Anda di halaman 1dari 14

TEORI

I. Astrofisika
1. Hukum radiasi, radiasi blackbody, efek Doppler, spektrum elektromagnetik;
2. Spektroskopi: absorpsi, emisi, hamburan, spektrum benda langit, pembentukan garis, spektrum
kontinum, pemisahan dan pelebaran garis spektrum, polarisasi;
3. Fotometri: Sistem magnitudo, luminositas, indeks warna&temperature, ekstingsi atmosfer,
satuan fisis fotometri, spektrofotometri;
4. Struktur atom, energi ikat, radioaktif, neutrino;
5. Kesetimbangan termodinamika, gas ideal, transfer energi,
6. Hukum Radiasi: hukum kuadrat kebalikan, intensitas, luminositas, kecerlangan dan jarak,
magnitudo semu dan absolut, modulus jarak, radius bintang, diagram Hertzprung-Russell,
7. Radiasi Benda Hitam: hukum Rayleigh-Jeans, hukum Planck, hukum pergeseran Wien,
hukum Stefan-Boltzmann, warna dan kelas spektrum bintang, dan kelas luminositas bintang,
8. Sifat-sifat cahaya: dualisme gelombang dan partikel dari cahaya, garis emisi dan absorpsi,
spektrum elektromagnet, hukum Kirchoff, model atom Bohr, dan efek Doppler.
(Buku Materi OSN Astronomi gratis klik disini)

II. Astronomi Bola


1. Trigonometri bola: formula-formula pada segitiga bola.
2. Koordinat langit dan aplikasinya: sistem koordinat geografis Bumi, sistem koordinat
horizontal, sistem koordinat equatorial, sistem koordinat ekliptika, sistem koordinat galaktik;
transformasi koordinat; 
3. Equinox dan solstice, bintang sirkumpolar, konstelasi dan zodiak. 

III. Sistem Waktu dan Kalendar


1. Waktu Surya, 
2. Waktu Sideris, 
3. Julian Date, 
4. Persamaan (perata) waktu, 
5. Zona waktu,  
6. Universal Time, 
7. Local Mean Time, 
8. Perbedaan definisi tahun (kalendar Julian, Gregorian, Hijriah, dan Cina), 
9. Konversi dari kalendar Islam: Hisab Urfi ke kalendar Masehi: Gregorian dan sebaliknya.

IV. Mekanika Benda Langit


1. Hukum gravitasi Newton,
2. Hukum Keppler,
3. Limit Roche, baricenter,
4. Problem 2-benda, titik Lagrange; pasang surut;
5. Polinom dan teorema Descartes;
6. Orbit dalam ruang.
V. Fenomena Astronomi (Sistem Bumi-Bulan-Matahari)
1. Pasang surut, Musim, Gerhana, Aurora, Meteor shower;
2. Gerhana Bulan dan Matahari: variasi dan perbandingan diameter sudut Bulan dan Matahari,
fase Bulan, umbra dan penumbra, klasifikasi gerhana Bulan dan Matahari, musim gerhana: siklus
Saros dan Meton.
3. Siklus Gerhana: gerak dan orbit Bulan, siklus Saros, siklus Meton, dan periode Saros.
4. Gerhana dalam kultur manusia: dinamika reaksi masyarakat saat terjadinya gerhana.
5. Equinox, perihelion dan aphelion, eksentrisitas Bumi, periode sideris dan sinodis, inklinasi,
dan momentum sudut.
6. Sistem Bumi-Bulan: data fisis Bumi dan Bulan, data orbit Bulan, pusat massa sistem Bumi-
Bulan, dan medan potensial Bumi-Bulan.
7. Skala terang sabit Bulan: magnitudo visual, kecerlangan sabit Bulan, kecerlangan permukaan
sabit Bulan, skala terang Bumi-Bulan-Matahari, sudut ruang, hubungan antara magnitudo, fase,
dan jarak Bumi-Bulan, sudut fase dan elongasi, skala terang earthshine.

VI. Matahari
1. Struktur Matahari,
2. Aktivitas permukaan,
3. Rotasi Matahari,
4. Radiasi dan konstanta Matahari,
5. Solar neutrino,
6. Relasi Matahari-Bumi,
7. Peran medan magnet,
8. Angin Matahari dan tekanan radiasi,
9. Heliosphere, magnetosphere,
10. Bintik Matahari,
11. Rotasi diferensial Matahari,
12. Siklus Matahari.

