Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

“Peran dan Tugas Guru”


Untuk Memenuhi Salah SatuTugas Mata Kuliah Profesi Pendidikan
Dosen Pengampu : Ama Noor Fikrati, M.Pd

Disusun oleh :

1. SofiyatulAf’idah NIM : 185053


2. M. Faisal Rohim NIM : 185057
3. Arneta Sekar Arum Chusnia NIM : 185059

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

2020
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung
serangkaian perbuatan guru dan peserta didik atas dasar hubungan timbal balik yang
berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau
hubungan timbal balik antara guru dan peserta didik merupakan syarat utama bagi
berlangsungnya proses belajar mengajar.
Guru adalah sebagai agen pembelajaran mempunyai peran yang sangat
penting dalam program pembelajaran. Sebagai seorang calon pendidik kita harus tahu
bagaimana cara kita memberikan motivasi terhadap peserta didik kita, khususnya
memberikan motivasi agar peserta didik kita rajin belajar. Belajar merupakan sesuatu
yang menyenangkan apabila diikuti dengan motivasi yang tinggi yaitu motivasi
belajar. Berhasilnya pendidikan pada siswa sangat bergantung pada
pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan tugasnya. Guru dituntut untuk dapat
berperan sebagai organisator kegiatan belajar peserta didik dan juga hendaknya
mampu memanfaatkan lingkungan, baik yang ada di kelas maupun yang ada di luar
kelas, yang menunjang kegiatan belajar mengajar.
Pemahaman akan pengertian dan pandangan akan banyak mempengaruhi
peranan dan aktivitas guru dalam mengajar. Sebaliknya, aktivitas  guru dalam
mengajar serta aktivitas peserta didik dalam belajar sangat bergantung pada
pemahaman guru terhadap mengajar. Mengajar bukan hanya sekadar proses
penyampaian ilmu pengetahuan, melainkan terjadinya interaksi manusiawi dengan
berbagai aspeknya yang cukup kompleks.
Dalam makalah ini akan dijelaskan apa saja peran dan tugas seorang guru
dalam program pembelajaran.

B. Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah
ini adalah:
1. Apa saja Tugas Guru dalam Proses Pembelajaran ?
2. Apa saja Peran Guru dalam Proses Pembelajaran ?
C. Tujuan Penulisan
Pada dasarnya tujuan penulisan makalah ini terbagi dua bagian, yaitu tujuan
khusus umum dan khusus. Tujuan umum adalah untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Profesi Keguruan. Adapun tujuan khusus dari penyusunan makalah ini
adalah:
1. Untuk Mengetahui dan Memahami Apa saja Tugas Guru dalam Proses
Pembelajaran.
2.  Untuk Mengetahui dan Memahami Apa saja Peran Guru dalam Proses
Pembelajaran.
D. Metode Penulisan
Dalam proses penyusunan makalah ini menggunakan studi literatur sebagai
teknik pendekatan dalam proses penyusunan dan penulisan makalah ini. Selain itu
juga menggunakan pencarian di Internet dan buku.
BAB II

PEMBAHASAN

Peran dan Tugas Guru

A. Peran Guru di Sekolah


Seperti dijelaskan sebelumnya, guru bermakna sebagai pendidik profesional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Tugas utama itu akan efektif
jika guru memiliki derajat profesionalitas tertentu yang tercemin dari kompetensi,
kemahiran, kecakapanan, atau ketrampilan yang memenuhi standar mutu atau normal etik
tertentu. Sejalan dengan itu, guru memiliki peran yang bersifat multi fungsi, lebih dari
sekedar yang tertuang pada produk hukum tentang guru, seperti UU No. 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen pada PP No. 74 tentang Guru. Mutjahid (2010) mengemukakan
bahwa guru berperan sebagai perancang, penggerak, evaluator, dan motivator.
Oleh Mutjahid (2010) sebagai termuat dalam http://mutjahid-
komunitaspendidikan.blogspot.com peran guru dalam administrasi sekolah, termasuk
madrasah, didedeskripsikan sebagai berikut ini.

