Anda di halaman 1dari 24

BATAS CAIR TANAH

LKM-05| 87
LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

DIAGRAM ALIR PEMBELAJARAN


BATAS CAIR TANAH

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

Mampu Menganalisis Dan Mengaplikasikan Konsep Mekanika Tanah


Melalui Proses Penyelidikan Dan Menganalisa Serta Menginterprestasi
Data Dari Hasil Pengujian Tanah Dalam Lingkup Pekerjaan Teknik Sipil

Sub Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

Melakukan Pengujian Batas Cair Tanah

Indikator Pencapaian

1. Mahasiswa mampu menentukan nilai batas cair tanah


2. Mahasiswa mampu menentukan sifat dan klasifikasi tanah

Tujuan Pembelajaran

1. Mengetahui tahapan dalam menentukan nilai batas cair suatu


tanah
2. Menggambarkan grafik penentuan nilai batas cair tanah
3. Menentukan nilai batas cair suatu tanah
4. Menentukan kadar air tanah pada batas antara keadaan cair dan
plastis

88 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

Batas Cair (Liquid Limit) menurut SNI 1967:2008 (2008) yang disimbolkan dengan
“LL” adalah kadar air, ketika sifat tanah pada batas dari keadaan cair menjadi plastis.
Cara menentukannya dengan memakai alat batas cair seperti pada skema Gambar 5.1
dibawah ini.

(a) (b)

(c) (d)
Gambar 5.1 Uji Batas Cair; (a) alat untuk uji batas cair; (b) alat untuk menggores; (c) contoh
tanah sebelum diuji; (d) contoh tanah setelah diuji (Das, Endah, & Mochtar, 1993)

Pada Gambar 5.1 dijelaskan bahwa Gambar 5.1(a) adalah alat untuk uji batas cair
yang bernama “Casagrande” yang terdiri dari mangkok kuningan yang bertumpu pada
dasar karet yang keras yang dapat dinaikkan dan dijatuhkan setinggi 10 mm dengan
menggunakan tangkai pemutar. Pada Gambar 5.1(b) adalah alat penggores standar yang
diberi nama “Grooving Tool”. Alat penggores ini digores tepat ditengah pasta tanah yang
diletakkan didalam mangkok kuningan, apabila pasta tanah tersebut telah digoreskan
maka akan terbentuk parit seperti pada Gambar 5.1(c). Proses pemutaran tangkai
pemutar dilakukan hingga pada dasar tanah dalam mangkok menutupi goresan yang
telah dibuat sebelumnya, seperti pada Gambar 5.1(d).

LKM -05| 89
LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

Pengujian batas cair adalah kadar air tanah bilamana diperlukan 25 pukulan. Akan
tetapi untuk mencari kadar air yang banyak pukulannya tepat 25, perlu dilakukan
pengujian paling sedikit empat kali pada tanah yang sama tetapi pada kadar air yang
berbeda beda, agar mendapatkan 2 titik di bawah 25 pukulan dan 2 titik di atas 25
pukulan, hal ini dilakukan agar dalam pembuatan kurva aliran(flow curve) lebih
mendekati kondisi tanah yang ada. Casagrande (1932) telah menyimpulkan bahwa tiap-
tiap pukulan dari alat uji batas cair adalah bersesuaian dengan tegangan geser tanah
sebesar kira-kira 1 g/cm2 (~0,1 kN/m2). Oleh karena itu, batas cair dari tanah berbutir
halus adalah kadar air dimana tegangan tanahnya adalah kira-kira 25
g/cm2 (~2,5kN/m2). Maka dari itu batas cair ditentukan pada 25 pukulan alat
casagrande (Das, Endah, & Mochtar, 1993) Kadar air, dinyatakan dalam persen (%) dan
jumlah pukulan untuk masing – masing uji digambarkan diatas kertas grafik semi log
seperti pada Gambar 5.2 dibawah ini.

Gambar 5.2 Kurva Aliran Pengujian Batas Cair Tanah Lempung (Hardiyatmo, 2006)

Hubungan antara kadar air dan Log N dapat dianggap sebagai suatu garis lurus
dan garis ini dinamakan kurva aliran (flow curve).

90 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

1. Berdasarkan Teori singkat diatas, menurut anda, coba kamu diskusikan dengan
kelompok anda, seberapa pentingkah pengujian batas cair tanah pada pekerjaan
penyelidikan tanah? Berikan alasan anda!

