Anda di halaman 1dari 11

MODUL

PRAKTIKUM AKUNTANSI

Disusun Oleh:

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS


UNIVERSITAS STIKUBANK(UNISBANK)
SEMARANG
2021
i
AKUNTANSI ASET TETAP
Kasus pada PT. BINTANG MAKMUR

Pendahuluan

PT. Bintang Makmur adalah sebuah perusahaan dagang yang mempunyai usaha dalam
bidang penjualan produk yang masuk kategori obat-obatan dan alat-alat kedokteran.
Perusahaan telah berdiri lima tahun yang lalu dengan tempat kedudukan perusahaan di
kota Surabaya. Produk terebut dibeli dri sebuah perusahaan importer yang berkedudukan
di Jakarta. Pembelian produk dilakukan secara kredit dengan janga waktu kredit 60 hari.
Pengambilan produk dari Jakarta dilakukan sendiri oleh perusahaan setiap seminggu
sekali.

Penjualan obat-obatan dan alat-alat kedokteran tersebut dilakukan oleh PT. Bintang
Makmur secara kredit kepada rumah sakit- rumah sakit, pedagang-pedagang obat, took-
toko obat dan apotek yang berada di wilayah Jawa Timur dan di sekitar Jawa Tengah
bagian timur. Penjualan produk di wilayah sekitar Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah
dilakukan setiap hari dengan cara keliling dari satu kota ke kota lain oleh Divisi
Pemasaran.

Untuk melayani Divisi Pemasaran yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk
menjual produknya dan melayani Divisi Pembelian yang setiap seminggu sekali harus
mengambil barang dagangan dari Jakarta, PT. Bintang Makmur mempunyai cukup
banyak armada kendaraannya. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, perusahaan
mempunyai 4 buah truk besar, 10 buah tuk box diesel, 10 buah kijang pick up. Armada
truk besar digunakan untuk melayani Divisi Pembelian, sedangkan armada truk box
dieseldan armada kijang digunakan untuk melayani Divisi Pemasaran.

Kebijakan akuntansi yang berhubungan dengan aset tetap diatur sebagai berikut:

Perolehan aset tetap berwujud, dicatat berdasarkan harga perolehan, yaitu seluruh
pengorbanan yang dilakukan perusahaan untuk mendapatkan aset tetap berwujud tersebut
sampai kondisi siap dipergunakan.

Untuk mencatat perolehan aset tetap yang melekat pada tanah selain bangunan, digunakan
rekening emplacement. Buku pembantu emplacement disediakan untuk setiap lokasi.
Rekening emplacement akan disusut selama 5 tahun dengan taksiran nilai residu Rp0,00.

Penyusutan aset tetap berujud, pada bulan yang diperoleh tidak dilakukan penyusutan satu
bulan penuh. Penyusutan aset tetap berujud menggunakan metoda dan umur ekonomis
sebagai berikut:

1
No. Taksiran Umur
Jenis Aset Tetap Metode Penyusutan
Rek Ekonomis
1550 1. Emplasemen 5 tahun Garis Lurus
1600 2. Bangunan 20 tahun Garis Lurus
1700 3. Kendaraan 5 tahun Jumlah Angka Tahun
1800 4. Mebelair 3 – 5 tahun Garis Lurus
1900 5. Peralatan 3 – 5 tahun Garis Lurus
Pengujian terhadap aset tetap

Sejak berdiri sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 segala urusan akuntansi ditangani
oleh beberapa pegawai yang mempunyai pendidikan bukan dengan latar belakang disiplin
ilmu akuntansi. Oleh sebab itu, laporan keuangan yang dibuat oleh Bagian Akuntansi
masih sangat sederhana dan belum menunjukkan informs yang tepat. Salah satu informasi
yang belum tepat tersebut adalah informasi yang berhubungan dengan aset tetap.
Sehubungan dengan hal itu, Saudara diangkat sebagai pegawai baru dengan jabatan
Kepala Bagian Akuntansi mulai awal tahun 2011. Tugas yang menjadi prioritas utama
yang dibebankan kepada saudara adalah menangani fungsi akuntansi terutama (dalam
kasus ini)yang berhubungan dengan aset tetap, sedangkan fungsi akuntansi yang lain
menjadi prioritas kedua.

