Anda di halaman 1dari 226

BAGIAN I

PENGANTAR MODUL SUB BLOK ASUHAN


KEHAMILAN

Dalam pencapaian kompetensi dalam Blok II mahasiswa


diberikan panduan berupa modul yang terdiri dari 3 modul yaitu :
1. Modul Sub Blok Asuhan Kehamilan
2. Modul Sub Blok Asuhan Persalinan
3. Modul Sub Blok Asuhan Nifas

Berikut ini akan dijelaskan mengenai Modul Sub Blok Asuhan


Kehamilan

A. Deskripsi singkat
Modul Sub Blok ini menguraikan tentang konsep dasar
asuhan kehamilan, perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada
ibu hamil trimester I, II, III, tanda-tanda kehamilan, faktor-faktor
yang memperngaruhi kehamilan, kebutuhan dasar ibu hamil sesuai
dengan perkembangan kehamilanya, asuhan kunjungan awal dan
ulangan, deteksi dini komplikasi yang bisa terjadi pada ibu dan
janin dan membuat pendokumentasiaan manajemen asuhan
kebidanan pada ibu hamil
Modul ini juga dilengkapi dengan latihan, tutorial dan
labskill untuk mempermudah mahasiswa.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 1


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
B. Bentuk dan Kegiatan Belajar
1. Kuliah Pakar
Kuliah pakar diberikan setiap hari sesuai dengan jadwal
terstruktur. Pertemuan dilaksanakan selama 8–10 jam
perminggu. Tujuan kuliah pakar adalah untuk memberikan
dasar pemahaman atau konsep ilmu tertentu yang sangat
penting dalam membantu mahasiswa memahami masalah
dengan beberapa skenario. Kuliah ini diberikan oleh pakar di
bidangnya masing–masing: sesuai dengan topik kuliah, dalam
rangka mendukung tujuan pembelajaran dalam blok.

2. Diskusi Tutorial

Kegiatan diskusi tutorial merupakan kegiatan utama


pembelajaran metode Problem Base Learning (PBL). Dalam
kegiatan diskusi tutorial, mahasiswa dihadapkan pada masalah
yang terkait dengan blok. Masalah tersebut ditampilkan dalam
bentuk skenario. Kegiatan diskusi dilakukan seminggu dua kali.
Pertemuan pertama hanya melakukan brainstorming untuk
mengidentifikasi istilah atau kata kunci (key word) dan
menetapkan masalah serta membagi tugas untuk menjawab
pertanyaan – pertanyaan.

Pada pertemuan kedua diskusi mahasiswa mulai


menyampaikan pendapat dan mengemukakan alasan
berdasarkan referensi sesuai dengan pertanyaan yang belum
terjawab, sekaligus melakukan pendalaman dan critikal
appraisal.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 2


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Minikuis dilakukan untuk menilai pencapaiaan tujuan
belajar mahasiswa berdasarkan Tujuan Instruksional Umum
(TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) blok tiap – tiap
skenario. Minikuis diadakan di awal pertemuan skenario
berikutnya sebelum kegiatan brainstorming dimulai. Secara
lengkap langkah – langkah diskusi dapat dilihat pada seven
jumps (langkah-langkah pemecahan masalah). Tiap kali
pertemuan diskusi disediakan waktu 100 menit atau 2 jam tatap
muka.

3. Pembelajaran Praktek ( Praktikum dan Labskills )


Untuk menunjang pencapaian kompetensi maka
dilakukan pembelajaran laboratorium dalam bentuk labskill.
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran nyata
tentang praktek yang akan dilakukan. Selain keterampilan
medik, mahasiswa juga dilatih untuk kemampuan
berkomunikasi dan anamnesis, pemeriksaan, terapi atau
tindakan serta penyuluhan. Kemampun tersebut sangat berguna
nantinya untuk menjalankan tugas sebagai seorang bidan di
masyarakat. Materi praktikum dan labskill ini disesuaikan
dengan tujuan pembelajaran tiap Blok. Waktu yang disediakan
untuk praktikum dan labskill berkisar 8 – 10 jam perminggu.

4. Program Pengenalan Klinik


Untuk pengenalan klinik ini dimana mahasiswa
dihadapkan pada kasus nyata yang ditemukan pada pasien. Hal
ini dilakukan pada semester dua setelah menyelesaikan seluruh
sub blok pada blok 2 ini.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 3


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
C. 7 Langkah (Seven Jump)
Untuk melaksanakan problem based learning, ada 7 langkah
(seven jumps) yang bisa ditempuh untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Ketujuh langkah tersebut adalah :
L1 : Menjelaskan istilah dan konsep
L2 : Menetapkan masalah
L3 : Menganalisis masalah
L4 : Menarik simpulan dari L3
L5 : Merumuskan sasaran/sumber belajar
L6 : Mengumpulkan informasi tambahan
L7 : Mensintesis dan menguji informasi baru.

1. Penilaian terhadap mahasiswa


Pada prinsipnya sistem penilaian dilakukan untuk menilai
pencapaian tujuan pembelajaran oleh mahasiswa selama
mengikuti proses pembelajaran. Ranah yang dinilai meliputi
ranah kognitif, afektif dan ranah psikomotor termasuk ranah
Soft Skills.
Sistem penilaian bersifat proporsional: artinya penilaian
pencapaian tujuan pembelajaran mahasiswa dalam satu
kegiatan pembelajaran sesuai dengan prosentase distribusi
tujuan pembelajaran blok dalam kegiatan blok.
Penghitungan nilai akhir blok dilakukan secara digital
dengan program komputer dengan soft ware yang khusus
dibuat untuk format penilaian.

2. Komponen Penilaian

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 4


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Nilai yang diperoleh mahasiswa berupa nilai blok dan
nilai mata kuliah umum. Nilai blok diperoleh setelah
mahasiswa menyelesaikan seluruh kegiatan pembelajaran
dalam blok tertentu. Komponen nilai blok adalah sebagai
berikut :
 Berasal dari kuliah pakar, diskusi kelompok, labskill dan
praktikum serta penugasan.
 Jumlah soal dari masing – masing materi tersebut
berdasarkan prosentase distribusi tujuan pembelajaran blok
kedalam kegiatan blok.
 Penanggung jawab : tim blok

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 5


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Kuliah Pakar

BAGIAN II
KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN

A. KONSEP DASAR ASUHAN KEHAMILAN


1. DEFENISI PHILOSOFI
Filosofi adalah pernyataan mengenai keyakinan dan nilai/value
yang dimiliki yang berpengaruh terhadap perilaku
seseorang/kelompok (Pearson & Vaughan, 1986 cit. Bryar,
1995:17).

2. PHILOSOFI ASUHAN KEHAMILAN


Philosofi Asuhan Kehamilan menggambarkan keyakinan yang
dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini
dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien selama masa
kehamilan.
Dalam filosofi asuhan kehamilan ini dijelaskan beberapa
keyakinan yang akan mewarnai asuhan yang akan diberikan
yaitu:
a. Kehamilan merupakan proses yang alamiah. Perubahan-
perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan
normal adalah bersifat fisiologis, bukan patologis. Oleh
karenanya, asuhan yang diberikan pun adalah asuhan
yang meminimalkan intervensi. Bidan harus
memfasilitasi proses alamiah dari kehamilan dan
menghindari tindakan-tindakan yang bersifat medis yang
tidak terbukti manfaatnya.
Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 6
Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
b. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan
pelayanan (continuity of care) Sangat penting bagi
wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang
profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga
profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan
kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik
selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka
karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan
(Enkin, 2000).
c. Pelayanan yang terpusat pada wanita (women centered)
serta keluarga (family centered)
Wanita (ibu) menjadi pusat asuhan kebidanan dalam
arti bahwa asuhan yang diberikan harus berdasarkan
pada kebutuhan ibu, bukan kebutuhan dan kepentingan
bidan. Asuhan yang diberikan hendaknya tidak hanya
melibatkan ibu hamil saja melainkan juga keluarganya,
dan itu sangat penting bagi ibu sebab keluarga menjadi
bagian integral/tak terpisahkan dari ibu hamil. Sikap,
perilaku, dan kebiasaan ibu hamil sangat dipengaruhi
oleh keluarga. Kondisi yang dialami oleh ibu hamil juga
akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga. Selain
itu, keluarga juga merupakan unit sosial yang terdekat
dan dapat memberikan dukungan yang kuat bagi
anggotanya.
Menurut Lowdermilk, Perry dalam Bobak, 2000.
Mengatakan dalam hal pengambilan keputusan haruslah
merupakan kesepakatan bersama antara ibu,
keluarganya, dan bidan, dengan ibu sebagai penentu

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 7


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
utama dalam proses pengambilan keputusan. Ibu
mempunyai hak untuk memilih dan memutuskan kepada
siapa dan dimana ia akan memperoleh pelayanan
kebidanannya.
d. Asuhan kehamilan menghargai hak ibu hamil untuk
berpartisipasi dan memperoleh pengetahuan/pengalaman
yang berhubungan dengan kehamilannya. Tenaga
profesional kesehatan tidak mungkin terus menerus
mendampingi dan merawat ibu hamil, karenanya ibu
hamil perlu mendapat informasi dan pengalaman agar
dapat merawat diri sendiri secara benar. Perempuan
harus diberdayakan untuk mampu mengambil keputusan
tentang kesehatan diri dan keluarganya melalui tindakan
KIE dan konseling yang dilakukan bidan.

3. LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN


Ruang lingkup asuhan kehamilan meliputi asuhan kehamilan
normal dan identifikasi kehamilan dalam rangka penapisan
untuk menjaring keadaan resiko tinggi dan mencegah adanya
komplikasi kehamilan

4. PRINSIP POKOK ASUHAN KEHAMILAN


a. Kehamilan dan kelahiran adalah suatu proses yang normal,
alami dan sehat.
Sebagai bidan kita meyakini bahwa model asuhan
kehamilan yang membantu serta melindungi proses
kehamilan & kelahiran normal adalah yang paling sesuai
bagi sebagian besar wanita. Tidak perlu melakukan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 8


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
intervensi yang tidak didukung oleh bukti ilmiah (evidence-
based practice).

b. Pemberdayaan
Ibu adalah pelaku utama dalam asuhan kehamilan.
Oleh karena itu, bidan harus memberdayakan ibu (dan
keluarga) dengan meningkatkan pengetahuan & pengalaman
mereka melalui pendidikan kesehatan agar dapat merawat
dan menolong diri sendiri pada kondisi tertentu. Hindarkan
sikap negatif dan banyak mengkritik.

c. Otonomi.
Pengambil keputusan adalah ibu & keluarga. Untuk
dapat mengambil suatu keputusan mereka memerlukan
informasi. Bidan harus memberikan informasi yang akurat
tentang resiko dan manfaat dari semua prosedur, obat-
obatan, maupun test/pemeriksaan sebelum mereka
memutuskan untuk menyetujuinya. Bidan juga harus
membantu ibu dalam membuat suatu keputusan tentang apa
yang terbaik bagi ibu & bayinya berdasarkan sistem nilai
dan kepercayaan ibu/keluarga.

d. Intervensi tidak Membahayakan


Intervensi harus dilaksanakan atas dasar indikasi yang
spesifik, bukan sebagai rutinitas sebab test-test rutin, obat,
atau prosedur lain pada kehamilan dapat membahayakan ibu
maupun janin. Bidan yang terampil harus tahu kapan ia

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 9


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
harus melakukan sesuatu dan intervensi yang dilakukannya
haruslah aman berdasarkan bukti ilmiah.

e. Tanggung Jawab
Asuhan kehamilan yang diberikan bidan harus selalu
didasari ilmu, analisa, dan pertimbangan yang matang.
Akibat yang timbul dari tindakan yang dilakukan menjadi
tanggungan bidan. Pelayanan yang diberikan harus
berdasarkan kebutuhan ibu & janin, bukan atas kebutuhan
bidan. Asuhan yang berkualitas, berfokus pada klien, dan
sayang ibu serta berdasarkan bukti ilmiah terkini (praktek
terbaik) menjadi tanggung jawab semua profesional bidan.

5. SEJARAH ASUHAN KEHAMILAN


Sejarah asuhan kehamilan sejalan dengan perkembangan
dunia kebidanan secara umum (lihat materi konsep kebidanan;
Sejarah Kebidanan). Dimana dunia menyadari bahwa persalinan
akan berjalan lancar apabila adanya peningkatan pelayanan
antenatal care. Boombing terjadi pada tahun 1980-an seiring
dengan munculnya safe motherhood dan making pregnancy
safer.

6. TUJUAN ASUHAN KEHAMILAN


Tujuan asuhan kehamilan secara umum adalah untuk
memfasilitasi hasil yang sehat bagi ibu maupun bayinya
dengan jalan menegakkan hubungan kepercayaan dengan ibu,
mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 10


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
jiwa, mempersiapan kelahiran dan meberikan pendidikan
kesehatan.
Asuhan kehamilan penting untuk menjamin bahwa
proses alamiah kehamilan berjalan normal demikian
seterusnya, sebab kehamilan dapat berkembang dapat
mengalami komplikasi setiap saat.

Tujuan asuhan kehamilan adalah sebagai berikut:


a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan
kesehatan ibu dan tumbuh berkembang bayi berjalan
normal
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik,
mental dan sosial ibu hamil
c. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau

komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk


riwayat penyakit secara umum, riwayat kebidanan dan
riwayat pembedahan.
d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, keselamatan ibu

dan janin yang dilahirkan dengan trauma seminimal


mungkin.
e. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal

sekaligus mempersiapkan pemberian ASI esklusif.


f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima

kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.

7. REFOCUSING ASUHAN KEHAMILAN


Refocusing Asuhan kehamilan yaitu memfokuskan
kembali asuhan kehamilan dengan dasar bahwa setiap

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 11


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
kehamilan dapat menghadapi resiko. pemeriksaan rutin ANC
yang tidak efektif dan tidak bermanfaat serta pengkajian resiko
antenatal tidak menurunkan AKI. Isi dari refocusing pada
asuhan:
a. Mempersiapkan persalinan dengan keadaan gawat darurat

b. Mengidentifikasi dan mengobati penyakit dalam


kehamilan (Anemia, PMS,PEB)
c. Promosi prilaku hidup sehat

Hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 1995


menunjukkan angka kematian ibu sebesar 373 per 100.000
kelahiran hidup dengan penyebab utama adalah perdarahan,
infeksi dan eklampsia. Sebenarnya bidan memiliki peran
penting dalam mencegah dan atau menangani setiap kondisi
yang mengancam jiwa ini melalui beberapa intervensi yang
merupakan komponen penting dalam ANC seperti : mengukur
tekanan darah, memeriksa kadar proteinuria, mendeteksi tanda-
tanda awal perdarahan/infeksi, maupun deteksi & penanganan
awal terhadap anemia. Namun ternyata banyak komponen
ANC yang rutin dilaksanakan tersebut tidak efektif untuk
menurunkan angka kematian maternal & perinatal.

a. Fokus lama ANC :


1) Mengumpulkan data dalam upaya mengidentifikasi ibu

yang beresiko tinggi dan merujuknya untuk mendapatkan


asuhan khusus.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 12


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
2) Temuan-temuan fisik (TB, BB, ukuran pelvik, edema

kaki, posisi & presentasi janin di bawah usia 36 minggu


dsb) yang memperkirakan kategori resiko ibu.
3) Pengajaran /pendidikan kesehatan yang ditujukan untuk

mencegah resiko/komplikasi

b. Hasil-hasil penelitian yang dikaji oleh WHO (Maternal


Neonatal Health) menunjukkan bahwa :
1) Pendekatan resiko mempunyai prediksi yang buruk

karena bila tidak kita tidak bisa membedakan ibu yang


akan mengalami komplikasi dan yang tidak. Hasil studi
di Kasango (Zaire) membuktikan bahwa 71% ibu yang
mengalami partus macet tidak terprediksi sebelumnya,
dan 90% ibu yang diidentifikasi sebagai beresiko tinggi
tidak pernah mengalami komplikasi.
2) Banyak ibu yang digolongkan dalam kelompok resiko

tinggi tidak pernah mengalami komplikasi, sementara


mereka telah memakai sumber daya yang cukup mahal
dan jarang didapat. Penelitian menunjukkan bahwa
pemberian asuhan khusus pada ibu yang tergolong dalam
kategori resiko tinggi terbukti tidak dapat mengurangi
komplikasi yang terjadi (Enkin, 2000 : 22).
3) Memberikan keamanan palsu sebab banyak ibu yang

tergolong kelompok resiko rendah mengalami komplikasi


tetapi tidak pernah diberitahu bagaimana cara mengetahui
dan apa yang dapat dilakukannya.
Pelajaran yang dapat diambil dari pendekatan resiko:
adalah bahwa setiap bumil beresiko mengalami

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 13


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
komplikasi yang sangat tidak bisa diprediksi sehingga
setiap bumil harus mempunyai akses asuhan kehamilan
dan persalinan yang berkualitas. Karenanya, fokus ANC
perlu diperbarui (refocused) agar asuhan kehamilan lebih
efektif dan dapat dijangkau oleh setiap wanita hamil.

c. Isi Refocusing ANC :


1) Penolong yang terampil/terlatih harus selalu tersedia

untuk :
a) Membantu setiap bumil & keluarganya membuat
perencanaan persalinan: petugas kesehatan yang
terampil, tempat bersalin, keuangan, nutrisi yang baik
selama hamil, perlengkapan esensial untuk ibu-bayi).
Penolong persalinan yang terampil menjamin asuhan
normal yang aman sehingga mencegah komplikasi
yang mengancam jiwa serta dapat segera mengenali
masalah dan merespon dengan tepat.
b) Membantu setiap bumil & keluarganya
mempersiapkan diri menghadapi komplikasi (deteksi
dini, menentukan orang yang akan membuat
keputusan, dana kegawatdaruratan, komunikasi,
transportasi, donor darah,) pada setiap kunjungan.
Jika setiap bumil sudah mempersiapkan diri sebelum
terjadi komplikasi maka waktu penyelamatan jiwa
tidak akan banyak terbuang untuk membuat
keputusan, mencari transportasi, biaya, donor darah,
dsb.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 14


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c) Melakukan skrining/penapisan kondisi-kondisi yang
memerlukan persalinan RS (riwayat SC, IUFD, dsb).
Ibu yang sudah tahu kalau ia mempunyai kondisi
yang memerlukan kelahiran di RS akan berada di RS
saat persalinan, sehingga kematian karena penundaan
keputusan, keputusan yang kurang tepat, atau
hambatan dalam hal jangkauan akan dapat dicegah.
d) Mendeteksi & menangani komplikasi (preeklamsia,
perdarahan pervaginam, anemia berat, penyakit
menular seksual, tuberkulosis, malaria, dsb).
e) Mendeteksi kehamilan ganda setelah usia kehamilan
28 minggu, dan letak/presentasi abnormal setelah 36
minggu. Ibu yang memerlukan kelahiran operatif
akan sudah mempunyai jangkauan pada penolong
yang terampil dan fasilitas kesehatan yang
dibutuhkan.
f) Memberikan imunisasi Tetanus Toxoid untuk
mencegah kematian BBL karena tetanus.
g) Memberikan suplementasi zat besi & asam folat.
Umumnya anemia ringan yang terjadi pada bumil
adalah anemia defisiensi zat besi & asam folat.
h) Untuk populasi tertentu:
(1) Profilaksis cacing tambang (penanganan
presumtif) untuk menurunkan insidens anemia
berat
(2) Pencegahan/ terapi preventif malaria untuk
menurunkan resiko terkena malaria di daerah
endemik

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 15


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
(3) Suplementasi yodium
(4) Suplementasi vitamin A

8. STANDAR ASUHAN KEHAMILAN


Sebagai profesional bidan, dalam melaksanakan
prakteknya harus sesuai dengan standard pelayanan kebidanan
yang berlaku. Standard mencerminkan norma, pengetahuan dan
tingkat kinerja yang telah disepakati oleh profesi. Penerapan
standard pelayanan akan sekaligus melindungi masyarakat
karena penilaian terhadap proses dan hasil pelayanan dapat
dilakukan atas dasar yang jelas. Kelalaian dalam praktek terjadi
bila pelayanan yang diberikan tidak memenuhi standard dan
terbukti membahayakan.
Terdapat 6 standar dalam standar pelayanan antenatal
seperti sebagai berikut:
a. Standar 3; Identifikasi ibu hamil
Bidan melakukan kunjungan rumah dengan berinteraksi
dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan
penyuluhan dan memotivasi ibu, suami dan anggota
keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan
kehamilannya sejak dini dan secara teratur.
b. Standar 4: Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Bidan memberikan sedikitnya 4 x pelayanan antenatal.
Pemeriksaan meliputi anamnesa dan pemantauan ibu dan
janin dengan seksama untuk menilai apakah
perkembangan berlangsung normal. Bidan juga harus
mengenal kehamilan risti/ kelainan, khususnya anemia,
kurang gizi, hipertensi, PMS/ infeksi HIV; memberikan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 16


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
pelayanan imunisasi, nasehat dan penyuluhan kesehtan
serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh
puskesmas. Mereka harus mencatat data yang tepat pada
setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus
mampu mengambil tindakan yang diperlukan dan
merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
c. Standar 5: Palpasi Abdominal
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara
seksama dan melakukan plapasi untuk memperkirakan
usia kehamilan, serta bila umur kehamilan bertambah,
memeriksa posisi, bagian terendah janin dan masuknya
kepala janin ke dalam rongga panggul, untuk mencari
kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu.
d. Standar 6: pengelolaan anemia pada kehamilan
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan,
penanganan dan / atau rujukan semua kasus anemia pada
kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e. Standar 7: Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan
Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan
darah pada kehamilan dan mengenali tanda tanda serta
gejala preeklamsia lainnya, seta mengambil tindakan
yang tepat dan merujuknya
f. Standar 8: Persiapan Persalinan
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil,
suami serta keluarganya pada trimester ketiga, untuk
memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan
aman serta suasana yang menyenangkan akan
direncanakan dengan baik, disamping persiapan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 17


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
transportasi dan biaya untuk merujuk, bila tiba tiba terjadi
keadaan gawat darurat. Bidan hendaknya melakukan
kunjungan rumah untuk hal ini. (Standard Pelayanan
Kebidanan, IBI, 2002)

9. TIPE PELAYANAN ASUHAN KEHAMILAN


a. Independent Midwive/ BPS
Center pelayanan kebidanan berada pada bidan. Ruang
lingkup dan wewenang asuhan sesuai dengan kepmenkes
900/ 2002. Dimana bidan memberikan asuhan kebidanan
secara normal dan asuhan kebidanan “bisa diberikan” dalam
wewenang dan batas yang jelas. Sistem rujukan dilakukan
apabila ditemukan komplikasi atau resiko tinggi kehamilan.
Rujukan ditujukan pada sistem pelayanan kesehatan yang
lebih tinggi.

b. Obstetrician and Gynecological Care


Center pelayanan kebidanan berada pada SPOG.
Lingkup pelayanan kebidanan meliputi fisiologi dan
patologi. Rujukuan dilakukan pada tingkat yang lebih tinggi
dan mempunyai kelengkapan sesuai dengan yang
diharapkan.

c. Public Health Center/ Puskemas


Center pelayanan kebidanan berada pada team antara
bidan dan dokter umum. Lingkup pelayanan kebidanan
meliputi fisiologi dan patologi sesuai dengan pelayanan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 18


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
yang tersedia. Rujukan dilakukan pada system yang lebih
tinggi.

d. Hospital
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara
bidan dan SPOG. Lingkup pelayanan kebidanan meliputi
fisiologi dan patologi yang disesuaikan dengan pelayanan
kebidanan yang tersedia. Rujukan ditujukan pada rumah
sakit yang lebih tinggi tipenya.

e. Rumah Bersalin
Center pelayanan kebidanan berada pada team antara
bidan dan SPOG sebagai konsultant. Lingkup pelayanan
kebidanan meliputi fisiologi dan patologi yang disesuaikan
dengan pelayanan yang tersedia. Rujukan ditujukan pada
system pelayanan yang lebih tinggi.

10.HAK-HAK WANITA / IBU HAMIL DALAM


PELAYANAN ANC
Hak-hak ibu ketika menerima layanan asuhan kehamilan
(Saifuddin, 2002), yaitu :
a. Mendapatkan keterangan mengenai kondisi kesehatannya.
Informasi harus diberikan langsung kepada klien (dan
keluarganya).
b. Mendiskusikan keprihatinannya, kondisinya, harapannya
terhadap sistem pelayanan, dalam lingkungan yang dapat
ia percaya. Proses ini berlangsung secara pribadi dan
didasari rasa saling percaya

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 19


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c. Mengetahui sebelumnya jenis prosedur yang akan
dilakukan terhadapnya.
d. Mendapatkan pelayanan secara pribadi / dihormati
privasinya dalam setiap pelaksanaan prosedur.
e. Menerima layanan senyaman mungkin.
f. Menyatakan pandangan dan pilihannya mengenai
pelayanan yang diterimanya.

11.TENAGA PROFESIONAL (ASUHAN KEBIDANAN )


a. Bidan/ midwives
b. Dokter umum
c. SPOG/ dokter spesialis obstetric dan ginekology
d. Team/ antara dokter dan bidan

12.PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM


ASUHAN KEHAMILAN
Peran dan tanggung jawab bidan dalam memberikan asuhan
kehamilan adalah:
a. Membantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan
kelahiran dan kedaruratan yang mungkin terjadi
b. Mendeteksi dan mengobati komplikasi yang mungkin
timbul selama kehamilan, baik yang bersifat medis, bedah
maupun tindakan obstetric
c. Meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik, mental dan
social ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan,
suplemen dan immunisasi.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 20


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
d. Membantu mempersiapkan ibu untuk memnyususi bayi,
melalui masa nifas yang normal serta menjaga kesehatan
anak secara fisik, psikologis dan social.

13.ISSUE TERKINI DALAM ASUHAN KEHAMILAN


TREND & ISSUE TERKINI DALAM ANC
a. Keterlibatan klien dalam perawatan diri sendiri (self care)
Kesadaran dan tanggung jawab klien terhadap
perawatan diri sendiri selama hamil semakin meningkat.
Klien tidak lagi hanya menerima dan mematuhi anjuran
petugas kesehatan secara pasif. Kecenderungan saat ini
klien lebih aktif dalam mencari informasi, berperan secara
aktif dalam perawatan diri dan merubah perilaku untuk
mendapatkan outcome kehamilan yang lebih baik.
Perubahan yang nyata terjadi terutama di kota-kota
besar dimana klinik ANC baik itu milik perorangan,
yayasan swasta maupun pemerintah sudah mulai
memberikan pelayanan kursus/kelas prapersalinan bagi
para calon ibu. Kemampuan klien dalam merawat diri
sendiri dipandang sangat menguntungkan baik bagi klien
maupun sistem pelayanan kesehatan karena potensinya
yang dapat menekan biaya perawatan.
Dalam hal pilihan pelayanan yang diterima, ibu hamil
dapat memilih tenaga profesional yang berkualitas & dapat
dipercaya sesuai dengan tingkat pengetahuan dan kondisi
sosio-ekonomi mereka.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 21


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
b. ANC pada usia kehamilan lebih dini
Data statistik mengenai kunjungan ANC trimester
pertama menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini
sangat baik sebab memungkinkan profesional kesehatan
mendeteksi dini dan segera menangani masalah-masalah
yang timbul sejak awal kehamilan. Kesempatan untuk
memberikan pendidikan kesehatan tentang perubahan
perilaku yang diperlukan selama hamil juga lebih banyak.

14. EVIDENCE BASED DALAM PRAKTEK KEBIDANAN


Praktek yang berdasarkan bukti (evidence-based practice)
Praktek kebidanan sekarang lebih didasarkan pada bukti
ilmiah hasil penelitian dan pengalaman praktek terbaik dari
para praktisi dari seluruh penjuru dunia. Rutinitas yang tidak
terbukti manfaatnya kini tidak dianjurkan lagi. Sesuai dengan
evidence-based practice, pemerintah telah menetapkan
program kebijakan ANC sebagai berikut:

1) Kunjungan ANC
Dilakukan minimal 4 x selama kehamilan :
Kunjungan Waktu Alasan
Trimester Sebelum 14 - Mendeteksi masalah yg
minggu dapat ditangani sebelum
membahayakan jiwa.
- Mencegah masalah,
misal: tetanus neonatal,
anemia, kebiasaan
tradisional yang
berbahaya
- Membangun hubungan
saling percaya

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 22


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Memulai persiapan
kelahiran & kesiapan
menghadapi komplikasi.
- Mendorong perilaku
sehat (nutrisi, kebersihan,
olahraga, istirahat, seks,
dsb).
Trimester 14 – 28 - Sama dengan trimester I
II minggu ditambah: kewaspadaan
khusus terhadap
hipertensi kehamilan
(deteksi gejala
preeklamsia, pantau TD,
evaluasi edema,
proteinuria)
Trimester 28 – 36 - Sama, ditambah : deteksi
III minggu kehamilan ganda
Setelah 36 - Sama, ditambah : deteksi
minggu kelainan letak atau
kondisi yang
memerlukan persalinan
di RS

2) Pemberian suplemen mikronutrien :


Tablet yang mengandung FeSO4 320 mg (= zat besi 60
mg) dan asam folat 500 g sebanyak 1 tablet/hari segera
setelah rasa mual hilang. Pemberian selama 90 hari (3
bulan). Ibu harus dinasehati agar tidak meminumnya
bersama teh / kopi agar tidak mengganggu penyerapannya.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 23


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
3) Imunisasi TT 0,5 cc
Interval Lama perlindungan % perlindungan
TT Jadwal imunisasi Lama Persentase
perlindungan perlingungan
TT 1 Pada kunjungan ANC - -
pertama
TT 2 4 mgg setelah TT 1 3 tahun 80%
TT 3 6 bln setelah TT 2 5 tahun 95%
TT 4 1 tahun setelah TT 3 10 tahun 99%
TT 5 1 tahun setelah TT 4 25 th atau 99%
seumur hidup

BAGIAN III

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 24


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
PROSES ADAPTASI FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS
DALAM MASA KEHAMILAN

A. PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI FISIOLOGI


PADA IBU HAMIL TRIMESTER I, II DAN III
Kehamilan Terjadi dari mulai konsepsi sampai permulaan
persalinan Yang dibagi dalam trimester, tiap trimester 12 mg/ 3
bln . Trimester I (12 mg pertama), trimester II (kehamilan 13 mg –
27 mg), trimester III ( Kehamilan 28 mg – 40 mg), dengan lama
kehamilan 280 hr / 40 mg / 10 bulan komariah / 8 bulan kalender.

