Anda di halaman 1dari 7

TUGAS TUTORIAL KE-3

PROGRAM STUDI STUDI AKUNTANSI

Skor
No Tugas Tutorial Sumber Tugas Tutorial
Maksimal
1. Sebutkan dan jelaskan jenis kegiatan usaha pada perusahaan 25 Modul 7
asuransi dan pegadaian! BMP EKSI4205 Bank
dan Lembaga Keuangan
Non Bank
Edisi 3 Karangan
Dr. Murti Lestari, M.Si

2. Bank umum dan perusahaan asuransi dapat menyelenggarakan 25 Modul 7


dua jenis dana pensiun, yaitu Dana Pensiun Pemberi Kerja BMP EKSI4205 Bank
(DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). dan Lembaga Keuangan
Sebutkanlah persyaratan yang harus dimiliki agar dapat Non Bank
menyelenggarakan dana pension! Edisi 3 Karangan
Dr. Murti Lestari, M.Si

3. Manfaat pasar modal dapat dibedakan menjadi manfaat bagi 25 Modul 8


emiten (pihak yang membutuhkan dana) dan bagi investor BMP EKSI4205 Bank
(pemilik dana). Sebutkan dan jelaskan manfaat tersebut! dan Lembaga Keuangan
Non Bank
Edisi 3 Karangan
Dr. Murti Lestari, M.Si

4. Bank Dunia bukanlah bank seperti pada umumnya melainkan 25 Modul 9


sebuah agen pembangunan khusus dari PBB yang terdiri dari 5 BMP EKSI4205 Bank
organisasi. Sebutkan dan jelaskan organisasi tersebut! dan Lembaga Keuangan
Non Bank
Edisi 3 Karangan
Dr. Murti Lestari, M.Si

Jawaban:
1. Usaha Perasuransian adalah segala usaha menyangkut jasa pertanggungan atau
pengelolaan risiko, pertanggungan ulang risiko, pemasaran dan distribusi produk asuransi
atau produk asuransi syariah, konsultasi dan keperantaraan asuransi, asuransi syariah,
reasuransi, atau reasuransi syariah, atau penilaian kerugian asuransi atau asuransi syariah
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang
Perasuransian.

Usaha Asuransi Umum adalah usaha jasa pertanggungan risiko yang memberikan
penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya
yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa
yang tidak pasti sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014
tentang
Perasuransian.
Usaha Asuransi Jiwa adalah usaha yang menyelenggarakan jasa penanggulangan risiko
yang memberikan pembayaran kepada pemegang polis, tertanggung, atau pihak lain yang
berhak dalam hal tertanggung meninggal dunia atau tetap hidup, atau pembayaran lain
kepada pemegang polis, tertanggung, atau pihak lain yang berhak pada waktu tertentu
yang diatur dalam perjanjian, yang besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada
hasil pengelolaan dana sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun
2014 tentang Perasuransian. 

Usaha Reasuransi adalah usaha jasa pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi
oleh perusahaan asuransi, perusahaan penjaminan, atau perusahaan reasuransi lainnya
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang
Perasuransian.

Usaha Asuransi Umum Syariah adalah usaha pengelolaan risiko berdasarkan Prinsip
Syariah guna saling menolong dan melindungi dengan memberikan penggantian kepada
peserta atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan
keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita
peserta atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang
Perasuransian.

Usaha Asuransi Jiwa Syariah adalah usaha pengelolaan risiko berdasarkan Prinsip
Syariah guna saling menolong dan melindungi dengan memberikan pembayaran yang
didasarkan pada meninggal atau hidupnya peserta, atau pembayaran lain kepada peserta
atau pihak lain yang berhak pada waktu tertentu yang diatur dalam perjanjian, yang
besarnya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana sebagaimana
dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

Usaha Reasuransi Syariah adalah usaha pengelolaan risiko berdasarkan Prinsip Syariah
atas risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi syariah, perusahaan penjaminan
syariah, atau perusahaan reasuransi syariah lainnya sebagaimana dimaksud dalam
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

