Anda di halaman 1dari 23

BATAS PLASTIS TANAH

LKM-06| 111
LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

DIAGRAM ALIR PEMBELAJARAN


BATAS PLASTIS TANAH

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

Mampu Menganalisis Dan Mengaplikasikan Konsep Mekanika Tanah


Melalui Proses Penyelidikan Dan Menganalisa Serta Menginterprestasi
Data Dari Hasil Pengujian Tanah Dalam Lingkup Pekerjaan Teknik Sipil

Sub Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

Melakukan Pengujian Batas Plastis Tanah

Indikator Pencapaian

1. Mahasiswa mampu menentukan nilai batas plastis tanah


2. Mahasiswa mampu menentukan nilai index plastis tanah

Tujuan Pembelajaran

1. Mengetahui tahapan dalam menentukan nilai batas plastis suatu


tanah
2. Menentukan nilai batas plastis suatu tanah
3. Menentukan nilai index plastis tanah

112 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

Standar cara uji penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas tanah sesuai
dengan SNI 1966:2008 bertujuan untuk menentukan batas terendah kadar air ketika
tanah dalam keadaan plastis, dan angka Indeks Plastisitas suatu tanah.

A. Batas Plastis (Plasticity Limit/ PL)


Batas Plastis dihitung berdasarkan persentasi berat air terhadap berat tanah
kering pada benda uji. Pada cara uji ini, material tanah yang lolos saringan ukuran 0.425
mm atau saringan No.40, diambil untuk dijadikan benda uji kemudian dicampur dengan
air suling atau air mineral hingga menjadi cukup plastis untuk digeleng/dibentuk bulat
panjang hingga mencapai diameter 3 mm. Seperti pada Gambar 6.1 dibawah ini.

Gambar 6.1 Pengujian Batas Plastis (a) tahap awal pengujian; (b) hasil setelah digulung
dengan diameter ± 3 mm; (c) tanah retak - retak (Muhtadi, 2015)

Metode penggelengan dapat dilakukan dengan telapak tangan atau dengan alat
penggeleng batas plastis (prosedur alternatif). Benda uji yang mengalami retakan
setelah mencapai diameter 3 mm, diambil untuk diukur kadar airnya. Kadar air yang
dihasilkan dari pengujian tersebut merupakan batas plastis tanah tersebut. Apabila
benda uji diambil sebelum pengujian batas cair dilakukan, letakkan benda uji ini
disamping dan biarkan sementara di udara terbuka sampai pengujian batas cair selesai
dilakukan. Apabila benda uji yang diletakan disamping tersebut menjadi terlalu kering
untuk digeleng hingga berdiameter 3 mm, tambahkan air dan campur kembali.

LKM -06| 113


LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

Sebelum melakukan pengujian batas plastis, terlebih dahulu perhatikan tanah yang
akan diuji, apabila:
a. Hanya menguji batas plastis,
Ambil banyaknya tanah sebagai benda uji sekitar 20 gram dari material yang
telah lolos saringan No.40 (0,425 mm) kemudian letakan tanah kering ke dalam
cawan dan campur dengan air suling atau air mineral sampai massa menjadi
cukup plastis untuk dibentuk menjadi bola. Ambil sebagian dari tanah tersebut,
sekitar 8 gram, untuk diuji. atau
b. Menguji batas cair dan batas plastis,
Ambil tanah sebagai benda uji sekitar 8 gram kondisi basah dan kondisi yang
telah diaduk untuk diuji Ambil benda uji untuk masing-masing fase hasil
pencampuran ketika tanah telah cukup plastis dan mudah untuk dibentuk bola
serta tidak lengket di jari ketika diremas.
Catatan 1
 Air PAM dapat digunakan untuk pengujian, apabila hasil uji banding tidak menunjukkan
perbedaan antara air PAM dan air suling. Namun apabila terdapat hasil yang meragukan,
pengujian harus dilakukan dengan menggunakan air suling atau air mineral