1. ISTILAH – ISTILAH DALAM KEHAMILAN


a. Gravida : Sedang Hamil
b. Nulli Gravida : Belum pernah Hamil
c. Primi gravida : Ibu Pertama kali hamil
d. Multi Gravida : Hamil Lebih Dari 2 Kali
e. Viabellitas : Kapasitas Untuk Hidup Diluar Uterus
f. Parturien : Berada dalam proses persalinan
g. Grande Multi Gravida : Kehamilan lebih Dari 4 kali

2. ADAPTASI DALAM KEHAMILAN


Adaptasi dalam kehamilan terjadi karena :
a. Dihubungkan dengan adanya peningkatan hormon estrogen
dan progesteron
b. Adanya penekanan dari uterus yang membesar dan jaringan
lainnya
c. Melindungi Fungsi Tubuh Yang Normal
d. Memenuhi metabolik kehamilan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 25


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
e. Menyediakan lingkungan yang tetap untuk tumbuhnya janin

3. PERUBAHAN – PERUBAHAN MATERNAL PADA


SETIAP TRIMESTER YAITU
a. Trimester I
1). Tanda tanda fisik yang dapat dilihat adanya spoting,
terjadi 11 hari setelah konsepsi saat implantasi, jika
siklus mensn 28 hari, perdarahan ini terjadi beberapa
hari sebelum mens dengan pendarahan kurang dari
biasanya dimana ini terjadi karena akibat dari hormon
dan peningkatan volume darah yang mengakibatkan
pelebaran pembuluh darah sehingga ada yang pecah
maka terjadilah spoting.
2). Setelah terlambat satu kali mens, nyeri dan pembesaran
payudara, rasa kelelahan, sering kencing, morning
sicness, mulai mg ke 8 sampai mg ke 12.
3). Setelah 12 mg fut dirasakan diatas sympisis
4). Kenaikan bb 1-2 kg selama trimester I

b. Trimester Ke II
1). Uterus akan terus tumbuh
2). Setelah 16 mg uterus setengah antara sympisis dan pusat
3). BB semakin bertambah
4). Ibu merasa punya banyak energi
5). Pada 20 mg fundus mulai dekat dengan pusat
6). Payudara mulai mengeluarkan kolostrum
7). Ibu merasakan gerakan bayinya

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 26


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
8). Mulai adanya perubahan pada kulit : cloasma,strie,
gravidarum dan linea nigra

c. Trimester III
1). Pada mg 28 TFU setengah pst dg px
2). Payudara penuh dan lunak
3). Sering Kencing kembali
4). Pada kehamilan 36/38 bahagian terbawah masuk ke pap
5). Sakit punggung
6). Susah tidur
7). Kontraksi brakton hicks meningkat

4. PERUBAHAN SISTEM TUBUH PADA IBU HAMIL


a. Sistem Reproduksi
1) Selama kehamilan estrognen dan progesterone yang

meningkatakan menekan hipofise anterior sehingga


sekresi FSH dan LH terhambat maka berakibat tidak
terjadinya pematangan Folikel dan ovulasi
2) Siklus menstruasi akan terhenti

3) Setelah implantasi, ovum yang telah mengalami


fertilisasi dan villi korialis akan mulai menghasilkan
HCG

1) Perubahan pada genitalia eksterna


a) Pada daerah vulva :
b) Hormon Estrogen dan Progesteron mempersiapkan
Vagina agak mengalami distensi selama persalinan
dengan cara memproduksi mukosa vagina

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 27


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c) Meningkatkan vaskularisasi menghasilkan warna
violet kebiruan dari mukosa vagina dan servik Pada
awal minggu ke 8
2) Perubahan pada genitalia Interna
e) Pembuluh darah alat genitalia interna akan membesar,
hal ini karena oksigenisasi dan nutrisi pada alat
genitalia interna ini meningkat
f) Pada vagina dan vulva, pembuluh darah dinding
vagina bertambah dan warna selaput dinding vagina
membiru (tanda chadwik’s), kekenyalan vagina
bertambah yang berarti keregangan vagina
bertambah, sebagai persiapan persalinan.
g) Istmust uteri
Ismus uteri, bagian dari serviks, batas anatomik
menjadi sulit ditentukan, pada kehamilan trimester I
memanjang dan lebih kuat. Pada kehamilan 16
minggu menjadi satu bagian dengan korpus, dan pada
kehamilan akhir di atas 32 minggu menjadi segmen
bawah uterus. Vaskularisasi sedikit, lapis muskular
tipis, mudah ruptur, kontraksi minimal  berbahaya
jika lemah, dapat ruptur, mengancam nyawa janin dan
nyawa ibu.
h) Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat
stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron
(tanda Hegar)  warna menjadi livide / kebiruan.
Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan
memberikan gejala keputihan.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 28


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
i) Perubahan pada uterus
(1) Pertumbuhan uterus pada tiap trimester sebagai
akibat dari :
- Meningkatnya vaskularisasi dan dilatasi

pembuluh darah
- Hyperplasia dan hipertropi serta adanya

perkembangan desidua
Dalam bulan pertama kehamilan pertumbuhan
uterus merupakan pertumbuhan yang aktif,
dimana dinding rahim menebal karena pengaruh
dari hormon estrogen terhadap otot – otot rahim.
Perubahan – perubahan yang terjadi adalah :
Uterus Tumbuh membesar secara primer,
maupun sekunder akibat pertumbuhan isi
konsepsi intrauterin. Estrogen menyebabkan
hiperplasi jaringan, progesteron berperan untuk
elastisitas / kelenturan uterus.
Taksiran kasar perbesaran uterus pada
perabaan tinggi fundus :
- Tidak hamil / normal : sebesar telur ayam
(±30 g)
- Kehamilan 8 minggu : telur bebek
- kehamilan 12 minggu : telur angsa
- kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-
pusat
- kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat
- kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 29


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-
xyphoid
- kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-
xyphoid
- 36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid

Gambar 3.1
Tinggi Fundus Uteri dalam Minggu

(1) Bentuk Rahim berkembang untuk menyediakan


ruangan yang sehat untuk janin tumbuh
(2) Endometrium
Endometrium pada masa kehamilan berubah
nama menjadi desidua pada bahagian fundus dan
atas tebal (tempat implantas yang normal) banyak
aliran darah, banyak zat glikogen yang berguna
untuk makanan bagi janin. Desidua terdiri dari 3

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 30


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
lapis (desidua basalis,desidua vera dan desidua
capcularis)
(3) Myometrium
(a) Hiperplasia karena pengaruh estrogen
(b) Selama pada 20 mg pertama berkembang dan
meregang untuk menampung isinya karena
pengaruh progesteron pada otot lunak
(c) Pd kehamilan 8 mg adanya kontraksi braxton
hicks yang berlanjut sampai pada saat
persalinan
(4) Perimetrium
Perimetrium lapisan sebelah luar tidak
seluruhnya menutupi rahim
(5) Posisi rahim dalam kehamilan dibelokkan dimuka
kandung kemih membentuk kantong uterovesikal,
dibelakang anus untuk membentuk kantong
Douglas, Susunan ini memberikan tempat pada
rahim untuk berkembang bebas tanpa batas.

f) Perubahan ovarium
Korpus luteum mulai mnghasilkan estrogen
dan progesteron dan setelah plasenta terbentuk
menjadi sumber utama kedua hormon. Plasenta
membentuk steroid, human chorionic gonadotropin
(HCG), Human Placenta Lactgogen (HPL) atau
Human Chorionic Somatomammothropin (HCS), dan
Human Chorionic Thyrotropin (HCT).

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 31


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih
oleh plasenta, terutama fungsi produksi progesteron
dan estrogen. Selama kehamilan ovarium
tenang/beristirahat. Tidak terjadi pembentukan dan
pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak
terjadi siklus hormonal menstruasi.

g) Perubahan pada payudara


 Buah dada biasanya membesar saat kehamilan
karena hipertropi alveoli yang menyebabkan
hipersensitifitas pada mammae
 Meningkatnya hormon progesteron dan estrogen
berakibat:
Rasa penuh dan padat
Sensitifitas yang tinggi
Geli dan rasa berat
Areola hiperpigmentasi

b. Perubahan pada Sistem Endokrin


Perobahan sistim endokrin ini sangat penting dalam
pemeliharaan pertumbuhan fetal dan pemulihan post partum
1) Kelenjer tyroid
Aktifitas kelenjer dan produksi hormonmeningkat,
terjadi pembesaran kelenjer tyroid karena hiperplasi
jaringan kelenjer dan meningkatnya vaskularisasi
2) Kelenjer paratyroid

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 32


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Kehamilan menyebabkan hiperparatyroid
refleksinya adalah meningkatkan kebutuhan kalsium dan
vitamin D
3) Pankreas
Awal kehamilan pankreas menurunkan produksi
insulinnya. Hal ini disebabkan oleh janin membutuhkan
glukosa dalam jumlah yamg cukup untuk tumbuh
4) Prolaktin Pitutary
Pada trimester I serum Prolaktin meningkat secara
progresif sampai matur, sekresi terhambat karena hormon
estrogen yang tinggi
5) Progesteron
Estrogen dan progesteron menyebabkan cadangan
lemak pada jaringan subcutis yang berlebih pada
abdomen, punggung dan bahagian atas

c. Perubahan pada Sistem Kekebalan (Imunitas)


1) Jumlah limfosit meningkat oleh karena terjadinya
peningkatan volume darah
2) Mulai kehamilan 8 mg terjadi kekebalan dengan adanya
limposit – limposit
3) Bertambah usia kehamilan jumlah limposit dalam darah
perifer meningkat dan mulai terbentuk folikel – folikel
limfe dimana-mana
4) Benda penangkis humoral dibentuk sel limfoid dalam
bentuk molekul immunoglobulin. Pasangan terdiri dari
molekul gamma E / gabungan polimer gamma A dan
gamma M

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 33


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
5) Gamma-E dibentuk banyak dalam bulan kedua masa
bayi, pada janin didapat dari ibunya yang disebut
dengan kekebalan pasif
6) Pembentukan gamma –M dimulai pada usia kehamilan 5
bln dan gamma-A pada usia kehamilan 2 bln
7) Oleh sebab itu neonatus tidak dapat mengatasi infeksi

d. Sistem Perkemihan
1) Ginjal adalah organ ekskresi vital yang memelihara
lingkungan internal dalam keadaan haemostatis yang
relatif konsisten perlu bagi fungsi yang efisien bagi
tingkat seluler tubuh.
2) Perubahan struktur ginjal karena aktifitas hormonal pada
ibu hamil, tekanan uterus dan meningkatnya volume
darah
3) Ginjal akan bekerja extra keras dalam menjaga
keseimbangan cairan dan mengeluarkan zat sisa

e. Sistem Pencernaan
1) Bulan pertama adanya perasaan eneg karena kadar
estrogen dan HCG meningkat
2) Sebagian wanita adanya peningkatan sekresi saliva
3) Setelah trimester I terjadi peningkatan nafsu makan
4) Peningkatan produksi progesteron menyebabkan
hilangnya tonus otot dan turunnya peristaltik
menyebabkan konstipasi pada bumil
5) Fungsi hati mengalami perubahan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 34


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
6) Adanya keluhan ibu hamil yang merasa tidak nyaman
pada abdomen karena adanya perubahan intra abdomen

f. Sistem Musculoskeletal
1) Perubahan tubuh secara gradual dan peningkatan BB
menyebabkan perubahan postur tubuh dan cara berjalan
dimana normal penambahan BB pada ibu hamil adalah 7
– 16 kg
2) Tonus otot menurun, pusat gravitasi bumil beralih
kearah depan
3) Peningkatan kurva lumbosacral yang normal ( lordosis )
berkembang dan terjadi kompensasi pada kurva area
servikodorsal (fleksi anterior yang berlebihan pada
kepala) perlu untuk menjaga keseimbangan yang
berakibat rasa nyeri, mati rasa dan kelemahan pada
ekstremitas, berjalan menjadi lebih sakit

g. Sistem cardiovaskuler
1) Jantung
(a) Ukurannya sedikit membesar karena beban kerja
(b) Posisi sedikit bergeser keatas dan kearah kiri
(c) Hasil produksinya meningkat 5 – 7 ltr /menit
2) Volume darah
(a) Jumlah sel darah merah meningkat guna memenuhi
kebutuhan oksigen
(b) Peningkatan terjadi selama hamil dan meningkat di
akhir kehamilan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 35


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
(c) Jumlah plasma meningkat dari sel darah merah yang
ditandai dengan menurunya HB, haematokrit dan sel
darah merah (anemi Fisiologis)
(d) HB yang normal 11-12 gr %
3) Cardiac Out Put ( CO )
(a) CO maternal meningkat 30-50% selama hamil max
pada TM I dan II dan tetap tinggi selama hamil
(b) CO juga tergantung pada posisi ibu, dengan posisi
telentang akan menurun karena tekanan pada vena
kava inferior
(c) Selama hamil aterm 1-10 % terjadi sindrom hipotensi
ditandai dengan pusing, mual dan rasa akan pingsan
4) Tekanan darah
(a) Karena pengaruh progesterone pembuluh darah
melebar maka tekanan darah cendrung turun selama
24 mg pertama
(b) Systole turun 5-10 mmhg, diastole turun 10 – 15
mmhg
(c) Setelah 24 mg akan berangsur angsur naik kembali
5) Sel darah putih
(a) Meningkat 8000 -10000 / mm3
(b) Trombosit meningkat

h. Sistem Pernafasan
Kehamilan mempengaruhi perubahan system
pernafasan pada volume paru-paru dan ventilasi. Perubahan
anatomi dan fisiologi system pernapasan selama kehamilan
diperlukan untuk memenuhi peningkatan metabolisme dan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 36


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
kebutuhan oksigen bagi tubuh ibu dan janin. Perubahan
tersebut terjadi karena pengaruh hormonal dan biokimia.
Relaksasi otot dan kartilago toraks menjadikan bentuk
dada berubah. Diafragma menjadi lebih naik sampai 4 cm
dan diameter melintang dada menjadi 2 cm. Perubahan ini
menyebabkan perubahan system pernapasan yang tadinya
pernapasan perut menjadi pernapasan dada oleh karena itu
diperlukan perubahan letak diafragma selama kehamilan.
Kapasitas inspirasi meningkat progresif selama
kehamilan selain itu tidal volume meningkat sampai 40%.
Peningkatan volume tidal ini menyebabkan peningkatan
ventilasi pernapasan permenit yaitu jumlah udara yang
masuk dalam satu menit.
Karena pertukaran udara selama kehamilan meningkat
oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk nafas dalam
daripada nafas cepat. Pada akhir kehamilan, ventilasi
pernapasan permenit meningkat 40%. Perubahan ini
mengakibatkan resiko hiperventilasi pada ibu. Walaupun
hiperventilasi secara normal menyebabkan alkalosis, hal ini
tidak diakibatkan adanya peningkatan kompensasi ekskresi
bikarbonat di ginjal.
Namun hiperventilasi ini disebabkan oleh efek
progesterone secara langsung di pusat pernapasan.
Ibu hamil mungkin merasa cemas akan terjadinya dyspnoe
dan merasa pusing saat napas pendek yang biasanya terjadi
ketika duduk di bawah.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 37


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
i. Sistem persyarafan
Fungsi system saraf pusat dan otak sangat kompleks
dan mencakup semua aktifitas mulai dari reflex dasar
sampai perubahan kemampuan kognitif dan emosional.
Kinerjanya sangat berpengaruh dan dipengaruhi hormone.
Perubahan yang terjadi menyangkut ketidaknyamanan
tulang dan otot, gangguan tidur, perubahan sensasi,
pengalaman terhadap nyeri.
Hormon kehamilan mempengaruhi system saraf pusat,
namun efek yang ditimbulkan tidak terlalu dimengerti.
Banyak wanita hamil mengeluhkan bahwa kemampuan
kognitif mereka menurun selama kehamilan dengan
kesulitan berkonsentrasi kelemahan menyimpan memori.
Holdcroft meyakini bahwa penyusutan otak wanita selama
hamil dan kembali normal setelah persalinan disebabkan
oleh perubahan dalam sel individu bukan karena penurunan
jumlah selnya.
Pola tidur berubah selama kehamilan dan periode
postpartum. Wanita hamil yang umur kehamilannya sudah
mencapai 25 minggu mengalami lebih banyak tidur dalam.
Selama trimester pertama waktu tidur bertambah namun
sering terjadi bangun di malam hari karena adanya kelainan
atau gangguan seperti nocturia, dyspnoe, heartburn, nasal
congestion, muscle aches dan kecemasan.
Perubahan pada telinga, hidung dan laring terjadi
karena perubahan gerak cairan dan permeabilitas pembuluh
darah. Persepsi bau dan rasa erat kaitannya dan penurunan
sensitifitas bau mungkin terjadinya perubahan sensasi dan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 38


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
perubahan makanan yang lebih disukai. Perubahan dalam
persepsi rasa mungkin disebabkan rasa pusing dan perasaan
tidak suka terhadap makanannya, terutama untuk makanan
yang rasanya pahit selama kehamilan.

Beberapa hal yang dirasakan ibu hamil diantaranya :


1. Pusing dan kunang-kunang
Pusing dan perasaan seperti melihat kunang-kunang
disebabkan oleh hipotensi supine syndrome (vena cava
sindrom). Hal ini terjadi karena ketidakstabilan
vasomotor dan hipotensi postural khususnya setelah
duduk atau berdiri dengan periode yang lama. Hipotensi
postural bisa jadi karena kekurangan volume darah
sementara.
2. Meralgia Paresthetica (kesakitan, mati rasa, berkeringat,
terasa gatal di daerah paha), bisa disebabkan oleh tekanan
uterus pada saraf kutan lateral femoral.
3. Sindrom Karpel Tunel
Sindrom ini bisa menimbulkan perasaan terbakar,
gatal dan sakit di tangan (biasanya di jempol dan 3 jari
pertama) sakitnya bisa sampai ke pergelangan tangan,
naik ke lengan bagian bawah, dan kadang-kadang sampai
ke pundak, leher dan dada.
Sindrom ini menyebabkan luka pada pergelangan
tangan sehingga menyebabkan inflamasi dan
penyempitan di saraf tengah yang menjalar ke telapak
tangan.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 39


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
4. Kejang kaki mendadak
Biasanya terjadi dengan menarik kontraksi otot betis
secara berulang. Hal ini terjadi karena ibu sedang istirahat
atau bangun tidur. Kejang ini dikarenakan rendahnya
serum ion kalsium dan meningkatnya fosfat atau
ketidakcukupan intake kalsium. Ketika itu terjadi
seharusnya ibu melenturkan atau meluruskan kaki atau
berdiri. Ibu tidak dianjurkan untuk memijat kakinya
karena mungkin saja rasa  sakit itu berasal dari
tromboplebitis.

j. Sistem Integumen
Perubahan yang umumnya terjadi adalah :
1) Peningkatan ketebalan kulit dan lemak
2) Hiperpigmentasi karena peningkatan kadar melanosit
stimulating hormon (MSH) yang dihasilkan oleh
pituitary anterior
3) Cloasma gravidarum terjadi 50-70 % ibu hamil dimulai
setelah kehamilan 16 mg
4) Penggelapan Niple, Areola, Aksila dan Vulva
5) Linea nigra Mulai bulan ke 3
6) Strie yang kadang menimbulkan sensasi gatal Pada 50-
90% ibu hamil, ini timbul karena adanya peregangan
pada kulit dan sensitifitas kulit yang meningkat karena
pengaruh hormon
7) Pertumbuhan rambut dan kuku yang lebih meningkat
8) Percepatan aktifitas kelenjer keringat dan sebasea
9) Kerapuhan/ kelemahan pada jaringan elastis kutaneus

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 40


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
k. Metabolisme

Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi


juga hipertrofi tiroid. Kebutuhan karbohidrat meningkat
sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui).
Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang
pertumbuhan janin. Kadar kolesterol plasma meningkat
sampai 300 g/100ml.

Kebutuhan kalsium, fosfor, magnesium, cuprum


meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg, untuk
pembentukan hemoglobin tambahan. Khusus untuk
metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi
kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara
bermakna karena:

- Ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat,


- produksi glukosa dari hati menurun

- produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis)


menurun

- aktifitas ekskresi ginjal meningkat

- efek hormon-hormon gestasional (human placental


lactogen,

- hormon2 plasenta lainnya, hormon2 ovarium, hipofisis,


pankreas, adrenal, growth factors, dsb).

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 41


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan
asam amino. Terjadi juga peningkatan aktifitas enzim-enzim
metabolisme pada umumnya.

B. PERUBAHAN DAN ADAPTASI PSIKOLOGIS DALAM


MASA KEHAMILAN
1. Perubahan Psikologis
a. Pada trimester 1 yaitu :
1) Penerimaan keluarga khususnya pasutri terhadap
kehamilannya
2) Perubahan sehari-hari
3) Mencari tanda kehamilan
4) Merasa tidak sehat dan membenci kehamilannya
5) Merasakan kekecewaan, pendakan, kecemasan dan
kesedihan
6) Hasrat hubungan seks berbeda
7) Khawatir kehilangan bentuk tubuh
8) Ketidakstabilan mirip sindrom pra-haid : mudah
marah, ayunan suasana hati, irasionalitas, cengeng.
9) Perasaan was-was, takut, gembira

b. Pada trimester 2 yaitu :


1) Ibu merasa sehat
2) Perut belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban
3) Sudah menerma kehamilannya
4) Mulai merasa gerak bayi
5) Merasaka kehadiran bayi sebagai seorang di luar
dirinya

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 42


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
6) Merasa terlepas dari masa cemas dan tidak nyaman
7) Libido meningkat.

c. Pada trimester 3 yaitu :


1) Disebut periode menunggu dan waspada sebab merasa
tidak sabar menunggu kelahiran
2) Gerakan bayi dan membesarnya perut
3) Kadang merasa lahir bayinya lahir sewaktu-waktu
4) meningkatnya kewaspadaan timbulnya tanda dan
gejala persalinan
5) Rasa tidak nyaman
6) Kehilangan perhatian yang didapatkan selama hamil
7) Semakin ingin menyudahi masa kehamilan
8) Tidak sabaran dan resah
9) Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya.

2. Adaptasi Psikologi dalam Masa Kehamilan


Selama hamil kebanyakan wanita mengalami perubahan
psikologis dan emosional. Seringkali kita mendengar seorang
wanita mengatakan betapa bahagianya dia karena akan menjadi
seorang ibu dan bahwa dia sudah memilihkan sebuah nama
untuk bayi yang akan dilahirkannya. Namun tidak jarang wanita
yang merasa khiwatir kalau terjadi masalah dalam
kehamilannya, khawatir kalau ada kemungkinan dia kehilangan
kecantikannya, atau bahwa ada kemungkinan bayinya tidak
normal. Sebagai seorang bidan anda harus menyadariadanya
perubahan-perubahan tersebut pada wanita hamil agar dapat

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 43


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
memberikan dukungan dan memperhatikan keprihatinannya,
kekhawatiran, ketakutan dan pertanyaan-pertanyaanya.

a. TRIMESTER PERTAMA
Segera setelah terjadi perubahan, hormon progesterondan
estrogen dalam tubuh akan meningkat dan ini menyebabkan
timbulnya rasa mual-mual pada pagi hari, lemah, leleh dan
membesarnta payudara. Ibu merasa tidak sehat dan seringkali
membenci kehamilanya. Banyak ibu yang merasa kekecewaan,
penolakan, kecemasan dan kesedihan. Seringkali, biasanya pada
awal kehamilannya, ibu berharap untuk tidak hamil.
Pada trimester pertama seorang ibu akan mencari tanda-
tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil.
Setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya akan selalu
diperhatikan dengan seksama. Karena perutnya masih kecil,
kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin
diberitahukannya kepada orang lain atau dirahasiakannya.
Hasrat untuk melakukan hubungan seks, pada wanita pada
trimester pertama ini berbeda,. Walaupun beberapa wanita
mengalami kegairahan seks yang lebih tinggi, kebanyakan
mereka mengalami penurunan pada libido selama periode ini.
Keadaan ini menciptakan kebutuhan untuk berkomunikasi
secara terbuka dan jujur dengan suami. Banyak wanita merasa
kebutuhan untuk dicinta dan merasakan kuat untuk dicintai
namun tanpa seks. Libido sangat besar dipengaruhi oleh
kelelahan, rasa mual, pembesaran payudara keprihatinan dan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 44


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
kekuatiran. Semua ini merupakan pembagian normal dari proses
kehamilan pada trimester pertama.
Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa
dirinya akan menjadi seorang ayah adalah timbulnya
kebanggaan atas kemampuannya mempunyai keturunan
bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk
menjadi seorang ayah dan menjadi pencari nafkah untuk
keluarganya. Seorang ayah mungkin akan sangat
memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai hamil dan
menghindari hubungan seks karena takut akan mencederai
bayinya. Ada pula pria yang hasrat seksnya pada wanita hamil
relatif lebih besar. Disamping respon yang diperlihatkannya,
seorang ayah perlu dapat memahami keadaan ini dan
menerimanya.

b. TRIMESTER KEDUA
Trimester kedua biasanya adalah saat ibu merasa sehat.
Tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang begitu
tinggi dan rasa tidak nyaman karena himilpun sudah berkurang.
Perut ibupun belum terlalu besar sehingga belum dirasakan
sebagai beban. Ibu sudah menerima kehamilannya dan dapat
mulai menggunakan energi dan pikirannya secara lebih
konstruktif. Pada tirmester ini pula ibu dapat merasakan gerakan
bayinya, dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai
seseorang diluar dari dirinya sendiri. Banyak ibu yang merasa
terlepas dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang
dirasakannya poada trimester pertama dan merasakan
meningkatnya libido.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 45


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c. TRIMESTER KETIGA
Trimester kketiga sering kali disebut periode menunggu dan
waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu
kelahiran bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut
merupakan dua hal yang mengingatkan ibu pada bayinya.
Kadang-kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir
sewaktu-waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan
kewaspadaanya akan timbulnya tanda dan gejala akan
terjadinya persalinan pada ibu meningkat. Ibu seringkali merasa
khawatir atau takut kalau-kalau bayi yang akan dilahirkanya
tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi
bayinya dan akan menghindari orang atau benda apa saja yang
dianggapnya membahayakan bayinya. Seorang ibu mungkin
mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan
timbul pada waktu melahirkan.
Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada
trimester ketiga dan banyak ibu merasa dirinya aneh dan jelek.
Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari
bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama
hamil. Pada trimester inilah ibu memerlukan keterangan dan
dukungan dari suami, keluarga dan bidan. Trimester ketiga
adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi yang akan
dilahirkan dan bagaimana rupanya. Mungkin juga nama bayi
yang akan dilahirkan sudah dipilih.
Trimester ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran
bayi dan menjadi orang tua. Keluarga mulai menduga-duga

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 46


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
apakah bayinya laki-laki atau perempuan dan akan mirip siapa.
Bahkan mereka juga memilih sebuah nama untuk bayinya.
Menurut Obstetri Ginekologi, hal-hal yang dapat membantu
mengatasi parsoalan jiwa ialah keinginan mempunyai anak,
kasih sayang antara suami isteri, agama dan panerangan serta
pengartian dari bidan atau dokter. Dalam menghadapi persoalan
jiwa kita harus pandai mendengarkan dengan sabar agar pasien
dapat mencurahkan isi hatinya, harus menaruh pengertian
terhadap persoalan yang dikemukakan dan akhirnya harus
pandai memimpin pasien keluar dari kesukaran-kesukarannya.
Akhirnya harus dikemukakan bahwa kesibukan merupakan
salah satu dasar dari kesehatan jiwa, maka wanita hamil tidak
dibenarkan terlalu banyak istirahat sehingga banyak waktu
untuk melamun.
Psychoprofilaksis obstetris. (persalinan tanpa nyeri).
Kecemasan dan ketakutan dapat merusak keseimbangan
persyarafan (mental) dan dapat meninggikan persepsi perasaan
nyeri. Tujuan dari psychoprofilaksis ialah memperkuat aktifitas
dari cortex penderita supaya ia lebih sadar akan keadaanya dan
dapat mengontrol secara aktif dan sadar akan peristiwa yang
menyangkut dirinya dalam kehamilan.
Persiapan mental penderita secara pyschoprofilaksis
dilakukan sebagai berikut :
1) Mempelajari keadaan lingkungan penderita
Pikiran sehari-hari mengenai keluarga, keuangan,
perumahan, dan pekerjaan dapat menimbulkan depresi dan
perlu ditanggulangi.
2) Pendidikan dan latihan.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 47


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
a) Mengurangi pengaruh yang negatif.
Kecemasan dan ketakutan sering ditimbulkan oleh
cerita-cerita yang menakutkan mengenai kehamilan
dan persalinan, pengalaman yang merugikan pada
persalinan yang lalu karena kurangnya pengetahuan
mengenai proses kehamilan dan persalinan. Keadaan
tersebut perlu diimbangi dengan pendidikan /
penerangan mengenai anatomi dan fisiologi kehamilan
dan persalinan kepada ibu hamil.
b) Memperkuat pengaruh yang positif ialah kebahagiaan
akan mempunyai anak yang diinginkan dan dinantikan.
c) Latihan-latihan fisik berupa senam hamil untuk
memperkuat otot-otot dan merangsang peredaran
darah. Disamping itu diberikan latihan relaksasi,
mengedan dan bernafas.
3) Adaptasi pada lingkungan tempat bersalin.
Dilaksanakan dengan mengadakan orientasi,
memperkenalkan ruangan bersalin, alat-alat kebidanan dan
tenaga kesehatan.

C. ASPEK SOSIAL DAN EMOSIONAL PADA KEHAMILAN


Respon Terhadap kehamilan
Setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap
diagnosis kehamilan: Barang kali frekuensi respon yang berbeda
terhadap diaknosis kehamilan sama banyaknya dengan frekuensi
bayi yang dikandung. Namun demikian, ada satu hal yang selalu
terjadi, yaitu kehidupan sejak saat ini selalu dibagi orang tua tidak
akan pernah sama. Bagi kehidupan orang tua mungkin timbul

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 48


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
perasan gembira yang sangat dengan kehamilan yang sudah
direncanakan dan sangat diambakan itu, namun bagi sebagian
lainnya yang belum siap, kehamilan dapat menjadi peristiwa yang
mengejutkan dan bahkan menimbulkan keputusasaan karena
mendengar berita tersebut dan membayangkan masalah social
serta financial yang harus ditanggungnya.
a) Ambivalen
Kadang-kadang respon seorang wanita terhadap kehamilan
bersifat mendua, bahkan pada kehamilan yang sudah
direncanakan sekalipun. Kini jumlah implikasi kehamilan yang
lebih luas harus dihadapi.Implikasi ini dapat mencakup akibat
yang terjadi atas rencana peningkatan karir. Pertimbangan
pinansial, hubungan dengan orang lain,khususnya dengan
anggota keluarga, proses kehamilan yang tidak bisa dihindari
dengan perubahan tubuh serta gangguan kenyamanan yang
ditimbulkanya, dan prosfek persalinan. Dismping itu akan
timbul kesadaran dan tanggung jawab yang harus dipikul
terhdap bayi yang haurs dilahirkan dan muncul harpan yang lain
dilingkungan calon orangtua. Khususnya calon ibu, terhaap
kemampuan mereka untuk menangani bidang yang sama sekali
tidak dikuasainya serta sampai saat ini belum pernah dipikirkan.
Jadi,meskipun seluruh orang dikelilingi calon ibu sudah
memperlihatkan kegembiraan mereka atas berita
kehamilan,namun calon ibu itu sendiri masih membutuhkan
waktu yang lebih lama lagi.

b) Pengakuan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 49


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Perasaan yang bercampur aduk atau medua biaanya akan
berubah dengan semakin majunya kehamilan dan terjadinya
adptasi yubuh ibu terhadap perubahan-perubahan tersebut.
Dengan semakin bertambah besarnya dan terjadi berbagai
peristiwa positif tertentu, seperti melihat gambaran
ultrasonografi atau medengar suara jantung jnin yang
dikeraskan oleh alat pengeras suara, maka ibu hamil mulai
menerima janin sebagai calon anaknya dan dengan demikian
mulai mempersiapkan dirinya untuk menghadapi bayi yang
akan hadir. Pada sebagian kasus, perasaan diatas dapat beralih
kepada dirinya sendiri untuk beberapa waktu. Jika fase
instropektif yang cukup normal dan biasanya berlangsung
singkat ini berjalan lama atau tidak dipahami oleh suaminya.
Hubungan pasangan suami-istri dapat terganggu.

c) Labilitas emosional
Labilitas emosional, yaitu perasaan gembira yang
bergantian dengan perasaan sedih atau kadang-kadang
campuran kedua perasaan tersebut. Juga sering dijumpai dan
dapat pula merusak hubungan suami-istri. Sebagian besar orang
dapat menerima kondisi emosional seorang wanita hamil
sampai batas tertentu dengan mengakui perubahan hornamal
dan kebutuhan fisiologisyang terjadi dalam tubuh wanita
tersebut, tetapi , bagi wanita itu sendiri, perubahan emosi seperti
ini sangat mengganggunya dan dapat membuat dirinya merasa
kurang. (Helen Farrel , 2001 :72-73)

Reva Rubin mengemukakan bahwa :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 50


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
1. Sejak hamil seorang wanita telah mempunyai harapan
sebagai berikut :
a) Kesejahteraan ibu dan bayi.

b) Penerimaan masyarakat.

c) Penentuan identitas diri.

d) Mengerti tentang arti memberi dan menerima.

2. Perubahan yang umumnya terjadi pada wanita saat hamil.


a) Cenderung lebih tergantung dan membutuhkan perhatian

yang lebih untuk dapat berperan sebagai calon ibu dan


mampu memperhatikan perkembangan janinnya.
b) Membutuhkan sosialisasi.

3. Arti dan efek kehamilan pada pasangan.


a) Pasangan akan merasakan perubahan tubuh pasangannya
pada kehamilan delapan bulan sampai dengan tiga bulan
setelah melahirkan.
b) Pria juga mengalami perubahan fisik dan psikososial
salama pasangannya hamil.
c) Anak yang akan dilahirkan merupakan gabungan dari tiga
perbedaan yang ada yaitu
- Hubungan ibu dengan pasangannya.
- Hubungan ibu dengan janin yang berkembang.
- Hubungan ibu dengan individu yang unik dan anak.
d) Ibu tidak pernah lagi menjadi sendiri
e) Tugas yang harus dilakukan seorang wanita atau
pasangan dalam kehamilan :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 51


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Percaya bahwa ia hamil dan berhubungan dengan
janin dalam satu tubuh.
- Persiapan terhadap pemisahan secara fisik pada
kelahiran janin.
- Penyelesaian dan identifikasi kebingungan
seiring dengan peran transisi untuk mempersiapkan
fungsi keluarga.

