Anda di halaman 1dari 16

PENGGUNAAN BUSINESS INTELLIGENCE DI SHOPEE

MAKALAH TUGAS AKHIR


PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

Universitas Indonesia
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Nama Anggota :
1. Agatha Putri Suliawan (2006583564)
2. Arul Pradana (2006523136)
3. Arthur Ferdinand Arnondo (2006583236)
4. Ayushita Btariputri Pramordawardani (2006468182)
5. Humaira Alifia Khairunnisa (2006583223)
6. Nurnajah Krishnadewi (2006583021)
7. Raisha Kamila Putri Darmawan (2006529303)
8. Siti Mutia Safitri (2006583186)
STATEMENT OF AUTHORSHIP

Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir


adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang
kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk
makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa
kami menggunakannya.
Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Mata Kuliah : Pengantar Teknologi Informasi


Judul Makalah : Penerapan Business Intelligence di Perusahaan
E-Commerce Shopee
Tanggal : 21 Mei 2021
Dosen : Rushli Fauzan

Agatha Putri Arul Pradana Arthur Ayushita


Suliawan Ferdinand Btariputri

Humaira Alifia Nurnajah Raisha Kamila Siti Mutia


Krishnadewi

1
DAFTAR ISI

STATEMENT OF AUTHORSHIP 1
DAFTAR ISI 2
BAB I
PENDAHULUAN 3
Latar Belakang Perusahaan 3
Rumusan Masalah 4
Tujuan Penelitian 4
BAB II
PEMBAHASAN 5
Penggunaan BI di Shopee 5
Penggunaan Big Data di Shopee 6
Konflik dalam Penggunaan BI di Shopee 7
Peningkatan Penggunaan BI 9
BAB III
PENUTUP 11
Kesimpulan 11
Saran 11
DAFTAR PUSTAKA 13
Lampiran 14
Daftar pertanyaan 14
Data Narasumber 15
Dokumentasi 15
Data Penunjang 15

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perusahaan


Business Intelligence (BI) merupakan sekelompok teknik dan alat untuk
mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna untuk tujuan
analisis bisnis. Teknologi Business Intelligence mengolah data yang tidak terstruktur
dalam jumlah yang besar untuk membantu proses mengidentifikasi, mengembangkan,
dan membuat kesempatan strategi bisnis yang baru. Tujuan dari penggunaan Business
Intelligence adalah untuk memudahkan proses interpretasi dari jumlah data yang besar
tersebut, mengidentifikasi kesempatan bisnis baru, dan mengimplementasikan suatu
strategi bisnis yang efektif untuk menciptakan keuntungan pasar yang kompetitif dan
stabilitas jangka panjang.
Keuntungan dari penggunaan business intelligence antara lain meningkatkan
profit perusahaan, menurunkan biaya, meningkatkan pemasaran, dan mempermudah
pengambilan keputusan. Dalam hal meningkatkan profit, business intelligence dapat
membantu mengambil keputusan yang bersifat strategis dimana akan mempengaruhi
pendapatan dan keuntungan perusahaan. Dalam hal penurunan biaya, business
intelligence dapat membantu menurunkan biaya operasional perusahaan seperti biaya
penelitian untuk mengetahui pola perilaku pelanggan. Dalam hal meningkatkan
pemasaran, business intelligence dapat menawarkan informasi terkait penjualan
dimana informasi tersebut dapat diolah menjadi strategi pemasaran.
Shopee merupakan start-up e-commerce yang berada di bawah naungan SEA
Group, perusahaan internet di Asia Tenggara, yang memiliki kantor pusat di
Singapura. Shopee resmi diluncurkan di Singapura pada tahun 2015 dan kemudian
memperluas jangkauannya ke Taiwan, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
Saat pertama kali diluncurkan, Shopee merupakan marketplace
consumer-to-consumer (C2C) hingga kini beralih menjadi hybrid C2C dan
business-to-consumer (B2C) sejak meluncurkan Shopee Mall. Shopee Indonesia
resmi diluncurkan di Indonesia pada Desember 2015. Marketplace ini memberikan
layanan one stop mobile experience untuk memungkinkan pembeli dan penjual
berinteraksi dengan mudah dan cepat.