2. Sebutkan Efek negatif dari sebuah pekerjaan penyelidikan tanah, tanpa ada
pengujian batas cair tanah ?

LKM -05| 91
LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

Contoh kasus
Diperoleh dari data pengujian batas cair seperti pada Tabel 5.1 dibawah ini.
Tabel 5.1 Contoh Data Hasil Pengujian Batas Cair (Suhairiani, Nahesson, & Enny, 2019)
1. Banyak Pukulan (n) 10 23 32 43
2. Nomor cawan 1 2 3 4
3. Berat cawan + tanah basah (W1) gram 49,80 51,90 49,81 51,80
4. Berat cawan + tanah kering (W2) gram 32,60 33,82 33,25 34,50
5. Berat cawan (W3) gram 14,20 13,62 13,87 13,49

Ditanya :
Gambarkan dan tentukan Nilai Batas Cair (Liquid Limit / LL)
Penyelesaian:
a. Batas Cair (Liquid Limit / LL)
Contoh perhitungan mencari kadar air pada batas cair
 Nilai Berat Air
Berat Air1 = 𝑊1 − 𝑊2 = 49,8 − 32,6 = 17,2 𝑔𝑟𝑎𝑚
 Nilai Berat Tanah Kering
Berat Tanah Kering1 = 𝑊2 − 𝑊3 = 32,6 − 14,2 = 18,4 𝑔𝑟𝑎𝑚
 Nilai Kadar Air
𝑊1 − 𝑊2 49,8 − 32,6
w1 = = = 93,48 %
𝑊2 − 𝑊3 32,6 − 14,2

Untuk perhitungan kadar air w2, w3, w4 dan w5 akan dimasukkan kedalam Tabel 5.2
dibawah ini serta nilai kadar air yang diperoleh dimasukkan kedalam grafik pengujian
batas cair seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.3

Tabel 5.2 Contoh Hasil Data Pengujian Batas Cair (Suhairiani, Nahesson, & Enny, 2019)

1. Banyak Pukulan (n) 10 23 32 43

2. Nomor cawan 1 2 3 4

3. Berat cawan + tanah basah (W1) gram 49,8 51,9 49,81 51,8

4. Berat cawan + tanah kering (W2) gram 32,6 33,82 33,25 34,5

5. Berat air (W1 – W2) gram 17,2 18,08 16,56 17,3

6. Berat cawan (W3) gram 14,2 13,62 13,87 13,49

7. Berat tanah kering (W2 – W3) gram 18,4 20,2 19,38 21,01

8. Kadar Air (W1 – W2) /(W2 – W3) % 93,48 89,50 85,45 82,34

92 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

Gambar 5.3 Grafik Pengujian Batas Cair (Pengujian, 2019)

Nilai Batas Cair (Liquid Limit / LL) = 88,40 %

Peralatan yang digunakan adalah :


1. Alat batas cair (Casagrande)
2. Alat pembuat alur (Grooving Tool)
3. Timbangan digital
4. Cawan
5. Mangkok porselin
6. Oven pengering
7. Ayakan no.40 dan pan ayakan
8. Botol air suling
9. Alat Bantu; (spatula, pan, palu karet)

LKM -05| 93
LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

INTRUKSI PENGERJAAN!
Silahkan persiapkan alat – alat dan bahan untuk melakukan pengujian batas cair
tanah kemudian selesaikan pertanyaan dibawah ini.

1. Tuliskan nama alat dan bahan serta Gambarkan atau tempelkan foto nama
peralatan pada pengujian berat jenis yang telah anda lakukan?
Tabel 5.3. Alat dan Bahan Pengamatan Uji Praktikum
No Nama Peralatan Fungsi Alat Gambar Alat
1.

2.

3.

4.

94 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

No Nama Peralatan Fungsi Alat Gambar Alat


5.

6.

7.

8.

9.

10.