VII. Tatasurya
1. Sistem Bumi-Bulan, presesi, nutasi, librasi,
2. Pembentukan dan evolusi tata surya, struktur dan komponen tata surya,
3. Struktur dan orbit benda tata surya, perioda sideris dan sinodis, gerak retrograde,
4. Survey tata surya: kategori planet, planet kebumian: kerapatan dan interior, proses di
permukaan, planet Jovian, atmosfer planet, benda kecil, dan pembentukan tata surya.
5. Planet Jovian dan satelitnya: karakteristik planet Jovian, atmosfer dan interior Jupiter, satelit
Jupiter, cincin Saturnus, atmosfer Saturnus, misi ruang angkasa ke Saturnus, atmosfer Saturnus,
satelit Saturnus, misi ruang angkasa ke Uranus, atmosfer dan interior Uranus, cincin Uranus,
satelit Uranus, misi ruang angkasa ke Neptunus, atmosfer Neptunus, satelit Neptunus, cincin
Neptunus, dan sifat-sifat utama satelit planet Jovian.
6. Planet luar-surya: teknik mencari planet luar-surya.

VIII. Bintang
1. Satuan/unit jarak benda langit: satuan astronomi, tahun cahaya, dan parsek,
2. Skala terang absolut (magnitudo absolut) dan skala terang semu (magnitudo semu).
3. Warna bintang dan temperatur permukaan bintang.
4. Luminositas dan temperatur efektif bintang.
5. Penentuan radius dan massa,
6. Bintang variable, fisis pulsasi,
7. Kesetimbangan bintang, nukleosintesis bintang, transportasi energi, boundary condition,
atmosfer dan spectrum bintang,
8. Pembentukan bintang, diagram Hertzprung-Russell, bintang pra-deret utama, bintang post-
deret utama, supernova, planetary nebulae , keadaan akhir bintang,

IX. Sistem Bintang


1. Jenis bintang ganda, penentuan massa sistem bintang ganda, kurva cahaya, kecepatan radial,
interacting binaries, pergeseran Doppler dalam sistem ganda, sistem ganda pekuliar,
2. Teknik memburu exoplanet,
3. Gugus bintang: klasifikasi dan struktur, massa, umur, penentuan luminositas dan jarak.

X. Galaksi Bima Sakti dan Ekstragalaksi


1. Emisi gas hidrogen netral (HI).
2. Molekul hidrogen (H2) yang di-tracer oleh molekul CO.
3. Hidrogen terionisasi (HII), radiasi 21cm, nebula, absorpsi antarbintang,
4. Debu
5. Gugus bola dan gugus terbuka
6. Struktur Bima Sakti: populasi bintang, menentukan umur gugus bintang, menentukan
metalisitas bintang, paralaks spektroskopi, main sequence fitting, dan RR Lyrae.
7. Komponen Galaksi: halo, bulge, dan disk.
8. Klasifikasi galaksi: morfologi dan warna.
9. Menentukan jarak, massa, dan luminositas galaksi, kurva rotasi galaksi.
10. Galaksi aktif, luminositas Eddington.

XI. Kosmologi
1. Alam semesta mengembang, pergeseran merah, dan hukum Hubble;
2. Model kosmologi standar.
3. Sejarah termal alam semesta.
4. Struktur skala besar alam semesta.
5. Evolusi pertumbuhan struktur besar alam semesta.
6. Gugus galaksi dan interaksi galaksi.
7. Bukti keberadaan Big Bang.
8. Mengukur jarak menggunakan supernova tipe Ia.
9. Evolusi alam semesta.
10. Redshift kosmologi.

XII. Instrumen Astronomi


1. Teleskop dan detektor (CCD, photometers, spectrographs), magnifikasi, panjang fokus,
aperture syntheis,
2. Astronomi multi-wavelength: observasi radio, infrared, visible, x-ray, efek atmosfer Bumi.
3. Pengenalan cara kerja teleskop-teleskop yang ada di Observatorium Bosscha.

XIII. Matematika
1. Fungsi polinom, eksponensial, logaritmik, rasional, linier;
2. Invers fungsi, geometri ruang, trigonometri,
3. Vektor, matriks, geometri irisan kerucut,

XIV. Fisika
1. Momentum dan tumbukan, rotasi benda tegar,
2. Termodinamik, medan listrik dan magnet,
3. Geometri optik, sifat cahaya (interferensi, difraksi, polarisasi),
4. Teori relativitas,

XV. Statistika
1. Angka penting,
2. Teori probabilitas, fungsi distribusi probabilitas, statistika deskriptif,
3. Teori kesalahan,
4. Regresi linier, interpolasi, ekstrapolasi.

Saya sering ditanya OSN Astronomi itu seperti apa serta tips suksesnya bagaimana.. Oleh karena
itu saya tulis saja.. silahkan baca sendiri! haha..

Kenapa ikut OSN?