BAGIAN IV
DIAGNOSIS KEHAMILAN

A. TANDA-TANDA KEHAMILAN
Agar dapat mendiagnosa seorang wanita hamil atau tidak,
maka seorang tenaga kesehatan perlu mengenal tanda-tanda
kehamilan. Tanda-tanda kehamilan dapat dibagi dalam 3
golongan:

1. TANDA PASTI HAMIL


a. Gerakan janin
- Pada primi Gravida janin dirasakan ibu pada usia
kehamilan 18 minggu
- Pada multi Gravida Gerakan janin dirasakan pada usia
kehamilan 16 minggu
- Petugas / pemeriksa dapat meraba gerakan janin pada
kehamilan 20 minggu

b. Dapat didengar denyut jantung janin

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 52


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
1) Dengan stetoskop Laenec pada kehamilan 18-20 mg

2) Dengan Doppler pada kehamilan 12 minggu

3) Dicatat dengan Feto Electro Cardiogram

c. Terlihat rangka janin dengan RO foto dan bayangan janin


dengan USG

Gambar 4. 1
Pada USG terlihat bayangan janin

2. TANDA TIDAK PASTI HAMIL


Disebut juga tanda presumtif yaitu perubahan fisiologis
maternal yang dialami oleh seorang wanita dan bahwa hampir
didalam semua kasus akan menunjukkan bahwa ia sudah hamil.
Yang termasuk tanda presumtif kehamilan:
a. Amenorea
b. Mual-muntah
c. Mengidam (menginginkan jenis makanan/minuman
tertentu)
d. Tidak tahan suatu bau-bauan
e. Pingsan
f. Tidak ada selera makan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 53


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
g. Lelah (fatique)
h. Miksi sering
i. Konstipasi
j. Pigmentasi pada kulit
k. Epulis
l. Varices

Gambar 4. 2
Strie livide

Gambar 4. 3
Kiri (Hiperpigmentasi pada areola) Kanan (hiperpigmentasi pada
wajah / closma gravidarum)

3. TANDA MUNGKIN HAMIL


Yaitu perubahan-perubahan fisiologis dan anatomis di luar
semua tanda presumtif.
Yang termasuk tanda mungkin hamil adalah:

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 54


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
a. Perut membesar
b. Uterus membesar
c. Tanda Hegar : pelembutan pada isthmus uteri

Gambar 3.4
Tanda Hegar

d. Tanda Chadwick : perubahan warna menjadi kebiruan


pada vulva – vagina, termasuk serviks
e. Tanda Goodell’s : pelembutan pada serviks dari keadaan
tidak hamil seperti cuping hidung menjadi selembut bibir /
daun telinga.
f. Tanda Piskacek: uterus tempat nidasi tumbuh lebih cepat,
sehingga pertumbuhan uterus tidak beraturan.

Gambar 4.5
Tanda piskacek

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 55


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
g. Braxton Hicks : kontraksi-kontraksi kecil sejak kehamilan
6/8 minggu dan tidak menyakitkan.
h. Teraba Ballotement : pengapungan. Pada kehamilan 20 mg
secara abdominal dengan satu ketukan tiba-tiba pada
uterus menyebabkan janin tenggelam dalam cairan amnion
dan memball kembali membentur secara perlahan terhadap
jari pemeriksa. Ballotement terjadi karena perbandingan
ukuran janin yang masih kecil dengan volume air ketuban
yang banyak.
i. Reaksi kehamilan positif.
Perbedaan antara Primigravida dan Multigravida

No Primigravida Multigravida
1 Perut tegang Perut longgar, perut gantung
banyak striae
2 Pusat menonjol Pudat tidak begitu menonjol
3 Rahim tegang Rahim agak lunak
4 Labia mayora tampak Terbuka
bersatu
5 Himen koyak pada Kurunkula himenalis
beberapa tempat
6 Payudara tegang Kurang tegang dan
tergantung, ada striae
7 Vagina sempit dengan Lebih lebar, rugae kurang
rugae utuh menonjol
8 Serviks licin, bulat dan Bisa terbuka satu jari,
tidak dapat dilalui oleh kadang kala ada bekas
satu ujung jari robekan persalinan yang
lalu.

Diagnosis Banding / Diagnosa Diferensial (DD) Kehamilan


1. Pseudocyesis
Terdapat amenorea, perut membesar, tetapi tanda-tanda
kehamilan lain dan reaksi kehamilan negative. Uterus sebesar

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 56


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
biasa. Wanita tersebut mengaku dirinya hamil, tetapi sebenarnya
tidak hamil. Hal ini biasanya terjadi pada wanita yang ingin
sekali hamil.
2. Kista Ovarii
Mungkin ada amenorea, perut makin besar, tapi uterus seperti
biasa. Reaksi kehamilan negatif, dan tanda-tanda kehamilan
negatif.
3. Mioma Uteri
Amenorea, perut makin besar, uterus makin besar, kadang-
kadang tidak merata dan berbenjol-benjol. Tapi tanda-tanda
kehamilan seperti Braxton Hicks dan reaksi kehamilan negatif.
4. Kandung kemih penuh dan terjadi retensi urine
Pada pemasangan kateter keluar banyak air kencing.
5. Hematometra
Uterus membesar karena terisi darah yang disebabkan oleh
hymen inferporata, stenosis vagina atau servik.
6. Menopause
Amenorea, umur > 43 tahun. Uterus sebesar biasa, tanda –
tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negatif.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 57


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
BAGIAN V
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHAMILAN

A. FAKTOR FISIK
1. Status kesehatan
Riwayat kesehatan yang lalu dan sekarang dapat
membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan yang dapat
mempengaruhi kehamilan dan bayi baru lahir. Termasuk di
dalamnya penyakit yang diidap ibu dahulu dan sekarang seperti:
a. Diabetes melitus.
Diabetes gestasional, merupakan diabetes temporer
yang timbul akibat perubahan metabolisme karbohidrat
selama kehamilan. Akibat yang timbul oleh bentuk bisa
sama beratnya seperti yang terjadi pada diabetes yang sudah
ada sebelumnya. Semua wanita hamil harus menjalani tes
urine yang rutin pada setiap kali kunjungan prenatal untuk
mendeteksi glikosuria. Tes yang positif merupakan indikasi
untuk pemeriksaan toleransi glukosa (GTT). GTT kini
dilakukan sebagai pemeriksaan rutin pada banyak rumah
sakit di Australia bagi wanita hamil dengan usia kehamilan
32 minggu.

Pengaruh diabetes pada ibu.


Pasien diabetes yang hamil cenderung terjangkit
infeksi, khususnya infeksi vagina, saluran kemih dan infeksi
nifas. Kesembuhan luka pada pasien diabetes terjadi dengan
lambat, dan pada 25 % kehamilan dengan diabetes terdapat

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 58


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
pre-eklamsia. Diabetes yang sudah ada sebelumnya dan
terkendali dengan baik dapat berubah menjadi diabetes
yang tidak stabil pada kehamilan. Baik diabetes yang sudah
ada sebelumnya maupun diabetes gestasional dapat
bertambah berat dan sulit dikendalikan.

Pengaruh diabetes pada janin.


Glukosa akan menembus placenta dan pada diabetes
maternal yang tidak terkontrol janin dapat mengalami
hiperglikemia. Keadaan ini meningkatkan sekresi insulin
fetal yang selanjutnya akan membuat janin akan tumbuh
menjadi besar secara abnormal. Polihidramnion (kehamilan
dengan cairan amnion yang berlebihan dari normal) sering
dijumpai dan insiden malformasi dua atau tiga kali lebih
tinggi pada ibu-ibu yang menderita diabetes. Induksi
persalinan mungkin diperlukan sebelum kehamilan aterm
untuk mencegah penyulit persalinan atau polihidramnion
yang dapat menyebabkan persalinan yang prematur, ketuban
pecah dini, pada kedua kasus ini, bayi menghadapi resiko
akibat imaturitas. Sesudah dilahirkan, bayi cenderung
mangalami hipoglikemia dan keadaan ini paling besar
kemungkinannya untuk terjadi dalam waktu 2 hingga 4 jam
setelah lahir.

b. Hipertensi
Hipertensi yang telah ada sebelumnya mungkin telah
terdiagnosa dan pasien sudah mendapatkan pengobatan anti
hipertensi. Namun di lain pihak penyakit ini baru diketahui

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 59


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
pertama kali pada saat hamil. Kenaikan tekanan darah
selama 3 bulan pertama merupakan tanda yang sugestif ke
arah hipertensi esensial dan pemeriksaan terhadap
kemungkinan ini harus dikerjakan. Hipertensi esensial dapat
meningkatkan kecendrungan pre-eklamsia sebesar 7 x lipat
dan kecendrungan eklamsia sebesar 10 x lipat. Jika pre-
eklamsia terjadi bersama-sama hipertensi esensial,
keadaannya akan lebih berbahaya. Pada keadaan ini
hemoragi eksidental dan kematian janin cenderung terjadi.

c. Penyakit menular seksual ( PMS ) termasuk HIV/AIDS


Tanda-tanda atau gejala penyakit sifilis, gonore dan
herpes simpleks genitalis yang terjadi pada ibu selama
kehamilan memerlukan pemeriksaan segera dan pengobatan
untuk mencegah penularan dan gangguan tumbuh kembang
janin dalam uterus atau selama proses kelahirannya.

2. Status gizi
Wanita hamil dan menyusui harus betul-betul mendapat
perhatian tentang susunan dietnya, terutama mengenai jumlah
kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan
kesehatan ibu.
Kekurangan gizi dapat mengakibatkan terjadinya anemia,
partus prematus, inersia uteri dan pendarahan pasca persalinan.
Sedangkan makan berlebihan karena diangap untuk dua orang
dapat juga mengakibatkan komplikasi seperti kegemukan
(obesitas) pre eklamsia, janin besar dll.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 60


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Sebagai pengawasan, kecukupan gizi ibu hamil dan
pertumbuhan kandunganya dapat diukur berdasarkan berat
badan rata rata pada ibu hamil antara 6,5 - 16 kg.
Populasi yang beresiko tinggi menyangkut nutrisi adalah
wanita yang mengkomsumsi tembakau, alkohol,kafein (kopi),
marijuana, kokain atau barang terlarang lainya, inteloransi
terhadap laktosa, gestasi multipel dan vegetarian.
Selain itu juga terdapat 3 kategori nutrisi yang
teridentifikasi harus mendapat kebutuhan koreksi tambahan
yaitu:
 Kurang gizi
 Berat badan rendah
 Stres nutrisi antara lain muntah yang parah, jarak
kehamilan <1 tahun, riwayat obstetri yang banyak, berat
badan baan gagal mencapai 5 kg pada usia kehamilan 20
minggu serta masalah atau gangguan emosi yang serius.
Kesehatan anak terutama kelangsungan hidup bayi baru
lahir. Kondisi bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)
dipengaruhi oleh status gizi ibu, baik pada saat kehamilan
maupun jauh sebelumnya.

3. Gaya hidup
a. Subtances abuse (penyalahgunaan unsur)
Penyalahgunaan unsur yang mengandung unsur aktif
yang dapat menyebabkan resiko kesehatan. Unsur tersebut
antara lain adalah : kafein, tembakau, ganja, alkohol, obat
bius dan kokain.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 61


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
1) Kafein
Kafein adalah salah satu penyebab angka kematian ibu
akibat pengurangan pernafasan, sebagian besar
mempunyai pengaruh kesadaran dan kecemasan. Kafein
yang terdapat pada kopi mempunyai efek samping yang
dapat mengambil cairan dan kalsium. Penyakit jantung
sifat lekas marah, gelisah, ketertarikan. Orang yang
mengkonsumsi > 500 mg kafein/hari dapat mengalami
sakit kepala, kemuakan dan kelesuan, apabila
mengkonsumsi kafein dihentikan.
Wanita-wanita dengan kafein yang tinggi adalah
seorang yang mengkonsumsi kafein secara berlebihan
mengakibatkan gangguan berat badan bayi yang lahir,
mengkonsumsi kafein > dari 600 mg/hari mengakibatkan
resiko terjadinya abortus secara spontan.

2) Tembakau
Orang yang tidak bersemangat dan perokok berat
dapat mengurangi perhatian dari pemeliharaan kesehatan
tubuhnya.
Nikotin merupakan isi utama yang dihubungkan
dengan ketergantungan dengan efek yang kurang baik
dan dapat meningkatkan tekanan darah, tingkat taraf
penyakit jantung dan karbon monoksida. Penggunaan
tembakau yang diperpanjang dapat menyebabkan kanker
terutama paru-paru dan penyakit yang berhubungan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 62


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
dengan pernapasan. Merokok selama kehamilan dapat
meningkatkan penguguran secara spontan.
3) Ganja
Ganja digolongkan sebagai halusinogen. Pada saat ini
ganja merupakan kelinci percobaan untuk efek-efek yang
belum terlaporkan. Ganja dapat menembus plasenta,
maka ibu yang mengisap selama kehamilan akan
membuat bayi mereka sebagai kelinci percobaan pula.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu yang
mengisap ganja meskipun sedikit atau jarang sekali
misalnya 1 x dalam sebulan selama kehamilan, akan
cenderung mengalami:
- Kenaikan berat badan yang tidak memadai
- Menderita hiperemesis gravidarum yang apabila
tidak diobati dapat mengganggu nutrisi pra lahir
- Mendapatkan persiapan persalinan yang cepat dan
berbahaya
- Mendapatkan bayi dengan berat badan rendah
- Terjadinya pewarnaan mekonium pada cairan
amnion selama persiapan kelahiran (sebuah
komplikasi yang menandakan terjadinya gangguan
pada janin)
- Mendapatkan bayi yang membutuhkan bantuan
pernapasan buatan segera setelah dilahirkan
Ganja juga menunjukkan gangguan pada fungsi
plasenta dan sistim endoktrin janin. Berdasarkan bukti
yang ada pada dokter di Amerika Serikat memberi

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 63


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
peringatan bahwa penggunaan ganja oleh ibu hamil dapat
membahayakan kesehatan janin yang dikandung
Setiap ibu hamil yang merasa tidak dapat
menghentikan ganja, harus memberitahukan pada dokter
agar mendapatkan pertolongan sesegera mungkin setelah
kehamilan dinyatakan positif.

4) Alkohol
Alkohol memiliki tujuan menekan sistim kesadaran
setelah kafein, alkohol adalah suatu ramuan namun di
dalam pengobatan hanya khusus digunakan untuk
pengobatan batuk dan persiapan dingin. Seorang wanita
dengan toleransi rendah terhadap alkohol juga
mendapatkan pertanyaan yang sama dengan ”Satu atau
dua kali minum” atau satu/dua gelas.
Demikian wanita memberikan jawaban ”empat/lima
gelas atau enam pak atau aku dapat minum sepanjang
malam dan tidak mabuk”. Hal ini menjawab berbagai
pertanyaan yang dapat berhubungan dengan tingkat
resiko dalam mengkonsumsi alkohol.
Suatu alat yang berguna untuk mendapatkan riwayat
alkohol yang tepat dalam kehamilan yaitu T-ACE. Bagian
dari sejarah kesehatan untuk mengidentifikasi tujuh dari
sepuluh wanita hamil peminum yang beresiko.
Huruf pertama dalam akronim merupakan pedoman untuk
pertanyaan:
T : Berapa banyak minum, diminum untuk membuat
rasa puas?

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 64


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
A: Apakah orang-orang pernah mengganggumu dengan
mengkritik minuman?
C: Sudah kamu merasa, kamu hendaknya mengurangi
bermabukanmu?
E: Apakah kamu pernah minum? Hal yang pertama pada
pagi hari untuk melancarkan saraf atau membuang
ketergantungan (pembuka mata)

Mengkonsumsi alkohol selama kehamilan akan


menggangu nutrisi pada trimester pertama, alkohol sangat
berbahaya untuk janin. Dampak tersebut tergantung pada
jumlah pemakaian alkohol dan umur kehamilan ketika
mengkonsumsi. Janin dengan sindrom alkohol setelah
melahirkan memperlambat pusat saraf sistim menjadi
tidak normal. Janin yang terkena sindrom alkohol yang
paling sedikit mengikuti celah pal verbal dengan alkohol
termasuk cacat jantung dan kekakuan rongga mulut.
Wanita yang mengkonsumsi alkohol harus menerima
konseling untuk menghindari penyalahgunaan atau
kecanduan alkohol agar dapat mengurangi mengkonsumsi
alkohol.

5) Obat bius kokain


Obat bius kokain menekan pusat kegelisahan sistem
rangsangan saraf. Kelompok sejenis juga bisa bekerja
dengan cara yang dikenal sebagai radikal bebas. Kokain
tidak saja menembus plasenta, tapi juga dapat
mengakibatkan berbagai komplikasi yang serius termasuk
keguguran, lahir prematur dan lahir mati. Pada bayi yang
bertahan hidup tetap beresiko terjadinya stroke pada

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 65


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
kelahiran dan berbagai akibat jangka panjang.
Diantaranya adalah diare kronis, cepat merah, menangis
berlebih-lebihan (rewel) dan masalah kronis lainnya
seperti masalah pada pernapasan dan gelombang otak
yang minimal.
Maka makin sering seorang ibu hamil menggunakan
kokain makin besar resikonya pada bayi, bahkan
penggunaan yang sangat jarang selama kehamilanpun
sudah dapat membahayakan, misalnya 1 x kali
penggunaan kokain pada trimester III dapat
mengakibatkan dimulainya kontraksi dan pada janin
denyut jantung menjadi tidak normal. Ibu hamil yang
menggunakan obat jenis apapun selain yang telah di
resepkan oleh dokter yang tahu bahwa ia hamil juga
menempatkan bayi dalam bahaya.
Setiap resep dokter yang disalahgunakan (termasuk
narkotika, obat penenang, dan pil untuk diet) dapat
menyebabkan bahaya yang serius bagi janin atau
kehamilan. Bila penggunaannya dilanjutkan selama
kehamilan, tanya pada dokter atau suster berwenang
lainnya pada setiap obat yang digunakan selama
kehamilan, tentang pengaruh yang bisa diakibatkannya
dan bila masih menggunakannya carilah pertolongan
profesional untuk membantu menghentikannya.

b. Merokok
Merokok biasanya merupakan kesenangan, hingga
kadang-kadang tidak dapat dihentikan. Bayi-bayi dari ibu

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 66


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
perokok mepunyai berat badan yang rendah, oleh karena
itu wanita hamil dilarang merokok.
Kebiasaan tersebut kecuali dapat merusak kesehatan
wanita yang sedang menurun, dapat pula mempengaruhi
anak-anak yang berada di dalamnya
Kesehatan ibu terpengaruh pada kebiasaan ibu-ibu
yang mempunyai kebiasaan merokok tersebut, nafsu
makannya sangat berkurang, badannya menjadi kurus, dan
dalam kehamilan akan semakin kurus lagi sehingga
mudah jatuh sakit.
Karena kurangnya zat–zat makanan yang dikonsumsi
ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan dapat
mengakibatkan bayi lahir sebelum waktunya.

c. Hamil di luar nikah


Salah satu aspek yang paling mengganggu dari
peningkatan aktifitas adalah kehamilan remaja yang terjadi
di luar pernikahan. Remaja yang menjadi hamil 25 tahun
yang biasanya menikah atau menyerahkan bayinya untuk
diaborsi. Sekarang jika seorang remaja hamil, memutuskan
untuk tidak melakukan aborsi, kesempatanya adalah untuk
mempertahankan bayi dan membesarkannya denan status
single parent.
Anak yang membesarkan anak, memiliki konsekuensi
yang sangat berat. Ibu muda ini sering sekali tidak
menyelesaikan sekolah dan banyak hidup di bawah garis
kemiskinan. Bayi dan anak mereka memiliki tingkat
penyakit dan mortalitas yang lebih tinggi akibatnya

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 67


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
seringkali mengalami masalah emosi dan pendidikan di
kemudian hari.
Suatu penelitian falow up terhadap 300 remaja yang
menjadi ibu menyatakan kehamilan remaja dapat
memperoleh siklus kegagalan dan melahirkan anak pada
usia muda.

Kehamilan yang tidak diinginkan


Besarnya kehamilan yang tidak diinginkan atau tidak
diharapkan adalah akibat penggunaan alat kontrasepsi yang
tidak dapat diandalkan walaupun mereka tahu akan resiko
menjadi hamil.
Apabila suatu kehamilan tidak diharapkan, secara
tidak langsung wanita tersebut akan mengupayakan untuk
mengakhiri kehamilannya. Salah satu cara adalah dengan
melakukan aborsi. Sementara itu komplikasi akibat aborsi
yang tidak aman akan mengakibatkan 40 % kematian ibu
di dunia. Di samping masalah kesehatan, aborsi juga
menimbulkan kerugian-kerugian lain yang meliputi
kerugian waktu, stres psikologi, kerugian biaya dan banyak
lagi beban individu lain.

B. FAKTOR PSIKOLOGIS
1. Stressor Internal Dan Stressor Eksternal
a. Stressor Internal
Faktor faktor internal yang dapat mempengaruhi
kehamilan yaitu faktor psikologis meliputi faktor kecemasan
yang berlebihan, kecemasan terhadap perubahan tubuhnya,

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 68


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
kecemasan terhadap bayi yang akan dilahirkan, sikap
menolak terhadap kehamilan dan pengalaman ibu pada
masa kanak-kanak.
b. Stressor Eksternal
Faktor eksternal yang mempengaruhi kehamilan antara lain.
1) Keluarga
Kehamilan merupakan krisis bagi kehidupan keluarga
yang diikuti oleh stress dan kecemasan. Kehamilan dapat
digolongkan sebagai keadaan natural dan merupakan
kejadian yang biasa dalam tumbuh kembang keluarga dan
individu. Namun jika krisis tidak dapat dipecahkan atau
ditangulangi, maka akan mengakibatkan tingkah laku mal
adaptif dalam keluarga beserta anggota keluarga. Apabila
anggota-anggota keluarga mampu memecahkan krisis
maturasi dengan sukses dan kembali pada tugas atau
pungsi yang maksimal hal ini akan membentuk kekuatan
baik pada keluarga guna terciptannya hubungan baik.
2) Sosial ekonomi
Adalah kondisi sosial ekonomi yang dialami ibu
selama kehamilan seperti adanya ganggu ekonomi seperti
suami tidak bekerja, perumahan yang buruk, penyakit
dan lain-lain
3) Masyarakat
Kehamilan merupakan suatu periode yang penuh
ketegangan bagi wanita hamil beserta keluarganya.
Kehamilan merupakan fase untuk penyelidikan dari
berbagai sudut pandang. Bagi ahli antropologi menarik

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 69


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
untuk menyelidiki tradisi dan kebiasaan yang mengiringi
kehamilan pada setiap suku bangsa.
Ternyata bahwa di beberapa masyarakat sering sekali
ada kesan menerima kehamilan seorang wanita dan untuk
menjaga keselamatan ibu dan bayi yang dikandungnya
diadakan beberapa acara khusus. Seperti contoh acara
tujuh bulanan

2. Support keluarga
Aspek ini berhubungan dengan keadaan jiwa penderita. Ibu
yang sedang hamil biasanya menjadi labil. Calon ibu emasional,
mudah tersinggung, mudah marah, mudah menangis tanpa
sebab, mudah kecewa dan menjadi sedih, membenci atau
menunjukkan rasa kasih sayang. Kehamilan itu mudah diterima
dengan gembira, bangga atau malah rasa kecewa karena ia tidak
menginginkan kehamilannya
Suami sebagai pelindung utama dari istri. Oleh karena itu
suami harus menyadari akan perubahan kelakuan istri selama
kehamilan dan setelah melahirkan nanti. Begitu juga anggota
keluarga lain seperti: anak, orang tua, mertua, kakek, dan
masyarakat lain sudah seharusnya memberi dukungan
emosional pada ibu hamil maupun yang akan melahirkan,
karena dukungan emosional tersebut akan membantu
memberikan suatu kekuatan dan kepercayaan diri pada si ibu
sehingga ia merasa diri dan kehamilannya dilindungi.

3. Subtances abuse (Penyalahgunaan unsur)

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 70


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Penyalahgunaan unsur yang dimaksud sebagai salah satu
faktor psikologis yang dapat mempengaruhi kehamilan ini
adalah dengan efek ketergantungan atau candu dari
penyalahgunaan unsur yang meliputi: kafein, tembakau,
alkohol, ganja, obat bius kokain. Karena jika dihentikan secara
mendadak akan menimbulkan gangguan psikologis pada ibu
hamil tersebut seperti :
 Lekas marah
 Tidak bisa konsentrasi
 Tidak nafsu makan
 Jantung berdebar-debar
 Bahkan bisa juga terlihat sampai pada tanda-tanda
ketergantungan yang lebih parah

4. Partner Abuse
Partner abuse adalah faktor lain yang mempengaruhi
kejiwaan ibu, kebiasaan ibu serta janin yang dikandungnya.

a. Gaya hidup wanita hamil


Gaya hidup adalah suatu pola hidup seseorang yang telah
menjadi kebiasaan hidupnya sehari-hari.
Gaya hidup seorang wanita hamil yang sangat
menentukan keselamatan, kesejahteraan ibu dan janin yang
sedang dikandungnya. Karena wanita hamil mempunyai pola
hidup yang berbeda-beda antara yang satu dan yang lainnya
sehingga dalam menjaga kehamilannnya seorang wanita

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 71


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
hamil harus meninggalkan kebiasaan yang buruk dan harus
lebih memperhatikan kondisi tubuh dan janinnya.

b. Riwayat keluarga
Dari kita mengetahui riwayat keluarga generasi yang
dahulu kita dapat memprediksi kesehatan dan kesejahteraan
generasi selanjutnya. Misalnya riwayat generasi terdahulu
ditemukan kelainan-kelainan tertentu ataupun riwayat
penyakit keluarga sehingga kita dapat melakukan tindakan
yang diperlukan untuk menjaga kehamilan ibu
Bagi pasangan yang tidak mengatahui riwayat
keluarganya diharapkan ada kebijaksanaan dari pasangan
untuk mempelajari atau meminta bantuan dari dokter,
penasehat genetika, ahli hubungan ibu dan janin untuk
meminta beberapa anjuran yang dibutuhkan

c. Lingkungan
Lingkungan adalah kondisi atau tempat tinggal dimana
kita melakukan aktifitas. Lingkungan di sini juga sangat
mempengaruhi kondisi tubuh, misalnya, wanita hamil yang
tinggal di daratan tinggi, bayinya cenderung agak kecil dari
rata-rata dibandingkan dengan wanita hamil di daratan
rendah.
Kemudian faktor lingkungan lain yang dapat membuat
anda lebih tidak baik yaitu perawatan medis yang tidak
memadai (pada ibu hamil yang sakit), diet, merokok, alkohol,
obat-obatan tanpa resep.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 72


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Ada juga faktor lain yang tidak terlalu mempengaruhi
kehamilan anda dibandingkan yang di atas yaitu kontak
dengan bau cat, pekerjaan yang membuat anda duduk di
depan komputer dan udara yang terpolusi karbonmonoksida.
Lingkungan di mana wanita bekerja dan tinggal menentukan
dan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Sebisa mungkin
hindari pemakaian bahan pembersih yang pada labelnya
tercantum tentang keracunan.

d. Hewan peliharaan
Hewan peliharaan di sini lebih difokuskan pada kucing,
karena hewan peliharaan khususnya kucing biasanya
menimbulkan infeksi. Ibu hamil yang telah hidup lama
dengan kucing akan lebih dan berkembang daya tahan
terhadap penyakit kucing (tosokplasmosis) dibanding yang
tidak.
Bila anda belum mendapatkan tes pra lahir untuk melihat
apakah anda sudah memiliki daya tahan terhadap
toksoplasmosis, sedikit kemungkinan anda akan dites
sekarang kecuali menunjukkan tanda-tanda dari penyakit
tersebut (meskipun beberapa dokter akan menjalankan tes
rutin bagi wanita hamil yang hidup dengan kucing).
Ada beberapa cara mencegah terjadinya infeksi bagi orang
yang tidak memiliki daya tahan dan tidak yakin memiliki
daya tahan yaitu:
1) Periksa kucing anda ke dokter hewan untuk melihat

apakah mereka mempunyai infeksi aktif atau tidak

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 73


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
2) Bila salah satu keduanya memiliki infeksi aktif,

titipkan mereka pada tempat pemeliharaan sedikitnya


selama 6 minggu ( masa infeksi dapat ditularkan)
3) Bila mereka terbebas dari infeksi , biarkan mereka

seperti biasanya dengan tidak membiarkan mereka


memakan daging mentah, memburu tikus, atau burung
(yang dapat menular toksoplasmamosis kepada kucing)
pergi keluar rumah dan bermain dengan kucing yang
lainnya.
4) Gunakan sarung tangan bila anda berkebun

5) Jangan berkebun dan bermain di tanah yang ada

kotoran kucingnya karena dapat menularkan infeksi.


Cuci buah dan sayur dengan bersih dan kupas sayuran
dan buah yang mau dimasak.
6) Jangan makan daging mentah atau daging kurang

matang atau susu yang tidak dipasteurisasi.

Tanda-tanda seorang terkena toksoplasmosis:


 Mengalami rasa lemah
 Sakit demam
 Pembengkakan kelenjer, dua atau tiga minggu setelah
infeksi
 Rasa gatal dan merah pada satu atau dua hari kemudian.

Pengaruh dari toksoplasmosis antara lain:


- Trimester I : Resiko infeksi relatif kecil tetapi resiko
kerusakan yang sangat serius dan tinggi pada janin

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 74


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Trimester II : Resiko infeksi sedikit lebih tinggi tetapi
resiko kerusakan lebih kecil
- Trimester III : Infeksi sangat tinggi, tetapi resiko
kerusakan janin sangat kecil.

Pemeriksaan infeksi pada janin dapat dilakukan dengan :


Amniosintesis (pemeriksaan air ketuban) dan pemeriksaan
contoh darah janin

C. FAKTOR LINGKUNGAN, SOSIAL, BUDAYA DAN


EKONOMI
1. Kebiasaan adat istiadat
Ada nilai tentang gender dan kodrat yang berkembang dalam
masyarakat yang perlu dirubah agar nilai-nilai yang ada dapat
memberikan peran yang positif terhadap upaya penurunan
angka kematian ibu (AKI)
Nilai-nilai yang dimaksud antara lain:
- Kehamilan adalah peristiwa yang terjadi pada kaum
perempuan sudah seharusnya ditanggung resikonya oleh
perempuan itu sendiri
Seharusnya:
- Kehamilan adalah kodrat perempuan akan tetapi resikonya
harus ditanggung oleh suami, keluarga, masyarakat selain
perempuan itu sendiri.
- Sampai saat ini masih banyak perempuan yang tidak
mempunyai hak terhadap kesehatan reproduksinya. Berapa
kali perempuan ingin hamil pada masa suburnya, kapan ingin
hamil, dengan cara bagaimana ingin mengatur kehamilan,

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 75


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
masih banyak yang diatur oleh orang lain (suami, orang tua
dan mertua) bukan dirinya sendiri, bahkan bisa jadi ibu hamil
itu sendiri tidak dilibatkan dalam perencanaan kehamilan dan
kelahiran itu sendiri
- Dalam kontek sosial harus menunggu keputusan keluarga
(suami, ayah, mertua, kakek) bahkan setelah terjadi
komplikasi kelahiranpun, mereka masih membutuhkan waktu
untuk berembuk guna menentukan sikap sehingga terjadi
keterlambatan pertolongan karena kurangnya pengetahuan
dan kesadaran
- Anggaran untuk kehamilan dan kelahiran dalam rumah
tangga masih dianggap tidak penting sehingga kurang
mendapat prioritas untuk menyediakannya.
- Norma yang berlaku di masyarakat bahwa perempuan
seyogyanya makan bagian terakhir sesudah suami, orang tua
dan anak-anaknya yang menyebabkan banyak perempuan
yang mengalami anemia. Hal ini berpengaruh terhadap
kesehatan, kehamilan serta proses kelahiran yang akan
dihadapinya.
- Banyaknya mitos yang merugikan perempuan hamil, seperti
dilarang makan itu dan ini (misalnya:udang, kepiting ikan
dan lain-lainnya) yang menyebabkan gangguan gizi
berimbang alias kurang protein.

2. Fasilitas Kesehatan
Indonesia merupakan negara yang sangat kuat. Sayang luas
wilayah ini belum dapat diimbangi dengan kecukupan
ketersediaan sarana-sarana layanan publik termasuk bidang

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 76


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
kesehatan. Di beberapa desa masih kesulitan untuk
mendapatkan akses layanan kesehatan. Tidak semua desa
memiliki Puskesmas, puskesmas pembantu dan tenaga medis
seperti dokter, mantri atau bidan. Secara geografispun masih
banyak masyarakat yang tinggal jauh dari sarana kesehatan.