LKM -05| 95
LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

Berasarkan SNI 1967: 2008 pengujian batas cair dibagi atas 2(dua) metode, yaitu;
1. Metode A
2. Metode B

1. Metode A
Prosedur persiapan tanah uji pengujian Batas cair (SNI 1964:2008, 2008) adalah
sebagai berikut:
1. Persiapkan benda uji dengan berat sekitar 100 gr yang diambil dari campuran
bahan lolos saringan No.40 (0,425 mm), apabila Tanah uji yang basah atau
lembab harus kering terlebih dahulu. Dengan cara dikeringkan bisa dengan cara
dijemur dibawah panas matahari atau dengan cara di oven dengan suhu 110 ±
5ºC sampai kondisi tanah tersebut kering.
2. Masukkan 100 gram benda uji yang telah diayak kedalam mangkok porselin,
3. Tempatkan tanah uji diatas mangkok pengaduk dan aduklah sampai rata
dengan menambahkan 15 ml – 20 mm air suling atau air mineral sedikit demi
sedikit dan aduk menggunakan saptula dan ulangi pengadukan jika tanah
tersebut belum homogen.
Catatan 1,
 Pada waktu pengujian dimulai, tidak ada penambahan tanah kering terhadap tanah yang
basah.
 Jika terlanjur penambahan air terlalu banyak, benda uji boleh diganti
 Mangkok kuningan alat uji batas cair ini tidak boleh digunakan untuk mengaduk tanah
dengan air.
 Terdapat beberapa jenis tanah yang lambat untuk menyerap air. Oleh karena itu, hal ini bisa
dihindari dengan waktu untuk pengadukan yang cukup.
 penambahan air yang terlalu cepat dapat menghasilkan nilai batas cair yang salah

4. Setelah campuran merata(homogen), ambil sebahagian tanah uji dan letakkan


diatas mangkok alat batas cair (Casagrande). Kemudian tekan dan sebar tanah
ini dengan menggunakan spatula secara lateral hingga memperoleh garis
mendatar mencapai ketebalan 10 mm (1 cm) pada titik kedalaman maksimum,
Catatan 2,
 Gerakan spatula secara perlahan sebagai perawatan untuk menjaga terjeratnya gelembung
udara dalam tanah dengan cara menggerakkan mangkok sebanyak minimal 6 kali gerakan,
dari depan ke belakang atau daribelakang ke depan yang dihitung sebagai satu gerakan, untuk
menghindari tetesan air dalam alur atau tergelincirnya benda uji pada mangkok kuningan.
Pada bagian alur yang terdalam setelah gerakan terakhir harus digaruk hingga bagian dasar
mangkok kuningan.

96 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

5. Goreslah tanah yang berada dalam mangkok Casagrande secara membagi dua
dengan menggunakan alat pembuat alur (Grooving tool) berbentuk lengkung
panjang, diameter mangkok melaui garis tengahnya, sehingga alur terlihat jelas,
6. Angkat dan jatuhkan engkol pemutar mangkok Casagrande pada kecepatan
sekitar dua putaran per detik, sampai dua sisi alur benda uji menjadi
bersentuhan pada bagian bawah alur, hingga terbentuk pada seperti pada
Gambar 5.4 dibawah ini dan banyaknya pukulan yang diperlukan untuk
tertutupnya alur sepanjang pengujian harus dicatat sebagai nilai pada (banyak
pukulan).

(a) (b)

Gambar 5.4 Penggoresan Alur Batas Cair; (a) Pembuatan Alur; (b) Tertutupnya
Alur(SNI 1967, 2008)

Catatan 3,
 Alas alat uji harus bebas sewaktu engkol pemutar mangkok Casagrande diputar

7. Ambillah sedikit irisan tanah pengujian tersebut dan masukkan kedalam cawan,
untuk menentukan kadar air, pengambilan sampel tanah uji dibuat kedalam
2(dua) cawan, dan pada proses pengujian kadar air pada batas cair akan
memperoleh nilai (W1), nilai (W2), dan nilai (W3).
8. Pindahkan tanah yang masih berada dalam mangkok Casagrande kedalam
mangkok pengaduk, kemudian mangkok Casagrande dan pembuat alur
dibersihkan dan dikeringkan, supaya bisa digunakan pada pengujian
berikutnya.
9. Ulangi pengujian sekurang-kurangnya dua pengujian tambahan lagi dari benda
uji yang telah ditambah air secukupnya, hingga tanah kondisinya lebih lunak,
atau perlu dilakukan pengujian pada tanah yang sama tetapi pada kadar air
yang berbeda beda, agar mendapatkan 2 titik di bawah 25 pukulan dan 2 titik di
atas 25 pukulan, hal ini dilakukan agar dalam pembuatan kurva aliran(flow
curve) lebih mendekati kondisi tanah yang ada atau untuk setiap rentang

LKM -05| 97
LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

pukulan pada 25 sampai 35; 20 sampai 30; 15 sampai 25 pukulan, sehingga


rentang pada tiga ketentuan tersebut minimal 10 pukulan.