 ‘terpaksa’ dapat ilmu lebih, ini agak teladan dikit lah alasannya.. haha.. :v ketika kamu
jadi wakil sekolah/kab/prov, kamu akan terpaksa belajar sendiri.. ketika kelas 1 sudah
belajar materi kelas 3, atau bahkan materi kuliah.. tidak hanya belajar sendiri, kadang
kamu juga ikut pelatihan, dll. Ilmu ini tentu sangat bermanfaat untuk SMA dan untuk
kuliahmu nanti.
 tampak keren, ini bisa jadi alasan utama.. siapa sih yang tidak —bangga– mewakili
sekolah, mewakili kabupaten, provinsi, bahkan mewakili negara dalam ajang
perlombaan? Jangan jadi songong aja sie.. haha
 dapat uang, ini alasan sangat penting.. kalau kamu ikut lomba lalu menang, biasanya
akan dapat hadiah.. saya ingat dulu saat lomba tingkat kecamatan (zaman SMP) dapat
hadiah beberapa ratus ribu  saja senangnya luar biasa (tahun 2005 ini sudah cukup
banyak). Kamu bisa bilang ke Bapakmu.. “Pak, sesok aku mbayar SPP nganggo duwitku
dewe..  Ayo Pak tak jajakke Seprit utowo Fanta!”. Hahaha.. Tentu hadiah ini terus
‘membengkak’ kalau kamu bisa juara nasional atau bahkan internasional, kamu bisa
dapat beberapa puluh juta dari pesangon2 yang ada (kalau provinsimu loyal :v) . Jika
diakumulasi dari kabupaten, provinsi, nasional, pesangon tiap pelatnas, dan internas,
nominalnya tentu lebih besar dari ini, lalu kamu bisa bilang ke Bapakmu… “Pak, tanah
kae nek dituku piro yo Pak?” muahaha….

 Kuliah S1 bahkan sampai S3 bisa gratis..  walaupun ngurusnya ribet, jadi males.
  sering keluar kelas, jalan-jalan, dan dapat kenalan, dengan ikut olimpiade, kamu

bisa sering ‘bolos’ sekolah (misal belajar sendiri ke perpus secara legal ), kamu juga
bisa jalan-jalan ke luar daerahmu, apalagi kalau tingkat provinsi, nasional, dan
internasional.. asalkan penyelenggaranya bukan daerah asal,.. (hikz.. saya internas di

Bandung ). Kenalan juga jadi banyak, sesama anak olim, sesama nerd.. haha.. Saat
sudah dewasa, kamu jadi punya kenalan petinggi di institusi atau perusahaan besar.

Kenapa Astronomi?

 menarik, saya sarankan ini jadi alasan utama.. kalau kamu tertarik dengan sains
(terutama fisika), pilihlah astronomi, karena cakupan yang dilombakan cukup luas serta
mengasah logika dan imajinasi. Kamu tidak hanya (condong) belajar logika seperti
fisika/mat/komp, akan tetapi juga belajar bagaimana saintis berpikir dan berimajinasi,
serta usahanya dalam memahami alam semesta.. (Ini soal olimnya ya, bukan bidang
keilmuan aslinya, aslinya mah tetep sama-sama sains yang butuh logika, imajinasi, dan
kerja keras).
Well, buat saya astronomi menarik karena membahas benda-benda langit yang jarang
orang pikirkan! Black hole, dark matter, dark energy, stars evolution, neutron star, white

dwarf, eccentricity.. nama-namanya saja dah keren.. halah.. :v

saingan lebih sedikit, ini alasan penting, apalagi kalau kamu merasa IQmu termasuk pas-pas an
di sekolah :v. Biasanya yang paling cerdas milihnya matematika atau komputer, nah kamu pilih
saja astronomi, pasti tingkat persaingannya lebih rendah.. ini ngaruh sekali waktu di tingkat
sekolah.. kalau IQmu tinggi, lalu milih astro, dijamin bisa nasional!
Tinggi-rendahnya IQ agak susah menilai apalagi kalau kamu jadi ikan kecil di akuarium..
(belum pernah melihat IQ anak-anak dari sekolah/provinsi lain). Dari pengalaman, untuk mata
pelajaran matematika dan komputer, hanya yang IQnya tinggi yang bisa lolos hingga
nasional/internasional. Rate kedua biasanya anak fisika, astronomi, lalu kimia dan biologi. Tentu
kerja keras bisa mengalahkan kecerdasan, jadi jangan digeneralisir. IQmu >140 tetapi tak pernah
belajar ya sama saja bung..

  cakupan materi yang bermanfaat untuk sekolahmu, bidang matematika, fisika,


biologi, dan kimia, tentu bermanfaat untuk ‘nilai rapot’.. lalu astronomi? banyak yang
tidak tahu bahwa ketika kamu ikut olim astro, kamu terpaksa belajar matematika & fisika
dari kelas 1 hingga 3 SMA.. Untuk olim fisika paling belajarnya mekanikaaa saja (+
listrik magnet + relativitas kalau mau nasional/internas). Untuk olim geografi kamu
belajar ilmu per’google’an (harus banyak baca dan hafal).. Untuk olim astronomi belajar
semuanya cui, dari teori atom hingga kosmologi, dari lingkaran hingga kalkulus…
terpaksa.. haha.. Jadi jangan ada stigma bahwa ikut olim astro tidak membantu dalam
memahami mata pelajaran sekolah.
jangan pilih astronomi jika: (1) kamu tidak suka fisika/matematika, (2) dari kelas IPS (saya sarankan
pindah ke geografi atau ekonomi saja).

pa yang perlu disiapkan?