B. Indeks Plastis (Plasticity index / PI)


Angka Indeks Plastisitas tanah didapat setelah pengujian Batas Cair (Kegiatan
belajar 05) dan Batas Plastis selesai dilakukan. Angka Indeks Plastisitas Tanah
merupakan selisih angka Batas Cair (liquid limit, LL) dengan Batas Plastis (plastic limit,
PL).
Indeks plastis menurut SNI 1966:2008 (2008) adalah selisih antara batas cair
tanah dan batas plastis tanah, yang diperoleh dari hasil dari pengujian batas cair digabung
dengan hasil pemeriksaan batas plastis. Rumus untuk mencari nilai indeks plastis (PI)
pada persamaan 6.1 dibawah ini.

𝑃𝐼 = 𝐿𝐿 − 𝑃𝐿 Pers. (6.1)

Dimana :
PI = Plasticity index/Indeks plastis
LL = Liquid Limit/ Batas cair (%)
PL = Plastic Limit / Batas plastis (%)

Indeks plastisitas atau plasticity index (PI) yang juga merupakan interval kadar air
dimana tanah masih bersifat plastis. Oleh karena itu, indeks plastisitas menunjukkan
sifat keplastisan tanah. Jika tanah mempunyai PI tinggi, maka tanah mengandung
banyak butiran lempung. Jika PI rendah seperti lanau, sedikit pengurangan kadar air
berakibat tanah menjadi kering (Wesley, 2017). Batasan mengenai indeks plastisitas,

114 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

sifat, macam tanah, dan kohesi diberikan oleh Atterberg terdapat dalam Tabel 6.1
dibawah ini.
Tabel 6.1 Batasan Nilai Plastisitas Index (Wesley, 2017)
PI Sifat Jenis Tanah Kohesi
0 Non Plastis Pasir Non Kohesif
<7 Plastisitas Rendah Lanau Kohesif Sebahagian
7 - 17 Plastisitas Sedang Lempung Berlanau Kohesif
> 17 Plastisitas Tinggi Lempung Kohesif

Wesley (2017) juga menyatakan nilai indeks plastis yang tinggi menunjukkan
bahwa tanah tersebut peka terhadap perubahan kadar air dan mempunyai sifat
kembang susut yang besar, serta besar pengaruhnya terhadap daya dukung atau
kekuatan tanah. Namun jika terjadi kondisi seperti berikut :
 Jika batas cair atau batas plastis tidak dapat ditentukan, indeks plastisitas
dinyatakan dengan: NP (non plastis)
 Jika batas plastis sama atau lebih besar dari batas cair, indeks plastisitas
dinyatakan juga dengan: NP (non plastis).

Pada saat pengujian, hal yang harus diperhatikan adalah tanah pengujian (benda
uji) sebelum dilakukan pengujian batas cair dan batas plastis harus kering, jika tanah uji
dalam keadaan basah atau lembab harus dikeringkan terlebih dahulu dalam oven
dengan suhu 110±5ºC sampai tanah tersebut (benda uji) sampai kering. Dan semua
gumpalan – gumpalan yang terdapat pada tanah pengujian dipecahkan/dihancurkan
kecil – kecil dengan menggunakan palu karet. Setelah tanah pengujian kering, tanah
harus disaring dengan lolos ayakan no.40 (0,425 mm).

LKM -06| 115


LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

1. Berdasarkan Teori singkat diatas, menurut anda, coba kamu diskusikan dengan
kelompok anda, seberapa pentingkah pengujian batas plastis pada pekerjaan
penyelidikan tanah? Berikan alasan anda!

