Anda di halaman 1dari 5

Soal essay mengenai perspektif global dari sudut pandang ilmu-ilmu sosial

Oleh kelompok 2 : Dellaneira Btari Anantiwi 1810111320016 (No. 1 & 2)


Elisa Dewi Juliyati 1810111220013 (No. 3, 4 & 5)
Illona Alodia 1810111220027 (No. 6 & 7)
Monawaroh 1810111320001 (No. 8, 9 & 10)

Dosen pengampu : Mansyur, S.Pd, M.Hum. & Fitri Mardiani, M. Pd.

Soal :

1. Bagaimana hakikat dan konsep perspektif global dari sudut pandang ilmu-ilmu sosial ?
2. Sebutkan dimensi dalam perspektif global !
3. Bagaimana perspektif global dari sudut pandang ilmu sejarah ?
4. Dalam bagian pengertian sejarah, sebagai suatu kesatuan kajian, sebutkan apa saja
bagian pada kajian sejarah!
5. Bagaimana perspektif global dari sudut pandang ilmu antropologi ?
6. Bagaimana perspektif global dari sudut pandang ilmu sosiologi ?
7. Bagaimana perspektif global dari sudut pandang ilmu geografi ?
8. Berikan contoh tentang tinjauan geografis yang berkaitan dengan masalah global !
9. Bagaimana perspektif global dari sudut pandang ilmu ekonomi ?
10. Suatu negara yang akan memasuki era globalisasi mau tidak mau harus berperan dalam
kerja sama ekonomi. Ia harus berperan dalam perdagangan bebas dan pasar bebas.
Model- model kerja sama ekonomi seperti apa yang dikemukakan Kuang-Sheng-Siao?

Jawab :

1. Hakikat dan konsep perspektif global. Perspektif Global yaitu istilah global, globalisasi,
dan Pendidikan Global. Global merupakan sesuatu hal yang berkaitan dengan dunia,
internasional, atau seluruh alam jagat raya. Sesuatu hal yang dimaksud di sini dapat
berupa masalah, kejadian, kegiatan atau bahkan sikap. Perspektif global adalah suatu cara
pandang dan cara berpikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari sudut
kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional. Konsep inovasi
yang dituntut dalam era globalisasi, yaitu:
a) Dalam era globalisasi kita berada pada suatu masyarakat yang terbuka, dan penuh
kompetisi. Ini berarti bahwa masyarakat berada dalam kondisi yang menghasilkan
yang terbaik.
b) Masyarakat di dalam era globalisasi menuntut kualitas yang tinggi baik dalam jasa,
barang, maupun investasi modal. Kualitas berada di ataskuantitas. Era globalisasi
merupakan suatu era informasi dengan sarana-sarananya yang dikenal sebagai
information superhighway. Oleh sebab itu, pemanfaatan informasi superhighway
merupakan suatu kebutuhan masyarakat modern dan dengan demikian perlu dikuasai
masyarakat.
c) Era globalisasi merupakan era komunikasi yang sangat cepat dan canggih. Oleh sebab
itu, penguasaan terhadap sarana-sarana komunikasi seperti bahasa, merupakan syarat
mutlak.
d) Era globalisasi ditandai dengan maraknya kehidupan bisnis. Oleh sebab itu,
kemampuan bisnis, manajer, merupakan tuntutan masyarakat masa depan.
e) Era globalisasi merupakan era teknologi dan oleh sebab itu, anggotaanggotanya harus
melek digital.

2. Dalam kaitannya dengan budaya dalam globalisasi ini, terdapat empat dimensi yang
dikemukakan oleh Makagiansar, yaitu:
a) Afirmasi atau penegasan dari dimensi budaya dalam proses pembangunan bangsa dan
masyarakat. Pembangunan akan hampa jika tidak diilhami oleh kebudayaan
bangsanya. Nilai budaya suatu bangsa menjadi landasan bagi pembangunan suatu
negara, serta merupakan alat seleksi bagi pengaruh luar yang sudah tak terkendali
lagi.
b) Mereafirmasi dan mengembangkan identitas budaya dan setiap kelompok manusia
berhak diakui identitas budayanya.
c) Partisipasi, bahwa dalam pengembangan suatu bangsa dan negara partisipasi dari
masyarakat sangat diperlukan. Partisipasi rakyat ini bukan hanya dari sekelompok
atau beberapa kelompok masyarakat saja, akan tetapi dari seluruh masyarakat bangsa
ini.
d) Memajukan kerja sama budaya antarbangsa. Ini dimaksudkan agar adanya saling
mengisi, saling mengilhami sehingga adanya kemajuan dan peningkatan antarbudaya
bangsa.

