Anda di halaman 1dari 33

PRAKTIKUM KIMIA FARMASI I

PERCOBAAN XII
PEMISAHAN DAN IDENTIFIKASI KATION GOLONGAN III

NAMA : RALITZA DIVA SALSABILLA


NIM : 2013016172
KELOMPOK : 2
PRODI : S-1 FARMASI
ASISTEN : ANNISA ANUGRAH PUTRI

LABORATORIUM KIMIA FAKULTAS FARMASI


UNIVERSITAS MULAWARMAN
2021
PERCOBAAN XII
PEMISAHAN DAN IDENTIFIKASI KATION GOLONGAN III

A. WAKTU PRAKTIKUM
Hari/Tanggal : Selasa, 24 Mei 2021
Waktu : 07.30-10.30 WITA
B. JUDUL PRAKTIKUM
Pemisahan Dan Identifikasi Kation Golongan III.
C. TUJUAN PRAKTIKUM
Mengidentifikasi dan membedakan reaksi Fe3+, Al3+, Ni2+, Co2+, dan Zn2+.
D. DASAR TEORI
Analisis kation secara kuantitatif dan sistematis terus mengalami
perkembangan sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh para analis. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kation-kation golongan III umumnya tidak
bereaksi dengan HCl maupun H2S dalam suasana asam. Namun, kation-kation
pada golongan ini dapat membentuk endapan dengan pereaksi (NH4)2S dalam
suasana netral atau ammoniakal. Dalam proses pemisahannya, umumnya
kation-kation golongan III yang terdiri atas Mn2+, Al3+, Fe3+, Cr3+, Ni2+,
Co2+, dan Zn2+ tidak dapat bereaksi dengan HCl maupun dengan H2s dalam
suasana asam. Hal itu disebabkan kation-kationnya memiliki kemampuan
dalam membentuk sulfide yang lebih larut.
Kation golongan IIIA terbagi atas Mn2+, Al3+, Fe3+, Cr3+. Sedangkan
golongan IIIB tersusun atas kation-kation Ni2+, Co2+, dan Zn2+. Kation-
kation golongan III diendapkan sebagai sulfide oleh hydrogen sulfide, kecuali
besi, alumunium, dan kromium (sering disertai sedikit mangan) juga
diendapkan sebagai hidroksida oleh larutan ammonia dengan adanya
ammonium klorida.
Logam-logam pada golongan III tidak diendapkan oleh reagensia
golongan untuk kation golongan I dan II, tetapi semuanya diendapkan dengan
adanya ammonium klorida dan hydrogen sulfide dari larutan yang telah
dijadikan basa dengan larutan ammonia. Logam-logam ini diendapkan dengan
sulfide kecuali alumunium dan kromium yang diendapkan sebagai hidroksida
karena hidrolisis yang sempurna dari sulfide dalam larutan air.
Besi, alumunium, dan krom (sering disertai mangan) juga diendapkan
sebagai hidroksida oleh larutan ammonia dengan adanya ammonium klorida.
Sedangkan logam-logam dari kation golongan ini tetap berada dalam larutan
dan dapat diendapkan sebagai sulfide oleh hidrogwn sulfide. Maka golongan
ini biasanya dibagi menjadi golongan besi, meliputi besi, alumunium, atau
kromium sering disebut golongan IIIa dan golongan zink meliputi nikel,
kobalt, mangan, dan seng disebut golongan IIIB.

E. ALAT DAN BAHAN


1. Alat
No Nama Alat Gambar Fungsi
1. Botol cokelat Untuk menyimpan cairan
karena memberikan
perlindungan terhadap sinar
matahari (Lucas & Jusnita,
2016).
2. Corong kaca Corong digunakan untuk
memasukan atau memindah
larutan dari satu tempat ke
tempat lain (Lucas & Jusnita,
2016).

3. Gelas kimia Melarutkan suatu padatan,


untuk mencampurkan cairan,
dan untuk memanaskan
larutan (Lucas & Jusnita,
2016).

4. Pipet ukur Digunakan untuk mengukur


cairan atau larutan (Lucas &
Jusnita, 2016).
5. Pipet tetes Untuk meneteskan atau
mengambil larutan dengan
jumlah kecil dari suatu tempat
ke tempat lain (Lucas &
Jusnita, 2016).
6. Rak Tabung Digunakan untuk meletak kan
tabung reaksi (Lucas &
Jusnita, 2016).

7. Tabung reaksi Untuk Tempat mereaksikan


dua larutan/bahan kimia atau
lebih, serta sebagai tempat
mengembangbiakkan mikroba
dalam media cair (Lucas &
Jusnita, 2016).

