Anda di halaman 1dari 10

Nama : Farhan Kusuma Putra NIM : 18302241049 Kelas : C

Geiger-Muller Counter
Tujuan:

Setelah mencoba simulator ini, mahasiswa diharapkan mampu:

 Menjelaskan prinsip kerja tabung Geiger-Muller


 Memahami perbedaan radiasi latar dan radiasi dari sumber radioaktif
 Menentukan waktu paruh berdasarkan data percobaan
 Memahami pengaruh jenis dan jumlah barrier/penghalang terhadap cacah radiasi
 Mengidentifikasi sumber radiasi yang tak-diketahui

Langkah:

1. Go to https://www.gigaphysics.com/gmtube_lab.html
2. Eksplor semua tab/tombol/grafik yang ada pada simulator selama 5 menit

Worksheet A: Waktu Paruh Ba-137m


Bagian 1: Mengukur Radiasi Latar

1. Pertama, kita perlu menghitung radiasi di udara, gedung, dan lain-lain, selain dari sumber
radioaktif (untuk mengukur radiasi latar). Langkah-langkahnya sebagai berikut : set
“Radiation source” ke “none (background)”, “Type of barrier” ke “none”, dan “Count Duration”
ke “10 seconds”.
2. Klik “Start Count” untuk mulai menghitung jumlah partikel latar yang menumbuk counter
dalam 10 detik. Setelah setelah mencacah, tulis hasilnya!

Radiasi latar : 7 cacahan/10 detik

Bagian 2: Pengumpulan Data

Silakan baca petunjuk berikut untuk panduan secara keseluruhan pada bagian 2.

Pada bagian ini, Anda akan melakukan pengukuran dengan cepat, hanya terpisah beberapa detik
saja. Jadi, sebaiknya Anda mengetahui dan memahami apa yang akan dilakukan sebelumnya.

 Ubah “Radiation source” menjadi “Ba-137m”. “Type of barrier” dan “Count duration”
biarkan seperti di bagian 1.
 Klik “New Ba-137m Source” untuk memastikan bahwa sumber yang digunakan cukup kuat
untuk mendapatkan cacahan yang maksimal. Ba-137m memiliki waktu paruh beberapa
menit saja, sehingga akan menghilang dengan cepat.
Nama : Farhan Kusuma Putra NIM : 18302241049 Kelas : C

 Klik “Show timer” untuk memulai waktu. Segera setelah itu, klik “Start count” untuk
menghitung jumlah cacahan Ba-137 dalam 10 detik. Masukkan hasilnya pada tabel di
bawah. Cacahan ini masuk pada kolom “termasuk latar” karena belum dikurangi dengan
cacahan latar yang dihitung di bagian 1.
 Ulangi percobaan ini setiap 30 detik selama 8 menit ke depan, sambil mengisi setiap baris di
table.
Catatan penting : Pastikan selang waktu antar percobaan adalah 30 detik, jangan tunggu 30
detik setelah selesai cacahan untuk melakukan percobaan baru. Jadi, Anda harus meng-klik
tombol “Start count” saat 0:30, 1:00, 1:30, dan seterusnya.

selang waktu (s) Cacahan/10 detik (termasuk Cacahan /10 detik


cacah latar) (tidak termasuk cacah latar)
0 914 907
30 779 772
60 728 721
90 595 588
120 527 520
150 478 471
180 415 408
210 298 291
240 285 277
270 276 269
300 257 250
330 220 213
360 161 154
390 160 153
420 124 117
450 122 115
480 100 93

 Ingat, bahwa hasil cacahan di atas bukan seluruhnya berasal dari Ba-137m. Jadi, berapakah
cacahan aslinya tanpa cacah latar? Tulis jawabannya di kolom ke-3 pada tabel di atas!