3. Perspektif global dari sudut pandang ilmu sejarah. Perspektif global dari sudut sejarah
dapat dilihat dalam peristiwa sejarah pada rentang waktu yang panjang. Apabila dikaji
sesuai dengan konsep-konsep ilmu sejarah, maka dari peristiwa sejarah yang terjadi pada
tingkat lokal dapat berkembang dari tingkat nasional, dan pada tingakat nasional dapat
pula berkembang menjadiper istiwa dunia globalisasi kewilayah lain. Dengan demikian,
maka terjadilah pergerakan penduduk, tidak hanya pada lingkup wilayah berdekatan
dengan tempat tinggalnya, tetapi bisa terjadi pada lingkup nasional, bahkan tingkat
nasional serta global. Perspektif sejarah mengacu pada konsep waktu, atau dengan kata
lain, perspektif sejarah itu sama dengan perspektif waktu, terutama waktu yang sudah
lampau. Perspektif sejarah suatu peristiwa, membawa citra tentang suatu pengalaman
masa lampau yang dapat dikaji hari ini, untuk memprediksi kejadian-kejadian yang akan
datang.
4. Dalam bagian pengertian sejarah, sebagai suatu kesatuan kajian, sejarah memiliki tiga
kajian sejarah yaitu :
1. Sejarah lokal
Sejarah lokal adalah proses perkembangan keaktifan kemanusiaan didaerah atau lokalitas
tertentu atau lingkungan sekitar.
2. Sejarah nasional
Sejarah nasional adalah sebagai unit sejarah yang mengkaji negara nasional sebagai suatu
unit kajian yang merupakan satu kesatuan nyata dan lazim dipelajari sendiri.
3. Sejarah dunia
Sejarah dunia adalah pengkajian dari bangsa-bangsa atau negara-negara didunia.

5. Sudut pandang antropologi terhadap perspektif global, terarah pada keberadaan dan
perkembangan budaya dengan kebudayaan dalam konteks global. Namun demikian,
sorotan dan kajiannya, tidak terlepas mulai dari tingkat lokal, regional, nasional,
internasional sampai ke tingkat global yang sedang mengarus pada saat ini. Hakikatnya,
perkembangan aspek kehidupan apapun yang mengarus mulai dari tingkat lokal sampai
ke global, dasarnya terletak pada budaya dengan kebudayaan yang menjadi milik otentik
umat manusia. Sudut pandang antropologi terhadap perspektif global, berarti mengamati,
menghayati, dan memprediksi perkembangan kebudayaan secara menyeluruh yang aspek
serta unsur-unsurnya itu berkaitan satu sama lain terintegrasidalam kehidupan umat
manusia. Secara perspektif, meningkatnya pendapatan masyarakat (ekonomi) terkait
dengan meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan dirinya
menggunakan peralatan mengolah sumber daya (budaya). Hal ini tidak dapat dilepaskan
dari pendidikan yang diperoleh budaya dalam arti yang seluas-luasnya, formal,
nonformal, dan informal.