Tugas yang harus Saudara lakukan adalah:

1. Menelaah catatan-catatan akuntansi buku pembantu dan rekening buku besar yang
berhubungan dengan aset tetap sampai dengan tanggal 31 Desember 2010. Dari
pekerjaan yang saudara lakukan tersebut akhirnya Saudara dapat menentukan
saldo aset tetap dan saldo akumulasi depresiasi aset tetap pada tanggal 31
Desember 2010.
2. Melakukan pengkajian untuk mengidentifikasi ada tidak indikasi penurunan nilai
aset tetap pada tanggal 31 Desember 2010. Jika terdapat penurunan nilai segera
melakukan pengakuan dan pengukuran kerugian penurunan nilai aset tetap.
3. Mencatat transaksi yang berhubungan dengan aset tetap selama tahun 2011
termasuk mencatat depresiasi pada akhir tahun 2011.
4. Melakukan pengkajian untuk mengidentifikasi ada tidak indikasi penurunan nilai
aset tetap atau pemulihan rugi penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2011.
Jika terdapat penurunan nilai atau pemulihan rugi penurunan nilai segera
melakukan pengakuan dan pengukuran kerugian atau pemulihan penurunan nilai
aset tetap. Dan tugas terakhir adalah melaporkan saldo aset tetap dan saldo
akumulasi depresiasi yang akan dicantumkan dalam laporan keuangan tahun 2011.

Informasi untuk menelaah catatan-catatan akuntansi buku pembentu dan rekening


buku besar yang berhubungan dengan aset tetap pada tanggal 31 Desember 2010:

Dari buku besar diketahui jumlah saldo rekening aset tetap pada tanggal 31 Desember
2010 adalah sebesar Rp5.218.925.000,00 terdiri dari :
2
Nama Rekening Aset Tetap Jumlah
1. Tanah Rp. 685.000.000,00
2. Bangunan 1.116.000.000,00
3. Kendaraan 3.117.500.000,00
4. Mebelair 116.825.000,00
5. Peralatan Kantor 123.500.000,00
Jumlah Aset Tetap Rp.5.218.925.000,00

Rincian lebih lanjut dari rekening aset tetap tersebut pada tanggal 31 Desember 2010,
adalah sebagai berikut:

Jenis Aset Tetap Kuantitas Harga Perolehan


Tanah 800 m2 685.000.000,00
Bangunan 400 m2 1.116.000.000,00
Kendaraan
1. Truk besar 4 unit 608.000.000,00
2. Truk Box Disel 10 unit 1.637.500.000,00
3. Toyota Kijang Pick up 10 unit 932.000.000,00
Jumlah Rp.3.177.500.000,00

Mebelair
1. Sofa Tamu 4 unit 29.700.000,00
2. Meja Kursi Kerja 10 unit 16.675.000,00
3. Almari Kayu 20 unit 26.250.000,00
4. Almari besi, Filling cabinet 15 unit 20.250.000,00
5. Rak2 kayu - 7.350.000,00
6. Rak2 besi - 16.500.000,00
Jumlah Rp.116.925.000,00

Peralatan Kantor
1. Air Conditioner 10 unit 52.500.000,00
2. Komputer 10 unit 67.500.00,00
3. Mesin tik 5 unit 2.625.000,00
4. Alat2 kecil - 875.000,00
Jumlah Rp.123.500.000,00

Jumlah Aset Tetap Rp.5.218.925.000,00

Buku pembantu tiap-tiap jenis aset tetap tersebut di atas dapat Saudara lihat pada kertas
kerja.

3
Dari catatan atas laporan keuangan tahun 2010, dapat diketahui perhitungan depresiasi
masing-masing jenis ast tetap sebagai berikut:

1. Bangunan

Bangunan mulai dipakai pada tanggal 19 Nopember 2008:

1.200.000 .000
31 Des. 09 Depresiasi = = 60.000.000
20

1.178.000 .000
31 Des. 10 Depresiasi = = 62.000.000
19

2. Kendaraan
A. Truk Besar
Truk mulai dipakai operasi pada tanggal 20 Desember 2007:
5(2.048 .000.000−248.000 .000)
31 Des. 08 Depresiasi = = 600.000.000
15
4 (2.048 .000.000−248.000 .000)
31 Des. 09 Depresiasi = = 480.000.000
15
3(2.048 .000.000−248.000 .000)
31 Des. 10 Depresiasi = = 360.000.000
15

B. Truk box diesel


Truk box diesel mulai dipakai operasi pada tanggal 1 Desember 2008:
5(1)(2.750.000 .000−500.000.000)
31 Des. 08 Depresiasi = = 62.500.000
(15)(12)
4 (2.750 .000.000−500.000 .000)
31 Des. 09 Depresiasi = = 600.000.000
(15)
3(2.750 .000.000−500.000 .000)
31 Des. 10 Depresiasi = = 450.000.000
(15)
C. Kijang Pick up
Kijang mulai dipakai operasi pada tanggal 2 Juli 2009:
5 ( 6 ) (1.400 .000.000−320.000 .000)
31 Des. 09 Depresiasi = = 180.000.000
(15)
4 (1.400.000 .000−320.000.000)
31 Des. 10 Depresiasi = = 288.000.000
(15)