3
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, adapun pokok
permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini:
1. Bagaimana penggunaan Business Intelligence (BI) di Shopee?
2. Bagaimana penggunaan Big Data di Shopee?
3. Bagaimana konflik dalam penggunaan Business Intelligence (BI) di Shopee?
4. Bagaimana cara Shopee meningkatkan penggunaan Business Intelligence
(BI)?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis penerapan
Business Intelligence (BI) pada marketplace Shopee, di antaranya:
1. Mengetahui bagaimana rangkaian penggunaan BI di Shopee
2. Mengetahui strategi BI yang diterapkan oleh Shopee
3. Mengetahui penggunaan big data di Shopee
4. Mengetahui konflik yang dihadapi Shopee dalam penggunaan BI
5. Mengetahui bagaimana cara Shopee meningkatkan penggunaan BI

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Penggunaan BI di Shopee
Business Intelligence di Shopee dijalankan oleh Departemen Data Science and
Analytics. Di departemen ini, Shopee merekrut pegawai khusus yang menguasai
Phyton/R. Fungsi departemen ini untuk membangun dan menganalisis data, serta
memecahkan masalah-masalah yang ada di Shopee. Masalah tersebut antara lain
pendataan, computer vision, yaitu bidang kecerdasan buatan yang melatih komputer
menafsirkan dan memahami dunia visual, machine learning, yaitu cabang ilmu
komputer dengan fokus pada pengembangan sebuah sistem yang mampu belajar
sendiri tanpa harus berulang kali di program oleh manusia, dan language processing,
yaitu cabang dari kecerdasan buatan yang berhubungan dengan interaksi antara
komputer dan manusia menggunakan bahasa alami..
Data yang didapatkan Shopee dari customer dari mulai mereka membeli
produk hingga produk tersebut mendapatkan penilaian akan dianalisis agar dapat
dipantau indikator kinerja dan fluktuasi performa operasional.
Sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, Shopee jelas
perlu mengoptimalkan penggunaan business intelligence mereka demi kenyamanan
pelanggan yang dapat berdampak pada kinerja performa Shopee sendiri. Shopee
memaksimalkan kinerja tim departemennya dengan:
1. Team BI Shopee membantu berbagai unit bisnis sebagai mitra diskusi untuk
merencanakan, menyusun strategi, dan mengembangkan bisnis Shopee dengan
memungkinkan pengambilan keputusan berdasarkan data.
2. Melayani sebagai konsultan yang menyederhanakan terminologi kompleks
menjadi wawasan yang lebih dapat dipahami oleh klien internal.
3. Team data science harus bisa menghasilkan wawasan yang dapat
ditindaklanjuti yang akan digunakan untuk mendukung atau menyusun strategi
baru.
4. Mereka punya kewajiban untuk mengembangkan laporan dan analisis.
Salah satu strategi business intelligence yang digunakan adalah market
intelligence, yakni strategi Shopee agar memperoleh informasi demi melakukan

5
analisis pasar sesuai dengan keadaan saat ini. Adapun tujuan dilakukannya dalam
market intelligence adalah:

● Untuk mengetahui bagaimana keadaan pasar yang saat ini sedang


terjadi
● Mengetahui dan menghadang adanya atau hadirnya para pesaing baru
● Membuat keputusan secara cepat dalam berpromosi
● Membuat sebuah tandingan untuk menandingi para pesaing
● Mencegah adanya pemalsuan dan perusakan produk atau jasa yang
kita miliki oleh pesaing
● Mengubah strategi dalam sebuah pemasaran
● Membuat inovasi-inovasi baru untuk produk dan jasa
● Mengubah strategi dalam mendistribusikan sebuah produk atau jasa.
● Mengubah pola penetapan harga. Sehingga harga yang kita berikan
sesuai dengan keadaan pelanggan dalam pasar
● Mengumpulkan informasi melalui feedback yang terdapat pada media
online.