2. Metode B
Prosedur persiapan tanah uji pengujian Batas cair (SNI 1964:2008, 2008) adalah
sebagai berikut:
1. Persiapkan benda uji dengan berat sekitar 100 g yang diambil dari campuran
bahan lolos saringan No.40 (0,425 mm), apabila Tanah uji yang basah atau
lembab harus kering terlebih dahulu. Dengan cara dikeringkan bisa dengan cara
dijemur dibawah panas matahari atau dengan cara di oven dengan suhu 110 ±
5ºC sampai kondisi tanah tersebut kering.
2. Masukkan 100 gram benda uji yang telah diayak kedalam mangkok porselin,
3. Tempatkan tanah uji diatas mangkok pengaduk dan aduklah sampai rata
dengan menambahkan 8 ml – 10 mm air suling atau air mineral sedikit demi
sedikit dan aduk menggunakan saptula dan ulangi pengadukan jika tanah
tersebut belum homogen.
Catatan 1,
 Pada waktu pengujian dimulai, tidak ada penambahan tanah kering terhadap tanah yang
basah.
 Jika terlanjur penambahan air terlalu banyak, benda uji boleh diganti
 Mangkok kuningan alat uji batas cair ini tidak boleh digunakan untuk mengaduk tanah
dengan air.
 Terdapat beberapa jenis tanah yang lambat untuk menyerap air. Oleh karena itu, hal ini bisa
dihindari dengan waktu untuk pengadukan yang cukup.
 penambahan air yang terlalu cepat dapat menghasilkan nilai batas cair yang salah

4. Setelah campuran merata(homogen), ambil sebahagian tanah uji dan letakkan


diatas mangkok alat batas cair (Casagrande). Kemudian tekan dan sebar tanah
ini dengan menggunakan spatula secara lateral hingga memperoleh garis
mendatar mencapai ketebalan 10 mm (1 cm) pada titik kedalaman maksimum,
Catatan 2,
 Gerakan spatula secara perlahan sebagai perawatan untuk menjaga terjeratnya gelembung
udara dalam tanah

5. Goreslah tanah yang berada dalam mangkok Casagrande secara membagi dua
dengan menggunakan alat pembuat alur (Grooving tool) berbentuk lengkung
panjang, diameter mangkok melaui garis tengahnya, sehingga alur terlihat jelas,
6. Angkat dan jatuhkan engkol pemutar mangkok Casagrande pada kecepatan
sekitar dua putaran per detik, sampai dua sisi alur benda uji menjadi
bersentuhan pada bagian bawah alur, hingga terbentuk pada seperti pada
Gambar 5.4 dibawah ini dan banyaknya pukulan yang diperlukan untuk
tertutupnya alur sepanjang pengujian harus dicatat sebagai nilai pada (banyak
pukulan).
7. Ambillah sedikit irisan tanah pengujian tersebut dan masukkan kedalam cawan,
untuk menentukan kadar air, pengambilan sampel tanah uji dibuat kedalam
2(dua) cawan, dan pada proses pengujian kadar air pada batas cair akan
memperoleh nilai (W1), nilai (W2), dan nilai (W3).
98 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

8. Pindahkan tanah yang masih berada dalam mangkok Casagrande kedalam


mangkok pengaduk, kemudian mangkok Casagrande dan pembuat alur
dibersihkan dan dikeringkan, supaya bisa digunakan pada pengujian
berikutnya.
9. Ulangi pengujian sekurang-kurangnya dua pengujian tambahan lagi dari benda
uji yang telah ditambah air secukupnya, hingga tanah kondisinya lebih lunak,
Banyaknya pukulan untuk terutupnya alur harus dibatasi antara 22 pukulan
sampai 28 pukulan. Setelah diperoleh tertutupnya alur pada pengujian pertama
dengan jumlah pukulan yang dapat diterima, segera kembalikan tanah yang ada
dalam mangkok kuningan ke mangkok pengaduk tanpa penambahan air.
10. Jika tertutupnya alur pengujian kedua banyaknya pukulan masuk dalam rentang
yang diterima (22 pukulan sampai dengan 28 pukulan), dan tertutupnya alur
pada pengujian kedua ini mempunyai selisih dua pukulan terhadap penutupan
alur pengujian pertama, uji kadar air benda uji ini.
11. Jika tertutupnya alur dengan jumlah pukulan antara 15 pukulan dan 40 pukulan
mungkin masih dapat diterima, jika bervariasi ± 5% dari batas cair yang
ditoleransi.