3. Ekonomi
Krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda Indonesia
sejak pertengahan tahun1997 telah menambah jumlah penduduk
miskin. Dengan adanya krisis ekonomi ini, kemampuan jual beli
masyarakat ikut menurun termasuk di dalamnya adalah belanja
untuk kebutuhan ibu hamil dan melahirkan .
Pada posisi lain kesadaran masyarakat akan pentingnya
memeriksa kehamilan masih kurang sehubungan dengan situasi
ekonomi yang semakin sulit dan pandangan yang belum
menjadikan kesehatan ibu hamil dan melahirkan sebagai
kebutuhan pokok yang diprioritaskan, maka masyarakat
terutama ibu hamil itu sendiri semakin kurang memprioritaskan
kunjungan ke bidan atau tenaga medis lainya untuk memeriksa
kehamilannya, terlebih bila ibu tidak merasakan adanya
gangguan pada kehamilan.
Bagi orang yang mmpunyai kecukupan uang, mereka tidak
akan merasa kesulitan mengeluarkan biaya untuk memeriksa
kesehatan ibu hamil, Tetapi bagi kebanyakan masyarakat
Indoneia yang sedang dilanda krisis ekonomi, biaya
pemeriksaan menjadi lebih berat. Bagi anggota sebahagian
anggota masyarakat, biaya pemeriksaan kehamilan merupakan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 77


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
beban berat, akibatnya mereka memilih untuk tidak memeriksa
kehamilannya.
Disamping itu, kemiskinan yang melilit keluarga ibu hamil,
seringkali memaksa ibu yang sedang hamil untuk tetap bekerja
seperti ketika ia tidak hamil. Pada masa kehamilan akan sangat
rawan bila ibu harus banyak bekerja dan mengeluarkan energi
yang besar. Rasa lelah akibat bekerja berat yang dilakukannya
dapat mengganggu kehamilan dan janinnya, yang dapat
membawa resiko keguguran atau bahkan kematian bagi sang
ibu.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 78


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
BAGIAN VI
KEBUTUHAN DASAR IBU HAMIL SESUAI DENGAN TAHAP
PERKEMBANGAN KEHAMILANYA

A. KEBUTUHAN FISIK
1. Oksigen
Karena peningkatan Basal Metabolisme Rate (BMR),
terjadi peningkatan kebutuhan O2 meningkat 20 %
2. Nutrisi
Kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang janin sangat
dipengaruhi oleh zat-zat gizi yang dikonsumsi ibu. Oleh karena
itu, asupan zat gizi semasa hamil sangat penting diperhatikan.
Kebutuhan gizi selama hamil meningkat dari sebelumnya,
hal ini disebabkan karena peningkatan laju metabolisme (BMR)
Jika ibu hamil tidak dapat memenuhi kebutuhan tambahan
gizi, maka cadangan gizi dalam tubuh ibu akan digunakan untuk
memenuhinya.
Cara terbaik bagi ibu hamil untuk tetap sehat adalah
dengan makan dengan baik dan makan jenis makanan yang
tepat:
a. Makan dengan baik memberikan kekuatan wanita hamil
untuk bekerja melawan penyakit dan tetap sehat.
b. Makan dengan baik melindungi gigi dan tulang

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 79


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c. Makan dengan baik membuat bayi dalam kandungan
tumbuh lebih kuat
d. Makan dengan baik membantu ibu memulihkan
kekuatannya dengan cepat setelah melahirkan
e. Makan dengan baik membantu seorang ibu untuk
mencegah komplikasi setelah melahirkan
f. Makan dengan baik membantu ibu memproduksi air susu
yang banyak.

Yang Perlu di anjurkan pada seorang ibu hamil antara lain :


a. Agar tetap sehat ibu harus makan empat jenis makanan
setiap kali makan. Ke empat jenis makanan tersebut
adalah;
1) Makanan pokok / utama (sumber energi)
Fungsi sebagai sumber energi. Tambahan
kebutuhan kalori 300 kkal/hari.
Sumber: biji-bijian seperti beras, jagung, padi-
padian/gandum, singkong, buah sukun dan pisang.
2) Makanan pembangun (mengandung
protein)
Protein berfungsi untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin, membantu pembentukan tulang dan
otot agar tubuh menjadi kuat, jaringan otak, kulit, kuku,
rambut hormone serta enzim,pembentukan jaringan baru
dan mempertahankan jaringan yang telah ada. Tambahan
kebutuhan protein 60 gram/hari

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 80


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Sumber protein hewani: daging sapi, ikan, unggas,
telur, susu dan produk olahan susu seperti keju dan
yogurt.
Protein Nabati: kacang-kacangan dan olahannya
seperti tahu, tempe, oncom, selai kacang.

3) Makanan pelengkap ( mengandung vitamin dan mineral)


Diperlukan tubuh untuk mempertahankan kesehatan,
perkembangan janin, kekebalan tubuh, produksi sel darah
merah dan system syaraf. Beberapa vitamin hanya sedikit
disimpan dalam tubuh, seperti vit B, dan C sehingga
harus dikonsumsi setiap hari.
4) Makanan penunjang (gula dan lemak)
Dibutuhkan tubuh terutama untuk membentuk energi
dan membangun sel-sel baru, perkembangan system
syaraf janin.
 Asam lemak jenuh – sumber hewani (dapat
meningkatkan kolesterol)
Sumber: daging sapi, kambing, ayam, telur, ikan, susu
dan olahannya.
 Asam lemak tak jenuh – sumber nabati
Sumber: minyak zaitun, lemak nabati, minyak kelapa,
minyak jagung, minyak kelapa sawit

b. Makan 3 mineral penting setiap hari (Besi, Kalsium,


Yodium)

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 81


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Wanita hamil dan menyusui membutuhkan mineral
penting setiap hari. Untuk mencegah anemia, ibu hamil
dianjurkan mengkonsumsi satu tablet zat besi sehari
sesegera mungkin setelah rasa mual hilang. Tiap tablet
mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan Asam
folat 500 ug, minimal masing-masing 90 tablet selama
hamil. Tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama teh,
kopi, karena akan mengganggu proses penyerapan.
Perlu dijelaskan bahwa dalam mengkonsumsi zat besi
dapat menimbulkan sembelit dan perubahan warna faeses
(tinja) menjadi gelap. Anjurkan konsumsi zat besi diikuti
dengan sayuran, buah (Vit C) untuk meningkatkan absorbsi
zat besi. Pemberian zat besi tidak boleh lebih lama dari 6
bulan jika dilakukan tanpa pengawasan dokter. Kelebihan
zat besi dapat menimbulkan kerusakan hati, pankreas.

Status gizi ibu hamil dapat dinilai dari 3 aspek, yaitu:


a. Berat badan
b. LILA
c. Kadar Hb
Adapun Rumus mencari IMT adalah:
Indeks Massa Tubuh = Berat Badan (kg)
TB x TB(m)
IMT Wanita Dewasa Kategori
<20 Kurus
20-25 Berat Ideal
25-30 Agak Kegemukan
>30 Sangat Gemuk

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 82


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Indeks Massa Tubuh (IMT) Ibu Hamil
Sumber Data Kategori Rekomendasi kenaikan
BB
DepKes RI, 1995 Normal (18,5-25) 10-13 kg
Institute of Rendah < 19,8 12.5-18 kg
medicine (1990) Normal 19,8 – 26 11.5-16 kg
Tinggi >26 7 – 11.5 kg
- Kenali ide berdiet yang berbahaya
- Membeli makanan yang lebih baik dengan
harga murah

3. Personal Hygiene
Tujuan:
a. Agar kesehatan ibu tetap terpelihara
b. Untuk mencegah infeksi

Personal Hygiene Terdiri dari:


a. Kebersihan rambut
 Rambut harus dicudi secara teratur minimal 2 kali
seminggu
 Menyisir rambut dengan rapi
 Hindarilah kutu rambut
b. Kebersihan mulut
 Menjaga kebersihan mulut
dengan menggosok gigi sesudah makan dan sebelum
tidur
 Lindungi giginya dengan
makanan berkalsium dan menghindari gula-gula

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 83


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Anjurkan agar setiap ibu
memeriksakan giginya ke dokter gigi minimal satu kali
selama hamil.
c. Mandi
Diperlukan untuk kebersihan kulit, memperlancar sirkulasi
darah.
 Fungsi eksresi dan keringat bertambah
 Mandi 2-3 kali sehari dengan air bersih
 Cuci alat kelamin dan lap hingga kering
 Membersihkan daerah vitalnya dengan kain bersih
secara lembut.
 Mengganti pakaian dalam setiap kali BAK atau
lembab
4. Pakaian
a. Pakaian harus longgar, bersih dan tidak ada ikatan yang
ketat pada perut, terbuat dari bahan yang menghisap
keringat
b. Gunakan kutang yang longgar dan menyokong payudara
c. Memakai sepatu dengan tumit yang tidak terlalu tinggi
d. Pakaian dalam harus selalu besih dang anti setiap kali
basah/lembab

5. Eliminasi
a. BAK
Terjadi peningkatan frekuensi BAK karena penekanan
vesika urinaria oleh pembesaran uterus pd TM I serta
penurunan bagian terbawah janin pd Tm III.
Langkah-langkah untuk meringankan BAK yang sering
Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 84
Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Kosongkan saat terasa keinginan
untuk BAK
 Perbanyak minum pada siang hari
 Jangan kurangi minum di malam
hari untuk mengurangi nokturia, kecuali jika
mengganggu tidur dan menyebabkan keletihan
 Batasi minum bahan diuretics
alamiah seperti, kopi, teh, cola dengan kafein

b. BAB
Wanita yang sebelumnya tidak pernah mengalami
masalah konstipasi bisa mengalami masalah tersebut selama
Tm II dan III.
Konstipasi disebabkan oleh:
1) Relaksasi otot usus besar karena peningkatan
progesterone
2) Penyerapan air dari colon meningkat

3) Tekanan uterus yang membesar terhadap usus

4) Suplemen zat besi

5) Diet, kurang senam, kurang cairan

Langkah-langkah untuk meringankan konstipasi:


1) Minum banyak, minimal 8 gelas atau 2l tiap hari

2) Istirahat yang cukup

3) Cairan hangat pada waktu bangun, untuk merangsang

peristaltic
4) Makanan yang mengandung serat dan buah segar

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 85


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
5) Menetapkan jadwal kebiasaan biang air, mencakup

menentukan jam buang air setiap hari, kesadaran tidak


mengabaikan desakan atau menunda keinginan BAB.
6) Senam umum, jalan kaki setiap hari, postur yang baik

7) Laxative ringan, pelembut faeces, atau


glycerin.suppositoria jika dianjurkan

6. Seksual
Kehamilan bukan merupakan halangan untuk melakukan
hubungan seksual.
Hubungan seksual disarankan untuk dihentikan bila:
a. Sering mengalami keguguran/persalinan premature
b. Perdarahan pervaginam
c. Terdapat pengeluaran air (ketuban)
d. Terdapat tanda infeksi dengan pengeluaran cairan
disertai rasa nyeri/panas.

7. Mobilisasi dan body mekanik


Mobilisasi atau gerak tubuh berguna untuk memperlancar
sirkulasi darah, nafsu makan bertambahn pencernaan menjadi
lebih baik dan tidur lebih nyenyak. Gerak badan yang
melelahkan dilarang. Dianjurkan berjalan-jalan dipagi hari
dalam udara yang masih segar.
Gunakan mekanik tubuh yang terbaik. Ketika hendak
bangkit dari tempat tidur atau lantai selalu lekukkan kaki,
berguling ke pinggir, tegakkan tubuh dengan lengan ke posisi
duduk. Bila hendak mengangkat: lekukkan lutut, bukan dari

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 86


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
pinggang, lalu angkat. Langkah ini akan melindungi punggung
bawah.

8. Exercise/senam hamil
Pengaruh dari peningkatan estrogen, progesterone dan
elastin dalam kehamilan menyebabkan kelemahan jaringan ikat
dan ketidakseimbangan persendian.
Akibat dari perubahan fisik selama kehamilan adalah:
 Peregangan otot-otot
 Pelunakan ligament-ligamen
 Pelonggaran persendian
Area yang paling dipengaruhi oleh perubahan-perubahan
tersebut adalah:Tulang belakang (curva lumbar yang
berlebihan)
 Otot – otot abdominal (meregang di atas uterus hamil)
 Otot dasar panggul (menahan berat beban dan tekanan
uterus)
Bagi ibu hamil bagian ini merupakan titik kelemahan
struktur dan bagian bermasalah yang potensial, karena beban
dan menekan kehamilan. Oleh karena itu masalah postur
merupakan hal biasa dalam kehamilan;
 Bertambahnya beban dan perubahan struktur
dalam kehamilan merubah dimensi tubuh dan pusat
gravitasi
 Ibu hamil mempunyai kecenderungan besar
membentur benda-benda dan kehilangan keseimbangan
(lalu jatuh)
Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 87
Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
a. Manfaat senam hamil berdasarkan penelitian:
 Angka kejadian kelainan denyut jantung
janin, masalah tali pusat dan mekonium sangat sedikit
terjadi.
 Lebih sedikit mengalami ketidaknyamanan,
kelemahan selama kehamilan dan persalinan,
penyembuhan post partum lebih cepat
 Angka kejadia persalinan post matur lebih
sedikit dan bayi lahir dengan APGAR Skor yang lebih
baik
 Senam hamil bukan penyebab persalinan
preterm, keguguran, IUFD,IUGR, hipertensi pada
kehamilan

b. Tujuan senam hamil


Tujuan dari senam ini terdiri dari 2 macam:
1. Untuk mengurangi dan mencegah timbulnya gejala-

gejala yang menggangu selama masa kehamilan seperti


sakit pinggang, bengkak kaki, dll
2. Mengurangi ketegangan otot-otot sendi sehingga
mempermudah kelahiran
Secara lebih rinci senam hamil bertujuan :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 88


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Menyesuaikan tubuh agar lebih baik dalam menyangga
beban kehamilan
 Memperkuat otot untuk menopang tekanan tambahan
 Membangun daya tahan tubuh
 Memperbaiki sirkulasi dan respirasi
 Menyesuaikan dengan adanya pertambahan berat
badan dan perubahan keseimbangan
 Meredakan ketegangan dan membantu relaks
 Membentuk kebiasaan bernafas yang baik
 Memperoleh kepercayaan dan sikap mental yang baik
c. Yang Perlu Diperhatikan saat senam
hamil
Senam ibu hamil dihentikan jika ada sakit perut, perdarahan,
demam dan kondisi tubuh yang kurang sehat.

d. Cara Melakukan Senam di masa


kehamilan

1) Senam untuk kaki

a) Duduklah dengan kaki diluruskan ke depan dengan


tubuh bersandar tegak lurus (rileks)

b) Tarik jari-jari kaki ke arah tubuh secara perlahan-


lahan lalu lipat ke depan

c) Lakukan sebanyak 10 kali, penghitungan sesuai


gerakan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 89


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
d) Tarik kedua telapak kaki kearah tubuh secara
perlahan- lahan dan dorong kedepan. Lakukan
sebanyak 10 kali, penghitungan sesuai gerakan

Gambar 6.1

Cara senam pergelangan kaki

2) Senam duduk bersila

a) Duduklah bersila.

b) Letakkan kedua telapak tangan di atas lutut

c) Tekan lutut ke bawah dengan perlahan-lahan

d) Lakukanlah sebanyak 10 kali. Lakukan senam duduk


bersila ini selama 10 menit sebanyak 3 kali sehari.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 90


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Gambar 6.2

Salah satu senam untuk lengan

3) Cara tidur yang nyaman

a) Berbaringlah miring pada sebelah sisi dengan


lutut ditekuk

b) Tidurlah dengan posisi yang nyaman

4) Senam untuk pinggang

Posisi terlentang

a) Tidurlah terlentang dan tekuklah lutut jangan


terlalu lebar, arah telapak tangan ke bawah dan
berada di samping badan.

b) Angkatlah pinggang secara perlahan

c) Laukankah sebanyak 10 kali

Gambar 6.3

Cara senam untuk posisi telentang 1

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 91


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Gambar 6.4
Cara senam untuk posisi telentang 2

Posisi Merangkak
a) Badan dalam posisi merangkak
b) Sambil menarik nafas angkat perut berikut
punggung ke atas dengan wajah menghadap ke
bawah membentuk lingkaran.
c) Sambil perlahan-lahan mengangkat wajah
hembuskan nafas, turunkan punggung kembali
dengan perlahan
d) Lakukanlah sebanyak 10 kali

Gambar 6.5
Senam hamil dengan Posisi merangkak
5) Senam Lutut
Senam dengan satu lutut

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 92


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
a) Tidurlah terlentang, tekuk lutut kanan

b) Lutut kanan digerakkan perlahan ke arah kanan lalu

kembalikan
c) Lakukanlah sebanyak 10 kali

d) Lakukanlah hal yang sama untuk lutut kiri

Senam dengan kedua lutut


a) Tidurlah terlentang, kedua lutut ditekuk dan kedua
lutut saling menempel
b) Kedua tumit dirapatkan, kaki kiri dan kanan saling
menempel.
c) Kedua lutut digerakkan perlahan-lahan ke arah kiri
dan kanan
d) Lakukan sebanyak 8 kali

gambar 6.6
Cara senam lutut

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 93


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Gambar 6.7
Gerakan pada Senam hamil

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 94


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
9. Istirahat / Tidur
Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik,
karena istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan
kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan
perkembangan dan pertumbuhan janin.

10. Imunisasi
a. Tetanus Toxoid
Vaksinasi Tetanus Toxoid dalam kehamilan dapat
menurunkan kematian bayi dan ibu karena tetanus.
Menurut WHO, jika seorang wanita tidak pernah
mendapatkan imunisasi tetanus, ia harus mendapatkan
paling sedikit 2 kali injeksi selama kehamilan (pertama pada
kunjungan antenatal I, yang kedua pada 4 minggu
kemudian). Dosis terakhir harus diberikan sedikitnya 2
minggu sebelum persalinan.
1) Vaksinasi Tetanus Toxoid diberikan 0,5 ml secara

IM/SC.
2) Jadwal pemberian imunisasi TT adalah:

Imunisasi Interval Durasi Perlindungan


TT1 Selama kunjungan
antenatal pertama -
TT2 4 minggu setelah TT1 3 tahun
TT3 6 bulan setelah TT2 5 tahun
TT4 1 tahun setelah TT3 10 tahun
TT5 1 tahun setelah TT4 25 tahun/seumur hidup

11. Traveling

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 95


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Perjalanan jauh tidak dianjurkan pada ibu hamil bila
menderita Diabetes Mellitus, hypertensi, kehamilan trimester I,
Tm III. Perjalalanan pada tempat yang tinggi tidak dianjurkan
pada kehamilan kapanpun, karena kekurangan oksigen terlalu
beresiko bagi ibu dan janin. Hindari perjalanan yang terlalu
lama dan melelahkan. Banyaklah bergerak selama dalam
perjalanan untuk menghindari statis vena (vena stagnasi),
tromboplebitis dan varices.

12. Persiapan laktasi


Persiapan laktasi pada masa kehamilan penting dilakukan
karena ibu yang mempersiapkan sejak dini akan lebih siap
menyusui bayinya. Pada beberapa Puskesmas atau tempat
pelayanan kesehatan lainnya (RS, RB) ada kelas Bimbingan
Persiapan Menyusui (BPM). Program ini merupakan bagian
dari pelayanan ibu hamil yang mendukung keberhasilan
menyusui. Diharapkan setiap tempat pelayanan kesehatan yang
melayani ibu hamil dapat menyediakan program ini.

Pelayanan BPM meliputi:


a. Penyuluhan langsung maupun melalui bantuan sarana
audio-visual tentang:
 Keunggulan ASI dan kerygian susu buatan
 Manfaat rawat gabung
 Perawatan bayi
 Gizi ibu hamil dan menyusui
 Keluarga Berencana

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 96


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
b. Dukungan psikologis untuk ibu dalam menghadapi
persalinan dengan tujuan agar ibu meyakini kemampuannya
dan keberhasilannya menyusui.
c. Pemeriksaan payudara
d. Pemeriksaan putting susu
e. Senam hamil

Tujuan dari senam ini terdiri dari 2 macam:


1) Untuk mengurangi dan mencegah timbulnya gejala-
gejala yang menggangu selama masa kehamilan seperti
sakit pinggang, bengkak kaki, dll
2) Mengurangi ketegangan otot-otot sendi sehingga
mempermudah kelahiran

Yang Perlu Diperhatikan


Senam ibu hamil dihentikan jika ada sakit perut,
perdarahan, demam dan kondisi tubuh yang kurang sehat.
Keberhasilan menyusui didukung oleh persiapan psikologis,
yang dilakukan sejak masa kehamilan. Ini sangat berarti karena
keputusan atau sikap ibu yang positif terhadap pemberian ASI
harus ada pada saat kehamilan/bahkan jauh sebelumnya.

Faktor yang mempengaruhi sikap ibu terhadap pemberian


ASI antara lain:
a. Adat
b. Kebiasaan
c. Kepercayaan tentang menyusui di daerah masing-masing
d. Pengalaman menyusuo pada kelahiran anak sebelumnya

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 97


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
e. Kebiasaan menyusui dalam keluarga atau kerabat
f. Pengetahuan ibu dan keluarganya tentang manfaat ASI
g. Sikap ibu terhadap kehamilannya (diinginkan atau tidak)
Dukungan dokter, bidan atau petugas kesehatan lainnya,
teman atau kerabat dekat sangat dibutuhkan, terutama untuk ibu
yang baru pertama kali hamil.

Langkah-langkah mempersiapkan mental ibu untuk


menyusui:
a. Berikan dorongan kepada ibu
1) Yakinkan bahwa setiap ibu mampu
menyusui
2) Jelaskan persalinan dan menyusui
adalah proses alamiah dan hamper semua ibu berhasil
menjalaninya
3) Katakan : ibu tidak perlu cemas, bila
ada masalah, petugas kesehatan akan menolongnya.
b. Yakinkan ibu akan keunggulan ASI
Ajak ibu membicarakan susu formula dalam
perbandingannya dengan ASI sehingga ibu bisa melihat
keuntungan ASI dan kekurangan susu formula. Bantu ibu
mengatasi karaguannya karena bermasalah pada
menyusui sebelumnya atau mendengar pengalaman yang
kurang baik.
c. Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga
lain yang berperan dalam keluarga
d. Memberi kesempatan ibu untuk bertanya setiap
ia membutuhkan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 98


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Pemeriksaan Payudara
Dalam masa kehamilan perlu dilakukan pemeriksaan
terhadap payudara ibu sebagai persiapan menyusui.

Tujuan memeriksa payudara :


a. Untuk mengetahui keadaan payudara sehingga bila
terdapat kelainan dapat segera diketahui dan mendapat
tindakan sesuai.
b. Kelainan yang ditemukan secara dini diharapkan dapat
dikoreksi agar bisa menyusui dengan lancar.

Pemeriksaan payudara dilaksanakan pada kunjungan pertama ibu


memeriksakan kehamilan dengan cara secara inspeksi dan
palpasi.
a. Inspeksi
1) Payudara
a) Ukuran dan bentuk
Tak seperti yang diduga masyarakat awam,
ukuran dan bentuk payudara tidak berpengaruh pada
produksi ASI.
Perhatikan bila ada kelainan seperti pembesaran
massif, gerakan tidak simetris pada perubahan posisi.
b) Kontur dan permukaan
Permukaan yang tidak rata, adanya depresi,
elevasi, retraksi atau luka pada kulit payudara,
fikirkan kearah tumor atau keganasan.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 99


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c) Warna kulit
Pada umumnya sama dengan warna kulit perut
atau punggung, yang perlu diperhatikan adanya warna
kemerahan tanda radang, penyakit kulit atau
keganasan.
2) Areola Mamae
a) Ukuran dan bentuk
Akan meluas pada masa pubertas dan masa
kehamilan serta simetris.
b) Kontur/permukaan
Dapat licin atau berkerut. Bila ada sisik putih
perlu dipikirkan adanya penyakit kulit, kebersihan
yang kurang atau keganasan.
c) Warna kulit
Pigmentasi yang meninngkat pada masa
kehamilan menyebabkan warna kulit pada areola
lebih gelap dibandingkan sebelum hamil.
3) Papilla Mamae
a) Ukuran
Ukuran papilla mamae sangat bervariasi dan tidak
mempunyai arti khusus. Pada umumnya
permukaannya tidak beraturan. Adanya luka dan sisik
merupakan suatu kelainan.
b) Warna kulit

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 100


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Warna kulit pada papilla mamae sama dengan
areola karena juga mempunyai pigmen yang sama
atau bahkan lebih.

b. Palpasi
Dari waktu ke waktu konsistensi payudara berbeda
karena dipengaruhi oleh hormonal Bila ditemukan massa
harus digambarkan secara jelas letak dan ciri-cirinya.
Pemeriksaan sebaiknya diperluas sampai ke daerah ketiak.
Payudara yang dipersiapkan untuk proses laktasi perlu
diperhatikan dengan seksama. Dengan pakaian dalam (BH)
yang longgar dan menyokong, maka perkembangan payudara
tidak terhambat. Putting susu perlu diperhatikan agar tetap
bersih

13. Persiapan persalinan dan kelahiran bayi


Menurut WHO, + 15 % ibu hamil dapat mengalami
komplikasi yang mengancam jiwa, namun tidak mungkin dapat
memperkirakan wanita yang mana akan mengalami komplikasi.
Salah satu factor penting dalm menurunkan mortalitas ibu ialah
adanya tenaga kesehatan yang terampil pada saat persalinan.
Oleh karena itu sangat penting untuk bekerjasama dengan
ibu, keluarga dan masyarakat dalam mempersiapkan persalinan
serta membuat rencana tindakan jika terjadi komplikasi-
komplikasi.

Rencana persalinan adalah;

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 101


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Rencana tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota
keluarganya dan bidan untuk memastikan bahwa ibu
menerima asuhan yang diperlukan.
 Mengurangi kebingungan dan kekacauan pada saat
persalinan dan memungkinkan ibu menerima asuhan
yang sesuai serta tepat waktu.

a. 5 Komponen dalam persiapan persalinan


1) Membuat rencana persalinan
Idealnya setiap keluarga seharusnya mempunyai
kesempatan untuk membuat suatu rencana persalinan. Hal-
hal dibawah ini haruslah digali dan diputuskan dalam
membuat rencana persalinan antara lain :
- Tempat persalinan dan memilih tenaga kesehatan
terlatih
- Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika
terjadi kegawatdaruratan pada saat pengambil keputusan
utama tidak ada
2) Penting untuk bidan keluarga untuk mendiskusikan tentang:
- Siapa pembuat keputusan utama dalam keluarga?
- Siapa yang akan membuat keputusan jika pembuat
keputusan utama tidak ada saat terjadi kagawat
daruratan?
3) Mempersiapkan system transportasi jika terjadi
kegawatdaruratan
Banyak ibu yang meninggal karena mengalami
komplikasi yang serius selama kehamilan, persalinan atau
pasca persalinan dan tidak mempunyai jangkauan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 102


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
transportasi yang dapat membawa mereka ke tingkat asuhan
yang dapat memberikan asuhan yang kompeten untuk
masalah mereka.
Setiap keluarga seharusnya mempunyai rencana
transportasi untuk ibu jika ia mengalami komplikasi dan
perlu segera dirujuk ke tingkat asuhan yang lebih tinggi.
Rencana ini meliputi elemen-elemen:
- Dimana ibu akan bersalin (desa, fasilitas
kesehatan, rumah sakit)
- Bagaimana cara menjangkau tingkat
asuhan yang lebih lanjut jika terjadi
kegawatdaruratan
- Ke fasilitas kesehatan yang mana ibu
tersebut harus dirujuk
- Bagaimana cara mendapatkan dana jika
terjadi kegawatdaruratan
- Bagaimana cara mencari donor darah
yang potensial
4) Membuat rencana/pola menabung
Keluarga seharusnya dianjurkan untuk menabung
sejumlah uang sehingga dana akan tersedia untuk asuhan
selama kehamilan dan jika terjadi kegawatdaruratan.
Banyak sekali kasus, dimana ibu tidak mencari asuhan atau
mendapatkan asuhan karena mereka tidak mempunyai dana
yang diperlukan.
5) Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk
persalinan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 103


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Seorang ibu dapat mempersiapkan segala sesuatunya
untuk persalinan, seperti perlengkapan pakaian ibu setelah
bersalinan bahkan perlengkapan pakaian bayi, dll.

14. Memantau kesejahteraan janin


Profil Biofisik Janin yaitu suatu pemeriksaan untuk menilai
tingkat kesejahteraan janin. Uji ini terdiri dari uji non stress
dengan observasi kegiatan janin, tonus otot janin, pernafasan
janin dan volume air ketuban.
a. Non Stress Test
Uji coba nonstres dapat dilakukan pada usia kehamilan
>28 minggu. Uji non stress ini untuk melihat hubungan
antara denyut jantung janin dengan gerakan janin dan
kontraksi uterus.
Indikasi:
 Kehamilan lewat waktu
 Kembar dua yang tidak serasi
 Kehamilan dengan diabetes
 Terduga IUGR
 Preeklampsia
 Hipertensi kronik

Teknik:
- Tempatkan ibu pada posisi semi fowler atau
miring ke samping

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 104


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Tentukan variabilitas dan reaktivitas DJJ
dalam hubungannya dengan gerakan janin dan
kontraksi rahim
- Minta ibu untuk mencatat gerakan janin

b. Observasi kegiatan janin


Kesadaran ibu akan berkurang atau hilangnya gerakan
janin yang bertenaga telah dianggap sebagai tanda
peringatan telah ada insufisiensi uteroplasenta kronik.
Terutama pada kehamilan dengan hypertensi, diabetes.
Pemetaan gerakan janin dapat dilakukan pada Tm II,
terutama trimester III. Ibu diminta beristirahat pada kamar
yang tenag dengan posisi miring kesamping. Ibu diminta
menghitung gerakan janin. Pemetaan dapat dihentikan
setelah 10 gerakan dihitung. Gerakan janin yang kuat dan
bertenaga direkam pada sebuah peta gerakan janin yang
baku

c. Observasi tonus otot janin


Terdiri dari 3 atau lebih gerakan badan atau anggota badan
yang berbeda dalam 30 menit.

d. Observasi pernafasan janin


Dapat dilakukan dengan menilai kematangan paru janin
melalui rasio Lesitin dan Sfingomielin (L/S) yang

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 105


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
merupakan survaktan yang dapat menstabilkan tekanan
permukaan dalam ruang alveolar.

e. Volume Air Ketuban


Volume air ketuban dapat dinilai melalui pemeriksaan USG,
sehingga dapat diketahui jumlah air ketuban normal,
polihidramnion atau oligohidramnion. Pada kehamilan lewat
waktu, berkurangnya volume air ketuban merupakan
indikasi untuk melahirkan.