B. Penggunaan Big Data di Shopee


Big data adalah istilah yang diberikan untuk kumpulan data yang tidak dapat
diproses secara efisien dengan bantuan metodologi tradisional.
Gudang data (data warehouse) adalah suatu sistem komputer untuk
mengarsipkan dan menganalisis data historis suatu organisasi seperti data penjualan,
gaji, dan informasi lain dari operasi harian.
Umumnya, data warehouse dan data mart di Shopee dikelola oleh manajemen
tingkat atas. Hasil data tersebut digunakan dalam pengambilan keputusan terkait
strategi Shopee untuk masa yang akan datang. Data penjualan yang didapatkan oleh
tim data analyst akan diekstrak lalu di analisis dengan OLAP (Online Analytical
Processing). Seperti yang kita ketahui, OLAP sendiri adalah sebuah pendekatan
secara cepat menyediakan jawaban-jawaban terhadap kueri analitik yang
multidimensi di dalam alam. OLAP adalah bagian dari kategori yang lebih global dari
pemikiran bisnis, yang juga merangkum hubungan antara pelaporan dan penggalian
data. Hasil analisisnya akan kemudian dikirimkan kepada atasan yang berkewajiban.
Sebagai contoh, pihak Shopee hendak menggarap data customer terbesar di bulan Mei

6
atau data terkait daerah mana yang memiliki pembelanjaan paling banyak di masa
lebaran kemarin.
Data pengguna yang dimanfaatkan oleh Shopee sendiri merupakan data
pribadi yang di dalamnya termasuk:
● Nama;
● Alamat email;
● Tanggal lahir;
● Alamat tagihan;
● Rekening bank;
● informasi pembayaran;
● Nomor telepon;
● Jenis kelamin;
● Informasi yang dikirim oleh atau terhubung dengan perangkat(-perangkat)
yang digunakan untuk mengakses layanan, seperti alamat IP;
● Informasi lain apapun tentang Pengguna saat Pengguna mendaftarkan diri
untuk menggunakan layanan atau platform kami, dan saat Pengguna
menggunakan layanan atau platform, serta informasi yang berkaitan dengan
bagaimana Pengguna menggunakan layanan atau platform kami; dan
● Seluruh data tentang konten yang digunakan Pengguna.

Database yang terdapat di Shopee dijamin keamanannya. Shopee mempunyai


server database yang berpusat di Singapura. Database tersebut berupa sebuah
program komputer yang menyediakan layanan pengelolaan pangkalan data dan
melayani program aplikasi pangkalan data Shopee yang menggunakan model
klien-server. Pusat data tersebut dijaga ketat oleh tim keamanan dari Shopee. Oleh
karena itu, data-data tersebut aman dari kejahatan siber seperti pencurian atau
penyalahgunaan data. Pengguna pun tidak akan khawatir karena data mereka aman
dan digunakan sewajarnya sesuai kepentingan.

C. Konflik dalam Penggunaan BI di Shopee


Business intelligence dalam Shopee mengambil banyak peran terutama dalam
marketingnya. Data yang sudah diolah oleh divisi Data and Analyst akan dianalisis,
kemudian manager bersama Divisi Marketing mengambil keputusan dari data tersebut
untuk keperluan pemasaran Shopee. Mereka juga menggunakan SCL, Phyton, R, dan

