Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

“METODE BISEKSI”
Pembimbing : Dr. Faridatul Masruroh, M.Si

Oleh :
Kelompok 1
1 Mega Inayah (165085)

2016- B
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
JOMBANG
Tahun Ajaran 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat
waktu.
Makalah yang berjudul “Metode Biseksi”, disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Metmatika yang di bimbing oleh Ibu Dr. Faridatul Masruroh, M.Si
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini tidak dapat terselesaikan
tanpa adanya bantuan dari bebagai pihak. Untuk itu penyusun mengucapkan terima kasih
kepada :
Yth. Ibu. Dr. Faridatul Masruroh, M.Si selaku Guru Pembimbing “Metode Numerik”
STKIP PGRI Jombang.
Dan Teman-teman atas segala motivasi dan dorongannya.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dari segi
isi maupun bentuk. Oleh karena itu, penyusun memohon sumbang saran dan kritik
konstruktif dari berbagai pihak terutama dari dosen pembimbing Metode Numerik untuk
kesempurnaan dalam pembuatan makalah yang akan datang.
Akhirnya penyusunan berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita, khususnya
bagi masyarakat luas.

Jombang, 11 Maret 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………
1.2 Tujuan Penulisan……………………………………………………
1.3 Rumusan Masalah……………………………………………………

BAB 2 PEMBAHASAN
2.1Menjelaskan Metode Biseksi ..............................................................
2.2 Memberikan masalah berupa contoh atau bukan contoh....................

BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Metode numerik adalah teknik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang

diformulasikan secara matematis dengan cara operasi hitungan (aritmatika). Metode numerik

sudah cukup lama dikembangkan, namun pemakaian dalam permasalahan yang ada

diberbagai bidang belum meluas. Beberapa tahun terakhir ini pemakaian metode numerik

sangat banyak digunakan. Hal ini disebabkan karena kemajuan teknologi khususnya dibidang

komputer yang sangat pesat, sehingga tidak mengherankan kalau komputer merupakan suatu

alat yang sangat diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi

oleh manusia, selain harganya terjangkau juga merupakan sebuah alat yang memiliki tingkat

ketelitian yang tinggi. Meskipun metode numerik banyak dikembangkan oleh para ahli

matematika, tetapi ilmu tersebut bukan hanya dimiliki oleh para ahli tersebut melainkan dapat

dimiliki oleh semua ahli dari berbagai bidang seperti teknik (sipil, mesin, elektro, kimia dan

sebagainya), kedokteran, ekonomi, sosial dan bidang ilmu lainnya. Metode numerik mampu

menyelesaikan suatu sistem persamaan besar, tidak linear, dan sangat kompleks yang tidak

mungkin diselesaikan secara analitis.

Metode numerik dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan nonlinear, baik

dalam bentuk aljabar, polynomial ataupun transcendental, yaitu dengan mencari akar-akar

persamaan nonlinear secara numerik. Setiap penyelesaian numerik dilakukan dengan

perkiraan berurutan (iterasi), sehingga setiap hasil yang didapat lebih teliti dari perkiraan

sebelumnya. Dengan melakukan sejumlah prosedur iterasi yang dianggap cukup, maka akan

didapat hasil perkiraan yang mendekati hasil yang sebenarnya dengan toleransi kesalahan

(ε) yang ditentukan.Persamaan nonlinear adalah persamaan matematis dimana salah satu
variabelnya berpangkat tidak sama dengan satu atau mengandung salah satu fungsi baik

aljabar, polynomial, ataupun transcendental

1.2 RUMUSAN MASALAH


Adapun rumusan masalah dari makalah ini sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan metode biseksi ?
2. Apa saja kegunaan metode biseksi dalam kehidupan sehari-hari ?