Saya asumsikan kamu mulai tertarik ikut olim astro.. jadi, hal apa saja yang perlu disiapkan?
belajar! -__-“[ini mah sudah jelas Om]

 pelajari (dan kuasai) materi matematika dan fisika kelas 1 hingga kelas 3 SMA, ini
penting sekali untuk olim astro tingkat kabupaten/kota, selain itu juga penting sebelum
kamu membaca buku-buku astronomi, agar lebih cepet nangkep…Beberapa materi
terpenting antara lain:
Fisika: kinematika (gerak lurus berubah beraturan, gerak parabola), dinamika (hukum
gerak Newton, gaya), hukum gravitasi Newton, usaha & energi, momentum & impuls,
gerak melingkar,  momentum sudut,  momen inersia, benda tegar, teori kinetik gas,
termodinamika, getaran & gelombang, optik, listrik & magnet, fisika modern: teori atom,
dualisme partikel gelombang, benda hitam, relativitas Einstein, fisika inti. Matematika:
koordinat (kartesian & polar), vektor, persamaan polinom (aljabar), logaritma, geometri
(lingkaran & segitiga), trigonometri, statistika, peluang, irisan kerucut, turunan &
integral.
 baca buku astronomi (zaman saya dulu tidak ada yang berbahasa indonesia, kalau
zaman now sudah ‘mulai’ ada).

Berbahasa Inggris (e-book bisa ditemukan di internet):

o Fundamental Astronomy — Hannu Karttunen, et al. (wajib)


o Astronomy: Principles and Practice — A. E. Roy & D Clarke (wajib)

o Idiots Guide to Astronomy — C. De Pree & A. Axelrod

o An Introduction to Modern Astrophysics — Bradley W. Carroll & Dale A. Ostlie


(berat)
o Schaum’s Outline of Astronomy — Stacey Palen

o Introduction to Cosmology — Barbara Ryden (khusus kosmologi)

o Extragalactic Astronomy and Cosmology — Peter Schneider (khusus galaksi,


ekstragalaksi, dan kosmologi)

Berbahasa Indonesia:

o Buku Hans, diktat yang dibuat oleh saudara Hans Gunawan, materi ringkas,
banyak contoh soalnya (e-book versi revisi bisa ditemukan di internet).
o Buku Pelangi, Buku Bahan Ajar Persiapan Menuju Olimpiade Sains
Nasional/Internasional ASTRONOMI — TPOA
o Buku Sakti, Buku Sakti Menuju Olimpiade Astronomi — TOASTI (teorinya lebih
lengkap, contoh soalnya sedikit)
o Bintang-bintang di alam semesta — Winardi Sutantyo (lebih khusus bintang)

o Suplemen Astrofisika untuk SMA — Chatief Kunjaya (lebih ringan)

o dll

 latihan soal, misalnya soal olimpiade tahun-tahun sebelumnya. Mencari soal dan
pembahasan di internet sekarang jauh lebih mudah
 instal Stellarium, software simulasi langit..  penting untuk memahami tata koordinat

langit, juga saat butuh untuk menghafalkan langit untuk persiapan olim tingkat
Nasional (babak observasi). Stellarium biasa dipilih karena user friendly untuk pemula.
Instal Kerbal Space Program, game tentang simulasi space flight yang bisa membuatmu
lebih paham mengenai mekanika benda langit. Saya belum pernah pakai tetapi katanya
lumayan menyenangkan.
 bergabung dengan grup/forum astronomi, jika ada kesulitan kalian bisa bertanya di
forum seperti ini. Di facebook misalnya ada group “Astronomi Indonesia”, “Dunia
Astronomi”, “Himpunan Astronomi Amatir Jakarta”, “Forum Pelajar Astronomi”, dll.

Seperti apa OSN Astronomi?

Sebelumnya,  OSN itu istilah untuk olimpiade sains tingkat nasional,  untuk kabupaten biasanya
disebut OSK,  sedangkan tingkat provinsi disebut OSP.  Di tingkat sekolah sering ada seleksi
terlebih dahulu,  biasanya disebut OSS.