7
Spark sebagai tools mereka. Mereka bekerja sama dengan data engineers (orang yang
mengatur dan mengelola proses arsitektur data pada sebuah perusahaan. Yang mana,
infrastruktur tersebut dapat berupa basis data/database, pipeline, atau warehouse), dan
bekerja dengan big data di Shopee menggunakan Hadoop Ecosystem. Ekosistem
Hadoop sendiri adalah platform atau suite yang menyediakan berbagai layanan untuk
menyelesaikan masalah big data.
Berikut adalah komponen-komponen yang secara kolektif membentuk
ekosistem Hadoop:
● HDFS: Sistem File Terdistribusi Hadoop
● YARN: Negosiator Sumber Daya Lain
● MapReduce: Pemrosesan Data berbasis Pemrograman
● Spark: Pemrosesan data dalam memori
● PIG, HIVE: Pemrosesan layanan data berbasis kueri
● HBase: Database NoSQL
● Mahout, Spark MLLib: Algoritma Pembelajaran Mesin
● Solar, Lucene: Pencarian dan Pengindeksan
● Zookeeper: Mengelola cluster
● Oozie: Penjadwalan Pekerjaan
Ini termasuk proyek Apache dan berbagai alat dan solusi komersial. Data yang
diolah dapat berupa preferensi produk yang paling banyak diminati. Contohnya, pada
awal pandemi kemarin, data menunjukkan bahwa produk seperti kebutuhan pokok
meningkat cukup signifikan. Oleh karena itu, Divisi Marketing Shopee lebih
menggencarkan promosi di televisi, live streaming, serta kolaborasi dengan brand
lokal. Promosi di televisi biasanya berupa iklan yang memperkenalkan program
Shopee seperti Big Sale Ramadhan atau diskon setiap bulannya. Shopee juga sering
melaksanakan live streaming dimana pembeli dapat mempromosikan
produk-produknya secara langsung ke pembeli. Shopee juga melaksanakan Local
Space Festival bersama dengan 10 brand lokal sehingga membantu meningkatkan
brand awareness dan penjualan brand lokal.
Tantangan yang dihadapi divisi Data Analyst selain masalah teknis yaitu di
bagian channeling atau business-to-business (B2B). Konflik harian yang cukup sering
dihadapi biasanya dari departemen penjualan. Selain itu kendala yang pernah dialami
oleh Departemen Data Analyst salah satunya adalah kendala saat mengolah data
warehouse yang sangat kompleks. Data tersebut memerlukan waktu yang cukup lama

8
untuk diolah. Di Indonesia, team data analyst tidak mempunyai sumber daya manusia
sebanyak di Singapura, jadi terkadang mereka mengalami kendala. Data tersebut
sangat diperlukan oleh tim manajemen untuk segera dipresentasikan untuk
memutuskan bagaimana Shopee harus membuat strategi baru kedepannya.
Contohnya, strategi terkait pemasaran, customer service/relations, dan lain lain.
Beberapa waktu lalu, Shopee juga sempat mengalami konflik yaitu kemitraan kurir
Shopee yang mogok kerja. Hal ini disebabkan karena penurunan tarif komisi kepada
pihak kurir Shopee Express.

D. Peningkatan Penggunaan BI
Penggunaan business intelligence telah membantu Shopee dalam pembuatan
keputusan, penyusunan strategi, dan perencanaan bisnis berbasis analisis data. Dengan
business intelligence yang memiliki strategi market intelligence, yaitu menganalisis
pasar untuk mendapatkan informasi, Shopee dapat mengetahui keadaan pasar dari
segi konsumen maupun pesaing sehingga dapat membuat strategi yang sesuai. Saat
ini, teknologi business intelligence yang digunakan oleh Shopee sudah mumpuni.
Hanya saja, ada beberapa divisi/aspek yang harus diperbaiki, seperti:
1. Human Resource
Sumber daya manusia untuk Departemen Data Analytics belum terpenuhi.
Oleh karena itu, Shopee selalu membuka lowongan pekerjaan untuk
departemen tersebut sejak 2016. Selain itu, Shopee juga mengalami konflik
dengan pekerja di bagian kurir Shopee Express yang mogok kerja karena
penurunan tarif komisi.
2. Channeling/Penjualan
Sering mengalami beberapa kendala ketika mengelola data warehouse yang
terlalu kompleks sehingga membutuhkan pengolahan data yang lebih efektif.