Guru sebagai Perancang


Untuk tugas-tugas administratif tertentu, guru dapat memerankan diri sebagai
administrator. Ketika menjadi seorang administrator, tugas guru ialah merencanakan,
mengorganisasikan, menggerakkan, mengawasi dan mengevaluasi program kegiatan
dalam jangka pendek, menengah, atau jangka panjang yang menjadi prioritas tujuan
sekolah.
Untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan utama sekolah, maka tugas guru sebagai
perancang yaitu menyusun kegiatan akademik atau kurikulum dan pembelajaran,
menyusun kegiatan kesiswaan, menyusun kebutuhan sarana prasarana dan mengestimasi
sumber-sumber pembiayaan operasional sekolah, serta menjalin hubungan dengan
orangtua, masyarakat, pemangku kepentingan dan instansi terkait. Dalam melaksanakan
tugas pokok tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru yaitu :
1. Mengerti dan memahami visi, misi, dan tujuan lembaga sekolah atau madrasah.
Guru dapat menjabarkannya ke dalam sebuah isi kurikulum dan pembelajaran,
kegiatan kesiswaan, penciptaan kultur sekolah, serta membangun penguatan
kelembagaan yang sehat dan berkualitas. Semua kegiatan itu diadministrasikan
sedemikian rupa, sehingga kontinyuasinya tidak mengalami kendala.
2. Mampu menganalisis data-data yang terikat masalah perubahankurikulum,
perkembangan siswa, kebutuhan sumber belajar dan pembelajaran, strategi
pembelajaran serta perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan
informasi. Hasil analisis data disajikan secara baik dan tersimpan secra apik
sehingga saat diperlukan dapat diperoleh sesegera mungkin.
3. Mampu menyusun prioritas program sekolah secara terukur dan sistematis seperti
proses rekuitmen siswa masa orientasi siswa proses pembelajaran, hingga proses
evaluasi. Hasil evaluasi di administrasi, dibuat dalam bentuk laporan statistik
sehingga kemajuan/kemundurannya dari tahun ke tahun dapat diketahui
4. Mampu mengembangkan program-program khusus yang bermanfaat bagi
penciptaan inovasi sekolah, khususnya dibidang pendidikan dan pembelajaran.
Semua capaian di tatalaksanakan secara baik, sehingga setiap kemajuan yang di
capai tercatat rapi dan dapat di jadikan referensi lebih lanjut.