1.3 TUJUAN
Adapun tujuan penelitian dari makalah ini sebagai berikut :

1. Mengapa metode biseksi harus dipelajari ?


2. Bagaimana kegunaan metode biseksi dalam kehidupan sehari-hari ?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Menjelaskan Metode Biseksi

Metode bisection adalah metode pencarian akar paling sederhana. Akar dicari pada
interval 𝑥a dan 𝑥b, dimana nilai 𝑓(𝑥a) dan 𝑓(𝑥b) mempunyai beda tanda. Jika pada suatu
fungsi berubah tanda suatu selang, maka nilai fungsi dihitung pada titik tengah. Kemudian
lokasi akar ditentukan pada titik tengah selang bagian tempat terjadinya perubahan tanda.

Tahap pertama proses adalah menetapkan nilai sembarang 𝑎 dan 𝑏 sebagai batas
segmen nilai fungsi yang dicari. Batasan 𝑎 dan 𝑏 memberikan harga bagi fungsi (𝑥) untuk 𝑥 =
𝑎 dan 𝑥 = 𝑏. langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah 𝑓(𝑎) ∙ 𝑓(𝑏) < 0.

Apabila terpenuhi syarat tersebut terpenuhi berarti terdapat akar fungsi dalam
segmen tinjauan. Jika tidak demikian, harus ditetapkan kembali nilai 𝑎 dan 𝑏 sedemikian
a+ b
rupa sehingga terpenuhi ketentuan perkalian (𝑎) ∙ 𝑓(𝑏) < 0 Dengan rumusan m= ,
2
diperiksa apakah nilai mutlak < 10-3 (batas simpangan kesalahan). Jika benar, nilai 𝑥 = 𝑚
adalah solusi yang dicari. Jika tidak terpenuhi, ditetapkan batas baru dengan mengganti nilai
𝑏 = 𝑚 apabila (𝑎) ∙ 𝑓(𝑚) < 0, dan mengganti 𝑎 = 𝑚 bila 𝑓(𝑎) ∙ 𝑓(𝑚) > 0 , proses menentukan
𝑚 baru dilakukan seperti prosedur yang telah dijelaskan.

1.Algoritma metode Bisection

a.Definisikan fungsi 𝑓(𝑥)

b. Masukkan nilai batas 𝑎n dan 𝑏n

c. Untuk = 0,1,2,3… sampai selesai ⟵ kriteria pemutusan.

an + b n
d. Ambil m= iterasi (bil. Kecil tertentu).
2

e. Kalau (𝑎n)𝑓(𝑚) < 0, maka 𝑎n+1 = 𝑎n ,𝑏n+1 = 𝑚.

f. Jka (𝑎n)𝑓(𝑚) > 0, maka 𝑎n+1 = 𝑚 ,𝑏n+1 = 𝑏n.

g. Jika (𝑎n)𝑓(𝑚) = 0, maka m merupakan akarnya, hentikan perhitungan

h. Periksa nilai |𝑏n+1 – 𝑎n+1| jika > dari nilai 𝑒 maka perrhitungan dihentikan, jika tidak
maka ulangi langkah 𝑐 − ℎ sampai syaratnya terpenuhi dengan menambahkan 𝑛 + 1
2.2 memberikan masalah berupa contoh atau bukan contoh

Contoh Metode Biseksi

1.Untuk kasus persamaan non linear f(𝑥) = 𝑥2 − 𝑥 − 2 = 0, dengan [𝑎,𝑏] = [0 ,3] dan 𝜀 = 0,001

Uji Syarat :

(𝑎) ∙ 𝑓(𝑏) = −2 ∙ 4 = −8 𝑓(𝑎) ∙ 𝑓(𝑏) < 0 maka terdapat akar pada interval [0 ,3]

Iterasi 1 :

Interval [0 ,3]

𝑎= 0,dan 𝑏 = 3

a+b 0+3
𝑚= = = 1.5
2 2

f(𝑥) = 𝑥2 − 𝑥 − 2 = 0

f(𝑎) = 𝑓(0) = 02 − 0 − 2 = 0

f(𝑥) = 𝑥2 − 𝑥 − 2 = 0

f(m) = 𝑓(1,5) = 1,52 − 1,5 − 2 = −1,25

f(𝑎0) ∙ 𝑓(𝑚) = 2,5 > 0 artinya terjadi pergantian 𝑎 = 𝑚

𝑒r = 1 > 𝜀 artinya masih dilakukan perulangan karena nilai yang

diperoleh masih lebih besar dari nilai toleransi.