2. Pembentukan Dana Pensiun Pemberi kerja didasarkan pada:


a. pernyataan tertulis pendiri yang menyatakan keputusannya untuk mendirikan
Dana Pensiun dan memberlakukan peraturan Dana Pensiun;
b. peraturan Dana Pensiun yang ditetapkan oleh pendiri;
c. penunjukan pengurus, dewan pengawas, dan penerima titipan.
Dalam hal Dana Pensiun dibentuk untuk menyelenggarakan program pensiun bagi
karyawan lebih dari 1 (satu) pemberi kerja, maka pembentukannya didasarkan pada:
d. pernyataan tertulis pendiri yang menyatakan keputusannya untuk mendirikan
Dana Pensiun, memberlakukan peraturan Dana Pensiun dan menegaskan
persetujuannya atas keikutsertaan karyawan mitra pendiri;
e. pernyataan tertulis mitra pendiri yang menyatakan kesediaannya untuk tunduk
pada peraturan Dana Pensiun yang ditetapkan pendiri, bagi kepentingan karyawan
mitra pendiri yang memenuhi persyaratan untuk menjadi peserta, serta pemberian
kuasa penuh kepada pendiri untuk melaksanakan peraturan Dana Pensiun;
f. peraturan Dana Pensiun yang ditetapkan oleh Pendiri;
g. penunjukan pengurus, dewan pengawas dan penerima titipan.

Ketentuan mengenai hal-hal yang wajib dimuat dalam peraturan Dana Pensiun
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) serta tata cara perubahannya diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Pendiri mengajukan permohonan pengesahan Dana Pensiun kepada Menteri dengan


melampirkan:
a. peraturan Dana Pensiun;
b. pernyataan tertulis pendiri dan mitra pendiri bila ada;
c. keputusan pendiri tentang penunjukan pengurus, dewan pengawas, dan penerima
titipan;
d. arahan investasi;
e. laporan aktuaris, apabila Dana Pensiun menyelenggarakan Program Pensiun
Manfaat Pasti;
f. surat perjanjian antara pengurus dengan penerima titipan.
Dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung sejak diterimanya permohonan
pengesahan Dana Pensiun secara lengkap dan memenuhi ketentuan Undang-undang ini
dan peraturan pelaksanaannya, maka peraturan Dana Pensiun tersebut wajib disahkan
dengan keputusan Menteri dan dicatat dalam buku daftar umum yang disediakan untuk
itu, dan dalam hal permohonan ditolak, pemberitahuan penolakan harus disertai alasan
penolakannya.
Ketentuan mengenai pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
selanjutnya diatur dengan Peraturan Pemerintah.

3. Manfaat pasar modal dirasakan oleh negara, investor, maupun emiten (perusahaan).
Setidaknya ada dua fungsi pasar modal bagi perekonomian negara :

1. Sebagai sarana pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan
dana dari masyarakat pemodal atau investor.
2. Sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham,
obligasi, reksa dana, dan instrumen pasar modal lainnya.

Manfaat pasar modal bagi negara


Selain dua fungsi utama yang telah disampaikan sebelumnya, ada beberapa manfaat pasar modal
lainnya yang dirasakan oleh negara dalam hal ini pemerintahan untuk membantu
perekonomiannya.

1. Salah satu sumber pendapatan negara

Manfaat pasar modal bagi negara yang pertama adalah sebagai salah satu sumber
pendapatan negara. Pendapatan negara yang didapat dari pasar modal ialah berupa pajak.
Setiap pajak yang dikenakan dalam transaksi di pasar modal bisa masuk kas negara dan
dicatat sebagai pemasukkan.

2. Membantu menjalankan roda perekonomian

Manfaat pasar modal bagi pemerintahan yang berikutnya adalah membantu menjalankan
roda pemerintahan. Apa maksudnya? Dengan bertumbuhnya investor yang membeli
saham perusahaan yang terdaftar di pasar modal maka perusahaan tersebut memiliki
pendapatan untuk mengekspansi bisnisnya lebih luas lagi. Semakin tumbuh besar
perusahaan-perusahaan di dalam berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi negara.
Selain itu, apabila perusahaan semakin besar bisnisnya dan semakin banyak jumlahnya
maka tenaga kerja yang dibutuhkan juga semakin meningkat yang artinya membuka
lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

3. Menarik investor asing ke dalam negeri

Yang berikutnya, manfaat pasar modal bagi negara adalah bisa menarik investor asing
untuk berinvestasi di dalam negeri. Jika pasar modal dikelola dengan baik, maka investor
asing akan tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Apa keuntungannya?
Dengan adanya investor asing, perusahaan bisa mengembangkan bisnis menjadi lebih
luas lagi. Seperti yang disinggung sebelumnya, perusahaan-perusahaan yang semakin
tumbuh besar berjalan beriringan dengan kemajuan ekonomi suatu negara.