Guru Sebagai Penggerak

Guru juga dikatakan sebagai penggerak, yaitu mobilisator yang mendorong dan
menggerakkan sistem organisasi sekolah. Untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut,
seorang guru harus memiliki kemampuan intelektual dan kepribadian yang kuat. Kemapuan
intelektual, misalnya mempunyai jiwa visioner, kreator, peneliti, jiwa rasional, dan jiwa
untuk maju. Kepribadian seperti wibawa, luwes, adil dan bijaksana, arif dan jujur, sikap
objektif dalam mengambil keputusan, toleransi dan tanggung jawab, komitmen, disiplin, dan
lain-lain.
Untuk mendorong dan menggerakkan sistem sekolah yang maju memang membutuhkan
kemampuan berilian tersebut guna mengefektifkan kinerja sumber daya manusia secara
maksimal berkelanjutan. Sebab, jika pola ini dapat terbangun secara kolektif dan
dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh guru maka akan muncul perubahan besar dalam
sistem manajemen sekolah yang efektif melalui cita-cita dan visi besar inilah gurusebagai
agen penggerak diharapkan mempunyai rasa tanggung jawab, rasa memiliki, serta rasa ingin
memajukkan lembaga sekolahnya sebagai tenda besar dalam mendedikasikan hidup mereka
Guru Sebagai Evaluator
Guru menjalankan fungsi sebagai evaluator, yaitu melakukan evaluasi penilaian terhadap
aktivitas yang telah dikerjakan dalam sistem sekolah, peran ini penting karena sguru sebagi
pelaku utama dalam menentukkan pilihan-pilihan serta kebijakan yang relevan demi kebaikan
sistem yang ada disekolah baik menyangkut kurikulum, pengajaran, sarana prasarana regulasi
sasaran dan tujuan hingga masukan dari masyarakat luas.
Seorang guru harus terus menerus malkukan evaluasi baik ke dalam maupun keluar sekolah,
guna meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik evaluasi kedalam (internasional)
ditunjukkan untuk melihat kembali tingkat keberhasilan dan kelemahan yang dihadpi sekolah
misalnya :
1) Visi, misi, tujuan dan saaran
2) Kurikulum
3) Pendidik dan tenaga kependidikan
4) Dana, sarana prasarana, regulasi, organisasi, budaya kerja dan belajar
evaluasi keluar ditujukkan untuk melihat peluang dan tantangan yang dihadapi sekolah
misalnya :
1) Menjaga kepercayaan masyarakat
2) Memenuhi harapan para orangtua siswa
3) Memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan
4) Desain ulang program madang untuk mengahadapi persaingan
5) Memerhatikan dampak imtek dan informasi
6) Pengaruh dari lingkungan sosial
Guru sebagi pelaku utama agen perubahan yang dapat meningkatkan peran administratif
tersebut.
Guru sebagai motivator
Dalam proses pembelajaran, motivasi merupakan penentu keberhasilan.Seorang guru
seyogyanya memerankan diri sebagai motivator murid muridnya,teman sejawatnya,serta
lingkungannya.kata motivasi berasal dari kata motif,yang artinya gerak penggerak yang ada
di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-akivitas tertentu demi tercapinya suatu
tujuan.
Menurut Mc Donald seperti yang dikutip M. Sobrysutikno (2009) motivasi adalah perubahan
energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan di dahului dengan
tanggapan terhadap adanya tujuan. Pengertian yang dikemukakan Mc Donald mengandung
elemen/ciri pokok dalam motivasi, yakni motivasi itu mengawali terjadinya perubahan
energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.
Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong
seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan
sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin
kelangsungan dan memberi arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai.
Dalam kegiatan belajar motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak empunyai
motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.
Dalam beberapa sumber dijelaskan bahwa motivasi ada dua, yaitu motivasi intrinsik dan
motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik timbul dari dalam diri individu sendiri tanpaada
paksaan dorongan orang lain. Melainkan asal dasar kemamuan sendiri. Motivasi eksintrik
timbul sebagai pengaruh dari luar individu, apakah karena adanaya ajakan, suruhan, atau
paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu
atau belajar.
Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah
bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa
yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa
ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan.
B. Perluasan Peran Guru

Di masa depan, peran guru akan menjadi makin sangat strategis, meski tidak selalu dapat
ditafsirkan paling dominan dalam kerangka pembelajaran. Guru sudah seharusnya makin
akrab dengan instrumen teknologi informasi, hal ini berimplikasi pada perubahan sikap
dan perilaku mereka dalam menatalaksanakan tugasnya. Karenanya guru masa depan
harus mampu memainkan peran seperti berikut ini 