15. Ketidaknyamanan dan cara mengatasinya


No Ketidak Tri Cara mengatasi
nyamanan mester
1. Chloasma / II  Hindari sinar matahari berlebihan
perubahan selam masa kehamilan
pada arcola  Gunakan bahan pelindung non-
alergis
2. Diarea I,II,III  Cairan pengganti-rehidrasi oral
 Hindari makanan berserat tinggi
sereal kasar, buah-buahan, sayur-
sayuran laktosa yang mengandung
makanan
 Makan sedikit tapi sering untuk
memastikan kecukupan gizi
3. Edema II,III  Hindari posisi berbaring
dependen  Hindari posisi tegak untuk waktu
yang lama
 Masa istirahat dalam posisi
terlentang samping kiri dengan kaki
agak diangkat
 Angkat kaki jika bisa
 Jika perlu sering melatih kaki untuk
ditekuk ketika duduk/berdiri
 Angkat kaki ketika duduk/istirahat
 Hindari kaos kaki yang ketat/pita
Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 106
Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
yang ketat pada kaki
4. Frekuensi I,III  Penjelasan mengenai sebab-
kemih sebabnya
meningkat /  Kosongkan saat terasa untuk itu
Nocturia  Perbanyak minum pada siang hari
 Jangan kurangi minum pada malam
hari untuk mengurangi nocturia
kecuali jika nocturia mengganggu
tidur dan menyebabkan keletihan,
batasi minum bahan diureties
alamiah kopi, teh, cola dengan
cafein. Ajarkan tanda-tanda UTI,
posisi berbaring miring ke kiri pada
malam hari untuk meningkatkan
diuresis.
5. Garis-garis di Menonjol  Gunakan emollient luar/anti
perut pada bulan ke prurutic menurut indikasinya
6-7  Gunakan/kenakan pakaian yang
menopang payudara dan abdomen
6. Gatal-gatal Semua  Gunakan kompres mandi siram air
trimester sejuk
 Gunakan cara mandi oatmeal
7. Gusi berdarah Paling parah  Berkumur air hangat, asin
selama  Memeriksa gusi secara teratur
trimester II  Jaga kebersihan gigi, menggosok
gigi dan memutihkannya
8. Hemorrhoids II,III  Hindari konstipasi
(bawasir)  Makan makanan bongkahan
gunakan bungkusan es, kompres
panas/mandi sitz
 Dengan nerlahan masukkan
kembali kedalam rectum
seperlunya
9. Hidung TM I  Gunakan vaporizer udara dingin
tersumbat
/berdarah
10. Ingin makan / TM I, tapi  Tidak seharusnya menimbulkan
mengidam bisa kekhawatiran asalkan cukup bergizi
berlangsung dan idamannya bukan makanan
sepanjang yang tidak sehat

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 107


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
masa  Mendidik tentang bahaya memakan
kehamilan makanan yang tidak baik
11. Insomnia (Sulit Mulai  Gunakan teknik relaksasi
tidur) pertengahan  Gunakan teknik relaksasi progresif
masa mandi air hangat, minum minuman
kehamilan hangat (susu, teh dengan susu)
sebelum pergi tidur
 Kegiatan yang tidak merangsang
sebelum pergi tidur

12. Kelelahan TM I  Hindari makan makanan yang


menghasilkan gas
 Mengunyah makanan secara
sempurna
 Senam harian secara teratur
 Pertahankan saat kebiasaan buang
air
13. Kemerahan di Muncul  Akan hilang dengan sendirinya
telapak tangan selama 2 mg
trimester I
hilang pada I
minggu
setelah
melahirkan
14. Keputihan I,II,III  Tingkatkan kebersihan dengan
mandi setiap hari
 Pakai pakaian yang terbuat dari
katun lebih kuat daya serapnya.
Hindari pakaian dalam dari
pantyhose yang terbuat dari nilon
15. Keringat Secara  Pakailah pakaian yang tipis dan
bertambah berlahan terus longgar
meningkat  Banyak minum
selama  Mandi/bersiram secara teratur
kehamilan
16. Konstipasi II,III  Tingkatkan intake cairan di dalam
(sembelit) diet
 Buah/juice prem
 Minum cairan dingin panas
(terutama ketika perut kosong)

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 108


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Istirahat cukup
 Senam
 Buang air teratur
 Buang air besar segera setelah ada
dorongan
17. Kram pada Setelah 24  Kurangi konsumsi susu (kandungan
kaki minggu usia fosfornya tinggi) berlatih
kehamilan dorsifleksi pada kaki untuk
merentangkan otot-otot yang
terkena
 Panaskan otot kaki tersebut
18. Mati rasa & II,III, terus  Jelaskan kemungkinan
rasa geli bertambah penyebabnya
(gelenyar) sesuai dengan  Perhatian yang cermat terhadap
pada jari usia postur tubuh yang benar
tangan dan kehamilan  Bisa memperoleh keringanan
kaki dengan jalan merebahkan diri
19. Mengidam TM I tapi  Tidak perlu dikhawatirkan selama
bisa diet dalam arti gizi tetap memadai
berlangsung  Didiklah wanita tentang bahaya
terus selama makanan yang tidak benar
masa  Bahaslah rencana makanan yang
kehamilan bisa diterima yang mencakup gizi
yang diperlukan serta memuaskan
masa mengidam/kesukaan menurut
tradisi adat
20. Nafas sesak / Hyperventilas:  Jelaskan penyebab fisiologisnya
hyperventilasi awal trimester  Dorong agar secara sengaja
II SOB: mengatur laju dan dalamnya
selama pernafasan pada kecepatan normal
trimester III ketika sadar akan perlunya
hyperventilasi
 Secara periode berdiri dan
merentangkan lengan di atas kepala
serta menarik nafas panjang
 Mendorong postur tubuh yang baik
melakukan intercostat breathing
(bernafas antar rusuk)
21. Nyeri TM II,III  Penjelasan mengenai penyebab rasa
ligamentum nyeri

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 109


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
bundar  Tekuk lutut kearah abdomen
 Mandi air hangat
 Pakai bantalan pemanas kedaerah-
daerah yang terasa sakit hanya jika
asesman lain tidak melarang
 Topang uterus dengan bantal
dibawahnya dan sebuah bantal
diantara lutut pada waktu berbaring
miring

22. Palpitasi Mulai pada  Jelaskan kelaziman perubahan-


jantung akhir perubahan yang disebabkan
trimester I kehamilan
23. Panas dalam TM II dan  Makan sedikit-sedikit tapi sering
bertambah  Hindari makanan lemak yang
gencar terlalu banyak dan makanan yang
bersamaan digoreng serta berbumbu keras.
dengan Hidari rokok, kopi, alcohol, cokelat
bertambahnya (perangsang gastric) hindari
usia berbaring setelah makan dan makan
kehamilan, pas sebelum tidur.
lenyap pada  Hindari minuman saat makan
waktu  Kunyah permen karet
persalinan  Tidur dengan torso ditinggikan,
postur yang baik
24. Perut TM II,III  Hindari makan makanan yang
kembung menghasilkan gas
 Mengunyah makanan secara
sempurna
 Senam harian secara teratur
 Pertahankan saat kebiasaan buang
air
25. Ptyalism Sejak 2-3
(ludah minggu usia
berlebihan) kehamilan
dan berhenti
pada saat
persalinan
26. Pusing/hilang TM II,III  Bangun secara berlahan dari posisi
kesadaran istirahat

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 110


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Hindari berdiri terlalu lama dalam
lingkungan yang hangat dan sesak
 Hindari berbaring dalam posisi
supine
27. Rambut rontok  Jelaskan perihal kehilangan rambut
dan yakinkan ibu bahwa rambut
akan kembali saat post partum
 Kebersihan yang terjaga baik
28. Rasa Antara  Hindari bau/faktor penyebabnya
mual/muntah- minggu 5-12,  Makan biscuit kering/roti baker
muntah biasa terjadi sebelum bangkit di pagi hari
lebih awal 2-  Makan sedikit tapi sering
3 minggu  Duduk tegak setiap kali selesai
setelah HPHT makan
 Hindari makanan yang berminyak
dan berbumbu keras
 Makanan yang kering dengan
minuman diantara waktu makan
 Minum cairan berkarbonat
 Bangun dari tidur secara berlahan
dan jangan langsung bergerak-
gerak
 Jangan menggosok gigi segera
setelah makan
 Minum teh herbal
 Istirahat seperlunya dengan kaki
dan kepala dinaikkan sedikit
 Hirup udara segar, jalan-jalan, tidur
dengan jendela terbuka dan
pastikan cukup udara
29. Sakit kepala TM I,II,III  Biofeedback
 Teknik relaksasi
 Memasasse leher dan otot bahu
 Penggunaan bungkusan panas/es
keleher
 Istirahat
 Mandi air hangat
30. Sakit TM II,III  Gunakan mekanisme tubuh yang
punggung atas baik untuk mengangkat benda-
dan bawah benda
Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 111
Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Gunakan BH yang pas dan
menyokong
 Berlatihlah dengan cara
mengangkat panggul, hindari
pekerjaan yang tingginya tidak
mengenakkan, sepatu dengan hak
tinggi, mengangkat beban berat dan
keletihan
 Gunakan kasur yang keras untuk
tidur
 Gunakan bantal waktu tidur untuk
meluruskan punggung
31. Spider nevi Muncul pada  Yakinkan ibu hal itu akan segera
(pembuluh usia lenyap setelah selesai kehamilan
darah sarang kehamilan 2-
laba-laba) 5 bulan. Bisa
bertambah
ukuran dan
jumlahnya
saat
kehamilan
terus
berlanjut
32. Varikositas TM II,III  Tinggikan kaki sewaktu
pada berbaring/duduk
kaki/vulva  Berbaringlah dalam posisi tegak
lurus dan ambil posisi miring
beberapa kali sehari
 Jaga agar kaki jangan bersilang
 Hindari berdiri atau duduk terlalu
lama
 Istirahat dalam posisi berbaring
miring ke kiri
 Senam hindari pakaian dan korset
yang ketat, jaga postur tubuh yang
baik

16. Kunjungan ulang

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 112


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
a. Kunjungan Ulang Adalah setiap kali kunjungan antenatal
yang dilakukan setelah kunjungan antenatal yang tertama.
b. Tujuan:
 Mendeteksi komplikasi
 Mempersiapkan kelahiran
 Pemeriksaan fisik yang terfokus
c. WHO menganjurkan agar tiap ibu hamil mendapatkan
paling sedikit empat kali kunjungan selama periode
kehamilan:
 Satu kali pada trimester I ( 0 -14mg)
 Satu kali pada trimester II ( 14 -28 mg)
 Dua kali pada trimester III (28-36 mg)

Kunjungan ideal menurut WHO;


 0-28 mg ➽ ANC 1 kali sebulan
 29-36 mg ➽ ANC 2 kali sebulan
 36 mg ➽ ANC 1 kali seminggu
Elemen penting yang perlu dikaji pada kunjungan ulang
antenatal;
1. Riwayat kehamilan sekarang
 Gerakan janin
 Setiap masalah atau tanda bahaya
 Keluhan lazim dalam kehamilan
 Kekhawatiran-kekhawatiran lain
2. Pemeriksaan fisik
 Kenaikan berat badan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 113


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Tekanan darah  efektif untuk detekdi pre
eklampsia
 Pengukuran TFU
 Palpasi abdomen untuk mendeteksi kehamilan
ganda dan mendeteksi kelainan letak
 DJJ (> 18 mg)

3. Pemeriksaan laboratorium
Urin  Protein urin  deteksi preeklampsia
Darah  Hb  deteksi anemia

17. Pekerjaan
Pekerjaan rutin dapat dilaksanakan asalkan sesuai dengan
kemampuan dan makin dikurangi dengan semakin tuanya
kahamilan. Kehamilan juga bukan suatu halangan untuk
berkarya asalkan dikerjakan dengan pengertian sedang hamil.
Wanita karier yang hamil memiliki hak cuti hamil selama tiga
bulan, yang dapat diambil sebulan menjelang melahirkan dan 2
bulan setelah persalinan. Selama hamil harus diperhatikan hal-
hal yang dapat membahayakan kelangsungan kehamilan dan
segera memeriksakan diri.

18. Tanda bahaya dalam kehamilan


Dalam memberikan asuhan pada ibu hamil, bidan harus
waspada terhadap tanda-tanda bahaya dalam kehamilan. Pada
setiap kunjungan antenatal bidan harus mengajarkan kepada ibu
bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya ini dan mengajurkan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 114


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
untuk datang ke klinik dengan segera jika ia mengalami tanda-
tanda bahaya tersebut. Dalam menjelaskan tanda-tanda bahaya
ini sebaiknya juga kepada anggota keluarganya, khususnya
pembuat keputusan utama, sehingga si ibu akan didampingi
untuk mandapatkan asuhan.

Enam (6) tanda-tanda bahaya selama periode kehamilan adalah:


a. Perdarahan pervaginam
b. Sakit kepala yang hebat, menetap yang tidak hilang
c. Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur)
d. Nyeri abdomen yang hebat
e. Bengkak pada muka dan tangan
f. Bayi kurang bergerak seperti biasa.
Penting sekali bagi bidan untuk memeriksa tanda – tanda
bahaya ini pada setiap kali kunjungan.

a. Perdarahan Pervaginam
Perdarahan vagina dalam kehamilan jarang yang
normal. Pada awal kehamilan ibu mengalami perdarahan
sedikit atau spotting disekitar waktu pertama terlambatnya
haid, yaitu perdarahan implantasi (Tanda Hartman).
- Perdarahan tidak normal pada awal kehamilan adalah
yang merah, banyak, atau disertai dengan rasa nyeri.
Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan mola,
atau kehamilan ektopik.
- Pada kehamilan lanjut adalah perdarahan warna merah,
banyak, dan kadang-kadang, tidak selalu, disertai rasa

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 115


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
nyeri/tidak. Perdarahan seperti ini bisa berarti plasenta
previa atau solutio plasenta.

Langkah-langkah:
- Tanyakan pada ibu tentang karakteristik perdarahannya,
kapan mulai, seberapa banyak, apa warnanya, adakah
gumpalan dan lain-lain.
- Apakah ibu merasakan nyeri/sakit ketika mengalami
perdarahan tersebut?
- Periksa TD, suhu, nadi dan DJJ.
- JANGAN LAKUKAN PEMERIKSAAN DALAM UNTUK
PERDARAHAN TRIMESTER KETIGA.

b. Sakit kepala yang hebat


Sakit kepala merupakan ketidaknyamanan normal dalam
kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan masalah serius
adalah sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang
dengan beristirahat. Kadang-kadang disertai penglihatan
kabur/berbayang-bayang yang merupakan gejala dari pre
eklampsia.
Langkah-langkah:
- Tanyakan pada ibu apakah ibu mengalami oedema pada
muka, tangan atau masalah visual.
- Periksa tekanan darah, protein urine, refleks dan
edema/bengkak.
- Periksa suhu tubuh ibu, jika tinggi, fikirkan untuk
melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya
parasit malaria.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 116


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c. Perubahan visual yang tiba-tiba
- Ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam
kehamilan karena pengaruh hormonal. Perubahan ringan
adalah normal.
- Keadaan yang mengancam jiwa adalah ➽ perubahan
visual mendadak menjadi kabur atau berbayang-bayang.
- Perubahan penglihatan mungkin disertai dengan sakit
kepala hebat yang merupakan tanda pre eklampsia
Langkah-langkah:
Periksa tekanan darah, protein urine, refleks dan edema.

d. Nyeri abdomen yang hebat


- Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan
persalinan normal adalah tidak normal.
- Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah
yang mengancam adalah yang hebat, menetap dan tidak
hilang setelah beristirahat.
- Hal ini bisa karena appendicitis, kehamilan ektopik,
aborsi, penyakit radang panggul, persalinan preterm,
gastritits, penyakit kandung empedu, solution plasenta,
PHS, infeksi saluran kemih atau infeksi lain.

e. Bengkak pada muka dan tangan


Normal: Bengkak pada kaki yang muncul pada sore hari
dan hilang setelah beristirahat atau dengan
meninggikan kaki.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 117


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Abnormal: Bengkak pada muka dan tangan, tidak hilang
setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan fisik
lainnya.
Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal
jantung atau pre-eklampsia.
Langkah-langkah;
- Tanyakan apakah mengalami sakit kepala atau masalah
visual
- Periksa adanya pembengkakan
- Ukur tekanan darah dan pretein urine ibu.
- Periksa kadar Haemoglobin ibu (warna
konjungtiva/telapak tangan) dan tanyakan tentang gejala
anemia lain

f. Bayi kurang bergerak seperti biasa


- Ibu mulai merasakan gerakan janin pada bulan ke-5 atau
ke-6, beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya
lebih awal.
- Jika janin tidur, gerakannya akan melemah.
- Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode
3 jam.
- Gerakan janin lebih terasa jika ibu berbaring atau
beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.
Langkah-langkah:
Jika sebelumnya janin bergerak dan sekarang tidak
bergerak, tanyakan pada ibu:
- Kapan terakhir kali terasa pergerakan janin
- Raba gerakan janin

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 118


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Dengarkan denyut jantung janin (DJJ)

B. KEBUTUHAN PSIKOLOGIS TRIMESTER 1, 2, DAN 3


1. SUPORT KELUARGA
Pada masa kehamilan ibu mengalami perubahan besar baik
fisik maupun psikologinya. Oleh karena itu support keluarga
sangat diperlukan pada masa ini, sehingga ibu hamil dapat
menjalani kehamilannya dengan tenang dan menyenangkan.

Cara untuk menyenangkan hati ibu hamil seperti :


 Membantu pekerjaannya
 Memberikan nasehat dan hadiah
 Membantu mengurus segala keperluannya
 Membantu dan memberikan keamanan dan kenyamanan

a. SUPPORT SUAMI TERHADAP IBU HAMIL


1) Suami merupakan sumber dukungan utama yang sangat

penting untuk ibu hamil dalam menghadapi


kehamilannya.
2) Suami dapat membantu ibu hamil dan berusaha untuk

mengerti apa yang dijalani ibu hamil


3) Suami dapat menemani ibu hamil pada waktu
pemeriksaan kehamilan dan juga memberikan dukungan
secara emosional.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 119


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
4) Menjadi ayah yang baik yaitu suami dapat dijadikan

tempat untuk menceritakan masalahnya dan untuk


bertukar fikiran.
5) Suami juga mempunyai andil dalam menentukan nama

anak yang nantinya akan menambah semangat ibu

b. SUPORT ORANG TUA


1) Kehamilan pertama merupakan bukti bahwa kehamilan
berpengaruh pada hubungan antar keluarga.
2) Menyambut gembira atas kehamilan anaknya karena
dapat menambah semangat ibu dalam menghadapi
kehamilannya.
3) Orang tua merupakan orang yang dapat memberikan
pengetahuan berdasarkan pengalamannya sewaktu
menghadapi kehamilannya.

Support dari orang memberikan perasaan mudah


menerima kehamilan dan menyambut kelahiran bayinya.

Pada tiap trimester dapat diberikan suport antara lain:


1) Trimester 1

a) Lebih mendekatkan diri pada ibu hamil


b) Memberikan nasehat pada ibu yang berhubungan
dengan kehamilan
c) Membantu ibu dalam usaha menerima kehamilan
dan segala perubahan yang terjadi pada dirinya

2) Trimester II

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 120


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
a) Memberikan perhatian yang lebih kepada ibu hamil
dan janin yang dikandungnya

3) Trimester III
a) Membantu ibu dalam mempersiapkan keperluan
persalinan dan keperluan janin yang akan lahir.
b) Memberikan nasehat pada ibu agar dapat
mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi
persalinan.

2. SUPORT DARI TENAGA KESEHATAN


Dalam menjalani kehamilan seorang ibu hamil memerlukan
banyak support dari lingkungannya termasuk tenaga kesehatan.
Hal ini sangat mempengaruhi ibu hamil dalam menjalani
kehamilannya dalam rangka mempersiapkan diri untuk
menghadapi persalinan nantinya.
Support yang diberikan tenaga kesehatan dapat berguna untuk :
a. Dukungan emosional seperti memberikan penyuluhan,
melakukan asuhan yang baik, bersikap ramah dan
bersahabat terhadap ibu hamil.
b. Bila ibu hamil menemukan masalah atau kesulitan tenaga

kesehatan dapat menjelaskan atau memberikan jalan keluar


terhadap masalah tersebut.
c. Untuk meningkatkan pelayanan tenaga kesehatan khususnya

bidan bila perlu bisa diminta untuk kunjungan rumah.


d. Tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan pada ibu

hamil diharapkan dapat menjelaskan situasi yang


menunjukkan keadaan bahaya terhadap diri ibu hamil.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 121


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Physical support tenaga kesehatan bisa memberikan materi
penunjang yang berisi informasi yang berguna untuk ibu hamil.

Secara umum dapat diberikan per tri mester antara lain :


Adapun persiapan tersebut adalah :
a. Trimester 1
1) Siap tidaknya menerima kehamilan
2) Mengidentifikasi peran sebagai ibu ( untuk yang
pertama menjadi seorang ibu ).
3) Menghilangkan rasa cemas.
4) Membangun hubungan dengan ibu ( orang tua ) dan
suami untuk keperluan bayi yang dikandung serta
mempersiapkan kelahirannya.
5) Melakukan komunikasi yang baik dan efektif serta
dukungan dari lingkungan sekitarnya.
6) Menyerahkan kecemasannya kepada Tuhan Yang Maha
Esa

b. Trimester 2
1) Adanya ketenangan yang lebih sehingga pertumbuhan
dan perkembangan janin berjalan dengan baik.
2) Menambah pengetahuan tentang bagaimana merawat
bayi dengan baik dan benar ( Primipara )

c. Trimester 3

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 122


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
1) Persiapan pendamping pada persalinan.
2) Mempersiapkan keperluan :
(a) Tempat persalian
(b) Fasilitas lanjutan, alat transportasi
(c) Dana dan pengambilan keputusan pada saat
diperlukan
3) Menyiapkan diri untuk siap menghadapi kelahiran anak
4) Lebih mendekatkan diri kepada Allah Y.M.E

3. RASA AMAN DA NYAMAN SELAMA KEHAMILAN


a. Kenyamanan pada ibu hamil didapatkan dari dukungan
keluarga, penerimaan ibu terhadap kehamilannya dan rasa
percaya diri ibu hamil dalam menghadapi kehamilannya.
b. Dukungan suami dan lingkungan merupakan hal yang
penting untuk mendapatkan kenyamanan selama hamil.
c. Rasa aman juga akan tercipta apabila ibu yakin akan dirinya
sendiri atas kehamilannya.
d. Adakalanya ketidak nyamanan fisik ibu hamil berasal dari
psikologis ibu, oleh sebab itu untuk memperoleh
kenyamanan dibutuhkan keseimbangan emosional ibu.
e. Kenyamanan dan rasa aman sangat dibutuhkan oleh ibu
hamil karena bila tidak terpenuhi dapat menyebabkan
gangguan terhadap kehamilan.

4. PERSIAPAN MENJADI ORANG TUA


Semakin baik persiapan untuk mengemban perannya
semakin tenang mereka pada waktu menyambut kelahiran

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 123


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
bayinya dengan membawa bayinya pulang ke rumah dan
mengambil alih perawatan bayinya.

5. PERSIAPAN SIBLING
a. Berhubungan akrab dengan lingkungan baru akan
mengurangi kecemasan anak.
b. Harapan yang nyata menolong untuk menerima tingkah laku
BBL, membantu anak yang lebih tua untuk menerima peran
baru dengan cara :
1) Mendengakan cerita tentang apa yang dapat dilakukan

BBL dan anak mulai menyambut kelahiran bayi.


2) Dengan memegang boneka dengan hati-hati untk
menjaga kepalanya
3) Dan mencari tahu apa yang dilakukan bila bayi

menangis
4) Mempersiapkan anak-anak yang memerlukan bantuan

dalam menerima peran baru dengan bermain peran.


5) Mengenalkan suatu perasaan yang dapat meningkatkan

kemampuan untuk anak yang lebih tua seperti :


 Menonton film yang menggambarkan perasaan
cemburu, marah dll
 Menggambarkan sebuah gambar untuk menunjukan
tentang perasaan anak dan memberikan pengertian
tentang kehamilan ibunya serta kelahiran bayi

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 124


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
BAGIAN VII
ASUHAN KEHAMILAN

A. ASUHAN KEHAMILAN KUNJUNGAN AWAL


1. TUJUAN KUNJUNGAN.
a. Tujuan Umum
Tujuan Umum adalah menyiapkan seoptimal
mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama kehamilan,
persalinan dan nifas. Sehingga didapatlan ibu dan anak
yang sehat.
b. Tujuan Khusus adalah :
1) Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang

mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan, dan


nifas.
2) Mengenali dan mengobati panyakit-penyakit yang

mungkin diderita sedini mungkin.


3) Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan

anak.
4) Memberika nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-

hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan,


nifas dan lektasi.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 125


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
2.PENGKAJIAN DATA KESEHATAN IBU HAMIL.
Pemeriksaan kebidanan terbagi dalam :
a. Anamnesa .
b. Pemeriksaan fisik.
c. Pemeriksaan Diagnostik.

a. ANAMNESA
Anamnesa riwayat pasien yang lengkap harus
sudah dilakukan pada kunjungan pertama. Bersama
dengan hasil pemeriksaan fisik, hasil anamesa ini akan
memberikan landasan akan menysun rencana asuhan
Kebidanan secara individual selama kehamilan.
Anamnesa terdiri dari :
1) Identitas : Nama ibu, 2 umur ibu, pekerjaan ibu,
nama suami, agama, dan alamat. Maksud pertanyaan
ini ialah untuk identifikasi (mengenal) ibu dan
menentukan status sosial ekonominya yang harus
kita ketahui, misalnya untuk menenukan anjuran apa
atau pengobatan apa yang diberikan. Umur penting
karena ikut menentukan prognosa kehamilan, kalau
umur terlalu lanjut atau terlalu muda maka
persalinan lebih banyak resikonya.
2) Alasan Kunjungan dan Keluhan utama, untuk
mengetahui apakah ibu datang untuk pemeriksaan
kehamilanya atau ada keluhan-keluhan lain yang
penting.
3) Tentang Riwayat menstruasi Meliputi : Menarche,
siklus, banyaknya, warna darah, lama haid, sifat

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 126


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
darah, Haid teratur atau tidak, dan dismenorhoe,
Anamnesa haid memberikan kesan pada kita tentang
faal alat kandungan, teratur tidaknya haid, dan
siklusnya bisa dipergunakan untuk
memperhitungkan perkiraan tanggal persalinan.
4) Riwayat kehamilan sekarang. Meliputi : Kapan
HPHT, TP, Keluhan di tiap trimester, pergerakan
janin pertama kali dirasakan ibu, berapa kali
pergerakan janin dalam 24 jam. Hal ini memberikan
kesan bahaimana kondisi kehamilan ibu sekarang
5) Keluhan yang dirasakan ibu pada kehamilan ini.
Kalau kehamilan masih muda adakah mual, muntah,
sakit kepala, perdarahan. Kalau kehamilan sudah tua
adakah bengkak dikaki atau muka, sakit kepala,
perdarahan sakit pinggang, dll. Keluhan ini nanti
akan diingat dalam memberikan pengobatan.
6) Kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu. Meliputi:
(anak ke, umur dan jenis kelamin anak, usia
kehamilan cukup bulan, kurang bulan, atau lebih
bulan, jenis persalinan Persalinan, spontan atau
buatan, tempat / penolong persalinan ditolong oleh
siapa (dokter/bidan)., BB dan PB anak yang lahir,
komplikasi pada saat persalinan yang lalu (ibu
apakah perdarahan panas/demam dan bayi apakah
ada infeksi / demam), laktasi .
7) Riwayat Kontrasepsi. Jenis kontrasepsi yang
digunakan, lama pengunaan, alasan berhenti dan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 127


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
keluhan yang dialami oleh ibu. Hal ini bertujuan
mengetahui konsep pengaturan jumlah keluarga
8) Riwayat Kesehatan meliputi : riwayat penyakit yang
pernah di derita, Riwayat Alergi, riwayat transfusi
darah, riwayat pernah mengalami kelainan jiwa.
Dari anamnesa kita mempunyai kesan tentang
keadaan penderita dan kemudian akan mencocokan
perencanaan
9) Riwayat kesehatan keluarga untuk mengetahui
faktor penyakit yang diturunkan ataupun yang dapat
ditularkan oleh keluarga terdekat yang dapat
mempengaruhi kehamilan. Termasuk riwayat
kehamilan kembar guna mendeteksi adanya resiko
kehamilan kembar
10) Pola Makan (jenis makanan, porsi yang biasa
dihabiskan), minum (jumlah adakah minum susu),
masalah dalam makan dan minum, ini berguna untuk
melihat gambaran intake cairan dan nutrisi ibu
selama hamil
11) Pola eliminasi (BAK dan BAB) apakah ada keluhan
yang menggambarkan adanya infeksi ataupun
gangguan peristaltik usus
12) Personal Higiene bertujuan untuk melihat bagaimana
kebersihan diri si ibu
13) Pola hubungan seksual
14) Aktifitas sehari-hari apakah ada masalah atau tidak

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 128


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
15) Olahraga untuk melihat bagaimana kesiapan ibu
dalam senam hamil guna menghadapi proses
persalinan
16) Pola Istirahat dan tidur untuk melihat kecukupan ibu
istirahat dan tidur
17) Keadaan sosial (kondisi perkawinan, kehamilan
direncanakan / tidak, status emosional, dll
sebagainya untuk mengambarkan penerimaan ibu
dan keluarga mengenai kehamilan dan siapa yang
bertanggung jawab apabila kehamilannya
mengalami masalah.
18) Keadaan ekonomi yang mengambarkan konsisi
finansial keluarga sehingga apabila ada masalah kita
bisa menyarankan pengunaan askes untuk keluarga
miskin apabila mereka perekonomianya sangat
minim
19) Kegiatan spritual yang mengambarkan kedekatannya
pada sang pencipta

b. PEMERIKSAAN
Pemeriksaan fisik pada ibu hamil pada kunjungan
yang pertama kadang-kadang merupakan pemeriksaan
tubuh lengkap yang dialami untuk pertama kalinya sejak
usianya kanak-kanak. Petugas yang melakukan
pemeriksaan pada ibu hamil harus menyadari hal ini dan
dengan demikian membantunya dalam menjalani
pemeriksaan tersebut.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 129


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Kadang keadaan yang asimptomatik namun serius
(seperti penyakit TBC, tumor payudara, penyakit
kardiovaskuler, anemia) ditemukan untuk pertama kali.
Problem yang lain yang tidak begitu serius dapat dikenali
dan diatasi secara dini sebelum akibatnya dirasakan.
Kandung kemih yang kosong membuat pemeriksaan
terasa lebih nyaman bagi ibu hamil dan juga akan
memberikan lebih banyak informasi bagi dokter.

Pemeriksaan Fisik terdiri dari :


1) Pengukuran Fisik Umum .
- Kesadaran
- BB sebelum dan sesudah hamil
- Tinggi badan
- Lila
2) Tanda-tanda vital (TD, Nafas, Nadi, Suhu)
3) Pemeriksaan Fisik
a) Kepala dan leher.
 Edema diwajah.
 Mata berwarna kuning.
 Muka pusat.
 Leher meliputi pembengkakan saluran
limfa atau pembengkakan kelenjar tyroid.
b) Payudara.
 Pembesaran
 Simetris/tidak.
 Puting susu.
 Benjolan.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 130


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Pengeluaran.
 Rasa nyeri.
 Lain-lain.
c) Abdomen yang diperiksa meliputi :
- Pembesaran
- Luka operasi.
- Konsistensi.
- Pembesaran lien/liver.
- Kondisi Kandung kemih teraba atau tidak
d) Genitalia Luar
- Varices.
- Perdarahan.
- Luka.
- Cairan yang keluar.
- Kelenjar bartolini.

e) Ekstremitas atas dan bawah yang diperiksa


meliputi :
- Oedema.
- Kekakuan otot.
- Kemerahan.
- Varices.

Pemeriksaan Khusus Kebidanan.


1) Palpasi.
Palpasi perut untuk menentukan :
- Besar dan konsistensi rahim,
- Bagian-bagian janin, letak, presentasi,

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 131


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Gerakan janin,
- Kontraksi rahim Braxton-Hicks dan his.

Cara palpasi ada beberapa macam:


(a) Menurut Leopold dengan variasi,
(b) Menurut Knibel,
(c) Menurut Budin dan,
(d) Menurut Ahlfeld.

Palpasi menurut Leopold,


* Leopold I
Pemeriksaan untuk menentukan Tinggi Fundus
Uteri dan bagian janin dalam fundus.

Gambar
Leopold 1
- Konsistensi uterus.
- Pemeriksa menghadap ke arah muka ibu, dan
berdiri disebelah kanan ibu,
- Kaki ibu ditekuk,
- Tentukan bagian apa dari janin yang terdapat
dalam fundus yaitu :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 132


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Sifat kepala, keras, bundar dan
melenting.
Sifat bokong, lunak kurang bundar dan
kurang melenting.
Pada letak lintang fundus uteri kosong.

* Variasi menurut Knebel : (menentukan letak


kepala
atau bokong dengan satu tangan difundus dan
tangan lain diatas simfisis.).
* Leopold II;
- Menentukan letak punggung janin.
- Menentukan letak bagian-bagian kecil janin.
- Pada letak lintang, tentukan dimana kepala janin.

Gambar
Leopold 2
* Variasi menurut Budin : (menentukan
letak punggung dengan satu tangan menekan
difundus).

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 133


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
* Leopold III;
- Menentukan bagian terbawah dari janin.
- Apakah bagian terbawah sudah masuk atau masih
goyang.

* Variasi menurut Ahlfeld :


(menentukan letak punggung dengan pinggir
tangan kiri diletakan tegak di tengah perut.)

Gambar
Leopold 3

* Leopold IV;
- Menentukan apakah bagian terbawah janin
sudah masuk pintu atas panggul.
(Jika kita rapatkan kedua tangan pada
permukaan dari bagian terbawah dari kepala
yang masih teraba diluar dan :- Kedua tangan itu
Convergent, maka hanya sebagian kecil dari

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 134


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
kepala turun kedalam rongga panggul. Jika
kedua tangan sejajar, maka separuh dari kepala
masuk kedalam rongga panggul. Jika kedua
tangan Divergen, maka bagian terbesar dari
kepala sudah melewati PAP.

Gambar
Leopold 4

c. Auskultasi.
Digunakan stateskop monoral (stateskop obstetrik)
untuk mendengarkan denyut jantung janin (DJJ). Yang
dapat kita dengarkan adalah :
 Dari janin : - djj pada bulan ke 4-5.
- bising tali pusat.
- gerakan dan tendangan janin.
 Dari ibu : - bising rahim (uterine souffle).
- bising aorta.
- peristaltik usus.
Cara menghitung djj :
- setiap menit misalnya 140 kali per menit.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 135


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Dihitung 3 x 5 detik secara berurutan,
dengan cara ini dapat diketahui teratur tidaknya djj,
contoh :
- 11 12 11
- djj = 4 x (11 + 12 + 11) = 136 permenit
teratur.
- 10 14 9
- djj = 4 x (10 + 14 + 9) = 132 permenit
tidak teratur.
d. Pemeriksaan Panggul.
 Alat pengukur
panggul :pita meter, jangka panggul (martin,
oscander, collin), pevimetri rontenologis dibuat oleh
ahli radiologi yang hasilnya diinterpertasikan serta
dikalkulasikan oleh ahli kebidanan.

Ukuran –ukuran luar panggul:


- Distantia Spinarum : jarak antara spina iliaca
anterior superior kiri dan kanan, (Ind. 23, Er. 26)
- Distantia Cristarum : jarak yang terjauh antara
cristailiaca kanan dan kiri, (Ind. 26, Er. 29).
- Conjugata Externa (Baudeloque) : jarak antara
pinggir atas syimpisis dan ujung processus spinosus
ruas tulang lumbal ke-V, (Ind. 18, Er. 29).
- Ukuran Lingkar Panggul: dari pinggir atas sympisis
ke pertengahan antara spina illiaca anterior superior
dan trochanter mayor sepihak dan kembali melalui

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 136


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
tempat-tempat yang sama dipihak yang lain, (Ind.
80, Er. 20).

e. Pemeriksaan Genitalia Bagian Dalam.


Indikasi untuk pemeriksaan dalam yaitu ;
- indikasi sosial untuk melakukan keadaan
kehamilan atau pesalinan, sebelum ditinggalkan
penolong.
- Jika pada pemeriksaan luar, kedudukan
janin tidak dapat ditentukan.
- Jika ada sangkaan kesempitan panggul
dan CPD.
- Jika karena sesuatu, persalinan tidak
maju-maju.
- Jika akan diambil tindakan obstetri
operatif.
- Menentukan nilai skor pelvis.