2. Bahan
No Nama Sifat Fisik Sifat Kimia
Bahan
1. Alkali Berwujud padat yang lunak, Logam alkali termasuk
berwarna putih mengkilap, logam yang sangat reaktif
konduktor yang baik dan karena merupakan
mempunyai titik leleh yang pereduksi kuat. Ia mudah
rendah serta ditemukan bereaksi dengan air,
dalam bentuk garamnya. halogen, gas hidrogen,
Energi ionisasi dan oksigen, belerang dan
keelektronegatifan rata-rata nitrogen. Dalam satu
yang paling rendah. golongan dari atas ke
Memiliki spektrum emisi. bawah, kecenderungan
Warna nyala logam alkali logam alkali untuk
litium berwarna merah, menghasilkan senyawa
natrium warna kuning, peroksida atau
kalium warna ungu, superperoksida semakin
rubidium warna merah, besar karena sifat unsurnya
cesium warna biru. semakin reaktif. Dalam
(Maulida, 2018) satu golongan semakin ke
bawah sifat logam alkali
semakin kuat. Oleh karena
itu, sifat basa golongan
alkali semakin ke bawah
juga semakin besar. Basa
senyawa alkali semuanya
mudah larut dalam air,
kelarutannya dalam air
makin ke bawah semakin
besar.
(Maulida, 2018)
2. Alumunium Volume atom 10 cm/gr.atm. Sifat tahan korosi dari
(Al3+) Densitas (660oC) 2,368 aluminium diperoleh
gr/cm3. Massa atom 26,98. karena terbentuknya
Titik lebur 660oC. Titik didih lapisan aluminium oksida
2452oC. Tegangan (Al2O3) pada permukaan
permukaan 900 dyne/cm. aluminium (fenomena
Tegangan tarik 4,76 kg/mm. pasivasi). Mudah di
Penghantar listrik dan panas fabrikasi/ ditempa.
yang baik, Kekuatannya Kekuatan mekanik
rendah tetapi pemaduan meningkat dengan
(alloying) kekuatannya bisa penambahan Cu, Mg, Si,
ditingkatkan. Mn, Zn, dan Ni.
(Ridho, 2015) Aluminium juga bersifat
amfoter. Aluminium
merupakan unsur yang
sangat reaktif sehingga
mudah teroksidasi.
Aluminium adalah logam
yang tidak beracun dan
tidak berbau. aluminium
adalah logam yang anti
magnetis.
(Ridho, 2015)

3. Besi (Fe3+) Titik leleh 1,538oC. 2, massa Terlarut sebagai Fe2+ (fero)
jenis (sekitar suhu kamar) atau Fe3+ (feri), Besi murni
7,86 g/cm3, Titik lebur cukup reaktif. Dalam udara
1538oC, kalor peleburan lembab cepat teroksidasi
3134 K, Kalor penguapan membentuk besi (III)
340 kJ/mol, Kapasitas Kalor oksida hidrat, Pada pH
25,10 j/(mol.K), bersifat sekitar 7,5-7,7 ion ferri
keras dan kuat, Mempunyai mengalami oksidasi dan
daya hantar listrik dan panas berikatan dengan
yang baik. Karena memiliki hidroksida membentuk
ikatan ganda dan ikatan Fe(OH)3 yang bersifat tidak
kovalen logam, titik didih larut dan mengendap di
2,861oC. Di dalam air dasar perairan. Besi
minum, Fe menimbulkan bereaksi dengan Asam
rasa, warna kuning. Klorida encer atau pekat
(Damanik, 2017) sehingga melarutkan besi,
yang akan menghasilkan
garam – garam besi (II) dan
gas hidrogen
(Damanik, 2017)
4. KCN 2M Berwujud padat, berwarna KCN akan meledak jika
(Kalium putih, rasanya pahit. Titik dicampur dengan
Sianida) lebur 634oC. Titik didih Chlorates, Nitrat, oksidator
1625oC. Densitas 1,55 g/cm3 kuat, permanganat,
pada 20oC. anhidrat, merkuri (II) nitrat,
(Muliawati, 2012) dan nitrogen triklorida.
Ledakan berbentuk gas
toksik menjadi HCN. KCN
memiliki sifat oksidator
karena bereaksi dengan
oxidizing agents seperti
asam. KCN tidak mudah
terbakar. KCN tidak
bersifat korosif
(Muliawati, 2012)