1. Sebagai penasehat, di mana guru harus mampu mengumpulkan data dan informasi,
serta mempresentasikannya di hadapan sejawat untuk perbaikan pembelajaran dan
aktivitas pendukung akademik lainnya. 
2. Sebagai subjek yang memproduksi,  di mana guru tidak lagi hanya sebagai
penyalur dan penyadap, melainkan harus mampu memproduksi pengalaman baru,
alat bantu pembelajaran baru, dan cara-cara baru Dalam rangka perbaikan
pembelajaran.
3.  Sebagai perencana, artinya guru memiliki program kerja pribadi yang jelas
program kerja tersebut tidak hanya berupa program rutin, Misalnya menyiapkan
seperangkat dokumen pembelajaran seperti program semester satuan pelajaran,
lembar kerja siswa ((LKS), dan sebagainya. Akan tetapi guru harus merencanakan
bagaimana setiap pembelajaran yang dilakukan berhasil maksimal, dan tentunya
apa dan bagaimana rencana yang dilakukan, dan sudah terprogram secara baik.
4. Sebagai inovator, artinya memiliki kemampuan untuk melakukan  pembaruan dan
pembaruan dimaksud berkenaan dengan pola pembelajaran, termasuk  di dalamnya
metode mengajar, Media pembelajaran, sistem dan alat evaluasi tema serta
nurturant effect lainnya .  secara individu maupun bersama-sama mampu untuk
mengubah pola lama, yang selama ini tidak memberikan hasil maksimal, dengan
mengubah kepada pola pembelajaran, maka akan berdampak hasil yang lebih
maksimal.
5. Sebagai motivator,  artinya guru masa depan mampu memiliki motivasi untuk
terus belajar dan belajar, dan tentunya juga akan memberikan motivasi kepada
siswa untuk belajar dan terus belajar sebagaimana dicontohkan oleh gurunya. 

Menurut Mujtahid (2010) Tugas guru adalah membangkitkan motivasi siswa sehingga Ia
mau melakukan untuk belajar. Dari landasan konseptual di atas, ada beberapa strategi
yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. 

1. menjelaskan tujuan belajar kepada siswa.  makin jelas tujuan maka makin besar
pula motivasi siswa dalam belajar.
2. Memberikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Di samping itu, siswa yang
belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa menjadi siswa yang berprestasi.
3. Mendorong usaha persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi
belajarnya,  berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
4.  Memberikan pujian yang sepantasnya bagi siswa yang berprestasi sebagai
penghargaan yang bersifat membangun.
5.  Memberikan hukuman yang bersifat mendidik.
6.  Membangkitkan dorongan kepada siswa untuk belajar dengan cara memberikan
perhatian maksimal ke  siswa.
7. Membentuk kebiasaan belajar baik
8. Membantu kesulitan belajar siswa secara individual maupun kelompok
9.  Menggunakan metode yang bervariasi 
10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran

 Keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang berasal dari dalam dan
luar siswa.  faktor luar misalnya, fasilitas belajar, cara mengajar guru, serta sistem
pemberian umpan balik , dan sebagainya. serta faktor dari dalam siswa mencakup
kecerdasan, strategi belajar, motivasi, dan sebagainya. 
Menurut mujtahid (2010)  model kondisi motivasional  itu adalah perhatian (attention), 
relevansi (revance), kepercayaan diri (Confidence), dan kepuasan  ( satisfaction)

C. Tugas Guru

 Menurut PP nomor 74 tahun 2008, jabatan guru yang “murni guru” terdiri dari 3 jenis
sama yaitu guru kelas, guru bidang studi,  dan guru mata pelajaran. Tugas masing-
masingnya disajikan berikut ini 

Tugas guru kelas  

 Menyusun Kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;

 Menyusun silabus pembelajaran;

 Melaksanakan kegiatan pembelajaran;

 Menyusun menyusun alat ukur atau soal sesuai mata pelajaran;

 Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelas
nya;

 Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;

 Melaksanakan pembelajaran atau perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan


hasil penilaian dan evaluasi  dan sebagainya.

Tugas guru mata pelajaran

 Menyusun kurikulum pembelajaran pada suatu pendidikan;

 Menyusun silabus pembelajaran;

 Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;

 Melaksanakan  kegiatan pembelajaran;

 Menu menyusun alat atau soal- sesuai mata pelajaran;

 Menilai  dan mengevaluasi  proses dan hasil belajar pada mata pelajaran yang
diampunya; 

 Menganalisis hasil penilaian pembelajaran melaksanakan pembelajaran atau


perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
 Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat
sekolah dan nasional;

 Membuat karya inovatif dan sebagainya.