2. Sebutkan Efek negatif dari sebuah pekerjaan penyelidikan tanah, tanpa ada
pengujian batas plastis tanah ?

116 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

Contoh kasus
Diperoleh dari data pengujian batas plastis seperti pada Tabel 6.2 dibawah ini.
Tabel 6.2 Contoh Data Pengujian Batas Plastis
1. Nomor cawan 1 2
3. Berat cawan + tanah basah (W1) gram 31,95 31,70
4. Berat cawan + tanah kering (W2) gram 27,13 26,99
5. Berat cawan (W3) gram 18,06 18,09

Ditanya :
Tentukan Nilai Batas Plastis (Plasticity Limit / PL) dan nilai Index Plastic (PI)
Penyelesaian:
 Nilai Berat Air
Berat Air1 = 𝑊1 − 𝑊2 = 31,95 − 18,06 − 27,13 − 18,06
= 13,89 − 9,07 𝑔𝑟𝑎𝑚
= 4,82 𝑔𝑟𝑎𝑚

 Nilai Berat Tanah Kering


Berat Tanah Kering1 = 𝑊2 − 𝑊3 = 27,13 − 18,06 = 9,07 𝑔𝑟𝑎𝑚

 Nilai Kadar Air


𝑊1 − 𝑊2 4,82
w1 = = = 53,14 %
𝑊2 − 𝑊3 9,07

Untuk perhitungan kadar air w2, akan dimasukkan kedalam Tabel 6.3 dibawah ini serta
nilai kadar air rata- rata yang diperoleh akan dikurangkan dengan nilai batas cair yang
telah didapat dari Gambar 5.3 (kegiatan belajar 05).

Tabel 6.3 Contoh Hasil Data Pengujian Batas Plastis


1. Nomor cawan 1 2
2. Berat cawan + tanah basah (W1) gram 31,95 31,70
3. Berat cawan + tanah kering (W2) gram 27,13 26,99
4. Berat air (W1 – W2) gram 4,82 4,71
5. Berat cawan (W3) gram 18,06 18,09
6. Berat tanah kering (W2 – W3) gram 9,07 8,90
7. Kadar Air (W1 – W2) /(W2 – W3) % 53,14 52,92
8. Kadar Air Rata – Rata (wtotal) % 53,03

Nilai Indeks Plastis (Plasticity index / PI)


𝑃𝐼 = 𝐿𝐿 − 𝑃𝐿 = 88,40 − 53,03 = 35,37

Dari hasil data pengujian maka indeks plastisitas atau plasticity index(PI) yang juga
merupakan interval kadar air dimana tanah masih bersifat plastis. Dan tanah uji

LKM -06| 117


LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

tersebut tergolong tanah kohesif yaitu jenis tanah lempung yag mempunyai sifat
plastisitas tinggi sebab nilai PI > 17.

Peralatan yang digunakan adalah :


1. Mangkok porselin
2. Timbangan digital
3. Plat Kaca
4. Cawan
5. Oven pengering
6. Ayakan no.40 dan pan ayakan
7. Botol air suling
8. Alat Bantu; (spatula, pan, palu karet)

INTRUKSI PENGERJAAN!
Silahkan persiapkan alat – alat dan bahan untuk melakukan pengujian batas
plastis tanah kemudian selesaikan pertanyaan dibawah ini.

1. Tuliskan nama alat dan bahan serta Gambarkan atau tempelkan foto nama
peralatan pada pengujian batas plastis yang telah anda lakukan?
Tabel 6.4. Alat dan Bahan Pengamatan Uji Praktikum
No Nama Peralatan Fungsi Alat Gambar Alat
1.

118 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

No Nama Peralatan Fungsi Alat Gambar Alat


2.

3.

4.

5.

6.

7.

LKM -06| 119


LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

No Nama Peralatan Fungsi Alat Gambar Alat


8.

9.

10.