Vagina Toucher (VT) adalah untuk mengetahui :


- Bagian terbawah janin.
- Kelau bagian yang terbawah adalah
kepala, dapat ditentukan posisi uuk, uub, dagu,
hidung, mulut, dan sebagainya.
- Kalau letak sungsang, dapat diraba anus,
sakrumdan tuber ischii.
- Pambukaan servik, turunya bagian
terbawah dari janin, kaput suksedeneum, dan
sebagainya.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 137


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Secara umum dapat dievaluasi kedalam
vagina, serviks, dan panggul.
- Pelvimetri klinik
- Pemeriksaan dalam memakai jari
telunjuk dan jari tengah dengan mencoba meraba
promontorium. Bila teraba, batasnya ditandai dengan
telunjuk tangan kiri lalu telunjuk dikeluarkan dan
diukur. Akan diperoleh konjunggata diagonalis, bila
dikurangi 1,5 cm diperoleh konjungata vera (CV).

f. Pemeriksaan Laboratorium.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM ANTENATAL YANG
LAZIM DILAKUKAN.
Jenis Indikasi Keterangan
Pemeriksaan
Tes Urine. Untuk memastikan kehamilan Dilakukan secara
Tes rutin pada
kehamilan kunjungan pertama,
(HCG) sebaiknya
pemeriksaan
dilakukan pada
spesimen urine pagi
hari (pekat)

Protein Untuk menemukan penyakit Pemeriksaan


ginjal dan pre-eklamsi. dilakukan secara
rutin pada setiap
kali kunjungan, jika
ditemukan protein,
urin didihkan dan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 138


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
urine yang diambil
adalah urine
midstream.

Glukosa Untuk menemukan diabetes Pemeriksaan


gestasional atau diabetes tak dilakukan secara
terdiagnosis rutin setiap kali
kunjungan.

Tes toleransi Untuk menyingkirkan Banyak dirumah


glukosa kemungkinan diabetes sakit (dinegara
maju) yang
melakukan secara
rutin pada usia
kehamilan 32 mg.

Pengumpulan Untuk menilai fungsi placenta Di RS negara maju


estriol dan kesehatan janin yang melakukan
secara rutin pada
usia kehamilan 30
dan 36 mg,
spesimen
dikumpulkan
selama 24 jam.

Tes darah Untuk mengetahui golongan Dilakukan secara


Golongan darah dan Rh yang penting rutin pada
darah dan Rh pada kasus yang memerlukan kunjungan pertama,
transfusi segera; pemeriksaan jika antibody Rh
antibody dilakukan pada darah positif,
dengan Rh negatif. pemeriksaan titer
dapat diulangi pada
kehamilan 16, 24,
28, 32, dan 36 mg.

Hemoglobin Untuk menyingkirkan anemia. Dilakukan secara


rutin pada
kunjungan pertama,
pada kehamilan 32
mg dan jika
adiperlukan.

Titer antibody Untuk memastikan anti Dilakukan secara


rubella kekebalan rutin pada
kunjungan pertama.

USR Untuk menyingkirkan Dilakukan secara

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 139


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
(unheated kemungkinan penyakit sifilis. rutin pada
serum reagin) kunjungan pertama,
atau VDRL dan dapat diulang
selama kehamilan
jika diperlukan.

Pemeriksaan Untuk menyingkirkan Dilakukan secara


Swab kemungkinan keganasan rutin pada
Sediaan apus cerviks kunjungan pertama.
serviks

Sediaan apus Dilakukan setiap pengeluaran Jika diperlukan


vagina sekret vagina (keputihan) dan untuk pemeriksaan
untuk menyingkirkan sekret vagina,
kemungkinan gonore serta dilakukan secara
infeksi oleh streptokkokos grup rutin saat
B. kunjungan pertama.

Sampling villi Untuk menyingkirkan Dilakukan dengan


korialis kemungkinan kelainan USG pada
(pengambilan kromosom pada ibu hamil kehamilan 8-10 mg,
sebagian vili beresiko, untuk mendiagnosis sebagian besar
yang penyakit tertentu hasilnya sudah
mengelilingi dapat diperoleh
kantong dalam waktu 2 mg,
kehamilan). resiko pada
kehamilan sebesar
 5%, kadang-
kadang diperoleh
hasil positif palsu.

Amniosintesis Suspek abnormalitas janin, Dilakukan dengan


(pengambilan keluarga dengan penyakit yang USG, bahaya pada
sampel cairan berhubungan denganjenis kehamilan sekitar
amnion) kelamin, untk menyingkirkan 5%. Pemeriksaan
kemungkinan defek neural tube. ini tidak dilakukan
Kemudian pemeriksaan pada kehamilan
antibodi pada wanita dengan Rh sebelum 14 mg,
negatif untuk menilai maturitas waktu yang
paru janin (rasio L/S). diperlukan untuk
mendapatkan hasil
pemeriksaan bisa 4
mg.

Pemeriksaan Untuk membuktikan kehamilan, Non-invasif; cukup


USG usia kehamilan dan ukuran serta sering dilakukan.
lokasi placenta, untuk
menyingkirkan kemungkinan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 140


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
kehamilan kembar serta
beberapa abnormalitas.

Amnioskopi Untuk menyingkirkan Tidak dilakukan


kemungkinan adanya sebelum kehamilan
mekonium dalam cairan 37 mg,
amnion, bayi postmatur, pemeriksaan
riwayat kehamilan yang jelek. dilakukan dengan
selang logam
memakai sumber
penerangan yang
disisipkan lewat
serviks, amnioskopi
dapat memicu
persalinan
.
Monitor Untuk menyingkirkan Non- invansif, tidak
(karditograf) kemungkinan abnnormalitas dilakukan secara
denyut jantung janin, untuk rutin tetapi kini
mengamati respon janin sering dilakukan.
terhadap kontraksi rahim, kadar
estriol yang rendah, penurunan
gerakan janin, kehamilan resiko
tinggi

3. MENENTUKAN DIAGNOSA.
Setelah pemeriksaan selesai kita tentukan diagnosa. Akan
tetapi pada pemeriksaan kehamilan tidak cukup kita membuat
diagnosa kehamilan saja, tetapi kita harus dapat menjawab
pertanyaan sebagai berikut :
1) Hamil atau tidak .
2) Primi atau multigravida.
3) Tuanya kehamilan.
4) Anak hidup atau mati.
5) Anak tunggal atau kembar.
6) Letak anak.
7) Anak intra uterin atau extra uterin.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 141


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
8) Keadaan jalan lahir.
9) Keadaan umum penderita.

Semua jawaban ini dikemukakan sebagai ikhisar


pemeriksaan dan atas ikhtisar kemudian dibuat prognosa
persalinan (ramalan mengenai persalinan.).
1) Hamil atau tidak hamil
Tanda-tanda hamil dapat dibagi dua golongan : (Tanda-
tanda pasti dan tanda-tanda mungkin).

2) Primi atau multigravida.


Perbedaan primi dengan multigravida :
Primi : multi :
- buah dada tegang - lembek, menggantung.
- puting susu runcing - puting susu tumpul.
- perut tegang & menonjol. - perut lembek & menggantung.
- striae lividae. - strae lividae & striae albicans.
- perineum utuh. - perineum berparut.
- vulva tertutup. - vulva menganga.
- hymen perforatus. - carunculae myrtiformis.
- vagina sempit & teraba rugae. - vagina linggar, selaput lendir
licin.
- portio runcing, ost. Ext tertutup. - portio tumpul & terbagi bibir
depan dan bibir belakang.

4. Tuanya kehamilan.
Tuanya kehamilan dapat diduga dari :lamanya amenore,
tingginya fundus uteri, dari besarnya anak terutama dari

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 142


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
besarnya kepala anak misalnya; diameter biparietal dapat diukur
secara tepat dengan ultrasound (A Scan). Dari saat mulainya
terasa pergerakan anak, dari masuk atau tidak masuknya kepala
dalam rongga panggul, kemudian dengan pemeriksaan
amniocentesis (orange Staned cells, kreatinin dll).

Perbedaan antara kehamilan 8 bulan dengan 10 bulan


8 bulan 10 bulan
- perut lebih kecil. - perut lebih besar.
- epigastrium tegang pada primi - epigastrium lembek.
- pusat menadatar. - pusat menonjol.
- kepala kecil. - kepala besar.
- kepala belum turun ke dalam - kepala sudah turun kedalam
rongga panggul. rongga panggul.

5. Anak hidup atau mati.


Janin hidup (lihat pemeriksaan DJJ)
Tanda-tanda kematian anak didalam rahim :
1. bunyi jantung anak tidak terdengar lagi.
2. rahim tidak membesar malahan fundus uteri turun.
3. palpasi anak menjadi kurang jelas.
4. reaksi biologis menjadi negatif, setelah anak mati kira-kira
10 hari.
5. pada gambar rontgent terlihat :
 tanda spalding : tulang-tulang tengkorak tutup
menutupi, disebabkan isi tengkorak berkurang karena
otak mencair.
 Tulang punggung sangat melengkung.
Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 143
Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Adanya gelembung-gelembung gas dalam janin.
6. ibu tidak merasakan pergerakan anak.

6. Anak tunggal atau kembar.


Tanda anak kembar ialah ;
 perut lebih besar daripada yang sesuai
dengan tuanya kehamilan.
 Meraba tiga bagian besar atau lebih (yang
dimaksud dengan bagian besar ialah kepala dan bokong
sedangkan yang bagian kecil ialah kaki dan tangan).
 Meraba 2 bagian besar berdampingan.
 Meraba bagian bagian kecil.
 Mendengar bunyi jantung anak pada dua
tempat dengan sama jelasnya dan dengan perbedaan
frekwensi 10 denyut atau lebih dalam 1 menit.
 Pemeriksaan elektrokardiografi,
ultrasound.
 Pada hidramnion selalu diingat
kemungkinan kehamilan kembar.
 Pada Ro foto atau ultrasonogram nampak
2 kerangka janin.

7. Letak anak.
Letak anak sangat penting berhubungan dengan prognosa
persalinan.beberapa letak seperti letak lintang dan letak dahi
tidak dapat lahir spontan pada anak hidup aterm, dan jika tidak
diperbaiki berbahaya bagi ibu maupun anak.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 144


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Istilah letak anak dalam ilmu kebidanan mengandung 4
pengertian :
a. Situs : (letak), yang dimaksud ialah letak
sumbu panjang anak terhadap sumbu panjang ibu.
b. Habitus : (sikap), yang dimaksud ialah letak
bagian-bagian anak satu terhadap yang lain.
c. Positio : (posisi), yang dimaksud ialah letak
salah satu bagian anak yang tertentu terhadap dinding perut
atau jalan lahir. Mungkin terjemahan yang terbaik ialah
kedudukan.
d. Presentatio : (presentasi), yang dimaksud ialah
apa yang menjadi bagian yang terendah.

8. Anak intra uterin atau extra uterin.


Oleh karena beberapa sebab, telur kadang- kadang
bersarang diluar rahim seperti didalam tuba, ovarium atau
rongga perut. Keadaan demikian disebut Kehamilan Ektopik
(kehamilan di luar tempat yang biasa) atau kehamilan exstra
uterine (kehamilan diluar rahim).
Tanda-tanda bahwa anak (yang sudah agak besar)
tumbuh di luar rahim ialah:
1. Pergerakan anak lebih nyeri dirasakan oleh
ibu.
2. Anak lebih mudah diraba dari luar.
3. Tumor yang mengandung anak tak pernah
mengeras (kontraksi braxton hicks).
4. Disamping anak kadang-kadang teraba
tumor ialah uterus yang membesar.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 145


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
5. Pada foto rontgent terlihat bahwa bagian
terendah anak tinggi letaknya dan anak dalam letak paksa.
6. Kalau persalinan sudah mulai, maka
pembukaan tetap kecil  sebesar jari dan kalau kita
masukan jari kedalam kavum uteri, maka ternyata cavum
uteri kosong.
7. Percobaan pitocin : kalau kita suntikan
pitocin 2 u intravenus, maka teraba rahim mengeras
disamping anak, sedangkan tumor yang mengandung anak
tidak mengeras.
8. Dengan membuat foto rontgent dengan
sonde didalam kavum uteri atau dengan
hysterosalpingografi.

9. Keadaan jalan lahir. (telah diuraikan pada pemeriksaan


panggul).

10.Keadaan umum penderita.


- Keadaan umum ibu tentu juga sangat
mempengaruhi prognosa persalinan, ibu yang lemah atau
sakit keras tentu tak dapat diharapkan menyelesaikan
persalinan dengan baik.
- Sering kita dapat menduga adanya
penyakit pada wanita hamil dari keadaan umum penderita
atau dari anamnesa, misalnya ; adanya anemia, cyanosis,
sesak nafas, icterus, keadaan nadi dan turgor harus
membangkitkan kewaspadaan.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 146


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
B. ASUHAN KEHAMILAN KUNJUNGAN ULANG

Kunjungan ulang yaitu setiap kali kunjungan antenatal yang


dilakukan setelah kunjungan antenatal pertama.

Kunjungan ulang dilakukan/ dijadwalkan setiap 4 minggu


sekali sampai umur 28 minggu. Selanjutnya tiap 2 minggu sekali
sampai umur kehamilan 36 minggu dan setiap minggu sampai
bersalin.

INGAT : Wanita hamil seyogyanya melakukan kunjungan


antenatal sebanyak 4 kali selama kehamilan.

Kunjungan antenatal pertama : riwayat ibu dan pemeriksaan


fisik.

Kunjungan antenatal ulang : pendektesian komplikasi-


komplikasi ibu dan janin, mempersiapkan kelahiran dan
kegawatan, pemeriksaan fisik yang terfokus dan pengajaran.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan kunjungan


ulang:

1. Pihak Ibu
a. Riwayat Kehamilan Sekarang

 Setiap masalah atau tanda-tanda bahaya : perdarahan


vagina, sakit kepala yang hebat, perubahan visual secara
tiba-tiba, nyeri abdomen yang hebat, bengkak pada muka/
tangan, gerak janin berkurang.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 147


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Keluhan-keluhan lazim kehamilan : pegel-pegel, kram
pada kaki, sering kencing, pigmentasi kulit, sembelit.
 Kekhawatiran-kekhawatiran  lain : apakah bayi yang
dikandungnya sehat, melahirkan itu sakit.
 Perasaan ibu pada kunjungan sekarang.

b. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan tekanan darah;


berat badan; tinggi fundus uteri (tafsiran berat janin);
auskultasi (mengetahui denyut jantung janin); palpasi
abdominal untuk mendeteksi kehamilan ganda (setelah UK
28 minggu); manuver Leopold untuk mendeteksi kedudukan
abnormal (setelah 36 minggu).

c. Pemeriksaan keadaan umum

Pemeriksaan keadaan umum meliputi penampilan; sikap


tubuh dan emosi ibu.

2. Pihak Janin

Pada Janin yang perlu dikaji adalah gerakan janin; denyut


jantung janin (DJJ), dilakukan setelah UK 12 minggu; tafsiran
berat janin (TBJ); letak dan presentasi, engagement (masuknya
kepala ke panggul); kehamilan kembar/ tunggal.

3. Laboratorium

Pemeriksaan penunjang laboratorium yang dapat dilakukan


pada kunjungan ulang antenatal adalah : Hemoglobin (Hb),

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 148


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
hematokrit (Hmt); STS (Serologic test for syphilis) pada
trimester III diulang; Kultur untuk gonokokus; Protein urin;
Gula dalam darah; VDRL

Pendidikan Kesehatan dan Persiapan Kelahiran serta


Kegawatdaruratan

1. Memberitahu ibu mengenai ketidaknyamanan normal yang


dialami.
2. Menanyakan pada ibu mengenai kondisi nutrisi, tambahan zat
besi dan anti tetanus.
3. Ajarkan ibu mengenai (sesuai umur kehamilan), yaitu
pemberian ASI, KB, latihan/ olahraga ringan, istirahat, nutrisi.
4. Diskusikan mengenai rencana persalinan kelahiran/
kegawatdaruratan.
5. Ajari ibu tanda bahaya, pastikan ibu memahami apa yang akan
dilaksanakan jika menemukan tanda bahaya.
6. Jadwalkan kunjungan berikutnya.
7. Mencatat kunjungan dengan SOAP.

BAGIAN VIII
DETEKSI DINI TERHADAP KOMPLIKASI IBU DAN
JANIN

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 149


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
A. TANDA-TANDA DINI BAHAYA / KOMPLIKASI IBU DAN
JANIN MASA KEHAMILAN MUDA

1. Perdarahan pervaginam

Perdarahan Pervaginam pada hamil muda mesti difikirkan


diagnosa :

1. Abortus
2. Kehamilan Mola
3. Kehamilan Ektopik
a. Abortus

Abortus adalah berakhirnya kehamilan oleh akibat-akibat


tertentu pada atau sebelum kehamilan 22 minggu atau buah
kehamilan belum mampu hidup diluar kandungan. Abortus
dibagi atas beberapa jenis antara lain :

1) Abortus spontan, abortus yang terjadi secara alamiah tanpa

intervensi luar untuk mengakhiri kehamilan tersebut.


2) Abortus buatan, terjadi akibat intervensi tertentu yang

bertujuan untuk mengakhiri proses kehamilan (abortus


provokatus).
3) Abortus infeksius, abortus yang disertai komplikasi infeksi.

Penanganan dengan pengosongan uterus.


4) Missed abortion, perdarahan disertai dengan retensi hasil

konsepsi yang telah mati hingga 8 minggu atau lebih.


Penanganannya dengan tindakan dilatasi.

Tabel 1.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 150


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Tanda dan Penanganan Abortus Sesuai Jenisnya

Jenis
Tanda Penanganan
Abortus
Iminen Flek (darah coklat) Bed rest total
Insipien Ostium terbuka, darah +, nyeri Dilatasi & kuterase
Darah -/+, nyeri, sebagian konsepsi Digital, uterotonika &
Inkomplit
keluar antibiotika
Komplit Hasil konsepsi keluar Uterotoni
b. Kehamilan Mola

Kehamilan mola adalah suatu kehamilan dimana setelah


fertilisasi, hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio
tetapi terjadi proliferasi dari vili korealis disertai dengan
degenerasi hidropik. Tandanya adanya perdarahan, besar uterus
tidak sesuai umur kehamilan, tidak ada tanda pasti hamil, keluar
jaringan mola, kadar HCG positif, muka dan badan pucat
kekuningan dan saat USG ada gambaran seperti badai salju.

Penanganannya adalah evakuasi mola secepatnya dan


periksa ulang secara teratur.

c. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan dimana setelah


fertilisasi implantasi terjadi di luar endometrium kavum uteri,
seperti di ovarium, serviks dan tuba fallopi. Tanda dan
gejalanya adalah HCG positif, amenorea, perdarahan vagina,
nyeri abdomen bagian bawah, pucat/ anemi, kesadaran menurun
dan lemah, syok hipovolemik, nyeri goyang porsio dan perut

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 151


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
kembung. Penanganannya dilakukan stabilisasi dengan
merestorasi cairan tubuh dengan larutan kristaloid dan tindakan
operatif.

2. Hiperemesis Gravidarum
1. Definisi 
Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang
berlebihan pada kehamilan, sering terjadi pada ibu yang
hamil pertama kalinya, mengandung lebih dari satu janin,
stress psikologis. Gejala yang wajar dan sering kedapatan
pada kehamilan kimesies, mual, muntah biasanya terjadi
pada pagi hari, tetapi dapat timbul pada malam hari, gejala
ini ± 6 minggu setelah HPHT dan berlangsung 10 minggu.

2. Etiologi
Penyebab belum diketahui pasti, beberapa faktor
predisposisi dan faktor lain diantaranya adalah prigravida,
molahidotialosa dan gemeli

3. Gejala dan Tanda


Rasa mual dan muntah pada kehamilan dini menjadi
sering dan parah dari pada biasanya, dan sepertinya
bertambah lama. Kadang sampai sembilan bulan. Gejala
hiperemesis gravidarum secara klinis dapat dibagi menjadi 3
tingkatan 
 Tingkat I
 Rontok berlangsung terus

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 152


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Nafsu makan tidak ada
 Berat badan menurun dan nyeri epigastrium
 Nadi meningkat sekitar 100x/ menit
 Lidah kering dan tekanan darah naik
 Mata cekung
 Tingkat II
 Penderita tampak lebih lemah dan apalis
 Lidah kering dan kotor, mata cekung
 Nadi kecil, tekanan darah turun
 Berat badan makin turun
 Suhu kadang-kadang naik dan sedikit icterus
 Terjadi gangguan BAB
 Tingkat III
 Muntah berkurang
 K/u bumil makin menurun : tekanan darah turun,
nadi meningkat, suhu naik dehidarsi makin jelas
 Gangguan faal hati, terjadi dengan manifestasi
icterus
 Gangguan kesadaran; koma, perubahan arah bola
mata
Macam-macam Hiperemesis Gravidarum Menurut berat ringan
gejala :
a. Hiperemesis gravidarum ringan
- Mual, muntah terus menerus menyebabkan penderita
lemah,
- Tidak mau makan,
- Berat badan turun

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 153


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- rasa nyeri di epigastrium
- N : 100x/menit, TD turun,
- Turgor kulit kurang, lidah kering, mata cekung
b. Hiperemesis gravidarum sedang
Mual, muntah yang hebat menyebabkan keadaan umum
penderita lebih parah
Gejalanya :
- Apatis, turgor kulit mulai jelek,
- Lidah kering dan kotor,
- Nadi kecil dan cepat
- Suhu badan meningkat (dehidrasi)
- icterus ringan,
- BB turun, mata cekung,
- Tensi turun,
- Hemo konsentrasi oliguri dan konstipasi.
- Dapat terjadi juga asetonuria dan daari nafas
keluar bau aset
c. Hiperemesis gravidarum berat
- Keadaan umum jelek
- Kesadaran sangat menurun
- Somnolen sampai koma
- Nadi kecil
- Halus dan cepat
- dehidrasi hebat
- Suhu badan meningkat
- Tekanan darah turun. Ikterus komplikasi yang berakibat
fatal terjadi pada susunan saraf pusat dengan adanya
nistagmus diplopin, perubahan mental

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 154


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
B. TANDA-TANDA DINI BAHAYA / KOMPLIKASI IBU DAN
JANIN MASA KEHAMILAN LANJUT
1. Perdarahan per vaginam pada kehamilan
lanjut

Perdarahan per vaginam pada kehamilan lanjut terjadi


setelah kehamilan 28 minggu. Perdarahan antepartum dapat
berasal dari kelainan plasenta (plasenta previa, solusio plasenta
atau perdarahan yang belum jelas sebabnya) dan bukan dari
kelainan plasenta (erosi, polip, varises yang pecah).

a. Plasenta Previa

Plasenta Previa adalah keadaan dimana plasenta


berimplantasi pada tempat abnormal yaitu pada segmen
bawah rahim sehingga menutupi ostium uteri internal. Tanda
dan gejalanya adalah perdarahan tanpa nyeri atau perdarahan
dengan awitan mendadak. Penanganannya adalah dengan
terapi pasif yaitu jangan melakukan periksa dalam, lakukan
USG, evaluasi kesejahteraan janin, rawat inap/ tirah baring
atau terapi aktif  dengan mengakhiri kehamilan

b. Solusio Plasenta
Solusio Plasenta adalah suatu keadaan dimana
plasenta yang letaknya normal terlepas dari pelekatannya
sebelum janin lahir, terjadi pada umur kehamilan diatas 22
minggu atau berat janin 500 gram. Tanda dan gejalanya
adalah uterus seperti papan, nyeri abdomen yang hebat dan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 155


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
tidak dapat tertahankan, nyeri punggung, kolik, kontraksi
hipertonik, nyeri tekan pada uterus, DJJ dapat normal/ tidak
normal, gerakan janin tidak stabil, perdarahan tersembunyi
dan syok. Penanganannya adalah atasi syok dan anemia,
tindakan operatif (SC atau partus pervaginam).
2. Hipertensi Dalam Kehamilan

Hipertensi dalam kehamilan berarti bahwa wanita telah


menderita hipertensi sebelum hamil atau disebut pre eklamsia
tidak murni. Hipertensi dalam kehamilan sering dijumpai dalam
klinis, yang terpenting adalah menegakkan diagnosis seawal
mungkin.

Tabel 2.

Klasifikasi Hipertensi Menurut JNC VII (2003)

Klasifikasi Sistolik Diastolik


Normal < 120 < 180
Pre hipertensi 120 – 139 80 – 89
Hipertensi stadium I 140 – 159 90 – 99
Hipertensi stadium II ≥ 160 ≥ 110

Definisi hipertensi dalam kehamilan menurut WHO :

 Tekanan sistol > 140 atau tekanan diastol > 90 mmHg.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 156


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Kenaikan tekanan sistolik > 15 mmHg dibandingkan
tekanan darah sebelum hamil atau pada trimester pertama
kehamilan.

Klasifikasi

a. Hipertensi Essensial – Hipertensi terjadi sebelum kehamilan

atau pada 20 pekan pertama kehamilan yang menetap


sampai 12 pekan pasca persalinan.
b. Hipertensi Gestasional – Kenaikan tekanan darah diatas

normal pada waktu kehamilan tanpa terjadi proteinuria, dan


kembali normal dalam 12 pekan pasca persalinan.
c. Pre-Eklampsia dan Eklampsia – Hipertensi ringan sampai

berat dengan proteinuria (>0,3 gr dalam 24 jam). Jika tidak


ada proteinuria, tersangka pre eklampsia bila terjadi
kenaikan tekanan darah dan ada keluhan sakit kepala,
gangguan penglihatan, nyeri perut. Pada pemeriksaan
laboratorium didapatkan kadar creatinin serum >1,2 mg/dl,
jumlah trombosit < 100.000 sel /mm3, anemia hemolitik dan
kenaikan SGOT, SGPT.
d. Pre-Eklampsia dengan Hipertensi Kronik – Pre eklampsia

yang terjadi pada penderita hipertensi esensial.

Penatalaksanaan hipertensi dalam kehamilan dengan memberikan


obat anti hipertensi antara lain Methyldopa, Labetalol, Nifedipin
SR dan Hydralazine.

3. Nyeri perut bagian bawah Perut

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 157


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Nyeri perut/ abdomen yang tidak berhubungan dengan
persalinan normal adalah normal. Nyeri abomen yang
menunjukkan masalah yang mengancam jiwa adalah yang
hebat, menetap, dan tidak hilang meskipun telah istirahat. Hal
ini bisa terjadi pada kehamilan ektopik, abortus, penyakit
radang pelvik, apendisiti, persalinan preterm, gastritis, penyakit
kantong empedu, solusio plasenta, infeksi saluran kemih atau
infeksi lain.

4. Keluar cairan per vaginam

Cairan pervaginam dalam kehamilan normal apabila tidak


berupa perdarahan banyak, air ketuban maupun leukhore yang
patologis.

Penyebab terbesar persalinan prematur adalah ketuban


pecah sebelum waktunya. Insidensi ketuban pecah dini 10 %
mendekati dari semua persalinan dan 4 % pada kehamilan
kurang 34 mg.

Penyebab ketuban pecah dini : serviks inkompeten,


ketegangan rahim berlebihan (kehamilan ganda, hidramnion),
kelainan bawaan dari selaput ketuban, infeksi.

Penatalaksanaan : pertahankan kehamilan sampai matur,


pemberian kortikosteroid untuk kematangan paru janin, pada
UK 24-32 minggu untuk janin tidak dapat diselamatkan perlu
dipertimbangkan melakukan induksi, pada UK aterm dianjurkan
terminasi kehamilan dalam waktu 6 jam sampai 24 jam bila
tidak ada his spontan.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 158


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
5. Gerakan janin berkurang

Gerakan janin berkurang bisa disebabkan oleh aktifitas


ibu yang berlebihan sehingga gerak janin tidak dirasakan,
kematian janin, perut tegang akibat kontraksi berlebihan
ataupun kepala sudah masuk panggul pada kehamilan aterm.

6. Kematian janin

Merupakan komplikasi kehamilan yang berat.


Penyebab umum: abnormalitas kromosom, malformasi
kongenital. Infeksi, penyebab imunologi dan komplikasi
penyakit maternal.
Temukan pada saat pengkajian : gerakan janin menghilang, DJJ
tidak terdengar, keluar flek disertai nyeri, kontraksi uterus dan
penipisan serviks, janin lahir mati dan kurus. Penanganan :
akhiri kehamilan dengan induksi bila tidak terjadi persalinan
spontan.

7. Demam
Demam tinggi, terutama yang diikuti dengan tubuh menggigil,
rasa sakit seluruh tubuh, sangat pusing biasanya disebabkan
oleh malaria
8. Odema (lihat pada hipertensi dalam kehamilan)

9. Kejang
Merupakan gejala lanjut dari pre eklampsi (hipertensi dalam
kehamilan)

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 159


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
BAGIAN IX
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEHAMILAN

A. MODEL-MODEL DOKUMENTASI ASUHAN


Model Pendokumentasian ada 5, yaitu :
1. POR (Problem Oriented record)
Pendekatan orientasi masalah pertama kali dikenalkan
oleh Dr. Lawrence Weed tahun 1960 dari Amerika Serikat
yang kemudian disesuaikan pemakaiannya oleh perawat.
Dalam format aslinya pendekatan orientasi masalah ini dibuat

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 160


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
untuk memudahkan pendokumentasian dengan catatan
perkembangan yang terintegritas dengan sistem ini semua tim
petugas kesehatan mencatat observasinya dari suatu daftar
masalah.
Pelaksanaan dari Pendekatan Orientasi Masalah ini
(PORS), dapat disamakn dengan membuat satu sebagai bab-
bab dari buku-buku tersebut. Beberapa istilah yang
berhubungan dengan sistem pencatatan ini yaitu: PORS :
Problem Oriented Record, juga dikenal sebagai orientasi pada
masalah
POR : Problem Oriented Record
POMR : Problem Oriented Medical Record
PONR : Problem Oriented Nursing Record, yaitu Metode
untuk menyusun data pasien yang diatur untuk
mengidentifikasikan masalah Kebidanan dan medik
Model ini memusatkan data tentang klien
didokumentasikan dan disusun menurut masalah klien. Sistem
dokumentasi jenis ini mengintegrasikan semua data mengenai
masalah yang dikumpulkan oleh dokter, tenaga kesehatan atau
tenaga kesehatan lain yang terlibat dalam pemberian layanan
kepada klien.
Model dokumentasi ini terdiri dari empat komponen, yaitu :
a) Data Dasar
Data dasar berisi semua informasi yang telah dikaji
dari klien ketika pertama kali masuk Rumah Sakit. Data
dasar mencakup pengkajian keperawatan, riwayat
penyakit/kesehatan, pemeriksaan fisik, pengkajian ahli gizi
dan hasil laboratorium. Data dasar yang telah terkumpul

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 161


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
selanjutnya digunakan sebagai sarana mengidentifikasi
masalah klien
b) Daftar Masalah
Daftar masalah berisi tentang masalah yang telah
teridentifikasi dari data dasar. Selanjutnya masalah disusun
secara kronologis sesuai tanggal identifikasi masalah.
Daftar masalah ditulis pertama kali oleh tenaga yang
pertama bertemu dengan klien atau orang yang diberi
tanggung jawab. Daftar masalah ini dapat mencakup
masalah fisiologis, psikologis, sosio kultural, spiritual,
tumbuh kembang, ekonomi dan lingkungan. Daftar ini
kultural, spiritual, tumbuh kembang, ekonomi dan
lingkungan. Daftar ini berada pada bagian depan status
klien dan tiap masalah diberi tanggal, nomor, berada pada
bagian depan status klien dan tiap masalah diberi tanggal,
nomor, dirumuskan dan dicantumkan nama orang yang
menemukan masalah tersebut

c) Daftar Awal Rencana Asuhan


Rencana asuhan ditulis oleh tenaga yang menyusun
daftar masalah. Dokter menulis instruksinya, sedang
tenaga kesehatan menulis instruksi Kebidanan atau rencana
asuhan keperawatan.
d) Catatan Perkembangan (Progress Notes)
Progress Notes berisikan perkembangan/kemajuan
dari tiap – tiap masalah yang telah dilakukan tindakan dan
disusun oleh semua anggota yang terlibat dengan
menambahkan catatan perkembangan pada lembar yang

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 162


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
sama. Beberapa acuan progress note dapat digunakan
antara lain :
SOAP (Subyektif data, Obyektif data,
Analisis/Assesment dan Plan)
SOAPIER (SOAP ditambah Intervensi, Evaluasi dan
Revisi)

Keuntungan
1) Fokus catatan asuhan Kebidanan lebih menekankan

pada masalah klien dan proses penyelesaian masalah


dari pada tugas dokumentasi
2) Pencatatan tentang kontinuitas dari asuhan
keperawatan
3) Evaluasi dan penyelesaian masalah secara jelas dicatat.