Jadi, (𝑥) punya akar pada interval [(1,5) ,3]

Iterasi 2 :

Interval [(1,5) ,3]

𝑎= 1,5, 𝑏 = 3
a+b 1,5+3
𝑚= = = 2,25
2 2

f(𝑥) = 𝑥2 − 𝑥 − 2 = 0

f(𝑎) = 𝑓(1,5) = 1,52 − 1,5 − 2 = −1,25

f(𝑥) = 𝑥2 − 𝑥 − 2 = 0

f(𝑚) = 𝑓(1,5) = 1,52 − 1,5 − 2 = 0,81250

f(𝑎) ∙ 𝑓(𝑚) = −1,01563 < 0 artinya terjadi pergantian 𝑏 = 𝑚

𝑒r = 0,3333 > 𝜀 artinya masih dilakukan perulangan karena nilai yang

diperoleh masih lebih besar dari nilai toleransi.

Jadi, (𝑥) punya akar dalam [(2,25) ,1,5]

Iterasi 3 :

Interval [(2,25) ,1,5]

𝑎= 2,25, dan 𝑏 = 1,5

a+b 2.25+1,5
𝑚= = = 1,875
2 2

f(𝑥) = 𝑥2 − 𝑥 − 2 = 0

f (𝑎) = 𝑓(2,25) = 2,252-2,25-2=1,875

f(𝑥) = 𝑥2 − 𝑥 − 2 = 0

f(𝑚) = 𝑓(1,875) =1,8752-1,875-2= −0,35938

f(𝑎) ∙ 𝑓(𝑚) = 0,44922 > 0 artinya terjadi pergantian 𝑎 = 𝑚

𝑒r = 0,2 > 𝜀 artinya masih dilakukan perulangan karena nilai yang

diperoleh masih lebih besar dari nilai toleransi.


Untuk nilai pada iterasi (𝑖) selanjutnya dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut

Pada Iterasi ke−11, selisih interval < 0,001 dengan nilai akar persamaannya adalah 1,99951

Bukan Contoh Metode Biseksi


1.Ujilah persamaan linier dibawah ini menggunakan metode biseksi ?

a. –x + y = 1
x+y=5

b. x + y = 9
x + y = 11

c. x + y = 12
x + y = 14
penyelesaian :
karna metode biseksi hanya dapat diselesaikan pada kasus nonlinier maka contoh soal di atas
bukanlah contoh soal metode biseksi.
BAB III

PEMBAHASAN

A. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian dari pembahasan makalah ini, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan
tentang Metode Biseksi sebagai berikut :
1. Metode Biseksi adalah metode numeric yang dapat digunakan untuk menyelesaikan
suatu persamaan nonlinier.
2. Metode Biseksi adalah metode pencarian akar.
3. Pada penyelesaian Metode Biseksi adalah menggunakan iterasi.
4. Didalam penyelesaiannya ada alogaritma Metode Biseksi yang memiliki 8 langkah.

B. Saran

Bedasarkan simpulan diatas ada beberapa saran yang perlu disampaikan diantaranya
yaitu, agar mahasiswa dapat memahami metode numeric dengan mudah disarankan untuk
memahami pengertian Metode Table terlebih dahulu setelah itu akan mudah dalam
pemahaman Metode Biseksi. Dan pada penulisan makalah apabila ada kesalahan saya selaku
penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya.
DAFTAR PUSTAKA

Bambang Triatmodjo, 1992, Metode Numerik, Beta Offset, Yogyakarta( Bab II;
Halaman : 21-36) dalam bentuk PDF

Makalah Metode Numerik Nonlinier mahasiswa universitas negri medan, diakses 10


maret 2019, 14.00 WIB

http://-files/materiteorimetnum.ppt diakses 10 maret 2019, 14.00 WIB