6. Sosiologi adalah ilmu ilmiah tentang fenomena yang timbul akibat hubungan umat
manusia, manusia, dan lingkungan. Sosiologi merupakan hubungan antarmanusia dalam
lingkungan social. Hubungan dan interaksi social yang dialami manusia dan
lingkungannya makin meluas dan berkembang (2 orang, banyak orang, antar kelompok,
antar bangsa) . Luasnya interaksi social (dari keluarga, teman, tetangga, dusun, regional
sampai global antar bangsa di dunia). Motif interaksi (ekonomi, budaya, politik, agama).
Sudut pandang Antropologi terhadap perspektif global berarti mengamati, menghayati
memprediksi perkembangan kebudayaan secara menyeluruh yang aspek serta unsur-
unsurnya itu berkaitan satu sama lain terintegrasi dalam kehidupan umat manusia.
7. Perspektif global dari sudut pandang geografi, geografi adalah ilmu tentang keruangan.
Konsep ruang dalam Geografi yaitu permukaan bumi tiga dimensi (darat, air, udara).
Ruang permukaan bumi ukuran dan jaraknya : lokal, regional, global.
- Perspektif lokal : dari perkampungan satu bersambung menjadi perkampungan yang
lebih luas. Yang menghubungkan : jalan, alat angkutan, arus barang dan manusia. Suatu
wilayah atau kawasan mengalami perkembangan (pemukiman penduduk, tempat
perbelanjaan, pasar, jalan, jumlah penduduk) menjadi lebih luas.
- Perspektif regional : adanya perubahan dalam ruang, misalnya: hutan menjadi lahan
pertanian, pemukiman, kawasan industry, jalan, lapangan dan kehidupan aspek sosial,
budaya, psikologi maupun politik.
- Perspektif Global : Tak ada batas ruang maupun waktu antar Negara- negara di
dunia.Pengaruh dari : kemajuan teknologi berdampak : terjadi interaksi antar Negara,
misalnya pakaian, makanan, kesenian dan perdagangan. Jadi dikatakan hampir 100%
geografi berkenaan dengan penerapan perspektif global.

8. Contoh tentang tinjauan geografis yang berkaitan dengan masalah global, seperti
pengaruh kebakaran hutan terhadap negara-negara tetangga di wilayah ASEAN. Dengan
demikian, maka kebakaran hutan bukan lagi menjadi masalah negara yang bersangkutan
akan tetapi menjadi masalah dunia. Akibat buruk dari kebakaran hutan bukan saja asap
yang mengganggu kesehatan manusia, mengganggu penerbangan, akan tetapi
memberikan andil terhadap kerusakan ozon. Apabila ozon rusak atau bolong, maka
seluruh dunia, seluruh umat manusia akan merasakan akibatnya. Fungsi ozon adalah
menyaring sinar ultra violet sinar matahari, apabila sinar ultra violet ini tidak tersaring
maka kehidupan di dunia akan hancur. Hal lain yang berkaitan dengan lingkungan ini,
misalnya pembuang limbah beracun, dan limbah nuklir. ini juga akan berakibat
terganggunya ekosistem kita. Limbah tersebut akan merambah ke mana-mana, ke
berbagai negara sehingga akan mengakibatkan terganggunya kesehatan umat manusia.

9. Globalisasi dalam bidang ekonomi membawa pengaruh terhadap bidang lain antara lain
hukum, budaya, politik dan bahkan lingkungan. Regionalisasi dalam bidang ekonomi
merupakan awal dari proses globalisasi. Dalam era globalisasi adanya keterbukaan dalam
sistem perdagangan yang dikenal dengan sistem perdagangan bebas. Untuk ini persaingan
antara negara satu dengan yang lainnya akan sangat ketat. Untuk itu maka kita harus
meningkatkan kualitas semua mata dagangan kita tanpa kecuali. Keterkaitan dan
ketergantungan antara negara semakin besar. Faktor inilah yang mendorong kerja sama
antara negara. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi antara negara semakin
diperlukan baik secara bilateral, maupun multilateral. Kerja sama seperti ini harus saling
menguntungkan kedua belah pihak, baik sebagai produsen maupun konsumen. Suatu
negara yang akan memasuki era globalisasi mau tidak mau harus berperan dalam kerja
sama ekonomi. Ia harus berperan dalam perdagangan bebas dan pasar bebas.
10. Kuang-Sheng-Siao mengemukakan model-model kerja sama ekonomi seperti berikut:

1. Zona perdagangan bebas, daerah di mana penurunan tarif dan berbagai hambatan
diturunkan secara bersama supaya arus komoditas barang dan jasa dapat bergerak bebas.

2. Persetujuan tarif; pembentukan sebuah sistem tarif yang sama dipakai untuk
mengeliminasi kompetensi intra regional dan mendukung usaha kerja sama dalam
menghadapi tantangan.
3. Pasar bersama; selain arus bebas dari komoditas dan jasa, bahan baku produk, tenaga
kerja dan modal dapat ditransfer secara bebas.
4. Aliansi ekonomi; harmonisasi total di dalam kesejahteraan sosial, transportasi,
moneter, dan kebijakan ekonomi nasional lainnya.
5. Integrasi ekonomi secara penuh.

Anda mungkin juga menyukai