Manfaat pasar modal bagi investor dan masyarakat

Investor dalam hal ini adalah pemodal yang ingin menginvestasikan dananya dengan membeli
instrumen-instrumen pasar modal. Siapa saja yang termasuk pemodal? Siapa pun, masyarakat
biasa pun bisa untuk menjadi investor di pasar modal. Ada banyak manfaat pasar modal yang
dirasakan oleh masyarakat, antara lain:

1. Mendapat keuntungan

Manfaat pasar modal bagi investor yang pertama adalah mendapat keuntungan. Sudah
seharusnya, tujuan dari berinvestasi adalah mendapatkan keuntungan. Salah satu
keuntungan yang didapat adalah dividen dari investasi di pasar modal dalam bentuk
saham. Apabila saham yang kita investasikan nilainya terus meningkat di pasar modal,
akan menjadi keuntungan yang sangat besar.
2. Menambah alternatif investasi

Manfaat pasar modal bagi masyarakat berikutnya adalah menambah alternatif


berinvestasi. Jika yang dilakukan di bidang properti seperti tanah ataupun rumah pada
umumnya membutuhkan modal yang besar, kini masyarakat juga bisa berinvestasi di
pasar modal tanpa modal yang besar. Contohnya, di investasi reksa dana, calon investor
bisa berinvestasi hanya dengan modal awal di bawah Rp 500 ribu. Begitu juga dengan
investasi di sektor saham.

4.Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (bahasa


Inggris: International Bank for Reconstruction and Development, disingkat IBRD)
adalah institusi keuangan internasional yang menawarkan pinjaman kepada negara
berkembang dengan pendapatan menengah. Institusi ini merupakan bagian dari Grup
Bank Dunia dan bermarkas di Washington, D.C., Amerika Serikat. IBRD didirikan pada
tahun 1944 dengan tujuan untuk mendanai pembangunan kembali negara-
negara Eropa yang hancur akibat Perang Dunia II. Bank Internasional untuk Rekonstruksi
dan Pembangunan bersama dengan Asosiasi Pembangunan Internasional secara kolektif
dikenal sebagai Bank Dunia. Setelah pembangunan kembali Eropa selesai, mandat Bank
diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di
seluruh dunia. Institusi ini memberikan pinjaman untuk proyek infrastruktur, transportasi,
pendidikan, lingkungan, energi, kesehatan, makanan, air, dan sanitasi dengan syarat.

Institusi ini diatur oleh negara anggotanya, tetapi memiliki pimpinan eksekutif dan
pegawai yang melakukan kegiatan bisnis sehari-hari. Anggota institusi ini
merupakan pemegang saham yang menyumbang modal dan memiliki hak suara. Selain
melalui sumbangan dari negara anggota, Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan
Pembangunan memperoleh modal dengan meminjam di pasar modal internasional
melalui penerbitan obligasi. Pada tahun 2011, institusi ini memperoleh $29 miliar dari
penerbitan obligasi di 26 negara. Bank ini menyediakan beberapa layanan dan produk
keuangan, seperti pinjaman fleksibel, dan dilaporkan telah meminjamkan $26,7 miliar
untuk 132 proyek pada tahun 2011.

Asosiasi Pembangunan Internasional (bahasa Inggris: International Development


Association, disingkat IDA) adalah institusi keuangan internasional yang menyediakan
pinjaman kepada negara berkembang miskin di dunia. Institusi ini merupakan bagian
dari Grup Bank Dunia dan bermarkas di Washington, D.C., Amerika Serikat. Asosiasi
Pembangunan Internasional didirikan pada tahun 1960 untuk melengkapi Bank
Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan dengan menawarkan pinjaman bagi
negara berkembang yang memiliki pendapatan nasional bruto terendah, kelayakan kredit
rendah, atau pendapatan per kapita terendah. Institusi ini bersama dengan Bank
Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan secara kolektif dikenal sebagai Bank
Dunia.
Asosiasi ini memiliki misi yang sama dengan Bank Dunia, yaitu untuk mengurangi
kemiskinan dan menyediakan pinjaman untuk negara yang kelayakan kreditnya sangat
rendah sehingga tak dapat meminjam dari program Bank Dunia yang lain. Tujuan
Asosiasi Pembangunan Internasional adalah untuk membantu negara termiskin agar
berkembang lebih pesat, merata, dan berkelanjutan sehingga dapat mengurangi
kemiskinan. Institusi ini merupakan penyedia dana terbesar untuk proyek pembangunan
ekonomi dan manusia di negara-negara termiskin dunia. Dari tahun 2000 hingga 2010,
institusi ini telah mendanai proyek yang merekrut dan melatih tiga juta pengajar,
mengimunisasi 310 juta anak-anak, mendanai pinjaman $792 juta untuk 120.000 usaha
kecil dan menengah, membangun atau memulihkan 118.000 kilometer jalan aspal,
membangun atau memulihkan 1.600 jembatan, dan menyediakan akses air bagi 113 juta
orang dan sanitasi untuk 5,8 juta orang. Asosiasi Pembangunan Internasional telah
memberikan pinjaman sebesar $238 miliar semenjak tahun 1960.