Data disusun berdasrakan masalah yang spesifik


4) Daftar masalah merupakan “checklist” untuk diagnosa

Kebidanan dan untuk masalah klien. Daftar masalah


tersebut membantu mengingatkan tenaga kesehatan
untuk suatu perhatian
5) Data yang perlu diintervensi dijabarkan dalam rencana

tindakan keperawatan

Kerugian
1) Penekanan pada hanya berdasarkan amalah, penyakit
dan ketidak mampuan dapat mengakibatkan pada
pendekatan pengobatan yang negatif

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 163


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
2) Kemungkinan adanya kesulitan jika daftar masalah
belum dilakukan tindakan atau timbulnya masalah
yang baru
3) Dapat menimbulkan kebingungan jika setiap hal harus
masuk dalam daftar masalah
4) SOAPIER dapat menimbulkan pengulangan yang tidak
perlu, jika sering adanya target evaluasi dan tujuan
perkembangan klien sangat lambat
5) Perawatan yang rutin mungkin diabaikan dalam
pencatatan jika flowsheet untuk pencatatan tidak
tersedia
6) P (dalam SOAP) mungkin terjadi duplikasi dengan
rencana tindakan keperawatan

SOR (Source Oriented record)


Model ini menempatkan catatan atas dasar disiplin
orang atau sumber yang mengelola pencatatan. Bagian
penerimaan klien mempunyai lembar isian tersendiri,
dokter menggunakan lembar untuk mencatat instruksi,
lembaran riwayat penyakit dan perkembangan penyakit,
tenaga kesehatan menggunakan catatan keperawatan,
begitu pula disiplin lain mempunyai catatn masing-
masing.
Catatan berorientasi pada sumber terdiri dari lima
komponen, yaitu :
1. Lembar penerimaan berisi biodata
2. Lembar order dokter
3. Riwayat medik/penyakit

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 164


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
4. Catatan perawat
5. Catatan dan laporan khusus

Keuntungan :
a) Menyajikan data yang secara berurutan dan mudah
diidentifikasi
b) Memudahkan tenaga kesehatan untuk secara bebas
bagaimana informasi akan dicatat
c) Format dapat menyederhanakan proses pencatatan
masalah, kejadian, perubahan, intervensi dan
respon klien atau hasil
Kerugian
a) Potensial terjadinya pengumpulan data yang
terfragmentasi karena tidak berdasarkan urutan
waktu
b) Kadang-kadang mengalami kesulitan untuk
mencari data sebelumnya, tanpa harus mengulang
pada awal
c) Superficial pencatatan tanpa data yang jelas
d) Memerlukan pengkajian data dari beberapa sumber
untuk menentukan masalah dan tindakan kepada
klien
e) Waktu pemberian asuhan memerlukan waktu yang
banyak
f) Data yang berurutan mungkin menyulitkan dalam
interpretasi/analisa
g) Perkembangan klien sulit di monitor

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 165


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
CBE (Charting By Exeption)
CBE adalah sistem dokumentasi yang hanya
mencatat secara naratif hasil atau penemuan yang
menyimpang dari keadaan normal atau standar.
Keuntungan CBE yaitu mengurangi penggunaan waktu
untuk mencatat sehingga lebih banyak waktu untuk
asuhan langsung pada klien, lebih menekankan pada
data yang penting saja, mudah untuk mencari data yang
penting, pencatatan langsung ketika memberikan
asuhan, pengkajian yang terstandar, meningkatkan
komunikasi antara tenaga kesehatan, lebih mudah
melacak respons klien dan lebih murah. CBE
mengintegrasikan 3 komponen penting, yaitu :
a) Lembar alur (flowsheet)
b) Dokumentasi dilakukan berdasarkan standar praktik
c) Formulir diletakkan di tempat tidur klien sehingga
dapat segera digunakan untuk pencatatan dan tidak
perlu memindahlan data

Keuntungan
a) Tersusunnya standar minimal untuk pengkajian dan
intervensi
b) Data yang tidak normal nampak jelas
c) Data yang tidak normal secara mudah ditandai dan
dipahami
d) Data normal atau respon yang diharapkan tidak
menganggu informasi lain

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 166


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
e) Menghemat waktu karena catatan rutin dan
observasi tidak perlu dituliskan
f) Pencatatan dan duplikasi dapat dikurangi
g) Data klien dapat dicatat pada format klien
secepatnya
h) Informasi terbaru dapat diletakkan pada tempat tidur
klien
i) Jumlah halaman lebuh sedikit digunakan dalam
dokumentasi
j) Rencana tindakan Kebidanan disimpan sebagai
catatan yang permanen

Kerugian
a) Pencatatan secara narasi sangat singkat. Sangat
tergantung pada “checklist”
b) Kemungkinan ada pencatatan yang masih kosong
atau tidak ada
c) Pencatatan rutin sering diabaikan
d) Adanya pencatatan kejadian yang tidak semuanya di
dokumentasikan
e) Tidak mengakomodasikan pencatatan disiplin ilmu
lain
f) Dokumentasi proses Kebidanan tidak selalu
berhubungan dengan adanya suatu kejadian

Pedoman Penulisan CBE


a) Data dasar dicatat untuk setiap klien dan disimpan
sebagai catatan yang permanen

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 167


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
b) Daftar diagnosa Kebidanan disusun dan ditulis pada
waktu masuk rumah sakit dan menyediakan daftar
isi untuk semua diagnosa keperawatan
c) Ringkasan pulang ditulis untuk setiap diagnosa
Kebidanan pada saat klien pulang
d) SOAPIER digunakan sebagai catatan respon klien
terhadap intervensi melalui tempat tinggal klien
e) Data diagnosa Kebidanan dan perencanaan dapat
dikembangkan
f) Kartu KARDEKS dan rencana tindakan
dikembangkan setiap klien

Kardeks
Sistem ini terdiri dari serangkaian kartu yang
disimpan pada indeks file yang dapat dengan mudah
dipindahkan yang berisikan informasi yang diperlukan
untuk asuhan setiap hari. Informasi yang terdapat dalam
kardeks meliputi: data demografi dasar, diagnosis medik
utama, instruksi dokter terakhir yang harus dilaksanakan
perawat, rencana asuhan Kebidanan tertulis 9 digunakan
jika rencana formal tidak ditemukan dalam catatan
klien), instruksi keperawatan, jadwal pemeriksaan dan
prosedur tindakan, tindak pencegahan yang dilakukan
dalam asuhan Kebidanan serta faktor yang berhubungan
dengan kegiatan hidup sehari-hari. Karena sering ditulis
dengan pensil kecuali jika kardeks digunakan sebagai
bagian permanen dari catatan klien. Potter dan Perry
(1989) menekankan beberapa hal yang perlu

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 168


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
diperhatikan dalam penulisan rencana asuhan pada
kardeks, yaitu : rencana asuhan ditulis ketika tenaga
kesehatan :
a) Membahas tentang masalah kebutuhan klien
b) Melakukan rode setelah identifikasi atau peninjauan
masalah klien
c) Setelah diskusi dengan anggota tim kesehatan lain
yang bertanggung jawab terhadap klien
d) Setelah berinteraksi dengan klien dan keluarganya
Dalam kardeks harus ditulis tentang data pengkajian
Kebidanan yang berhubungan diagnostik, instruksi
(observasi yang harus dilakukan, prosedur terkait
dengan pemulihan, pemeliharaan dan peningkatan
kesehatan, cara khusus yang digunakan untuk
mengimplementasikan tindakan keperawatan,
melibatkan keluarga dan perencanaan pulang serta
hasil yang diharapkan.

Keuntungan menggunakan sistem kardeks karena


memungkinkan mengkomunikasikan informasi yang
berguna kepada sesama anggota tim Kebidanan
tentang kebutuhan unik klien terkait, diit, cara
melakukan tindakan penanggulangan, cara
meningkatkan peran serta klien atau waktu yang
tepat untuk melakukan asuhan kebidanan.

Kelemahan dari sistem kardeks, yaitu informasi


dalam kardeks hanya terbatas untuk tim Kebidanan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 169


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
saja dan tidak cukup tempat untuk menulis rencana
Kebidanan bagi klien dengan banyak masalah.

Komputerisasi
Sistem dokumentasi dengan menggunakan
komputer sudah makin luas digunakan di Rumah
sakit dan instruksi pelayanan kesehatan terutama di
negara yang telah berkembang. Tenaga kesehatan
adalah pemakai utama sistem yang
mengintegrasikan semua sumber informasi ini, serta
memungkinkan semua tenaga kesehatan untuk
dapat menggunakan informasi tersebut.

Keuntungan menggunakan sistem dokumentasi


dengan komputer antara lain memudahkan tenaga
kesehatan merencanakan asuhan kebidanan, dapat
mengevaluasi dan memperbarui informasi setiap
saat, memanggil data yang sesuai dengan diagnosis
kebidanan tertentu, serta mengurangi penggunaan
berbagai flowsheet.
Hanya kelemahan dari sistem dokumentasi dengan
menggunakan komputer adalah dalam menjaga
kerhasiaan informasi klien. Karena makin mudah
menggunakan komputer, makin mudah pula untuk
menyalahgunakan.

B. PRINSIP DOKUMENTASI

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 170


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Catatan pasien merupakan dokumen yang legal dan
bermanfaat bagi dirinya sendiri juga bagi tenaga kesehatan yang
mengandung arti penting dan perlu memperhatikan prinsip
dokumentasi yang dapat ditinjau dari dua segi :
1. Prinsip pencatatan
1. Ditinjau dari isi
- Mempunyai nilai administrative. Suatu berkas
pencatatan mempunyai nilai medis, karena cacatan
tersebut dapat digunakan sebagai dasar merencanakan
tindakan yang harus diberikan kepada klien
- Mempunyai nilai hukum
Semua catatan informasi tentang klien merupakan
dokumentasi resmi dan brnilai hokum. Bila terjadi suatu
masalah yang berhubungan dengan profesi kebidanan, di
mana bidan sebagai pemberi jasa dan klien sebagai
pengguna jasa, maka dokumentasi dapat digunakan
sewaktu-waktu, sebagai barang bukti di pengadilan.
Oleh karena itu data-data harus di identifikasi secara
lengkap, jelas, objektif dan ditandatangani oleh tenaga
kesehatan.
- Mempunyai nilai ekonomi. Dokumentasi mempunyai
nilai ekonomi, semua tindakan kebidanan yang belum,
sedang, dan telah diberikan dicatat dengan lengkap yang
dapat digunakan sebagai acuan atau pertimbangan biaya
kebidanan bagi klien.
- Mempunyai nilai edukasi. Dokumentasi mempunyai
nilai pendidikan, karena isi menyangkut kronologis dari
kegiatan asuhan kebidanan yang dapat dipergunakan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 171


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
sebagai bahan atau referensi pembelajaran bagi siswa
atau profesi kesehatan lainnya.
- Mempunyai nilai penelitian. Dokumentasi kebidanan
mempunyai nilai penelitian, data yang terdapat di
dalamnya dapat dijadikan sebagai bahan atau objek riset
dan pengembangan profesi kebidanan.

2. Ditinjau dari teknik pencatatan


- Mencantumkan nama pasien pada setiap
lembaran catatan
- Menulis dengan tinta (idealnya tinta hitam)
- Menulis/menggunakan dengan symbol yang telah
disepakati oleh institusi untuk mempercepat proses
pencatatan
- Menulis catatan selalu menggunakan tanggal,
jam tindakan atau observasi yang dilakukan sesuai
dengan kenyataan dan bukan interpretasi.
- Hindarkan kata-kata yang mempunyai nsure
penilaian; misalnya: tampaknya, rupanya dan yang
bersifat umum
- Tuliskan nama jelas pada setiap pesanan, pada
catatan observasi dan pemeriksaan oleh orang yang
melakukan
- Hasil temuan digambarkan secara jelas termasuk
keadaan, tanda, gejala, warna, jumlah dan besar
dengan ukuran yang lazim dipakai.
Interpretasi data objektif harus didukung oleh
observasi

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 172


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Kolom jangan dibiarkan kosong, beri tanda bila
tidak ada yang perlu ditulis
- Coretan harus disertai paraf disampingnya

b. Sistim Pencatatan
- Model naratif
- Model orientasi masalah
- Model focus

Prinsip Pelaksanaan Dokumentasi di lapangan/klinis


a). Dibuat catatan secara singkat, kemudian dipindahkan

secara lengkap (dengan nama jelas dan identifikasi


yang jelas
b). Tidak mencatat tindakan yang belum dilakukan

c). Hasil observasi atau perubahan yang nyata harus

segera dicatat
d). Dalam keadaan emergensi dan bidannya terlibat

langsung dalam tindakan, perlu ditugaskan seseorang


khusus untuk mencatat semua tindakan secara
berurutan
e). Selalu tulis nama jelas dan jam serta tanggal tindakan

dilakukan.

Manfaat Pendokumentasian
Manfaat atau fungsi dari dokumentasi adalah :
a). Sebagai dokumen yang sah
b). Sebagai sarana komunikasi antara tenaga
kesehatan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 173


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c). Sebagai dokumen yang berharga untuk
mengikuti perkembangan dan evaluasi pasien
d). Sebagai sumber data yang penting untuk
penelitian dan pendidikan
e). Sebagai suatu sarana bagi bidan dalam
pernanannya sebgai pembela (advocate) pasien,
misalnya dengan catatan yang teliti pada penkajian
dan pemeriksaan awal dapat membantu pasien
misalnya pada kasus pengamiayaan, pemerkosaan,
yang dapt membantu polisi dalam pengusutan dan
pembuktian.

TUTORIAL
SKENARIO 1
Seorang perempuan 19 tahun mengeluarkan darah dari vagina
sedikit-sedikit selama tiga hari. Penderita menikah 3 bulan yang lalu
dan sejak itu haidnya tidak datang, payudara terasa tegang.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 174


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Sebelumnya haid teratur tiap bulan dan tidak pernah menggunakan
alat kontrasepsi.
Penderita merasa mual dan muntah-muntah terutama pagi hari,
setiap kali makan atau minum selalu muntah lagi, badannya lemah
sampai tidak dapat beraktivitas. Penderita memiliki riwayat merokok
sudah 3 tahun. Kemudian penderita datang ke poliklinik diantar oleh
keluarga
Di poliklinik diperiksa oleh dokter umum untuk mendapatkan
gejala dan tanda lainnya. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan suhu
badan normal, mulut kering dan turgor kulit menurun, fundus uteri
teraba 1 cm di atas simfisis. Hasil pemeriksaan inspekulo didapatkan
ostium uteri eksternum (OUE) tertutup dan tampak adanya bekuan
darah berwarna kehitaman. Dokter tersebut menyarankan agar
penderita dirawat inap untuk memperbaiki keadaan umum dan
menjalani pemeriksaan ultrasonografi.

SKENARIO 2
Pagi yang menghebohkan

Pagi ini cukup dingin, nyonya Dina yang tengah hamil berusaha
bangun guna melakukan shalat subuh. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan
Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 175
Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
genanggan darah di sekitar pahanya. Spontan ia membangunkan
suaminya yang masih tertidur nyenyak karena baru pulang kerja jam 2
malam tadi.
Sang suami berusaha menenangkan diri dan istrinya. Segera tuan
martin menelpon RS yang biasa menjadi tempat pemeriksaan
kehamilan nyonya dina. Sang suami minta istrinya di jemput ke rumah
10 menit setelah itu mobil ambulan datang menjemput nyonya
dina dan suami. Dengan berat hati nyonya dina terpaksa tidak
mengizinkan anaknya yang berusia 2 tahun untuk mengikutinya ke
rumah sakit. Sang anak tinggal dengan neneknya.
Di rumah sakit nyonya Dina ditanya seputar kehamilan yaitu :
kapan HPHT, ini kehamilan ke berapa, anak hidup berapa, pernah
keguguran atau tidak dan dijawab dengan baik oleh nyonya dina
dengan haid terakhir 7-9-2009, kehamilan ke2, anak hidup 1, tidak ada
keguguran. Dilanjutkan dengan pertanyaan apakah ada terasa
kontraksi / nyeri pada perut dan nyonya dina menjawab tidak ada
sama sekali. Kira-kira apa yang tengah terjadi pada nyonya Dina

Lampiran 1 : Contoh Format Manajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil

Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil


Pada Ny ... dengan G..P..A..H.., UK ... minggu
Di .......

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 176


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
No.Register :
Tanggal / Pukul Pengkajian :

I. PENGUMPULAN DATA
A. DATA SUBJEKTIF
Identitas / biodata
Nama :
Umur :
Suku / Kebangsaan :
Agama :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Alamat Rumah :

Nama Suami :
Umur :
Suku / Kebangsaan :
Agama :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Alamat Rumah :

B. ANAMNESA
1. Alasan kunjungan :
2. Keluhan utama :

3. Riwayat Menstruasi
a. Menarche :
b. Siklus :
c. Banyaknya :
d. Warna darah :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 177


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
e. Lamanya :
f. Sifat darah :
g. Teratur/Tidak :
h. Dismenorhoe :

4. Riwayat Kehamilan sekarang


a. Hari pertama haid terakhir :
b. Tafsiran persalinan :
c. Keluhan
1.) Trimester I :
2.) Trimester I :
3.) Trimester III :
d. Pergerakan janin pertama kali
dirasakan ibu pada usia kehamilan :
e. beberapa kali pergerakan janin dalam 24 jam terakhir dirasakan
ibu :

10-20 x 20-40 x > 40 x

f. Keluhan yang dirasakan selama ini ( bila ada jelaskan )


a. Rasa 5 L ( Lesu, Lemah, Letih, Lelah, Lunglai ) : ibu
hanya merasakan letih pada Trimester I
b. Mual dan muntah yang lama :
c. Nyeri perut :
d. Panas dan menggigil :
e. Sakit Kepala ( Berat/ringan/ terus menerus/sewaktu-
waktu ) :
f. Penglihatan kabur :
g. Rasa nyeri / panas waktu BAK :

5. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 178


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Komplikasi Nifas

Umur Tempat/ BB Persalinan


Anak Usia Jenis
/Jenis Penolong /
Ke Kehamilan Persalinan Komp Laktasi
Kelamin Persalinan PB Ibu bayi
likasi

6. Riwayat Kontrasepsi
 Kontrasepsi yang pernah digunakan :
 Lamanya penggunaan :
 Alasan berhenti :
 Keluhan :
7. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat penyakit yang pernah diderita :
1. Jantung :
2. Hipertensi :
3. Ginjal :
4. DM :
5. Asma :
6. TBC :
7. Epilepsi :
8. PMS :
9. Riwayat operasi yang pernah diderita :
Ibu tidak pernah melakukan operasi apapun.
b. Riwayat Alergi :
1. Jenis makanan :
2. Jenis Obat-obatan :
3. DLL :
c. Riwayat tranfusi darah :
d. Riwayat pernah mengalami kelainan jiwa :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 179


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
8. Riwayat Kesehatan Keluarga
a. Penyakit yang pernah diderita :
1) Jantung :
2) Hipertensi :
3) Ginjal :
4) DM :
5) Asma :
6) TBC :
7) Epilepsi :
8) Riwayat pernah mengalami kelainan jiwa :
b. Riwayat kehamilan kembar yang pernah diderita :
1) Gemelli :

9. Pola Makan
 Makan
Pagi :
Siang :
Malam :
 Minum :
 Masalah :

10. Pola Eliminasi


a. BAK
- Frekuensi :
- Warna :
- Keluhan :
b. BAB
- Frekuensi :
- Warna :
- Konsistensi :
- Keluhan :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 180


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
11. Personal Hygiene
 Mandi :
 Keramas :
 Gosok gigi :
 Ganti pakaian dalam :
 Ganti pakaian luar :
 Keluhan :

12. Pola hubungan seksual


 Frekuensi sebelum hamil :
 Frekuensi saat hamil :
 Keluhan :

13. Aktivitas sehari-hari


 Pekerjaan :
 Masalah :

14. Olah Raga


 Jenis :
 Frekuensi :
 Lamanya :
 Keluhan :

15. Pola istirahat dan tidur


a. Lama istirahat / tidur siang hari :
b. Lama istirahat / tidur malam hari :
c. Masalah :

16. Keadaan sosial


a. Perkawinan
- Status perkawinan :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 181


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Perkawinan ke :
- Setelah kawin berapa lama baru hamil :
b. Kehamilan
1) Direncanakan / tidak :
2) Diterima / tidak :
3) Jarak kehamilan dengan anak paling kecil :
c. Status emosional :
d. Hubungan dengan keluarga :
e. Hubungan dengan tetangga & masyarakat :
f. Pengambilan keputusan dalam keluarga :
g. Rencana saat persalinan :
- Tempat :
- Pendamping :
- Penolong :

17. Keadaan ekonomi


a. Penghasilan per bulan :
b. Penghasilan per kapita :
c. Jumlah anggota keluarga :

18. Kegiatan spiritual :

C. PEMERIKSAAN FISIK ( DATA OBJEKTIF )


1. Pemeriksaan Umum :
a. Kesadaran :
b. BB sebelum hamil :
c. BB sekarang :
d. TB :
e. Lila :

2. Tanda Vital
a. Tekanan darah :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 182


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
b. Denyut nadi :
c. Pernafasan :
d. Suhu :
3. Pemeriksaan Khusus
a. Kepala :
o Kebersihan kulit kepala :
o Kebersihan rambut :
o Kekuatan rambut :
b. Wajah :
o Oedema :
o Sklera :
o Pucat :
o Cloasma :
o Conjunctiva :
c. Hidung :
o Kebersihan :
o Kelainan :
d. Mulut :
o Keadaan bibir :
o Kebersihan :
o Caries :

e. Lidah :
o Kebersihan :
f. Telinga :
o Kebersihan telinga :
o Infeksi :
g. Leher :
o Kelenjer Limfe :
o Kelenjer Tiroid :
h. Dada :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 183


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
o Bentuk :
o Papilla :
o Areola :
o Massa :
o Colostrum :
i. Abdomen :
 Inspeksi
o Bekas luka operasi :
o Pembesaran :
o Striaegravidarum :
o Linea :
 Palpasi
Palpasi I :
Palpasi II :
Palpasi III :
Palpasi IV :
 Ukuran Mc donal :
 TBBJ :
 Pergerakan Janin :
 Auskultasi
o DJJ :
o Frekuensi :
o Irama :
o Intensitas :
o Punktum Maks:
j. Ekstermitas :
o Inspeksi
Ekstermitas atas
a) Oedema :
b) Sianosis pada ujung jari :
Ekstermitas bawah

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 184


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
a) Oedema :
b) Varices :
o Perkusi
a) Reflek patela kanan :
b) Reflek patela kiri :

k. Pemeriksaan panggul luar


- Konjungata eksterna :
- Distansia spinarum :
- Distansia cristarum :
- Lingkaran panggul :

l. Pemeriksaan laboratorium
1) Darah
o Kadar Hb :
o Golongan darah :
o Hematokrit :
2) Urine
o Protein urine :
o Reduksi :
3) Feces
o Cacing :

II. INTERPRETASI DATA


A. Diagnosa : ...........
Data dasar :
B. Masalah
........
C. Kebutuhan
..........

III. ANTISIPASI MASALAH / DIAGNOSA POTENSIAL

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 185


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
.......
IV. TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI
.........

V. RENCANA ASUHAN / INTERVENSI


1. ......
2. ......
3. .....
4. dst

VI. IMPLEMENTASI RENCANA ASUHAN


1. ....
2. .....
3. .....
4. dst

VII. EVALUASI (Hari .... Pukul :.......)


1. ...
2. ...
3. dst

Lampiran 2 : Contoh Manajemen Asuhan Kebidanan Ibu Hamil TM 1

Manajemen Asuhan Kebidanan Ibu Hamil


Pada Ny N dengan G1PoAoHo, UK 11-12 minggu

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 186


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Di BPS Bunga

No.Register :
Tanggal / Pukul Pengkajian :

I. PENGUMPULAN DATA
B. DATA SUBJEKTIF
Identitas / biodata
Nama : Ny. N
Umur : 25 tahun
Suku / Kebangsaan : Minang / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : S1
Pekerjaan : PNS
Alamat Rumah : Jl.Prof.Dr.Hamka no.5 Bukittinggi

Nama Suami : Tn.M


Umur : 28 tahun
Suku / Kebangsaan : Minang / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat Rumah : Jl.Prof.Dr.Hamka no.5 Bukittinggi

C. ANAMNESA
1. Alasan kunjungan : Ibu ingin memeriksakan kehamilannya
2. Keluhan utama : tidak ada
3. Riwayat Menstruasi
a. Menarche : 12 tahun
b. Siklus : 28 hari
c. Banyaknya : 3-4 kali ganti doek / hari
d. Warna darah : Merah

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 187


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
e. Lamanya : 5-6 hari
f. Sifat darah : Encer
g. Teratur/Tidak : Teratur
h. Dismenorhoe : Tidak ada

4. Riwayat Kehamilan sekarang


a. Hari pertama haid terakhir : 2 - 8 - 2008
b. Tafsiran persalinan : 9 - 5 – 2009
c. Keluhan
1.) Trimester I : pusing dan mual
2.) Trimester II : Tidak ada
3.) Trimester III : Tidak ada
d. Pergerakan janin pertama kali
dirasakan ibu pada usia kehamilan :
ibu belum merasakan adanya pergerakan janin.
e. beberapa kali pergerakan janin dalam 24 jam terakhir
dirasakan ibu :

10-20 x 20-40 x > 40 x

f. Keluhan yang dirasakan selama ini ( bila ada jelaskan )


a. Rasa 5 L ( Lesu, Lemah, Letih, Lelah, Lunglai ) : ibu
hanya merasakan letih pada Trimester I
b. Mual dan muntah yang lama : Tidak ada
c. Nyeri perut : Tidak ada
d. Panas dan menggigil : Tidak ada
e. Sakit Kepala ( Berat/ringan/ terus menerus/sewaktu-
waktu ) : Tidak ada
f. Penglihatan kabur : Tidak ada
g. Rasa nyeri / panas waktu BAK : Tidak ada

5. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu : Ini


Kehamilan pertama ibu

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 188


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
B
Komplikasi Nifas
Umur Tempat/ B
Anak Usia Jenis Persalinan
/Jenis Penolong /
Ke Kehamilan Persalinan Komp Lakta
Kelamin Persalinan P Ibu bayi
likasi si
B

- - - - - - - - - -

6. Riwayat Kontrasepsi
 Kontrasepsi yang pernah digunakan : Tidak ada
 Lamanya penggunaan : Tidak ada
 Alasan berhenti : Tidak ada
 Keluhan : Tidak ada
7. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat penyakit yang pernah diderita :
1. Jantung : Tidak ada
2. Hipertensi : Tidak ada
3. Ginjal : Tidak ada
4. DM : Tidak ada
5. Asma : Tidak ada
6. TBC : Tidak ada
7. Epilepsi : Tidak ada
8. PMS : Tidak ada
9. Riwayat operasi yang pernah diderita :
Ibu tidak pernah melakukan operasi apapun.

b. Riwayat Alergi :
1. Jenis makanan : Tidak ada
2. Jenis Obat-obatan : Tidak ada
3. DLL : Tidak ada

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 189


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c. Riwayat tranfusi darah : ibu tidak mempunyai
riwayat tranfusi darah.
d. Riwayat pernah mengalami kelainan jiwa :
Ibu tidak pernah mengalami kelainan jiwa.

8. Riwayat Kesehatan Keluarga


a. Penyakit yang pernah diderita :
1) Jantung : Tidak ada
2) Hipertensi : Tidak ada
3) Ginjal : Tidak ada
4) DM : Tidak ada
5) Asma : Tidak ada
6) TBC : Tidak ada
7) Epilepsi : Tidak ada
8) Riwayat pernah mengalami kelainan jiwa : Tidak ada
b. Riwayat kehamilan kembar yang pernah diderita : Tidak ada
1) Gemelli : Tidak ada

9. Pola Makan
 Makan
Pagi : lontong + bakwan
Siang : nasi putih + ayam goreng + kentang +
buah-buahan
Malam : nasi putih + ikan gulai + tumis kangkung+
jeruk
 Minum : 8-9 gelas + segelas teh
 Masalah : Tidak ada

10. Pola Eliminasi


a. BAK
- Frekuensi : 8-10 x sehari
- Warna : kuning jernih

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 190


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Keluhan : Tidak ada
b. BAB
- Frekuensi : 1 x sehari
- Warna : Kuning kecoklatan
- Konsistensi : lembek
- Keluhan : Tidak ada

11. Personal Hygiene


 Mandi : 2 x sehari
 Keramas : 1 x sehari
 Gosok gigi : 2 x sehari
 Ganti pakaian dalam : 2 x sehari
 Ganti pakaian luar : 2 x sehari
 Keluhan : Tidak ada

12. Pola hubungan seksual


 Frekuensi sebelum hamil : 3 x seminggu
 Frekuensi saat hamil : 1 x seminggu
 Keluhan : Tidak ada

13. Aktivitas sehari-hari


 Pekerjaan : ibu merasa tidak terganggu
terhadap pekerjaan yang ia lakukan.
 Masalah : Tidak ada

14. Olah Raga


 Jenis : aktifitas sehari-hari
 Frekuensi :-
 Lamanya :-
 Keluhan : Tidak ada

15. Pola istirahat dan tidur

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 191


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
a. Lama istirahat / tidur siang hari : 2 jam
b. Lama istirahat / tidur malam hari : 7-8 jam
c. Masalah : Tidak ada

16. Keadaan sosial


a. Perkawinan
- Status perkawinan: sah
- Perkawinan ke : pertama bagi pihak istri maupun suami.
- Setelah kawin berapa lama baru hamil : 4 bulan
b. Kehamilan
1) Direncanakan / tidak : Direncanakan
2) Diterima / tidak : Diterima
3) Jarak kehamilan dengan anak paling kecil : ibu multipara
c. Status emosional : stabil
d. Hubungan dengan keluarga : baik
e. Hubungan dengan tetangga & masyarakat : baik
f. Pengambilan keputusan dalam keluarga : suami
g. Rencana saat persalinan :
- Tempat : di BPS Bunga
- Pendamping : suami
- Penolong : bidan

17. Keadaan ekonomi


a. Penghasilan per bulan : 2.000.0000,-/bulan
b. Penghasilan per kapita : 24.000.0000,-/bulan
c. Jumlah anggota keluarga : hanya suami dan istri
18. Kegiatan spiritual : ibu percaya kepada Allah SWT dan ibu rajin
shalat.
D. PEMERIKSAAN FISIK ( DATA OBJEKTIF )
1. Pemeriksaan Umum :
a. Kesadaran : sadar
b. BB sebelum hamil : 50 Kg

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 192


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c. BB sekarang : 52 Kg
d. TB : 165 cm
e. Lila : 24 cm

2. Tanda Vital
a. Tekanan darah : 120 / 70 mmHg
b. Denyut nadi : 80 x menit
c. Pernafasan : 24 x menit
d. Suhu : 36,5 C
3. Pemeriksaan Khusus
a. Kepala :
o Kebersihan kulit kepala : Bersih
o Kebersihan rambut : Tidak kusam dan
lepek
o Kekuatan rambut : Tidak rapuh
b. Wajah :
o Oedema : Tidak ada
o Sklera : Ikterik
o Pucat : Tidak pucat
o Cloasma : Tidak ada
o Conjunctiva : Tidak anemis
c. Hidung :
o Kebersihan : Bersih
o Kelainan : Tidak ada
d. Mulut :
o Keadaan bibir : Tidak pecah-pecah
o Kebersihan : Bersih
o Caries : Tidak ada
e. Lidah :
o Kebersihan : Bersih
f. Telinga :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 193


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
o Kebersihan telinga : Bersih
o Infeksi : Tidak ada
g. Leher :
o Kelenjer Limfe : Tidak ada pembengkakan
o Kelenjer Tiroid : Tidak ada pembengkakan
h. Dada :
o Bentuk : Simetris
o Papilla : Menonjol
o Areola : Hiperpigmentasi
o Massa : Tidak ada benjolan
o Colostrum : ada
i. Abdomen :
 Inspeksi
o Bekas luka operasi : Tidak ada
o Pembesaran : sesuai dengan usia
kehamilan
o Striaegravidarum : tidak ada
o Linea : ada
 Palpasi
Palpasi I : belum teraba
Palpasi II : belum dilakukan
Palpasi III : belum dilakukan
Palpasi IV : belum dilakukan
 Ukuran Mc donal : belum dilakukan
 TBBJ : Tidak ada
 Pergerakan Janin : Tidak ada
 Auskultasi (belum dilakukan pemeriksaan)
o DJJ :
o Frekuensi :
o Irama :
o Intensitas :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 194


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
o Punktum Maks :
j. Ekstermitas :
o Inspeksi
Ekstermitas atas
a) Oedema : Tidak ada
b) Sianosis pada ujung jari : Tidak ada
Ekstermitas bawah
a) Oedema : Tidak ada
b) Varices : Tidak ada
o Perkusi
a) Reflek patela kanan : (+)
b) Reflek patela kiri : (+)

k. Pemeriksaan panggul luar


- Konjungata eksterna : 18 cm
- Distansia spinarum : 26 cm
- Distansia cristarum : 24 cm
- Lingkaran panggul : 80 cm

l. Pemeriksaan laboratorium
1) Darah
o Kadar Hb : 11 gr%
o Golongan darah : Tidak dilakukan
o Hematokrit : Tidak dilakukan
2) Urine
o Protein urine :(-)
o Reduksi :(-)
3) Feces
o Cacing : Tidak
dilakukan

VII. INTERPRETASI DATA

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 195


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
A. Diagnosa
Ibu G1PoAoHo, usia kehamilan 11-12 minggu, keadaan ibu, jalan lahir
dan janin baik.
Data dasar :
o Amenorhoe : ( +)
o HPHT : 2 - 8 – 2008
o TP : 9 - 5 – 2009
o TFU : Belum teraba
Tanda Vital
a. Tekanan darah : 120 / 70 mmHg
b. Denyut nadi : 80 x menit
c. Pernafasan : 24 x menit
d. Suhu : 36,5 C
B. Masalah
Tidak ada
C. Kebutuhan
o Penkes tentang nutrisi
o Pola istirahat
o Pemberian obat dan tablet Fe + Vitamin C, asam folat dan
mediamer

II. ANTISIPASI MASALAH / DIAGNOSA POTENSIAL


Tidak ada

VIII. TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI


Tidak ada

IX. RENCANA ASUHAN / INTERVENSI


 Berikan informasi tentang hasil pemeriksaan
 Berikan penkes tentang nutrisi, eliminasi, personal hygiene, olah
raga, istirahat dan kebutuhan ibu
 Beritahu ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 196


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Berikan Tablet Fe, Vitamin C, asam folat dan mediamer
 Beritahu tentang jadwal kunjungan ulang.