Shopee sudah mengaplikasikan teknologi ke dalam sebagian besar aspek


bisnisnya, mulai dari penggunaan business intelligence hingga promosi secara digital.
Namun, cara-cara tradisional masih relevan dengan kondisi di Indonesia saat ini,
khususnya dalam hal promosi. Hal ini terjadi karena internet di Indonesia belum
merata dan mayoritas pengguna internet di Indonesia merupakan generasi millenial
dan generasi Z yang berusia 14 hingga 41 tahun. Maka dari itu, Shopee masih
menggunakan media cetak seperti flyers, billboards, stiker, dan artikel cetak untuk

9
mempromosikan program-programnya. Pada dasarnya, promosi adalah tugas divisi
Public Relations, tetapi dalam hal ini divisi Public Relations bekerja sama dengan
Departemen Data Science and Analytics, khususnya team business intelligence, untuk
menentukan jenis promosi apa saja yang paling sesuai dan dapat menghasilkan return
atau pendapatan yang lebih baik dibandingkan dengan promosi yang lain.

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Business Intelligence (BI) merupakan sekelompok teknik dan alat untuk
mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna untuk tujuan
analisis bisnis. Penggunaan business intelligence di Shopee dijalankan oleh team
business intelligence, dan didukung oleh team data science, data analyst, dan tim lain
yang berada di bawah Departemen Data Science and Analytics. Saat ini Shopee telah
menggunakan business intelligence dengan teknologi yang mumpuni. Selain itu,
penggunaan business intelligence di Shopee juga memegang peran penting dalam
pemasaran dan mampu meningkatkan penjualan di Shopee. Hal tersebut memberikan
dampak positif bagi pendapatan Shopee. Walau begitu, Shopee masih terus berupaya
untuk mengoptimalkan penggunaan business intelligence agar dapat menjadi
e-commerce nomor satu di Indonesia. Selain itu, Shopee juga masih membutuhkan
sumber daya manusia berkualitas dan mempunyai keahlian mumpuni, khususnya dari
dalam negeri.

B. Saran
Dengan semakin berkembangan internet di Indonesia, Shopee memiliki
peluang untuk terus berkembang pula. Beberapa perkembangan atau peningkatan
yang dapat dilakukan Shopee terkait dengan penggunaan business intelligence adalah
sebagai berikut:
● Terus meningkatkan metode dan keakuratan pengolahan data dan business
intelligence agar pembuatan keputusan dan strategi bisnis lebih relevan
dengan tren di pasar serta kebutuhan konsumen..
● Meningkatkan kemampuan servernya dan menjaga kerahasiaan data para
penggunanya agar menghindari dari kejahatan siber seperti pencurian atau
penyalahgunaan data.
● Menambah tim, atau setidaknya anggota tim untuk Departemen Data Science
and Analytics agar mencegah terjadinya overwork atau kewalahan dalam
mengelola data.
Kami juga berharap generasi muda Indonesia dapat memiliki minat dan
kemampuan yang dibutuhkan oleh Shopee, seperti data science, data analysis,

11
business intelligence, machine learning, dan kemampuan lainnya. Shopee juga dapat
mendorong minat generasi muda Indonesia dalam bidang data analysis dan business
intelligence melalui program-program seperti seminar, perlombaan, atau workshop
class. Dengan hal tersebut, mereka mampu menjadi bagian dari Departemen Data
Science and Analytics Shopee, baik itu team data science, team data analyst, team
business intelligence, maupun tim-tim lain yang akan dibutuhkan di masa yang akan
datang.