Bagian 3: Pengolahan data


Nama : Farhan Kusuma Putra NIM : 18302241049 Kelas : C

Buatlah grafik cacahan Ba-137m per 10 detik (tidak termasuk cacah latar) vs waktu pada MS Excel
atau sejenisnya, lalu copy-paste kan grafiknya di sini! Buat garis (fitting) yang menghubungkan
semua titik data untuk melihat kecenderungannya!

grafik cacahan Ba-137m per 10 detik (tidak termasuk cacah


latar) vs waktu
1000
(Tidak Termasuk Cacah Latar)

900
800
700
600
Cacahan/10 Detik

500
400
300
200
100
0
0 100 200 300 400 500 600
Waktu

Bagian 4: Analisis Data: menentukan waktu paruh

Pada detik ke berapa cacahan/10 detik dari sumber Ba-137m bernilai 400? Pada detik ke 180

Pada detik ke berapa cacahan/10 detik dari sumber Ba-137m bernilai 200? Pada detik ke 330

Dari kedua data di atas, berapakah waktu paruh Ba-137m? 150 Sekon

Jika Anda menentukan waktu paruh dari penurunan cacahan/10 detik dari 600 ke 300, berapa
hasilnya? Apakah berbeda? Jelaskan alasannya!

Hasil yang diperoleh sama dengan 150 Sekon dengan menggunakan rumus waktu paruh
Nt 1 t
=
No 2 () T 1/2

Diketahui :
Nama : Farhan Kusuma Putra NIM : 18302241049 Kelas : C

N t =300
N o =60 0
t=150 sekon

Ditanya :
T 1/ 2=?
Jawab :
Nt 1 t
=
No 2 () T 1/2

150
300 1
600 ( 2 )
T 1/2
=
1 150

( 12 ) =( 12 ) T 1/2

150
1=
T 1/ 2
Maka :
Waktu paruh (T 1/ 2 ¿ = 150 Sekon

Dapat disimpulkan bahwa waktu paruh dari penurunan cacahan/10 detik dari 600 ke 300 sama
dengan waktu paruh dari penurunan cacahan/10 detik dari 400 ke 200 dikarenakan jumlah
sumber Ba-137m yang meluruh sama dengan setengah jumlah dari sumber Ba-137m mula mula

Misalkan Anda memiliki sumber Ba-137m yang jauh lebih besar yang menghasilkan 16000
cacahan/10 detik. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari percobaan ini, berapa lama waktu yang
diperlukan hingga sumber tersebut hanya menghasilkan 2000 cacahan/10 detik? Jelaskan dari
mana Anda memperoleh jawaban tersebut!

dengan menggunakan rumus waktu paruh


Nt 1 t
=
No 2 () T 1/2

Diketahui :
N t =2000
N o =16000
t=150 sekon

Ditanya :
T 1/ 2=?
Nama : Farhan Kusuma Putra NIM : 18302241049 Kelas : C

Jawab :
Nt 1 t
=
No 2 () T 1/2

150
20 00 1
=
1600 0 2 () T 1/2

150
1 1
()()
8
=
2
T 1/2

3 150

( 12 ) =( 12 ) T 1/2

150
3=
T 1/ 2

Maka :
Waktu paruh (T 1/ 2 ¿ = 50 Sekon

Maka dapat disimpulkan bahwa menghasilkan 2000 cacahan/10 detik dalam waktu 50 sekon.

Worksheet B: Mengindentifikasi Sumber Radiasi

Bagian 1: Mengukur Radiasi Latar

1. Pertama, kita menghitung radiasi di udara, gedung, dan lain-lain, selain dari sumber
radioaktif (radiasi latar). Untuk mengukur radiasi latar, set “ Radiation source” ke “none
(background)”, “Type of barrier” ke “none”, dan “Count Duration” ke “30 seconds”.
2. Klik “Start Count” untuk mulai menghitung jumlah partikel latar yang menumbuk counter
dalam 30 detik. Setelah selesai mencacah, tulis hasilnya!