5. Koblat (Co) Sedikit berkilauan, metalik, Mudah larut dalam asam –


keabu-abuan. Bersifat rapuh asam mineral encer,
agak keras, Mengandung Kurang reaktif, Dapat
metal, Kaya sifat magnetis, membentuk senyawa
titik lebur 1490oC, titik didih kompleks. Dalam larutan
3520oC, Memiliki 7 tingkat air, terdapat sebagai ion
oksidasi yaitu -1, 0, +1, +2, Co2+ yang berwarna merah.
+3, +4 dan +5. Kerapatan Senyawa – senyawa Co(II)
8,92 g/cm2, lebih keras yang tak terhidrat atau tak
daripada Fe dan Ni, sukar terdisosiasi berwarna biru.
ditempa tetapi karena Ion Co3+ tidak stabil, tetapi
mengandung karbon kompleks – kompleksnya
menambah kemudahan stabil baik dalam bentuk
ditempa dan diulur. larutan maupun padatan.
(Parenggo, 2011) (Parenggo, 2011)
6. KSCN 2M a. Merupakan kristal yang a. Larut dalam aseton dan
(Kalium berwarna alkohol
tiosianat) b. Titik leleh: 1730C b. Dapat menyebabkan
c. Berat jenis 1,89 g/mol iritasi pada kulit
(Amalia, dkk., 2015) c. Digunakan dalam
pencucian tekstil 
(Amalia, dkk., 2015)
7. NaOH a. Berwujud padat.   a. Senyawa basa kuat
b. Berat molekul: 40 yang berupa padatan
g/mol.   putih.
c. Titik didih: 318oC.   b. Mudah menyerap CO2.
d. Titik lebur: 1390oC.   c. Higroskopis.
e. Larut dalam air dan d. Sangat korosif pada
metanol.   jaringan organik.
f. Densitas: 2,1 g/mL.   (Antonius, dkk, 2021) 
g. Spesific Grafity: 2,1.  
h. Kelarutan: 111 g/100 mL
(20°C).  
(Aryoko, 2014)
8. NH4OH a. Larutan yang berwujud a. Sangat mudah larut
cair dalam air.
b. Tidak berwarna b. Mempunyai pH basa
c. Memiliki aroma yang 13,6 pada 32, pH 11,7
kuat pada 20, pH 13,8 pada
d. Mempunyai berat larutan 29%.
molekul 35,04 g/mol c. Mudah menguap.
e. Titik didih 37,7oC d. Bersifat beracun atau
f. Titik lebur: 57,5oC  korosif karena dapat
g. Memiliki kerapatan melepaskan gas
(densitas) 0,91 g/cm3 amonia ke udara.
(Lubis & Rahardian, 2018) e. Memiliki ikatan ionik
dan kovalen.
(Lubis & Rahardian, 2018)
o
9. Nikel (Ni) Titik leleh 1454-1456 C, titik Nikel mempunyai bilangan
didih 2840oC, kerapatan 8,9 oksidasi +2 dan +3 serta
gram/cm3 (pada suhu 20oC) dapat membentuk senyawa
dan 9,04 gram/cm2 dalam kompleks Ni(NH3)6+. Nikel
bentuk kristal tunggal. karbonat, sulfida nikel, dan
Bentuk kristal nikel adalah nikel oksida tidak larut
kubus berpusat muka. dalam air, sedangkan nikel
Berwarna putih perak, lebih klorida dan nikel nitrat
keras dari besi, sangat baik yang larut dalam air. Nikel
sebagai pelapis logam, terlarut dapat membentuk
lentur, dapat ditempah dan komponen yang kompleks
diulur, bersifat magnetik dengan berbagai ligan dan
pada suhu di bawah 360oC, berikatan dengan bahan
menghantar panas (15% dari organic.
perak) dan menghantar (Fernanda, 2012)
listrik.
(Parenggo, 2011)
10 Seng (Zn) Simbol Zn, nomor atom 30, Logamnya yang murni,
. massa atom 65,37 g/mol, melarut lambat dalam asam
konfigurasi elektron maupun basa, adanya zat-
[Ar]3d104s2, dan golongan zat pencemar atau kontak
IIB. Berwarna putih kebiruan dengan platinum atau
yang sangat mudah ditempa. tembaga yang dihasilkan
Titik lebur 4100C, titik didih oleh penambahan beberapa
9060C. berat molekul 161,4 tetes larutan garam dari
mengandung satu atau tujuh logam-logam ini dapat
molekul air hidrat, hablur mempercepat reaksi. Hal
transparan atau jarum-jarum tersebut menjelaskan seng-
kecil, serbuk hablur atau seng komersial dapat
butir, tidak berwarna, tidak dengan mudah larut dalam
berbau. asam klorida encer dan
(Harahap, 2019) asam sulfat encer dengan
mengeluarkan gas
hidrogen. Asam nitrat pekat
mempunyai pengaruh yang
kecil terhadap seng, karena
rendahnya kelarutan seng
nitrat. Dengan asam sulfat
pekat akan melarutkan seng
dan melepaskan belerang
dioksida.
(Harahap, 2019)

F. BAGAN

Ke dalam 5 buah tabung reaksi dimasukkan larutan cuplikan A, B, C, D dan


E.

Ke dalam setiap tabung yang berisi larutan cuplikan ditambahkan larutan


NH4OH.

Jika terbentuk endapan, tambahkan terus pereaksi dan perhatikan apa yang
terjadi.

Ulangi ad. 1 kemudian penambahan pereaksi mengikuti petunjuk tabel


berikut.
G. PENGAMATAN
1. Hasil Pengamatan
Pereaksi A B C D E
NH4OH Larutan Larutan Larutan Larutan Larutan
berwarna berwarna berwarna bening tetap
biru muda bening dan putih dengan bening
dan terbentuk keruh. endapan
terbentuk endapan cokelat
endapan biru kemerahan
KSCN Larutan Larutan Larutan Larutan Larutan
2M tidak berwarna tetap berwarna tetap
berwarna merah muda berwarna cokelat bening
(bening) dan bening bening kehitaman
terbentuk
endapan
NaOH Larutan 5 tetes: Larutan Larutan Larutan
berwarna Terbentuk tetap bening bening
hijau muda larutan bening dengan dengan
dan berwarna dengan endapan endapan
terbentuk biru. endapan cokelat putih
endapan putih kemerahan
+25 tetes:
Larutan
berubah
warna
menjadi
kuning
bening

2. Prosedur Kerja dan Hasil Pengamatan


No Prosedur Kerja Hasil Pengamatan
1. NH4OH, jika terjadi endapan a. Sampel A (Ni2+) + NH4OH
tambah kan terus pereaksi Terbentuk larutan berwarna biru
muda dan terbentuk endapan.
b. Sampel B (Co2+) + NH4OH
Terbentuk larutan berwarna bening
dengan adanya endapan biru.

c. Sampel C (Al3+) + NH4OH


Terbentuk larutan berwarna putih
keruh.

d. Sampel D (Fe3+) + NH4OH


Terbentuk larutan bening dengan
endapan cokelat kemerahan.
e. Sampel E (Zn2+) + NH4OH
Larutan tetap berwarna bening.