OSK biasanya dilakukan di awal tahun, format soalnya biasanya berupa pilihan ganda sejumlah
35-50 soal. Saat ini ada kemungkinan 15 soal pilgan dan tambahan 5 soal isian singkat. Sering
kali soalnya terdiri dari 3 bagian utama,  matematika dasar,  fisika dasar,  dan astronomi dasar.
Kadang boleh pakai kalkulator kadang tidak. Peserta OSK adalah perwakilan sekolah di kab/kota
tersebut, dengan masing-masing sekolah mengirim 3 orang (kadang ada sekolah yang diizinkan
mengirim 5 siswa atau lebih). Jawaban akan dikoreksi oleh panitia di kota masing-masing.
Khusus untuk DKI Jakarta, setelah OSK ada seleksi lanjutan yang namanya pra-OSP, mereka
yang mengadakan sendiri.

OSP diselenggarakan dinas provinsi, acaranya biasanya selama 2 hari, yaitu: kedatangan, 
menginap malamnya,  besoknya tes, terus pulang. Format soal OSP biasanya berupa pilihan
ganda dan esai.  Soal esainya lumayan banyak, 5-10 dan beranak. Semuanya soal astronomi.
Jawaban dikoreksi oleh tim juri, kemudian diranking secara nasional.  Peserta yang lolos adalah
peserta yang nilainya di atas passing grade.  Bagaimana menentukannya?  Biasanya dipilih dulu
satu orang dengan nilai tertinggi di tiap provinsi (agar merata),  lalu ditentukan nilai batas
(passing grade)  agar peserta di tingkat nasional hanya sekitar 90-110 siswa (sekarang 70-90
siswa). Bisa jadi di satu provinsi hanya ada 2

yang lolos atau bisa juga ada 12 orang yang lolos ke nasional.

OSN biasanya diadakan tengah atau akhir tahun, untuk astronomi formatnya ada tiga babak.
Babak teori dengan format sama seperti OSP,  lalu ada babak pengolahan data,  kemudian ada
babak observasi (untuk mapel lain berupa praktikum / eksperimen / presentasi). Babak observasi
bisa saja dilakukan pada siang hari,  bisa juga malam hari,  juri sudah menyediakan skenario
cerah dan skenario mendung (atau sebagian cerah lalu mendung).

Bisa jadi event OSN adalah pertama kalinya kamu naik pesawat atau pergi ke luar jawa.  Pada
umumnya acaranya sekitar 6 hari, di ibukota provinsi,  di hotel berbintang. Kamu akan dapat
banyak kaos,  ada acara liburan sehari untuk peserta (saatnya juri menilai),  dan ada acara jamuan
dari gubernur provinsi penyelenggara (malam harinya). Rundown acara biasanya:  (1) hari
pertama adalah hari kedatangan peserta,  (2) hari kedua pembukaan dan technical meeting, untuk
astronomi pada saat ini kamu akan diajari memakai teleskop yang digunakan saat babak
observasi dan undian dapat teleskop nomor berapa, (3, 4) hari ketiga dan keempat adalah saatnya
perlombaan, bisa jadi babak teori dulu, atau sebaliknya, babak pengolahan data dan observasi
dulu, (5) hari kelima liburan ke tempat menarik di kota/provinsi penyelenggara, (6)  hari keenam
penutupan sekaligus pengumuman,  lalu pulang.

Saat OSN setiap mata pelajaran, dari 100an peserta tersebut,  diambil 30 orang peraih medali,
terdiri dari 5 medali emas,  10 perak,  dan 15 perunggu. Ada juga peraih best theory, best
observation, atau bisa juga absolute winner (kalau dia ‘best’ keduanya atau nilainya jauh dari
peringkat kedua). Saat acara pengumuman, akan ada yang menangis bahagia, banyak pula air
mata kesedihan.

Cerita pengalaman OSN saya dapat dibaca di sini.

Tips sukses?

Tips umum: kamu perlu kerja keras dan kerja cerdas, kamu butuh motivasi yang besar dan
kegigihan,  menang kalah ditentukan banyak faktor, akan tetapi faktor utamanya adalah
persiapan dan motivasi diri. Jangan takut kalah dan juga jangan terlalu sedih jikalau kalah,
gunakan kekecewaan itu untuk menempa diri dan pelajaran untuk target selanjutnya. Fokus.