Radiasi latar: 21 cacahan/30 detik


Nama : Farhan Kusuma Putra NIM : 18302241049 Kelas : C

Bagian 2: Radiasi Alpha

 Pada aktivitas ini Anda akan diminta untuk mengidentifikasi sumber radiasi tak-diketahui,
apakah alpha, beta atau gamma. Untuk itu, Anda harus mengetahui bagaimana setiap jenis
radiasi tersebut dipengaruhi oleh barrier/penghalang seperti cardboard (kardus), lead
(timbal), dll. Mulailah dengan mengubah “Radiation source” menjadi “alpha”. “Type of
barrier” dan “Count duration” dapat dibiarkan seperti di bagian 1.
 Klik “Start count” untuk menghitung jumlah cacahan, kemudian masukkan hasilnya pada
tabel di bawah. Cacahan ini masuk pada kolom “termasuk latar” karena belum dikurangi
dengan cacahan latar yang dihitung di bagian 1.
 Untuk mengetahui pengaruh penghalang terhadap radiasi alpha, ubah “ Type of barrier”
menjadi “cardboard” dan “Number of barriers” ke “1”. Klik “Start count” lagi untuk
menghitung cacahan dengan satu kardus penghalang antara sumber alpha dan detector.
Tulis datanya!
 Ulangi percobaan hingga semua kolom pada tabel terisi. Terkadang, cacahan alpha
jumlahnya lebih sedikit daripada cacahan latar. Hal ini dikarenakan simulasi ini diprogram
untuk memvariasikan cacahan secara random, seperti di dunia nyata. Jika ini terjadi, tulis 0
pada kolom “cacahan tidak termasuk latar”.

Jenis Cacahan/30 detik Cacahan/30 detik


Jumlah Penghalang
Penghalang (termasuk latar) (tidak termasuk latar)
Tidak ada -- 792 771
Cardboard 1 316 295
Cardboard 3 65 44
Cardboard 5 26 5
Plastic 1 159 138
Plastic 3 29 8
Plastic 5 26 5
Lead 1 21 0
Lead 3 15 0
Lead 5 28 7

 Berdasarkan data di atas, seberapa sulitkah menghalau radiasi alpha? Sulit


 Penghalang apa yang lebih efektif? Penghalang yang terbuat dari timbal
 Penghalang apa yang kurang efektif? Penghalang yang terbuat dari kardus

Bagian 3: Radiasi Beta

Ubah “Radiation source” menjadi “beta” lalu ulangi percobaan sebelumnya!

Jenis Cacahan/30 detik Cacahan/30 detik


Jumlah Penghalang
Penghalang (termasuk latar) (tidak termasuk latar)
Tidak ada -- 1758 1737
Nama : Farhan Kusuma Putra NIM : 18302241049 Kelas : C

Cardboard 1 1628 1607


Cardboard 3 1302 1281
Cardboard 5 1045 1024
Plastic 1 778 757
Plastic 3 171 150
Plastic 5 54 33
Lead 1 103 82
Lead 3 31 10
Lead 5 26 5

 Berdasarkan data di atas, seberapa sulitkah menghalau radiasi beta? Sulit


 Penghalang apa yang lebih efektif? Penghalang yang terbuat dari timbal
 Penghalang apa yang kurang efektif? Penghalang yang terbuat dari kardus

Bagian 4: Radiasi Gamma

Ubah “Radiation source” menjadi “gamma” lalu ulangi percobaan sebelumnya!

Jenis Cacahan/30 detik Cacahan/30 detik


Jumlah Penghalang
Penghalang (termasuk latar) (tidak termasuk latar)
Tidak ada -- 1866 1845
Cardboard 1 1883 1862
Cardboard 3 1871 1850
Cardboard 5 1856 1835
Plastic 1 1738 1717
Plastic 3 1637 1616
Plastic 5 1525 1504
Lead 1 1422 1401
Lead 3 764 743
Lead 5 451 430

 Berdasarkan data di atas, seberapa sulitkah menghalau radiasi gamma? Tidak terlalu sulit
 Penghalang apa yang lebih efektif? Penghalang yang terbuat dari Timbal
 Penghalang apa yang kurang efektif? Penghalang yang terbuat dari Kardus

Bagian 5: Analisis Data: mengidentifikasi sumber tak diketahui

 Sekarang, Anda sudah mengetahui bagaimana setiap radiasi dipengaruhi oleh jenis
penghalang yang berbeda, sehingga Anda dapat menggunakan pengetahuan ini untuk
mengidentifikasi sebuah sumber radiasi. Untuk memulainya, ubah “ Radiation source” ke
“unknown source”.
Nama : Farhan Kusuma Putra NIM : 18302241049 Kelas : C

 Ulangi percobaan seperti sebelumnya tanpa batasan jenis dan jumlah penghalang yang
digunakan. Anda bebas mencoba berbagai variasi sesuai dengan pengetahuan Anda, hingga
Anda dapat mengidentifikasi sumber tersebut.