2. KSCN 2M a. Sampel A (Ni2+) + KSCN


Terbentuk larutan tidak berwarna
(bening) dan terbentuk endapan.

b. Sampel B (Co2+) + KSCN


Terbentuk larutan berwarna merah
muda bening.
c. Sampel C (Al3+) + KSCN
Larutan tetap berwarna bening.

d. Sampel D (Fe3+) + KSCN


Terbentuk larutan berwarna cokelat
kehitaman.

e. Sampel E (Zn2+) + KSCN


Larutan tetap berwarna bening.
3. NaOH, jika terbentuk endapan a. Sampel A (Ni2+) + NaOH
tambah terus pereaksi Terbentuk larutan berwarna hijau
muda dan terbentuk endapan.

b. Sampel B (Co2+) + NaOH


5 tetes: Terbentuk larutan berwarna
biru.
+25 tetes:
Larutan berubah warna menjadi
kuning bening Sampel C (Al3+) +
NaOH.

c. Sampel C (Al3+) + NaOH


Larutan tetap berwarna bening
dengan endapan putih.

d. Sampel D (Fe3+) + NaOH


Larutan berwarna bening dengan
endapan cokelat kemerahan.

e. Sampel E (Zn2+) + NaOH


Larutan berwarna bening dengan
endapan putih.
3. Reaksi
a. Ni2+
1) Ni2+ + 2NH4OH → Ni(OH)2 + 2NH4+
2) Ni2+ + 2KSCN → Ni(SCN)2 + 2K+
3) Ni2+ + 2NaOH → Ni(OH)2 + 2Na+
b. Co2+
1) Co2+ + 2NH4OH → Co(OH)2 + 2NH4+
2) Co2+ + 2KSCN → Co(SCN)2 + 2K+
3) Co2+ + 2NaOH → Co(OH)2 + 2Na+
c. Al3+
1) Al3+ + 3NH4OH → Al(OH)3 + 3NH4+
2) Al3+ + 3KSCN → Al(SCN)3 + 3K+
3) Al3+ + 3NaOH → Al(OH)3 + 3Na+
d. Fe3+
1) Fe3+ + 3NH4OH → Fe(OH)3 + 3NH4+
2) Fe3+ + 3KSCN → Fe(SCN)3 + 3K+
3) Fe3+ + 3NaOH → Fe(OH)3 + 3Na+
e. Zn2+
1) Zn2+ + 2NH4OH → Zn(OH)2 + 2NH4+
2) Zn2+ + 2KSCN → Zn(SCN)2 + 2K+
3) Zn2+ + 2NaOH → Zn(OH)2 + 2Na+

H. PEMBAHASAN
Kation golongan III adalah kation yang membentuk sulfide yang lebih
larut dibandingkan dengan golongan II yang bereaksi dengan HCl maupun
H2S dalam suasana asam. Kation golongan III dibagi menjadi dua
subgolongan, yaitu IIIA (golongan besi) dan IIIB (golongan zink). Kation-
kation golongan IIIA adalah Fe2+, Fe3+, Al3+, dan Cr3+. KAtion-kation
golongan IIIB adalah Ni2+, Co2+, Mn2+, dan Zn2+.
Kation golongan III dapat membentuk endapan dengan pereaksi (NH4)2S
atau ammonium sulfide dalam suasana netral atau amoniak. Kation-kation
golongan III diendapkan sebagai sulfide oleh hydrogen sulfide, kecuali besi,
alumunium, dan kromium juga diendapkan sebagai hidroksida oleh larutan
ammonia dengan adanya ammonium klorida. Endapan kation yang terbentuk
adalah FeS (hitam), Al(OH)3 (putih), Cr(OH)3 (hijau), NiS (hitam), CuS
(hitam), MnS (pink), dan ZnS (putih).
Percobaan pertama yaitu penambahan NH4OH ke dalam tabung reaksi
cuplikan A, B, C, D, dan E. Ammonium hidroksida (NH4OH) berfungsi untuk
menunjukkan ada atau tidak adanya ion logam tertentu, tergantung endapan
dan warna yang dihasilkan. Pada sampel A larutannya berwarna biru muda,
kemudian ditambahkan dengan larutan pereaksi NH4OH (bening). Setelah
dihomogenkan menghasilkan larutan berwarna biru muda dan terbentuk
endapan. Pada sampel B larutan berwarna merah, kemudian ditambahkan
larutan pereaksi NH4OH yang larutannya berwarna bening. Setelah
dihomogenkan menghasilkan larutan berwarna bening dan terbentuk endapan
biru. Pada sampel C yang berwarna bening ditambahkan dengan NH4OH
yang berwarna bening menghasilkan warna larutan menjadi putih keruh. Pada
sampel D yang berwarna kuning ditambahkan dengan NH4OH yang berwarna
bening menghasilkan larutan berwarna bening dan membentuk endapan
cokelat kemerahan. Pada sampel E yang berwarna bening ditambahkan
dengan NH4OH yang berwarna bening menghasilkan warna larutan tetap
bening.
Percobaan kedua yaitu penambahan KSCN 2M ke dalam tabung reaksi
cuplikan A, B, C, D, dan E. Pada sampel A yang berwarna bening
ditambahkan larutan pereaksi KSCN yang berwarna bening. Setelah
dihomogenkan menghasilkan larutan bening dan terbentuk endapan. Pada
sampel B yang berwarna merah ketika ditambahkan larutan pereaksi KSCN
yang berwarna bening menghasilkan larutan berwarna merah muda bening.
Pada sampel C yang berwarna bening ditambahkan dengan KSCN 2M
berwarna bening menghasilkan warna larutan yang tetap berwarna bening.
Pada sampel D yang berwarna kuning ditambahkan KSCN 2M yang berwarna
bening terjadi perubahan warna larutan menjadi cokelat kehitaman. Pada
sampel E yang berwarna bening ketika ditambahkan dengan KSCN 2M yang
berwarna bening menghasilkan larutan berwarna tetap bening.
Percobaan ketiga yaitu penambahan NaOH ke dalam tabung reaksi
cuplikan A, B, C, D, dan E. Pada sampel A larutan berwarna hijau dan ketika
ditambahkan dengan larutan pereaksi NaOH yang berwarna bening
menghasilkan larutan berwarna hijau muda dan terbentuk endapan. Pada
sampel B larutan berwarna merah ketika ditambahkan dengan 5 tetes larutan
pereaksi NaOH berwarna bening menghasilkan larutan berwarna biru. Ketika
diteteskan lagi sebanyak 25 tetes NaOH, larutan tersebut berubah menjadi
berwarna kuning bening. Pada sampel C berwarna bening ketika ditambahkan
dengan NaOH berwarna bening menghasilkan larutan berwarna tetap bening
dan terbentuk endapan putih. Pada sampel D yang berwarna kuning ketika
ditambahkan dengan NaOH menghasilkan perubahan warna larutan menjadi
bening dan terbentuk endapan cokelat kemerahan. Pada sampel E yang
berwarna bening ketika ditambahkan NaOH menghasilkan larutan berwarna
tetap bening dengan endapan putih.
Hasil positif dari Al3+ yaitu ketika ditambahkan NH4OH membentuk
endapan putih, NaOH membentuk endapan putih, dan KSCN membentuk
endapan bening. Dari hasil pengamatan yang menunjukkan hasil positif Al3+
terdapat pada cuplikan C.
Hasil positif Ni2+ yaitu ketika ditambahkan NH4OH membentuk endapan
berwarna biru, NaOH membentuk endapan hijau, dan KSCN membentuk
lerutan bening. Dari hasil pengamatan yang menunjukkan hasil positif Ni3+
terdapat pada cuplikan A.
Hasil positif Co2+ yaitu ketika ditambahkan NH4OH membentuk endapan
biru, NaOH terbentuk endapan biru, dan KSCN membentuk larutan berwarna
biru. Dari hasil pengamatan yang menunjukkan hasil positif Co2+ terdapat pada
cuplikan B. Pada cuplikan C terdapat kesalahan ketika ditambahkan dengan
pereaksi KSCN yaitu membentuk larutan merah muda bening. Hal ini terjadi
karena kurang telitinya praktikan dalam melakukan percobaan atau bahan
yang digunakan sudah terkontaminasi bakteri atau bahan sudah kadaluarsa.
Hasil positif Zn2+ yaitu ketika ditambahkan NH4OH membentuk endapan
putih, NaOH membentuk endapan putih, dan KSCN membentuk larutan
bening. Dari hasil pengamatan yang menunjukkan hasil positif Zn2+ terdapat
pada cuplikan E.

I. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan-percobaan yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa:
a. Pereaksi yang digunakan untuk percobaan pemisahan dan identifikasi
kation golongan III adalah NH4OH, KSCN 2M, dan NaOH.
b. Hasil positif Al3+ dengan NH4OH membentuk endapan putih, dengan
KSCN membentuk endapan bening, dan dengan NaOH membentuk
endapan putih. Hasil positif Ni2+ dengan NH4OH membentuk endapan
berwarna biru, NaOH membentuk endapan hijau, dan KSCN membentuk
lerutan bening. Hasil positif Co2+ yaitu ketika ditambahkan NH4OH
membentuk endapan biru, NaOH terbentuk endapan biru, dan KSCN
membentuk larutan berwarna biru. Hasil positif Zn2+ yaitu ketika
ditambahkan NH4OH membentuk endapan putih, NaOH membentuk
endapan putih, dan KSCN membentuk larutan bening.
c. Sampel A teridentifikasi sebagai larutan Ni2+ yang termasuk kation
golongan IIIB. Sampel B teridentifikasi sebagai larutan Co2+ yang
termasuk dalam kation golongan IIIB. Sampel C teridentifikasi sebagai
larutan Al3+ yang termasuk kation golongan IIIA. Sampel D
teridentifikasi sebagai larutan Fe3+ yang termasuk kation golongan IIIA.
Sampel E teridentifikasi sebagai larutan Zn2+ yang termasuk kation
golongan IIIB.

J. DAFTAR PUSTAKA
Amalia, dkk. (2015). Analisis Kelompok Kation. Semarang: Universitas
Diponegoro.
Antonius, dkk. (2021). Senyawa Alkohol dan Fenol. Pontianak: Universitas
Tanjung Pura.
Aryoko, Y. (2014). Prarancangan Pabrik N-Metilanilin dari Klorobenzena
dan Metilamina dengan Kapasitas 25.000 Ton/Tahun. Disertasi.
Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta
Damanik, O. D. (2017). Penetapan Kadar Logan Besi (Fe) dan Mangan (Mn)
dalam Air Sumber Tanah Bor dan Air dalam Tangki DMI (De
Manganese Iron) dengan Metode Spektrofotometri di PT. Tirta
Sukses.
Fernanda, L. (2012). Studi Kandungan Logam Berat Timbal (Pb), Nikel (Ni),
Kromium (Cr) Dan Kadmium (Cd) Pada Kerang Hijau. Depok:
Universitas Indonesia.
Harahap, S. I. S. (2019). Penentuan Kadar Besi (Fe) Timbal (Pb) Mangan
(Mn) dan Seng (Zn) pada Air Bersih dengan Metode
Spektrofotometri Serapan Atom.
Levi. (2019). Analisis Kation Golongan III.
Lubis, A. P., & Rahardian, Z. (2018). Padang: Universitas Negeri Padang.
Lucas, S., Jusnita, N. 2016. Buku Pedoman Praktikum Laboratorium Farmasi
(Good Laboratory Practice). Jakarta: Fakultas Farmasi Universitas
17 Agustus 1945 Jakarta.
Maulida. (2018). Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) Berbantu Media Word Square Terhadap Hasil Belajar Siswa
Pada Materi Kimia Unsur di SMA Negeri 1 Labuhanhaji Timur.
Banda Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam.
Melinda, A. (2017). Laporan Praktikum Kimia Analisis Kation.
Muliawati, R. (2012). Kalium Sianida. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Parenggo, H. J. (2011). Kompos Sampah dan Kapur Sebagai Penghambat
Kelarutan Nikel (Ni) dan Kobalt (Co) dalam Tanah. Makassar:
Universitas Hasanuddin.
Rahmania, A., dkk. (2017). Analisis Kation Golongan III. Malang: Universitas
Negeri Malang.
Ridho, A. (2015). Kata Pengantar. dalam Hasan Al-Banna. Risalah
Pergerakan Ikhwanul Muslimin, 1.