X. IMPLEMENTASI RENCANA ASUHAN


 Menyampaikan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
o Usia kehamilan ibu : 11- 12 minggu
o Keadaan ibu baik
o Tanda-tanda vital ibu :
a. Tekanan darah : 120 / 70 mmHg
b. Denyut nadi : 80 x menit
c. Pernafasan : 24 x menit
d. Suhu : 36,5 C
 Menyampaikan penkes tentang :
o Nutrisi
- Ibu dianjurkan makan dengan porsi kecil tapi sering
- Ibu dianjurkan makan-makanan yang banyak mengandung
protein dan gizi
- Ibu dianjurkan untuk tidak makan-makanan yang merangsang
muntah dan tidak memakan makanan terlalu pedas dan terlalu
asam
- Ibu diajurkan untuk minum air putih 8 gelas sehari dan
ditambah 2 gelas susu
o Eliminasi
- Supaya BAB ibu lancar dianjurkan banyak memakan
makanan yang mengandung serat
- Menyampaikan pada ibu bahwa ibu setelah minum obat,
BAB agak kehitaman normal.
o Personal hygiene
- Ibu dianjurkan mandi 2 x sehari
- Ibu dianjurkan ganti pakaian luar 2 x sehari dan pakaian
dalam 3 x sehari

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 197


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Menyampaikan pada ibu jangan biarkan pakaian dalamnya
lembab karena makin menimbulkan jamur dan
mengakibatkan keputihan.
- Ibu dianjurkan gosok gigi 3 x sehari untuk menjaga
kebersihan mulut ibu
o Istirahat
- Istirahat yang cukup
 Pemberian obat dan tablet Fe (diminum bila sudah tidak mual lagi)
Vitamin C, asam folat dan mediamer
 Memberitahu jadwal kunjungan ibu 2 1 bulan lagi atau apabila ada
keluhan lain

VII. EVALUASI
 Ibu mengerti apa yang telah disampaikan
 Ibu mau melaksanakan anjuran yang diberikan
 Ibu sudah diberitahu kapan kujungan ulang

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 198


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Lampiran 3 : Contoh Manajemen Asuhan Kebidanan Ibu Hamil TM II

Manajemen Asuhan Kebidanan Ibu Hamil


Pada Ny R dengan G2P1AoH1, UK 23-24 minggu
Di BPS Melati

No.Register :
Tanggal / Pukul Pengkajian :

I. PENGUMPULAN DATA
A.DATA SUBJEKTIF
Identitas / biodata
Nama : Ny. R
Umur : 27 tahun
Suku / Kebangsaan : Minang / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : wiraswasta
Alamat Rumah : Jl.St.Syahrir no.28 C Bukittinggi

Nama Suami : Tn.H


Umur : 30 tahun
Suku / Kebangsaan : Minang / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : STM
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat Rumah : Jl.St.Syahrir no.28 C Bukittinggi

B. ANAMNESA
1. Alasan kunjungan : Ibu ingin memeriksakan kehamilannya
2. Keluhan utama : tidak ada
3. Riwayat Menstruasi

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 199


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
a. Menarche : 13 tahun
b. Siklus : 28 hari
c. Banyaknya : 4-5 kali ganti doek / hari
d. Warna darah : Merah
e. Lamanya : 7 hari
f. Sifat darah : Encer
g. Teratur/Tidak : Teratur
h. Dismenorhoe : Tidak ada
4. Riwayat Kehamilan sekarang
a. Hari pertama haid terakhir : 12 - 5 - 2008
b. Tafsiran persalinan : 19 - 2 – 2009
c. Keluhan
1.) Trimester I : Cepat Lelah
2.) Trimester II : Tidak ada
3.) Trimester III : Tidak ada
d. Pergerakan janin pertama kali
dirasakan ibu pada usia kehamilan : 18 minggu
e. beberapa kali pergerakan janin dalam 24 jam terakhir dirasakan
ibu :

10-20 x 20-40 x > 40 x

f. Keluhan yang dirasakan selama ini ( bila ada jelaskan )


a. Rasa 5 L ( Lesu, Lemah, Letih, Lelah, Lunglai ) : ibu
hanya merasakan letih pada Trimester I
b. Mual dan muntah yang lama : Tidak ada
c. Nyeri perut : Tidak ada
d. Panas dan menggigil : Tidak ada
e. Sakit Kepala ( Berat/ringan/ terus menerus/sewaktu-waktu) :
Tidak ada
f. Penglihatan kabur : Tidak ada
g. Rasa nyeri / panas waktu BAK : Tidak ada
5. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 200


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Komplikasi Nifas
Umur Tempat/
Anak Usia Jenis Persalinan
/Jenis Penolong BB / PB
Ke Kehamilan Persalinan Ibu bayi Komp Laktasi
Kelamin Persalinan
likasi

1 4 th Laki- Cukup bulan spontan BPS/ 3100 gr/ Tidak Tidak Tidak 2 tahun
laki Bidan 48 cm ada ada ada

6. Riwayat Kontrasepsi
 Kontrasepsi yang pernah digunakan : Tidak ada
 Lamanya penggunaan : Tidak ada
 Alasan berhenti : Tidak ada
 Keluhan : Tidak ada

7. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat penyakit yang pernah diderita :
1. Jantung : Tidak ada
2. Hipertensi : Tidak ada
3. Ginjal : Tidak ada
4. DM : Tidak ada
5. Asma : Tidak ada
6. TBC : Tidak ada
7. Epilepsi : Tidak ada
8. PMS : Tidak ada
9. Riwayat operasi yang pernah diderita :
Ibu tidak pernah melakukan operasi apapun.
b. Riwayat Alergi :
1. Jenis makanan : Tidak ada
2. Jenis Obat-obatan : Tidak ada
3. DLL : Tidak ada

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 201


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c. Riwayat tranfusi darah : ibu tidak mempunyai
riwayat tranfusi darah.
d. Riwayat pernah mengalami kelainan jiwa :
Ibu tidak pernah mengalami kelainan jiwa.

8. Riwayat Kesehatan Keluarga


a. Penyakit yang pernah diderita :
1) Jantung : Tidak ada
2) Hipertensi : Tidak ada
3) Ginjal : Tidak ada
4) DM : Tidak ada
5) Asma : Tidak ada
6) TBC : Tidak ada
7) Epilepsi : Tidak ada
8) Riwayat pernah mengalami kelainan jiwa : Tidak ada
b. Riwayat kehamilan kembar yang pernah diderita : Tidak ada
1) Gemelli : Tidak ada

9. Pola Makan
 Makan
Pagi : bubur kacang padi + roti
Siang : nasi putih + ikan goreng + tempe + tahu + buah-buahan
Malam : nasi putih + rendang + tumis kangkung+ jeruk
 Minum : 8-9 gelas + segelas susu
 Masalah : Tidak ada

10. Pola Eliminasi


a. BAK
- Frekuensi : 8-10 x sehari
- Warna : kuning jernih
- Keluhan : Tidak ada

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 202


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
b. BAB
- Frekuensi : 1 x sehari
- Warna : Kuning kecoklatan
- Konsistensi : lembek
- Keluhan : Tidak ada

11. Personal Hygiene


 Mandi : 2 x sehari
 Keramas : 1 x sehari
 Gosok gigi : 2 x sehari
 Ganti pakaian dalam : 2 x sehari
 Ganti pakaian luar : 2 x sehari
 Keluhan : Tidak ada

12. Pola hubungan seksual


 Frekuensi sebelum hamil : 3 x seminggu
 Frekuensi saat hamil : 2 x seminggu
 Keluhan : Tidak ada

13. Aktivitas sehari-hari


 Pekerjaan : ibu merasa tidak terganggu
terhadap pekerjaan yang ia lakukan.
 Masalah : Tidak ada

14. Olah Raga


 Jenis : jalan pagi hari
 Frekuensi : 2 x seminggu
 Lamanya : 30 menit
 Keluhan : Tidak ada

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 203


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
15. Pola istirahat dan tidur
a. Lama istirahat / tidur siang hari : 2 jam
b. Lama istirahat / tidur malam hari : 7-8 jam
c. Masalah : Tidak ada

16. Keadaan sosial


a. Perkawinan
- Status perkawinan: sah
- Perkawinan ke : pertama bagi pihak istri maupun suami.
- Setelah kawin berapa lama baru hamil : 6 bulan
b. Kehamilan
1) Direncanakan / tidak : Direncanakan
2) Diterima / tidak : Diterima
3) Jarak kehamilan dengan anak paling kecil : 2 tahun
c. Status emosional : stabil
d. Hubungan dengan keluarga : baik
e. Hubungan dengan tetangga & masyarakat : baik
f. Pengambilan keputusan dalam keluarga : suami
g. Rencana saat persalinan :
- Tempat : di BPS Melati
- Pendamping : suami
- Penolong : bidan

17. Keadaan ekonomi


a. Penghasilan per bulan : 1,500,000,-/bulan
b. Penghasilan per kapita : 18.000.0000,-/bulan
c. Jumlah anggota keluarga : hanya suami, istri dan 1 org anak

18. Kegiatan spiritual : ibu percaya kepada Allah SWT dan ibu rajin
shalat.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 204


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
C. PEMERIKSAAN FISIK ( DATA OBJEKTIF )
1. Pemeriksaan Umum :
a. Kesadaran : sadar
b. BB sebelum hamil : 55 Kg
c. BB sekarang : 67 Kg
d. TB : 168 cm
e. Lila : 27 cm

2. Tanda Vital
a. Tekanan darah : 120 / 70 mmHg
b. Denyut nadi : 80 x menit
c. Pernafasan : 24 x menit
d. Suhu : 36,5 C
3. Pemeriksaan Khusus
a. Kepala :
o Kebersihan kulit kepala : Bersih
o Kebersihan rambut : Tidak kusam dan
lepek
o Kekuatan rambut : Tidak rapuh
b. Wajah :
o Oedema : Tidak ada
o Sklera : Ikterik
o Pucat : Tidak pucat
o Cloasma : Tidak ada
o Conjunctiva : Tidak anemis
c. Hidung :
o Kebersihan : Bersih
o Kelainan : Tidak ada
d. Mulut :
o Keadaan bibir : Tidak pecah-pecah
o Kebersihan : Bersih

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 205


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
o Caries : Tidak ada
e. Lidah :
o Kebersihan : Bersih
f. Telinga :
o Kebersihan telinga : Bersih
o Infeksi : Tidak ada
g. Leher :
o Kelenjer Limfe : Tidak ada pembengkakan
o Kelenjer Tiroid : Tidak ada pembengkakan
h. Dada :
o Bentuk : Simetris
o Papilla : Menonjol
o Areola : Hiperpigmentasi
o Massa : Tidak ada benjolan
o Colostrum : ada
i. Abdomen :
 Inspeksi
o Bekas luka operasi : Tidak ada
o Pembesaran : sesuai dengan usia
kehamilan
o Striaegravidarum : tidak ada
o Linea : ada

 Palpasi
Palpasi I : TFU sepusat, teraba bundar,
lunak dan tidak melenting pada
fundus ( bokong )
Palpasi II : pada perut ibu sebelah kiri teraba
panjang, keras memapan, pada
perut ibu sebelah kanan teraba
tonjolan-tonjolan kecil

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 206


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Palpasi III : pada perut ibu bagian bawah
teraba bulat, keras dan melenting
dan masih bisa digoyangkan.
Palpasi IV : belum dilakukan
 Ukuran Mc donal : 26 cm
 TBBJ : 1989 gr
 Pergerakan Janin : 12 x / 24 jam
 Auskultasi
o DJJ :(+)
o Frekuensi : 138 x menit
o Irama : teratur
o Intensitas : kuat
o Punktum Maks: II

j. Ekstermitas :
o Inspeksi
Ekstermitas atas
a) Oedema : Tidak ada
b) Sianosis pada ujung jari : Tidak ada
Ekstermitas bawah
c) Oedema : Tidak ada
d) Varices : Tidak ada
o Perkusi
c) Reflek patela kanan : (+)
d) Reflek patela kiri : (+)

k. Pemeriksaan panggul luar


- Konjungata eksterna : Tidak dilakukan
- Distansia spinarum : Tidak dilakukan
- Distansia cristarum : Tidak dilakukan
- Lingkaran panggul : Tidak dilakukan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 207


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
m. Pemeriksaan laboratorium
4) Darah
o Kadar Hb : 11,5 gr%
o Golongan darah : Tidak dilakukan
o Hematokrit : Tidak dilakukan
5) Urine
o Protein urine: ( - )
o Reduksi :(-)
6) Feces
o Cacing : Tidak
dilakukan

III. INTERPRETASI DATA


a. Diagnosa
Ibu G2P1AoH1, usia kehamilan 23-24 minggu, anak hidup tunggal
intra uterin, letkep U, PUKI, keadaan ibu, jalan lahir dan janin
baik.
Data dasar :
o Amenorhoe :(+)
o HPHT : 12 - 5 – 2008
o TP : 19 - 2 – 2009
o TFU : 26 cm
o DJJ : 140 x /menit

Palpasi
Palpasi I : TFU sepusat, teraba bundar, lunak dan tidak
melenting pada fundus ( bokong )
Palpasi II : pada perut ibu sebelah kiri teraba panjang,
keras memapan, pada perut ibu sebelah
kanan teraba tonjolan-tonjolan kecil

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 208


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Palpasi III : pada perut ibu bagian bawah teraba bulat,
keras dan melenting dan masih bisa
digoyangkan.
Tanda Vital
a.Tekanan darah : 120 / 70 mmHg
k. Denyut nadi : 80 x menit
l. Pernafasan : 24 x menit
m. Suhu : 36,5 C

b. Masalah
Saat ini tidak ada
c. Kebutuhan
b. Penkes tentang nutrisi
c. Pola istirahat
d. Pemberian obat dan tablet Fe + Vitamin C dan asam folat

IV. ANTISIPASI MASALAH / DIAGNOSA POTENSIAL


Tidak ada

V. TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI


Tidak ada

VI. RENCANA ASUHAN / INTERVENSI


 Berikan informasi tentang hasil pemeriksaan
 Berikan penkes tentang nutrisi, eliminasi, personal hygiene, olah
raga, istirahat dan kebutuhan ibu
 Beritahu ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan
 Berikan Tablet Fe, Vitamin C, asam folat dan mediamer
 Berikan imunisasi TT
 Beritahu tentang jadwal kunjungan ulang.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 209


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
VII. IMPLEMENTASI RENCANA ASUHAN
 Menyampaikan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
a. Usia kehamilan ibu : 23-24 minggu
b. Keadaan ibu baik dan denyut jantung janin normal 140 x / menit
c. Tanda-tanda vital ibu :
 Tekanan darah : 120 / 70 mmHg
 Denyut nadi : 80 x menit
 Pernafasan : 24 x menit
 Suhu : 36,5 C
 Menyampaikan penkes tentang :
- Nutrisi
a. Ibu dianjurkan makan dengan porsi kecil tapi sering
b. Ibu dianjurkan makan-makanan yang banyak mengandung
protein dan gizi
c. Ibu dianjurkan untuk tidak makan-makanan yang merangsang
muntah dan tidak memakan makanan terlalu pedas dan terlalu
asam
d. Ibu diajurkan untuk minum air putih 8 gelas sehari dan
ditambah 2 gelas susu
- Eliminasi
 Supaya BAB ibu lancar dianjurkan banyak memakan
makanan yang mengandung serat
 Menyampaikan pada ibu bahwa ibu setelah minum obat,
BAB agak kehitaman normal.
- Personal hygiene
a. Ibu dianjurkan mandi 2 x sehari
b. Ibu dianjurkan ganti pakaian luar 2 x sehari dan pakaian
dalam 3 x sehari
c. Menyampaikan pada ibu jangan biarkan pakaian dalamnya
lembab karena makin menimbulkan jamur dan
mengakibatkan keputihan.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 210


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
d. Ibu dianjurkan gosok gigi 3 x sehari untuk menjaga
kebersihan mulut ibu
- Olah raga

1. Dianjurkan untuk ibu olah raga seperti senam hamil


atau ibu jalan santai di pagi hari
- Istirahat
a. Istirahat yang cukup

VII. EVALUASI
 Ibu mengerti apa yang telah disampaikan
 Ibu mau melaksanakan anjuran yang diberikan
 Ibu sudah diberitahu kapan kujungan ulang

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 211


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Lampiran 4 : contoh manajemen asuhan kebidanan ibu hamil TM III

Manajemen Asuhan Kebidanan Ibu Hamil


Pada Ny A dengan G1PoAoHo, UK 31-32 minggu
Di BPS Anggrek

No.Register :
Tanggal / Pukul Pengkajian :

I. PENGUMPULAN DATA

A. DATA SUBJEKTIF
Identitas / biodata
Nama : Ny. A
Umur : 28 tahun
Suku / Kebangsaan : Minang / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat Rumah : Jl.Laras Tk.Kurai no.8

Nama Suami : Tn.C


Umur : 27 tahun
Suku / Kebangsaan : Minang / Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat Rumah : Jl.Laras Tk.Kurai no.8

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 212


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
B. ANAMNESA
1. Alasan kunjungan : Ibu ingin memeriksakan kehamilannya
2. Keluhan utama : tidak ada
3. Riwayat Menstruasi
a. Menarche : 12 tahun
b. Siklus : 28 hari
c. Banyaknya : 3-4 kali ganti doek / hari
d. Warna darah : Merah
e. Lamanya : 5 hari
f. Sifat darah : Encer
g. Teratur/Tidak : Teratur
h. Dismenorhoe : Tidak ada
4. Riwayat Kehamilan sekarang
a. Hari pertama haid terakhir : 5 - 7 - 2009
b. Tafsiran persalinan : 12 - 4 – 2010
c. Keluhan
1.) Trimester I : Cepat Lelah
2.) Trimester I : Tidak ada
3.) Trimester III : Tidak ada
d. Pergerakan janin pertama kali
dirasakan ibu pada usia kehamilan : 18 minggu
e. beberapa kali pergerakan janin dalam 24 jam terakhir
dirasakan ibu :

10-20 x 20-40 x > 40 x

f. Keluhan yang dirasakan selama ini ( bila ada jelaskan )


a. Rasa 5 L ( Lesu, Lemah, Letih, Lelah, Lunglai ) : ibu
hanya merasakan letih pada Trimester I
b. Mual dan muntah yang lama : Tidak ada
c. Nyeri perut : Tidak ada
d. Panas dan menggigil : Tidak ada

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 213


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
e. Sakit Kepala ( Berat/ringan/ terus menerus/sewaktu-
waktu ) : Tidak ada
f. Penglihatan kabur : Tidak ada
g. Rasa nyeri / panas waktu BAK : Tidak ada
5. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu :

Tempat/
Komplikasi Nifas
Umur Jenis Penolon
Anak Usia BB / Persalinan
/Jenis Persali g
Ke Kehamilan PB Ibu bayi Komp Laktasi
Kelamin nan Persalina
likasi
n

1 3 tahun Cukup normal Bidan 3000 gr Tidak Tidak Tidak 1 tahun


♀ bulan / 50 cm ada ada ada 6
bulan

6. Riwayat Kontrasepsi
 Kontrasepsi yang pernah digunakan : Tidak ada
 Lamanya penggunaan : Tidak ada
 Alasan berhenti : Tidak ada
 Keluhan : Tidak ada

7. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat penyakit yang pernah diderita :
1. Jantung : Tidak ada
2. Hipertensi : Tidak ada
3. Ginjal : Tidak ada
4. DM : Tidak ada
5. Asma : Tidak ada
6. TBC : Tidak ada
7. Epilepsi : Tidak ada
8. PMS : Tidak ada
9. Riwayat operasi yang pernah diderita :

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 214


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Ibu tidak pernah melakukan operasi apapun.

b. Riwayat Alergi :
1. Jenis makanan : Tidak ada
2. Jenis Obat-obatan : Tidak ada
3. DLL : Tidak ada
c. Riwayat tranfusi darah : ibu tidak mempunyai
riwayat tranfusi darah.
d. Riwayat pernah mengalami kelainan jiwa : Ibu tidak
pernah mengalami kelainan
jiwa.
8. Riwayat Kesehatan Keluarga
a. Penyakit yang pernah diderita :
1) Jantung : Tidak ada
2) Hipertensi : Tidak ada
3) Ginjal : Tidak ada
4) DM : Tidak ada
5) Asma : Tidak ada
6) TBC : Tidak ada
7) Epilepsi : Tidak ada
8) Riwayat pernah mengalami kelainan jiwa : Tidak ada
b. Riwayat kehamilan kembar yang pernah diderita : Tidak ada
1) Gemelli : Tidak ada

9. Pola Makan
 Makan
Pagi : nasi goreng + telur
Siang : nasi putih + sup daging + kentang + wortel
+ buah-buahan

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 215


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Malam : nasi putih + ikan goreng + tumis kangkung
+ jeruk
 Minum : 8 gelas + segelas susu
 Masalah : Tidak ada

10. Pola Eliminasi


a. BAK
- Frekuensi : 8-10 x sehari
- Warna : kuning jernih
- Keluhan : Tidak ada
b. BAB
- Frekuensi : 1 x sehari
- Warna : Kuning kecoklatan
- Konsistensi : lembek
- Keluhan : Tidak ada

11. Personal Hygiene


 Mandi : 2 x sehari
 Keramas : 1 x sehari
 Gosok gigi : 3 x sehari
 Ganti pakaian dalam : 2 x sehari
 Ganti pakaian luar : 3 x sehari
 Keluhan : Tidak ada

12. Pola hubungan seksual


 Frekuensi sebelum hamil : 4 x seminggu
 Frekuensi saat hamil : 2 x seminggu
 Keluhan : Tidak ada

13. Aktivitas sehari-hari


 Pekerjaan : ibu merasa tidak terganggu
terhadap pekerjaan yang ia lakukan.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 216


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Masalah : Tidak ada

14. Olah Raga


 Jenis : senam hamil
 Frekuensi : 2 x seminggu
 Lamanya : 30 menit
 Keluhan : Tidak ada

15. Pola istirahat dan tidur


a. Lama istirahat / tidur siang hari : 2 jam
b. Lama istirahat / tidur malam hari : 8 jam
c. Masalah : Tidak ada

16. Keadaan sosial


a. Perkawinan
- Status perkawinan : sah
- Perkawinan ke : pertama bagi pihak istri maupun suami.
- Setelah kawin berapa lama baru hamil : 4 bulan
b. Kehamilan
1) Direncanakan / tidak : Direncanakan
2) Diterima / tidak : Diterima
3) Jarak kehamilan dengan anak paling kecil : 1 tahun
c. Status emosional : stabil
d. Hubungan dengan keluarga : baik
e. Hubungan dengan tetangga & masyarakat : baik
f. Pengambilan keputusan dalam keluarga : suami
g. Rencana saat persalinan :
- Tempat : di BPS Anggrek
- Pendamping : suami
- Penolong : bidan

17. Keadaan ekonomi

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 217


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
a. Penghasilan per bulan : 1.000.000,-/bulan
b. Penghasilan per kapita : 12.500.000,-/bulan
c. Jumlah anggota keluarga : hanya suami dan istri

18. Kegiatan spiritual : ibu percaya kepada Allah SWT dan ibu
rajin shalat.

C. PEMERIKSAAN FISIK ( DATA OBJEKTIF )


1. Pemeriksaan Umum :
a. Kesadaran : sadar
b. BB sebelum hamil : 51 Kg
c. BB sekarang : 63 Kg
d. TB : 158 cm
e. Lila : 26 cm

2. Tanda Vital
a. Tekanan darah : 110 / 70 mmHg
b. Denyut nadi : 80 x menit
c. Pernafasan : 24 x menit
d. Suhu : 36 C

3. Pemeriksaan Khusus
a. Kepala :
1) Kebersihan kulit kepala : Bersih
2) Kebersihan rambut : Tidak kusam dan lepek
3) Kekuatan rambut : Tidak rapuh
b. Wajah :
1) Oedema : Tidak ada
2) Sklera : Ikterik
3) Pucat : Tidak pucat
4) Cloasma : Tidak ada
5) Conjunctiva : Tidak anemis

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 218


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
c. Hidung :
1) Kebersihan : Bersih
2) Kelainan : Tidak ada

d. Mulut :
1) Keadaan bibir : Tidak pecah-pecah
2) Kebersihan : Bersih
3) Caries : Tidak ada
e. Lidah :
1) Kebersihan : Bersih
f. Telinga :
1) Kebersihan telinga : Bersih
2) Infeksi : Tidak ada
g. Leher :
1) Kelenjer Limfe : Tidak ada pembengkakan
2) Kelenjer Tiroid : Tidak ada pembengkakan
h. Dada :
1) Bentuk : Simetris
2) Papilla : Menonjol
3) Areola : Hiperpigmentasi
4) Massa : Tidak ada benjolan
5) Colostrum : ada

i. Abdomen :
 Inspeksi
1) Bekas luka operasi : Tidak ada
2) Pembesaran : sesuai dengan usia kehamilan
3) Striaegravidarum : tidak ada
4) Linea : ada
 Palpasi

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 219


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Palpasi I : TFU ½ PX dengan pusat, teraba
bundar, lunak dan tidak melenting
pada fundus ( bokong )
Palpasi II : pada perut ibu sebelah kanan
teraba panjang, keras memapan,
pada perut ibu sebelah kiri teraba
tonjolan-tonjolan kecil
Palpasi III : pada perut ibu bagian bawah
teraba bulat, keras dan melenting
dan masih bisa digoyangkan.
Palpasi IV : belum dilakukan

 Ukuran Mc donal : 30 cm
 TBBJ : 2448 gr
 Pergerakan Janin : 12 x / 24 jam
 Auskultasi
a. DJJ :(+)
b. Frekuensi : 138 x menit
c. Irama : teratur
d. Intensitas : kuat
e. Punktum Maks: II
j. Ekstermitas :
1) Inspeksi
Ekstermitas atas
a. Oedema : Tidak ada
b. Sianosis pada ujung jari : Tidak ada
Ekstermitas bawah
a. Oedema : Tidak ada
b. Varices : Tidak ada
2) Perkusi
a) Reflek patela kanan : (+)
b) Reflek patela kiri : (+)

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 220


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
k. Pemeriksaan panggul luar
- Konjungata eksterna : 18 cm
- Distansia spinarum : 25 cm
- Distansia cristarum : 26 cm
- Lingkaran panggul : 80 cm
n. Pemeriksaan laboratorium
1. Darah
a. Kadar Hb : 11 gr%
b. Golongan darah : Tidak
dilakukan
c. Hematokrit : Tidak
dilakukan
2. Urine
 Protein urine :(-)
 Reduksi :(-)
3. Feces
Cacing : Tidak dilakukan

II. INTERPRETASI DATA


A. Diagnosa
Ibu G1PoAoHo, usia kehamilan 31-32 minggu, anak hidup tunggal intra
uterin, letkep U, PUKA, keadaan ibu, jalan lahir dan janin baik.
Data dasar :
 Amenorhoe : ( + )
 HPHT : 5 - 7 – 2009
 TP : 12 - 4 – 2010
 TFU : 30 cm
 DJJ : 138 x /menit
Palpasi
Leopold I : TFU ½ PX dengan pusat, teraba bundar,
lunak dan tidak melenting pada fundus
( bokong )

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 221


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Leopold II : pada perut ibu sebelah kanan teraba
panjang, keras memapan, pada perut ibu
sebelah kiri teraba tonjolan-tonjolan kecil
Leopold III : pada perut ibu bagian bawah teraba bulat,
keras dan melenting dan masih bisa
digoyangkan.

Tanda Vital
a. Tekanan darah : 110 / 70 mmHg
b. Denyut nadi : 80 x menit
c. Pernafasan : 24 x menit
d. Suhu : 36 C
2. Masalah
Tidak ada

3. Kebutuhan
a. Penkes tentang nutrisi
b. Pola istirahat
c. Pemberian obat dan tablet Fe +
Vitamin C dan asam folat

III. ANTISIPASI MASALAH / DIAGNOSA POTENSIAL


Tidak ada
IV. TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI
Tidak ada
V. RENCANA ASUHAN / INTERVENSI
 Berikan informasi tentang hasil pemeriksaan
 Berikan penkes tentang nutrisi, eliminasi, personal hygiene, olah
raga, istirahat dan kebutuhan ibu dan pendamping persalinan
 Beritahu ibu tentang tanda-tanda bahaya persalinan
 Berikan Tablet Fe, Vitamin C, asam folat dan mediamer
 Berikan imunisasi TT

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 222


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
 Beritahu tentang jadwal kunjungan ulang.

XI. IMPLEMENTASI RENCANA ASUHAN


 Menyampaikan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
o Usia kehamilan ibu : 31-32 minggu
o Keadaan ibu baik dan denyut jantung janin normal 138 x / menit
o Tanda-tanda vital ibu :
a. Tekanan darah : 110 / 70 mmHg
b. Denyut nadi : 80 x menit
c. Pernafasan : 24 x menit
d. Suhu : 36 C
 Menyampaikan penkes tentang :
o Nutrisi
- Ibu dianjurkan makan dengan porsi kecil tapi sering
- Ibu dianjurkan makan-makanan yang banyak mengandung
protein dan gizi
- Ibu dianjurkan untuk tidak makan-makanan yang merangsang
muntah dan tidak memakan makanan terlalu pedas dan terlalu
asam
- Ibu diajurkan untuk minum air putih 8 gelas sehari dan
ditambah 2 gelas susu
o Eliminasi
- Supaya BAB ibu lancar dianjurkan banyak memakan
makanan yang mengandung serat
- Menyampaikan pada ibu bahwa ibu setelah minum obat,
BAB agak kehitaman normal.
o Personal hygiene
- Ibu dianjurkan mandi 2 x sehari
- Ibu dianjurkan ganti pakaian luar 2 x sehari dan pakaian
dalam 3 x sehari

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 223


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
- Menyampaikan pada ibu jangan biarkan pakaian dalamnya
lembab karena makin menimbulkan jamur dan
mengakibatkan keputihan.
- Ibu dianjurkan gosok gigi 3 x sehari untuk menjaga
kebersihan mulut ibu
o Olah raga
- Dianjurkan untuk ibu olah raga seperti senam hamil atau ibu
jalan santai di pagi hari
o Istirahat
- Istirahat yang cukup
VII. EVALUASI
 Ibu mengerti apa yang telah disampaikan
 Ibu mau melaksanakan anjuran yang diberikan
 Ibu sudah diberitahu kapan kujungan ulang

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 224


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
DAFTAR PUSTAKA

Cunningham, F. Gary, dkk. 2005. Obstetri William Vol.1 EGC,


Jakarta
Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Dan
Keluarga Berencana Untuk Bidan. EGC. Jakarta.
Mary Hamilton, Persis. 1995. Dasar-dasar Kebidanan Maternitas.
EGC, Jakarta
Matteson, Sherblom Peggy. 2001. Women’s Health During the
childbearing Years. USA : Mosby
Mochtar. Rustam, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid 1. EGC. Jakarta.
Prawirohardjo, Sarwono, 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta Bina
Pustaka.
____________________, 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan
Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka.
Jakarta.
______________, Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta : Bina pustaka
Pusdiknakes, 2001. Buku 2 Asuhan Antenatal.
__________, : WHO: JHPIEGO, 2001, Buku asuhan antenatal.

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 225


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi
Saifuddin , Abdul Bari, dkk 2002 Panduan praktis pelayanan maternal
dan neonatal.
Sastawinata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Bambang : Elemen
Scott, J. 2002. Buku Saku Obstetri Ginekologi. Jakarta: Widya
Medika
Stables, Dot dan Rankin, Jean. 2006. Physiologi in Childbearing.
Philadelpia: ELSEVIER

Modul Blok 2 , Sub Blok Asuhan Kehamilan 226


Program Studi D III Kebidanan STIKES Fort De Kock Bukittinggi