12
DAFTAR PUSTAKA

Christiana, Rachel. Strategi Shopee dalam Menarik Perhatian Pelanggan. Suara, 10


Desember 2019.
https://yoursay.suara.com/news/2019/12/10/131146/strategi-shopee-dalam-menarik
-perhatian-pelanggan?page=all. Diakses pada 26 Mei 2021.

Shopee. Kebijakan Privasi Shopee. https://shopee.co.id/docs/3612. Diakses pada 26 Mei


2021.

Shopee. Apa itu Shopee LIVE? https://seller.shopee.co.id/edu/article/826. Diakses pada


26 Mei 2021

Shopee Indonesia. Shopee Hadirkan Kolaborasi Spesial Bersama 10 Brand Lokal


Terbaik Lewat Lokal Space Festival. Kontan, 30 Maret 2021.
https://pressrelease.kontan.co.id/release/shopee-hadirkan-kolaborasi-spesial-bersa
ma-10-brand-lokal-terbaik-lewat-local-space-festival. Diakses pada 26 Mei 2021.

theprogrammedwords. Hadoop Ecosystem. GeeksforGeeks, 18 Januari 2019.


https://www.geeksforgeeks.org/hadoop-ecosystem/. Diakses pada 26 Mei 2021.

13
Lampiran
A. Daftar pertanyaan
1. Penggunaan BI di shopee
i. Bagaimana proses penggunaan BI di Shopee secara umum?
ii. Data office shopee terdiri dari apa saja?
iii. Tools apa yang digunakan oleh Shopee dalam mengoptimalkan BI?
iv. Apa tanggung jawab utama team BI di Shopee?
v. Apakah Anda familiar dengan marketing intelligence? Bila iya,
dapatkah dijelaskan secara brief kegiatan-kegiatan dalam Shopee yang
menggunakan marketing intelligence?
2. Penggunaan Big Data di Shopee
vi. Apa kaitannya dalam praktik di lapangan dan terlebih dalam
menjalankan aplikasi Shopee, BI dengan Data Science, Data
Management, dan Data Visualization?
vii. Bagaimana susunan data mart pada data warehouse shopee?
viii. Apa saja jenis data pengguna yang dapat dimanfaatkan oleh Shopee?
ix. Apakah data tersebut aman?
3. Konflik dalam penggunaan BI di Shopee
x. Apakah BI memberikan keuntungan besar dalam bidang marketing
Shopee? Bila iya, berikan alasannya.
xi. Apa saja tantangan yang dihadapi dalam menekuni bidang Business
Intelligence di Shopee khususnya dalam konteks pemasaran?
xii. Cost terbesar pada Business Intelligence untuk apa?
xiii. Apakah Shopee pernah mengalami kesulitan dalam mengelola
Business Intelligence sehingga berdampak buruk kepada pelanggan
atau kepada bidang Anda?
xiv. Kendala seperti apa yang biasanya dihadapi dalam mengelola Business
Intelligence?
4. Peningkatan penggunaan BI
xv. Bagaimana Shopee memaksimalkan penggunaan BI dan apa
keuntungan yang didapat dengan penggunaan BI ini?
xvi. Menurut Anda, dalam kegiatan seperti apa Business Intelligence di
Shopee perlu ditingkatkan?

14
xvii. Menurut Anda, meskipun kini semuanya sudah terdigitalisasi, apakah
masih perlu untuk melakukan pemasaran secara konvensional terlebih
di Indonesia?

B. Data Narasumber
Nama : Ericko Jayawinarta
Jabatan : Business Development - Relationship Manager
No. telepon : 08990046888

C. Dokumentasi

D. Data Penunjang
1. Profil Perusahaan
Shopee adalah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan online.
Shopee dapat diakses melalui aplikasi maupun melalui website.
Shopee telah meramaikan dan beroperasi di pasar Indonesia sejak tahun 2015.
Shopee menawarkan produk mulai dari pakaian wanita, pakaian pria, barang
elektronik, alat rumah tangga hingga kebutuhan olahraga.

15