K. JAWAB SOAL
No.
1. Soal Tuliskan setiap alat yang telah digunakan pada saat
praktikum (tabel 1)
Jawaban a. Botol cokelat
b. Corong kaca
c. Gelas kimia
d. Pipet ukur
e. Pipet tetes
f. Rak tabung
g. Tabung reaksi
Referensi
2. Soal Tuliskan setiap bahan yang telah digunakan pada saat
praktikum (tabel 2)
Jawaban a. Alumunium (Al)
b. Besi (Fe)
c. KCN 2M
d. Kobalt (Co)
e. KSCN 2M
f. NaOH
g. NH4OH
h. Nikel (Ni)
i. Seng (Zn)
Referensi
3. Soal Uraikan kegunaan atau fungsi setiap alat pada soal nomor 1
Jawaban a. Botol cokelat
Untuk menyimpan cairan karena memberikan
perlindungan terhadap sinar matahari (Lucas & Jusnita,
2016).
b. Corong kaca
Corong digunakan untuk memasukan atau memindah
larutan dari satu tempat ke tempat lain (Lucas &
Jusnita, 2016).
c. Gelas kimia
Melarutkan suatu padatan, untuk mencampurkan
cairan, dan untuk memanaskan larutan (Lucas &
Jusnita, 2016).
d. Pipet ukur
Digunakan untuk mengukur cairan atau larutan (Lucas
& Jusnita, 2016).
e. Pipet tetes
Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan
jumlah kecil dari suatu tempat ke tempat lain (Lucas &
Jusnita, 2016).
f. Rak tabung
Digunakan untuk meletak kan tabung reaksi (Lucas &
Jusnita, 2016).
g. Tabung reaksi
Untuk Tempat mereaksikan dua larutan/bahan kimia
atau lebih, serta sebagai tempat mengembangbiakkan
mikroba dalam media cair (Lucas & Jusnita, 2016).
Referensi Lucas, S., Jusnita, N. (2016). Buku Pedoman Praktikum
Laboratorium Farmasi (Good Laboratory
Practice). Jakarta: Fakultas Farmasi Universitas 17
Agustus 1945 Jakarta.
4. Soal Uraikan kegunaan atau fungsi setiap bahan pada soal
nomor 2
Jawaban a. Alkali
Natium merupakan salah satu logam alkali yang
dimanfaatkan untuk pembuatan lampu. Lampu ini
dikenal dengan nama lampu natrium. Lampu natrium
umumnya digunakan sebagai lampu penerangan
dijalan-jalan raya. Lampu natrium ditandai dengan
warna kuning cemerlang yang mampu menembusi
kabut. Dibanding logam murninya, senyawa-senyawa
yang dibentuk dari logam alkali lebih banyak
dimanfaatkan. Litium digunakan pada proses yang
terjadi pada tungku peleburan logam (misalnya baja).
Kalium nitrat (KNO3) digunakan dalam pembuatan
korek api, bahan peledak, petasandan pengawet daging.
Rubidium digunakan sebagai sel fotolistrik. Cesium
(Cs) digunakan untuk menghilangkan sisa oksigen
dalam tabung hampa.
(Syamsidar, 2013)
b. Alumunium (Al)
Logam aluminium digunakan sebagai bahan perabot
dapur seperti panci, sendok, dan sebagainya. Sebagai
wadah kemasan biskuit, rokok, permen, dan
sebagainya. Sebagai kabel-kabel listrik pada jaringan
transmisi jarak jauh. Aluminium sering dicampurkan
dengan logam-logam lain, untuk menghasilkan paduan
yang lebih keras, kuat, dan tahan karat. Logam
aluminium juga digunakan sebagai bahan kontruksi
bangunan gedung, kendaraan bermotor, kapal laut, dan
pesawat terbang.
(Ridho, 2015)
c. Besi (Fe)
Besi merupakan logam penting yang dapat dicampur
dengan logam-logam lain dan karbon untuk
membentuk baja dan selanjutnya sebagai bahan untuk
pembuatan baja yang tidak berkarat (stainless steel)
sebagai alat-alat pemotong, alatalat rumah sakit, alat-
alat laboratorium dan peralatan pelayanan makanan.
banyak dipergunakan untuk konstruksi bangunan,
peralatan mesin, kendaraan bermotor, kapal-kapal laut
serta keperluan-keperluan lain seperti untuk pembuatan
pewarna dan abrasive. Besi berperan penting dalam
biologi untuk membentuk kompleks dengan molekul-
molekul oksigen dalam hemoglobin, dan myoglobin
sebagai pengantar ion dan kofakttor, sebagai sitokrom
dan enzim katalase.
(Harahap, 2019)
d. KCN
Sebagai bahan tambahan dalam pakan atau (bahan
racun/ pembom ikan) dan sebagai bahan pupuk
menyuburkan tanaman.
(Muliawati, 2012)
e. Koblat (Co)
Dapat dicampur dengan besi, nikel dan batang-batang
rel lain untuk membuat Alnico, suatu campuran logam
memiliki kekuatan magnetis yang banyak digunakan
mesin jet dan turbin gas mesin/motor. Digunakan
sebagai bahan baja tahan-karat dan baja magnit.
Digunakan di dalam campuran logam untuk turbin gas
generator dan turbin pancaran. Digunakan untuk
produksi warna biru permanen untuk porselin,
gelas/kaca, dan barang tembikar. Kobalt digunakan
sebagai bahan aktif dalam fungisida, Dalam bidang