3. Mebelair

Depresiasi 2007

Jenis Aset HP Disusut Umur Depresiasi Keterangan


4
Rak Besi 45.000.000,00 5 1.500.000,00 2 bulan

Depresiasi 2008

Jenis Aset Tetap HP Disusut Umur Depresiasi Keterangan


Meja kursi 45.000.000,00 4 5.625.000,00 6 bulan
Almari kayu 60.000.000,00 4 3.750.000,00 3 bulan
Almari besi 45.000.000,00 5 6.750.000,00 9 bulan
Rak kayu 25.200.000,00 4 5.250.000,00 10 bulan
Rak besi 45.000.000,00 5 9.000.000,00 1 tahun
220.200.000,00 30.375.000,00

Depresiasi 2009

Jenis Aset Tetap HP Disusut Umur Depresiasi Keterangan


Meja kursi 45.000.000,00 4 11.250.000,00 1 tahun
Almari kayu 60.000.000,00 4 15.000.000,00 1 tahun
Almari besi 45.000.000,00 5 9.000.000,00 1 tahun
Rak kayu 25.200.000,00 4 6.300.000,00 1 tahun
Rak besi 45.000.000,00 5 9.000.000,00 1 tahun
220.200.000,00 33.250.000,00

Depresiasi 2010

Jenis Aset Tetap HP Disusut Umur Depresiasi Keterangan


Sofa tamu 39.600.000,00 3 9.900.000,00 9 bulan
Meja kursi 45.000.000,00 4 11.250.000,00 1 tahun
Almari kayu 60.000.000,00 4 15.000.000,00 1 tahun
Almari besi 45.000.000,00 5 9.000.000,00 1 tahun
Rak kayu 25.200.000,00 4 6.300.000,00 1 tahun
Rak besi 45.000.000,00 5 9.000.000,00 1 tahun
259.800.000,00 43.150.000,00

4. Peralatan Kantor

Depresiasi 2007

Jenis Aset Tetap HP Disusut Umur Depresiasi Keterangan


Mesin tik 7.500.000,00 5 375.000,00 3 bulan
Alat2 kecil 6.000.000,00 4 625.000,00 5 bulan
13.500.000,00 1.000.000,00

5
Depresiasi 2008

Jenis Aset Tetap HP Disusut Umur Depresiasi Keterangan


Mesin tik 7.500.000,00 5 1.500.000,00 1 tahun
Alat2 kecil 6.000.000,00 4 1.500.000,00 1 tahun
13.500.000,00 3.000.000,00

Depresiasi 2009

Jenis Aset Tetap HP Disusut Umur Depresiasi Keterangan


Mesin tik 7.500.000,00 5 1.500.000,00 1 tahun
Alat2 kecil 6.000.000,00 4 1.500.000,00 1 tahun
13.500.000,00 3.000.000,00

Depresiasi 2010

Jenis Aset Tetap HP Disusut Umur Depresiasi Keterangan


AC 60.000.000,00 4 7.500.000,00 6 bulan
Komputer 90.000.000,00 3 22.500.000,00 9 bulan
Mesin tik 7.500.000,00 5 1.500.000,00 1 tahun
Alat2 kecil 6.000.000,00 4 1.500.000,00 1 tahun
163.500.000,00 33.000.000,00

Informasi untuk melakukan pengkajian untuk mengidentifikasi ada tidak indikasi


penurunan nilai (impairments) aset tetap pada tanggal 31 Desember 2010.

Pada akhir tahun 2010, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan
peraturan daerah yang secara signifikan membatasi kendaraan yang masih menggunakan
bahan bakar tidak ramah ligkungan. Sehubungan dengan peraturan daerah tersebut, akan
mempengaruhi ruang gerak PT. Bintang Makmur yang masih menggunakan kendaraan
berbahan bakar solar. Selain itu juga akibat dari keadaan fisik kendaraan perusahaan yang
mengalami penurunan cukup tajam, maka PT. Bintang Makmur perlu menaksir kembali
nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tetap yang dimilikinya. Hasil penilaian
kembali aset tetap perusahaan menunjukkan bahwa kendaraan truk besar dan truk box
diesel harga jual netonya (fair value less cost to sell) atau nilai pakainya (value in use)
telah melebihi nilai tercatatnya, sehingga harus dilakukan penilaian kembali, dan
penilaian ini dapat diringkas sebagai berikut:
1. Kendaraan Truk Box Diesel:
a. Taksiran harga jual neto (fair value less cost to sell) untuk setiap unit truk adalah
sebesar Rp90.000.000,00.