LKM -05| 99
LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

INTRUKSI PENGERJAAN!
Silahkan lakukan pengujian batas cair berdasarkan langkah - langkah pengujian
yang telah dijelaskan, kemudian selesaikan pertanyaan dibawah ini.

Tuliskan Langkah - langkah pengujian yang telah anda lakukan pada pengujian batas
cair tanah, yang disertai dengan dokumentasi pada saat anda melakukan pengujian!

100 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

LKM -05| 101


LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

102 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

LKM -05| 103


LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

INTRUKSI PENGERJAAN !
Setelah anda melakukan pengujian, Tuliskan hasil data pengujian yang telah anda
peroleh selama melakukan pengujian.
Tabel 5.4. Hasil Uji Praktikum

1. Banyak Pukulan (n)

2. Nomor cawan

3. Berat cawan + tanah basah (W1) gram

4. Berat cawan + tanah kering (W2) gram

5. Berat cawan (W3) gram

Medan,
Penguji Diketahui Oleh

( ) ( )

104 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

INTRUKSI PENGERJAAN !
Setelah anda menuliskan data hasil pengujian pada lembar kegiatan praktikum 3,
yang anda peroleh dilapangan, tuliskan analisa dan kesimpulan yang anda
peroleh selama pegujian batas cair secara singkat dan jelas

LKM -05| 105


LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

106 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

LKM -05| 107


LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

INTRUKSI PENGERJAAN !
Jawablah Pertanyaan Dibawah ini, dengan cara memilih satu dari lima jawaban yang
benar

1. Perubahan kadar air dari keadaan plastis ke keadaan cair disebut juga dengan .......
a. Batas Cair
b. Batas Plastis
c. Batas Susut
d. Batas Atterberg
e. Batas Transisi

2. Salah satu alat untuk pengujian batas cair adalah .......


a. Grooving Tool
b. Casagrande
c. Tabung Selby
d. Flow Index
e. Extruder

3. No saringan untuk persiapan benda uji pada pengujian batas cair adalah .......
a. 10
b. 20
c. 30
d. 40
e. 50

4. Jika diketahui dari data pengujian sebagai berikut:


1. Berat tanah basah = 320 gram
2. Berat tanah kering = 287 gram
3. Berat cawan = 121 gram

Berapakah nilai kadar air pada pengujian diatas .......


a. 19,58 %
b. 19,68 %
c. 19,78 %
d. 19,88 %
e. 19,98 %

108 | LKM - 05
[BATAS CAIR TANAH ] LKM - 05

5. Beapakah jumlah pukulan yang ditentukan pada pengujian batas cair


a. 15 pukulan
b. 20 pukulam
c. 25 pukulan
d. 30 pukulan
e. 35 pukulan

6. Yang merupakan bagian dari alat - alat untuk engujian batas cair adalah .......
a. cawan, oven, grooving tool, dan pelat kaca
b. cawan, oven, casagrande, dan ayakan no. 200
c. cawan, oven, casagrande, dan grooving tool
d. cawan, oven, grooving tool, dan extruder
e. cawan, oven, casagrande, dan hydrometer

7. Pengujian batas cair dinyatakan dalam satuan .......


a. Persen (%)
b. Centimeter (cm)
c. Derjat (°)
d. Gram per centimeter kubik (g/cm3)
e. Tidak ada satuan

8. Berapakah besar ketebalan tanah uji yang terdapat diatas mangkok alat batas cair
(Casagrande).
a. 5 mm
b. 10 mm
c. 15 mm
d. 20 mm
e. 25 mm

9. Data dibawah ini didapat dari uji batas cair dan uji batas plastis, untuk uji batas
cair diperoleh hasil sebagai berikut
Banyak Pukulan (N) Kadar Air (%)
15 42,0
20 40,0
28 39,0
Berapakah nilai Liquid Limit tersebut .......
a. 25
b. 26
c. 27
d. 28
e. 29

LKM -05| 109


LKM - 05 [BATAS CAIR TANAH ]

10. Data dibawah ini didapat dari uji batas cair dan uji batas plastis, untuk uji batas
cair diperoleh hasil sebagai berikut
Banyak Pukulan (N) Kadar Air (%)
15 41,0
20 38,0
28 35,0
Berapakah nilai Liquid Limit tersebut .......
a. 28
b. 29
c. 30
d. 31
e. 32

110 | LKM - 05