11

12

13

120 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

Berasarkan SNI 1966: 2008 pengujian batas plastis, yaitu;


1. Ambil sebahagian dari tanah hasil pengujian batas cair sekitar 8 (delapan) gram
untuk diuji, kemudian buat bola – bola tanah dari tanah uji hasil pengujian tersebut,
2. Geleng bola tanah diatas pelat kaca, dengan telapak tangan atau jari pada plat kaca
dengan tekanan yang cukup untuk menggeleng benda uji menjadi beberapa
gelengan kecil dengan diameter dan panjang yang sama, hingga terbentuk gelengan
kecil berdiameter 3 mm dengan kecepatan 80 – 90/menit.
Catatan 2,
 Tanah yang mudah pecah dengan plastisitas yang rendah merupakan tanah yang paling tepat
digeleng dengan bagian sisi luar telapak tangan atau bagian bawah ibu jari

3. Lakukan penggelengan terus hingga mengalami retakan tepat pada saat gelengan
berdiamter 3 mm.
Catatan 3,
 Apabila tanah hasil gelengan telah berdiameter 3 mm tetapi belum terjadi retakan, maka tanah
gelengan dibagi menjadi enam atau delapan potongan. Satukan dan remas semua potongan
dengan kedua tangan dan geleng kembali dengan jari tangan hingga membentuk bulat panjang.
 Untuk tanah beplastisitas rendah, diperbolehkan untuk mengurangi jumlah total perubahan
bentuk dengan membuat diameter awal benda uji berbentuk bulat panjang mendekati diameter
akhir sebesar 3 mm
 Untuk tanah lempung yang padat diperlukan tekanan gelengan yang lebih besar, terutama pada
kondisi mendekati batas plastisnya, tanah tersebut 1`digeleng hingga retak pada serangkaian
bagian panjang dengan diameter 3 mm, dan masing-masing panjang sekitar 6 mm - 9 mm dan
sebaiknya tidak berusaha dengan sengaja untuk menimbulkan retakan saat tepat diameter 3 mm,
tetapi hanya membiarkan tanah gelengan mendekati diameter 3 mm, kemudian mengurangi
kecepatan gelengan atau tekanan tangan ataupun keduanya, dan melanjutkan penggelengan
tanpa melakukan perubahan bentuk lagi hingga tanah gelengan retak.

4. Masukkan tanah uji yang telah digeleng kedalam cawan, (namun sebelum itu,
timbang cawan kosong terlebih dahulu) dan uji kadar airnya. Seperti pada Gambar
3.17 dibawah ini. Dan pada proses pengujian batas plastis akan memperoleh nilai
(W1), nilai (W2) dan nilai (W3) .
5. Ulangi prosedur yang telah diuraikan dari (1) hingga (4), sampai benda uji 8 gram
seluruhnya diuji. Tentukan kadar air tanah yang ada di dalam wadah dan catat
hasilnya. Kadar air yang diperoleh merupakan batas plastis dari tanah uji tersebut.

LKM -06| 121


LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

INTRUKSI PENGERJAAN!
Silahkan lakukan pengujian batas plastis berdasarkan langkah - langkah
pengujian yang telah dijelaskan, kemudian selesaikan pertanyaan dibawah ini.

Tuliskan Langkah - langkah pengujian yang telah anda lakukan pada pengujian batas
plastis, yang disertai dengan dokumentasi pada saat anda melakukan pengujian!

122 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

LKM -06| 123


LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

124 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

LKM -06| 125


LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

INTRUKSI PENGERJAAN !
Setelah anda melakukan pengujian, Tuliskan hasil data pengujian yang telah anda
peroleh selama melakukan pengujian.
Tabel 6.5. Hasil Uji Praktikum
1. Nomor cawan 1 2

2. Berat cawan + tanah basah (W1) gram

3. Berat cawan + tanah kering (W2) gram

4. Berat air (W1 – W2) gram

5. Berat cawan (W3) gram

6. Berat tanah kering (W2 – W3) gram

7. Kadar Air (W1 – W2) /(W2 – W3) %

8. Kadar Air Rata – Rata (wtotal) %

Medan,
Penguji Diketahui Oleh

( ) ( )