industri, kobalt digunakan sebagai bahan perunut,
seperti kobalt-60 sebagai bahan perunut tertutup untuk
tujuan sterilisasi radiasi, pengawetan, radiografi atau
sebagai alat kalibrasi.
(Parenggo,2011)
f. KSCN 2M
Kalium tiosianat (KSCN) merupakan senyawa kimia 
dan merupakan garam yang penting dari anion
tiosianat, salah satu pseudohalida. kalium tiosianat
(KSCN) telah digunakan dalam berbagai analisis
kimia. Kalium tiosianat digunakan untuk pengompleks
besi (III). selain itu kalium tiosianat (KSCN) juga
digunakan untuk analisis atau titrasi ion perak, serta
sebagai reagen dan indikator analisis lainnya.
(Agustina, 2017)
g. NaOH
Natrium Hidroksida (NaOH) juga dikenal sebagai soda
kaustik atau sodium hidroksida adalah sejenis basa
logam kaustik, NaOH merupakan basa kuat. NaOH
mampu larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke
dalam air. NaOH juga digunakan untuk mengendapkan
logam berat dan mampu mengontrol keasaman air. 
(Widhiyanuriyawan & Nurkholis, 2013) 
h. NH4OH
Amonia berair digunakan dalam analisis anorganik
kualitatif tradisional sebagai pengompleks dan basa.
Seperti banyak amina, senyawa ini memberikan warna
biru tua dengan larutan tembaga(II). Larutan amonia
dapat melarutkan residu perak oksida, seperti yang
terbentuk dari pereaksi Tollens. Hal ini sering
ditemukan pada larutan yang digunakan untuk
membersihkan emas, perak, dan perhiasan platina,
namun mungkin memiliki efek negatif pada batu
permata berpori seperti opal dan mutiara. Ketika
amonium hidroksida dicampur dengan hidrogen
peroksida encer dengan adanya ion logam, seperti Cu 2+,
peroksida akan mengalami dekomposisi yang cepat.
(Lubis & Rahardian, 2018)
i. Nikel (Ni)
Logam nikel banyak digunakan sebagai pelindung dan
pelapisan untuk logam lain, khususnya besi dan baja
yang rentan terhadap korosi. Dalam jumlah besar
digunakan juga sebagai elektroplating atau sebagai
pelapis dalam kaleng. Gabungan lapisan krom dengan
nikel akan memberikan kekuatan yang lebih baik
dibandingkan penggunaan lapisan krom secara terpisah.
Banyak digunakan pada bagian-bagian mobil seperti
roda, mesin, pelapis kapal perang.
(Parenggo,2011)
j. Seng (Zn)
Seng dan beberapa bentuk senyawanya digunakan
dalam produksi logam campuran misalnya perunggu,
loyang dan kuningan. Senyawa ini juga sering
digunakan dalam pelapisan logam seperti baja dan besi
yang merupakan produk anti karat, selain itu seng juga
digunakan sebagai zat warna untuk cat, lampu, gelas,
bahan keramik dan pestisida.
(Harahap, 2019)
3+
Referensi Agustina, N. A. (2017). Pengaruh Ion As pada Analisa
Besi (III) dengan Ligan 1, 10-Fenantrolin dan
Tiosianat menggunakan Metode Spektrofotometri UV-
Vis. Disertasi. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh
Nopember Surabaya.
Harahap, S. I. S. (2019). Penentuan Kadar Besi (Fe)
Timbal (Pb) Mangan (Mn) dan Seng (Zn) pada Air
Bersih dengan Metode Spektrofotometri Serapan
Atom.
Lubis, A. M., & Rahardian, Z. (2018). Interaksi Molekuler
Amonium Hidroksida. Padang: Universitas Negeri
Padang.
Muliawati, R. (2012). Kalium Sianida. Bandung: Institut
Teknologi Bandung.
Parenggo, H. J. (2011). Kompos Sampah dan Kapur
Sebagai Penghambat Kelarutan Nikel (Ni) dan
Kobalt (Co) dalam Tanah. Makassar: Universitas
Hasanuddin.
Ridho, A. (2015). Kata Pengantar dalam Hasan Al-Banna.
Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin, 1.
Syamsidar. (2013). Dasar Reaksi Kimia Anorganik.
Makassar: Alauddin University Press.
Widhiyanuriyawan, D., & Nurkholis, H. (2013). Variasi
Temperatur Pemanasan Zeolite alam-NaOH Untuk
Pemurnian Biogas. Jurnal Energi dan Manufaktur.
6(1): 1-94.
5. Soal Tuliskan kation yang termasuk dalam golongan III
Jawaban Fe (Besi(II)) dan (III)), Al (Aluminium), Cr (Kromium(II)),
Co (Koblat(II)), Nikel, Mn (Mangan(II)), dan Zn (Zink).
Referensi Yusnidar, Y. (2019). Kimia Analisis. Jakarta: EduCenter
Indonesia.
6. Soal Tuliskan pereaksi spesifik kation golongan III
Jawaban Ammonium sulfida dalam suasana netral atau amoniakal.
Referensi Yusnidar, Y. (2019). Kimia Analisis. Jakarta: EduCenter
Indonesia.
7. Soal Jika hasil yang diperoleh masing-masing sampelsetelah
ditambahkan pereaksi terdapat perbedaan, jelaskan