6
b. Nilai pakai (value in use) tuk box dihitung berdasarkan atas nilai tunai dari arus
kas masuk neto selama sisa umur kendaraan. Diperkirakan arus kas masuk dari
seluruh kendaraan truk box setiap akhir tahun adalah sebesar Rp350.000.000,00.
c. Tingkat bunga efektif yang berlaku adalah 10%
d. Sisa umur ekonomis truk box adalah tiga tahun, tanpa nilai residu
2. Kendaraan Truk Besar:
a. Taksiran harga jual neto (fair value less cost to sell) untuk setiap unit truk adalah
sebesar Rp96.000.000,00.
b. Nilai pakai (value in use) truk besar tidak dapat diketahui.
c. Sisa umur ekonomis truk besar adalah dua tahun, tanpa nilai residu.

Informasi yang berhubungan dengan aset tetap selama tahun 2011:

28 Januari

Ditandatangani surat perintah kerja pembangunan saluran air, penerangan jalan


lingkungan, dan pembangunan ruang pamer (show room) di samping bangunan kantor di
lokasi jalan Wonokromo Surabaya. Nilai kontrak yang ditandatangani adalah sebesar
Rp180.000.000,00 untuk pembangunan saluran air dan penerangan jalan, sedangkan nilai
kontrak untuk pembangunan ruang pamer adalah sebesar Rp480.000.000,00. Pada saat
ditandatangani kontrak telah dibayar sebesar 40% dari harga kontrak dan sisanya akan
dibayar pada saat selesainya kontrak pada tanggal 25 Maret 2011.

26 Maret

Ditandatangani serah terima pembangunan saluran air, penerangan jalan lingkungan, dan
rehabilitasi bangunan kantor sekaligus dibayar termin ke 2 (terakhir) sebesar 60% dari
harga kontrak.

2 April

Dibeli 5 unit kijang inova secara kredit selama 5 tahun. Uang uang muka yang dibayar
untuk 5 unit kijang inova adalah sebesar Rp255.000.000,00 termasuk di dalamnya adalah
angsuran pertama. Angsuran pembelian kijang inova setiap bulan adalah sebesar
Rp6.000.000,00 untuk sebuah kijang. Tingkat bunga pasar yang berlaku pada saat itu
adalah sebesar 24% (gunakan diskonto dengan lima digit angka di belakang koma).
Setiap kendaraan dipasang GPS dan alat pengaman yang dibayar secara tunai. Harga alat
pengaman an GPS per unit kendaraan adalah sebesar Rp2.263.400,00. Kendaraan kijang
inova akan dilakukan penyusutan dengan metode jumlah angka tahun, umur ekonomis 5
tahun dan nilai residu per unit Rp26.000.000,00.

2 Mei

Dibayar angsuran kedua pembelian 5 unit kijang inova.

2 Juni

Dibayar angsuran ketiga pembelian 5 unit kijang inova.


7
26 Juni

PT Bintang Makmur memutuskan untuk memilih melakukan perjanjian sewa-menyewa


penggunaan gedung kantor baru dengan PT Panca Sejahtera (lessor) daripada
membangun lagi gedung baru. Hal ini dilakukan karena gedung PT Panca Sejahtera
terletak di pusat bisnis. Perjanjian sewa penyewa ini berisi informasi sebagai berikut:

1. Kontrak sewa-menyewa ditandatangani tanggal 30 Juni, selama 15 tahun dan tidak


dapat dibatalkan.
2. Pembayaran sewa dilakukan setiap 6 bulan sebesar Rp100.000.000,00 dengan
pembayaran pertama dilakukan tanggal 30 Juni 2011.
3. Nilai residu pada akhir masa kontrak (akhir tahun ke 15) sebesar Rp100.000.000,00
dan dijamin oleh PT Bintang Makmur (lessee).
4. Tingkat bunga efektif yang berlaku di pasar adalah 13% tetapi lessee mengetahui
bahwa lessor menggunakan tingkat bunga 12%.
5. Umur ekonomis bangunan menurut pihak independen adalah 18 tahun.
6. Bangunan tersebut memiliki harga pasar sebesar Rp1.500.000.000,00.

2 Juli

Dibayar angsuran keempat pembelian 5 unit kijang inova.