Jenis Cacahan/30 detik Cacahan/30 detik


Jumlah Penghalang
Penghalang (termasuk latar) (tidak termasuk latar)
Tidak ada -- 846 825
Card Board 1 316 295
Card Board 3 58 37
Card Board 5 31 10
Plastic 1 149 128
Plastic 3 32 11
Plastic 5 30 9
Lead 1 28 7
Lead 3 25 3
Lead 5 23 2

 Bedakan hasil sumber tak diketahui dengan hasil dari percobaan radiasi alpha, beta dan
gamma. Berdasarkan data-data tersebut, jenis sumber apakah “ unknown source” itu?

Jenis radiasi:
Jenis radiasi berdasarkan tabel diatas merupakan jenis radiasi alfa
Alasan:
Karena dari segi jumlah cacahan per 30 detik (termasuk latar) mirip dengan jumlah
cacahan per 30 detik ( termasuk latar ) dengan segi radiasi alpha

Bagian 6: Aplikasikan pengetahuan Anda

 Banyak detektor asap yang mengandung sedikit isotop Americium-241, yang memancarkan
radiasi alpha. Apakah orang yang berjalan di bawah detektor asap tersebut terancam
bahaya tertembak oleh partikel alpha? Jelaskan jawaban Anda berdasarkan pengalaman
eksperimen yang telah dilakukan di atas!

Jika orang berjalan di bawah detector asap namun detector asap tersebut belum
kadaluarsa tidak akan terancam bahaya karena kandungan Americium-241 rendah ,
sedangkan jika sudah kadaluarsa kemungkinan kandungan Americium-241 tinggi dn
dampaknya sangat serius untuk pemancar α , jika terhirup americium-241 diekskresikan
dalam beberapa hari dan hanya 0,05% yang diserap di dalam darah. Dari sana, kira-kira
45% masuk ke hati dan 45% ke tulang, dan 10% sisanya dikeluarkan dan dapat
menyebabkan kanker .
Nama : Farhan Kusuma Putra NIM : 18302241049 Kelas : C

 Pada prosedur pemrosesan gambar dalam kesehatan yang dikenal sebagai PET scan
(Positron Emission Tomography), positron dari sebuah tracer radioaktif menabrak
elektron di jaringan tubuh. Tumbukan ini menghasilkan radiasi, dan radiasi ini kemudian
diamati oleh detektor di luar tubuh. Berdasarkan informasi ini, radiasi apakah yang
dihasilkan oleh tumbukan positron-elektron tersebut? Jelaskan jawaban Anda berdasarkan
pengalaman eksperimen yang telah dilakukan di atas!

Radiasi yang dihasilkan oleh tumbukan positron-elektron adalah proses Inhilasi. Positron
yang terlepas akan berinteraksi dengan atom didekatnya, menghasilkan eksitasi dan
ionisasi yang menurunkan kecepatan positron. Selama melambat positron bertemu
dengan elektron di medium sekitarnya. Pertemuan positron dan elektron ini
menyebabkan positron dan elektron saling meniadakan karena sifatnya yang
antipartikel.7Dari inhilasi ini dihasilkan 2 gelombang elektromagnetik berupa sinar
gamma yang mempunyai energi sebesar 511 KeV dengan arah yang berlawanan

Pernyataan

Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya telah melaksanakan praktikum virtual secara mandiri, dan
menjawab setiap pertanyaan pada worksheet tanpa bantuan dan/atau informasi dari siapapun.

Yogyakarta, 1 Desember 2020

Farhan Kusuma Putra


Nama : Farhan Kusuma Putra NIM : 18302241049 Kelas : C

18302241049

Anda mungkin juga menyukai