mengapa perbedaan tersebut terjadi
Jawaban Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi seperti
tekanan, suhu, konsentrasi bahan lain, perubahan pada
kelarutan dengan perubahan tekanan tidak mempunyai arti
penting dalam analisa kualitatif. Kenaikan pada suhu
umumnya dapat memperbesar kelarutan endapan,
perbedaan pada suhu bisa saja digunakan sebagai dasar
pemisahan kation karena suatu pereaksi menyebabkan
sebagian kation mengendap dan sebagian larut. Maka
setelah dilakukan penyaringan terhadap endapan terbentuk
dua kelompok campuran yang massa masing-masingnya
kurang dari campuran sebelumnya. Reaksi yang terjadi saat
pengidentifikasian menyebabkan terbentuknya zat-zat baru
yang berbeda dari zat semula dan berbeda sifat fisiknya.
Banyak reaksi-reaksi yang menghasilkan endapan berperan
penting dalam analisa kualitatif. Endapan tersebut dapat
berbentuk kristal atau koloid dan dengan warna yang
berbeda-beda, dan pemisahan endapan juga dilakukan
dengan penyaringan ataupun sentrifus.
Referensi Tim Analisis Senyawa Kimia. (2015). Diktat Petunjuk
Praktikum Analisis Senyawa Kimia. Yogyakarta:
Universitas Negeri Yogyakarta.
8. Soal Tentukan jenis kation yang terdapat dalam setiap cuplikan
Jawaban a. Cuplikan A merupakan sampel Ni2+. Sampel ini
termasuk kedalam golongan IIIB
b. Cuplikan B merupakan sampel Co2+. Sampel ini
termasuk kedalam golongan IIIB.
c. Cuplikan C merupakan sampel Al3+. Sampel ini
termasuk kedalam golongan IIIA.
d. Cuplikan D merupakan sampel Fe3+. Sampel ini
termasuk kedalam golongan IIIA.
e. Cuplikan E merupakan sampel Zn2+. Sampel ini
termasuk kedalam golongan IIIB.
Referensi Svehla, G. (1979). Vogel: Buku Teks Analisis Anorganik
Kualitatif Makro dan Semimikro Edisi ke Lima
Bagian I. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka.
9. Soal Tuliskan persamaan reaksi dan perubahan yang terjadi
Jawaban a. Ni2+
1) Ni2+ + 2NH4OH → Ni(OH)2 + 2NH4+
2) Ni2+ + 2KSCN → Ni(SCN)2 + 2K+
3) Ni2+ + 2NaOH → Ni(OH)2 + 2Na+
b. Co2+
1) Co2+ + 2NH4OH → Co(OH)2 + 2NH4+
2) Co2+ + 2KSCN → Co(SCN)2 + 2K+
3) Co2+ + 2NaOH → Co(OH)2 + 2Na+
c. Al3+
1) Al3+ + 3NH4OH → Al(OH)3 + 3NH4+
2) Al3+ + 3KSCN → Al(SCN)3 + 3K+
3) Al3+ + 3NaOH → Al(OH)3 + 3Na+
d. Fe3+
1) Fe3+ + 3NH4OH → Fe(OH)3 + 3NH4+
2) Fe3+ + 3KSCN → Fe(SCN)3 + 3K+
3) Fe3+ + 3NaOH → Fe(OH)3 + 3Na+
e. Zn2+
1) Zn2+ + 2NH4OH → Zn(OH)2 + 2NH4+
2) Zn2+ + 2KSCN → Zn(SCN)2 + 2K+
3) Zn2+ + 2NaOH → Zn(OH)2 + 2Na+
Referensi Svehla, G. (1979). Vogel: Buku Teks Analisis Anorganik
Kualitatif Makro dan Semimikro Edisi ke Lima
Bagian I. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka.
10. Soal Simpulkan hasil percobaan yang sesuai dengan tujuan,
terkait dengan bahan dan teknik atau cara kerja yang
dilakukan, dan juga percobaan yang gagal atau hasilnya
tidak sesuai.
Jawaban Berdasarkan percobaan yang telah dilaksanakn dapat
disimpulkan bahwa:
a. Pereaksi yang digunakan untuk percobaan pemisahan
dan identifikasi kation golongan III adalah NH4OH,
KSCN 2M, dan NaOH.
b. Hasil positif Al3+ dengan NH4OH membentuk
endapan putih, dengan KSCN membentuk endapan
bening, dan dengan NaOH membentuk endapan putih.
Hasil positif Ni2+ dengan NH4OH membentuk endapan
berwarna biru, NaOH membentuk endapan hijau, dan
KSCN membentuk lerutan bening. Hasil positif Co 2+
yaitu ketika ditambahkan NH4OH membentuk
endapan biru, NaOH terbentuk endapan biru, dan
KSCN membentuk larutan berwarna biru. Hasil positif
Zn2+ yaitu ketika ditambahkan NH4OH membentuk
endapan putih, NaOH membentuk endapan putih, dan
KSCN membentuk larutan bening.
c. Sampel A teridentifikasi sebagai larutan Ni2+ yang
termasuk kation golongan IIIB. Sampel B
teridentifikasi sebagai larutan Co2+ yang termasuk
dalam kation golongan IIIB. Sampel C teridentifikasi
sebagai larutan Al3+ yang termasuk kation golongan
IIIA. Sampel D teridentifikasi sebagai larutan Fe3+
yang termasuk kation golongan IIIA. Sampel E
teridentifikasi sebagai larutan Zn2+ yang termasuk
kation golongan IIIB.
Referensi
LEMBAR PENGESAHAN
Samarinda, 28 Mei 2021
Asisten Praktikum, Praktikan,

Annisa Anugrah Putri Ralitza Diva Salsabilla


NIM. 1813015135 NIM. 2013016172

Anda mungkin juga menyukai