2 Agustus

Dibayar angsuran kelima pembelian 5 unit kijang inova.

2 September

Dibayar angsuran keenam pembelian 5 unit kijang inova.

21 September

Lima unit kijang pick up yang dibeli pada tahun 2009 dengan harga perolehan per unit
Rp140.000.000,00 ditukar dengan kendaraan super bix up baru yang harga tunainya
sebesar Rp175.000.000,00 (on the road). Kendaraan lama dihargai per unit sebesar
Rp75.000.000,00 dan kekurangan kas dibayar oleh perusahaan. Pertukaran ini tidak
mempunyai pengaruh substansi komersial terhadap perusahaan. Kendaraan super bix up
baru akan dilakukan penyusutan dengan metode jumlah angka tahun, umur ekonomis 5
tahun dan nilai residu per unit Rp9.600.000,00.

2 Oktober

Dibayar angsuran ketujuh pembelian 5 unit kijang inova.

2 November

Dibayar angsuran kedelapan pembelian 5 unit kijang inova

2 Desember
8
Dibayar angsuran kesembilan pembelian 5 unit kijang inova

31 Desember

Dibayar angsuran ke 2 kepada PT Panca Sejahtera sebesar Rp100.000.000,00.

Dihitung beban depresiasi seluruh aset tetap PT Bintang Makmur untuk tahun 2011,
termasuk aset tetap yang diperoleh pada tahun 2011.

Informasi untuk melakukan pengkajian untuk megidentifikasi ada tidak indikasi


penurunan nilai (impairments) aset tetap atau pemulihan rugi penurunan nilai pada
tanggal 31 Desember 2011.

Hasil penilaian kembali aset tetap menunjukkan informasi sebagai berikut:

1. Kendaraan Truk Box Diesel:


a. Taksiran harga jual neto (fair value less cost to sell) untuk setiap unit truk adalah
sebesar Rp54.000.000,00.
b. Nilai pakai (value in use) truk box dihitung berdasarkan atas nilai tunai arus kas
masuk neto selama sisa umur kendaraan. Diperkirakan arus kas masuk untuk
seluruh kendaraan truk box per tahun adalah sebesar Rp300.000.000,00
c. Tingkat sisa bunga efektif yang berlaku adalah 10%
d. Sisa umur ekonomis truk box adalah dua tahun, tanpa nilai residu
2. Kendaraan Truk Besar:
a. Taksiran harga jual neto (fair value less cost to sell) untuk setiap unit truk adalah
sebesar Rp50.000.000,00
b. Nilai pakai (value in use) truk besar tidak dapat diketahui
c. Sisa umur ekonomis truk besar adalah satu tahun, tanpa nilai residu
3. Dua jenis peralatan kantor yaitu mesin ketik dan alat-alat kecil sudah tidak memiliki
harga jual neto dan nilai pakai, oleh sebab itu kedua jenis peralatan kantor tersebut
dihapus dari pembukuan.

TUGAS MAHASISWA

1. Menentukan saldo aset tetapdan saldo akumulasi depresiasi aset tetap pada tanggal
31 Desember 2010.
a. Membuat jurnalkoreksi pada buku jurnal umum\
b. Posting jurnal koreksi ke dalam buku pembantu masing-masing jenis aset
tetap.
c. Posting jurnal koreksi ke dalam buku besar aset tetap dan akumulasi
depresiasi.
2. Melakukan pengkajian untuk mengidentifikasi ada tidak penurunan nilai aset tetap
pada tanggal 31 desember 2010. Jika terdapat penurunan nilai, hitunglah kerugian
penurunan nilai tersebut kedalam buku jurnal dan posting ke dalam rekening buku
besar dan buku pembantu.

9
3. Mencatat transaksi yang berhubungan dengan aset tetap selama tahun 2011,
termasuk jurnal untuk mencatat beban depresiasi tahun 2011.
4. Posting transaksi yang berhubungan dengan aset tetap selama tahun 2011 ke
dalam buku pembantu masing-masing jenis aset tetap yang sesuai.
5. Posting transaksi yang berhubungan dengan aset tetap selama tahun 2011 ke
dalam buku besar aset tetap yang sesuai.
6. Melakukan pengkajian untuk mengidentifikasi ada tidak penurunan aset tetap atau
pemulihan rugi penurunan nilai pada tanggal 31 desember 2011. Jika terdapat
penurunan nilai atau pemulihan rugi penurunan nilai, hitungla kerugian penuruaan
nilai atau pemulihan tersebbut dalam buku jurnal dan posting ke dalam rekening
buku besar dan buku pembantu.

10