Anda di halaman 1dari 26

BATAS SUSUT TANAH

134| LKM-07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

DIAGRAM ALIR PEMBELAJARAN


BATAS SUSUT TANAH

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

Mampu Menganalisis Dan Mengaplikasikan Konsep Mekanika Tanah


Melalui Proses Penyelidikan Dan Menganalisa Serta Menginterprestasi
Data Dari Hasil Pengujian Tanah Dalam Lingkup Pekerjaan Teknik Sipil

Sub Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

Melakukan Pengujian Batas Susut Tanah

Indikator Pencapaian

1. Mahasiswa mampu menentukan nilai kadar air batas susut


2. Mahasiswa mampu menentukan nilai batas susut
3. Mahasiswa mampu menentukan nilai rasio susut
4. Mahasiswa mampu menentukan volume susut (perubahan volume)
5. Mahasiswa mampu menentukan nilai susut linear
6.

Tujuan Pembelajaran

1. Mengetahui tahapan dalam menentukan nilai batas susut suatu


tanah
2. Menentukan nilai kadar air batas susut
3. Menentukan nilai batas susut
4. Menentukan nilai rasio susut
5. Menentukan volume susut (perubahan volume)
6. Menentukan nilai susut lineal

135| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

Standar cara uji penentuan Batas Susut tanah sesuai dengan SNI 3422:2008
bertujuan untuk menentukan karakteristik tanah dengan cara menghitung nilai – nilai
batas susut, perubahan volume, rasio susut dan susut lineal.
Batas susut dalam SNI 3422:2008 (2008) juga dinyatakan sebagai kadar air dalam
persen, yang khusus diasumsikan untuk menyatakan sejumlah air yang diperlukan
untuk mengisi rongga-rongga suatu tanah kohesif pada angka pori minimum yang
terbentuk lewat pengeringan (biasanya oven). Karena itu, konsep batas susut dapat
digunakan untuk mengevaluasi potensi susut atau kemungkinan pengembangan, atau
juga, retak-retak dalam pekerjaan -pekerjaan tanah pada tanah-tanah kohesif. Seperti
pada Gambar 7.1 dibawah ini.

(a) (b)

Gambar 7.1 Proses Penyusutan Tanah; (a) tanah sebelum susut (b) tanah setelah susut (SNI
3422:2008, 2008)

Skema alat pengujian batas susut dapat dilihat pada Gambar 7.2 dibawah ini .

Gambar 7.2 Skema Alat Pengujian Batas Susut (SNI 3422:2008, 2008)

Pada Gambar 7.2 diatas, dapat dilihat bahwa tanah kering dimasukkan kedalam
cawan yang telah berisi air raksa, dan permukaan pada tanah kering tersebut, ditekan
kearah dasar cawan dengan menggunakan prong plate (pelat gelas dengan 3 paku)
seperti pada skema Gambar 7.3 dibawah ini.

136 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

(a)

(b)

Gambar 7.3 Prong Plate; (a)tampak atas; (b)tampak samping


(SNI 3422:2008, 2008)

Dalam menghitung susut tanah, hal yang pertama dilakukan adalah menghitung
kadar air tanah yang berada dalam cawan yang dinyatakan dalam persentase dari berat
kering tanah, seperti pada persamaan 7.1 dibawah ini.

𝑊− 𝑊0
𝑤= 𝑥100 Pers. (7.1)
𝑊0

Dimana :
w = Kadar air tanah yang berada didalam cawan (%)
W = Berat tanah basah adalah berat tanah basah dan cawan
dikurangi dengan berat cawan, (gram)
Wo = Berat tanah kering adalah berat tanah kering dan cawan
dikurangi berat cawan, (gram)

Batas susut (shrinkage Limit/SL) menurut SNI 3422:2008 (2008) adalah kadar air
tanah maksimum ketika pengurangan kadar air tidak akan menyebabkan perubahan
volume dari massa tanah. Batas susut (SL), dapat dihitung dari data yang dihasilkan
pada penentuan perubahan volume susut seperti pada persamaan rumus 7.2 dibawah
ini.

𝑉− 𝑉0
𝑆𝐿 = w − 𝑥100 Pers. (7.2)
𝑊0

Dimana :
S = Batas susut (%)
W = Kadar air (%)
V = Volume basah benda uji (cm3)

137| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

Vo = Volume kering oven benda uji (cm3)


Wo = Berat tanah kering (gram)

Berat jenis (G) menurut SNI 1964:2008 (2008) adalah perbandingan antara berat
isi butir tanah dan berat isi air pada temperatur dan volume yang sama, berat jenis
dapat dihitung dengan persamaan rumus 7.3 dibawah ini.