Tips OSK

 kuasai materi fisika dan matematika yang saya tulis di atas


 pahami materi astronomi dasar
 Q: jika bintang terbit di Timur Laut, ia tenggelam di arah mana? Kalau jawabanmu masih Barat
Daya, maka kamu belum paham rotasi Bumi dan kaitannya dengan gerak harian benda langit
(+tata koordinat langit).

 banyak baca pengetahuan umum terkait astronomi

 cari info event astronomi yang terjadi berdekatan dengan lomba,  misal ada gerhana bulan
sebelum atau sesudah lomba, transit venus,  penerbangan luar angkasa,  satelit,  badai
Matahari, tahun baru Cina, lebaran.

 untuk jenis soal hitungan,  kadang bisa mencari clue dari pilihannya,  atau bisa cari clue dari
satuan,  atau terkadang jenis soal tertentu bisa kamu bisa cobain satu-satu dari pilihan yang ada
(paling cuma 5 kali percobaan)

 untuk jenis soal sebab-akibat, perhatikan betul-betul per kata dari kalimat yang diberikan. Hati-
hati dengan kata “hanya/only”, “tidak”, serta cek lagi hubungan sebab-akibatnya

 untuk jenis soal pilihan kompleks “123 benar”, tandai yang masih ragu,  lalu lihat kemungkinan
jawaban yang paling mungkin.

 ,  bukan “yang penting gak remidi”,


jangan enggan menghafal rumus, ini lomba boy
lawanmu adalah orang lain, bukan dirimu sendiri.
 belajar menggunakan scientific calculator, banyak yang masih sering salah menggunakan
kalkulator.. percuma udah beli yang canggih tapi salah pakai. Masalah sederhana seperti
penjumlahan sebagai pembagi, kalau lupa kurung bisa salah. Ada yang namanya konversi
derajat-menit-detik busur. Ada yang namanya EXP (× 10ˆ).

 mintalah dispensasi ke sekolah menjelang lomba, setidaknya 1 atau 2 minggu sebelumnya. Jika
ada ulangan/uts/uas sesaat sebelum lomba, mintalah izin untuk susulan semuanya, demi
kebaikan sekolahnya juga. Kepala sekolah yang baik dan paham pentingya “branding” sekolah
harusnya akan mengizinkan, apalagi jika ia melihat potensi yang ada pada di dirimu. Jika ia tidak
mengizinkan bisa jadi dia tidak paham pentingnya OSN, atau dia tidak yakin kamu bisa menang,
atau dia yakin kamu bisa menang tanpa perlu persiapan!.. ha.ha.ha.

 tidak bisa lagi kamu mengandalkan hafalan, perhatikan “cara berpikir” dalam menyelesaikan
suatu masalah, jangan hafalkan jawaban suatu/tipe soal,  akan tetapi cari tahu cara/proses
berpikirnya sehingga mencapai solusi.

Tips OSP

 banyak latihan soal astronomi yang lebih susah


 perbaiki tulisan untuk menjawab soal esai,  bisa jadi kamu benar,  tapi karena tulisanmu susah
dibaca jadi disalahkan. Perhatikan juga kelengkapan dan kerapian jawaban, seperti asumsi yang
digunakan, satuan, tandai mana jawaban akhirnya

 banyak berdoa

Tips OSN
 Sebelum OSN, biasanya provinsi mengadakan pelatihan terpusat, gunakan waktu itu sebaik-
baiknya untuk fokus mempersiapkan diri. Sebagai informasi, beberapa provinsi mengadakan
pelatihan bisa sampai sebulan (misal jakarta & jateng), provinsi lain bisa cuma dua hari. [tepok
jidat] -> tetap berusaha dari awal, jangan terus mengeluh tanpa usaha.
 Observasi: Hafalkan rasi bintang terkenal,  zodiak (nama, urutan, tanggal),  nama bintang-
bintang terkenal, kamu harus sudah paham tata koordinat langit dengan baik,  menghitung LST, 
bisa menunjukkan (di langit)  mana ekuator langit, ekliptika langit, dan menunjukkan posisi rasi
dan bintang. Hafalkan nama nebula dan galaksi terkenal (dan fotonya), setidaknya yang
merupakan objek Massier misalnya. Hafalkan nama kawah di Bulan. Jika lupa arah saat
observasi, tenangkan diri,  lihatlah posisi teleskop (jika mounting teleskopnya ekuatorial). Ketika
memakai teleskop, gunakan finderscope dengan membuka kedua mata, jangan terlalu percaya
pada finderscope untuk menemukan objek, untuk beberapa jenis teleskop kamu bisa gunakan
“sekrup” di tabungnya (posisikan sehingga bintang, sekrup depan, dan sekrup belakang tabung
“menyatu”). Jangan percaya skala HA dan deklinasi di teleskop (biasanya rusak), lihat apakah dia
ikut berputar dengan benar/mulus ketika kamu menggerakkan teleskop. Bisa jadi kamu
diperbolehkan menggunakan peta langit (disediakan planisphere), kalau ragu bertanyalah ke
juri.

 Pengolahan data: kamu harus bisa regresi linier (manual dengan rumusnya atau memakai fungsi
di kalkulator), statistika dasar, galat data, perambatan kesalahan,  fungsi sinusoidal, dll.

