDEKATAN SISTEM DALAM PERENCANAAN DAN


MANAJEMEN PENDIDIKAN. Faculty Of Education and Teacher Training State Institue for
Islamic Studies Batusangkar West Sumatra,Indonesia Vol 14 (2)

Manajemen Sarana Prasarana


http://antoniusmakas.blogspot.com/2009/09/manajemen-sarana-
prasarana.html#comment-form antonius makas
[diakses pada 03/03/2021 pukul 18.20]

Aris Munandar. 207. PENDEKATAN SISTEM DALAM PENGEMBANGAN SEKOLAH.


Junal Administrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Makasar. No 1

Dr. H. Undang Rusian Wahyudin. 2020. Manajemen Pendidikan (Teori da praktik Dalam
Penyelenggaraan). DEEPUBLISH

https://www.slideshare.net/emiritamarch/system-approach-21307138 . PENDEKATAN
SISTEM APPROACH. [ Diakse pada 03/03/2021 jam 19.40].