International Finance Corporation adalah organisasi yang didedikasikan untuk


membantu sektor swasta di beberapa negara berkembang. International Finance
Corporation merupakan anggota Bank Dunia, yang berfokus secara eksklusif pada sektor
swasta.  International Finance Corporation menyediakan layanan investasi dan
manajemen aset untuk mendorong pengembangan perusahaan swasta di negara-negara
yang mungkin kekurangan infrastruktur atau likuiditas yang diperlukan bagi bisnis untuk
mendapatkan pendanaan.

Badan Penjamin Investasi Multilateral (bahasa Inggris: Multilateral Investment


Guarantee Agency; MIGA) adalah lembaga keuangan internasional yang
menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan peningkatan kredit. Jaminan ini
membantu investor melindungi investasi asing langsungnya dari risiko politik dan non-
komersial di negara berkembang. MIGA adalah anggota Grup Bank Dunia dan berkantor
pusat di Washington, D.C., Amerika Serikat. MIGA didirikan tahun 1988 dalam bentuk
fasilitas asuransi investasi untuk meningkatkan kepercayaan investor di negara-negara
berkembang. Misi resmi MIGa adalah "meningkatkan investasi asing langsung ke negara-
negara berkembang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan,
dan memperbaiki kehidupan masyarakat". MIGA mencari proyek-proyek yang berusaha
menciptakan lapangan pekerjaan, membangun infrastruktur, menghasilkan sumber pajak
baru, dan memanfaatkan sumber daya alam lewat kebijakan dan program berkelanjutan.
MIGA dimiliki dan dipimpin oleh negara-negara anggotanya, namun dikelola oleh
jajaran eksekutif dan stafnya sendiri. Pemegang sahamnya adalah negara anggota yang
menanamkan modal dan memegang hak suara. MIGA menjamin utang jangka panjang
dan investasi ekuitas beserta aset dan kontrak jangka panjang lain. Badan ini dievaluasi
oleh Grup Evaluasi Independen Bank Dunia setiap tahun.

International Center for Settlement of Investment Disputes (ICSID) adalah sebuah lembaga


internasional yang memiliki wewenang untuk menyelenggarakan arbitrase dan penyelesaian
sengketa antara negara-negara di dunia dalam hal investasi. ICSID didirikan pada tahun 1966
untuk mempermudah dan mewujudkan kepastian hukum dalam investasi internasonal. ICSID
merupakan bagian dari World Bank Group, organisasi yang juga menaungi Bank Dunia, dan
berkedudukan di Washington DC. Badan tertinggi ICSID adalah Administrative Council, yang
bertemu setidak-tidaknya setahun sekali dan memilih Sekretaris Jenderal ICSID. Council terdiri
atas wakil-wakil dari negara yang menandatangani Perjanjian ICSID dan diketuai oleh Presiden
World Bank Group yang saat ini dijabat oleh David Malpass.
ICSID secara umum bertugas untuk menyelesaikan sengketa yang terkait dan diatur dengan
Perjanjina ICSID, perjanjian internasional yang mengatur penyelenggaraan dan tata laksana
acara pada lembaga ini. Terdapat 154 negara yang telah menandatangani dan menerima putusan
arbitrase (arbitral awards) yang diputuskan oleh ICSID, termasuk Indonesia. Ini berarti putusan
ICSID dapat diterima dan berlaku di Indonesia setara seperti putusan pengadilan Indonesia
sendiri.
Penyelesaian sengketa di ICSID terdiri atas dua macam mekanisme: yaitu conciliation yang
diselesaikan oleh Panel of Conciliators dan dan arbitrase yang dilselesaikan oleh Panel of
Arbitrators. Yang berhak berperkara di ICSID hanyalah negara-negara yang telah
menandatangani ICSID Convention. Negara anggota ICSID berhak untuk menunjuk masing-
masing empat orang conciliator dan arbitrator untuk bertugas pada panel-panal tersebut untuk
periode tertentu.
ICSID berperan penting dalam perkembangan lembaga penyelesaian sengketa dalam HEI.
Sebagai salah satu lembaga arbitrase tertua di dunia, ICSID juga mendukung secara teknis
pelaksanaan arbitrase di beberapa chambers of arbitration lain seperti London Court of
International Arbitration, Hong Kong International Arbitration Centre, dan Regional Arbitration
Centres of the Asian-African Legal Consultative Committee. ICSID juga menerbitkan sebuah
jurnal akademik berjudul ICSID Review: Foreign Investment Law Journal untuk pengembangan
akademik di bidang hukum arbitrase ekonomi internasional.

Anda mungkin juga menyukai