Tips pelatnas (pelatihan nasional) dan IOAA

 jangan malu bertanya ke teman yang lebih jago


 jangan takut gak lulus SMA

 jangan jadi yang pertama tidur, haha (belajar yang gigih)

 baca topik riset yang sedang hot di astronomi

 perbaiki kecepatan,  ketepatan,  dan kelengkapan dalam menjawab ‘soal standar’, tulisan juga..

 banyak berdoa

 jika lolos jadi timnas,  iterasi lagi mana yang perlu kamu perbaiki..  Ingat teman2 yang sudah
‘gugur’, ingat berapa banyak pajak rakyat yang sudah dan akan kamu makan/gunakan.

 saat IOAA, hati-hati dengan ‘makanan baru’, jaga sikap, perhatikan tata krama yang dianut di
negara penyelenggara, have fun dengan langit barumu (literally).
yang lolos atau bisa juga ada 12 orang yang lolos ke nasional.

OSN biasanya diadakan tengah atau akhir tahun, untuk astronomi formatnya ada tiga babak.
Babak teori dengan format sama seperti OSP,  lalu ada babak pengolahan data,  kemudian ada
babak observasi (untuk mapel lain berupa praktikum / eksperimen / presentasi). Babak observasi
bisa saja dilakukan pada siang hari,  bisa juga malam hari,  juri sudah menyediakan skenario
cerah dan skenario mendung (atau sebagian cerah lalu mendung).

Bisa jadi event OSN adalah pertama kalinya kamu naik pesawat atau pergi ke luar jawa.  Pada
umumnya acaranya sekitar 6 hari, di ibukota provinsi,  di hotel berbintang. Kamu akan dapat
banyak kaos,  ada acara liburan sehari untuk peserta (saatnya juri menilai),  dan ada acara jamuan
dari gubernur provinsi penyelenggara (malam harinya). Rundown acara biasanya:  (1) hari
pertama adalah hari kedatangan peserta,  (2) hari kedua pembukaan dan technical meeting, untuk
astronomi pada saat ini kamu akan diajari memakai teleskop yang digunakan saat babak
observasi dan undian dapat teleskop nomor berapa, (3, 4) hari ketiga dan keempat adalah saatnya
perlombaan, bisa jadi babak teori dulu, atau sebaliknya, babak pengolahan data dan observasi
dulu, (5) hari kelima liburan ke tempat menarik di kota/provinsi penyelenggara, (6)  hari keenam
penutupan sekaligus pengumuman,  lalu pulang.

Saat OSN setiap mata pelajaran, dari 100an peserta tersebut,  diambil 30 orang peraih medali,
terdiri dari 5 medali emas,  10 perak,  dan 15 perunggu. Ada juga peraih best theory, best
observation, atau bisa juga absolute winner (kalau dia ‘best’ keduanya atau nilainya jauh dari
peringkat kedua). Saat acara pengumuman, akan ada yang menangis bahagia, banyak pula air
mata kesedihan.

Cerita pengalaman OSN saya dapat dibaca di sini.

Tips sukses?

Tips umum: kamu perlu kerja keras dan kerja cerdas, kamu butuh motivasi yang besar dan
kegigihan,  menang kalah ditentukan banyak faktor, akan tetapi faktor utamanya adalah
persiapan dan motivasi diri. Jangan takut kalah dan juga jangan terlalu sedih jikalau kalah,
gunakan kekecewaan itu untuk menempa diri dan pelajaran untuk target selanjutnya. Fokus.

Tips OSK

 kuasai materi fisika dan matematika yang saya tulis di atas


 pahami materi astronomi dasar

 Q: jika bintang terbit di Timur Laut, ia tenggelam di arah mana? Kalau jawabanmu masih Barat
Daya, maka kamu belum paham rotasi Bumi dan kaitannya dengan gerak harian benda langit
(+tata koordinat langit).

 banyak baca pengetahuan umum terkait astronomi

 cari info event astronomi yang terjadi berdekatan dengan lomba,  misal ada gerhana bulan
sebelum atau sesudah lomba, transit venus,  penerbangan luar angkasa,  satelit,  badai
Matahari, tahun baru Cina, lebaran.

 untuk jenis soal hitungan,  kadang bisa mencari clue dari pilihannya,  atau bisa cari clue dari
satuan,  atau terkadang jenis soal tertentu bisa kamu bisa cobain satu-satu dari pilihan yang ada
(paling cuma 5 kali percobaan)

 untuk jenis soal sebab-akibat, perhatikan betul-betul per kata dari kalimat yang diberikan. Hati-
hati dengan kata “hanya/only”, “tidak”, serta cek lagi hubungan sebab-akibatnya

 untuk jenis soal pilihan kompleks “123 benar”, tandai yang masih ragu,  lalu lihat kemungkinan
jawaban yang paling mungkin.