𝑊0
𝐺= 𝑥100 Pers. (7.3)
𝑉 𝑥 𝛾𝑤 − 𝑊𝑤

Dimana :
G = Berat jenis
Wo = Berat tanah kering (gram)
V = Volume basah benda uji (cm3)
γw = Berat isi air, (g/cm3)
Ww = Berat tanah basah (gram)

Rasio susut (R) menurut SNI 3422:2008 perbandingan perubahan volume


(dinyatakan dalam persentase volume kering) dengan perubahan kadar air diatas batas
susut (dinyatakan sebagai persentase berat tanah kering). Rasio susut dapat dihitung
dengan persamaan rumus 7.4 dibawah ini.

𝑊0
𝑅= Pers. (4.4)
𝑉𝑜 𝑥 𝛾𝑤

Dimana :
R = Rasio susut (%)
Wo = Berat tanah kering (gram)
Vo = Volume kering oven benda uji (cm3)

Sebagai alternatif, bila berat jenis G dan rasio susut R didapat maka batas susut dapat
dihitung dengan persamaan rumus 7.5 dibawah ini.

1 1 Pers. (7.5)
𝑆= − 𝑥100
𝑅 G

Dimana :
S = Batas susut tanah, (%)
R = Rasio susut (%)
G = Berat jenis

Susut volume (perubahan volume) menurut SNI 3422:2008 adalah penurunan


volume, dinyatakan sebagai persentase massa tanah dalam keadaan kering jika kadar air

138 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

dikurangi dari persentase tertentu sampai ke batas susut. Perhitungan volume susut
(perubahan volume), VC, dapat dihitung dengan persamaan rumus 7.6 dibawah ini.

Vc = (w – S)R Pers. (7.6)

Dimana :
Vc = Volume susut (perubahan volume), (%)
w = Kadar air tanah (%)

Susut linier menurut SNI 3422:2008 (2008) adalah menyusutnya dalam satu
dimensi massa tanah, dinyatakan sebagai persentase dari dimensi semula, ketika kadar
air dikurangi dari suatu nilai tertentu sampai batas susut. Susut linier dapat dihitung
dengan menggunakan persamaan rumus 7.7 dibawah ini

𝐿𝑆 = 100 1 −
3 100 Pers. (7.7)
VC +100

Dimana :
LS = Susut linier, (%)
Vc = Volume susut (perubahan volume), (%)

139| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

1. Berdasarkan Teori singkat diatas, menurut anda, coba kamu diskusikan dengan
kelompok anda, seberapa pentingkah pengujian batas susut pada pekerjaan
penyelidikan tanah? Berikan alasan anda!

2. Sebutkan Efek negatif dari sebuah pekerjaan penyelidikan tanah, tanpa ada
pengujian batas susut tanah ?

140 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

Contoh kasus
Diperoleh dari data pengujian batas plastis seperti pada Tabel 7.1 dibawah ini.
Tabel 7.1 Data Pengujian Batas Susut (Suhairiani, Nahesson, & Enny, 2019)
1. Nomor Percobaan 1 2 3
2. Berat Cawan gram 29,05 29,2 29,4
3. Berat Cawan + Contoh Tanah Basah gram 48,76 48,55 48,7
4. Berat Cawan + Contoh Tanah Kering gram 39,23 39,18 39,31
5. Berat Air (Ww) gram 9,53 9,37 9,39
6. Berat Contoh Tanah Basah (W) gram 19,71 19,35 19,3
7. Berat Contoh Tanah Kering (Wo) gram 10,18 9,98 9,91
8. Volume Contoh Tanah Basah (V) cm3 12,22 12,03 12,13
9. Volume Contoh Tanah Kering (Vo) cm3 3.98 4,05 4,00

Hitunglah:
a. Nilai kadar air (w)
b. Nilai berat jenis (G)
c. Nilai rasio susut (S)
d. Nilai batas susut (SL)
e. Nilai perubahan volume (Vc)
f. Nilai susut linier (LS)