126 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

INTRUKSI PENGERJAAN !
Setelah anda menuliskan data hasil pengujian pada lembar kegiatan praktikum 3,
yang anda peroleh dilapangan, tuliskan analisa dan kesimpulan yang anda
peroleh selama pengujian batas plastis secara singkat dan jelas

LKM -06| 127


LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

128 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

LKM -06| 129


LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

130 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

INTRUKSI PENGERJAAN !
Jawablah Pertanyaan Dibawah ini, dengan cara memilih satu dari lima jawaban yang
benar

1. Perubahan kadar air dari keadaan semi padat ke keadaan plastis disebut juga
dengan .......
a. Batas Cair
b. Batas Plastis
c. Batas Susut
d. Batas Atterberg
e. Batas Transisi

2. Ukuran besaran diameter gelengan tanah pda pengujian batas plastis adalah .......
a. 5,3 mm
b. 4,3 mm
c. 3,3 mm
d. 3,0 mm
e. 2,5 mm

3. No saringan untuk persiapan benda uji pada pengujian batas plastis adalah .......
a. 10
b. 20
c. 30
d. 40
e. 50

4. Jika diketahui dari data pengujian sebagai berikut:


1. Berat tanah basah = 320 gram
2. Berat tanah kering = 287 gram
3. Berat cawan = 121 gram

Berapakah nilai kadar air pada pengujian diatas .......


a. 19,58 %
b. 19,68 %
c. 19,78 %
d. 19,88 %
e. 19,98 %

LKM -06| 131


LKM - 06 [BATAS PLASTIS TANAH ]

5. Apabila kadar air dari tanah di lapangan dalam soal no.4, berapakah index
plastisitas tanah jika diketahui kadar air batas plastis jumlah pukulan yang
ditentukan pada pengujian batas cair
a. 7,58
b. 7,68
c. 7,78
d. 7,88
e. 7,98

6. Apabila nilai indeks plastisitas tanah diketahui dari no.7, tergolong katagori jenis
apakah tanah tersebut dan bagaimana sifat tanah tersebut merupakan bagian dari
alat - alat untuk engujian batas cair adalah .......
a. Pasir, non plastis
b. Lanau, plastisitas Rendah
c. Lanau, Plastisitas Tinggi
d. Lempung berlanau, Plastisitas sedang
e. Lempung, Plastisitas Tinggi

7. Pengujian batas Plastis dinyatakan dalam satuan .......


a. Persen (%)
b. Centimeter (cm)
c. Derjat (°)
d. Gram per centimeter kubik (g/cm3)
e. Tidak ada satuan

8. Data dibawah ini didapat dari uji batas cair dan uji batas plastis, untuk uji batas
cair diperoleh hasil sebagai berikut
Banyak Pukulan (N) Kadar Air (%)
15 42,0
20 40,8
28 39,1
Uji batas plastis : kadar air 18,7 %
Berapakah nilai indeks plastisitas tanah tersebut .......
a. 7,1
b. 11,5
c. 15,6
d. 21,1
e. 26,7

9. Data dibawah ini didapat dari uji batas cair dan uji batas plastis, untuk uji batas
cair diperoleh hasil sebagai berikut
Banyak Pukulan (N) Kadar Air (%)
15 41,0
20 38,0
132 | LKM - 06
[BATAS PLASTIS TANAH ] LKM - 06

28 35,0
Uji batas plastis : kadar air 15 %
Berapakah nilai indeks plastisitas tanah tersebut .......
a. 7,1
b. 11,5
c. 15,6
d. 21,1
e. 26,7

10. Yang merupakan bagian dari alat - alat untuk engujian batas plastis adalah .......
a. cawan, oven, botol air suling, dan pelat kaca
b. cawan, oven, casagrande, dan ayakan no. 200
c. cawan, oven, casagrande, dan grooving tool
d. cawan, oven, grooving tool, dan extruder
e. cawan, oven, casagrande, dan hydrometer

LKM -06| 133