 ,  bukan “yang penting gak remidi”,


jangan enggan menghafal rumus, ini lomba boy
lawanmu adalah orang lain, bukan dirimu sendiri.
 belajar menggunakan scientific calculator, banyak yang masih sering salah menggunakan
kalkulator.. percuma udah beli yang canggih tapi salah pakai. Masalah sederhana seperti
penjumlahan sebagai pembagi, kalau lupa kurung bisa salah. Ada yang namanya konversi
derajat-menit-detik busur. Ada yang namanya EXP (× 10ˆ).
 mintalah dispensasi ke sekolah menjelang lomba, setidaknya 1 atau 2 minggu sebelumnya. Jika
ada ulangan/uts/uas sesaat sebelum lomba, mintalah izin untuk susulan semuanya, demi
kebaikan sekolahnya juga. Kepala sekolah yang baik dan paham pentingya “branding” sekolah
harusnya akan mengizinkan, apalagi jika ia melihat potensi yang ada pada di dirimu. Jika ia tidak
mengizinkan bisa jadi dia tidak paham pentingnya OSN, atau dia tidak yakin kamu bisa menang,
atau dia yakin kamu bisa menang tanpa perlu persiapan!.. ha.ha.ha.

 tidak bisa lagi kamu mengandalkan hafalan, perhatikan “cara berpikir” dalam menyelesaikan
suatu masalah, jangan hafalkan jawaban suatu/tipe soal,  akan tetapi cari tahu cara/proses
berpikirnya sehingga mencapai solusi.

Tips OSP

 banyak latihan soal astronomi yang lebih susah


 perbaiki tulisan untuk menjawab soal esai,  bisa jadi kamu benar,  tapi karena tulisanmu susah
dibaca jadi disalahkan. Perhatikan juga kelengkapan dan kerapian jawaban, seperti asumsi yang
digunakan, satuan, tandai mana jawaban akhirnya

 banyak berdoa

Tips OSN

 Sebelum OSN, biasanya provinsi mengadakan pelatihan terpusat, gunakan waktu itu sebaik-
baiknya untuk fokus mempersiapkan diri. Sebagai informasi, beberapa provinsi mengadakan
pelatihan bisa sampai sebulan (misal jakarta & jateng), provinsi lain bisa cuma dua hari. [tepok
jidat] -> tetap berusaha dari awal, jangan terus mengeluh tanpa usaha.
 Observasi: Hafalkan rasi bintang terkenal,  zodiak (nama, urutan, tanggal),  nama bintang-
bintang terkenal, kamu harus sudah paham tata koordinat langit dengan baik,  menghitung LST, 
bisa menunjukkan (di langit)  mana ekuator langit, ekliptika langit, dan menunjukkan posisi rasi
dan bintang. Hafalkan nama nebula dan galaksi terkenal (dan fotonya), setidaknya yang
merupakan objek Massier misalnya. Hafalkan nama kawah di Bulan. Jika lupa arah saat
observasi, tenangkan diri,  lihatlah posisi teleskop (jika mounting teleskopnya ekuatorial). Ketika
memakai teleskop, gunakan finderscope dengan membuka kedua mata, jangan terlalu percaya
pada finderscope untuk menemukan objek, untuk beberapa jenis teleskop kamu bisa gunakan
“sekrup” di tabungnya (posisikan sehingga bintang, sekrup depan, dan sekrup belakang tabung
“menyatu”). Jangan percaya skala HA dan deklinasi di teleskop (biasanya rusak), lihat apakah dia
ikut berputar dengan benar/mulus ketika kamu menggerakkan teleskop. Bisa jadi kamu
diperbolehkan menggunakan peta langit (disediakan planisphere), kalau ragu bertanyalah ke
juri.

 Pengolahan data: kamu harus bisa regresi linier (manual dengan rumusnya atau memakai fungsi
di kalkulator), statistika dasar, galat data, perambatan kesalahan,  fungsi sinusoidal, dll.

Tips pelatnas (pelatihan nasional) dan IOAA

 jangan malu bertanya ke teman yang lebih jago


 jangan takut gak lulus SMA
 jangan jadi yang pertama tidur, haha (belajar yang gigih)

 baca topik riset yang sedang hot di astronomi

 perbaiki kecepatan,  ketepatan,  dan kelengkapan dalam menjawab ‘soal standar’, tulisan juga..

 banyak berdoa

 jika lolos jadi timnas,  iterasi lagi mana yang perlu kamu perbaiki..  Ingat teman2 yang sudah
‘gugur’, ingat berapa banyak pajak rakyat yang sudah dan akan kamu makan/gunakan.

 saat IOAA, hati-hati dengan ‘makanan baru’, jaga sikap, perhatikan tata krama yang dianut di
negara penyelenggara, have fun dengan langit barumu (literally).