Penyelesaian:
a. Nilai kadar air (w)
𝑊1 − 𝑊0 1 19,71 − 10,18
𝑤1 = 𝑥100 = 𝑥100 = 93,61 %
𝑊0 1 10,18
𝑊2 − 𝑊0 2 19,35 − 9,98
𝑤2 = 𝑥100 = 𝑥100 = 93,89 %
𝑊0 2 9,98
𝑊3 − 𝑊0 3 19,3 − 9,91
𝑤3 = 𝑥100 = 𝑥100 = 94,75 %
𝑊0 3 9,91

b. Nilai berat jenis (G)


𝑊0 1 10,18
𝐺1 = 𝑥100 = 𝑥100 = 3,78
𝑉 1 𝑥 𝛾𝑤 − 𝑊𝑤 1 (12,22 𝑥 1) − 9,53
𝑊0 2 9,98
𝐺2 = 𝑥100 = 𝑥100 = 3,75
𝑉 2 𝑥 𝛾𝑤 − 𝑊𝑤 2 (12,03𝑥 1) − 9,37
𝑊0 3 9,91
𝐺3 = 𝑥100 = 𝑥100 = 3,62
𝑉 3 𝑥 𝛾𝑤 − 𝑊𝑤 3 (12,13𝑥 1) − 9,39

c. Nilai rasio susut (S)


𝑊0 1 10,18
𝑅1 = = = 2,56 %
𝑉𝑜1 𝑥 𝛾𝑤 3,98
𝑊0 2 9,98
𝑅2 = = = 2,47 %
𝑉𝑜2 𝑥 𝛾𝑤 4,05

141| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

𝑊0 3 9,91
𝑅3 = = = 2,48 %
𝑉𝑜3 𝑥 𝛾𝑤 4

d. Nilai batas susut (SL)


Dari hasil perubahan volume (w)
𝑉1 − 𝑉0 1 12,22 − 3,98
𝑆1 = w1 − 𝑥100 = 93,61 − 𝑥100 = 12,67 %
𝑊0 1 10,18
𝑉2 − 𝑉0 2 12,03 − 4,05
𝑆2 = w2 − 𝑥100 = 93,89 − 𝑥100 = 13,93 %
𝑊0 2 9,98
𝑉3 − 𝑉0 3 12,13 − 4,00
𝑆3 = w3 − 𝑥100 = 94,75 − 𝑥100 = 12,71 %
𝑊0 3 9,91

Dari rasio susut dan berat jenis


1 1 1 1
𝑆1 = − 𝑥100 = − 𝑥100 = 12,67 %
𝑅1 G1 2,56 3,78
1 1 1 1
𝑆2 = − 𝑥100 = − 𝑥100 = 13,93 %
𝑅2 G2 2,46 3,75
1 1 1 1
𝑆3 = − 𝑥100 = − 𝑥100 = 12,71 %
𝑅3 G3 2,48 3,62

e. Perubahan volume (Vc)


Vc1 = (w1 – S1)R1 = (93,61 – 12,67) x 2,56 = 207,04 %
Vc2 = (w2 – S2)R2 = (93,89 – 13,93) x 2,46 = 197,04 %
Vc3 = (w3 – S3)R3 = (94,75 – 12,71) x 2,48 = 203,25 %

g. Nilai susut linier (LS)


3 100 3 100
𝐿𝑆1 = 100 1− = 100 1− = 98,48 %
VC1 + 100 207,04 + 100

3 100 3 100
𝐿𝑆2 = 100 1− = 100 1− = 98,44 %
VC2 + 100 197,04 + 100

3 100 3 100
𝐿𝑆3 = 100 1− = 100 1− = 98,47%
VC3 + 100 203,25 + 100

Sehingga jika ditabelisasikan, maka akan seperti pada Tabel 7.2 dibawah ini.
Tabel 7.2 Cotoh Hasil Data Perhitungan Pengujian Batas Susut (Suhairiani, Nahesson, & Enny,
2019)
1. Nomor Percobaan 1 2 3
2. Berat Cawan gram 29,05 29,2 29,4
3. Berat Cawan + Contoh Tanah Basah gram 48,76 48,55 48,7
4. Berat Cawan + Contoh Tanah Kering gram 39,23 39,18 39,31
5. Berat Air (Ww) gram 9,53 9,37 9,39