 Tugas guru bimbingan dan konseling

 Menyusun kurikulum bimbingan dan konseling;

 Menyusun silabus bimbingan dan konseling;

 Menyusun satuan layanan bimbingan dan konseling;

 Melaksanakan bimbingan dan konseling per semester;

 Menyusun alat ukur atau lembar kerja program bimbingan dan konseling;

 Mengevaluasi proses dan hasil bimbingan dan konseling;

 Menganalisis hasil bimbingan dan konseling;

 Melaksanakan pembelajaran atau perbaikan tindak lanjut  bimbingan dan


konseling dengan memanfaatkan hasil evaluasi;

 Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi  terhadap proses dan hasil belajar
tingkat sekolah dan nasional;

 Membimbing guru pemula  dalam program induksi dan sebagainya.

Guru selain melaksanakan kegiatan diatas dapat melaksanakan tugas tambahan dan atau
tidak lain yang relevan dengan fungsi sekolah atau Madrasah sebagai kepala sekolah atau
Madrasah; wakil kepala sekolah atau Madrasah; ketua program keahlian atau sejenisnya;
Kepala perpustakaan sekolah madrasah; kepala laboratorium, bengkel, unit produksi, atau
yang sejenisnya pada sekolah atau Madrasah dan pembimbing khusus pada satuan
pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi. Di samping itu guru juga dituntut
melakukan tugas-tugas administratif yang mengintegral dengan fungsi utamanya.
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara
keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Proses belajar mengajar
merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas
dasar hubungan timbale balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk
mencapai tujuan tertentu.
Yang termasuk komponen belajar mengajar antara lain tujuan instruksional
yang hendak dicapai, materi pelajaran, metode mengajar, alat peraga pengajaran, dan
evaluasi sebagai alat ukur tercapai tidaknya tujuan.
Guru dalam mendidik peserta didik bertugas untuk:
a. Menyerahkan kebudayaan kepada peserta didik berupa kepandaian, kecakapan,
dan pengalaman-pengalaman.
b. Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai cita-cita dan dasar Negara
kita Pancasila.
c. Menyiapkan anak menjadi warga Negara yang baik sesuai Undang-Undang
Pendidikan yang merupakan Keputusan MPR No. II Tahun 1983.
d. Sebagai perantara dalam belajar.
e. Guru adalah sebagai pembimbing, untuk membawa peserta didik ke arah
kedewasaan.
f. Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat.
Anak nantinya akan hidup dan bekerja, sebagai mengabdikan diri dalam
masyarakat, dengan demikian anak harus dilatih dan dibiasakan di sekolah di
bawah pengawasan guru.
g. Sebagai penegak disiplin, guru menjadi contoh dalam segala hal, tata tertib dapat
berjalan bila guru dapat menjalani lebih dahulu.
h. Guru sebagai administrator dan manajer.
i. Pekerjaan guru sebagai suatu profesi.
j. Guru sebagai perencana kurikulum.
k. Guru sebagai pemimpin (Guidance worker).
Peran dan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal
sebagaimana  yang dikemukakan oleh Adams & Decey dalam Basic Priciples of
Student Teaching, antara lain guru sebagi pengajar, pemimpin kelas, pembimbing,
pengatur lingkunagn, pertisipan, ekspeditor, perencana, supervisor, motivator, dan
konselor.
B. Saran-Saran
Demikianlah makalah ini kami buat. Apabila ada kesalahan baik dalam
penjelasan maupun dalam penulisan, kami minta maaf. Kami mengharap kritik dan
saran yang membangun agar dapat menjadi sumber rujukan sehingga menjadikan apa
yang kami buat ini lebih baik di masa mendatang. Semoga bermanfaat bagi kita
semua. Aamiiin.
DAFTAR PUSTAKA

Danim, Sudarwan dan Khairil. 2011. Profesi Kependidikan. Bandung : Alfabeta