142 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

6. Berat Contoh Tanah Basah (W) gram 19,71 19,35 19,3


7. Berat Contoh Tanah Kering (Wo) gram 10,18 9,98 9,91
8. Volume Contoh Tanah Basah (V) cm3 12,22 12,03 12,13
9. Volume Contoh Tanah Kering (Vo) cm3 3.98 4,05 4,00
10. Kadar Air (w)
𝑊 − 𝑊0 % 93,61 93,89 94,75
𝑤= 𝑥100
𝑊0
11. Berat Jenis (G)
𝑊0 3,78 3,75 3,62
𝐺= 𝑥100
𝑉 𝑥 𝛾𝑤 − 𝑊𝑤
12. Rasio Susut (R)
𝑊0 % 2,56 2,46 2,48
𝑅=
𝑉𝑜 𝑥 𝛾𝑤
13. Batas Susut (SL)
a. Dari hasil perubahan volume (w) 12,67 13,93 12,71
𝑉− 𝑉
𝑆 = w − 𝑊 0 𝑥100 %
0
b. Dari rasio susut dan berat jenis 12,67 13,93 12,71
1 1
𝑆 = 𝑅 − G 𝑥100
14. Perubahan Volume (Vc)
% 207,04 197,04 203,25
Vc = (w – S)R
15. Susut Linier (LS)
3 100 % 98,48 98,44 98,47
𝐿𝑆 = 100 1−
VC + 100

Peralatan yang digunakan adalah :


1. Cawan susut (monel dish)
2. Pelat gelas dengan 3 paku (prong plate)
3. Cawan kaca (crystalizing dish)
4. Cawan petri
5. Vaselin (petroleum jelly) / Minyak
6. Air raksa
7. Timbangan digital
8. Oven pengering
9. Gelas ukur
10. Mangkok porselin
11. Ayakan no.40 dan pan ayakan
12. Botol air suling
13. Alat Bantu; (spatula / pisau perata)

143| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

INTRUKSI PENGERJAAN!
Silahkan persiapkan alat – alat dan bahan untuk melakukan pengujian batas susut
tanah kemudian selesaikan pertanyaan dibawah ini.

1. Tuliskan nama alat dan bahan serta Gambarkan atau tempelkan foto nama
peralatan pada pengujian batas susut yang telah anda lakukan?
Tabel 7.3. Alat dan Bahan Pengamatan Uji Praktikum
No Nama Peralatan Fungsi Alat Gambar Alat
1.

2.

3.

4.

144 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

No Nama Peralatan Fungsi Alat Gambar Alat


5.

6.

7.

8.

9.

10.

145| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

No Nama Peralatan Fungsi Alat Gambar Alat


11

12

13

14

15

146 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

Berasarkan SNI 3422:2008 pengujian batas susut, yaitu;


1. Masukkan tanah uji kedalam mangkok porselin, tuangkan air sedikit demi sedikit hingga
campuran tanah menjadi homogen, tambahkan terus air hingga contoh terbentuk seperti
pasta dan tidak mengandung gelembung udara sehingga siap untuk dicetak kedalam
cetakan.
Catatan 1,
 Jumlah air yang diperlukan untuk menghasilkan konsistensi yang diinginkan untuk jenis tanah
yang mudah menggumpal (friable) adalah sama dengan atau sedikit lebih besar dari batas
cairnya, dan jumlah air yang diperlukan untuk mencapai konsistensi yang diinginkan untuk
jenis tanah plastis dapat lebih besar dari batas cairnya hingga 10%.

2. Cetakan benda uji (tanah uji) harus diberi lapisan tipis vaselin atau minyak untuk
mencegah lekatnya contoh tanah pada cetakan.
3. Timbang cetakan dalam keadaan kosong dan catat sebagai (berat cawan).
4. Letakkan tanah uji yang sudah homogen kedalam cetakan sebanyak sepertiga volume
cetakan pada bagian tengah cetakan.
5. Ketuk – ketuk cetakan beberapa kali, agar contoh tanah uji dapat mengalir dan mengisi ke
ujung – ujung cetakan.
Catatan 2,
 Pengetukkan pada permukaan yang keras yang telah dilapisi dengan kertas, kain atau material
sejenis.
6. Kemudian tambahkan kembali contoh tanah, kira – kira banyaknya dengan bagian
pertama dan ketuk – ketukkan kembali cetakan hingga contoh tanah terpadatkan dan
seluruh udara yang ada keluar ke permukaan.
7. Lakukan terus penambahan contoh tanah dan pengetukan hingga cetakan penuh.
Kelebihan contoh tanah pada cetakan harus dibuang dengan menggunakan mistar perata
dan semua tanah yang menempel di bagian luar cetakan harus dibersihkan.
8. Cetakan yang telah terisi penuh, rapi dan bersih harus segera ditimbang dan dicatat
massanya sebagai nilai (Berat Cawan + Contoh Tanah Basah). Massa tersebut menyatakan
massa cetakan dan contoh tanah basah.
9. Cetakan berisi contoh tanah basah tersebut harus dibiarkan mengering pada temperatur
ruangan hingga warna contoh tanah berubah dari gelap menjadi lebih terang (kurang
lebih 24 jam).
10. Cetakan beserta contoh tanah dioven pada temperatur 110 °C ± 5 °C (kurang lebih 24
jam) hingga massanya tetap kemudian ditimbang.
11. Massa tersebut menyatakan massa cetakan dan contoh tanah kering dn dicatat sebagai
nilai (Berat Cawan + Contoh Tanah Kering),
12. Untuk menyatakan volume contoh tanah basah. Volume contoh tanah basah ditentukan
dengan cara mengisi penuh cetakan dengan air raksa hingga tumpah. Tekan pelat
transparan pada bagian atas cetakan, dan ukur volume air raksa yang tertinggal dalam
cetakan menggunakan gelas ukur.

147| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

13. Alternatif lain penentuan volume contoh tanah basah adalah dengan cara menentukan
volume cetakan dengan menimbang air raksa yang ada dalam cetakan hingga ketelitian
0,1 g dan hitung volumenya dalam ml menggunakan rumus pada persamaan 7.8
dibawah ini dan catat sebagai (volume C=contoh tanah basah/V)

𝑚
𝑉= 𝛾
Pers. (7.8)
Dimana :
V = volume Contoh Tanah Basah (cm3)
m = Berat cawan kosong – berat cawan kosong + air raksa
𝛾 = Massa air raksa = 13,5 (gram/ml)

14. Volume tanah kering harus ditentukan dengan mengeluarkan tanah kering oven dari
cetakan dan memasukkannya dalam cawan kaca yang terisi penuh oleh air raksa. Tekan
tanah kering oven hingga tenggelam, dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Cawan petri harus diisi penuh dengan air raksa hingga melimpah, kemudian
tekan pelat transparan secara kuat di atas cawan kaca, seperti pada Gambar 4.15
diatas.
b) Bersihkan air raksa yang masih menempel pada bagian luar cawan kaca.
c) Kemudian, letakkan cawan petri yang berisi air raksa dalam cawan kaca diameter
150 mm dan tempatkan tanah kering pada permukaan air raksa dalam cawan
petri. Secara perlahan-lahan tekan contoh tanah kering ke dalam air raksa
menggunakan pelat transparan hingga pelat transparan menyentuh bibir cawan
petri. Sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada udara yang terjebak di
bawah contoh tanah kering.
d) Tentukan volume tanah kering, Vo, dalam ml, dengan cara mengukur air raksa
yang tumpah dari cawan petri ke cawan kaca atau dengan menentukan massa air
raksa hingga ketelitian 0,1 g.
e) Hitung volume (Volume Contoh Tanah Kering/Vo) dalam ml menggunakan
rumus seperti pada persamaan 7.9 dibawah ini

𝑚
𝑉𝑜 = Pers. (7.9)
𝛾

Dimana :
Vo = volume contoh tanah kering (cm3)
m = massa air raksa yang tumpah (gram)
𝛾 = Massa air raksa = 13,5 (g/ml)

148 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

INTRUKSI PENGERJAAN!
Silahkan lakukan pengujian batas plastis berdasarkan langkah - langkah
pengujian yang telah dijelaskan, kemudian selesaikan pertanyaan dibawah ini.

Tuliskan Langkah - langkah pengujian yang telah anda lakukan pada pengujian batas
susut, yang disertai dengan dokumentasi pada saat anda melakukan pengujian!

149| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

150 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

151| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

152 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

INTRUKSI PENGERJAAN !
Setelah anda melakukan pengujian, Tuliskan hasil data pengujian yang telah anda
peroleh selama melakukan pengujian.
Tabel 7.4 Hasil Uji Praktikum
1. Nomor Percobaan 1 2 3
2. Berat Cawan gram
3. Berat Cawan + Contoh Tanah Basah gram
4. Berat Cawan + Contoh Tanah Kering gram
5. Berat Air (Ww) gram
6. Berat Contoh Tanah Basah (W) gram
7. Berat Contoh Tanah Kering (Wo) gram
8. Volume Contoh Tanah Basah (V) cm3
9. Volume Contoh Tanah Kering (Vo) cm3
10. Kadar Air (w)
𝑊 − 𝑊0 %
𝑤= 𝑥100
𝑊0
11. Berat Jenis (G)
𝑊0
𝐺= 𝑥100
𝑉 𝑥 𝛾𝑤 − 𝑊𝑤
12. Rasio Susut (R)
𝑊0 %
𝑅=
𝑉𝑜 𝑥 𝛾𝑤
13. Batas Susut (SL)
Dari hasil perubahan volume (w)
𝑉 − 𝑉0
𝑆= w− 𝑥100
𝑊0 %
14. Dari rasio susut dan berat jenis
1 1
𝑆= − 𝑥100
𝑅 G
15. Perubahan Volume (Vc)
%
Vc = (w – S)R
16. Susut Linier (LS)
3 100 %
𝐿𝑆 = 100 1−
VC + 100
Medan,
Penguji Diketahui Oleh

( ) ( )

153| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

INTRUKSI PENGERJAAN !
Setelah anda menuliskan data hasil pengujian pada lembar kegiatan praktikum 3,
yang anda peroleh dilapangan, tuliskan analisa dan kesimpulan yang anda
peroleh selama pengujian batas susut secara singkat dan jelas

154 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

155| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

156 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

157| LKM -07


LKM - 07 [BATAS SUSUT TANAH ]

INTRUKSI PENGERJAAN !
Jawablah Pertanyaan Dibawah ini, dengan cara memilih satu dari lima jawaban yang
benar

1. Kadar air tanah maksimum ketika pengurangan kadar air tidak akan menyebabkan
perubahan volume dari massa tanah, disebut juga dengan .......
a. Rasio susut
b. Susut Volume
c. Susut Linier
d. Berat Jenis
e. Batas Susut

2. Penurunan volume yang dinyatakan sebagai persentase massa tanah dalam keadaan
kering jika kadar air dikurangi dari persentase tertentu sampai ke batas susut disebut
juga dengan .......
a. Rasio susut
b. Susut Volume
c. Susut Linier
d. Berat Jenis
e. Batas Susut

3. Perbandingan antara berat isi butir tanah dan berat isi air pada temperatur dan volume
yang sama, disebut juga dengan .......
a. Rasio susut
b. Susut Volume
c. Susut Linier
d. Berat Jenis
e. Batas Susut

4. Berapakah nilai massa air raksa pada pengujian batas susut .......
a. 13,5 g/ml
b. 13,35 g/ml
c. 15,5 g/ml
d. 15,35 g/ml
e. 13,0 g/ml

5. Nama alat yang digunakan untuk menekan tanah uji/benda uji masuk kedalam cawan
yang telah berisi air raksa adalah .......
a. Cawan Petri
b. Crystalizing Dish
c. Cawan Kaca

158 | LKM - 07
[BATAS SUSUT TANAH ] LKM - 07

d. Prong Plate
e. Pelat 2(dua) Paku

6. Lolos ayakan saringan nomor berapakah untuk pengambilan sample tanah uji batas
susut .......
a. No. 4
b. No. 40
c. No. 30
d. No. 20
e. No.10

7. Jika diketahui tanah uji yang berada didalam monel dish seberat 51,09 gram, kemudian
tanah uji tersebut diovenkan dengan suhu 110±5°C dan setelah 24 jam tanah uji tersebut
ditimbang dan memperoleh berat 48,87 gram, berapakah kadar air yang terdapa pada
tanah uji tersebut jika berat monel dish seberat 29,05 gram
a. 11,10 %
b. 11,20 %
c. 11,30 %
d. 11,40 %
e. 11,50 %

8. Jika diketahui kadar air tanah pengujian, seperti yang terdapat pada soal nomor 6 diatas,
berapakah nilai batas susut jika volume contoh tanah basah dan volume contoh tanah
kering senilai 15,21 cm3 dan 14,08 cm3
a. 5,50 %
b. 5,55 %
c. 5,60 %
d. 5,65 %
e. 5,70 %

9. Suatu pengujian batas susut, diketahui perubahan volume yang terjadi pada tanah uji
sebesar 186,66 % berapa persen kah susut linier yang terjadi pada tanah uji tersebut .......
a. 98,18 %
b. 98,28 %
c. 98,38 %
d. 98,48 %
e. 98,58 %

10. Kadar air pada pengujian batas susut dinyatakan dalam satuan .......
a. Persen (%)
b. Centimeter (cm)
c. Derjat (°)
d. Gram per milimeter (g/ml)
e. Gram per centimeter kubik (g/cm3)

159| LKM -07